Nasib Empat Besar Tottenham di Tangan Sendiri

Manchester Tottenham Hotspur semakin tidak aman di posisi empat besar setelah kalah dari Manchester City. Tapi, manajer Mauricio Pochettino menegaskan situasinya tidak bergantung pada tim lain.

Tottenham kalah 0-1 di Etihad Stadium, Sabtu (20/4/2019) malam WIB. City berhasil mencetak gol kemenangan lewat Philip Foden di menit kelima.

Kekalahan ini membuat posisi The Lilywhites di empat besar terancam. Tottenham saat ini punya 76 poin dari 34 laga di posisi ketiga klasemen Liga Inggris.


Jumlah itu cuma kalah satu angka dari Arsenal di posisi keempat, yang baru main 33 kali. Chelsea cuma tertinggal satu angka dari Tottenham di posisi kelima dengan 34 laga.

Manchester United yang ada di posisi keenam dengan 64 poin juga masih punya peluang masuk keempat besar. Jika menang atas Everton akhir pekan ini The Red Devils menyamai poin Tottenham.

“Tergantung kami untuk berada di empat besar dan berada di Liga Champions musim depan. Sekarang kami punya dua pertandingan berikutnya yang akan menentukan. Kami bakal mampu memenangi dua pertandingan berikutnya melawan Brighton dan West Ham. Saya pikir akan tergantung pada kami sendiri,” kata Pochettino selepas laga seperti dikutip dari Football London.

Namun, Pochettino tak menampik bahwa situasinya sulit. Terlebih Tottenham juga harus menyiapkan laga melawan Ajax Amsterdam di semifinal Liga Champions.

“Tentu saja akan sulit sekarang karena hari Selasa dan Sabtu kami ada pertandingan yang sulit, lalau semifinal Liga Champions melawan Ajax. Kami tahu keadaannya dan itu akan sangat sulit, tapi saya merasa sangat bangga, saya merasa kinerja hari ini sangat baik dan setidaknya kami layak seri,” tegasnya.

(ran/yna)


Cara Berjabat Tangan Bisa Ungkap Kepribadianmu, Cek di Sini

Penelitiannya juga menemukan bahwa pria cenderung berjabat tangan dengan erat ketimbang wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan wanita juga punya cara jabat tangan yang erat. Biasanya, para wanita yang terbiasa melakukan cara ini adalah sosok yang lebih menyenangkan.

Nyatanya, jabat tangan dapat menjelaskan kepercayaan diri seseorang, niat, kontrol, ketakutan, intimidasi dan bahkan sikap kurangnya rasa hormat seorang individu. Terlebih lagi, cara jabat tangan tak hanya meliputi erat dan tidak eratnya genggaman.

Untuk itu, berikut Liputan6.com paparkan makna di balik 5 cara jabat tangan yang biasa dilakukan, seperti yang dihimpun dari Bright Side, Sabtu (20/4/2019).

Cek Garis di Telapak Tangan, Ini Maknanya Buat Kepribadianmu

Liputan6.com, Jakarta – Sejak zaman dulu, garis di tangan sering dikaitkan dengan nasib dan kepribadian seseorang. Dengan melihat garis tangan, seseorang yang memiliki kemampuan membaca garis tangan bisa memprediksi masa depan orang yang diramal.

Nah, berikut ini tak jauh berbeda. Cukup melihat garis di telapak tangan, kami akan menguak kepribadianmu. Caranya, temukan dua garis seperti yang ditunjukkan pada gambar.

Kemudian, periksa panjang dan ketinggiannya. Bila sudah, berikut maknanya melansir dari Betterme.tips.

1. Garis di tangan kiri lebih tinggi

Jika garis di tangan kiri lebih tinggi, itu berarti kamu seorang penakluk dan pejuang dalam kehidupan percintaanmu. Kamu tidak melewatkan kesempatan untuk bersama seseorang yang kamu cintai.

Kamu bersemangat dan baik hati. Tak heran, orang senang membangun hubungan jangka panjang denganmu.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Alfi Hilang Misterius, Bupati Rembang Turun Tangan

Liputan6.com, Rembang – Kehilangan putri kandung, siapapun orang tua pasti akan sedih. Depresi juga pasti akan dirasakan, bahkan orangtua bisa pupus harapan jika putri yang dicari selama beberapa minggu tidak ditemukan. Rasa kangennya orangtua pun menjadikan iba dari berbagai kalangan masyarakat sekitar yang mengetahuinya.

Hal itu dirasakan orangtua bernama Sunari dan Siti Khalifah asal Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kehilangan putri kandungnya bernama Alfi Khoirunnafiah (Alfi), balita umur 2,5 tahun sejak Minggu, (31/3/2019) kemarin.

Usut punya usut atas kejadian ini, mulanya Alfi dititipkan di rumah neneknya yang berlokasi tidak jauh dari pantai di Desa Temperak.

Saat itu Alfi diawasi sang nenek yang bernama Zaenab (69), sedangkan ibunya bekerja di pabrik pengolahan cumi di wilayah Kecamatan Sarang. Rumah nenek Zaenab tak jauh dari rumah orang tua korban, yakni masih dalam satu kampung.

Sejak hari Minggu pagi Alfi bermain bersama dengan neneknya, namun saat itu pada pukul 11.00 WIB, nenek Zaenab meninggalkan korban sebentar untuk menyimpan rebon (bahan baku untuk membuat terasi) di lemari pendingin di rumah orang tua Alfi. Selesai menyimpan rebon, nenek Zaenab kembali ke rumahnya untuk mencari sang cucu untuk diajak tidur siang. Alfi justru tidak ada di sekitar rumah Neneknya.

Nenek Zaenab terus mencoba untuk mencari cucunya di sekitar rumah tetangganya. Alhasil upayanya itu tidak membuahkan hasil. Nenek Zaenab yang mulai panik, kemudian meminta tolong kepada tetangganya.

Atas kejadian itu, Kepala Desa Temperak yang bernama Nur Safi menjelaskan, pihaknya bersama dengan Polsek dan warga sudah berupaya menyisir hampir di seluruh bagian kampung.

“Bahkan saya dan salah satu keluarga korban juga melakukan pencarian hingga ke daerah Jawa Timur, karena kan ada informasi katanya Alfi diajak mengamen oleh seseorang di Gresik dan Sidoarjo,” terangnya kepada wartawan pada Selasa (16/4/2019).

Namun, seluruh upaya pencarian yang dilakukan oleh berbagai pihak, sampai saat ini, Rabu (17/14/2019), belum memunculkan tanda-tanda keberadaan Alfi.

“Rumor yang bermunculan di kalangan warga pun beragam, ada yang mengatakan Alfi disembunyikan oleh makhluk gaib di sebuah bangunan yang sudah lama mangkrak,” kata Kades Temperak.

Peristiwa hilangnya Alfi, pada Senin sore kemarin (15/4/2019), juga mengundang keprihatinan Bupati Rembang, Abdul Hafidz untuk turun tangan. Pada saat itu juga Bupati menugaskan secara khusus Asisten II Sekda Rembang, Abdullah Zawawi untuk menemui keluarga Alfi di Desa Temperak.

Zawawi didampingi Pelaksana Tugas Kabag Humas Pemkab, Purnomo Mukdi widodo dan Camat Sarang, Muttaqin. Rombongan menuju kediaman Nenek Alfi, Zaenab, yang merupakan lokasi hilangnya Alfi.

“Selain ingin mengerti bagaimana kronologi kejadian hilangnya Alfi, Pemkab juga berkomitmen untuk membantu proses pencarian Alfi,” kata Zawawi.

Sunari yang merupakan orang tua Alfi merasa senang atas ittikad kepedulian dari Pemerintah. “Saya berharap bantuan dari masyarakat supaya anak perempuan saya dapat segera ditemukan,” ucap sang ayah.

Simak juga video pilihan berikut ini:

12 kabupaten di Papua gunakan sistem noken di Pemilu 17 April 2019 nanti.

6 Adegan Kematian di Game of Thrones yang Bikin Penggemar Bertepuk Tangan

Di musim perdana Game of Thrones, Viserys adalah salah satu karakter antagonis yang paling dibenci. Ia bahkan dengan sukarela menjual sang adik, Daenerys, demi mendapat dukungan militer dari pemimpin bangsa Dothraki, Khal Drogo.

Yang terjadi justru Daenery dan Khal Drogo saling mencintai.

Viserys yang tak sabar untuk mendapat tentaranya, melakukan berbagai tindakan kurang ajar, termasuk mengancam Daenerys dan anak yang dikandungnya. Khal Drogo lantas memberikan mahkota kepada Viserys, dengan cara menyiram emas cair ke kepala pria tersebut.

Kata Polisi, Audrey Dikeroyok dengan Tangan Kosong

Jakarta – Polisi telah meminta keterangan dari ibunda Audrey (14), siswi SMP di Pontianak yang diduga dikeroyok oleh siswi SMA di kotanya. Audrey disebut dikeroyok dengan tangan kosong.

“Pakai tangan kosong, pakai tangan kosong. Dari pemeriksaan sementara seperti itu dan akan terus didalami oleh penyidik dari Polresta Pontianak,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, total ada 12 siswi SMA dari berbagai sekolah di Pontianak yang mengetahui hal ini. Pelaku utama yang mengeroyok korban ada 3 orang sementara sisanya menyaksikan.

Kembali ke pernyataan Dedi, dia mengatakan korban sudah mendapatkan pendampingan psikologis. Pangkal pengeroyokan ini adalah karena masalah pria yang berujung pada ribut-ribut di media sosial terlebih dahulu.

“Kebetulan para pelaku masih dalam satu sekolah ya di Pontianak yang mendengar temannya, mungkin merasa tidak nyaman dan terjadi perselisihan di media sosial dan secara spontan teman-temannya ini membantu untuk melakukan penganiayaan terhadap korban A,” paparnya.

Kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan. “Untuk yang terlapor ada 3, antara lain inisialnya F, kedua P, ketiga N,” tambah Dedi.

Kasus pengeroyokan Audrey ini mendapat perhatian luas di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForAudrey yang sempat menjadi trending nomor 1 dunia pada Selasa (9/4). Ada pula petisi #JusticeForAudrey yang diteken lebih dari 2,4 juta kali.

(imk/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Petisi Justice For Audrey di Change.org Tembus 2,1 Juta Tanda Tangan

Ilustrasi/copyright shutterstock

Sebelumnya, tagar Justice For Audrey (#JusticeForAudrey) menjadi trending topic di lini masa Twitter Indonesia. Tagar ini viral dikicaukan oleh warganet di lini masa Twitter, Selasa (9/4/2019).

Ada apa dengan tagar Justice For Audrey dan siapakah Audrey yang dibela keadilannya oleh warganet?

Rupanya, kasus ini merupakan bentuk perisakan atau bullying terhadap seorang siswi SMP bernama Audrey yang bersekolah di sebuah SMP negeri di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh pengguna medsos Twitter dengan akun @syarifahmelinda.

Ia menceritakan dalam serial tweet Audrey (Justice For Audrey) pelajar 14 tahun itu dikeroyok dan dianiaya oleh 12 orang pelajar SMA di Pontianak pada 29 Maret 2019.

Rupanya, masalah dipicu dari saling sindir di WhatsApp terkait dengan hubungan asmara salah satu pelaku berinisial Da. Da diketahui merupakan pacar dari mantan kekasih kakak perempuan korban.

“Semua pelaku merupakan teman-teman kakaknya. Mereka menggunakan korban untuk memancing kakaknya ke luar dari rumah,” cerita @syarifahmelinda.

Caleg Muda Rob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan Milenial

Clinton pun positif angka golput akan turun bila dibandingkan dengan Pilpres 2014, yang saat itu mencapai hingga di atas 20 persen suara golput.

“Sudah banyak anak-anak muda seperti saya yang mungkin lima tahun, empat tahun lalu tidak memilih siapa-siapa, banyak anak-anak muda yang selama ini cuma jadi silent majority, hanya diam saja, tapi sekarang sudah mulai berani menyuarakan, sudah mulai berani bergerak,” tukasnya.

 Clinton, yang juga memiliki bisnis eSports Onic atau grup petarung di dunia online games, mengaku selalu giat untuk blusukan di masyarakat. Hal ini ia lakukan agar pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin berjalan dengan efektif.

Selain itu, sosialisasi tentang program kerja yang dimiliki Paslon 01 dan juga dirinya memang akan lebih mudah dimengerti bila dilakukan secara door to door. Ia yakin, setidaknya Jokowi-Ma’ruf Amin akan memperoleh suara minimal 60 persen di dapilnya, Jakarta Utara.

“Kalau saya melakukan apa yang Pak Jokowi lakukan, blusukan terus, door to door, saya siapkan semua APK (alat peraga kampanye) mulai dari kartu nama, apapun itu, untuk sosialisasi. Jadi tim-tim relawan saya yang hadir di sini semuanya punya bekal dan punya kemampuan untuk menjelaskan prestasi-prestasi Pak Jokowi,” jelasnya.

Di Tangan Milenial, Menteri Rini Ingin BUMN Untung Rp 500 Triliun

Liputan6.com, Sidoarjo- Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku saat ini sebanyak 60 persen pegawai BUMN berasal dari kalangan milenial. Karena para generasi muda ini yang nanti membawa BUMN terus berkembang.

Dijelaskannya, pada 2014, laba BUMN sebesar Rp 140 triliun. Namun hingga akhir 2018, laba BUMN meningkat drastis hingga tembus ke angka Rp 188 triliun. Adapun pada 2019 laba BUMN ditargetkan tembus Rp 200 triliun. Dibawah tangan para milenial ini, Rini memiliki cita-cita besar.

“Ibu titip, tanggung jawab para milenial BUMN bisa membawa keuntungan BUMN lebih baik lagi sampai ke titik Rp 500 triliun dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Rini di Sidoarjo, Minggu (7/4/2019).

Saat ini, hal yang dilakukan adalah membangun fondasi demi efektifitas dan kekuatan BUMN jauh lebih baik. Selain dengan mempekerjakan para milenial, menciptakan holding dan sinergi antar BUMN juga menjadi salah satu modalnya.

“Kita harus selalu bersatu dan Ibu tekankan kita harus saling menjaga supaya BUMN sehat karena kita harus tanggung jawab untuk bisa turunkan ke anak cucu, cicit kita,” tambahnya.

Berdasarkan data prognosis kinerja keuangan yang dikutip dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), total pendapatan yang dikantongi perseroan pelat merah mencapai Rp2.339 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 10,45 persen dari Rp2.027 triliun tahun sebelumnya.

Pendapatan yang dikantongi oleh BUMN terus mengalami pertumbuhan dari periode 2015—2018. Jumlah yang dikantongi tiap periode yakni Rp1.699 triliun pada 2015, Rp1.710 triliun pada 2016, Rp2.027 triliun pada 2017, dan Rp2.339 triliun pada 2018.

Dari sisi laba bersih, nilai yang dikantongi, menurut prognosis Kementerian BUMN, senilai Rp188 triliun pada 2018. Pencapaian itu tumbuh tipis 1,07 persen dari Rp186 triliun pada 2017.

Ramai di Medsos, Surat ‘UGM Lepas Tangan ke Mahasiswa Peserta KKN’

Sleman – Surat persetujuan orangtua yang dikeluarkan Universitas Gadjah Mada (UGM) viral di media sosial. Surat itu berisi enam poin pernyataan berkaitan dengan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Surat ini viral setelah diunggah oleh akun @askmenfess di Twitter pada tanggal 4 April kemarin. Postingan yang diunggah pada pukul 20.26 WIB tersebut langsung menjadi perbincangan hangat netizen. Setidaknya postingan itu diretweet 57 kali dan disukai 68 akun.

“[askMF] maaf blm di folbek tubie, ad yg nge up ini? jadi ini buat ngehindarin kasus kaya 4gni kalo misalnya terjadi lagi. gmn menurut kalian? *dpt dr igstrory temen,” tulis akun @askmenfess seperti dilihat detikcom, Jumat (5/4/2019).

Di dalam surat tersebut, tertera enam poin pernyataan yang harus disetujui oleh orangtua atau wali peserta KKN-PPM UGM. Pernyataan yang dianggap bermasalah ada di poin keempat dan keenam.

Berikut enam poin pernyataan yang harus ditandatangani orangtua atau wali peserta KKN-PPM:

1. Mengetahui dan menyetujui bahwa mahasiswa tersebut di atas mendaftarkan diri sebagai peserta KKN-PPM UGM
Periode:…
Lokasi:..

2. Mengetahui dan memahami segala anggaran, kejadian dan resiko yang timbul dari pelaksanaan KKN-PPM UGM pada lokasi pilihan mahasiswa tersebut di atas.

3. Sanggup menanggung biaya mahasiswa tersebut di atas yang mungkin timbul selama pelaksanaan KKN-PPM UGM.

4. Apabila terjadi sakit/musibah pada pelaksanaan kegiatan KKN-PPM merupakan bagian dari resiko kegiatan di luar kampus.

5. Mendukung pelaksanaan kegiatan KKN-PPM UGM pada mahasiswa tersebut di atas baik secara moril/materiil.

6. Segala kejadian, musibah/sakit dan resiko yang timbul dari pelaksanaan KKN-PPM UGM pada mahasiswa tersebut di atas, saya selaku orang tua/wali tidak akan menuntut kepada Universitas Gadjah Mada.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM), Iva Aryani, membenarkan bahwa surat tersebut sempat dikeluarkan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM. Kini surat tersebut telah dicabut.

“(Surat persetujuan orangtua) dari Pengabdian Masyarakat, Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (UGM),” ujar Iva saat dihubungi detikcom, Jumat (5/4/2019).

“Sejak kapannya (surat tersebut beredar) kurang tahu, yang pasti begitu kita tahu ada itu,” lanjutnya.
(ush/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>