Ini Dia Desain Alun-Alun Bawah Tanah Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Pembangunan Alun-Alun Bawah Tanah Surabaya akan segera terealisasi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan konsep pembangunan alun-alun bawah tanah sudah matang dan mulai dikerjakan pada Juni 2019. Alun-alun senilai Rp 80 miliar itu menghubungkan kompleks Balai Pemuda (alun-alun barat) dengan Jalan Yos Sudarso di sisi timur, tepatnya lahan di persimpangan Jalan Pemuda.

Lantai satu, akan dijadikan lokasi penjualan makanan tradisional dan produk-produk khas Surabaya. Sedangkan lantai dua akan menjadi tempat parkir kendaraan.

“Nanti itu yang Balai Pemuda basementnya nyambung itu tembus, kan terus nyeberang ke Jalan Pemuda, nah nanti itu kan kayak jadi kesatuan jadi kan luas, nanti namanya Alun-Alun Surabaya,” katanya.

Risma menjelaskan, Alun-Alun Bawah Tanah Surabaya bakal berada di dua sisi lahan, yaitu antara kompleks Balai Pemuda dan persimpangan di Jalan Pemuda.

Kedua lahan itu akan saling terhubung melalui basement bawah tanah, sehingga nantinya lahan tersebut akan semakin luas berkisar 2 hektare.

Selain itu, pejalan kaki tidak perlu menyeberang lagi di Jalan Yos Sudarso, tapi bisa menyeberang melalui jalan bawah tanah tersebut.

“Jadi nanti dihubungkan ke bawah, jadi ada eskalatornya, ada liftnya untuk disabilitas ke bawah, nah nanti terus kemudian ke atas,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Risma juga menyampaikan, desain alun-alun sebelah timur akan dibuat berbeda dengan alun-alun barat.

Alun-alun sebelah timur bakal dilengkapi plaza, panggung hiburan, dan tribun tempat duduk untuk pertunjukkan seni. Tak hanya itu, nantinya alun-alun sebelah timur juga bakal dilengkapi patung sawunggaling dan deorama sejarah Surabaya.

“Nanti orang bisa duduk-duduk di situ, anak-anak bisa latihan main musik, anak-anak juga bisa latihan tari di situ, tujuannya memang buat itu,” ungkap Risma.

Pembangunan alun-alun ini, kata Risma, merupakan komitmen pemkot dalam menyediakan ruang-ruang positif bagi anak-anak Surabaya. Ia menilai, selama ini anak-anak biasa berlatih kesenian di kompleks Balai Pemuda. Namun kawasan tersebut dinilai sudah tidak muat untuk menampung anak-anak yang ingin berlatih kesenian.

Saat ini pengerjaan pedestrian dan saluran basement di alun-alun sisi sebelah barat atau kompleks Balai Pemuda sedang dilakukan. Sementara untuk sebelah timur, dalam waktu dekat Pemkot Surabaya akan segera mengerjakan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Identifikasi Korban Lama, Ethiopian Airlines Beri Tanah Untuk Dikuburkan

Addis AbabaUnited Nations workers mourn their colleagues during a commemoration ceremony for the victims at the scene of the Ethiopian Airlines Flight 302 plane crash, near Addis Ababa, Ethiopia Keluarga dan kolega mengunjungi lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET-302 di Addis Ababa, Ethiopia. (Reuters)

Maskapai Ethiopian Airlines menawarkan sekantung tanah dari lokasi jatuhnya pesawat ET-302 sebagai pengganti 157 penumpang yang tewas, untuk dikuburkan pihak keluarga.

Tanah dari lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 Max-8 tersebut telah dipersiapkan untuk upacara pemakaman di Addis Ababa, yang digelar Minggu (17/3), demikian laporan Kantor berita Reuters.

Otoritas setempat menyebut keluarga bisa menunggu hingga enam bulan hingga seluruh korban bisa diidentifikasi.

Beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah memberlakukan larangan terbang bagi Boeing 737 Max-8, setelah jatuhnya ET-302 pada 10 Maret.

Ini merupakan insiden kedua yang melibatkan pesawat jenis tersebut, setelah jatuhnya JT-610 dari Maskapai Lion Air di perairan Indonesia, tahun lalu.

Menteri transportasi Ethiopia Dagmawit Moges mengatakan pada Sabtu (17/03) dibutuhkan “waktu yang lama” bagi tim penyelidik untuk menemukan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Investigasi dengan magnitudo sebesar itu membutuhkan analisis yang cermat serta waktu penyelidikan yang cukup lama untuk menghasilkan sesuatu yang konkret,” ujar Moges dalam konferensi pers.

Keluarga korban pesawat ET-302 diminta menyediakan sampel DNA untuk diserahkan ke kantor Ethiopian Airlines, baik di Addis Ababa, atau di kantor cabang lainnya di seluruh dunia.

Adapun sertifikat kematian akan diterbitkan dalam waktu dua minggu mendatang.

Candles burn during a commemoration ceremony for the victims at the scene of the Ethiopian Airlines Flight 302 plane crash, near Addis Ababa, Ethiopia Keluarga membakar lilin di lokasi jatuhnya pesawat ET-302 di Addis Ababa, Ethiopia. (Reuters)

“Tanah itu ditawarkan sebagai pengganti karena sulit mengidentifikasi bagian tubuh jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga,” kata salah seorang kerabat korban. “Tapi kami akan terus menunggu hingga kami mendapatkan jenazah ataupun bagian tubuh orang yang kami cintai.”

Sebanyak 157 penumpang dari 30 negara berada dalam penerbangan ET-302 dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya.

Investigasi penyebab kecelakaan tersebut kini dilakukan tim penyelidik gabungan dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat dan Prancis.

Kotak hitam pesawat, yang terdiri dari rekaman data penerbangan (FDR) dan rekaman suara kokpit (CVR), telah ditemukan dan tim penyelidik berharap bisa menemukan titik terang dari tragedi tersebut.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penjelasan Angkasa Pura II Soal Tanah Warga yang Belum Terbayar

Liputan6.com, Jakarta PT Angkasa Pura II percepat proses penuntasan pembayaran ganti rugi lahan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di mana saat ini dalam proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Tangerang.

Proyek pembangunan runway ketiga ini ditargetkan selesai pada Juni 2019, dimana kelancaran proyek tersebut didukung proses pembebasan tanah yang optimal. Per 25 Januari 2019 telah dibebaskan 3.021 bidang tanah seluas 167,52 hektare, atau sesuai kebutuhan proyek ruwnay ketiga.

Total nilai ganti kerugian untuk pembebasan tanah itu sebesar Rp3,35 triliun. Adapun dari tanah sudah dibebaskan itu, terdapat 209 bidang tanah seluas 309.542 meter persegi ditempati sekitar 200 kepala keluarga, yang uang ganti rugi masih belum bisa dicairkan, namun AP II telah melakukan konsinyasi atau menitipkan uang ganti rugi di PN Tangerang.

“Uang ganti rugi yang dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang senilai Rp 430,35 miliar,” ungkap VP of Corcomm AP II Yado Yarismano, Senin (11/3/2019).

Lebih lanjut Yado mengatakan, proses konsinyasi ini sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012.

“Undang-undang nomor 2 Tahun 2012 itu mengatur untuk bidang-bidang tanah yang dilakukan konsinyasi adalah antara lain bidang yang pemiliknya menolak terhadap nilai ganti kerugian, pemiliknya tidak diketahui dengan jelas atau noname dan pihak yang bersengketa kepemilikan lahannya,” jelas Yado Yarismano.

Belum bisa cairnya uang ganti rugi karena status tanah masih dalam sengketa karena ada beberapa pihak yang mengklaim tanah tersebut. Dalam hal percepatan proses penuntasan pembayaran ganti rugi ini AP II bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait termasuk Pengadilan Negeri dan juga Badan Pertanahan Nasional.

Sementara itu, Ketua PN Tangerang Muhammad Damis mengatakan pihaknya akan menjadi fasilitator dalam penyelesaian sengketa tanah tersebut.”Kami akan memediasi untuk mencari jalan tengah dalam sengketa ini,” jelasnya.

PT Angkasa pura II telah melakukan pembayaran terhadap bidang-bidang tanah yang berstatus sengketa dengan melalui jalur konsinyasi atau penitipan ganti kerugian ke Pengadilan Negeri Tangerang, hal ini sudah sesuai dengan Undang-undang nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Untuk itu, PN Tangerang berharap masyarakat yang bersengketa untuk memiliki persepsi yang sama bahwa kini tahapannya telah berada di PN Tangerang.

Sebab, uang penitipan ganti rugi telah diserahkan PT Angkasa Pura II (Persero) kepada PN Tangerang. “Penting untuk diketahui, pelaksaan proyek vital ini sangat strategis dalam upaya percepatan pembangunan,” terangnya.

Selain tanah yang masih bersengketa, juga terdapat 107 bidang tanah di mana ditempati sekitar 100 kepala keluarga yang belum dapat digunakan untuk proyek runway ketiga.

Tanah seluas itu merupakan tanah ex-irigasi milik negara yang per 4 Maret 2019 sudah diserahkan ke AP II dan kini masih dalam proses pengosongan.

Tawa Bahagia Siti Aisyah saat Tiba di Tanah Air

Senin 11 Maret 2019, 18:59 WIB

Foto News

Rengga Sancaya – detikNews

Jakarta detikNews – Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah ditahan 2 tahun 23 hari di Malaysia atas kasus pembunuhan Kim Jong Nam. Tiba di tanah air, Aisyah nampak bahagia.

Tawa Siti Aisyah dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Strategi Peugeot Motocycles Indonesia Menghadapi Tahun Babi Tanah

 Peugeot 3008 generasi terbaru akhirnya resmi meluncur di Indonesia. Mobil berbanderol Rp 697 juta on the road Jakarta ini menjadi tanda kembali aktifnya merek mobil asal Prancis tersebut di Tanah Air setelah sekian lama tak terdengar kabarnya.

Tentu saja tak sedikit yang penasaran kemana saja Peugeot selama ini. Bahkan pada 2017 lalu saja, merek mobil asal Prancis ini hanya melego 31 unit, dan itupun disumbangkan satu model saja yaitu Peugeot 3008.

Operation Manager PT Astra International – Peugeot Tbk, Andyka Susanto menyebut, peluncuran Peugeot 3008 menjadi salah satu bagian dari strategi. Bahkan kehadiran Peugeot 3008 diyakini akan mendongkrak penjualan Peugeot Indonesia dengan target 150 unit per tahun.

“Angka 150 unit itu suatu lompatan yang besar. Bagi kami dalam mendatangkan produk ini kami juga mati-matian, tidak cuma memilih tipe fitur yang mau kita masukan, tapi kita juga memilih jenis pelayanan seperti apa dalam purna jual,” jelas Andyka saat peluncuran Peugeot 3008 di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Andyka juga membeberkan alasan Peugeot 3008 yang diluncurkan di Paris Motor Show 2016, justru baru meluncur di Tanah Air baru-baru ini.

“Itu karena untuk setir kanan sendiri baru siap semester pertama 2017. Sedangkan yang diluncurkan setir kiri di Paris Motor Show. Dari setir kanan itu ada, kita studi, kita enggak mau salah, itu yang bikin telat,” katanya.

Jika melihat bentuknya, Peugeot 3008 masuk dalam jajaran SUV premium yang bakal menyaingi beberapa model mobil seperti VW Tiguan, BMW X1, dan Audi Q3.

“Semuanya adalah European brand sehingga punya captive market sendiri. Punya loyal customersendiri dan kami masuk ke dalam segmen itu,” ujarnya.

Moeldoko: Kalau Disebut KKB, Apa Bedanya dengan yang di Tanah Abang?

Jakarta – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyoroti pemberian nama dan status penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Moeldoko tak ingin pemberian nama kelompok kriminal membuat KKB Papua sama statusnya dengan kelompok kriminal yang ada di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

“Kalau kelompok kriminal bersenjata, apa bedanya yang ada di Tanah Abang, kan begitu. Ini yang perlu dipikirkan lagi,” ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha KSP, Jumat (8/3/2019).

Moeldoko pun menanyakan, apakah benar tindakan yang dilakukan KKB Papua selama ini merupakan tindakan sebagai kelompok kriminal? Diketahui, KKB Papua telah beberapa kali menyerang dan membunuh warga sipil hingga prajurit TNI Polri. Terbaru, serangan KKB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Nduga, Papua pada Jumat (7/3) lalu menewaskan 3 prajurit TNI.

“Pertanyaannya benar nggak mereka kelompok kriminal?,” tanya Moeldoko.
Untuk itu, Moeldoko ingin agar KKB Papua disebut saja sebagai kelompok separatis. Dengan demikian, status penumpasannya dapat ditingkatkan dan tidak lagi membatasi prajurit TNI di lapangan.

“Kalau saya mengatakan, tegas saja kalau kelompok separatis ya kelompok separatis, sehingga status operasinya ditingkatkan. Karena kalau kelompok kirminal malah TNI jadi santapan mereka. TNI melihat ini kekuatan, tapi ‘wah nggak bisa gue (prajurit TNI) di depan, harus polisi’, ini masalah prajurit (di lapangan),” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengatakan 3 prajurit TNI yang gugur dalam serangan KKB ke Mugi untuk membantu Polri memburu KKB. 3 Prajurit TNI itu datang bersama pasukan TNI lainnya.

“Pasukan yang backup Polri untuk melakukan penegakan hukum (terhadap KKSB),” kata Martuani saat dihubungi detikcom, Jumat (8/3).

Martuani mengatakan proses evakuasi ketiga jenazah prajurit TNI itu dipimpin langsung oleh Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Muhammad Hasan, yang merupakan Ketua Satgas Nanggala Nemangkawi.

“Ya benar (Wadanjen Kopassus) pimpin langsung proses evakuasi, karena beliau kan sebagai Dan Satgas yang di-BKO-kan ke Polri,” ujar Martuani.
(nvl/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Tanah Datar Tertibkan Ribuan APK yang Langgar Aturan

Liputan6.com, Batu Sangkar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat sudah menurunkan 5.953 alat peraga kampanye yang dipasang di lokasi tidak sesuai peraturan.

Menurut Ketua Bawaslu Tanah Datar, Hamdan, selain menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar Pemilu, pihaknya juga menemukan dugaan pidana Pemilu yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif atau caleg DPRD Tanah Datar.

Caleg tersebut, kata Hamdan, diduga melakukan pelanggaran tindak pidana Pemilu karena melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, berupa memasang iklan di salah satu media massa cetak miliknya.

“Kasus tersebut sudah berlanjut ke Pengadilan Negeri Batusangkar dan tinggal menanti keputusan dari hakim,” ujar Hamdan, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/3/2019).

Ia mengatakan, pihaknya melakukan penertiban bersama dengan tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Kesbangpol, Dishub, KPU, serta melibatkan Panwascam di seluruh Kabupaten Tanah Datar.

Hamdan menjelaskan, sejak dimulainya masa kampanye 2019, pihaknya telah menertibkan sebanyak 1.098 lembar alat peraga kampanye bentuk baliho, spanduk 1.107 lembar, dan umbul-umbul sebanyak 193 lembar.

“Selain itu juga ada poster atau stiker yang dipasang di pepohonan sebanyak 3.516 buah, dan stiker yang ditempelkan di angkutan umum sebanyak 39 lembar,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Bisa Ciptakan Pemilu Kondusif

Hamdan pun mengimbau kepada caleg agar dapat menahan diri serta menghindari politik uang agar terciptanya Pemilu aman dan kondusif sesuai dengan aturan serta jadwal yang telah ditetapkan KPU.

Untuk meningkatkan keamanan Pemilu, menurut Hamdan, pihaknya juga melakukan penguatan kapasitas para petugas Bawaslu dan Panwascam, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam melakukan pengawasan Pemilu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kebakaran Dahsyat Hanguskan Ratusan Rumah di Tanah Abang 4 Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta – Ardi merintih meminta ampun. Warga yang tak kuasa menahan amarah tak mengindahkannya. Mereka tetap melayangkan bogemnya ke tubuh pria 20 tahun tersebut.

Warga geram lantaran Ardi mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dia kedapatan menggondol televisi dan dompet milik korban kebakaran di Jalan Jati Bunder, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 Maret 2015 lalu.

Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, api mulai mengamuk di kawasan Jati Bunder itu sejak pukul 17.00 WIB. Embusan angin yang kuat membuat sang jago merah semakin beringas. Kebakaran semakin meluas dan menghanguskan pemukiman lain.

Warga yang memiliki rumah di dekat titik api pun panik. Mereka berteriak-teriak sambil mencari-cari air untuk disiram ke belakang rumah mereka. Asap semakin mengepul, ditambah dengan hari yang sudah mulai gelap.

Untuk menjinakkan amukan sang jago merah, petugas pemadam kebakaran mengerahkan 25 mobil. Namun jumlah itu tidak tiba secara bersamaan lantaran terkendala arus lalu lintas di Tanah Abang yang macet parah.

“Sementara ini ada 25 damkar yang dikerahkan, 10 di antaranya sudah sampai di lokasi kebakaran sementara 15 lainnya masih dalam perjalanan karena terjebak macet,” kata Staf Operator Damkar Jakarta Pusat Abdullah saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis 5 Maret 2019.

Untuk mempercepat proses pemadaman api, warga diberikan selang dari mobil damkar yang berada di lokasi. Mereka secara bersama-sama mengangkat selang yang panjangnya mencapai 500 meter untuk disemprotkan ke belakang rumah mereka, dekat lokasi kebakaran.

Namun upaya petugas dan warga belum juga berhasil setelah dua jam. Ini lantaran selang air dari mobil pemadam ternyata tak cukup untuk sampai ke pusat titik api.

“Karena ini masuk ke gang-gang,” kata saksi, Narji di lokasi.

Setelah sekitar dua jam berjibaku, pemadam akhirnya berhasil menjinakkan titik-titik api besar sesaat setelah maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB. Usai itu, petugas melakukn pendinginan sambil menyisir lokasi kebakaran hingga titik potensi kembali munculnya api. Api benar-benar padam pada pukul 23.00 WIB.

2 dari 3 halaman

Korban Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Tanah Abang telah menimbulkan banyak korban. Selain nyawa, hunian warga juga tak luput dari amukan jago merah.

Menurut Camat Tanah Abang Hidayatullah, jumlah korban kebakaran mencapai 1.261 kepala keluarga (KK). Data itu dikeluarkan sesaat setelah kejadian. Para korban ini menderita menderita kerugian, baik secara materi, luka ringan, maupun luka parah.

“Kalau total seluruh warga yang ada di dalam KK itu adalah 3.168 jiwa,” kata Hidayatullah melalui keterangannya, Jumat 6 Maret 2015.

Api menghanguskan 284 rumah di dua RW Kelurahan Kebon Melati. Dua RW tersebut adalah RW 12 dan 14. 

“Di RW 12, warga yang terdampak ada 411 KK atau 1.016 jiwa. Sementara di RW 14, yang terdampak kebakaran ada 850 KK atau 2.152 jiwa,” jelas dia.

Adapun wilayah-wilayah yang terkena kebakaran adalah RT 16 dan 19 untuk RW 12. Kemudian di RW 14, wilayah terdampak lebih banyak yakni RT 13, 14, 15, 16, 17, dan 18.

Sementara itu Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengungkapkan pihaknya telah menyediakn enam tempat pengungsian di dekat lokasi kejadian.

“Tempat pengungsian ada di empat masjid, saya lupa masjid apa saja, terus di Pos RW 12 ini, dan sekolah SD 01 Kebon Melati di belakang pos RW. Sekolah pakai dua kelas,” ujar Mangara.

Di pos RW 12, kata dia, juga didirikan tenda dari Dinas Sosial DKI Jakarta.

Selain korban materil, kebakaran dahsyat ini juga telah menelan korban jiwa. Satu orang meninggal dunia yang diketahui seorang laki-laki bernama Agung.

“Namanya Agung umurnya 18 tahun warga RT 14 RW 14,” ujar Wakil Camat Tanah Abang Juremi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat 6 Maret 2015.

Juremi mengatakan, identitas korban baru terungkap setelah seorang bapak mencari anaknya yang hilang. “Bapaknya baru datang dan langsung mau mengambil jenazah,” ujar dia.

3 dari 3 halaman

Ditawarkan Pindah ke Rusun

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, pemerintah siap merelokasi warga korban kebakaran ke rumah susun. Rencana ini akan dimusyawarahkan terlebih dulu kepada korban.

“Kita masih sedang meneliti kepemilikian lahan ini. Kalau warga sepakat, saya kira pemerintah akan siap bangun rusun. Kalau sepakat ya. Karena ini pemukimannya padat dan tidak teratur. Apalagi instalansi listriknya nggak standar,” kata Mangara di lokasi kejadian, Jumat 6 Maret 2015.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan bantuan kepada korban agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan baik.

“Melayani korban dulu. Biar mereka terjamin makannya. Anak-anak kita data. Supaya bisa segera bersekolah. Kita juga bangun tenda pengungsian di dua tempat. Di RW 14 dan pos RW 15,” imbuh dia.

Bahkan tersiar kabar bahwa lokasi kebakaran akan dibangun rusunawa. Namun berita itu ditampik Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan. Dia mengatakan belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkiat itu. Alasannya, perlu beberapa kajian untuk membangun rusunawa.

Penolakan juga disuarakan oleh warga setempat, Hasan. Pria berusia 51 tahun itu akan lebih memilih membangun kembali rumahnya ketimbang dibangunkan rusunawa.

“Warga menolak kalau mau dibangun rusunawa, ini warga di sini kan punya sertifikat tanah yang luasnya berbeda-beda, masalah penggantianya bisa tidak jelas. Selain itu, kalau mau dibangun rusunawa, sementara kami mau tinggal di mana,” kata dia.

Akhirnya, setelah sepekan berlalu, sebagian warga kini mulai bangkit. Rumah yang terbakar sedikit demi sedikit kembali dibangun. Mereka mengaku enggan meninggalkan tempat ini karena tidak tahu lagi harus pindah ke mana.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Orang Tanah Datar Harus Bangga Sebagai Luak Nan Tuo

Liputan6.com, Tanah Datar – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyatakan, orang Tanah Datar harus bangga sebagai Luak Nan Tuo atau yang dituakan. Daerah ini memiliki nilai sejarah tinggi di mana dahulu dikenal dengan kerajaan Minangkabau yang berada di Pagaruyung.

“Pada masanya sebagai kerajaan terkuat, bahkan banyak mengirimkan wakilnya ke daerah di luar Minangkabau untuk menjadi raja di waktu itu,” kata Abdul Somad di Batusangkar, Sabtu (2/3/2019) malam, dilansir Antara.

Ia mengatakan, menjadi orang Tanah Datar adalah menjadi orang yang tua, karena dia menjadi asal muasal bagi kerajaan lain dulu di Tanah Melayu.

Orang Tanah Datar, menurut dia, tidak menjadi sultan di kampung halamannya, tetapi di negeri orang lain mempunyai kekuasaan.

“Oleh sebab itu menjadi orang Tanah Datar adalah suatu kebanggaan, orangnya yang beradat dan bersuku. Sehingga turunannya itu dulu mencari asal-usulnya ke Tanah Datar ini,” ujar ustaz.

Ia merasa tersanjung kehadirannya ke Batusangkar disambut dengan antusias oleh masyarakat Tanah Datar. Ia mengaku banyak belajar dari ulama Minangkabau yang telah dikenal hingga ke mancanegara.

“Semoga kedepannya akan senantiasa lahir tokoh dan ulama besar dari tanah Minang seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi,” katanya.

Bupati Kabupaten Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan, merasa terharu atas kedatangan Ustaz Abdul Somad.

Meski dalam keadaan kurang sehat sang ustaz masih menyempatkan datang ke Tanah Datar.

“Saya terharu, dalam keadaan sedang tidak enak badan akhirnya bisa menyempatkan diri untuk berceramah di hadapan kita bersama,” katanya.

Ia berterima kasih kehadiran UAS yang akan memberikan tausiah kepada masyarakat dalam rangka tiga tahun syukuran kepemimpinan Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma dalam memimpin Tanah Datar.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi: Jika Gadaikan Sertifikat Tanah, Gunakan Semua Uangnya untuk Modal Usaha

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan 2.010 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Gelanggang Pemuda Bahteramas, Kota Kendari. Dia meminta para penerima bijak dan cermat, jika ingin menggadaikan sertifikatnya untuk meminjam uang di bank.

“Kalau misalnya dapat Rp300 juta, gunakan seluruhnya untuk modal usaha, modal kerja, modal investasi. Jangan dipakai yang aneh-aneh dulu,” kata Jokowi di GOR Bahteramas Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa seharusnya sudah terbit 126 juta sertifikat. Namun, hingga tahun 2015 baru 46 juta sertifikat yang sudah diterbitkan.

“Berarti masih kurang 80 juta yang belum sertifikat. Berarti bapak ibu sekalian sangat beruntung sudah pegang tanda bukti hak hukum atas tanah. Sebelumnya setahun kita hanya memproduksi sertifikat itu 500 ribu. Sehingga, kalau 80 juta artinya kita harus nunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat,” jelas dia.

Jokowi pun langsung memerintahkan Menteri ATR/BPN mempercepat proses sertifikasi tanah untuk rakyat ini melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Menurut dia, percepatan penerbitan sertifikat ini untuk menghindari sertifikat lahan yang terjadi antarmasyarakat, maupun antara masyarakat dengan perusahaan atau pemerintah.

“Di semua provinsi ada semua, enggak di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, Maluku, semuanya ada karena memang belum pegang ini tanda bukti hak hukum atas tanah yang namanya sertifikat,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan ini, Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Hadir pula Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: