KPK juga Temukan Duit Honor di Ruang Menteri Agama, tapi Tak Disita

Jakarta – KPK mengungkap ada uang lain yang ditemukan di ruang Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat dilakukan penggeledahan di sana. Namun, uang itu tak disita karena berdasarkan bukti dan data yang ada uang itu diduga sebagai honor.

“Kami sebenarnya juga menemukan uang-uang yang lain di ruangan Menteri Agama pada saat itu yang dari informasi atau dari data yang ada di sana itu diduga merupakan honorarium dan uang-uang tersebut tidak dibawa,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Penggeledahan di ruang Menag Lukman itu dilakukan terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag dengan tersangka Romahurmuziy (Rommy). Adapun jumlah uang yang disita ialah Rp 180 juta dan USD 30 ribu.

Febri menegaskan uang yang disita itu diduga terkait dengan perkara. Namun, nantinya akan ada proses klarifikasi terkait uang yang disita itu.

“Jadi sejak awal tim KPK sudah memisahkan mana uang dalam amplop yang merupakan honor, mana yang bukan. Tapi tentu nanti ada proses klarifikasi lebih lanjut yang akan kami tanya saat proses pemeriksaan,” ujarnya.

Dia menyatakan KPK tak menghitung uang yang tak disita tersebut. Namun, Febri menjelaskan soal skema pemberian honor bagi penyelenggara negara, misalnya honor saat penyelenggara negara yang menjadi pembicara di sebuah acara.

“Ketika ada pejabat melaporkan menerima honor Rp 100 juta dan dia bicara dalam sebuah acara selama 2 jam atau 3 jam, maka kami akan melihat standar biayanya selama satu jam berapa. Kalau standar biayanya untuk ahli sekitar Rp 1,7 atau Rp 1,8 juta, atau katakanlah Rp 2 juta dikali 3 jam, maka yang berhak diterima menjadi milik penerima itu adalah nilai wajar dikali jumlah jam yang bersangkutan bicara,” jelasnya.

“Kalau misalnya ada honor nilainya sangat besar misalnya Rp 50 juta atau Rp 100 juta, maka sisanya jadi milik negara,” sambung Febri.

Sebelumnya sejumlah pihak telah angkat bicara terkait uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu yang disita KPK itu. Misalnya, Wapres Jusuf Kalla (JK) yang menilai uang tersebut lazim berada di ruangan seorang Menteri.

“Lazim dong, selalu ada namanya kas kecil (di ruang kerja) iya kan dan menteri itu juga ada dana operasionalnya, dan itu kas dana operasionalnya (menteri),” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

Kemudian, PPP juga angkat bicara soal uang yang ditemukan di ruangan Lukman. Menurut PPP, Lukman yang juga Ketua Majelis Pakar PPP, dinilai merupakan orang yang terkenal bersih.

“Yakin (tidak berkaitan). Pak Menteri Lukman kan terkenal bersih ya,” kata Waketum PPP Arwani Thomafi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3).

“Memang kami diinfokan bahwa itu uang-uang honor, honor sebagai menteri. Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara narasumber, itu kan ada honornya semua,” sambung dia.

Dalam kasus ini, ada 3 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Mereka ialah Rommy selaku anggota DPR dan eks Ketum PPP yang diduga sebagai penerima, Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin sebagai tersangka pemberi.

Total suap yang diduga diberikan kepada Rommy berjumlah Rp 300 juta. Duit itu diduga diberikan agar Rommy membantu proses seleksi jabatan Muafaq dan Haris.
(haf/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Dinilai Berani Ambil Kebijakan yang Tak Populis

Liputan6.com, Jakarta – Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mendapat dukungan dari 10 ribu pengusaha dan pekerja nasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui deklarasi yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, selama lebih dari 4 tahun memimpin Indonesia.

Jokowi dinilai telah menunjukan kinerja yang memuaskan. Salah satunya soal penyerapan tenaga kerja dan mengatasi masalah pengangguran.

“Ya kalau lihat datanya BPS kan (pengangguran) menurun, untuk sektor tenaga kerja kan tantangannya besar,” ujar dia di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menurut dia, salah satu faktor yang membuat penyerapan tenaga kerja meningkat karena keputusan Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Meskipun keputusan ini dinilai tidak populis, khususnya bagi kalangan buruh.‎

“Pak Jokowi berani mengambil keputusan yang tidak populis dengan mengeluarkan PP 78/2015. Kalau untuk hitung-hitungan politik itu tidak populis, dia membatasi kenaikan (upah minimum provinsi/UMP). Tetapi dampaknya ke penyerapan tenaga kerjanya jadi besar. Orang jadi ada kepastian. Sekarang yang padat karya mulai berani investasi lagi,” jelas dia.

Selan itu, dengan adanya PP ini memberikan kepastian bagi para investor. Sehingga para investor tidak ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang berdampak pada peningkatan lapangan kerja di dalam negeri.

“Pak Jokowi berani melawan pandangan-pandangan yang populis tetapi demi kebaikan kita. Masa kita mau naikij gaji tanpa suatu parameter yang jelas. Kan semakin tinggi gajinya penyerapan tenaga kerjanya makin kecil. Itu yang terjadi sebelum Pak Jokowi mengambil keputusan (menerbitkan PP). Padahal yang namanya upah minimum kan jaring pengaman sosial, itu adalah upah terendah yang harus dibayar,” tandas dia.

5 Kelebihan Free Fire yang Tak Dimiliki PUBG Mobile, Gamers Wajib Tahu

3. Kontrol Permainan ada Auto Aim

Keunggulan yang sangat terasa antara Free Fire dan PUBG Mobile ialah di bagian kontrol permainan. Free Fire kontrol permainannya simpel tidak seribet PUBG Mobile. Di game Free Fire sudah ada yang namanya Auto Aim, sementara PUBG Mobile belum ada.

Kelebihan Free Fire lainnya ialah gerakan yang ada di Free Fire lebih cepat dibanding PUBG Mobile. Hal lain yang membedakan keduanya yakni Free Fire sangat nyaman dimainkan saat kontrol kendaraan.

4. Tipikal Permainan Penyergapan

Hal yang terlihat berbeda di kedua game ini ialah tipikal permainan. PUBG Mobile lebih bertipikal taktikal, dengan susunan strategi sangat penting mempengaruhi pola permainan.

Namun apabila kamu tipikal suka dengan game penyergapan tanpa perlu memerhatikan strategi dan bergerak secara cepat, mungkin kamu harus segera install Free Fire.

5. Terdapat Zona UAV

Keunikan Free Fire yang tidak dimiliki PUBG Mobile ialah di Free Fire memiliki zona UAV. Zona UAV ini akan muncul secara otomatis saat pesawat di angkasa.

Pesawat tersebut muncul, akan terlihat lingkaran yang berbeda. Di mana apabila kalian memasuki lingkaran tersebut, sudah pasti posisi kalian akan terlihat oleh musuh.

Itulah 5 kelebihan yang dimiliki game Free Fire dibanding PUBG Mobile. Sekarang keputusan memainkan yang mana terserah kamu. Mau tim Booyah atau Chicken Dinner, silakan dipilih sendiri. Selamat bermain game!

PKS Dukung MUI Kaji Fatwa Haram PUBG: Harus Ada Aturan Tak Boleh Buat Anak

Jakarta – PKS mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tengah mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). PKS menilai anak-anak perlu dijaga dari game kekerasan.

“Saya setuju mengkaji game-game kekerasan, itu memang harus ada aturan tidak boleh buat anak-anak karena itu juga dewasa yang melakukan. Jadi ada kepuasan tersendiri seakan-akan itu dia yang melakukan,” kata Ketua DPP PKS Pipin Sopian di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Pipin mengatakan kajian itu harus dilakukan secara mendalam. Game kekerasan menurut Pipin tidak semestinya jadi domain oleh anak-anak.
“Mengkajinya nanti ditolak atau tidak, saya kira perlu ada kajian yang matang. Tapi untuk anak-anak, kita ingin dilindungi terkait dengan game yang tidak semestinya,” ujarnya.

Pipin menilai harus ada pengendalian agar anak tidak bermain game kekerasan. Sebab, hal itu membahayakan untuk anak.

“Saya kira yang paling penting ada pengendalian, jadi game-game ini memang ini eranya anak-anak, bahwa ini untuk kesenangan tapi satu sisi bahaya bagi mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, MUI Jabar mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game PUBG. Terkait pertimbangan tersebut, MUI pusat pun menyatakan akan membuat kajian terhadap PUBG.

“Fatwa adalah jawaban hukum Islam dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan yang muncul di masyarakat, pertimbangannya komprehensif,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh.

MUI Jabar pun menyerahkan sepenuhnya keputusan pertimbangan fatwa haram game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) kepada MUI pusat. MUI Jabar mengaku tidak punya kewenangan.
(abw/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Resmi Melenggang di Indonesia, Harga Redmi Note 7 Tak Sampai Rp 2 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Redmi Note 7 akhirnya resmi dirilis untuk pasar Indonesia. Kehadiran smartphone perdana Redmi di Tanah Air ini memang sudah sempat diungkap beberapa kali di akun Twitter resmi Xiaomi.

“Seri Redmi Note memimpin segmen smartphone kelas menengah di Indonesia dan kami akan terus meningkatkannya, melalui Redmi Note 7,” tutur Country Head Xiaomi Indonesia, Steven Shi, saat peluncuran Redmi Note 7 di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Secara desain, smartphone ini mengusung layar dot drop atau notch setengah lingkaran. Hadir dengan layar berukuran 6,3 inci, Redmi Note 7 sudah dibekali Corning Gorilla Glass 5 dan pilihan warna gradien untuk bodi belakang.

Ada tiga pilihan warna smartphone yang disediakan untuk konsumen di Indonesia, yakni Space Black, Neptune Blue, dan Nebula Red. Redmi Note 7ini menjalankan Android 9 Pie dengan balutan tampilan antarmuka MIUI 10.

Tak Kunjung Dieksekusi, Ini Para Terpidana Mati yang Bisnis Narkoba Lagi

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga kini belum melakukan eksekusi mati lagi. Alhasil, para terpidana mati terus mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara.

Berikut sebagian para terpidana mati yang tidak kunjung dieksekusi mati dan melakukan lagi kejahatannya, sebagaimana dirangkum detikcom, Kamis (21/3/2019):

1. Efendi Salim Ginting
Efendi Salam Ginting kembali ditangkap BNN karena bisnis narkoba Malaysia-Sumut. Dari kasus itu, didapati bukti 8 kg sabu.

Saat ini, statusnya terpidana mati kasus impor sabu 10 kg. Ia menggerakkan anak buahnya untuk mengambil sabu dari Malaysia.
2. Togiman alias Toge
Togiman merupakan terpidana mati. Karena tidak kunjung dihukum mati, Toge kembali menyelundupkan 25 kg sabu dari Malaysia pada Mei 2017. Lagi-lagi, ia dihukum mati.

3. Ola
Ola dihukum mati pada 2005. Bersama saudaranya, Rani (telah dieksekusi mati), mereka hendak membawa heroin ke Inggris.

Pada 2011, Ola diberi ampunan oleh SBY dan hukumannya diubah menjadi penjara sumur hidup. Namun, hal itu tidak membuat Ola bersyukur. Ia tetap mengendalikan bisnis narkoba. Akhirnya MA kembali menjatuhkan hukuman mati.

“Terdakwa tidak jera meskipun pernah dihukum mati dan masih tetap berbisnis narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan, sedangkan terdakwa sebelumnya cukup waktu untuk memperbaiki diri serta seharusnya terdakwa berterimakasih kepada Tuhan atas grasi yang diberikan Kepala Negara dari hukum mati menjadi hukuman seumur hidup,” papar majelis dengan anggota Sumardjiatmo dan Margono dengan suara bulat

4. Benny Sudrajat
Benny dihukum mati karena membangun pabrik terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang. Selain Benny, 8 lainnya juga dihukum mati, yaitu:

1. Iming Santoso alias Budhi Cipto
2. WN China Zhang Manquan
3. WN China Chen Hongxin
4. WN China Jian Yuxin
5. WN China Gan Chunyi
6. WN China Zhu Xuxiong
7. WN Belanda Nicolas
8. WN Prancis Serge

Benny kemudian dijebloskan ke LP Nusakambangan. Tapi ia tidak kapok dan menggerakkan anak buahnya membangun pabrik narkoba lagi. Benny lalu diadili lagi dan kembali dijatuhi hukuman mati. Hingga kini, Benny belum dieksekusi mati.

5. Amir Aco
Hukuman mati pertama aco diterima pada 2005 silam. Ia terbukti menjadi bandar 1,3 kg sabu.

Setelah dijatuhi hukuman mati, ia kembali mengedarkan narkoba pada 2017. Ia kemudian kembali dihukum mati pada 2018. Hinggi kini, ia juga belum dieksekusi mati.

(asp/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Masjid di Banyumas Diacak-acak Orang Tak Dikenal, Kitab Dibuang ke Sumur

Banyumas – Masjid Daarussalam di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Banyumas diacak-acak oleh orang tak dikenal. Selain itu, kitab-kitab di TPA Daarussalam juga dibuang ke dalam sumur.

“Kita dapat laporan dari unsur wilayah telah terjadi beberapa perusakan di tempat ibadah, kami langsung cek lokasi, yang pertama itu di taman pendidikan Alquran (TPA) Daarussalam, di mana setelah kita cek di sana kita lihat secara langsung bahwa kitab suci Alquran dan tempat ibadah dikotori dan sebagian Alquran dibuang ke sumur. Kita tidak tahu karena campur dengan karpet dan meja-meja,” kata Sekertaris Desa, Agus Supriadi kepada detikcom, Kamis (21/3/2019).

Agus mengatakan bahwa selain di masjid, ada beberapa lokasi di wilayah ini yang juga dirusak oleh orang yang hingga kini masih misterius ini. Kejadian-kejadian ini, kata Agus terjadi pada dini hari tadi sekitar pukul 02.30-04.00 WIB.

Masjid Daarussalam, Banyumas. Masjid Daarussalam, Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Menurut dia, rentetan kejadian tersebut berawal dari perusakan karung padi milik petani di sekitar area pondok Jami Miftahul Fallah Desa Buniayu. Karung milik petani tersebut, kata Agus ditusuk-tusuk menggunakan benda tajam hingga rusak.

Setelah itu, pelaku yang tidak diketahui identitasnya ini, melakukan perusakan puluhan pohon durian, albasia dan jati yang ditanam santri di sekitar pondok. Pohon-pohon tersebut ditebas hingga roboh.

“Pohon durian dan yang lainnya itu ditebang. Kejadian di sana ada tetangga yang melihat itu sekitar jam 3 pagi,” jelasnya.

Usai melakukan penebangan pohon milik pondok dan menusuk karung padi milik warga. Orang yang tidak dikenal itu kemudian menuju TPA Daarussalam dan Masjid Daarussalam yang berjarak sekitar 1 kilometer. Pelaku merusak dan mengotori karpet masjid tersebut.

Kitab-kitab yang ditemukan di dalam sumur. Kitab-kitab yang ditemukan di dalam sumur. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

“Karpetnya dikotori dan dimasuki pakai sendal, lalu tempat guru ngaji TPA ini rumahnya dilempar batu sehingga di depan itu ada bekas keramik pecah, kebetulan kena temboknya karena batunya lumayan,” jelasnya.

“Kitabnya lebih dari satu (yang dimasukkan sumur) dan kita lihat ada kitab yang tersisa di rak. Ada Alquran yang dibuka dan dikasih kotoran tanah. Itu sekitar jam 3 sampai subuh,” jelasnya.
(arb/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pasang Wifi di Pesawat, Citilink Tak Kucurkan Biaya Investasi

Sebelumnya, maskapai berbiaya hemat (low cost carriers – LCC) Citilink Indonesia berhasil mencatatkan hasil kinerja positif sepanjang tahun 2018 dan di dua bulan awal 2019 dengan rata-rata tingkat keterisian penumpang (Seat Load Factor – SLF) pada setiap penerbangan lebih dari 80 persen.

“Citilink mencapai kinerja yang positif selama tahun 2018, sehingga Citilink Indonesia optimis untuk mencatatkan hasil positif di kuartal pertama ini yang umumnya merupakan kuartal lemah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia – Juliandra Nurtjahjo, Selasa 5 Maret 2019.

Citilink Indonesia telah menerbangkan 15 juta penumpang selama tahun 2018 atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 12,3 juta penumpang.

“Citilink Indonesia juga optimistis untuk dapat mencapai target mengangkut 18 juta penumpang hingga akhir tahun 2019,” tambah Juliandra.

Citilink Indonesia juga berhasil meningkatkan pertumbuhan volume produksinya sebesar 17 persen pada tahun 2018 jika dibandingkan tahun 2017. Sedangkan untuk market share di banding maskapai domestik Citilink Indonesia mencatatkan market share tertinggi kedua di kelas LCC yaitu sebesar 14,29 persen pada tahun 2018. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 sebesar 12,62 persen.

Menurut data dari Center for Aviation (CAPA), Citilink Indonesia merupakan maskapai LCC terbesar kedua di Indonesia dengan kekuatan armada sebanyak 61 pesawat. Sedangkan untuk tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance – OTP) Citilink Indonesia untuk Januari – Februari 2019 tercatat sebesar 91,7 persen.

Citilink Indonesia juga menjadi satu-satunya maskapai LCC di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi bintang 4 oleh Skytrax, lembaga pemeringkat industri aviasi internasional terkemuka. Sertifikasi bintang 4 adalah sertifikasi tertinggi untuk saat ini bagi LCC. Hanya 4 LCC di seluruh dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi bintang 4 ini.

Selain Citilink, di Asia ada satu maskapai LCC China yang mempunyai sertifikasi ini. Dua lainnya adalah maskapai LCC kelas dunia, Norwegian dan Easyjet dari Inggris.

Juliandra menjelaskan bahwa pada tahun 2019 Citilink telah dan terus membuka berbagai rute baru di internasional lainnya di Asia maupun domestik khususnya di secondary cities serta menambah frekuensi di rute-rute yang potensial untuk mengakomodir kebutuhan dan harapan pelanggan yang ingin bepergian dengan lebih nyaman, juga cepat dan efisien.

Citilink Indonesia menargetkan total jumlah armada menjadi sebanyak 70 pesawat pada tahun 2019 yang terdiri dari pesawat Airbus A320, ATR 72-600 dan beberapa pesawat berbadan lebar.

“Sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, Citilink Indonesia optimis mampu berkembang lebih baik lagi dengan dukungan kuat sisi manajemen Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan dan dukungan maintenance kelas dunia GMF AeroAsia,” Juliandra menambahkan.

Terkait dengan rencana kerjasama strategis, Juliandra menegaskan bahwa belum ada arahan dari pemegang saham Citilink, baik Garuda Indonesia maupun Kementerian BUMN untuk menggandeng partner strategis dalam pengembangan usaha untuk rencana jangka panjangnya

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Maskapai Citilink Indonesia mengawali penerbangan komersial perdana di Bandara Kertajati Majalengka

Tak Kunjung Dieksekusi Mati Impor Sabu Lagi, Ini Aliran Uang Efendi

Medan – Efendi Salam Ginting dihukum mati dan menghuni LP Tanjung Gusta, Sumut. Karena tidak kunjung dieksekusi mati jaksa, ia kembali mengimpor sabu dari Malaysia.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba, pekerjaan ini dilakukan sejak tahun 2015,” ujar Efendi sebagaimana dilansir Antara, Kamis (21/3/2019).

Kasus yang mengantarnya hingga dihukum mati yaitu terkait tiga kali impor sabu dari Malaysia pada Mei-Juni 2015. Yaitu:

1. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
2. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
3. Satu tas ransel kecil yang berisi 10 bungkus @ 1 kg sabu dan 174 butir ekstasi.
Kedok Efendi terungkap saat anak buahnya, Adnan ditangkap BNN di Hotel Buluh Pagar Indah Jalan Lintas Timur Km. 180 Simpang Kawat Asahan Sumatera Utara. Adanan mengaku sabu tersebut dijemput dari Malaysia dan dibawa ke Tanjungbalai atas perintah Efendi.

BNN kemudian membuka rekening bank Efendi, dan terungkap aliran tidak wajar dengan jumlah transfer yang cukup besar. Yaitu:

19 Agustus 2014
Efendi mendapat transfer Rp 75 juta.

9 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 50 juta.

16 September 2014
Efendi mendapat transfer Rp 160 juta.

27 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 230 juta.

7 Oktober 2014
Efendi mendapt transfer Rp 102 juta.

8 Oktober 2014
Efendi menerima transfer Rp 149 juta.

4 November 2014
Efendi mendapat transfer Rp 50 juta.

10 Novemver 2014
Efendi menerima transfer Rp 120 juta.

10 Februari 2015
Efendi meneria transfer Rp 100 juta.

Januari-Februari 2015
Efendi menerima tarnsfer tujuk kali, satu kali transfer Rp 100 juta.

23 Februari 2015
Efendi menerima transfer Rp 100 juta.

19 Mei 2015
Efendi mendapat transfer Rp 80 juta.

Serta puluhan transaksi lain yang mencurigakan. Dalam satu tahun, lalu lintas di rekening Efendi mencapai miliaran rupiah.

Pada 24 Maret 2016, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai menjatuhkan hukuman mati kepada Efendi. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 24 Mei 2016. Duduk sebagai ketua majelis Cicut Sutiarso dengan anggota Rustam Idris dan Abdul Fattah.

Di tingkat kasasi, hukuman mati itu kembali dikuatkan. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Margono dan Sumardijatmo.

Meski sudah dihukum mati, tapi jaksa tak kunjung mengeksekusinya. Efendi yang menghuni LP Tanjung Gusta memanfaatkannya dengan mengontrol impor sabu lagi dari bali bui. Kali ini jumlahnya 8 kg.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Litbang Kompas: PDIP-Gerindra Teratas, 7 Parpol Terancam Tak ke DPR

JakartaPDIP masih mendapat elektabilitas tertinggi diikuti Gerindra menurut survei Litbang Kompas terbaru terkait Pileg 2019. Sementara itu, ada 7 partai yang terancam tidak masuk ke DPR.

Hasil itu diungkapkan dalam hasil survei yang dirilis pada hari ini, Kamis (21/3/2019). Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Litbang Kompas membandingkan perolehan suara parpol di Pemilu 2014, elektabilitas pada Oktober 2018 dan elektabilitas pada Maret 2019. Berikut hasilnya:

PKB
Pemilu 2014: 9%
Oktober 2018: 6,3%
Maret 2019: 6,8%

Gerindra
Pemilu 2014: 11,8%
Oktober 2018: 16%
Maret 2019: 17%

PDIP
Pemilu 2014: 18,9%
Oktober 2018: 29,9%
Maret 2019: 26,9%

Golkar
Pemilu 2014: 14,7%
Oktober 2018: 6,2%
Maret 2019: 9,4%

NasDem
Pemilu 2014: 6,7%
Oktober 2018: 3,6%
Maret 2019: 2,6%

Garuda
Pemilu 2014: –
Oktober 2018: 0,3%
Maret 2019: 0,2%

Berkarya
Pemilu 2014: –
Oktober 2018: 0,4%
Maret 2019: 0,5%

PKS
Pemilu 2014: 6,8%
Oktober 2018: 3,3%
Maret 2019: 4,5%

Perindo
Pemilu 2014: –
Oktober 2018: 1,5%
Maret 2019: 1,5%

PPP
Pemilu 2014: 6,5%
Oktober 2018: 3,2%
Maret 2019: 2,7%

PSI
Pemilu 2014: –
Oktober 2018: 0,4%
Maret 2019: 0,9%

PAN
Pemilu 2014: 7,6%
Oktober 2018: 2,3%
Maret 2019: 2,9%

Hanura
Pemilu 2014: 5,3%
Oktober 2018: 1%
Maret 2019: 0,9%

Demokrat
Pemilu 2014: 10,2%
Oktober 2018: 4,8%
Maret 2019: 4,6%

PBB
Pemilu 2014: 1,5%
Oktober 2018: 0,4%
Maret 2019: 0,4%

PKPI
Pemilu 2014: 0,9%
Oktober 2018: 0,1%
Maret 2019: 0,2%

Belum menentukan pilihan
Oktober 2018: 20,4%
Maret 2018: 18,2%

Untuk Garuda, Berkarya, Perindo, Hanura, PBB, dan PKPI, Litbang Kompas menyatakan sampel kecil sehingga data mungkin tidak akurat.

Ambang batas untuk masuk ke parlemen di Pemilu 2019 ini adalah sebesar 4%. Dari hasil survei, Litbang Kompas membagi parpol menjadi 3 kategori. Kategori pertama yaitu parpol yang dipastikan lolos ke DPR. Empat parpol itu adalah PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB.

Kategori kedua yaitu parpol yang elektabilitasnya memenuhi minimal ambang batas parlemen termasuk dengan mempertimbangkan margin of error 2,2%. Parpol yang masuk kategori ini adalah Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan NasDem.

Sementara itu, ada kategori ketiga yaitu parpol yang tingkat elektabilitasnya di bawah ambang batas parlemen. Meski mempertimbangkan margin of error, parpool ini masih sulit masuk ke DPR. Di kategori ini ada Hanura, PBB, PKPI, Perindo, PSI, Berkarya, dan Garuda.

Litbang Kompas juga mengukur loyalitas pada pilihan partai, khusus untuk partai peraih kursi Pemilu 2014. Hasilnya dikelompokkan menjadi dua yaitu strong voters (sudah mantap, tidak akan berubah) dan swing voters (masih bisa berubah). Berikut hasilnya:

PDIP
Strong voters: 76,5%
Swing voters: 23,5%

Gerindra
Strong voters: 80,8%
Swing voters: 19,2%

Golkar
Strong voters: 56,6%
Swing voters: 43,4%

PKB
Strong voters: 61,8%
Swing voters: 38,2%

Demokrat
Strong voters: 45,1%
Swing voters: 54,9%

PKS
Strong voters: 59,7%
Swing voters: 40,3%

PAN
Strong voters: 68,9%
Swing voters: 31,1%

PPP
Strong voters: 55%
Swing voters: 45%

NasDem
Strong voters: 68,4%
Swing voters: 31,6%

Hanura
Strong voters: 72,7%
Swing voters: 27.3%

Belum tahu/rahasia
Strong voters: 32,3%
Swing voters: 67,7%
(imk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>