Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Senin 22 April 2019: Di Sel Tahanan Debby Teriak-Teriak

Liputan6.com, Jakarta Sinetron Cinta Buta ditayangkan setiap hari mulai pukul 18.15 WIB. Dikisahkan Debby bangun pagi, badannya sakit semua karena tidur di Kasur tipis. Satu sel terbangun dan marah-marah karena teriakan Debby. Beberapa napi juga tampak bete banget sama Debby.

Sementara itu, di episode Cinta Buta ini juga, dikisahkan polisi sipir datang berdua, kesal lihat Debby yang masih bertingkah ala orang kaya. Sipir melakukan pemeriksaan barang-barang! Sipir mau cek tas Debby. Tapi Debby udah jerit duluan.

Hanum lagi mengelap pajangan di teras rumah Wira. Tiba-tiba Aulia datang. Hanum kaget tapi senang. Hanum langsung nangis lihat Aulia yang kuyu. Non… bibik ikut prihatin atas apa yang menimpa keluarga non.

Fathin lagi acara tes jadi peragawati bersama dengan model lain yang dipilih Marlina. Mereka lagi pose. Marlina mengamati. Sementara Fathin lebih banyak melamun. Gimana ya keadaan Pak Rama sekarang? Apa dia baik-baik aja.

Bagaimana Cinta Buta selanjutnya?

Ini Pemicu Tahanan Mengamuk dan Membakar Rutan Pasangkayu Sulbar

Liputan6.com, Pasangkayu – Narapidana mengamuk dan membakar Rumah Tahanan Negara Kelas IIB di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. Diduga meletusnya insiden itu dipicu adanya penganiayaan sehingga menyulut kemarahan para tahanan dan narapidana di Rutan Pasangkayu.

Awalnya keributan yang memicu aksi pembakaran ruangan dan fasilitas Rutan Pasangkayu itu berlangsung sejak Senin pagi, sekitar pukul 08. 30 Wita.

Kemudian, pada pukul 08. 45 Wita, para tahanan dan narapidana yang sudah tersulut emosi, mulai memaksa menerobos keluar menuju pintu posling.

Karena jumlah petugas yang menjaga pintu posling terbatas, para tahanan dan narapidana akhirnya berhasil menembus pintu dan merusak serta membakar fasilitas kantor Rutan Pasangkayu.

Karena situasinya semakin tidak terkendali, sekitar pukul 09.15 WITA pihak Rutan Pasangkayu menghubungi Polres Mamuju Utara meminta pengamanan tambahan.

Sekitar pukul 09.30 WITA Kapolda Sulbar didampingi Kapolres Mamuju Utara datang ke lokasi untuk menenangkan situasi.

Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar, dihubungi dari Mamuju Senin sore membenarkan keributan yang berujung pembakaran sejumlah ruangan di Rutan Pasangkayu itu.

Polres Mamuju Utara lanjut Kapolda, telah mengerahkan personel untuk membantu melakukan pengamanan.

“Saat ini, situasinya sudah terkendali. Para tahanan dan narapidana sudah tenang,” kata Baharudin Djafar dilansir Antara.

Berdasarkan pemeriksaan awal lanjut Kapolda, keributan yang berujung pembakaran itu dipicu adanya perlakuan yang tidak baik dari petugas Rutan kepada tahanan.

“Informasi yang disampaikan kepada saya, keributan itu dipicu adanya perbuatan dan kata-kata tidak baik dari petugas. Namun tentu itu masih akan didalami,” terang Baharudin Djafar.

Polres Mamuju Utara kata Baharudin Djafar, juga masih terus melakukan pemeriksaan terkait keributan di Rutan Pasangkayu itu.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Meski kini api sudah dapat dipadamkan, belasan kios terpaksa ditutup polisi untuk melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran.

Menengok Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro di Batavia

Salah satu bayi yang lahir pada 17 November 1785 bernama Diponegoro tak disangka akan menjadi sang Ratu Adil. Saat bayi, ia dipertemukan dengan Pangeran Mangkubumi, sultan pertama Kerajaan Yogyakarta. Ramalannya mengenai masa depan Diponegoro pun ditunggu dunia. 

“Anak ini akan membawa lebih banyak rusak pada Belanda daripada saya pada Perang Giyanti tapi hanya Tuhan yang tahu,” kata Peter.

Diponegoro menjadi pemimpin pada Perang Jawa setelah bertahun-tahun dari ramalan Pangeran Mangkubumi. Masa itu menjadi masa yang kelam bagi masyarakat Jawa. Perang selama 1925-1850 menelan korban hingga 200 ribu jiwa.

Setelah berjuang mati-matian melawan Belanda dalam Perang Jawa, pada 5 April 1830, Diponegoro ditangkap dan dibawa dengan kapal SS van der Capellen dari Magelang ke Batavia. Ia diadili oleh Dewan Pengadilan Belanda di pusat kota Batavia. Putusan itumembuat Diponegoro dibuang hingga ke Makassar.

“Keluarganya menderita. Uangnya habis. Padahal, ia merupakan pengeran terkaya di Jogja. Semuanya dikorbankan. Beratus tahun hingga merdeka, keluarganya tetap menderita, bahkan dicap G30S,” cerita Peter. (Fairuz Fildzah)

Ada Tahanan Tak Nyoblos, KPK Cerita soal Permintaan Tak Diborgol

Jakarta – Dari 76 tahanan KPK, hanya 36 orang yang menyalurkan hak pilih Pemilu 2019 di Rutan KPK. KPK mengatakan pihaknya tak bisa memaksa tahanan untuk menyalurkan hak suara dalam pemilu.

“Kewajiban KPK hanya memfasilitasi hak mereka untuk memberikan hak suara, karena itu hak maka KPK tidak bisa memaksa, siapapun tidak bisa memaksa. Jadi kalau ada tahanan yang tidak memberikan hak suaranya itu kembali kepada mereka masing-masing,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Febri mengatakan, para tahanan sempat meminta agar tak memakai rompi dan borgol saat dibawa ke rutan K4. KPK tak mengabulkan karena permintaan itu bertentangan dengan aturan yang berlaku. Namun KPK sudah memfasilitasi para tahanan sudah untuk mencoblos.
“Tapi kemarin sempat muncul permintaan agar tidak mengenakan baju tahanan misalnya, atau tidak dalam keadaan diborgol ketika keluar dari rutan masing-masing menuju TPS. Karena hal tersebut bertentangan dengan aturan yang ada di KPK, kalau kami misalnya tidak menggunakan borgol atau tidak mengenakan baju tahanan, maka kami sampaikan pada prinsipnya KPK telah memfasilitasi kesempatan kepada para tahanan untuk memberikan suara,” ungkapnya.

Tahanan KPK tetap diborgol dan memakai rompi tahanan saat mencoblos (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Karena masalah itu, kata Febri, banyak tahanan yang memutuskan untuk tidak ikut mencoblos. Mereka akhirnya menandatangani pernyataan tidak menyalurkan hak pilih.

“Tapi kalau tidak digunakan tentu saja KPK tidak bisa memaksakan mereka akhirnya menandatangani pernyataan tidak memberikan hak suara pada pemilu kemarin,” ucapnya.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan di Rutan KPK, total ada 36 tahanan yang menggunakan hak pilih pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 Guntur di Rutan KPK. Padahal, total pemilih yang tercatat ada 76 orang.

“Yang nyoblos itu cuma 25 dari yang 65 itu. Ditambah 11-nya, jadi 36 (orang) totalnya,” sebut petugas KPPS Ria Supriana di Rutan KPK, Rabu (17/4).
(abw/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tahanan KPK Datangi TPS di Rutan, Idrus Marham Bergaya Putih-putih

Jakarta – Para tersangka dan terdakwa yang ditahan KPK hari ini ikut menyalurkan hak pilihnya. Mereka mencoblos di rutan K4, di belakang gedung KPK.

Pantauan detikcom, para tahanan mulai tiba di lokasi pemungutan suara 11.00 WIB, Rabu (17/4/2019). Mereka dibawa menggunakan mobil tahanan dengan tangan diborgol dan memakai rompi tahanan.

Salah satu yang sudah tiba yakni mantan Menteri Sosial Idrus Marham yang terjerat kasus suap proyek PLTU Riau 1. Idrus memakai kemeja putih dan celana putih hanya tersenyum menjawab sapaan wartawan.

Selain Idrus, tersangka suap Bowo Sidik Pangarso juga sudah sampai. Bowo yang memakai kemeja kotak-kotak hanya tertunduk sambil berjalan menuju ke dalam gedung.

Tahanan KPK termasuk Idrus Marham mencoblos di TPS Rutan KPK, Rabu (17/4/2019)Tahanan KPK termasuk Idrus Marham mencoblos di TPS Rutan KPK, Rabu (17/4/2019) Foto: Bil Wahid-detikcom

Sebelum para tahanan datang, sudah disiapkan 3 bilik suara di rutan KPK. Pemungutan suara di rutan KPK ini bekerja sama dengan TPS 12 Guntur yang berada dekat gedung KPK. Penghitungan suara nantinya akan dilakukan di TPS 12 Guntur.

“Jadi ada 63 orang tahanan KPK yang akan difasilitasi bersama TPS 12 Kelurahan Guntur, KPK memfasilitasi pengambilan, pemungutan suara,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (12/4).

Tahanan KPK termasuk Idrus Marham mencoblos di TPS Rutan KPK, Rabu (17/4/2019)Tahanan KPK termasuk Idrus Marham mencoblos di TPS Rutan KPK, Rabu (17/4/2019) Foto: Bil Wahid-detikcom

(abw/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mobil Polisi Tertabrak Truk Tahanan di Malaysia, 6 Orang Luka

Segera setelah menginjak rem secara tiba-tiba, mobil patroli kepolisian itu ditabrak oleh truk polisi yang tengah mengangkut sejumlah narapidana.

“Sopir truk polisi melakukan hal yang sama tetapi tidak dapat mencegahnya menabrak bagian belakang mobil polisi,” kata Ibrahim.

“Itu menyebabkan mobil polisi tergelincir ke bahu jalan kanan sementara truk polisi tergelincir ke bahu jalan kiri,” lanjutnya.

Dua dari polisi korban luka saat itu berada di dalam mobil patroli.

Saat ini, semua korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Tuanku Jaafar untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, segera setelah insiden terjadi Truk para narapidana ke kantor polisi, Ibrahim menambahkan.

KPK Fasilitasi 63 Tahanan Coblos Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memfasilitasi 63 tahanan korupsi untuk menentukan pilihan Pemilu 2019 pada 17 April 2019. 63 orang tersebut adalah mereka yang ditahan di tiga Rumah Tahanan (Rutan).

“Totalnya 63 orang akan difasilitasi memberikan hak suara,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Febri mengatakan, 63 orang tersebut adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai calon pemilih. 63 orang tersebut yang kini berada di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Rutan Kavling C1 alias gedung lama KPK, dan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

“Kemungkinan acara atau kegiatan itu akan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB atau 11.00 WIB. Sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak TPS No. 12 Guntur,” kata Febri.

Rencananya, tempat pemungutan suara atau TPS akan dibangun di Rutan cabang KPK Kavling K-4 di Gedung Merah Putih.

“Selain itu ada beberapa petugas Rutan juga yang sudah pindah pencoblosan sesuai mekanisme yang berlaku yang juga akan memberikan suara pada saat itu,” kata Febri.

Sedangkan untuk tahanan KPK lainnya yang berada di luar tiga Rutan tersebut, Febri menyatakan menyerahkan sepenuhnya berdasarkan mekanisme yang berlaku di Rutan-Rutan yang menjadi lokasi penitipan tahanan korupsi.

63 Tahanan KPK akan Nyoblos di TPS Guntur

Jakarta – Sebanyak 63 orang tahanan KPK difasilitasi untuk mencoblos pada 17 April nanti. Mereka akan mencoblos di TPS 12 Guntur, yang berada di gedung KPK.

“Jadi ada 63 orang tahanan KPK yang akan difasilitasi bersama TPS 12 Kelurahan Guntur, KPK memfasilitasi pengambilan, pemungutan suara,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Febri mengatakan fasilitas pencoblosan bagi tahanan sudah sesuai dengan aturan KPU. Jumlah 63 orang itu belum termasuk tahanan yang dititipkan di polres atau Polda Metro Jaya.

“Tentu saja proses-prosesnya itu harus sesuai dengan aturan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum sebelumnya,” tuturnya.

Terakhir tahanan KPK ikut mencoblos dalam gelaran Pilgub DKI putaran kedua pada 2017. Ada 8 tahanan yang ikut mencoblos.

Sedangkan pada Pilkada Serentak 2018, KPK tidak menyiapkan TPS karena DKI Jakarta sudah menggelar pilkada pada tahun sebelumnya.
(fai/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hakim Kembali Tolak Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

Jakarta – Ketua Majelis Hakim Joni, kembali menolak permohonan pengalihan status tahanan Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota. Ratna sebelumnya mengajukan Fahri Hamzah sebagai penjamin untuk tahanan kota.

“Majelis bermusyawarah, belum dapat mengabulkan permohonan penasihat hukum terdakwa,” kata Joni dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (9/4/2019).

Joni mengatakan pihak JPU juga sudah menyatakan keberatannya mengenai permohonan pengalihan status tahanan tersebut. Namun tak dirinci lagi alasan hakim menolak pengalihan status tahanan kota tersebut.

Sementara itu, Ratna Sarumpaet mengaku tak tahu lagi siapa yang bakal menjadi penjamin tahanan kotanya setelah Fahri Hamzah ditolak sebagai penangguhan tahanan.

“Nggak tahu lagi, sabar aja,” kata Ratna.

Sementara itu pengacara Ratna, Insank Nasruddin mengatakan pihaknya belum menentukan soal pengajuan kembali pengalihan status tahanan.

“Alasan tolaknya nggak disampaikan hanya dikatakan belum dapat diterima. Kami juga mau jelaskan ditolak, belum dapat diterima atau ditolak itu dua makna yang berbeda. Bisa saja di sidang selanjutnya bisa diterima. Kalau ditolak berarti sudah tidak dapat diterima lagi, tapi kalau belum dapat diterima bisa saja dapat diterima. Kita tunggu aja,” kata Insank.
(yld/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tahanan Polresta Denpasar Santai Keluar Sel, Diduga Pakai Ilmu Hipnotis

Bali – Dua orang tahanan rutan Polresta Denpasar berhasil kabur dari dalam sel tahanan usai mengelabui petugas jaga. Diduga kuat, dua tahanan yang masing-masing bernama Jemmy Sinaga (38) asal Bondowoso, Jawa Timur, dan Chistoni Kaledi Bonung alias Ukhal (22) asal Sumba, NTT, berhasil kabur pakai ilmu hipnotis.

Kedua tahanan kabur dengan mudah melalui pintu sel tahanan pada Minggu (7/4/2018) dini hari sekitar pukul 04.00 Wiita. Narapidana kasus pencurian itu turun dari lantai dua menuju lantai satu, lalu keluar dari kawasan lingkungan Polresta melalui gerbang sebelah timur.

“Petugas dibuat bingung. Karena tidak sadar saat keduanya kabur,” kata sumber di kepolisian, seperti dikutip laman Jawapos

Bahkan, telepon genggam milik salah satu petugas juga ikut dibawa kabur para pelaku. Polisi kini tengah melakukan perburuan. Termasuk melakukan pengintaian di sekitar kos lama kedua pelaku dan juga di beberapa lokasi rekan dekat keduanya.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Kata dia, saat ini pihaknya masih berupaya menangkap kembali kedua tahanan kabur tersebut.

“Kami masih melakukan pengejaran kedua pelaku,” katanya singkat.

Baca juga berita Jawapos.com lainnya di sini.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tahanan narkoba asal Perancis yang sempat kabur, berhasil ditemukan di Hutan Pusuk, Lombok Utara.