Menolak Bala Tanah Terbelah 250 Meter di Desa Mlaya

Liputan6.com, Banjarnegara – Jumat, 8 Februari 2019, alat peringatan dini (EWS) longsor di Dusun Sidakarya Desa Mlaya, Punggelan, Banjarnegara, mendadak meraung-raung memecah keheningan. Tak hanya sekali, alat canggih ini mengirim sinyal tanda bahaya dua kali.

Ratusan warga pun bersicepat menyelamatkan barang-barang berharga dan lantas mengungsi ke tempat lebih aman. Ini bukan simulasi bencana, raungan sirine itu adalah tanda bahaya bahwa gerakan tanah atau longsor memang benar-benar terjadi.

Benar saja, gerakan tanah kemudian tampak kasat mata. Tanah terbelah memanjang 250 meter. Sebanyak 18 rumah rusak dan 33 rumah lainnya terancam. Kebun dan jalan rusak. Lebih dari 200 jiwa dicekam bahaya longsor.

Bahaya tak berhenti saat itu. Berhari-hari setelahnya, gerakan tanah sedikit demi sedikit menggerogoti rumah penduduk.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan alat pendeteksi dini yang terpasang di Desa Mlaya itu adalah bagian mitigasi bencana tanah longsor, usai gerakan tanah pada 2016 lalu. Saat itu, kampung ini juga pernah dilanda gerakan tanah.

Warga benar-benar khawatir. Pasalnya, dua tahun sebelumnya, longsor meluluhlantakkan Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar dan menewaskan ratusan warga.

Tragedi itu benar-benar meninggalkan trauma tetapi sekaligus menjadi peringatan untuk wilayah lainnya, bahwa Banjarnegara, sebagian wilayahnya memang rawan longsor.

“Kan karena sewaktu tahun 2015, di Jemblung (longsor) juga pernah terjadi di sana,” ucap Arif Rachman.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Sifat Gerakan Tanah di Desa Mlaya

Dua kali gerakan tanah di tempat yang sama menandakan area tersebut bukan lah tempat yang aman untuk bermukim. Namun, tentu saja, untuk memastikan perlu kajian dari ahlinya.

Karenanya, BPBD Banjarnegara berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk menganalisis pergerakan tanah di Desa Mlaya. Usai kajian, bakal muncul rekomendasi langkah yang mesti dilakukan. Ada kemungkinan, opsinya adalah relokasi ratusan warga Dusun Sidakarya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak lebih parah akibat gerakan tanah di titik ini. Pasalnya, gerakan tanah diketahui juga telah terjadi pada 2016 lalu. Saat itu, seluruh warga sempat diungsikan.

Kami juga sudah menghubungi Badan Geologi untuk segera melakukan kajian, walau dulu juga sudah pernah dilakukan kajian. Tapi ya karena ada perkembangan seperti ini ya mungkin ada hal lain yang perlu disikapi,” dia menerangkan.

Arif mengaku khawatir, longsoran di Desa Mlaya bisa berpotensi menyebabkan longsor cepat yang bisa menimbun satu kampung, seperti yang terjadi di Dusun Jemblung, akhir 2014 lalu. Saat itu, di Dusun Jemblung, sebanyak 100 lebih korban meninggal dunia akibat longsor.

Gerakan tanah yang terjadi di Desa Mlaya bersifat rayapan tanah atau creep soil atau rambatan. Meski lambat, daya rusaknya tetap besar. Namun, tetap saja ada potensi longsoran dengan sifat cepat atau bahkan jatuhan.

3 dari 3 halaman

Ratusan Warga Mengungsi Mandiri

Sementara ini, warga masih tinggal di rumahnya masing-masing. Akan tetapi, jika turun hujan, warga mengungsi. Sebab, kandungan air jenuh di dalam tanah berpotensi memicu kembalinya terjadi gerakan tanah.

“Sehingga ini adalah kewaspadaan dari sisi ilmiah untuk dari agar bisa dilakukan kajian untuk menelaah terhadap apa yang terjadi di Desa Mlaya ini,” ucap Arif.

Selain merusak rumah penduduk, gerakan tanah juga berdampak pada amblesnya jalan sepanjang 15 meter dengan kedalaman kisaran 50 sentimeter. Selain itu, gerakan tanah juga merusak area perkebunan dan pekarangan warga.

Mulai Jumat siang, tim BPBD menurunkan tim untuk memantau pergerakan tanah, sekaligus menutup retakan tanah yang membentuk tapal kuda sepanjang 250 meter. Dikhawatirkan resapan air hujan akan memicu risiko longsor susulan.

Arif mengungkapkan, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi dalam kondisi tanah labil dan sudut kemiringan yang tinggi. Air hujan itu lantas meresap ke dalam tanah.

Gerakan tanah juga dipicu kolam ikan yang menyebabkan tanah mengandung air yang begitu tinggi. Akibatnya, tanah tak kuat untuk menahan beban dan lepas.

Gerakan tanah adalah fenomena alam yang sangat berbahaya. Ahli mitigasi sekali pun tak akan bisa mengetahui, kapan waktu pasti terjadinya longsor. Mereka hanya bisa melihat pertanda.

Karenanya, petugas BPBD mengecek retakan dan mendata bersama Pemerintah Desa Mlaya. Warga juga menutup lubang retakan tanah menghindari masuknya air hujan.

“Mendirikan pos pemantauan. Mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga, bila terjadi turun hujan untuk segera mengungsi ke titik aman,” Arif menambahkan.

Analisis BMKG Soal Gempa Guncang Tasikmalaya dan Terasa Sampai Pangandaran

Analisis BMKG Soal Gempa Guncang Tasikmalaya dan Terasa Sampai Pangandaran Foto: Dok. BMKG

Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 sempat mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang tak berpotensi tsunami itu mirip dengan gempa di Jawa Barat pada September 2009 silam.

“Gempa ini mirip dengan peristiwa gempa Jawa Barat 2009 yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 pada pukul 14.55.21 WIB dengan pusat gempa di laut sekitar 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat berkekuatan M 7,3,” kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2019).

“Gempa bumi ini dirasakan di seluruh pulau Jawa bahkan hingga ke Pulau Bali, menyebabkan 81 orang meninggal, serta memicu tsunami kecil setinggi 20 cm,” ujarnya.
Daryono menjelaskan, magnitudo gempa Tasikmalaya Senin (11/2) malam tak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

“Patut disyukuri bahwa gempa yang terjadi tadi malam berdasarkan hasil pemodelan BMKG tidak berpotensi tsunami. Magnitudonya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempabumi susulan. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang,” tutur Daryono.

Sebelumnya gempa M 4,0 terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (11/2) sekitar pukul 22.13 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,15 LS dan 107,88 BT. Pusat gempa berada di laut pada jarak 62 km barat daya Tasikmalaya dengan kedalaman 27 km.

“Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di daerah Tasikmalaya, Garut, Ciamis bagian selatan dan khususnya Pangandaran dengan skala intensitas III MMI,” jelas Daryono.

“Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat adanya penyesaran di dalam Lempeng Eurasia di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. Gempa ini di kalangan para ahli kebumian lazim disebut sebagai ‘intraplate earthquake’,” paparnya.
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Orang Kepercayaan Fahmi Buka Mulut Soal Renovasi Kamar Lapas Sukamiskin

Liputan6.com, Bandung Narapidana yang juga terdakwa dalam kasus suap izin keluar Lapas Sukamiskin, Andri Rahmat, menjadi saksi atas terdakwa Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (11/2/2019).

Andri yang disebut-sebut sebagai tahanan pendamping Fahmi menyebutkan, selain praktik jual-beli kamar, ada juga renovasi kamar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin menjadi mewah. Bahkan nilai renovasi kamar mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Renovasi tersebut dilakukan oleh Andri Rahmat sendiri. Terungkapnya pekerjaan Andri sebagai orang yang merenovasi kamar lapas di Sukamiskin itu saat jaksa mengungkap temuan uang di sel Andri ketika penggeledahan saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Jaksa menyebut ada sejumlah uang baik rupiah maupun bentuk dollar.

Andri tak menampik bahwa dirinya memang membuka jasa renovasi sel. Andri juga sempat melaporkan pekerjaannya itu kepada Fahmi. Bahkan suami Inneke Koesherawati itu memberikan modal sebesar Rp50 juta untuk Andri.


“Fahmi dapat keuntungan juga atau uang (modal) dibalikin?,” tanya jaksa. “Mau dikasih untungnya Fahmi tidak mau, dikasih modal saja,” kata Andri.

Andri menjelaskan jasa renovasi itu dilakoni selama tiga bulan sejak Wahid menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Dia menggantikan peran Ikhsan, napi tipikor lainnya yang sudah bebas untuk menjalani bisnis tersebut di dalam lapas.

Andri mengaku banyak kamar yang telah dia renovasi. Renovasi dilakukan, kata dia, agar membuat penghuni lapas nyaman.

“Yang bocor ditambal. Terus nambah wallpaper dinding,” kata Andri.

Andri menyebut aktivitasnya diketahui dan direstui Wahid Husen. Ia meminta izin terlebih dahulu kepada Wahid untuk merenovasi sel milik napi.

“Cuma saya bilang pak mau beres-beres kamar. Dia bilang jangan terlalu mewah,” ucap Andri.

Soal biaya renovasi menurut Andri bermacam-macam. Mulai dari Rp60 juta hingga Rp200 juta.

Menurut Andri, renovasi seharga Rp200 juta saat itu terjadi karena ada napi yang hendak keluar dan meminta kepada Andri untuk menjual kamar yang sudah berfasilitas mewah ini. Namun Andri tak mengungkap siapa napi tersebut.

“Dia mau keluar lalu minta jual kamar dia. Saya cari info dulu ke karantina ada yang sudah dapat kamar atau belum. Nah transaksi ya antar mereka,” kata Andri.

2 dari 2 halaman

Wahid Husen Minta Uang Buat Perjalanan Dinas

Dalam persidangan, Andri juga menyebutkan mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen kerap meminta uang kepada Fahmi Darmawansyah untuk perjalanan dinas. Selain perjalanan dinas, Wahid juga meminta uang untuk perbaikan mobil.

Awalnya, jaksa penuntut umum dari KPK bertanya soal sejumlah pemberian kepada Wahid Husen. Salah satunya mobil double cabin merek Mitsubishi Triton yang diberikan Fahmi kepada Wahid. Andri disebut sebagai perantara dalam penyuapan mobil ke Kalapas Sukamiskin.

“Awalnya mencari mobil yang second dulu. Tapi tidak ada, akhirnya cari yang lain,” kata Andri.

Setelah mobil yang dimaksud tak kunjung ketemu, Wahid menyarankan kepada Andri untuk mencari diler mobil di Bekasi. Andri lantas menyampaikan itu kepada Fahmi.

“Apa yang disampaikan Fahmi?,” tanya jaksa. “Nanti lama lagi,” kata Andri.

Setelah itu, Fahmi menyampaikan kepada Andri bahwa mobil tersebut sudah ada. Andri lalu menghubungi Wahid soal mobil tersebut. Namun Wahid yang pada saat itu berada di Jakarta, meminta mobil untuk diantar ke rumahnya di kawasan Buahbatu.

“Saat disampaikan, Pak Wahid kaget. Dia menyuruh untuk diantar ke rumah saja di Buahbatu. Hendry Saputra (ajudan Wahid) telepon saya menanyajan mobil sudah berangkat atau belum,” ujarnya.

Selain mobil, Andri mengakui pernah memberikan barang lain kepada Wahid dari Fahmi. Di antaranya sepatu boots laki-laki hingga tas mewah.

Sebelumnya, sempat diungkap dalam dakwaan tas tersebut akan diberikan ke Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

“Tas itu untuk siapa?,” tanya jaksa. “Saya disuruh mengantarkan saja. Pak Fahmi sebutnya untuk ibu. Tapi ibu siapa tidak menyebut,” kata Andri.

Selain barang-barang, Wahid juga pernah meminta sejumlah uang kepada Fahmi melalui Andri. Menurutnya uang itu diminta untuk perjalanan dinas mobil dan uang makan.

Perjalanan dinas dalam dakwaan disebut perjalanan menuju ke Jakarta ke kantor Kemenkum HAM.

“Untuk perjalanan dinas dua kali masing-masing Rp10 juta, untuk mobil Rp4,5 juta dan uang makan Rp15 juta,” ucap Andri.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Top 3 News: Gempa Guncang Tasikmalaya Dirasakan hingga Pangandaran

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 News hari ini, gempa mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Meski tak berpotensi tsunami, getarannya dirasakan hingga ke Pangandaran dengan skala III MMI.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 4 terjadi pada Senin malam, 11 Februari 2019 pada kedalaman 27 kilometer.

Sementara, pusat gempa berada di laut atau lebih tepatnya di 62 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya.

Lalu apa kabar dengan musikius papan atas Tanah Air, Ahmad Dhani? Suami dari pelantun lagu “Makhluk Tuhan Paling Seksi” itu kini mendekam di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng Waru Sidoarjo, Jawa Timur. 

Senin kemarin, Mulan Jameela sempat menengoknya untuk melihat kondisi sang suami. Dia dikabarkan sempat ditolak pihak lapas, karena tidak memiliki izin kunjungan. 

Lantas seperti apa aktivitas Ahmad Dhani selama menghuni Rutan Medaeng? 

Sementara itu, aksi persekusi kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah seorang guru SMP di Gresik, Jawa Timur. Dalam video yang beredar luas, nampak salah satu siswanya menarik kerah baju sang guru sambil menunjukkan sikap menantang.

Nur Khalim (30) adalah guru pelajaran IPS di SMP PGRI Wringinanom. Melihat sikap muridnya yang terbilang kurang ajar, pria ini hanya diam dan tidak berusaha melawan. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 11 Februari 2019:

2 dari 5 halaman

1. Gempa Magnitudo 4 Guncang Barat Daya Tasikmalaya

Gempa berkekuatan magnitudo 4 mengguncang barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa terjadi pukul 22.13 WIB, Senin (11/2/2019).

Pusat gempa berada di laut. Tepatnya di 62 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya.

Getaran gempa bahkan sampai ke Pangandaran dengan skala III MMI.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Mulan Jameela untuk pertama kalinya menjenguk suaminya, Ahmad Dhani Prasetyo, di Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surabaya, di Medaeng Waru Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/2/2019).

Dengan mengenakan kerudung warna biru muda, penyanyi kelahiran 23 Agustus 1979 itu tidak banyak memberikan komentar. Dia lebih banyak menunduk untuk menghindari pertanyaan wartawan.

Namun hanya lima menit, dia keluar lagi untuk masuk ke dalam mobil. Dia kembali masuk ke dalam rutan untuk menjenguk Ahmad Dhani, sekitar pukul 09.28 WIB.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. 4 Fakta Viralnya Siswa SMP PGRI Wringinanom yang Intimidasi Guru di Kelas

Aksi dalam video berdurasi 29 detik ini terjadi pada Sabtu 2 Februari 2019 lalu. Persekusi yang dilakukan seorang siswa terhadap guru ini dilakukan oleh AA, siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.

Video ini mendadak viral karena aksi kurang ajar AA (15) terhadap Nur Khalim (30) guru mata pelajaran IPS.

Dalam video persekusi tersebut, siswa yang mengenakan seragam Pramuka itu menantang sang guru dengan menarik kerah baju bagian depan gurunya.


Selengkapnya…

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

130 Rumah di Paser Kaltim Terendam Banjir Setinggi 2 Meter

Paser – Sekitar 130 rumah di Kelurahan Long Ikis Kabupaten Paser, Kalimantan Timur tergenang banjir setinggi 2 meter. Banjir yang mulai menyusut itu, diduga akibat luapan Sungai Sekurau dan curah hujan yang tinggi.

“Air sudah mulai surut setengah meter. Kita sudah upayakan evakuasi warga dengan menggunakan dua perahu karet,” ujar anggota BPBD Paser Hendrik Tham, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (11/2/2019).

BPBD telah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Setidaknya 16 orang penyelamat dan dua perahu karet dikerahkan.
Selain BPBD terdapat sejumlah pihak yang berpartisipasi dalam penanganan banjir. Mereka dari kepolisian, Brimob Kompi 2 Yon C Paser, Puskesmas Long Ikis, Kelurahan Long Ikis, Tagana Long Ikis & Longkali, Relawan Siaga Bencana Long Ikis, dan masyarakat lokal.

“Kami bersama beberapa pihak turut membantu evakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Selain itu, dapur umum juga telah dibangun di tempat pengungsian. Saat ini, BPBD dan aparat pihak yang terkait masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hujan susulan yang mengakibatkan ketinggian air naik.

“Saat ini sudah dibangun dapur umum yang didirikan di RT 002. Warga sebagian mengungsi ke rumah keluarga terdekat dan pokoknya yang sudah kami dirikan,” kata Hendrik.
(mae/abw)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Takut Gempa Susulan, Ada Warga Mentawai Pilih Tidur di Luar Rumah

Padang

Pasca gempa di Kepulauan Mentawai, Sumbar, sejumlah warga belum berani masuk ke rumah. Ada warga yang memilih tidur di luar rumah.

“Kami tidak berani masuk rumah, takut nanti gempa lagi,” kata Yuliandi, salah seorang warga Mentawai kepada detikcom, Sabtu (2/2/2019).

Yuliandi dan keluarga tinggal di Sikakap, Pagai Utara Selatan. Posisi rumahnya hanya berjarak sekitar 80 meter bibir laut.

Menurut Yuliandi, banyak warga yang juga memilih tidur di luar rumah.

“Kita bersiaga. Mencegah hal yang tidak diinginkan,” kata pria yang disapa Andi ini.

Beberapa gempa terjadi di Kepulauan Mentawai sejak sore tadi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur memastikan tidak ada kerusakan atau pun korban akibat gempa.

“Korban tidak ada, juga tidak ada kerusakan. Yang ada sebuah mercusuar yang jatuh. Tapi itu sudah tua sekali. Bukan karena gempa saja, tapi memang sudah sangat parah (kondisinya),” jelas Rumainur saat dihubungi terpisah.

Saat terjadi gempa, sejumlah warga Mentawai sempat mencari tempat aman di tempat lebih tinggi. Namun kini warga sudah kembali di rumah.


(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rentetan Gempa-Gempa Susulan di Kepulauan Mentawai

Liputan6.com, Padang – Gempa bumi susulan kembali melanda Kepulauan Mentawai dan wilayah lain di Sumatera Barat, pada Sabtu pukul 20:10:23 WIB masih terus terjadi dengan kekuatan magnitudo 5,0.

Namun belum ada laporan dampak gempa susulan yang terjadi beberapa kali itu sejak Sabtu (2/2/2019) sore.

Informasi dari BMKG menyebutkan gempa susulan itu berpusat pada koordinat 2,83 Lintang Selatan (LS) 100,11 Bujur Timur (BT) dengan jarak 109 kilometer arah tenggara Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 20 kilometer.

Sebelumnya gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 menggoyang Kota Padang, dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat, pada Sabtu sekitar pukul 16:58:12 WIB namun tidak semua warga merasakannya.

Gempa tersebut berpusat pada koordinat 2,88 Lintang Selatan (LS) 99,96 Bujur Timur (BT) dengan jarak 105 kilometer arah Tenggara Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 24 Kilometer dilansir Antara.

Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat telah pula digoyang gempa bumi dengan kekuatan 6,0 Skala Richter (SR) pada Sabtu sekitar pukul 16:27:33 WIB yang dirasakan warga setempat dan membuat benda tergantung berayun-ayun.

BMKG menyebutkan pusat gempa tersebut berada pada koordinat 3,03 Lintang Selatan (LS) 99,84 Bujur Timur (BT) dengan jarak 117 kilometer arah tenggara Kabupaten Padangpar Kepulauan Mentawai pada kedalaman 17 kilometer.

BMKG menyatakan gempa-gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Bendungan di Brasil Jebol, 24.000 Warga Dievakuasi

Jakarta – Petugas mengevakuasi 24.000 orang yang terdampak longsoran akibat bendungan jebol di Brasil. Cuaca buruk dikhawatirkan menyebabkan terjadinya longsor susulan.

Dilansir Reuters, Senin (28/1/2019), sirene peringatan sudah dibunyikan sejak pagi hari. Hal itu dipicu oleh permukaan air yang menunjukkan level berbahaya di bendungan tailing yang berada dekat tambang bijih besi milik Vale SA, Brumadinho, Minas Gerais.

“Kami memiliki situasi risiko yang akan segera terjadi, tetapi belum ada kerusakan bendungan ini sampai sekarang dan kami sedang memantau itu,” kata juru bicara departemen pemadam kebakaran negara, Pedro Aihara.

Menurutnya, pasca bendungan jebol itu kemungkinan berdampak terhadap bendungan-bendungan lain di sekitarnya. Bendungan kedua yang dipantau berada sekitar 50 meter dari bendungan yang pecah dan bagian dari kompleks industri besar.

Proses evakuasi ini mengalihkan perhatian petugas terhadap pencarian ratusan orang yang hilang akibat kejadian bendungan jebol pada Jumat lalu. Peristiwa itu mengakibatkan semburan lumpur yang mengubur fasilitas pertambangan dan rumah-rumah di dekatnya.

“Pekerjaan kami sepenuhnya terfokus pada evakuasi,” kata Aihara.

Sekitar 250 orang dinyatakan masih hilang akibat peristiwa bendungan tailing jebol. Menurut daftar yang dirilis oleh Vale, ini bencana kedua dalam waktu kurang dari empat tahun.

Kata pejabat setempat, sebagian besar yang hilang diduga tewas. Berdasarkan data petugas pemadam negara pada Minggu pagi, jumlah korban tewas akibat kejadian ini bertambah menjadi 37 orang.
(ibh/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tengah Malam, Warga Diimbau Tenang

Liputan6.com, Aceh – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Aceh Singkil pada Sabtu (26/1) tepat pukul 23.36 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata I’e Banda Aceh di Aceh Besar, Ahad, menyatakan, titik koordinat episenter berada di 2,04 Lintang Utara dan 97,86 Bujur Timur.

Pusat gempa tepatnya terjadi di laut dengan jarak sekitar 35 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Aceh Singkil yang memiliki kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan BMKG dan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan di Kota Gunung Sitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara II-III MMI.

Hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan akibat gempa memicu terjadinya tsunami, dan kerusakan terutama di wilayah setempat dilansir Antara.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo  4,7 yang mengguncang Aceh Singkil, Sabtu (26/1) pukul 23.36 WIB merupakan gempa dangkal yang tidak memicu tsunami.

“Meski terjadi di laut, tapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” terang Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan dalam siaran persnya diterima di Banda Aceh, Minggu (27/1/2019).

Ia menerangkan, titik episenter terletak di koordinat 2.04 Lintang Utara dan 97.86 Bujur Timur pada jarak 35 kilometer (km) arah Barat Daya Kabupaten Aceh Singkil dengan kedalaman 10 km.

2 dari 2 halaman

Tetap Tenang dan Jangan Terpancing Isu

Gempa yang terjadi kali ini merupakan jenis shallow crustal earthquake atau gempa kerak dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan bisa dirasakan oleh masyarakat setempat di Aceh Singkil, dan Gunung Sitoli, Nias, Provinsi Sumatera Utara antara II-III skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

“Hingga pukul 00.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas aftershock (gempa bumi susulan),” katanya.

Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu provinsi memiliki intensitas gempanya yang tinggi di Indonesia, karena berada di bentangan Patahan Semangko atau Sesar Sumatera.

Yakni patahan gempa sepanjang 1.900 kilometer terbentang dari Aceh hingga Teluk Semangko di Provinsi Lampung. Aceh juga berada di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

“Kepada masyarakat kami imbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Edison.

Saksikan video pilihan berikut ini: