Susui Anaknya 7 Tahun, Ibu di Australia Dilabeli Pedofil oleh Netizen

Jakarta

Seorang ibu di Adelaide, Australia, yang muak dilabeli ‘pedofil’ oleh netizen akhirnya buka suara membela keputusannya untuk menyusui kedua putranya di luar usia yang lazim.

Poin Utama Menyusui

Poin utama:

Lisa Bridger telah mengalami perundungan daring karena pandangannya tentang menyusui. Ibu di Adelaide ini telah menyusui lima anaknya hingga usia tujuh tahun

Seorang psikolog anak mengatakan dibutuhkan lebih banyak penelitian tentang dampak pemberian ASI dalam waktu lama.

Lisa Bridger, 46, mengatakan bahwa menyusui adalah pilihan yang sehat, secara fisik dan psikologis, untuk anak laki-lakinya Chase dan Phoenix yang keduanya didiagnosa mengidap autisme. Tetapi sikapnya itu membuatnya menjadi sasaran pelecehan yang ‘menjijikkan’ dari orang-orang yang menuduhnya ‘sakit’ dan membutuhkan bantuan.

“Pesan daring (internet) dan pribadi yang saya terima menyebut saya pedofil, anak-anak saya harus diambil dari pengasuhan saya dan diberikan kepada keluarga yang akan menghormati mereka dan mencintai mereka dengan benar,” katanya.

“Saya dijuluki ‘nenek tua’, bahwa saya melakukannya hanya untuk saya, segala macam komentar buruk. Orang-orang melihatnya dan berkomentar ‘kamu pasti mengambil keuntungan dari hal itu’.”

“Ini benar-benar berbeda dari ketika mereka masih bayi dan itulah yang tampaknya tidak dilihat oleh banyak orang.”

Bridger, yang baru-baru ini mengunggah surat terbuka tentang masalah ini di situs parenting (pengasuhan), mengatakan ia telah menjadi obyek perundungan secara terus-menerus.

Ia memiliki lima anak – tiga di antaranya sudah dewasa – dan menyusui mereka masing-masing hingga di atas usia empat tahun.

Bridger mengatakan Chase yang berusia tujuh tahun saat ini sedang disapih, tetapi Phoenix yang berusia lima tahun terus disusui.

“Saya sedang mengalami menopause dan saya masih memproduksi ASI,” katanya.

“Ini tak bisa menjadi pelecehan karena bukan tindakan seksual.”

“Itu menawarkan mereka kenyamanan, itu menawarkan keamanan, memberi mereka cara untuk menenangkan diri.”

Anak laki-laki Bridger, Phoenix dan Chase, keduanya masih ingin disusui.
Anak laki-laki Bridger, Phoenix dan Chase, keduanya masih ingin disusui.

Bridger mengatakan meskipun ada stigma seputar menyusui, dan usia anak-anaknya, ia hanya melakukan sesuatu yang alami.

“Ada kalanya satu atau dua-duanya muncul dan bilang ‘kami mau susu’ (dan) saya jawab ‘Ibu sedang melakukan sesuatu, kalian harus menunggu’,” ujarnya.

“Ketika mereka mengalami kesedihan atau mereka sangat lelah … Saya mengizinkan mereka untuk mendapatkan susu yang mereka minta. Saya tak memberinya ke wajah mereka, Anda tak bisa memaksa mereka menyusu.”

“Mereka membutuhkannya, mereka menginginkannya, mereka memerlukannya, mereka memintanya. Karena saya mengikuti kemauan mereka, karena itu normal.”

Apa kata pakar?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menawarkan pedoman luas tentang menyusui tetapi tak memberikan batas atas pada usia berapa anak harus disapih.

“Bayi harus menerima makanan pendamping ASI yang berkelanjutan hingga usia dua tahun atau lebih,” tulis WHO di situs resminya.

Penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah berfokus pada manfaat nutrisi dari menyusui yang “diperpanjang”, dengan penelitian yang menunjukkan bahwa semakin lama seorang ibu menyusui semakin rendah kemungkinan ia mengalami kanker payudara.

Pakar perkembangan anak, Dr John Irvine, yang keberatan dengan praktik itu, mengatakan ada sedikit penelitian tentang dampak psikologis jangka panjang.

“Tak ada topik yang pernah saya bicarakan yang menimbulkan lebih banyak kemarahan daripada topik menyusui,” katanya.

“Ada kebutuhan untuk melihatnya secara lebih rinci karena itu semua persepsi dan prasangka.”

Menurut konsultan laktasi Pinky McKay, keberatan untuk memperpanjang periode menyusui di atas usia dua tahun tidak didasarkan pada temuan ilmiah atau penelitian medis.

Dr John Irvine mengatakan, ada kebutuhan akan penelitian lebih lanjut tentang periode menyusui yang diperpanjang.

Dr John Irvine mengatakan, ada kebutuhan akan penelitian lebih lanjut tentang periode menyusui yang diperpanjang. (Worry Woos)

“Bukannya tidak wajar untuk menyusui anak seusia ini … tetapi itu ‘tidak biasa’,” katanya.

“Usia rata-rata penyapihan di dunia adalah antara empat dan tujuh tahun.”

“Orang-orang tak melihat ini dan mereka tak mengalaminya dan mereka berpikir tentang anak 7 tahun yang mereka tahu, bukan anak Lisa (Bridger) yang berusia tujuh tahun yang telah tumbuh dengannya dan bagian dari pengasuhannya.”

McKay mengatakan ASI penuh dengan “enzim baik” dan “sangat baik untuk perkembangan otak”.

“Orang-orang melihat payudara sebagai hal seksual dan mereka tak bisa memisah-misahkan – ini adalah ibu dan anak, ini bukan tentang seks, dan ini mungkin mengapa mereka merasa sedikit tidak nyaman,” katanya.

Bisakah periode menyusui yang diperpanjang lebih umum?

Periode menyusui yang diperpanjang adalah subjek yang menghasilkan pendapat berlawanan.

Masalah ini disorot pada tahun 2012, ketika majalah TIME memicu kontroversi dengan menerbitkan gambar seorang ibu bernama Jamie Grumet yang sedang menyusui anaknya yang berusia tiga tahun.

Dr Irvine mengatakan ia khawatir bahwa pemberian ASI yang lama dapat menyebabkan anak-anak yang mendekati remaja menjadi terlalu bergantung pada orang tua mereka.

“Persepsi saya sendiri melalui bekerja di sebuah klinik selama lebih dari 30 tahun adalah bahwa kadang-kadang anak-anak mengembangkan keterikatan, ketergantungan,” katanya.

“Pertanyaan lain adalah siapa yang benar-benar mendapat manfaat dari kelanjutan ini?.”

Periode menyusui yang diperpanjang menjadi sampul majalah Time edisi tahun 2012.

Periode menyusui yang diperpanjang menjadi sampul majalah Time edisi tahun 2012. (www.time.com)

“Jika ibu mendapat manfaat karena rasanya enak untuknya, saya akan mengajukan pertanyaan kepada ibu: ‘apakah kita hadir untuk memenuhi kebutuhan anak-anak atau apakah itu tentang memenuhi kebutuhan kita sendiri dan mendahulukan itu di atas kepentingan anak yang sedang tumbuh?’.”

“Itulah persepsi pribadi saya yang sama biasnya dengan orang lain, jadi semua alasan untuk area ini agar diperhatikan.”

Bridger mengatakan keputusannya adalah tentang anak-anaknya, bukan dia pribadi.

Ia mengatakan tidak ada efek merugikan pada perkembangan anak-anaknya, dan keputusan itu bukannya dilakukan tanpa pengorbanan, karena ia harus ekstra hati-hati dengan pola makannya.

“Saya akan berharap bahwa sikap terhadap menyusui itu, berhenti sepenuhnya, berubah,” katanya.

“Laki-laki bisa melenggang dengan payudara yang lebih besar dari yang dimiliki perempuan dan tak memakai atasan, tetapi perempuan tak bisa – mereka tak bisa menunjukkan payudara untuk memberi makan seorang anak.”

“Para ibu masih dilecehkan ketika anak-anak mereka masih bayi, apalagi yang lebih tua.”

“Semakin banyak terlihat, semakin normal jadinya.”

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.


(zak/zak) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *