Berkunjung ke Masjid Agung Sheikh Zayed, Menteri Susi Pudjiastuti Kenakan Hijab Warna-warni

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kini tengah berada di Abu Dhabi. Di tengah kegiatan yang padat sebagai Menteri Kalautan dan Perikanan, ia menyempatkan diri mengunjungi salah satu masjid yang ada di Abu Dhabi.

Susi Pudjiastuti sering terlihat tomboy dan cool dengan kacamata hitam nya seperti wanita tangguh. Di balik semua itu, ternyata Susi memiliki sisi feminin. Hal itu terlihat saat ia mendatangi Masjid Agung Sheikh Zayed dengan rombongan.

Dalam unggahan di Instagram @susipudjiastuti115, ia mengenakan baju berwarna biru dengan motif garis-garis. Melengkapi penampilannya, Susi Pudjiastuti mengalungkan kerudung warna-warni dengan motif bunga. Tidak ketinggalan, ia tetap mengenakan sneakers berwarna hitam.

Di tengah jadwal kegiatan, saya menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed yang begitu indah dan megah. Masjid terindah mana yang sudah kamu kunjungi?” tulis Susi Pudjiastuti di Instagramnya @susipudjiastuti115, Selasa 12 Maret 2019.

Gaya busana Susi saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, mendapatkan pujian warganet. “Ibuuu tetep ketceh dalam setiap situasi akumah syukaaa,” tulis @nyimas_dian_gayatri.

“Mas ya allah bu susi,” tulis @nurulhusein2014.nh di kolom komentar Instagram, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti . (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memungut sampah di lingkungan pantai Pangandaran Jawa Barat. Ia pun sampaikan pesan kepada para pengunjung pantai; Apa pesannya?

Menteri Susi: RI Jadi Importir Kalau Tak Berantas Penyelundupan Lobster

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan, akan terus memerangi penyelundupan benur atau benih lobster.

Sepanjang 2019, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah membongkar 11 kasus penyelundupan benur lobster di beberapa daerah seperti NTB, Bali dan sepanjang pantai wilayah Barat Sumatera.

Dia mengungkapkan, jika penyelundupan tidak dibasmi, lobster di Indonesia bisa habis. Pada akhirnya, Indonesia tidak akan lagi menjadi penghasil, melainkan importir lobster.

Sebagai pencegahan, KKP telah mengeluarkan aturan berupa Peraturan Menteri No 56 Tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster.

“Yang bertelur tidak boleh diperjualbelikan, kecuali 15 Desember sampai dengan 15 Februari, setelah itu tidak boleh. Jadi hanya boleh yang jantan atau betina tidak bertelur,” kata dia dalam acara konfrensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Dia menuturkan, jika lobster betina apalagi dalam keadaan bertelur terus diekspor, lama-lama lobster di Indonesia bisa habis. Sebab lobster merupakan plasma nutfah yang perkembangbiakannya tidak bisa dilakukan dengan rekayasa laboratorium. Hal ini juga berlaku untuk kepiting.

“Kalau yang bertelurnya diambil terus habis. Ya kalau yang betina diambilin bertelur lagi, mau bagaimana ada tambahan kepiting? Jawa sudah habis kepiting bakau, kemudian Sumatera Barat sudah tidak ada. Sekarang kepiting bakau hanya tinggal banyak Kalimantan, Sulawesi sedikit, yang banyak mangrove nya saja, sama Indonesia timur Papua,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, di Malaysia, lobster dan kepiting dibatasi penjualannya.

“Kalau  ini terus kita keluarkan yang bertelur nanti satu hari Malaysia ekspor kepiting, kita beli dari Malaysia. Kalau terus begini,  sumber daya kita habis, kita nanti jatuhnya beli dari orang, karena di sana yang bertelur sebagian diternakin, dilepas di alam, tidak dijual , mereka juga punya aturan,” tutur dia.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Berantas Penyelundupan, Menteri Susi Tegaskan Hukum Tak Lagi Runcing ke Bawah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan, tim satuan tugas gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) berhasil menggalkan penyelundupan benih lobster‎, dengan nilai sebesar Rp 37,2 miliar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Sudjiastuti mengatakan, penggagalan penyelundupan benih lobster sebanyak 245.102 ekor di perairan Pulau Sugi, Batam Kepulauan Riau berhasil dilakukan Tim F1QR‎, setelah melakukan pengejaran penangkapan dan penyelidikan.

“Saya mengapresiasi sinergisitas dan kerjasama yang baik petugas di lapangan, sehingga berhasil menggagalkan tindakan ilegal penyelundupan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara,” kata Susi‎, di Kompleks kediaman menteri Widya Chandra, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Susi, nilai benih lobster yang ‎berhasil diselamatkan tim gabungan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, Intel Koarmada I dan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I tersebut sangat besar, bahkan dia menyebut terbesar daam sejarah.

“Ini adalah tangkapan terbesar dalam sejarah kita‎,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, benih lobster dimasukan ke dalam 44 coolbox Styrofoam dan dikemas dalam 1.320 kantong plastik. Pada 41 coolbox Styrofoam berisi 235.438 ekor benih lobster jenis pasir, tiga coolbox‎ berisi 9.664 ekor benih lobster mutiara.Benih lobster ini berasar dari Lampung Bengkulu dan pintu pengeluara dari pelabuhan Tangkahan Jambi.

Lobster ini di lihat dari bungkusnya pakai koran ada Bengkulu, Jambi, Lampung ini jadi sudah jadi pos pos lobster Belitung ada, Natuna, Jawa Timur, pengambilan benur ini dialam semua, pakai lampu itu kumpul benihnya, itu menggangu pencari ikan,” tandasya.

Naik Pesawat Menteri Susi, Sandi Kampanye di Pangandaran

Pangandaran – Calon wakil presiden Sandiaga Uno kampanye ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (08/2/2019). Sandi tiba di Bandara Nusawiru menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan milik maskapai penerbangan Susi Air sekitar pukul 13.30 WIB.

Sejak dari bandara, Sandi disambut antusias para pendukungnya dari partai koalisi, ormas, serta kelompok-kelompok relawan. Sandi kemudian menyapa seribuan massa pendukung yang telah berkumpul di Islamic Center Cijulang.

Dalam pidatonya, Sandi mengangkat isu-isu ekonomi dengan berbagai muatan kritik terhadap pemerintah. Di antaranya isu harga pangan, utang luar negeri, hingga tenaga kerja asing.

“Kalau kita bisa mengerjakan sendiri, kenapa harus ekspor tenaga kerja asing. Di bawah Prabowo-Sandi, prioritas lapangan kerja untuk anak-anak bangsa,” ujar Sandi disambut sorak hadirin.

Sandi juga menyempatkan untuk berdialog menjawab pertanyaan sejumlah hadirin. Yel-yel “Prabowo-Sandi” dan simbol-simbol acungan dua jari hadir di sepanjang kegiatan.

Dalam lawatannya, Sandi disertai mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kepada para pendukung pasangan nomor urut 2, Heryawan meyakinkan bahwa pasangan Prabowo-Sandi bisa membawa kemajuan untuk Kabupaten Pangandaran yang merupakan kabupaten bungsu di Jawa Barat.

Tampak di antara kerumunan massa barisan PKS, Gerindra, ormas FPI serta Pemuda Pancasila. Satu jam menjumpai pendukungnya, Sandi meninggalkan Pangandaran menuju Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.
(ern/ern)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mimpi Menteri Susi Bangun Museum Kapal Pencuri Ikan di Pangandaran

Bandung – Seolah ingin meninggalkan monumen atas kebijakannya memberantas illegal fishing, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana mendirikan sebuah museum di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

“Kita akan buat museum yang mengumpulkan contoh kapal yang kita tangkap di Pangandaran,” kata kata Menteri Susi seperti dilansir Antara, Rabu (27/2/2019). Ia juga menceritakan alasan membuat tayangan penenggelaman kapal illegal fishing dengan tampilan menyeramkan.

“Saya sering ditanyai oleh para milenial, Bu Susi kenapa gambar penenggelaman kapal dibikin seram tayangannya. Saya jawab, itu sengaja biar para penjarah ikan di laut kita jadi takut,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga memaparkan pencapaian kementerian yang dipimpinnya seperti keberhasilan KKP menenggelamkan 488 kapal illegal fishing. Kapal-kapal tersebut diketahui telah mencuri kekayaan hayati di laut Indonesia.

Susi pun sempat melontarkan candaan akan menenggelamkan artis, sekaligus pendiri gerakan sosial Indonesian Ocean Pride, Hamish Daud, jika tidak mau membantu para generasi milenial yang tertarik mencintai dan menjaga laut.

“Jadi Hamish kalau anak-anak SMA, mahasiswa mengajak tur untuk mencintai laut kita, harus bersedia ya. Ini janji ya, ada Pak Rektor (Unpad). Jadi, kalau Hamish tidak mau, Hamish akan ditenggelamkan,” candanya.

Pernyataan Menteri Susi yang akan menenggelamkan Hamish Daud tersebut langsung disambut tawa para mahasiswa yang hadir di Talk Show and Exhibition Festival Membumikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa.

Suami dari penyanyi Raisa itu hadir bersama Melati Wijsen, penggagas Gerakan Bye Bye Plastic Bags, pada talkshow tersebut mewakili generasi milenial yang memiki kepedulian terhadap lingkungan, khususnya lautan.

Dipandu Menteri Susi sebagai moderator, Hamish menceritakan awal mulai dirinya menggagas gerakan sosial Indonesian Ocean Pride di hadapan para mahasiwa yang memenuhi Graha Sanusi Hardjadinta Universitas Padjadjaran (Unpad).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Usai Kebakaran, Pelabuhan Muara Baru Hanya Digunakan untuk Bongkar Muat Ikan

Fokus, Jakarta – Sejumlah kapal nelayan yang terbakar di pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru, senin sore mulai ditarik dengan Kapal Antasena milik Kementerian Perikanan dan Kelautan. Bangkai kapal dibawa ke sisi barat pelabuhan atau dekat galangan perbaikan kapal.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (26/2/2019), pihak otoritas pelabuhan sementara akan memfungsikan dermaga untuk kapal yang hanya memiliki izin saja. Tata kelola pelabuhan juga akan diperbaiki, termasuk hanya membatasi 500 kapal di area kolam pelabuhan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan pelabuhan perikanan hanya digunakan untuk bongkar muat ikan.

“Saya sudah lama peringatkan tidak boleh pelabuhan ikan digunakan untuk reparasi kapal, itu tidak bisa seperti itu,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dari hasil pnyelidikan polisi, kebakaran 34 kapal di Pelabuhan Muara Baru disebabkan ledakan salah satu kapal saat berlansungnya aktivitas pengelasan. Kencangnya angin membuat kobaran api merembet ke kapal lainya yang tengah bersandar. (Rio Audhitama Sihombing) 

Susi Berang KRI Bung Tomo Dihalangi Saat akan Tangkap Kapal Vietnam

Bandung – KRI Bung Tomo (TOM)-357 menangkap empat kapal berbendera Vietnam di perairan Natuna Utara. Keempat kapal tersebut diduga menangkap ikan tanpa izin (illegal fishing).

“Keempat kapal itu diduga mencuri ikan dengan alat tangkap trawl di Landas Kontinen Laut Natuna, Indonesia, pada posisi 06 derajat 12 LU-06 derajat 25’50 BT,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Hotel Preanger, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Penangkapan dilakukan pada Minggu (24/2) sekitar pukul 07.40 WIB. Saat itu kapal TNI AL KRI TOM-357 melakukan patroli dan berhasil mengamankan empat kapal Vietnam dengan nomor lambung BV 525 TS bermuatan 1 palka, BV 9487 TS dua palka, BV 4923 TS satu palka, dan BV 525 TS bermuatan kosong.

Selain menangkap empat kapal, KRI TOM-357 juga berhasil mengusir dua kapal Vietnam Fisheries Resource Surveillance (VFRS) milik pemerintah Vietnam. Dua kapal tersebut diduga menjadi pengawal dari empat kapal pencuri ikan yang ditangkap.

Saat itu, kata Susi, kapal VFRS bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia dan melakukan manuver membahayakan terhadap KRI TOM-357 yang sedang menggiring empat kapal yang ditangkap ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut di Tanjung Pinang, Riau.
“Berdasarkan penelusuran, VFRS merupakan lembaga pemerintah di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal Vietnam,” ucapnya.

Susi Berang KRI Bung Tomo Dihalangi saat akan Tangkap Kapal VietnamKapal terbaru TNI AL, KRI Bung Tomo-357 melaksanakan uji coba sistem persenjataannya dengan meluncurkan Rudal Exocet MM-40 Blok II di Laut Jawa beberapa waktu lalu (Foto: pool)

Menurut Susi, VFRS tercatat memiliki 100 kapal pada 2013 yang berfungsi mengontrol kegiatan perikanan dan menangkap kapal ikan asing yang masuk perairan Vietnam.

“Namun mereka (kayaknya) punya tugas tambahan mengawal kapal untuk curi ikan,” kata Susi.

Untuk itu, Susi, yang juga Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal, dengan tegas mengecam tindakan kapal VFRS yang berupaya merintangi proses penangkapan empat kapal Vietnam oleh KRI TOM-357. Menurutnya, perbuatan itu tidak bisa ditoleransi.

Pasalnya, tambah dia, Vietnam sebagai state party dari convention on the internasional for preventing collision at sea 1972 (COLREGS 1972) melanggar Rule 8 COLREGS 1972 yaitu Action to Avoid Collison. Kemudian perbuatan memotong laju KRI TOM-357 menimbulkan risiko keselamatan dari awak kapal patroli KRI TOM-357 yang sedang melaksanakan tugas berdasarkan pasal 73 UNCLOS dan Pasal 66C UU Nomor 31/2004.

“Perbuatan VFRS Kiem Ngu 2142124 dan 214263 merupakan bentuk obstruction of justice (merintangi proses hukum) karena menghalangi KRI TOM-357 yang sedang melaksanakan tugas,” ujarnya.
(bbn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cara Bersahaja Sahroni Nasdem Bangun Optimisme Warga

Liputan6.com, Jakarta – Kebahagian tak selalu harus bersinggungan dengan limpahan materi yang kita peroleh. Kesederhanaan yang memberi manfaat bagi orang banyak justru kerap kali menjadi sumber dari kebahagiaan itu sendiri.

Hal ini tergambar dari temu warga yang dilakukan Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni dengan masyarakat Ex Komplex Gaya Motor Rw 08 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (24/2).

Kegiatan yang sedianya menjadi ajang senam pagi bersama warga itu justru diwarnai ‘jarah warung’ khususnya oleh ibu dan anak-anak. Penjarahan dalam konteks ini tentu bukan dalam makna yang harafiah, mengambil paksa milik orang lain, melainkan aksi borong jajanan warung sebagai pelepas dahaga sehabis menguras keringat.

Situasi ini bermula ketika Sahroni yang berada di atas panggung menyaksikan warga tampak lelah mengikuti intruktur senam. Segera saja politisi muda Partai NasDem itu turun dari panggung menuju sebuah warung.

Tanpa diduga Sahroni membuka box pendingin warung tersebut, mengeluarkan berbagai minuman dan membagi-bagikannya kepada warga.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak yang haus dan kelelahan silakan kemari ambil minumannya,” seru Sahroni.

Sontak warga berhamburan mengerumuni Sahroni. Tak ketinggalan anak-anak memanfaatkan kesempatan memborong jajanan kecil. Keceriaan tampak menghiasi wajah-wajah mereka.

“Kapan lagi dijajanin Anggota DPR,” celetuk seorang ibu mengumbar tawa.

Aminah si pemilik warung yang awalnya tampak bingung dengan aksi Sahroni pada akhirnya sadar bahwa ia sedang dijatuhi durian runtuh, dagangannya laku keras karena kehadiran sang wakil rakyat.

Satu warung tampaknya belum cukup melepas dahaga warga. Segera saja Sahroni melakukan aksi sama di warung lain yang diketahui milik Ibu Eliana Susi. Ia melayani warga seolah dirinyalah si pemilik warung. Dengan sabar dan senyum ia melayani warga yang memberinya kepercayaan menjadi Anggota DPR pada Pileg 2014 lalu.

“Jarang ada Anggota DPR yang merakyatnya seperti Pak Sahroni. Saya ketiban rezeki,” ujar Eli.

2 dari 2 halaman

Doakan Tetap Amanah

Spontanitas serupa memang sering mewarnai masa-masa reses Sahroni saat menyambangi warganya. Karakter rendah hati dan penderma yang hidup dalam diri Sahroni menjadi daya tarik bagi warga yang bahkan baru mengenalnya.

“Doakan saya tetap amanah sebagai wakil rakyat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Sahroni.

Pemandangan menyentuh yang menggambarkan nurani sosok Sahroni kembali terlihat di Kebon Jahe RT 05/14, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat di hari yang sama.

Di tengah acara senam sore bersama warga Sahroni tiba-tiba keluar dari kerumunan, berjalan sendiri menuju sebuah gubuk tak layak huni yang berada di pinggir Kali Kebonjahe. Gubuk itu hanya beratapkan kain terpal bekas tanpa dinding dan beralaskan tanah.

Sahroni tampak berbincang-bincang dengan seorang kakek yang menyambung hidupnya dengan bercocok tanam di sebidang tanah kecil di pinggir kali. Sejurus kemudian ia kembali ke kerumunan dan memerintahkan timnya agar membangun hunian yang layak bagi sang kakek.

“Besok bawa tim. Benerin rumah kakek itu,” tukas Sahroni

Ia kemudian berlalu, meninggalkan harapan di dalam diri warga bahwa sesungguhnya masih ada Anggota DPR yang membuktikan diri melayani masyarakatnya dengan tindakan. Ekspresi wajah warga merepresentasikan suasana hati mereka. Begitulah keceriaan dan kebahagian terkadang lahir dari sebuah kesederhanaan.

Selain Jokowi dan Fadli, Ternyata Ada yang Lain Incognito ke Tambak Lorok

Semarang – Selain Presiden Joko Widodo dan Fadli Zon, ternyata ada beberapa pejabat yang pernah melakukan perjalanan tanpa rombongan ke kampung nelayan Tambak Lorok Semarang. Nelayan setempat menyebut kampung itu memang sering dikunjungi apalagi menjelang Pemilu.

Salah seorang nelayan di Tambak Lorok, Sudarso (59) mengatakan Pemilu kali ini memang calon legislatif yang datang tidak sebanyak periode sebelumnya. Namun ia mengakui kampungnya sering jadi sasaran kunjungan politik.

“Ya kalau mau pemilu banyak yang berkunjung. Tapi tahun ini lebih sedikit,” kata Sudarso sembari menjahit jaringnya di dermaga Tambak Lorok.

Soal kunjungan, memang ada beberapa yang datang sendirian walau tidak hanya untuk kepentingan politik. Ia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang melihat kondisi nelayan, memberikan bantuan, dan melihat proyek kampung bahari di sana.
“Saya ingat yang datang sendirian, Pak Wiranto sekitar tahun 2014, Pak Hidayat Nurwahid dulu pas pertama ada PKS. Terus Bu Susi 2 bulanan lalu, Desember berarti. Bu Susi itu kan bantuin kita, nelayan,” ujar Sudarso.

Suasana politik memang cukup terasa di kampung Tambak Lorok karena banyaknya bendera partai terpasang di dermaga dan di atas perahu.

Nelayan lainnya, Munaim (43) bahkan sempat ditanya Fadli Zon soal bendera partai di dermaga ketika Waketum Gerindra itu incognito bersama 4 orang di Tambak Lorok hari Rabu (20/2) kemarin.

“Dia bilang, banyak bendera partainya ya,” ujar Munaim menirukan Fadli.

Saat itu ditanya Fadli soal bendera, Munaim menceritakan Jokowi pernah datang malam-malam sendirian hanya ditemani sopir. Munaim tidak mengutarakan jelas bagaimana tanggapan Fadli Zon.

“Saya bilang Pak Jokowi datang sendirian malam-malam. Ya agak gimana gitu,” ujarnya.

Untuk diketahui, perjalanan incognito Jokowi pada 2 Februari 2019 lalu terungkap saat debat Capres hari Minggu (17/2) lalu. Para nelayan membenarkan Jokowi datang sekitar pukul 23.00 WIB hanya dengan sopir yang menunggu di mobil.

“Ada teman saya yang gemetar sampai pingsan saking tidak percayanya dikunjungi presiden malam-malam,” lanjut Sudarso sembari tertawa.

Setelah kunjungan itu ramai diperbincangkan, giliran Fadli Zon datang ke Tambak Lorok lewat jalan yang dilalui Jokowi dan juga berhenti di dekat perahu yang sama. Kunjungannya itu ia posting di akun Twitter dilengkapi dengan dua foto.

“Incognito ke Tambak Lorok, Semarang, siang ini. Memang bukan tengah malam. Ngobrol dg nelayan,” tulis Fadli.
(alg/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang keluarga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sepertinya belum banyak yang tahu kalau ia sangat dekat dengan putranya, Alvy Xavier.

Baru-baru ini kedekatan Susi dengan sang putra terungkap saat ia memberi ucapan selamat ulang tahun pada Alvy. Susi mengunggah foto dirinya dengan Alvy di media sosial. Dari foto tersebut diketahui saat itu Susi dan keluarga mengunjungi destinasi wisata Aspen Mountain. 

Alvy Xavier merupakan putra dari pernikahan Susi dan seorang pilot asal Jerman bernama Christian von Strombeck. Berita lainnya yang banyak diminati adalah tentang penampakan super snow moon.

Fenomena bulan penuh paling terang sepanjang tahun ini sudah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada 19 Februari 2019. Penggunaan kata snow yang biasa dipakai untuk mendeskripsikan bulan penuh di bulan Februari dilatar belakangi kondisi di bagian utara Bumi.

Di mana biasanya salju paling deras akan turun di bulan kedua dalam hitungan kalender masehi tersebut. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah tentang desainer legendaris Karl Lagerfeld yang baru saja meninggal dunia pada 19 Februari 2019.

Pria yang meninggal dunia di usia 85 tahun ini membesarka rumah mode Chanel sejak 1983. Sepeninggal Karl, banyak pertanyaan yang mencuat terkait siapa yang akan menggantikan posisinya di Chanel.

Rumah mode asal Prancis itu ternyata mengumumkan Virginie Viard, tangan kanan Karl didaulat menduduki posisi creative operations untuk Chanel. Dengan begitu warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld akan tetap hidup.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi ucapan manis di hari ulang tahun putranya, Alvy Xavier. Momen ini tampak dari sebuah potret yang diunggahnya melalui akun Instagram pribadi pada Selasa, 18 Februari 2019.

“Happy birthday dearest Alvy from a very proud mother, even distance doesn’t stop family being there for one another (Selamat ulang tahun Alvy tersayang dari ibu yang sangat bangga, bahkan jarak tak menghentikan keluarga yang selalu ada untuk satu sama lain),” tulis Susi Pudjiastuti.

Selanjutnya…

Deretan Penampakan Super Snow Moon di Berbagai Belahan Bumi

Bulan penuh paling terang sepanjang tahun, Super Snow Moon, telah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada Selasa malam, 19 Februari 2019. Kehadirannya, seperti dilansir dari CNN, Rabu (20/2/2019), membuat langit berada di paras paling terang sepanjang tahun.

Almanac menjelaskan, seperti dikutip dari People, Rabu (20/2/2019), fenomena ini terjadi karena orbit bulan berada d posisi paling dekat dengan Bumi, sehingga penampakannya terlihat lebih terang, juga lebih besar.

Selanjutya…

5 Fakta tentang Virginie Viard, Pengganti Posisi Karl Lagerfeld di Chanel

Industri fashion dunia tengah diselimuti awan duka. Ikon fashion legendaris merek fesyen Chanel, Karl Lagerfeld mengembuskan napas terakhir dalam usia 85 tahun di Paris Hospital, Prancis, pada Selasa, 19 Februari 2019.

Karl Lagerfeld telah membesarkan Chanel sejak 1983 hingga menutup usia. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam baik bagi keluarga, teman-teman, para pelaku dunia fesyen hingga selebritas dunia. Karya-karya pria asal Jerman tersebut akan menjadi bagian dari sejarah mode dunia.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini: