Survei: Jumlah Anak Muda Bunuh Diri di Jepang Tertinggi dalam 30 Tahun

Dewan Pakar Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) Indonesia Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu menyebut, kecenderungan untuk mati muda dengan bunuh diri mulai terlihat di Indonesia. Penyebabnya pun sepele, dari nilai yang sekolah yang jeblok hingga stres karena diputus cinta.

Noriyu pun membeber sejumlah contoh yang sudah terjadi. Di 2017, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Manado bunuh diri karena tidak bisa meraih nilai tertinggi.

“Belum lama ini seorang siswa SMP nekat bunuh diri terjun dari apartemennya di Jakarta Selatan, karena takut menghadapi ujian bahasa Mandarin,” ujar Noriyu di acara dialog Mengenali Kesehatan Jiwa Pada Remaja dan Penanganannya di Universitas Paramadina Jakarta, Rabu 10 Oktobe 2018.

Alumni Harvard Medical School ini menyatakan, bunuh diri sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri hidup tidak membahagiakan. Dan kini, hal tersebut mulai umum dilakukan remaja.

Anggota DPR ini menyebutkan problema emosional justru paling banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan mengalami problema emosional empat kali lipat dibandingkan laki-laki.

Sedangkan sekolah umum kecenderungannya memiliki risiko problema emosional tiga kali lipat daripada sekolah kejuruan.

“Sakit jiwa yang sudah akut ini umumnya akan diselesaikan dengan tindakan bunuh diri,” ungkapnya.

Data WHO memperkirakan angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia cukup variatif dari 840 di 2013, angkanya naik menjadi 5.000 di 2010 dan meningkat jadi 10.000 kasus di 2012.

“Jumlah tersebut yang terdata, sedangkan yang tidak terdata diduga seperti efek gunung es,” ujar Noriyu.

Dari data WHO juga, sambung dia, sebanyak 75% kasus bunuh diri di dunia terjadi di negara-negara yang berpendapatan ekonomi rendah dan menengah. Namun di negara maju seperti Amerika Serikat pun kasus bunuh diri marak dijumpai.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menyebut setiap tahunnya 10.000 orang Amerika Serikat meninggal akibat bunuh diri.

Bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar ketiga bagi anak-anak muda yang berusia antara 10 hingga 24 tahun di sana. Kurang lebih ada sekitar 4.600 anak muda yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya.

“Selain bunuh diri, remaja juga memilih narkoba sebagai pelarian dari segala bentuk tekanan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *