Debat Capres Cawapres Pengaruhi Suara Pemilih? Ini Kata Mahfud MD

Liputan6.com, Surabaya – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi kedua calon presiden (capres) jelang debat perdana yang mengusung tema Hukum, HAM, Terorisme, dan Korupsi yang akan dilaksanakan pada Kamis 17 Januari 2019.

Menurut Mahfud, debat itu sudah dipersiapkan dengan baik oleh kedua kubu oleh sebab itu hasilnya dipastikan memuaskan. Kemudian, tinggal masyarakat yang memilih dengan aspirasi masing-masing capres.

“Masyarakat harus mencermati strategi apa yang akan dipilih oleh calon presiden untuk memberantas korupsi. Karena kalau semua capres pasti ingin memberantas korupsi, tapi kita lihat strategi dan track record masing-masing calon,” tutur Mahfud usai memaparkan Gerakan Suluh Kebangsaan di Surabaya, Selasa (15/1/2019) malam.

“Karena dari track record masing-masing capres ini akan bisa diketahui siapa yang bisa bersungguh-sungguh dan siapa yang tidak, siapa yang mampu dan siapa yang tidak. Perangkat politiknya mendukung atau tidak, itu bisa dihitung sendiri-sendiri,” kata Mahfud.

Saat disinggung menganai pengaruh debat bagi masyarakat, Mahfud MD menjawab bahwa debat perdana itu pasti mempengaruhi masyarakat mestipun tidak banyak. Mahfud juga menilai bahwa hampir lebih dari separuh masyarakat di Indonesia sekarang ini sudah menentukan pilihannya sendiri-sendiri.

“Saya kira debat itu nanti juga akan mempengaruhi oleh sebab itu kedua calon itu tentu sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan sadar tentang pengaruhnya terhadap masyarakat,” ucap Mahfud.

“Tapi masyarakat juga harus kritis, mencermati sebaik-baiknya apa yang dijanjikan di dalam debat itu, dalam memberantas korupsi dan menyelesaikan kasus – kasus pelanggaran HAM di masa lalu dan terorisme juga,” ujar Mahfud.

2 dari 3 halaman

Rapor Jokowi-Prabowo

Saat ditanya mengenai rapot masing-masing calon presiden, Mahfud menyampaikan bahwa rapornya baik semua karena menurut ukuran konstitusi keduanya sudah memenuhi syarat berarti sudah bagus semuanya. “Tinggal yang lebih bagus yang mana itu nanti dulu saja biar masyarakat yang menilai,” kata Mahfud.

Ditanya menganai kisi-kisi yang sudah diberikan kepada masing-masing calon presiden, Mahfud mengatakan itu tidak masalah. Menurutnya, kisi-kisi tersebut diberikan atau tidak diberikan itu sama saja. Karena semua calon presiden sudah menyiapkan itu semua.

“Kita kalau mau ujian saja ada kurikulumnya, ada silabusnya, misalnya belajar sistem pemerintahan Indonesia, maka kalau di semester dua akan ada silabusnya,” ujar Mahfud.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ramalan Musibah dari Kematian Arapaima di Batam

Batam – Kematian seekor ikan arapaima membuat kesedihan mendalam bagi Netty Herawati, Konservator Hutan dan Pengelola Kawasan Mata Kucing beserta petugas kawasan lainnya. Ikan arwana jenis arapaima gigas yang keempat mati terapung di kolam ikan kawasan hutan wisata itu pekan lalu.

Paima panggilannya, ikan endemik sungai Amazon berbobot kurang lebih 160 kilogram, berumur sekitar 15-20 tahun itu ditemukan oleh salah satu karyawannya yang sedang membersihkan kolam.

Kesedihan jelas terlihat dari wajah Netty ketika Batamnews.co.id mendatangi lokasi.

“Tiap hari saya berteman dengan mereka, tiap hari saya bertemu dengan mereka. Bagaimana saya enggak sedih. Tapi saya percaya pasti Tuhan punya rencana lain,” ucap Netty dengan suara parau habis menangis.

Netty melanjutkan, Paima sudah dirawatnya sejak ikan itu masih sepanjang 40 sentimeter. Ikan arapaima itu sudah sangat jinak dengannya beserta karyawan lain.

“Kami biasanya manggil Paima cukup dengan menyentak-nyentakkan kaki, dia langsung datang,” ujar Netty.

Netty sangat terpukul dengan kejadian ini, Paima sudah seperti keluarga bagi dia. Bahkan dulu, Paima sempat disuruh dibunuh oleh Dirjen Perikanan, sesuai arahan Menteri Perikanan dan Kelautan karena dianggap hama. “Tapi saya enggak mau, saya menolak,” kata Netty.

Sebelum Paima ditemukan mati, Netty bercerita dia sempat sakit terlebih dahulu. “Saya memang begitu, kalau ada hewan peliharaan saya yang mau mati, saya pasti sakit dulu. Kemarin itu saya sakit, tidur saja seharian di kamar,” kata Netty.

Tidak hanya Netty, salah seorang karyawannya pun merasa sangat terpukul dengan kematian Paima. “Saya dapat kabar pagi, padahal saya lagi libur. Saya langsung ke sini,” ucap Suci Triana Sitepu.

Lanjut Suci, Paima itu adalah ikan yang sangat baik. Walaupun hidupnya berdampingan dengan ikan lainnya, Paima tidak pernah memakan ikan lainnya itu.

“Bahkan kalau kita lagi ngasih makan ikan yang lain, dia itu mundur, mengalah. Dia enggak mau ganggu yang lain,” ungkap Suci.

Saking sayangnya mereka dengan ikan arapaima ini, Paima pun dimakamkan layaknya manusia, dimandikan, dikafani, dan dikuburkan serta didoakan.


Baca berita menarik lainnya dari Batamnews.co.id

2 dari 2 halaman

Mitos Kematian Arapaima

Kematian Paima, ikan arapaima gigas membuat Netty sedih. Ada uniknya, kematian ikan raksasa ini punya mitos tersendiri dalam kehidupannya. Apabila ikan ini ada yang mati, maka akan terjadi suatu peristiwa besar di daerah tempat ikan itu mati.

“Biasanya kalau ada kejadian seperti ini, bakalan ada kejadian besar di Batam,” ungkap Netty kepada Batamnews.co.id, pekan lalu.

Hal itu pernah dialaminya waktu ikan Araipama Gigas miliknya, dulu yang pernah dimilikinya juga mati beberapa tahun lalu.

Kejadian yang menggemparkan kala itu adalah mantan Gubernur Kepulauan Riau tahun 2004-2005 masuk penjara karena tersandung kasus korupsi. “Itu enggak lama waktu ikan yang kedua mati,” seloroh Netty.

Namun apa pun mitos yang dikait-kaitkan, tentunya Tuhan yang punya kuasa dan kehendak terkait dunia ini.

Netty tampak belum bangkit dari kehilangan hewan kesayangan yang unik dan langka yang biasa menghiasi kolam di hutan wisata mata kucing.


Simak video pilihan berikut ini:

Marak Berita Hoaks untuk Pecah Belah, Mahfud MD Dirikan Gerakan Suluh Kebangsaan

Liputan6.com, Surabaya – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bersama sejumlah tokoh yaitu Alissa Wahid, Beny Susetyo dan Budi Kuncoro mendirikan Gerakan Suluh Kebangsaan.

Gagasan pendirian Gerakan Suluh Kebangsaan ini pun mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh yaitu Buya Syafii Maarif, KH Mustofa Bisri, Habib Luthfi, Shinta Nuriyah Wahid, Sri Sultan HB X, Franz Magnis Suseno, Garin Nugroho hingga tokoh muda seperti Innayah Wahid, Ari Kriting dan Savic Ali.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menuturkan, lahirnya gerakan tersebut karena adanya keprihatinan dalam memandang kondisi Indonesia belakangan ini. Menurut Mahfud belakangan ini banyak berita hoaks dan upaya pemecah belah bangsa yang terjadi.

“Polarisasi semakin tajam. Celakanya lagi ini disemarakkan dengan berita hoaks. Berita bohong yang dikapitalisasi sedemikian rupa. Berita hoaks juga diorganisir tampaknya,” tutur Mahfud di Surabaya, Selasa (15/1/2019) malam.

Mahfud MD mengungkapkan bahwa Gerakan Suluh Kebangsaan ini berusaha untuk menyebarkan optimisme di Indonesia. Selain itu Mahfud juga menyebut jika gerakan yang dipimpinnya ini berusaha menyebarkan keberagaman di Indonesia.

Anggota Dewan Penasihat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengungkapkan, bahwa keberagaman adalah sebuah kekuatan bangsa Indonesia. Mahfud menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia tidak untuk dipertentangkan.

“Perbedaan harus dirawat. Tidak usah dipertentangkan. Kalau dirawat keberbedaan itu menjadi padu dan saling menguatkan,” ucap Guru Besar UII ini.

2 dari 3 halaman

Fenomena Nurhadi Aldo

Saat ditanya mengenai fenomena munculnya Calon Presiden (Capres) nomor urut 10, Nurhadi Aldo, sang kreator yang menginginkan adanya kertas kosong pada kontestasi Pilpres, Mahfud menjawab bahwa secara konstitusional itu pasti tidak bisa dan itu hanya guyonan-guyonan saja.

“Tapi saya baca juga di media, karena itu ditafsirkan untuk mengajak orang golput, maka itu tidak boleh. Dan sang kreator sudah meminta maaf,” ujar Mahfud.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tangkal Perpecahan, Mahfud MD Gagas Gerakan Suluh Kebangsaan

Surabaya – Situasi nasional menjelang pemilu 17 April 2019 semakin memanas. Berangkat dari hal itu, beberapa tokoh nasional yang dimotori Mahfud MD kemudian mencetuskan Gerakan Suluh Kebangsaan. Dari gerakan ini, ia menyerukan agar masyarakat memaknai pemilu sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan sebaliknya.

“Gerakan ini berangkat dari keprihatinan melihat perkembangan kebangsaan kita menjelang pesta politik tahun 2019 apa keprihatinan itu. Pemilu itu kan pesta kalau pesta Harusnya kan menyenangkan tidak ada pesta itu susah tidak ada namanya pesta itu berantem bertengkar,” kata Mahfud saat berbincang-bincang dengan puluhan awak media di Surabaya, Selasa (15/1/2019).

Mahfud melanjutkan, jika pemilu dimulai dengan pertengkaran maka kemungkinan besar akan juga menghasilkan yang tidak baik. Karena sejatinya pemilu itu memilih pemimpin.

“Silakan mencari pemimpin bersama, silakan dicari calon yang terbaik. Tapi setelah pemilu selesai maka pemimpin itu akan menjadi pemimpin bersama. Pemilu itu hanya 5 tahun sekali. Sedangkan kita bersaudara untuk selamanya,” ujarnya.

Gerakan Suluh Kebangsaan yang dimotori Mahfud MD dan tokoh-tokoh nasional akan mengadakan jelajah kebangsaan. Jelajah itu meliputi hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia.

“Rombongan kami akan mengunjungi kota-kota besar. Yogyakarta sudah, Jakarta sudah dan besok Surabaya. Sesudah itu akan ke Medan, Makassar Pekanbaru dan sebagainya untuk berkeliling menyampaikan seruan-seruan di setiap kota,” kata Mahfud.

“Topiknya akan berbeda-beda dari kota ke kota. Kita akan lebih menyapa masyarakat ke bawah di setiap kota yang disinggahi,” lanjutnya.

Sedangkan untuk di Pulau Jawa, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengadakan Jelajah Kebangsaan pada tanggal 23 sampai 29 Januari 2019. Acara perjalanan itu akan dilakukan dengan naik kereta api dari Merak sampai Banyuwangi.

“Di stasiun-stasiun tertentu kita akan turun bertemu dengan rakyat dan mendatangkan tokoh-tokoh lokal misalnya kami berangkat dari Merak siapa di situ tokoh lokalnya lalu kita bertemu dan diskusi dalam suasana kebersamaan,” beber mantan Ketua MK itu.
(rvk/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Piala Indonesia 2018 sudah memasuki Babak 32 Besar. Partai Persebaya Surabaya vs Persinga Ngawi akan menjadi salah satu pertandingan yang dipertandingkan.

Persinga Ngawi akan menjadi tuan rumah pada leg pertama. Laga tersebut akan dipertandingkan di Stadion Ketonggo, 22 Januari 2019.

Selain laga tersebut, ada 16 pertandingan leg pertama lainnya yang dimainkan selama periode 22 hingga 29 Januari. Laga Madura United versus Cilegon United di Stadion Ratu Pamelingan, Selasa (29/1) akan menjadi laga terakhir leg pertama.

Babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 menggunakan format kandang dan tandang. Pengundian babak ini sudah dilakukan PSSI pada Selasa (8/1) di Jakarta.

Babak final Piala Indonesia direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 mendatang. Juara dari turnamen ini nantinya dapat bermain di ajang bergengsi Asia tingkat klub yakni Piala AFC 2020.

Berikut Jadwal Selengkapnya Babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 seperti dilansir situs resmi PSSI.

2 dari 3 halaman

Leg Pertama 22- 29 Januari 2019

22 Januari

Persinga Ngawi vs Persebaya Surabaya, Stadion Ketonggo Ngawi. Kick Off 15.00

Sriwijaya FC vs Keluarga USU Medan, Stadion Gelora Jakabaring, Palembang. Kick off 19.00


23 Januari

Persija Jakarta vs Kepri 757 Jaya FC, Stadion Patriot. Kick Off 15.00

Barito Putera vs PSS Sleman, Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kick Off 19.00


24 Januari

PSBL Langsa vs Bhayangkara FC, Stadion Langsa, Kick Off 15.00

Blitar United vs Bali United, Stadion Gelora Soeprijadi, Kick off 19.00


25 Januari

Semen Padang vs PS Tira, Stadion H Agus Salim, Kick off 15.00

Persela vs Persik, Stadion Surajaya Lamongan, Kick 19.00


26 Januari

Arema FC vs Persita, Stadion Kanjuruhan Malang, Kick Off 15.00

Kalteng Putra vs PSM Makassar, Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Kick off 19.00


27 Januari

Perseru vs Mitra Kukar, Stadion Marora Serui, Kick Off 15.00

Persiwa vs Persib Bandung, Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Kick off 19.00


28 Januari

Persidago vs Persipura, Stadion 23 Mei Gorontalo, Kick Off 15.00

Persibat vs PSIS, Stadion Moch Sarengat Batang, Kick Off 19.00


29 Januari:

PS Mojokerto Putera vs Borneo FC, Stadion Gadjahmada Mojosari, Kick Off 15.00

Madura United vs Cilegon United, Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan Kick Off 19.00

3 dari 3 halaman

Leg Kedua, 30 Januari- 6 Februari 2019

30 Januari

Keluarga USU Medan vs Sriwijaya FC, Stadion Mini USU Medan, Kick off 15.00

Persebaya vs Persinga, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kick off 19.00


31 Januari

Kepri 757 Jaya FC vs Persija Jakarta, Stadion Citra Mas Batam, Kick Off 15.00

PSS Sleman vs Barito Putera, Stadion Maguwoharjo Sleman, Kick Off 19.00


1 Februari

Bhayangkara FC vs PSBL Langsa, Stadion PTIK, Kick Off 15.00

Bali United vs Blitar United, Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Kick Off 19.00


2 Februari

Persik Kendal vs Persela Lamongan, Stadion Utama Kendal, Kick Off 15.00

PS Tira vs Semen Padang, Stadion Pakansari Cibinong, Kick Off 19.00


3 Februari

PSM Makassar vs Kalteng Putra FC, Stadion Andi Matalatta Makassar, Kick Off 15.00

Persita Tangerang vs Arema FC, Stadion Benteng Taruna Tangerang, Kick Off 19.00


4 Februari

Persib Bandung vs Persiwa, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kick Off 15.00

Mitra Kukar vs Perseru Serui, Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kick Off 19.00


5 Februari

Persipura vs Persidago Gorontalo, Stadion Mandala Jayapura, Kick Off 15.00

PSIS Semarang vs Persibat Batang, Stadion M Soebroto Magelang, Kick Off 19.00


6 Februari

Cilegon United vs Madura United, Stadion Krakatau Steel Cilegon, Kick Off 15.00

Borneo FC vs PS Mojokerto Putera, Stadion Segiri Samarinda, Kick Off 19.00

Gomes de Oliveira Resmi Latih Kalteng Putra

Liputan6.com, Palangka Raya – Selasa (15/1/2019), tim promosi Liga 1, Kalteng Putra membuat kejutan. Mereka resmi menunjuk Gomes de Oliveira sebagai nakhoda baru.

Melalui akun Insragram resminya, Kalteng Putra meresmikan pelatih berkebangsaan Brasil tersebut. Mereka memilih Gomes de Oliveira karena sudah berpengalaman.

“Setelah memperhatikan, mengingat dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak akhirnya CEO Kalteng Putra, H. Agustiar Sabran mantap menetapkan dan memilih Coach Gomes De Oliveira sebagai juru taktik Kalteng Putra untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2019,” bunyi pernyataan resmi Kalteng Putra.

“Ini merupakan langkah awal membangun sepak bola yang bermartabat, modern dan sebagai perekat persaudaraan khususnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah dan umumnya masyarakat Indonesia.”

Pelatih berusia 56 tahun tersebut bukanlah wajah baru di sepak bola Indonesia. Sebelum melatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira melatih Madura United, Persela Lamongan, Persiwa Wamena, dan Perseru Serui.

2 dari 2 halaman

Statistik Gomes

Berikut statistik Gomes de Oliveira saat melatih tim Indonesia:

2008–2010 Persebaya U-212

009–2010 Persebaya Surabaya (assistant coach)

2010–2011 Perseru Serui

2011–2012 Persiwa Wamena

2013 Persela Lamongan

2013 Persiram Raja Ampat

2016–2018 Madura United

Saksikan video pilihan berikut ini:

Habis Kesabaran, Persebaya Tak Lagi Buru Osvaldo Haay

Liputan6.com, Jakarta Persebaya Surabaya memutuskan tak lagi memburu pemain asal Papua, Osvaldo Ardiles Haay. Penyebabnya, karena negosiasi yang tak kunjung mencapai kesepakatan.

Menurut pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman, sebenarnya manajemen sudah berupaya keras untuk mempertahankan Osvaldo Haay. Tetapi, batas kesabaran para pengurus nampaknya sudah habis.

“Kelihatannya walaupun Osvaldo belum kemana-mana tapi kita sudah tidak mengejar dia lagi,” kata Djanur usai latihan di Lapangan Mapolda Jawa Timur.

“Karena manajemen barangkali sudah capek mengejar dia,” mantan juru taktik Persib Bandung ini menambahkan.

2 dari 2 halaman

Cari Pengganti

Namun setelah dipastikan tak mempertahankan Osvaldo, tim pelatih dan manajemen Persebaya langsung bergerak cepat untuk mencari pengganti. Bahkan ada beberapa pemain yang sudah didekati.

“Mudah-mudahan yang hari ini kita proses mudah-mudahan datang dan kita coba ditrial,” harapnya.


Tetapi pelatih asal Majalengka ini tidak mau membeber ciri-ciri pemain yang akan didatangkan. Sebab ia khawatir ketika sudah dibeberkan identitasnya, pemain yang dimaksud tidak jadi bergabung.

“Gak lah, saya kalau nyebut clue suka gak jadi. Nanti aja kalau sudah datang ke sini,” tandasnya.

Sumber: bola.net

Vanessa Angel dan Fakta Baru yang Bisa Menyeretnya jadi Tersangka

Surabaya – Untuk pertama kalinya, Vanessa Angel kembali mendatangi Polda Jatim usai tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online beberapa waktu lalu.

Vanessa tiba di Polda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (14/1/2019) bersama kuasa hukum dan manajernya. Ia langsung menuju Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Saat tiba, Vanessa tak banyak bicara. Namun menurut keterangan polisi, wanita berusia 27 tahun itu tengah memenuhi wajib lapor dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya (wajib lapor), diperiksa juga,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Wajib Lapor, Vanessa Angel Kembali Datangi Polda Jatim

Setelah kurang lebih 9 jam berlalu, pemeriksaan lanjutan terhadap Vanessa akhirnya selesai digelar. Ia terpantau keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Namun di sela pemeriksaan, Vanessa sempat keluar ruangan dan menuju bank untuk meminta rekening korannya.

Usai diperiksa, hanya senyum tipis yang menemani Vanessa. Kepada awak media, Vanessa mengaku menyerahkan seluruhnya pada penyidik dan kuasa hukumnya.

“Tadi saya udah diperiksa, selebihnya saya serahkan ke penyidik, dan selebihnya menyerahkan ke kuasa hukum saya,” ujar Vanessa.

Dari hasil pemeriksaan, status Vanessa yang semula masih saksi korban bisa saja dinaikkan menjadi tersangka. Polisi beralasan ada beberapa unsur yang dianggap dapat memberatkan Vanessa nantinya.

“Potensi yang memberatkan bakal menjadi tersangka bahwa kegiatan ini melibatkan yang bersangkutan secara aktif, mengupload foto dan gambarnya secara aktif, melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan, yang ketiga yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak kali,” ungkap Barung.

Ditambahkan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, hal ini juga diperkuat dengan hasil pantauan polisi terhadap rekening pribadi Vanessa.

“Yang jelas kami memandang bahwa dari transaksi keuangan yang sedang kita dalami dan keterlibatan dari aksi bisnis prostitusi online ini bahwa VA cukup terlibat, berperan dalam peristiwa ini, dan ini yang akan kami kuatkan dan dalami,” papar Yusep.

Kendati demikian, status Vanessa itu baru dapat ditetapkan setelah gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (15/1).

“Mungkin besok lah, besok kita tunggu hasil dari kita gelar dulu,” katanya.

Sedangkan terkait 6 artis yang diduga kuat keterlibatannya dalam jaringan prostitusi ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku baru dua artis yang menerima surat pemanggilan dari polisi.

Yusep mengungkapkan dua artis yang dimaksud adalah yang berinisial RF dan FG. Mereka dijadwalkan akan hadir pada hari Kamis (17/1) nanti.

“Yang sudah konfirmasi soal pemanggilan 6 artis adalah inisial RF dan FG. Keluarganya menyampaikan akan hadir hari Kamis dan bahkan akan mengantarkan langsung sampai Polda Jatim,” ungkap Yusep.

Namun untuk artis-artis yang belum menerima surat pemanggilan polisi, polisi telah bekerjasama dengan pihak manajemen artis yang bersangkutan. Hal ini untuk mengantisipasi bilamana artis tersebut akan berpindah manajemen atau melarikan diri.

“Kita akan terus, akan komunikasi dengan pihak manajernya. Mungkin pihak manajemennya dengan berusaha mencari mungkin alamatnya, mereka belum berpindah,” paparnya.
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Penyelamatan Bocah Sakit Anus oleh Pemadam Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Konawe Selatan – Tidak ada manusia yang ingin dilahirkan tidak sempurna. Ketika penyakit dianggap cobaan dan telah lelah berjuang, kebanyakan orang hanya bisa pasrah.

Khairul Azzam (11) bocah asal Desa Tolutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara hanya bisa pasrah setelah bertahan melawan penyakit berupa penyempitan saluran kencing dan anus.

Khairul Azzam, sejak 11 tahun lalu hingga hari ini mengalami kesulitan buang air besar dan kencing. Setiap kali hendak membuang hajatnya, anak kedua dari tiga bersaudara ini, sering menangis kesakitan melawan perih.

Selama 11 tahun pula, Azzam keluar masuk rumah sakit dan dokter praktik. Ibunya, Nur Hasanah, mengaku sudah puluhan kali mencari pengobatan medis dan tradisional. Namun, hingga hari ini belum memberikan perubahan berarti.

“Dimulai sejak dia berusia 10 bulan, ada benjolan melintang di perutnya, disertai gejala sering meringis kesakitan apalagi pada saat buang air,” ujar Ibu Azzam, Nur Hasanah, Kamis (10/1/2018).

Kondisinya memprihatinkan, sakitnya tidak bisa ditebak sehingga membuat Azzam sering menangis tiba-tiba. Hal ini menyebabkan Azzam terpaksa hanya bisa tinggal di rumah. Padahal, dia seharusnya sudah mengenyam pendidikan di kelas 5 sekolah dasar.

“Dia sering menangis tiba-tiba, saya dengarnya kesakitan. Tak bisa keluar rumah, sebab kalau sudah menangis saya tak tega lihat dia,” jelasnya.

Cerita ibunya yang bekerja pada salah satu salon potong rambut di Kota Kendari, Azzam sering bertanya kapan bisa bersekolah bersama teman sebayanya. Namun, pertanyaan polos Azzam hanya bisa dibalas ibunya dengan kalimat penyemangat dan harapan.

“Saya hanya bisa bilang nanti, nanti kalau Azzam sudah sembuh,” tambahnya.

Masalah Azzam tak hanya sampai di sini. Saat dia baru berusia 5 tahun dan berusaha melawan penyakitnya, kedua orangtuanya bercerai. Hingga hari ini, Azzam bersama dua orang saudaranya dirawat sendiri oleh ibunya.

Karena menjadi orangtua tunggal, ibu Azzam kerap kesulitan biaya hidup. Sebab, gaji sebagai pekerja salon sangat kurang untuk menghidupi tiga orang anaknya, apalagi untuk biaya operasi bagi kesembuhan Azzam.

2 dari 2 halaman

Kondisi Azzam Didengar Manggala Agni

Azzam dan keluarga tinggal di desa yang wilayahnya paling rawan kedua kebakaran hutan di Sulawesi Tenggara, setelah kabupaten Bombana. Kondisi Azzam pun akhirnya didengar pihak pemadam kebakaran hutan Taman Nasional Rawaaopa atau biasa disebut Manggala Agni.

Maka, usaha penggalangan dana pun langsung digelar untuk Azzam. Tanpa menunggu bantuan langsung pemerintah, Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Tinanggea, Fanca Yanuar Kusuma turun tangan menyelamatkan Azzam.

Mulai dari sosialisasi ke staf dan warga desa, Fanca Yanuar juga mengajak sejumlah pihak menggalang dana bagi bocah penderita penyakit itu. Sebuah kegiatan amal malah sengaja dihelat untuk mencarikan dana buat bocah ini, Kamis, 10 Januari 2019.

“Kita usahakan agar anak ini bisa sembuh. Bisa bersekolah seperti teman-temannya yang seumuran, kasihan dia harusnya bisa sekolah tapi tak mampu karena sakit yang dialaminya,” ujar Fanca Yanuar Kusuma.

Dari galang dana itu, terkumpul uang sebesar Rp 21.845.000. Jumlah ini, diperkirakan masih sangat kurang karena kabarnya Azzam akan dioperasi ke salah satu rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kita upayakan Azzam bisa berobat di Makassar. Kita akan carikan tambahannya, upaya hari ini belum berakhir sampai di sini saja,” ujar Fanca Yanuar.

Jika sudah diobati dan sembuh, Fanca Yanuar bercita-cita bisa melihat Khairul Azzam bersekolah seperti teman-temannya. Sebab, keinginan terbesar bocah ini hanya bisa ikut mengenyam bangku pendidikan.

“Kami juga yakin tak sendiri, selama masih ada keinginan di situ kami yakin ada jalan. Respon sejumlah pihak juga kami lihat baik,” katanya.

Upaya Mangga Agni mendapat respon positif dari pihak kepolisian dan Pemda Konawe Selatan. Kapolres bahkan mengapresiasi pihak Manggala Agni yang sudah berani bekerja melebihi tugas dan tanggung jawabnya.

Sementara, pihak Pemda menyatakan akan siap membantu Azzam dan keluarga. Meskipun, pada prosesnya, bantuan yang akan diberikan sesuai prosedur yang ada di Pemda.


Simak video pilihan berikut ini:

Dapat Order dari 2 Pria di Singapura, Tarif Artis VA Tetap Rp 80 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Artis VA, bintang Film Televisi (FTV) yang terlibat prostitusi online di Surabaya, ternyata juga pernah mendapatkan order dari dua lelaki di negara Singapura.

“VA difasilitasi enam muncikari saat dapat order di Singapura, termasuk muncikari ES dan T,” ujar Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019) menjelaskan perihal muncikari artis VA.

Yusep menuturkan, penemuan baru tersebut didapat dari hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dengan muncikari T dan ES.

“Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, muncikari ES dan muncikari T melalui chatting, rekening keuangan, dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura,” kata Yusep.

2 dari 4 halaman

Penghubung

Yusep mengatakan, selain mendapat order di Singapura, VA juga menerima order di Jakarta dan Surabaya. “Terima order di Singapura tarifnya sama saja dengan tarif di Jakarta dan Surabaya. Tarifnya Rp 80 juta,” ucap Yusep.

“Dari muncikari T nominalnya Rp 80 juta kemudian didistribusikan ke muncikari lainnya sebagai penghubung hingga sampai ke VA sebagai penerima order,” ujar Yusep.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah melakukan penangkapan artis inisial VA dan model majalah dewasa AS pada pukul 12.30 WIB, di salah satu hotel di Surabaya Jawa Timur, Sabtu (5/1/2019).

Dengan memasang tarif Rp 80 juta, VA diciduk di kamar Hotel di Surabaya, saat sedang melayani pelanggannya. Sedangkan artis AS mematok harga Rp 25 juta.

3 dari 4 halaman

Pengusaha

Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi mengatakan, pria yang memesan VA adalah seorang pengusaha. Namun, ia enggan menyebutkan secara rinci soal pria yang dimaksud. “Ia pengusaha (yang memesan),” tutur Harisandi di Mapolda Jatim, Sabtu (5/1/2019) malam.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dua artis VA dan AS diciduk di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka terlihat sedang melayani pelanggannya. “Berbeda kamarnya, di salah satu hotel di Surabaya, sedang berhubungan badan. Ini masih proses penyidikan,” tutur Arman.

Arman mengatakan bahwa dalam penyelidikan oleh anggota Subdit Cyber Ditreskrimsus, tarif yang diterima kedua artis berbeda. Satu artis tarifnya Rp 80 juta, sedangkan satunya Rp 25 juta. “Ini sudah kami penyelidikan satu bulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

4 dari 4 halaman

Informasi Masyarakat

Arman juga menyebut bahwa yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang. “Ya tadi kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” ucap Arman.

Arman menegaskan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi prostitusi itu dilakukan oleh dua orang sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu muncikari. “Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” ujar Arman.