Gempa M 5,3 Guncang Sangihe Sulawesi Utara

Jakarta – Gempa bermagnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Informasi gempa Sangihe, Sulut, dikabarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (1/3/2019). Gempa dikabarkan terjadi pukul 08.00 WIB.

Gempa berada di 123 km timur laut Kepulauan Sangihe. Gempa berkedalaman 180 km.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

Belum ada laporan mengenai dampak gempa tersebut.
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tambang Emas Longsor, Kaki Korban Tergencet Batu dan Harus Diamputasi

Manado – Proses evakuasi korban pada tragedi longsornya tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow, Sulut terus dilakukan. Salah satu korban harus diamputasi bagian kakinya untuk dapat diselamatkan dari reruntuhan.

“Salah satu korban ditemukan hidup tertimpa batu batu di sekitar terowongan,” kata Humas Basarnas Manado Ferry Arianto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/2/2019).

Ferry mengatakan pihaknya terus merupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang selamat ini.

Sementara itu, Koordinator Tim Basarnas Kotamobagu, Rusmidi mengatakan kondisi korban yang terjepit diantara batu-batu tambang masih hidup. Namun sebagian tubuhnya telah tertindih reruntuhan terowongan.

“Ini sementara masih evakuasi. Rencananya mau diamputasi kakinya,” ungkap Rusmidi.

Alasan amputsi dilakuian karena kehawatiran tim evakuasi soal terjadinya longsor baru jika batu batu yang menimpa korban diangkat.

“Jadi tim kami yang akan mengamputasi. Nanti saya jelaskan lagi,” kata dia.

Hingga kini, korban yang berhasil ditemukan berjumlah 26 oramg. 6 Orang, kata Rusmadi dinyatakan meninggal.

(fiq/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Bolaang Mongondow Bicara soal Izin Tambang

Liputan6.com, Bolaang Mongondow – Longsornya lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa (26/02/2019) malam, mendapat perhatian dari Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow.

Yasti mendatangi lokasi tambang yang ambruk untuk melihat langsung kondisi tambang itu dan proses evakuasi korban yang masih tertimbun. Dia mengatakan, Pemkab Bolmong telah bekerja sama dengan pihak terkait untuk proses evakuasi korban yang tertimbun.

“Pemkab sudah bekerja sama dengan pihak terkait yakni Polres, Basarnas, TNI, dan menyediakan tenaga kesehatan untuk proses evakuasi,” ujar Yasti, Rabu (27/2/2019).

Bupati mengatakan, terkait perizinan pertambangan sudah bukan kewenangan Pemkab Bolmong, karena sesuai aturan, izin itu menjadi kewenangan Pemprov Sulut. “Perizinan pertambangan, termasuk penutupan adalah kewenangan Pemprov Sulut,” ujar bupati.

Dalam kunjungan itu, bupati meminta agar masyarakat tetap bersabar dan mempercayakan pada tim untuk melakukan proses evakuasi.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan mengatakan, hingga saat ini korban sudah berjumlah 16 orang, dua di antaranya meninggal dunia.

Ada 60 anggota Polres ditambah 30 pasukan Brimob langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Aparat kepolisian bergabung bersama tim dari TNI, Basarnas, PMI, dan warga sekitar.


Simak video pilihan berikut ini:

Tim SAR Masih Evakuasi Puluhan Korban Longsor di Tambang Emas Bolmong

Jakarta – Tim SAR gabungan masih mengevakuasi puluhan korban yang diperkirakan tertimbun longsor di tambang emas Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. Hingga sore ini dipastikan 18 orang korban, tiga di antaranya meninggal dunia, sudah dievakuasi.

“Masih proses evakuasi. Akses untuk masuk ke dalam sangat sulit karena adanya reruntuhan batu,” ujar Kasi Tanggap Darurat BPBD Bolaang Mongondow (Bolmong), Abdul Muin Paputungan saat dihubungi pukul 16.30 WIB, Rabu (27/2/2019).

Abdul Muin yang berada di lokasi tambang emas longsor, menyebut ada dua orang yang sedang dievakuasi dari terowongan tambang. Namun belum dipastikan kondisi korban.

“Total 18 orang (dievakuasi), 15 orang selamat. Ada dua orang di jalur evakuasi tapi belum diketahui kondisinya,” sambungnya.

Proses evakuasi disebut Abdul Muin sulit karena kondisi medan yang curam dengan bebatuan.

“Kita masuk ke dalam, mengeluarkan batu perlahan-lahan, jangan sampai membuat risiko lebih besar,” kata Abdul.

Proses evakuasi dilakukan tim gabungan termasuk personel polisi dan TNI.

“Kita prihatin dengan kondisi yang terjadi di seputaran lokasi tambang, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan evakuasi terhadap para korban, apalagi mengingat di dalamnya masih banyak korban,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo terpisah.

Longsor di tambang emas ilegal terjadi sekitar pukul 22.55 WITA, Selasa (26/2). Tambang emas ilegal ini longsor setelah tiang penyangga lubang terowongan patah.

“Menurut seorang saksi bernama Anas Sutyo Nugroho (24), yang sempat selamat dari kejadian tersebut, saat ia dan temannya bernama Mardianto Singosari sedang melakukan penggalian lobang di kedalaman 20 meter, tiba-tiba tiang penyangga lubang tersebut patah,” kata Kombes Tompo.
(fdn/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Anas di Lubang Terowongan Tambang Emas Bolmong saat Longsor

Jakarta – Hingga sore ini tercatat 4 orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya dievakuasi dalam kondisi selamat di tambang emas yang longsor di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Tambang emas ilegal ini longsor setelah tiang penyangga lubang terowongan patah.

“Menurut seorang saksi bernama Anas Sutyo Nugroho (24), yang sempat selamat dari kejadian tersebut, saat ia dan temannya bernama Mardianto Singosari sedang melakukan penggalian lobang di kedalaman 20 meter, tiba-tiba tiang penyangga lubang tersebut patah,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Saat tiang patah, material longsoran menimbun lubang terowongan tambang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Longsor di tambang emas tanpa izin ini terjadi sekitar pukul 22.55 WITA, Selasa (26/2).

“Ia (Anas) sendiri dan rekannya bisa selamat dari longsoran tersebut, sedangkan diperkirakan masih ada sekitar 30 orang penambang lainnya di dalam lobang, belum tahu keberadaannya,” papar Kombes Ibrahim

Tim evakuasi gabungan termasuk dari Polres Kotamobagu, Kodim, BPBD Bolmong dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi korban.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 40 orang yang masih berada di lubang tambang emas yang longsor.

(fdn/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kementerian ESDM Tegaskan Tambang Emas yang Longsor di Sulut Beroperasi Ilegal

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, tambang emas di Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara yang longsor merupakan tambang ilegal yang dioperasikan masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, kegiatan penambangan emas di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara berjalan tanpa izin.

“Tambang emas di Sulawesi Utara longsor itu ilegal,” kata Agung, di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia mengaku tiga bulan sebelum peristiwa longsor terjadi instansinya telah melayangkan surat ke pemerintah daerah (pemda) dan keamanan untuk menertibkan penambangan ilegal di wilyah tersebut. Ini karena penertiban ta‎mbang ilegal menjadi wewenang pemda. 

“Tiga bulan lalu Kami sudah megirimkan surat ke pemerintah daerah dan pihak keamanan,” tuturnya.

Agung pun megaku prihatin atas peristiwa tersebut, untuk kedepannya harus ada penertiban yang lebih masif agar perisitwa serupa tidak terulang kembali.

“Saya ucapkan dukacita untuk keluarga korban longsor tambang emas di Sulawesi Utara,”‎ tandasnya.

‎Untuk diketahui, longsor tambang emas di Bolaang Magondow Sulawesi Utara terjadi pada Selasa malam (26/2/2019), dilaporkan ada 60 warga yang tertimbun longsor.

2 dari 2 halaman

Detik-Detik Tambang Emas di Bolaang Mongondow Runtuh

Proses evakuasi terhadap puluhan penambang yang tertimbun longsor di areal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa (26/02/2019) masih terus dilakukan. Bagaimana peristiwa itu terjadi?

Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Abdul Muin Paputungan mengungkapkan, peristiwa longsor terjadi di dalam lubang pengambilan material olahan emas ilegal lokasi Busa dalam areal kontrak karya PT JRBM pada Selasa 26 Februari 2019 sekitar pukul 21.00 Wita.

“Saat itu diperkirakan puluhan warga masyarakat sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas, karena banyaknya warga yang sedang mengambil material olahan emas dengan cara digali dengan menggunakan linggis,” ungkap dia.

Benturan linggis dengan dinding lubang itulah yang kemudian membuat area pertambangan itu ambruk. Warga yang berada di dalamnya tertimpa reruntuhan dinding. Diketahui, lokasi tersebut sejak tahun 2018 dijadikan warga sekitar untuk mengambil material olahan emas secara ilegal.

“Pada saat terjadi longsor diperkirakan terdapat puluhan warga yang sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas,” ungkap dia.

Runtuhnya dinding lubang tambang itu segera diketahui warga yang berada di luar lubang. Mereka langsung menghubungi warga lainnya untuk meminta bantuan. Proses evakuasi seadanya mulai dilakukan sejak Selasa tengah malam, sebelum datangnya bantuan peralatan yang lebih memadai.

Paputungan menyebutkan, data sementara diperkirakan sebanyak 60 orang lebih tertimbun material longsoran tanah dan bebatuan di lokasi areal tambang rakyat.

Hingga siang ini, sudah berhasil di evakuasi sebanyak 16 orang dengan rincian orang meninggal dunia 2 orang dan 14 orang luka ringan dan berat.

Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Sulut Dilakukan Tanpa Alat Berat

Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Sulut Dilakukan Tanpa Alat Berat Proses evakuasi korban tambang longsor pagi ini (Foto: Dok. Basarnas Manado)

Jakarta – Proses evakuasi korban longsor tambang emas warga di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), terus dilakukan hingga pagi ini. Evakuasi dilakukan secara manual tanpa alat berat.

“Saat ini masih manual (tanpa alat berat),” ujar Humas Basarnas Manado Ferry Ariyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Ferry menjelaskan, satu orang lainnya berhasil diselamatkan. Sementara itu puluhan lain masih tertimbun.
“Jam 05.16 Wita korban selamat 1 orang,” tutur Ferry.

Tambang emas tersebut mengalami longsor pada Selasa (26/2) malam. Sebelumnya dilaporkan, ada 60 warga yang tertimbun. Dari jumlah tersebut, 11 orang dapat diselamatkan dan 3 lainnya dilaporkan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Ferry menjelaskan, sebanyak 50 warga dan aparat gabungan diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Awal 50 tim SAR gabungan, dan akan bertambah anggota tim SAR gabungan,” ujarnya.

Adapun penyebab longsornya tambang emas tersebut, Ferry menyebut, diduga karena tanah yang labil.
(rna/ibh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tambang Emas di Sulut Longsor, Puluhan Warga Masih Tertimbun

Jakarta – Tambang emas milik warga di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengalami longsor. Evakuasi terhadap puluhan warga yang tertimbun masih terus dilakukan.

“Saat ini masih dilanjutkan proses evakuasi,” ujar kata Humas Basarnas Manado, Ferry Ariyanto, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Tambang emas tersebut mengalami longsor pada Selasa (26/2) malam. Dilaporkan ada 60 warga yang tertimbun, dari jumlah tersebut 11 orang berhasil diselamatkan dan 3 lainnya dilaporkan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
“Sampai pukul 05.00 Wita, ada 60 orang tertimbun, 11 orang selamat, dan 3 orang meninggal dunia,” tutur Ferry.

Ferry menjelaskan, sebanyak 50 warga dan aparat gabungan diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Awal 50 tim SAR gabungan, dan akan bertambah anggota tim sar gabungan,” ujarnya.

Tambang Emas di Sulut Longsor, Puluhan Warga Masih TertimbunFoto: Dok. Basarnas Manado

Mengenai penyebab longsornya tambang emas tersebut, Ferry menyebut diduga karena tanah yang labil.

“Dugaan longsor karena tanahnya labil,” ujarnya.

Hingga kini belum ada informasi mengenai keadaan korban yang selamat. Apakah ada menderita luka-luka atau tidak.
(rna/ibh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tambang Emas Warga di Sulut Longsor, 3 Orang Meninggal Tertimbun

Manado – Tambang emas milik warga di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengalami longsor. Puluhan pekerja tertimbun, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

“Sampai pukul 5 Wita, ada 60 orang tertimbun, 11 orang selamat, dan 3 orang meninggal dunia,” kata Humas Basarnas Manado, Ferry Ariyanto, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Ferry menjelaskan, longsor terjadi pada Selasa (26/2) malam. Namun dia tak bisa memastikan pukul berapa longsor tersebut terjadi.

“Kejadiannya tadi malam. Waktunya belum tahu pasti,” tutur Ferry.

Tambang Emas Warga di Sulut Longsor, 3 Orang Meninggal TertimbunFoto: Dok. Basarnas Manado

Mengenai penyebab longsornya tambang emas tersebut, Ferry menyebut diduga karena tanah yang labil.

“Dugaan longsor karena tanahnya labil,” ujarnya.

Hingga kini belum ada informasi mengenai keadaan korban yang selamat. Apakah ada menderita luka-luka atau tidak.
(rna/rna)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

24 Provinsi Tengah Susun Rencana Umum Energi Daerah

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar sidang anggota yang ke-27. Salah satu agenda yang dibahas dalam sidang ini adalah Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

Sekretaris Jenderal DEN Sales Abdurrahman mengatakan,‎ sidang DEN ke-27 telah selesai dengan dihadiri anggota DEN dan pemangku kepentingan terkait penyediaan dan penggunaan energi.

“Ini tadi kami melakukan sidang anggota yang ke-27, hadir anggota DEN dari AUPK unsur pemangku kepentingan, juga dari anggota unsur pemerintah,” kata Saleh, usai sidang DEN, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (21/2/2019).

Pembahasan dalam‎ sidang DEN ke-27 diantaranya penyusunan RUED oleh pemerintah daerah (pemda), dengan mengacu pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), dalam pasal 17 ayat 1.

Penyusunan RUED didampingi tim penyusunan RUED‎ Pusat yang terdiri dari DEN, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan BPPT.

Dalam perkembangannya, sudah ada dua Provinsi yang telah menyelesaikan RUED, kemudian dilanjuti dengan penyusunan Peraturan Daerah (Perda). Provinsi tersebut adalah Jawa Tengah dengan menerbitkan Perda Nomor 12 Tahun 2018 dan Jawa Barat dengan menerbitkan Perda Nomor 2 Tahun 2018.

2 dari 3 halaman

24 Provinsi

Saat ini ada 24 Provinsi yang sedang melakukan Program Pembentukan Perda (Propemperda). Pembuatan perda tersebut dibahas bersama DPRD Provinsi masing-masing. ‎

Terdapat dua provinsi yang menganggarkan naskah akademis dan Rancangan Perda, yaitu Provinsi Sulawesi Utara dan Kalimantan Barat.

Berikutnya ada enam Provinsi yang tidak menganggarkan naskah akademis dan Rancangan ‎Peraturan Daerah RUED Provinsi pada 2019, yaitu Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan,Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: