Kisah Petugas di Sulbar Antar Surat Suara, Naik Getek-Nyaris Tenggelam

Pasangkayu – Untuk mensukseskan jalannya Pemilu 2019, yang tinggal beberapa hari lagi, distribusi logistik pemilu dikirim hingga ke daerah pedalaman. Para petugas harus naik getek menyeberangi sungai yang arusnya sangat deras.

Kondisi geografis yang berbeda-beda, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas KPU untuk mendistribusikan logistik pemilu, agar tiba di tempat tujuan dengan kondisi aman dan tepat waktu. Seperti yang dialami aparat gabungan dari KPU dan TNI-Polri, serta petugas penyelenggara pemilu PPK dan PPS saat hendak mendistribusikan logistik pemilu, menuju TPS 8. Di Dusun Kano, Desa Benggaulu, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin pagi (15/04/19).

Tidak hanya harus menguras tenaga menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer menggunakan kendaraan roda empat, perjuangan mensukseskan hajatan pesta demokrasi lima tahunan ini, harus dibayar mahal dengan bertaruh nyawa.

Kisah Petugas di Sulbar Antar Surat Suara, Naik Getek-Nyaris TenggelamFoto: Petugas naik getek antar surat suara (Abdy-detikcom)

Bagaimana tidak, perjalanan para petugas demokrasi ini harus dilanjutkan dengan menyeberangi sungai Benggaulu yang terkenal berarus deras, hanya bermodalkan sebuah rakit kayu yang sudah lapuk, lantaran ketiadaan jembatan untuk menghubungkan kedua sisi sungai selebar kurang lebih 70 meter ini.

Akibatnya, rakit yang membawa beberapa kotak logistik pemilu termasuk beberapa petugas di atasnya, nyaris terbalik lantaran dihantam arus deras saat berada di tengah sungai.

Saat peristiwa terjadi, beberapa petugas terlihat berupaya menyeimbangkan rakit yang terlihat mulai miring, agar tidak tenggelam dan terbawa arus, sementara lainnya nekat menceburkan diri ke dalam sungai, dan menyelamatkan logistik pemilu yang telah dibungkus menggunakan plastik.

Setelah logistik pemilu aman dan semua petugas berhasil menjangkau sisi sungai, perjalanan kembali dilanjutkan sejauh 5 kilometer dengan berjalan kaki , menuju TPS 8 di Dusun Kano, Desa Benggaulu, yang menjadi tujuan pengantaran logistik pemilu ini.

Beratnya perjuangan, para petugas keamanan dan penyelenggara pemilu ini, yang nyaris terbawa arus sungai ini, sempat terekam kamera warga dan kini beredar luas di masyarakat.

“Jadi memang kondisi desa tersebut bisa dibilang sangat jauh dan aksesnya masih sulit djangkau kendaraan, dan Alhamdulillah walau proses pengiriman logistik ke daerah tersebut sempat diwarnai kecelakaan karena kondisi alam yang tidak bisa ditebak, teman-teman semua berhasil selamat dan logistik pemilu tiba di lokasi tujuan dengan kondisi baik ” ujar Ketua KPUD Pasangkayu, Sulbar, Sahran Ahmad saat diwawancara detikcom.

Sahran juga menyebutkan, bahwa masih ada beberapa lokasi di Pasangkayu yang memang sulit dijangkau akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Sehingga harus dilakukan dengan berjalan kaki, mendapat prioritas pengiriman logistik lebih awal.

“Jadi memang Dapurang merupakan salah satu wilayah yang kami prioritaskan untuk mendapat logistik lebih awal, karena di sana ada beberapa TPS yang jauh dan harus ditempuh dengan melewati medan berat,” ungkapnya.
(rvk/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korupsi Lampu Jalan Sulbar, Kejati Konsultasi ke KPK

Diketahui dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tersebut, Penyidik bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) telah menetapkan dua orang tersangka.

Kedua tersangka masing-masing Kepala Bidang Pemberdayaan Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Andi Baharuddin dan Haeruddin, Direktur CV. Binanga yang merupakan distributor PT. Avecode International atau bertindak selaku rekanan dalam proyek pengadaan lampu jalan tersebut.

“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar bernomor: PRINT-231/R.4/Fd.1/05/2018 tanggal 31 Mei 2018,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin.

Andi Baharuddin berperan mengarahkan para Kepala Desa untuk membeli lampu jalan kepada CV. Binanga serta memfasilitasi pembayaran lampu jalan di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Deaa (BPMD) Kabupaten Polman. Sementara Haeruddin berperan melakukan penjualan lampu jalan tenaga surya di seluruh desa di Kabupaten Polman tahun 2016 dan 2017.

Perusahaan yang digunakan Haeruddin yakni CV. Binanga tidak mempunyai kualifikasi teknis ketenagalistrikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 35 tahun 2015 tentang tata cara perizinan usaha ketenagalistrikan

“Kedua tersangka saat ini masih ditahan di Lapas Klas 1 Makassar guna menunggu perampungan penyidikan,” ujar Salahuddin.

Dari hasil penyidikan, tim penyidik menemukan terjadinya dugaan kemahalan penawaran dalam proyek pengadaan lampu jalan tersebut sebesar Rp 2.550.000 per unit. Sehingga pada tahun 2016 dengan pembelian sebanyak 720 unit lampu jalan, potensi kerugian negara apabila mengacu pada harga penawaran tersebut sebesar Rp 1.1836.000.000 dan untuk tahun 2017 dengan pembelian sebanyak 715 unit lampu jalan, potensi kerugian negara mencapai Rp 1.823.250.000.

“Itu dilihat dari aspek penawaran,” terang Salahuddin.

Sementara dari aspek keuntungan yang wajar berdasarkan pasal 66 ayat 8 Peraturan Presiden (Perpres) 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yakni keuntungan dan biaya overhead yang wajar maksimal 15 persen.

Real cost untuk 1 item lampu jalan tenaga surya Rp 18.139.000 per unit, namun CV Binanga menjual per unit lampu jalan seharga Rp 23.500 per unit sehingga terdapat selisih sebesar Rp 2.640.150 per unit. Total potensi kerugian negara untuk tahun 2016 sebesar Rp 1.900.908.000 dan tahun 2017 sebesar Rp 1.887.707.250.

Selanjutnya ditinjau dari aspek harga pembanding. Dimana diperoleh harga pembanding dari sinar dunia elektro di Surabaya untuk paket lampu jalan dengan spesifikasi yang hampir sama dengan paket lampu jalan yang diadakan oleh CV Binanga dengan kisaran harga sebesar Rp 11.000.000 per unit, terdapat selisih harga yaitu sebesar Rp 23.500.000- Rp 11.000.000 = Rp 12.500.000 per unit. Sehingga diperoleh potensi kerugian negara untuk tahun 2016 rinciannya Rp 12.500.000 per unit x 720 = Rp 9.000.000.000 dan tahun 2017 rinciannya Rp 12.500.000 x 715 = Rp 8.937.500.000.

“Jadi kerugian negara itu ditaksir mencapai Rp 10 miliar,” Salahuddin menandaskan.

Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Jusuf Kalla Terbang ke Makassar Lantik Pengurus PMI

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Makassar untuk melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara Masa Bakti 2018-2023 di Hotel Grand Claron Makassar, Minggu (24/2/2019).

Wapres Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Kalla dan rombongan berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 07.35 WIB dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan Bae RJ-85. Demikian dilansir dari Antara.

Jusuf Kalla selaku Ketua Umum PMI ini, juga melantik Ketua PMI Provinsi Sulsel Ichsan Yasin Limpo, Ketua PMI Provinsi Sulbar Enny Amggraeny Anwar, dan Ketua PMI Provinsi Sultra Abdurrahman Saleh.

Usai pelantikan, Jusuf Kalla dan Mufidah Kalla beranjak ke kediaman pribadi di Jalan Haji Bau, Makassar.

2 dari 3 halaman

Kembali Senin

Wapres beserta rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta, Senin 25 Februari 2019.

Dia lalu dijadwalkan membuka Simposium Nasional Tantangan Program Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Istana Wapres Jakarta.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

4 Klarifikasi BMKG soal Gelombang Tinggi dan Isu Gempa Megathrust di Mentawai

Liputan6.com, Jakarta – Tidak hanya melulu soal gempa, lewat laman resminya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap sejumlah cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Tak tanggung-tanggung,peringatan dini BMKG dikeluarkan dan berlaku untuk tiga hari ke depan soal potensi gelombang tinggi yang menyasar lima daerah di Tanah Air. Yaitu Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Isu akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari ini juga tak luput dari perhatian pihak BMKG.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, ramalan gempa yang dimuat dalam sejumlah media massa tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah

Jadi apakah benar gempa bumi megathrust akan terjadi di Mentawai? Berikut klarifikasi BMKG terkait cuaca ekstrem dan gempa:

2 dari 6 halaman

1. Gelombang Tinggi 2,5 hingga 4 meter

Dalam keterangan resminya, BMKG mengonfirmasi akan terjadi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut BMKG kondisi ini disebabkan akibat kecepatan angin berkekuatan tinggi berkisar 4-25 knot.

“Waspada untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/02/2019).

3 dari 6 halaman

2. Gelombang Sedang di Selat Malaka

Selain gelombang tinggi, daerah lain yang diperkirakan bakal terjadi gelombang sedang terjadi Selat Malaka bagian Utara hingga Laut Arafuru.

Ketinggian gelombang dilaporkan bisa mencapai 1,25-2,5 meter. Imbauan pun dilontakan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuik lebih waspada.

“Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” ungkap BMKG.

4 dari 6 halaman

3. Gempa Bumi Megathrust di Mentawai?

BMKG menegaskan kabar akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari nanti adalah tidak benar.

Karena konsep pemicu gempa akibat benda luar angkasa hingga saat ini masih bersifat spekulatif dan belum terbukti secara empirik.

BMKG juga tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi. Sehingga jika berkembang berita adanya prediksi atau ramalan gempa dengan kekuatan sekian dan akan terjadi di waktu dan tempat, itu dipastikan itu berita bohong atau hoaks.

“Masyarakat tidak layak mempercayainya. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya akan terjadi,” kata dia.

Daryono juga mengungkap bahwa segmentasi megathrust di Indonesia lebih dari 16 lokasi, dengan sesar aktif berada di lebih dari 295 lokasi. Artinya gempa bumi kapan saja dapat terjadi, berkekuatan besar, menengah, atau kecil.

“Tetapi kita baru dapat menilai potensinya di kawasan tertentu dan belum mampu memprediksi,” tambah Daryono.

5 dari 6 halaman

4. Gelombang Tinggi di Sulawesi Barat

Sementara itu, BMKG juga memprediksi perairan Sulawesi Barat untuk satu minggu ke depan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

“Kurun waktu sepekan ke depan ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar diprediksi mencapai 0,5 hingga 1,25 meter dan gelombang tertinggi yakni 0,25 sampai dua meter diperkirakan terjadi pada tanggal 16 Februari 2019. Namun, secara umum ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar berkisar 0,25 sampai 1,5 meter,” ungkap Prakirawan BMKG Majene, Ayu Indrawati yang dihubungi Antara, Jumat (15/2/2019).

“Jadi, kami mengimbau para nelayan agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang yang cukup tinggi di wilayah perairan Sulbar,” tambahnya.

Akibat ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar itu juga, menyebabkan pelayaran kapal feri KM Laskar Pelangi dari Mamuju ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlayar pada Rabu, 13 Februati tertunda sampai hari ini.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kocak! Cleaning Service di Sulbar Bernyanyi Demi Sembuhkan Pasien

Polewali MandarCleaning service di RSUD Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), punya pekerjaan tambahan selain bersih-bersih. Cleaning service ini bernyanyi demi menghibur pasien supaya cepat sembuhnya.

Aksi cleaning service yang bernama Suryani (26) ini viral di media sosial. Dalam video yang viral tersebut terlihat sang cleaning service berada di ruang perawatan dan disesaki pasien. Dia asyik bernyanyi dan berjoget untuk menghibur pasien rumah sakit.

Bahkan di akhir video juga terlihat, salah seorang pasien merekam aksi sang cleaning service seolah lupa akan penyakit yang dideritanya.

Sejak pertama kali diunggah oleh pemilik akun FB bernama Muhammad Irsyad, pada Kamis sore kemarin, hingga Jumat siang ini, video berdurasi 1 menit 36 detik ini, telah tayang sebanyak 114.229 kali, dan dibagikan sebanyak 3,9 ribu kali dan langsung diserbu ratusan komentar oleh warganet.

Dari hasil penulusuran wartawan, Clening Service ini tinggal di Manding, Kecamatan Polewali. Dia mengaku sudah enam tahun bekerja sebagai cleaning service di RSUD Polewali Mandar.

Kocak! Cleaning Service di Sulbar Bernyanyi Demi Sembuhkan PasienFoto: Suryani bernyanyi dan berjoget untuk hibur pasien (Abdi-detik)

Suryani mengaku memang gemar menyanyi apalagi jika diminta oleh pasien dan keluarga pasien.

“Sejak dulu saya memang hobi menyanyi, apalagi jika ada yang meminta, biasanya saat lagi bekerja di ruang pasien, tiba-tiba ada yang meminta agar dihibur dengan bernyanyi, saya tidak menolak karena mereka merasa senang melihat saya bernyanyi,” ujar Suryani kepada wartawan Jumat (15/02/19).

Kendati aksinya kerap menimbulkan suasana ramai dan berisik di rumah sakit, keberadaan Suryani tidak pernah dianggap mengganggu pasien dan keluarga pasien. Walau terkadang harus melayani permintaan pasien dan keluarganya untuk bernyanyi, tidak lantas membuat Suryani melupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang cleaning service.

“Kami tidak pernah merasa terganggu, justru kami merasa terhibur, apalagi di saat harus menjaga keluarga yang sedang sakit seperti sekarang ini, kami merasa tidak sepi, keluarga yang sakit juga terhibur sehingga merasa sudah sehati ” ungkap salah seorang penjaga pasien, Supilah.
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gempa M 3,2 Terjadi di Mamasa Sulbar

Mamasa – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 terjadi di Mamasa, Sulawesi Barat. Pusat gempa berada di darat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG, menyebut gempa tersebut terjadi pada Selasa (12/2/2019) pukul 05.12 WIB.

“Pusat gempa berada di darat 1 km Timur Laut Kec Mamasa,” tulis BMKG.


Gempa ini berada di kedalaman 7 km. Sedangkan titik koordinat gempa berada di 2,89 Lintang Selatan dan 119,42 Bujur Timur.

Gempa dirasakan (MMI) dalam skala III di Mamasa. Skala III berarti getaran dirasakan seolah ada truk berlalu.

Belum ada informasi perihal dampak gempa terhadap masyarakat.
(mae/abw)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kapolri Ganti Kapolres Karawang, Purwakarta juga Kepulauan Seribu

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali melakukan mutasi para perwira menengah/tinggi. Sejumlah kapolres diganti.

“Mutasi sebagai tour of duty personel Polri, juga penyegaran sehingga Polri semakin kuat dan optimal dalam perlindungan, pelayanan dan pengayoman pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat dan penegakan hukum,”ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu (2/2/2019).


Mutasi sejumlah perwira Polri ini tertuang dalam surat telegram tertanggal 2 Februari. TR diteken Asisten SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.

Sejumlah Kapolres yang diganti yakni Kapolres Purwakarta, Kapolres Banjar, Kapolres Karawang, serta Kapolres Kepulauan Seribu.

Berikut daftar sejumlah perwira Polri yang dimutasi:

– Kombes I Gusti Putu Ngurah Gunawan, Dirbinmas Polda Bali diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirlantas Polda Sulut

– Kombes Komang Suartana, Kabid Humas Polda NTB diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirbinmas Polda Bali

– AKBP Purnama, Wadirsamapta Polda NTB diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabid Humas Polda NTB

– Kombes Yaved Duma Parembang, Dirreskrimum Polda Sulbar dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri

– AKBP I Nyoman Artana, Wakapolresta Denpasar Polda Bali diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimum Polda Sulbar

– AKBP Benny Pramono, Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jatim diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolresta Denpasar, Polda Bali.

– AKBP Andry Setiawan, Wadirreskrimum Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabag Binkar ROSDM Polda Sumut

– AKBP Donald P Simanjuntak, Kapolres Binjai Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirreskrimum Polda Sumut

– AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Kaden A Pelopor Satbrimob Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Binjai Polda Sumut

– AKBP Slamet Waloya, Kapolres Karawang Polda Jabar diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Nevdalpuanpers Baganev Rojianstra SSDM Polri

– AKBP Nuredy Irwansyah Putra, Kasubdit II Ditreskrimum Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Karawang Polda Jabar.

– AKBP B Twedi Aditya Bennyahdi, Kapolres Purwakarta Polda Jabar diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasidiklaka Subditlaka Ditgakkum Korlantas Polri

– AKBP Matrius, Kapolres Banjar Polda Jabar diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Purwakarta Polda Jabar

– AKBP Yulian Perdana, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Banjar Polda Jabar

– AKBP Alfarits Pattiwael, Kapolres Minahasa Utara Polda Sulut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Minwa KorpsMahasiswa Waketbidinwa STIK Lemdiklat Polri.

– AKBP Jefri Ronald Parulian Siagian, Kapolres Kepulauan Seribu Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Minahasa Utara Polda Sulut

– AKBP Moehammad Sandy Hermawan, penyidik Madya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Kepulauan Seribu Polda Metro Jaya

Para pati/pamen polri segera melaksanakan tugas yang baru paling lambat 14 hari terhitung mulai tanggal ditetapkan keputusan mutasi.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Jalan dan Parkir di Sulsel

Liputan6.com, Makassar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) resmi meningkatkan status dua kasus dugaan korupsi yang ditangani sejak tahun 2018 ke tahap penyidikan.

Dua kasus dugaan korupsi tersebut yakni kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran pada Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya kota Makassar dan kasus dugaan korupsi pemberian jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka terhadap kegiatan proyek pembangunan ruas jalan di Kabupaten Majene oleh Jamkrindo Kanca Mamuju, Sulbar.

“Kedua kasus di atas resmi naik ke tahap penyidikan. Di mana alat bukti permulaan adanya unsur perbuatan melawan hukum dinyatakan terpenuhi,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin via telepon, Selasa (29/1/2019).

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran pada Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya kota Makassar, kata Salahuddin, bermula dari adanya hasil audit independen yang menemukan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di PD Parkir Makassar Raya sebesar Rp 1.900.000.000 pada tahun 2008 hingga tahun 2017.

“Berdasarkan itu, penyelidikan mendalam dilakukan dengan didukung surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) bernomor Print-560/R.4/Fd.1/11/2018 tanggal 19 November 2018,” ujar Salahuddin.

Sama halnya dengan kasus dugaan korupsi pemberian jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka terhadap kegiatan proyek pembangunan ruas jalan di Kabupaten Majene oleh Jamkrindo Kanca Mamuju, Sulbar.

Penyelidikan kasus tersebut bermula dari adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.363.228.340 terkait jaminan uang muka dalam pelaksanaan paket peningkatan jalan ruas Salutambung- Urekang Kabupaten Majene, Sulbar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulbar tahun anggaran 2018.

Penyelidikan mendalam pun dilakukan berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) bernomor Print-614/R.4/Fd.1/12/2018 tanggal 13 Desember 2018.

“Alhasil ditemukan alat bukti permulaan yang cukup sehingga disimpulkan melalui gelar perkara jika kasus dugaan korupsi tersebut memenuhi unsur ditingkatkan ke tahap penyidikan,” terang Salahuddin.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Kasus Dugaan Kegiatan Reses Fiktif DPRD Makassar Stagnan di Tahap Penyelidikan

Berbeda dengan kasus dugaan kegiatan reses fiktif pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Makassar (DPRD Makassar) tahun anggaran 2016/2017.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) bernomor Prin-366/R.4/Fd.1/08/2018 tanggal 28 Agustus 2018, disimpulkan belum dapat ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan alias masih berputar pada tahap penyelidikan.

Meski sebelumnya tim penyelidik telah mengumpulkan data dan dokumen serta meminta keterangan dan pemeriksaan lapangan (on the spot) ke lokasi reses secara acak.

“Namun tidak menemukan adanya kegiatan reses fiktif sebagaimana yang tercantum dalam laporan masyarakat yang masuk,” ungkap Salahuddin.

Hal itu, lanjut dia, juga disesuaikan dengan adanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2016 nomor 28.C/LHP/XIX.MKS/05/2018 tanggal 29 Mei 2018 yang tidak menemukan permasalahan terkait kegiatan reses anggota DPRD kota Makassar tahun 2016/2017.

“Jadi kasus dugaan korupsi kegiatan dana reses oleh Sekretariat DPRD Makassar ini masih dalam tahap penyelidikan,” Salahuddin menandaskan.

3 dari 3 halaman

ACC Sulawesi Desak Seluruh Legislator Makassar Diperiksa

Sebelumnya lembaga penggiat anti korupsi di Sulsel ramai-ramai mendesak penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel agar segera memeriksa seluruh anggota legislator Makassar dalam penyelidikan kasus dugaan kegiatan reses fiktif DPRD Makassar tahun anggaran 2016/2017 itu.

“Semua anggota dewan di DPRD Makassar harus didalami keterlibatan dalam kasus ini. Apalagi penggunaan dana reses cukup besar,” kata Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Muthalib.

Menurutnya, sangat memungkinkan dugaan penyimpangan dana reses terjadi akibat kegiatan reses fiktif. Di mana anggaran yang dikeluarkan cukup besar untuk kegiatan tersebut.

“Masa reses mengikuti masa persidangan, yang dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun atau 14 kali reses dalam periode 5 tahun masa jabatan DPRD,” terang Muthalib.

Adapun biaya kegiatan reses, kata dia, didukung pada belanja penunjang kegiatan pada Sekretariat DPRD. Dana yang tersedia pada penunjang kegiatan reses pada prinsipnya adalah untuk dipertanggungjawabkan, bukan hanya untuk dilaksanakan apalagi untuk dihabiskan.

“Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan yang didukung dengan bukti-bukti pengeluaran yang lengkap dan sah. Nah, pembuatan laporan penggunaan anggarannya ini yang sangat rawan direkayasa. Hanya sekali turun reses misalnya. Tapi dilaporan, mereka katakan tiga kali reses,” ungkap Muthalib.

Jika benar nantinya anggaran dana reses DPRD Makassar tahun anggaran 2015-2016 tersebut terdapat laporan dan data fiktif, maka seluruh anggota DPRD yang melaporkan data fiktif tersebut harus bertanggung jawab.

“Karena jelas telah memenuhi unsur dugaan menyalahgunakan wewenangnya. Yang bersangkutan bisa dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” Muthalib menandaskan.

Perkelahian Warga di Kabupaten Polman Sulbar, 1 Orang Tewas

Kabupaten Polewali Mandar – Terjadi perkelahian antar-warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat. Satu orang tewas akibat kejadian.

Perkelahian terjadi pada hari Minggu (27/1) sore di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman. Korban tewas diketahui bernama Karman (40 tahun), warga setempat, dengan sejumlah luka di tubuhnya.

“Peristiwa ini murni dipicu persoalan anak muda. Kejadian di Dusun Tallo, pas lagi ada peringatan maulid, tiba-tiba warga rebut ada yang berkelahi,” ujar Kepala Desa Bala, Abdul Basit saat dikonfirmasi.
Pertikaian ini bermula dari duel yang melibatkan Karman dan Amri, namun sempat terhenti setelah dilerai warga, hingga keduanya kembali ke rumah masing-masing.

Namun tidak lama kemudian, Karman bersama temannya diketahui mendatangi rumah Amri, dengan kondisi tidak memakai baju sambil membawa parang yang terhunus dan mengajak Amri untuk berkelahi.

Perkelahian dua kelompok pemuda ini tidak terhindarkan, hingga membuat Karman tewas di tempat, dengan sjeumlah luka tebasan di tubuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Tinambung Iptu Tadjuddin mengatakan, selain korban tewas, pertikaian juga mengakibatkan lima pemuda menderita luka parah.

“Karman meninggal dunia di tempat kejadian, sementara temannya dirawat di rumah sakit Majene, lawannya 4 orang mengalami luka dan dirujuk ke rumah sakit Polewali ” terang Tadjuddin melali pesan singkat.
(dkp/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>