Surya Paloh Yakin Ada Caleg Nasdem Terpilih di Seluruh Dapil Sulawesi

“Katakanlah wilayah Sulsel ini. Ada tiga daerah pemilihan DPR RI ditingkat pusat. Saya pikir NasDem berharap dan yakin sekali, ada 6 kursi dpr ri dari Sulsel,” ucapnya.

Untuk diketahui, di seluruh penjuru Pulau Sulawesi ada total 49 kursi DPR RI yang diperebutkan. Di Provinsi Sulawesi Selatan, ada 24 kursi dari 3 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, lalu di Provinsi Sulawesi Barat, ada 4 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara masing-masing ada 6 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, sementara di Gorontalo hanya ada 3 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan.

Fotografer Rose Kampoong Terbitkan Buku tentang Keindahan Sulawesi Utara

Liputan6.com, Jakarta – Fotografer Ruthy Bambang Waskito alias Rose Kampoong meluncurkan buku fotonya berjudul ‘Bumi Karema’ di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Rabu 27 Maret 2019.

Buku tersebut berisikan kumpulan foto-foto yang diambil sendiri selama mendampingi suami menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara selama dua tahun lebih.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyambut baik lahirnya buku ‘Bumi Karema’ ini. Menurut Arief, melalui buku karya Ruthy itu citra positif pariwisata Sulawesi Utara bisa dilihat dan mudah dipahami.

“Buku ini lengkap, ada foto tentang marine tourism, eco tourism, adventure, heritage, religi dan wisata ziarah, art and culinary tourism, wisata perkotaan dan pedesaan, serta wisata olahraga,” kata Arief.

Ruthy yang diketahui sudah lama menyukai fotografi ini merasa beruntung bisa merasakan tinggal di Sulawesi Utara, mendampingi suaminya bertugas.

“Beruntunglah, saat mengikuti kunjungan kerja suami ke pelosok-pelosok daerah, saya berhasil menemukan keindahan dan keunikan Sulut. Setiap kali mengunjungi suatu daerah, saya menyaksikan betapa indahnya pemandangan alam baik di darat maupun di dasar laut,” kata Ruthy.

Lebih dari itu, dirinya juga menemukan kekayaan dan keragaman budaya Nusantara, toleransi serta keramah-tamahan penduduk setempat. Ia melihat bahwa keterbukaan dan keramahtamahan masyarakat Sulut terasa mulai dari Kota Manado hingga Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Saya sadar, buku ini bukanlah ensiklopedia. Namun, saya harap buku ini bisa menjadi referensi pariwisata, dan sebagai upaya pelestarian atau perlindungan alam, budaya, dan lingkungan yang ada di Sulut. Semoga buku ini dapat dijadikan rujukan baik warga lokal, wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri, pelajar, dan mahasiswa, serta masyarakat umum agar bisa mengenal Sulawesi Utara dengan lebih baik,” ungkapnya.

Gempa 4,6 M Guncang Sigi, Sulawesi Tengah

Jakarta – Gempa bermagnitudo 4,6 terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa ini dirasakan di beberapa daerah yaitu Tomado dan Kulawi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa terjadi pada hari ini, Jumat (17/3/2019) pukul 22.46 WIB. Gempa berlokasi pada koordinat 1,40 lintang selatan (LS) dan 120,10 bujur timur (BT).

Pusat gempa berada di 10 kilometer arah tenggara Tomado Kabupaten Sigi. Titik episentrum gempa ada di kedalaman 6 km.

Getaran gempa dirasakan dalam skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Tomado dan skala IV di Kulawi yang artinya getaran dirasakan di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu dan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut soal dampak gempa ini terkait ada atau tidaknya korban dalam gempa ini.

(zap/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Yakin Menang 80 Persen di Sulawesi Tenggara

Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). KPU memenuhi permintaan publik dengan tidak membocorkan pertanyaan sebelum debat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menghimbau seluruh aparatur Pusat sampai daerah untuk membantu sosialisasi Pileg dan Pilpres Serentak Tahun 2019.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan dua substansi besar acara Penutupan Rapat Koordinasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Se- Indonesia.
Ilustrasi foto E-KTP
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Saat Memberikan Keterangan Pers Terkait Penangkapan Artis Peran Sandy Tumiwa atas Kasus Narkoba. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Gempa M 5,3 Guncang Sangihe Sulawesi Utara

Jakarta – Gempa bermagnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Informasi gempa Sangihe, Sulut, dikabarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (1/3/2019). Gempa dikabarkan terjadi pukul 08.00 WIB.

Gempa berada di 123 km timur laut Kepulauan Sangihe. Gempa berkedalaman 180 km.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

Belum ada laporan mengenai dampak gempa tersebut.
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Ma’ruf Amin Persiapkan Diri untuk Debat Cawapres saat Safari Politik di Jabar

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah kesibukan safari politik, cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin curi-curi waktu untuk melakukan persiapan menghadapi debat ketiga. Ma’ruf tengah melakukan safari lima hari nonstop di Jawa Barat sampai Jumat (1/3/2019).

“Ya sambil jalan, sambil sibuk, sambil persiapkan,” katanya di Ciamis, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Debat ketiga bakal menampilkan pertarungan antar cawapres. Ma’ruf bakal berhadapan dengan Sandiaga Uno pada 17 Maret mendatang dengan tema kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Ma’ruf mengaku tidak bakal jauh-jauh membawakan konten debat seputar keberhasilan pemerintahan petahana Joko Widodo. Beberapa yang bakal dia fokuskan dalam ketenagakerjaan antara lain, seperti pelatihan sumber daya manusia, sampai perlindungan terhadap pekerja baik di dalam negeri atau luar negeri.

“Menurut saya landasnnya sudah pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan memperoleh perhatian kesehatan, tenaga kerja baik pelatihannya maupun perlindungan maupun juga mencari lapangan kerja,” kata Mustasyar PBNU itu.

Adapun ditanya siapa yang menjadi penasihat utamanya, Ma’ruf Amin enggan menjawab. Dia hanya bilang banyak ahli sesuai bidang yang membantunya.

“Ya ada lah dari macem-macem sesuai dengan bidangnya. Jangan dibocorin,” ucapnya. 

2 dari 3 halaman

Doakan Zulkifli Hasan

Ma’ruf pun tak lupa mendoakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Ma’ruf menganggap Ketua MPR itu sebagai temannya. “Doain dong. Kan temen saya. Mudah-mudahan cepet sembuh. Dia kan temen saya,” ujarnya.

Kendati Zulkifli berbeda posisi politik dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Ma’ruf menuturkan mendoakan itu tidak pilih-pilih.

Mustasyar PBNU itu sempat bercanda, barangkali Zulkifli bisa berubah pikiran dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin

“Semua orang yang milih dan yang enggak milih ya didoain. Mudah-mudahan diberi kesehatan, dikembalikan kesehatannya, siapa tau dia mau mendukung saya,” ucapnya sambil tersenyum.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kesaktian Keris Emas Berbisa Peninggalan Arung Palakka

Liputan6.com, Bone – Arung Palakka, sultan dari Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan yang menjabat dari tahun 1654 hingga 1696. Dia dikenal pemberani dan sakti hingga berhasil membawa nama suku Bugis menjadi salah salah satu suku yang paling ditakuti kekuatan maritimnya pada abad ke-17.

Berbicara mengenai kesaktian Arung Palakka ada banyak hal yang menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah benda-benda pusaka yang digunakan oleh raja ke-15 Kerajaan Bone.

Salah satu benda pusaka milik Arung Palakka yang paling terkenal adalah Keris La Makkawa. Keris yang memiliki nama lain Tappi Tatarapeng ini seluruh permukaanya dilapisi emas.

“Semua lapisannya emas, dari hulu dan sarungnya,” kata Andi Unru, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bone, kepada Liputan6.com, Kamis, 28 Februari 2019.

Dalam sejarahnya, senjata pusaka keris ini dikenal sangat berbisa dan tajam, sekali musuh tergores oleh keris La Makkawa maka dalam sekejap dia akan mati. Semasa perang dahulu, Arung Palakka menggunakan keris La Makkawa dalam setiap pertempurannya.

“Itulah kenapa namanya La Makkawa, karena hanya dengan sekali goresan maka musuh akan langsung mati,” jelas Andi Unru.

Pusaka sakti lainnya adalah kelewang La Tea Riduni, pedang pendek ini juga berlapis emas dan dihiasi batu intan permata. Senjata pusaka peninggalan Arung Palakka ini juga disebut Alameng.

“Nama La Tea Riduni (yang tidak mau dikubur) itu berasal dari sejarah benda pusaka ini. Pusaka ini dulunya selalu dikebumikan bersama sang raja setiap kali ada raja Bone yang meninggal namun kelewang ini juga selalu muncul di pusara makam sang raja dan diliputi cahaya yang sangat terang,” Andi Unru berkisah.

Kedua benda pusaka itu kini disimpan di istana Kerajaan Bone, dan digunakan hanya dalam upacara pelantikan raja baru Kerajaan Bone.

Selain dua benda pusaka sakti itu ada pula benda peninggalan Arung Pallakka lainnya seperti salempang emas bernama Sembangengpulaweng, payung emas bernama Teddung Pulaweng, senjata adat sejenis kelewang yang bernama Alameng Tata Rapeng, dan beberapa tombak yang bernama La Salaga.

“Ada banyak benda pusaka, hanya saja yang terkenal kesaktiannya memang cuma dua itu,” Andi Unru memungkasi.


Saksikan video pilihan menarik berikut:

Isi Lengkap Surat Mandat SBY: AHY Pimpin Pemenangan, Ibas Keseimbangan PD

Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi mandat kepada putra sulungnya yang juga komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu partai berlambang mercy itu. Kabar tersebut disampaikan SBY ke para kadernya lewat sebuah surat.

Surat SBY tersebut dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Pandjaitan, di Kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). SBY tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2014 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura.

“Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY dalam suratnya.


Berikut isi surat SBY untuk para kader Demokrat yang berisi soal mandat kepada AHY dalam pemenangan Pemilu:

Surat ini adalah tentang surat keputusan dewan pimpinan pusat Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sekarang sedang berjalan.

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi Komando Tugas Bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, Komisi Pemenangan Pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.

Selain surat kepada kadernya, SBY juga mengirimkan surat khusus kepada Hinca. Dalam suratnya, SBY meminta Hinca menjelaskan kepada kader dan media massa soal posisinya saat ini. Berikut isinya:

Surat ini ditujukan kepada Saudara Hinca.

Pak Hinca menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan kapasitas kampanye Partai Demokrat 2019 ini tolong sampaikan hal hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan maha penting ini.

Saya pribadi juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan tetap berdoa kepada Allah SWT semoga perjuangan mulia para kader dan caleg Partai Demokrat berhasil dengan baik. Saya tahu 2 bulan ini saat saat yang paling menentukan untuk partai dan caleg Demokrat. Seperti yang saya lakukan bersama Ibu Ani sebenarnya saya sangat ingin secara fisik berada di lapangan. Namun Allah tidak mengizinkan karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan intensif saat ini.

Pesan dan harapan saya terus berjuang secara gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi rakyat kemudian perjuangkan dalam Pemilu 2019 ini. Jika kelak para caleg terpilih untuk DPR RI, DPRD dan DPD Kab/Kota, wujudkanlah dan buktikan semua yang dikampanyekan itu Insyallah saudara sekalian berhasil.

Meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrtat tetap memiliki, berpeluang besar untuk mencapai suara. Saya yakin instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan kapasitas akan dapat dijalankan dengan baik.

Komandan Kogasma AHY dan para koordinator wilayah kampanye saudara Soekarwo dan Nachrawi adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas, dan memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan kampanye di tanah air. Di samping berjuang untuk calegnya di dapil masing-masing, yang lain memperjuangkan juga membantu penuh Kogasma secara nasional.

Saya juga yakin dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah dibekalkan para caleg sukses akan dapat diraih. Di samping itu 14 prioritas sebagai program unggulan yang ditawarkan kepada rakyat akan diperjuangkan Partai Demokrat beserta pemerintah yang dipilihnya adalah jawaban yang diinginkan rakyat.

Saudara Hinca karenanya saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan pemilu tapi atas izin Allah yang maha kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang, Demokrat tidak hanya pandai berjanji tapi pernah memberi bukti pada pemerintahan. Ke depan jajaran Partai Demokrat akan sukses karena semua kebijakan dan program merupakan aspirasi dari rakyat kita juga jawaban dan solusi dari permasalahan.

Ketiga atau terakhir, saya mengamati kontestasi pemilih 2019 ini utamanya pilpres lebih keras dibandingkan dengan pilpres era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas semakin berjarak. Jika situasi ini berkembang lebih jauh dan melewati batasannya, saya kuatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Ini yang harus kita cegah untuk tidak terjadi pada negeri ini. Untuk itu saya berpesan pada Partai Demokrat untuk turun agar pemilu berjalan damai, demokratis, jujur, dan adil.

Pemilu memang keras tapi tidak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa kita semua, utamanya elit dan pemimpin bangsa. Semoga praktik berdemokrasi dengan baik dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019 ini. Demikian.

Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya kepada saudara saya rakyat Indonesia Tercinta.

Singapura, 27 Februari 2019
SBY


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(elz/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dikira Perut Kembung, Si Kecil Ternyata Idap Penyakit Langka

Liputan6.com, Jakarta Penyakit langka Gaucher merenggut nyawa buah hati Amin Mahmudah. Anak kedua Amin bernama Sukron meninggal dunia pada usia 2 tahun 5 bulan.

Keterlambatan diagnosis menjadi penyebab meninggalnya sang anak. Amin yang tinggal di Jambi, tepatnya di daerah transmigrasi, mengalami keterbatasan akses kesehatan.

“Saat itu, kami terlambat mendapati diagnosis penyakit langka ini karena keterbatasan akses tenaga kesehatan. Jadi, terkendala juga diagnosis yang tepat,” cerita Amin dengan wajah sedih usai konferensi pers Hari Penyakit Langka Sedunia di Graha Dirgantara, Jakarta, ditulis Kamis, 28 Februari 2019.

Gaucher merupakan penyakit langka kekurangan enzim yang berfungsi memecah lemak pada tubuh. Ketika tubuh tidak menghasilkan jumlah enzim tertentu, maka lemak akan menumpuk pada sel lysosomes. Proses ini membuat sel semakin besar.

Sel besar itulah yang disebut sel Gaucher. Sel Gaucher ditemukan di limpa, hati, dan sumsum tulang. Gejala yang dialami pasien berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, gejala bisa terdeteksi sedari lahir, namun ada yang baru muncul beberapa tahun kemudian.

“Waktu itu, anak saya gejalanya perutnya kembung. Lama-lama perutnya besar. Saya pikir, kembung biasa. Tapi ternyata itu penyakit langka,” lanjut Amin.

Anak Amin pun hanya bertahan hidup sebulan setelah muncul gejala perut kembung. Kesehatannya semakin memburuk. Batita itu mengembuskan napas terahir pada tahun 2013.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dokter perlu lebih sadar

Terkait keterlambatan diagnosis seperti dalam kasus Sukron, Dokter Spesialis Penyakit Anak Klinis Damayanti R Sjarif menekankan, perlu kesadaran bagi dokter dalam diagnosis.

“Dokter harus lebih aware. Curiga saja dulu kemungkinan pasien menderita kelainan genetik atau penyakit langka. Kalau salah kecurigaan ya enggak masalah. Daripada nanti terlambat (diagnosisnya),” jelas dokter yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ketika ternyata pasien terbukti menderita penyakit langka, penanganan berupa pengobatan dan terapi bisa langsung dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan Damayanti adalah mendidik dokter di seluruh Indonesia terhadap kemungkinan temuan penyakit langka.

“Saya ini praktisi dan satu-satunya dokter yang meneliti penyakit kelainan genetik dan penyakit langka sejak tahun 2000. Sejak saat itu, saya mulai mendiagnosis penyakit langka. Tapi belum banyak dokter yang tahu soal penyakit langka,” papar Damayanti.