Bikin Heboh Publik, Brand Mewah Diklaim Plagiat Desain Busana Suku Pedalaman di Laos

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah grup asal Laos mengklaim brand mewah asal Italia, MaxMara, telah dengan sengaja meniru desain salah satu suku lokal, Oma, tanpa kompensasi, bahkan tak menyertakan nama komuniti tersebut.

Dilansir dari Buzzfeed, Senin (15/4/2019), Oma adalah suku kecil di utara Laos, di mana beberapa di antaranya juga diketahui berada di barat laut Vietnam dan bagian selatan Tiongkok.

Diestimasikan, terdapat tak lebih dari dua ribu warga suku Oma yang tinggal di Laos. Salah satu suku pedalaman ini dikenal lewat kecantikan busana dengan desain nan khas berhias wara-warna kontras membentuk pola cantik.

Desain busana unik ini, dikatakan Traditional Arts and Ethnology Centre (TAEC), telah digunakan MaxMara sebagai rancangan produk mereka. Grup yang berlokasi di Luang Prabang, Laos, ini merupakan organisasi yang membantu seniman lokal, termasuk warga suku Oma, menjual hasil karyanya.

“Selama beberapa tahun belakangan, perempuan Oma telah mulai mendapatkan pemasukan dari menjual kerajinan tangan hasil karya mereka. Bagi warga kecil seperti Oma, hal ini sangat penting untuk meningkatkan nutrisi, kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga mereka,” kata Tara Gujadhur selaku Co-Director TAEC.

Hal itulah yang membuat TAEC sangat menyayangkan tindakan diklaim plagiat yang dilakukan pihak MaxMara. Kemiripan desain dengan busana suku pedalaman di Laos ini pun diperlihatkan lewat sederet foto yang diunggah pihak TAEC di akun media sosial mereka.

Jokowi Sebut RI Punya 714 Suku dan Lebih dari 1.100 Bahasa, Ini Faktanya

Jakarta – Capres Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebut jumlah suku dan bahasa di Indonesia saat bicara tentang penanaman Pancasila ke anak-anak di debat. Begini fakta di baliknya.

“Anak anak harus diberi tahu bagaimana bertoleransi karena kita memiliki 714 suku. Anak-anak harus diberi tahu bagaimana berkawan dengan teman-teman sebangsa dan sebangsa tanah air karena kita memiliki lebih dari 1.100 bahasa,” ucap Jokowi saat debat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2019).

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan tentang penanaman Pancasila tanpa indoktrinasi. Bagaimana fakta di balik ucapan Jokowi itu?

BPS pernah memaparkan data soal jumlah suku di Indonesia. Dikutip dari situs BPS, berdasarkan sensus penduduk 2010, ada 1.331 suku di Indonesia.

Sementara itu dikutip dari situs Kemendikbud, (Badan Bahasa Kemendikbud) telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek.

Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Sementara itu, Unesco baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.
(imk/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saat Prabowo Menari Tari Gatsi Bersama Suku Asli Merauke

Merauke – Capres Prabowo Subianto hari ini menyapa warga Merauke, Papua. Ini merupakan titik ketiga kampanye terbuka capres nomor urut 02 itu.

Pantauan detikcom, di Merauke, Papua, Prabowo tiba di Bandara Mopah, sekira pukul 13.10 WIT, Senin (25/3/2019). Begitu tiba, eks Danjen Kopassus itu disambut tarian adat Gatsi khas suku Marind, suku asli Merauke.

Massa juga menyambut kedatangan Ketum Partai Gerindra itu. Ikat kepala khas Merauke juga disematkan ke kepala Prabowo.

Saat Prabowo Menari Tari Gatsi Bersama Suku Asli MeraukeFoto: Prabowo di Merauke (Marlinda/detikcom)

Sambutan berlangsung hingga ke ruang VIP. Melihat antusiasme suku Malin yang menarikan tarian Gatsi, Prabowo tak bisa menahan diri untuk tak ikut menggoyangkan badannya.

Prabowo yang memakai baju warna krem khas dirinya itu pun langsung berdiri. Seketika, dia ikut menari bersama suku Marind yang menyambutnya.

Cukup lama Prabowo ikut menari. Tawa pun menghiasi wajah Prabowo yang asyik menari bersama.

Sebelumnya, Prabowo menggelar kampanye terbuka di Manado. Usai dari Manado, Prabowo juga menggelar kampanye Akbar di Makassar, Sulawesi Selatan.
(mae/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemilu, Liburnya Suku Sekak

Liputan6.com, Bangka – Warga Suku Sekak di Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berencana istirahat melaut saat pencoblosan surat suara 17 April, guna menyukseskan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019.

“Kami sangat senang dan akan datang ke tempat pemungutan suara pada pemilu nanti,” kata salah seorang warga Suku Sekak, Karno di Desa Tanjung Labu, Minggu (24/3/2019).

Ia mengatakan Suku Sekak yang dikenal ahli laut dan memiliki etos kerja tinggi, murah hati dan tidak pernah berurusan dengan masalah hukum sangat senang menyambut pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019.

“Kami senang dan menyambut baik pemasangan atribut partai politik seperti bendera, spanduk dan atribut lainnya, karena menambah suasana baru bagi warga di desa ini,” tuturnya dilansir Antara.

Ia mengaku meski tidak mengenal partai politik dan calon peserta pemilu tahun ini, namun dirinya bersama warga lainnya sangat senang, karena kehadiran atribut ini menambah keceriaan suasana desa yang sepi dan tenang.

“Desa kalau siang hari sepi, karena seluruh warga melaut dan sore hingga malam atau setelah pulang mencari ikan baru desa agak ramai,” ucap bapak tiga orang anak ini.

Ia mengaku mendapatkan informasi pemilu tahun ini hanya dari tetangganya yang mengikuti sosialisasi di balai desa. Namun demikian, dia sudah mengetahui bagaimana cara mencoblos surat suara bergambar pasangan calon presiden dan calon anggota legislatif.

“Pada pemilihan kepala daerah dua tahun lalu, saya datang ke TPS mencoblos dan dari pengalaman itu, saya sudah tahu cara menggunakan hak suara,” ujarnya.

Demikian juga Zainudin, warga Suku Sekak lainnya mengaku senang dengan adanya pemilu ini, karena kampungnya menjadi ramai.

“Bendera, spanduk dan atribut pemilu tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Selain itu, calon legislatif dan tim sukses calon presiden berkampanye ke kampung juga lebih banyak, sehingga suasana kampung lebih ramai dan semarak.

“Kami senang dan diharapkan pemilu tahun ini membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya Suku Sekak di Pulau Bangka dan Belitung,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Selain infrastruktur darat dan laut, Ma’ruf Amin juga akan bangun infrastruktur di langit.

Tanggapan Menko Darmin soal The Fed Tahan Suku Bunga

Sebelumnya, Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mengambil sikap kebijakan kurang agresif usai menggelar pertemuan selama dua hari.

Hal ini menunjukkan the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada 2019 di tengah ekonomi yang melambat dan mengumumkan rencana akhiri program pengurangan neraca pada September.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 2,25 persen-2,5 persen.

Suku bunga acuan ini digunakan sebagai kunci untuk menentukan suku bunga untuk sebagian besar utang konsumen dengan tingkat bunga yang dapat disesuaikan antara lain kartu kredit dan pinjaman rumah.

Langkah the Fed sesuai harapan dan permintaan pasar. Pembuat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) mengambil perubahan tajam dari proyeksi kebijakan sebelumnya.

The Fed kembali menegaskan janjinya untuk sabar terhadap kebijakan moneternya. Selain itu, the Fed menyatakan akan mulai perlambat pengurangan kepemilikan obligasi pada Mei dengan menurunkan batas bulanan menjadi USD 15 miliar dari USD 30 miliar.

Dengan pengumuman yang digabung berarti setelah pengetatan kebijakan moneter pada tahun lalu, the Fed berhenti pada kedua sisi untuk menyesuaikan pertumbuhan global yang lebih lemah dan pandangan agak lebih lemah untuk ekonomi AS.

“Mungkin perlu beberapa waktu sebelum prospek lapangan kerja dan inflasi jelas menyerukan perubahan kebijakan. Kami melihat tidak perlu terburu-buru untuk segera melakukan,” ujar pimpinan the Fed, Jerome Powell, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis 21 Maret 2019.

Perkiraan ekonomi terbaru yang dirilis pada akhir pertemuan juga menunjukkan para pembuat kebijakan telah mengabaikan proyeksi kenaikan suku bungada 2019, dan melihat hanya satu kenaikan suku bunga pada 2020.

Usai pengumuman itu, prediksi mulai memberi harga untuk peluang penurunan suku bunga lebih baik dari pada tahun depan. Powell mendorong kembali pada pandangan itu dan mengatakan ekonomi AS berada di tempat yang baik dan prospeknya “positif”.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mendorong para pelaku startup terus mengembangkan diri, hingga berstatus unicorn.

Bunga The Fed Ditahan, BI Juga Tahan Suku Bunga Acuan di 6%

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate masih di level 6%.

“Rapat dewan gubernur BI pada 20-21 maret 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 days repo rate 6%,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor BI, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2019).

Perry mengatakan, suku bunga deposit facility dan lending facility juga ditahan. “Deposit facility 5,25% lending facility 6,75%,” kata Perry.

Langkah ini dilakukan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas aman.

“Keputusan tersebut konsisten dengan upaya perkuat stabilitas perekonomian dan kendalikan defisit transaksi berjalan dan pertahankan daya tarik keuangan domestik,” kata Perry. (dna/ang)

Harga Emas Naik Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dalam proyeksi suku bunga terbaru, suku bunga acuan bank sentral AS berada di posisi 2,4 persen pada 2019. Angka ini turun dari perkiraan Desember mencapai 2,9 persen.

Dalam jangka panjang, bank sentral AS melihat suku bunga di posisi 2,8 persen, dan tidak berubah seperti perkiraan Desember.

Untuk pertumbuhan, the Federal Reserve mengharapkan produk domestik bruto (PDB) akan tumbuh 2,1 persen pada 2019.Perkiraan ini turun dari Desember sebesar 2,3 persen.

Pada 2020, bank sentral AS melihat pertumbuhan ekonomi 1,9 persen dari proyeksi Desember 2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 tidak berubah di posisi 1,8 persen.

Komite juga melihat sedikit lebih banyak kelemahan di pasar tenaga kerja dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen pada 2019. Angka ini naik dari perkiraan Desember sebesar 3,5 persen.

Tingkat pengangguran akan naik menjadi 3,8 persen pada 2020, naik dari perkiraan Desember sebesar 3,6 persen. Pada 2021, tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3,9 persen, naik dari perkiraan sebelumnya 3,8 persen.

The Federal Reserve juga melihat tekanan inflasi sedikit lebih rendah dengan indeks pengeluaran konsumsi pribadi naik 1,8 persen pada 2019, turun dari perkiraan sebelumnya 1,9 persen. Bank sentral AS melihat inflasi bertahan di dua persen dalam dua tahun ke depan. Angka ini turun sedikit dari perkiraan Desember 2,1 persen.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

3 alasan pentingnya investasi sejak dini

The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS

Liputan6.com, Washington – Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mengambil sikap kebijakan kurang agresif usai menggelar pertemuan selama dua hari.

Hal ini menunjukkan the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada 2019 di tengah ekonomi yang melambat dan mengumumkan rencana akhiri program pengurangan neraca pada September.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 2,25 persen-2,5 persen.

Suku bunga acuan ini digunakan sebagai kunci untuk menentukan suku bunga untuk sebagian besar utang konsumen dengan tingkat bunga yang dapat disesuaikan antara lain kartu kredit dan pinjaman rumah.

Langkah the Fed sesuai harapan dan permintaan pasar. Pembuat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) mengambil perubahan tajam dari proyeksi kebijakan sebelumnya.

The Fed kembali menegaskan janjinya untuk sabar terhadap kebijakan moneternya. Selain itu, the Fed menyatakan akan mulai perlambat pengurangan kepemilikan obligasi pada Mei dengan menurunkan batas bulanan menjadi USD 15 miliar dari USD 30 miliar.

Dengan pengumuman yang digabung berarti setelah pengetatan kebijakan moneter pada tahun lalu, the Fed berhenti pada kedua sisi untuk menyesuaikan pertumbuhan global yang lebih lemah dan pandangan agak lebih lemah untuk ekonomi AS.

“Mungkin perlu beberapa waktu sebelum prospek lapangan kerja dan inflasi jelas menyerukan perubahan kebijakan. Kami melihat tidak perlu terburu-buru untuk segera melakukan,” ujar pimpinan the Fed, Jerome Powell, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (21/3/2019).

Perkiraan ekonomi terbaru yang dirilis pada akhir pertemuan juga menunjukkan para pembuat kebijakan telah mengabaikan proyeksi kenaikan suku bungada 2019, dan melihat hanya satu kenaikan suku bunga pada 2020.

Usai pengumuman itu, kontrak berjangka the Fed Fund mulai memberi harga untuk peluang penurunan suku bunga lebih baik dari pada tahun depan. Powell mendorong kembali pada pandangan itu dan mengatakan ekonomi AS berada di tempat yang baik dan prospeknya “positif”.

The Fed Cermati Brexit hingga Perang Dagang

Akan tetapi, ia menuturkan ada risiko yang sedang berlangsung termasuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pembicaraan perdagangan AS dengan China, dan prospek ekonomi AS. The Fed mengawasi hal itu dengan cermat.

“Data saat ini tidak mengirimkan sinyal kalau kita perlu bergerak ke satu arah atau lainnya, dalam pandangan saya. Ini saat yang tepat bagi kita untuk bersabar,” tutur dia.

Indeks saham AS menguat usai pernyataan the Fed dirilis, dan imbal hasil surat berharga turun ke level terendah sejak awal Januari. Dolar AS melemah terhadap mata uang mitra dagang utama.

“The Fed melampaui ekspektasi dovish pasar yang berdampak terhadap dolar AS. The Fed melakukan banyak hal tentang kebijakan. Fakta the Fed menyerah pada kenaikan suku bunga 2019 adalah sangat dovish,” ujar Analis Western Union Business Solutions, Joe Manimbo.

Menengok Aktivitas Pagi Suku Bajo yang Baru Mengenal Daratan

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Liputan6.com, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki hutan dengan luas sekitar 2,3 juta hektare. Namun, 900 ribu hektare diantaranya sudah dalam kondisi kritis. 

“Ada 300 ribu hektar masuk dalam kawasan hutan yang dilindungi, sedangkan 600 ribu hektar lainnya diluar kawasan hutan,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Rusbandriyo, saat dikonfimrasi dihari yang sama.

Menurutnya, sekitar 70 ribu hektar dari total keseluruhan hutan yang kondisinya kritis itu disebabkan oleh perambahan yang dilakukan tanpa menanam kembali pohon yang sudah ditebang. “Nah, potensi ini kemudian yang sangat menjadi ancaman bagi Kota Kendari dan sejumlah wilayah pesisir,” ujar Rusbandriyo.

Pada musim hujan, lanjut Rusbandriyo, air sungai dan teluk Kendari airnya menjadi kuning. Warna air yang menguning itu berasal dari kikisan tanah yang tak lagi kuat lantaran jumlah pepohonan yang makin berkurang.

“Teluk juga sudah dangkal, ada pendangkalan di beberapa titik saat air surut, ini yang kurang menandakan perhatian warga dan pemerintah,” ujarnya.

Padahal, wilayah Perbukitan Taman Hutan Rakyat Nipa-Nipa di Pesisir Konawe  menjadi salah satu lokasi wisata yang berpotensi bila dikembangkan. Dari ketinggian, beberapa spot di wilayah ini menjadi lokasi yang indah untuk berfoto dan menghabiskan waktu. 

Selain itu, lokasi ini juga menjadi arena tepat bagi pecinta olahraga hiking. Selain menjelajah, warga juga diajak melihat Kota Kendari dan pesisir Konawe dari ketinggian.

Dari atas perbukitan Taman Hutan Rakyat itu, pengunjung bisa melepaskan pandangan ke seantero teluk Kendari.  Pulau Wisata Bokori, bisa dilihat dengan jelas di bibir teluk dari ketinggian beberapa ratus meter dari permukaan laut.

“Daripada sibuk dengan gadget (handphone) di rumah, saya sengaja ajak anak-anak di Bukit Tahura. Selain menanam pohon, juga sebagai momen berwisata alami,” ujar Pepep Umbara.

Selain keindahan teluk Kendari dari ketinggian, di wilayah Taman Hutan rakyat Nipa-Nipa juga menyimpan potensi wisata air terjun. Meskipun bisa mendatangkan wisatawan, namun lokasi ini belum banyak dibenahi oleh pemerintah setempat.

Saksikan video pilihan menarik berikut:

Gili Trawangan merupakan salah satu objek wisata yang indah dengan pemandangan laut yang indah dan biota air yang beragam

ECB Tunda Kenaikan Suku Bunga Picu Harga Emas Susut

Liputan6.com, New York – Harga emas dunia beringsut turun, dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Euro setelah Bank Sentral Eropa menunda kenaikan suku bunga, tetapi prospek ekonomi bank yang suram membatasi penurunan harga logam mulia.

Melansir laman Reuters, Jumat (8/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.285,61 per ounce. Harga sempat mencapai USD 1.280,70 pada hari Selasa, terendah sejak 25 Januari. Adapun harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.286,1 per ons.

ECB memangkas perkiraan pertumbuhan dan inflasi 2019 dan menurunkannya untuk tahun 2020 dan 2021. Bank Sentral mengakui jika perlambatan ekonomi Eropa lebih lama dan dalam dari perkiraan sebelumnya.

“Kabar baik bagi emas jika suku bunga secara global tidak bergerak jauh lebih tinggi,” ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities di Toronto, dengan mengacu pada pernyataan ECB.

Dia mengatakan, pihaknya percaya jika Dolar AS yang saat ini dan secara historis menguat cenderung menekan harga emas. Tetapi pada level ini, emas masih akan di kisaran USD 1.275 dan  USD 1.285. 

Euro melemah terhadap dolar setelah pernyataan kebijakan moneter ECB, yang merupakan kejutan bagi banyak investor. Dolar, diukur terhadap sekeranjang mata uang, naik mendekati puncak tiga bulan.

Jerman, dengan ekonomi terbesar pada zona euro, mengalami stagnasi pada kuartal keempat dan Italia berada dalam resesi besar-besaran. Ini meningkatkan risiko perlambatan sementara akan menjadi penurunan yang lebih tahan lama karena kepercayaan bisnis diliputi oleh aliran berita negatif yang stabil.

Pengumuman ECB menambah kekhawatiran perlambatan global, membantu meningkatkan sentimen keseluruhan untuk bullion. Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi atau politik.

Laporan payroll non-pertanian AS menjadi sinyal kuat tentang kekuatan ekonomi dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve.

Ini juga mendukung pembelian emas. China, konsumen logam terbesar di dunia, meningkatkan cadangan emasnya menjadi 60,260 juta ons troy baik di Februari dari 59,940 juta troy ons di akhir Januari.

Adapun harga Palladium turun 0,7 persen menjadi USD 1,527,02 per ounce dan perak turun 0,3 persen menjadi USD 15,03. Perak menyentuh titik terendah USD 14,96, terlemah sejak akhir Desember. Platinum turun 1,9 persen menjadi USD 811 per ons.

2 dari 2 halaman

Harga Emas Dunia Kemarin

Harga emas menguat sehingga menghentikan pelemahan beruntun dalam tujuh sesi yang merupakan penurunan terpanjang dalam dua tahun terakhir.

“Dengan optimisme mengenai kesepakatan perdagangan dan Brexit mereda, suasana berisiko berkurang dan telah memungkinkan sejumlah kecil dukungan untuk logam mulia,” tulis Analis Zaner Precious Metals dalam sebuah catatan seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (7/3/2019).

Harga emas untuk pengiriman April naik USD 2,9 atau 0,2 persen menjadi USD 1.287,60 per ounce.

Harga emas ini meningkat dari sebelumnya susut 0,2 persen. Berdasarkan data FactSet, harga emas untuk kontrak paling aktif berada di posisi USD 1.284,70 yang merupakan posisi terendah sejak 24 Januari.

Berdasarkan data Dow Jones Market, penurunan pada perdagangan Selasa menandai kerugian selama tujuh sesi berturut-turut, yang merupakan terpanjang sejak 10 Maret 2017.

Selain itu, harga perak melemah 0,1 persen menjadi USD 15.085 per ounce usai berakhir mendatar sebelumnya.

Sekretaris Negara AS, Mike Pompe menuturkan, Presiden AS Donald Trump akan menolak kesepakatan perdagangan dengan China terutama yang tidak sempurna. Zaner menilai, hal tersebut seperti peringatan sehingga mendukung harga emas.

Selain itu, emas sudah alami jenuh jual juga merespons positif dari berita negosiasi perdagangan AS-China terutama belum adanya kesepakatan.

Bursa saham AS yang tertekan juga mendukung kenaikan harga emas. Hal ini juga terjadi di tengah dolar AS yang stabil dan diperdagangkan lebih tinggi pada pekan ini sehingga mengimbangi faktor pendukung harga emas.

Indeks dolar AS cenderung mendatar di posisi 96,87. Akan tetapi, indeks dolar AS sudah naik 0,4 persen selama sepekan.