Sandiaga: Prabowo Kuasai Topik Infrastruktur, Pangan, Energi dan SDA

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan Prabowo Subianto akan melakukan persiapan terakhir sebelum debat capres 2019 kedua digelar. Sandi menyatakan Prabowo menguasai tema debat yang seputar infrastruktur, pangan, energi dan sumber daya alam.

“Besok simulasinya simulasi terakhir di Kertanegara kita insyaallah sudah siap dan insyaallah lancar,” kata Sandiaga di Posko ASA Center, Jalan Cikajang, Jakarta Selatan, Minggu (16/2/2019).

Sandiaga mengatakan, Prabowo sudah sangat rileks menghadapi debat kedua nanti. Dalam simulasi yang sudah dilakukan, Sandi menyebut dia hanya menambahkan data terbaru terkait tema debat nanti.
“Kemarin kalau kita simulasi dia banyak ketawa terus saya bilang bapak udah ngerti semuanya, saya hanya menambah beberapa data-data terakhir, dan tentunya saya berperan sebagai bapak Jokowi yang memberikan pertanyaan pada beliau, nampaknya beliau siap,” ujarnya.
Sandi menambahkan, Prabowo juga sudah menguasai topik debat. Ditambah lagi, kata Sandi, Prabowo pernah menulis buku berjudul Paradoks Indonesia.

“Beliau sudah menguasai topiknya, topik infrastruktur, topik pangan topik energi dan sumber daya alam, juga topik yang berkaitan dengan lingkungan hidup jadi alhamdulillah beliau punya pengalaman yang menyeluruh, beliau pernah nulis buku, Paradoks Indonesia dan itu banyak mengupas diagnosa permasalahan yang ada di Indonesia,” ucapnya.
(abw/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Data Soal Produksi Beras dan Jagung Dinilai Memuaskan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai telah cukup berhasil membenahi tata kelola informasi produksi pertanian dibandingkan era sebelumnya.

Demikian dikemukakan anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip, Sabtu (16/8/2019).

Urip menuturkan, penataan informasi pertanian itu terbukti dengan ketegasan Presiden Joko Widodo mengembalikan segala sumber datanya kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

“Misalnya data beras, kan tetap stoknya lebih. Perbedaannya kan cuma hitungan kuantitasnya sebelum disampaikan resmi oleh BPS,” ucap Urip.

Menurut Urip, kalaupun terjadi selisih akurasi jumlah ketersediaan beras nasional, lebih kepada aspek teknis menyangkut metodologi perhitungan di lapangan saja.

Namun untuk yang pembahasan substantif terkait ketersediaan serta hasil produksinya, secara nyata telah terbukti memuaskan dengan surplus beras di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Yang terjadi kan sudah lama sebelum pemerintahan Joko Widodo banyak data, ternasuk pertanian, tidak terungkap jelas. Justru sekarang kita semua tahu,” ujar Urip.

Oleh sebab itu, Urip menampik tudingan bahwa pada masa pemerintahan Joko Widodo terjadi kesemrawutan data pertanian subsektor beras.

“Pikiran keliru kalau mengatakan data pertanian, seperti beras, tidak akurat. Sekarang kan justru semua transparansi informasi datanya,” kata Urip.

Sedangkan Dekan Fakultas Pertanian IPB Suwardi menyoroti mengenai pembahasan impor jagung yang menjadi polemik beberapa waktu lalu.

Suwardi mengungkapkan, data produksi jagung memang menunjukkan surplus. Kendati begitu, bukan jaminan bahwa surplusnya stok jagung mampu memenuhi segala kebutuhan konsumsi nasional.

2 dari 2 halaman

Kendala Distribusi

Dia berpendapat, ada faktor distribusi yang dapat saja menjadi kendala. Sedangkan kebutuhan jagung, misalnya untuk pakan ternak, memerlukan kuota amat besar dan cepat.

“Distribusi memerlukan waktu dan juga harga mungkin lebih mahal dari pada impor. Ini kebutuhan khusus yang mungkin perlu impor. Jadi impor untuk tujuan tertentu bisa diperlukan supaya industrinya baik,” kata Suwardi.

Sementara itu, pengamat ekonomi pertanian IPB Adi Hadianto beranggapan, impor pangan strategis seperti beras dan jagung dapat saja merupakan cara harus dilakukan pemerintah untuk memenuhi permintaan ketika pasokan dalam negeri tidak cukup. 

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno mulai kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo jelang debat calon Presiden kedua tanggal 17 Februari yang membahas energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan.

Untuk sektor pertanian, Prabowo dan Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah tak mempunyai data akurat sehingga gemar impor pangan, seperti beras dan jagung yang padahal disebutkan surplus.


Saksikan video pilihan berikut ini:

BPN: Prabowo akan Bawa Catatan Data di Debat Capres

JakartaCapres Prabowo Subianto disebut akan membawa catatan data-data dalam debat capres kedua. Data-data ini sebagai pegangan saat Prabowo beradu gagasan dengan capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Ya (data) statistik, detail, siapa tahu diperlukan ya. Data-data pertumbuhan ekonomi, impor beras, data-data impor BBM, data-data yang siapa pun bisa mendapatkan. Nanti yang dinilai kan bukan datanya, tapi bagaimana membawakan dan menggunakan data itu,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Prabowo ditegaskan Sudirman tak pernah ‘rewel’ soal aturan main yang ditetapkan KPU pada debat capres. Segala keputusan KPU, dihormati Prabowo dan Sandiaga.

“Kalau sontekan kan soalnya ini, jawabannya ini. Itu kan notes saja untuk jaga-jaga kalau diperlukan, dan belum tentu diperlukan,” kata Sudirman menegaskan catatan data yang akan dibawa Prabowo.

Soal debat bertema energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA), Prabowo menurutnya akan membawa konsep kebaruan. Sebab, pemerintahan saat ini disebut Sudirman tidak berhasil membawa perubahan yang lebih baik.

“Sudah diberi waktu hampir 5 tahun, dari segi energi tadi, ternyata banyak sekali ketinggalan. Tidak ada kemajuan, 6 kilang yang rencana, tidak satu pun progres. Listrik 35.000 MW, saya kira tidak sampai 30 persen selesai gitu, kemudian beberapa hal, soal Blok Masela dan segala macam,” kata Sudirman.

“Sementara bagi Prabowo sebagai penantang baru, dia menawarkan kebaruan dan harapan. Sekarang kita serahkan pada masyarakat. Kalau masyarakat percaya pada harapan ini, maka dukungan akan mengalir pada Pak Prabowo,” imbuh dia.

Debat capres kedua digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/2). Ada 6 segmen debat, salah satunya tanya jawab capres lewat film/video yang diputar terkait tema debat.
(fdn/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Debat Kedua, Rommy Bicara Capaian Jokowi di Bidang Energi

Jakarta – Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) memprediksi capres Joko Widodo (Jokowi) bakal unggul atas capres Prabowo Subianto pada debat kedua. Alasannya, Jokowi sudah menguasai materi yang bakal dibahas.

“Debat kedua ini akan menjadi panggung Pak Jokowi, karena menguasai persoalan infrastruktur dan energi yang menjadi tema dalam debat,” ujar Rommy seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Rommy pun menyebut sejumlah capaian Jokowi dalam pembangunan infrastruktur hingga bidang energi. Antara lain soal target listrik bisa dinikmati 99 persen penduduk Indonesia pada 2019 hingga konversi ke energi baru dan terbarukan.
“Ditargetkan pada 2019 mendatang listrik bisa menjangkau 99 persen penduduk. Pak Jokowi juga melakukan konversi pada energi baru dan terbarukan dengan banyaknya penggunaan biofuel. Dan juga menurunkan biaya pokok penyediaan energi listrik,” tutur Rommy.
Rommy mengatakan Jokowi siap menjawab semua pertanyaan bernada minor yang mungkin disampaikan oleh Prabowo. Misalnya, terkait utang luar negeri yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

“Semua akan dijawab dengan baik oleh Pak Jokowi pada debat kedua nanti,” ujar Rommy.
(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inas: Indomatrik Digunakan untuk Dongkrak Opini Elektabilitas Prabowo

Jakarta – Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menduga Indomatrik digunakan untuk kepentingan mendongkrak opini survei Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Indomatrik sebelumnya merilis hasil survei yang menunjukkan selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sebesar 3,93%.

“Jika orang yang sama, yaitu Husin Yazid memegang posisi penting di dua lembaga survei yang berbeda, tentunya dia dapat memainkan kartu yang sama juga. Artinya bahwa pada saat Pilpres 2014, Husin Yazid bermain kartu remi untuk kepentingan Prabowo, maka tidak salah juga jika kita duga bahwa dia akan bermain mati-matian untuk Prabowo di pilpres 2019,” ujar Inas kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid,sebelumnya mengatakan Indomatrik dan Puskaptis ialah dua lembaga survei yang berbeda. Namun Husin Yazid pernah menjabat Direktur Eksekutif Puskaptis.

“Jadi, jika pada tahun 2014 yang lalu, Puskaptis ditengarai digunakan oleh Prabowo Subianto untuk membangun opini agar survei Prabowo menjadi di atas Jokowi, maka tidak salah juga kalau kita duga bahwa Indomatrik digunakan oleh Prabowo-Sandi untuk mendongkrak opini survei Prabowo-Sandi yang memang stagnan dan mentok disekitaran 30-an persen saja,” sambungnya.

Inas, yang juga politikus Hanura mengutip keterangan anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, yang menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya.

“Maka berarti bahwa Indomatrik bukanlah lembaga survei yang kapabel dan bisa dipercaya, sehingga kesimpulan bahwa Indomatrik adalah alat Prabowo Subianto untuk mendongkrak opini elektabilitasnya, bukanlah isapan jempol belaka,” kata Inas.

(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Bakal Tanya Mahalnya Proyek LRT di Debat Kedua Capres

Liputan6.com, Jakarta – Mahalnya Proyek Infrastruktur Light Rail Transit (LRT) yang menelan biaya besar kemungkinan bakal ditanya Capres Prabowo Subianto kepada rivalnya Joko Widodo di debat capres pada Minggu 16 Februari 2019. Namun begitu, Prabowo akan mengajukan pertanyaan secara elegan.

Hal itu disampaikan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said saat jumpa pers update persiapan kedua di Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

“Saya menangkap nuansa Pak Prabowo itu sangat menjaga kesantunan, etika dan tegas. Beliau seorang perwira tinggi, seorang diplomat senior, negarawan, jadi mungkin akan ditanya (LRT),” kata Sudirman.

Menurut Mantan Menteri ESDM itu, masalah tersebut sudah diketahui masyarakat. Oleh karenanya, tanpa Prabowo bertanya soal LRT, masyarakat sudah paham. Sudirman menyerahkan ke Prabowo akan mengkonfirmasi hal itu atau tidak.

“Tapi saya kira tanpa ditanya Pak Prabowo, masyarakat sudah tau,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah menyampaikan kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur yang tengah gencar dibangun pada era pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya soal proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

2 dari 2 halaman

Kritik JK

JK menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. JK juga menyinggung proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Menurut JK, proyek tersebut tidak efisien, karena tidak ada yang menaiki transportasi tersebut.

JK juga mengkritik pembangunan LRT Jabodetabek yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) dinilai kurang efektif.

“Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?” ucap JK.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Sudirman Said: Prabowo akan Tampil Rileks, Tidak Menyerang

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 akan tampil rileks dalam debat kedua. Sudirman menegaskan, Prabowo akan tampil memberikan gagasan-gagasan baru di panggung debat capres.

“Insyaallah Beliau akan tampil rileks, tidak akan nyerang-nyerang gitu. Saya yakin juga ini bukan kuat-kuatan untuk menjatuhkan tapi adu gagasan dan gagasan disampaikan dengan baik bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meyakinkan masyarakat yang lain,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dengan gaya rileks dan bicara data, Prabowo disebut Sudirman ingin meyakinkan pemilih soal pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu, Prabowo-Sandiaga bisa mengambil suara dari swing voters.

“Untuk apa lawan dijatuhkan, dipermalukan, tapi kemudian elektabilitasnya tidak naik. Jadi kita ingin meyakinkan pemilih yang di tengah, yang disebut swing voters, bahwa ini pemimpin baru yang menawarkan perbaikan-perbaikan,” sambung Sudirman.

Sebagai persiapan, Prabowo menurut Sudirman sudah berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya terkait tema debat capres. Prabowo akan menekankan mengenai strategi pengelolaan negara yang ideal pada debat capres.

“Debat ini kan debat level pimpinan negara ya, tentu saja data-data sangat diperlukan, tapi sebetulnya yang lebih penting adalah soal strategi soal visi, soal program, kisaran-kisaran program. Kalau data detail, ya seorang presiden punya begitu banyak instrumen. Saya kira tidak fair juga kalau dibebankan kepada pemimpin negara,” tuturnya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Moderator Debat Capres Ingin Jokowi dan Prabowo Rileks

Jakarta – Moderator debat capres, Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki ingin kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto rileks saat berada di panggung debat. Kedua capres diharapkan bisa membuka rencana-rencana program agar bisa diketahui masyarakat.

“Kami berharap dapat membantu debat kedua ini lebih cair, lebih hidup dan yang lebih penting kedua capres tampil lebih rileks, santai, jadi itu harapan kami sebenarnya,” kata Tommy Tjokro di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Ada 6 segmen debat bertema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam. Moderator juga sudah meneken pakta integritas untuk tidak membocorkan kisi-kisi debat capres.

“Itu yang kami pegang penuh karena merupakan mandat dan tanggung jawab yang luar biasa untuk tujuannya menciptakan debat yang hidup dan tadi ketika mendengarkan perwakilan dari kedua paslon. Tentu eksploratif yang ada di segmen keempat nanti diharapkan menghidupkan debat kedua capres,” paparnya.

Sementara itu, moderator lainnya Anisha Dasuki, berharap kedua capres memaparkan ide-ide baru di panggung debat capres. Anisha juga menyebut ada yang berbeda di segmen debat capres.

“Ada perbedaan debat pertama dan kedua, yaitu ada debat terbuka antara kedua capres, yang mana kami sudah membahas dengan timses 01 dan 02. Besok di debat terbuka tersebut akan ada kejutan bagi masyarakat dan juga ada ide-ide baru, ide-ide segar yang akan terungkap dari kedua pasangan calon,” ujar Anisha.

Sementara itu perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan kesiapan capres menghadapi debat kedua.

“Ini kita percaya bahwa debat inspiratif ini nanti akan lebih memberikan ruang kepada paslon kami dari Pak Joko Widodo untuk lebih bisa mengekspresikan pikiran-pikiran dan narasi-narasi besar, maupun data-data dan supaya masyarakat lebih paham betul mengenai hal yang mau disampaikan oleh pasangan kami. Khususnya Pak Joko Widodo berkaitan dengan hal yang menyangkut infrastruktur, menyangkut pangan, energi dan lingkungan sumber daya alam,” ujar Direktur Program TKN, Aria Bima.

Sedangkan Direktur Saksi BPN Danang Wicaksono yakni debat akan berlangsung seru dan atraktif dibanding debat capres pertama

“Yang jelas kita akan menampilkan calon presiden yang siap untuk memenangkan pemilu ini dengan cara proses debat yang kedua ini, yang saya kira akan lebih mengeksplorasi bagaimana gambaran besar ke depan pasangan 02 untuk memperbaiki Indonesia,” ujar Danang.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Tak Hadiri Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

JakartaPrabowo Subianto tidak menghadiri sidang tanwir PP Muhammadiyah. Prabowo dan Jokowi sama-sama diundang dalam sidang tanwir di Bengkulu.

“Beliau diundang. Tetapi berhalangan hadir,” ujar Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Menurutnya, ketidakhadiran Prabowo sudah disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan pada Kamis (14/2). Sidang tanwir Muhammadiyah dijadwalkan ditutup besok pagi oleh Wapres Jusuf Kalla.

“(Informasi ketidakhadiran Prabowo) sudah disampaikan oleh Pak Zulkifli Hasan pada hari Kamis sebelum pembukaan,” sambung Abdul Mu’ti.

PP Muhammadiyah sebelumnya mengundang Jokowi dan Prabowo sebagai tokoh nasional bukan capres. Sidang Tanwir yang digelar mulai 15 Februari itu, membahas keorganisasian hingga keumatan.

Sedangkan Presiden Jokowi saat membuka sidang Tanwir Muhammadiyah berbicara soal kepemimpinan di pemerintahan. Jokowi juga kembali menyinggung soal tudingan-tudingan yang ditujukan kepada pemerintah.

(jbr/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Respons Fabby Tumiwa yang Bantah Masuk Tim Ahli Prabowo

Jakarta – Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dradjad Wibowo, merespons ucapan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa. Dia menyatakan melihat nama Fabby di daftar panelis.

“Kemarin waktu melihat di meja panelis ada nama Fabby, saya sempat menoleh sekeliling, apa Fabby sudah hadir. Ternyata hingga acara dimulai, yang bersangkutan tidak hadir,” kata Dradjad kepada detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Dia mengaku tak tahu seberapa intensif komunikasi antara Direktur materi dan debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, dengan Fabby terkait isu energi. Menurutnya, Sudirman dan Fabby cukup dekat.

“Saya tidak tahu seberapa intensif komunikasi dia dengan Mas Sudirman Said tentang materi di bidang energi. Saya hanya tahu bahwa mereka berdua saling mengenal cukup dekat,” ujarnya.
Dradjad pun menjelaskan proses penyampaian undangan terhadap dirinya hingga konfirmasi kehadiran. Dia menyatakan tak tahu proses hingga nama Fabby masuk daftar panelis dalam acara tersebut.

“Maksudnya Faby tidak hadir? Memang tidak hadir. Tapi soalnya namanya ada dalam list, saya tidak tahu. Proses konfirmasi kehadirannya kan teliti sekali, kalau melihat yang saya alami,” ucap Dradjad.

Adapun daftar panelis yang dimaksud adalah terkait Pidato Kebangsaan capres Prabowo Subianto di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (15/2). Kegiatan itu disebut melibatkan puluhan panelis.

Dradjad yang hadir dan menjadi salah satu panelis menjelaskan para panelis akan ikut serta menyampaikan pendapatnya soal tema pidato kebangsaan kali ini, yakni ‘Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air’. “Setelah kami menyampaikan pendapat dan pandangan, baru Pak Prabowo pidato,” ujar Dradjad di di Po Hotel, Semarang, Jateng.

Nah, dalam daftar nama panelis untuk pidato itulah nama Fabby tertera. Dia masuk dalam daftar panelis bidang lingkungan hidup.

Fabby pun angkat bicara soal namanya yang masuk dalam daftar panelis itu. Dia menyatakan tak tergabung dalam tim ahli untuk Prabowo-Sandiaga ataupun Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, dia tak menampik kerap memberi masukan untuk isu energi ke tim Prabowo. Masukan juga disebutnya kerap diberikan untuk tim Jokowi-Ma’ruf.

Terkait Pidato Kebangsaan Prabowo di Semarang itu, Fabby menyatakan dirinya tak hadir. Dia mengaku ada kegiatan lain saat acara itu berlangsung.

“Saya memberikan masukan ke 01 maupun 02 ya. Lalu memang saya itu sebenarnya di undang di acara tadinya mau ada rencana seminar di tanggal 14 Februari kemarin di Jakarta. Saya diundangnya untuk berbicara di seminar soal energi itu. Lalu, beberapa hari yang lalu saya baru tahu bahwa acaranya tidak jadi di Jakarta tapi dipindah ke Semarang lalu dibarengi dengan pidato politik Pak Prabowo. Saya karena konteks sebagai pembicara seminar, ya saya berpikir itu masih bagian dari itu. Tapi karena diselenggarakannya hari Jumat siang di Semarang, kebetulan di waktu yang sama saya sudah punya komitmen lain. Jadi saya tidak hadir di acara itu, yang di Semarang saya tidak hadir,” ucap Fabby kepada detikcom, Sabtu (16/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(haf/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>