KPU: Tokoh Publik yang Viralkan Hoax Harus Dimintai Tanggung Jawab

Jakarta – KPU telah melaporkan hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri. KPU meminta tokoh publik yang ikut memviralkan juga dimintai pertanggungjawaban.

“Tokoh-tokoh publik yang memviralkan itu juga harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Menurut Pram, tokoh publik seharusnya memberikan informasi yang bernar kepada masyarakat. Bukan ikut memviralkan berita yang belum jelas.

“Tokoh publik itu adalah memberikan info yang benar kepada masyarakat, tidak berdasarkan info yang sumir lalu kemudian diviralkan, itu adalah tokoh publik yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Pramono berharap kasus hoax ini dapat ditelusuri secara profesional dan dapat diberikan hukuman yang setimpal. Bukan hanya penyebar, namun juga dalang dibalik isu tersebut.

“Ya kita berharap ditelusuri secara profesional siapapun yang tanggung jawab, tentu harus dikenai hukuman secara setimpal. Kita berharap yang dijadikan pelaku bukan hanya yang kelas kecil tapi juga para dalangnya, para master midnya jadi siapa yang dibelakang itu,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan pengusutan terhadaphoax surat suara tercoblos dilakukan. Saat ini tim juga mengidentifikasi suara rekaman yang menyebutkan kabar bohong tersebut.

“Semua yang ingin melakukan kekacauan dan gangguan terhadap pemilu pasti akan kita selesaikan,” kata Arief di Bareskrim Polri (3/1).

Saksikan juga video ‘Soal Hoax Surat Suara Tercoblos, Andi Arief Bisa Kena UU Pemilu’:

[Gambas:Video 20detik]

KPU: Tokoh Publik yang Viralkan Hoax Harus Dimintai Tanggung Jawab


(dwia/rna) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tim Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Setujui Surat Suara Pilpres 2019

Jumat 04 Januari 2019, 17:29 WIB

Foto News

Pradita Utama – detikNews

Jakarta detikNews – KPU melakukan validasi dan persetujuan surat suara Pemilu 2019. Nantinya surat suara yang sudah disetujui ini akan dijadikan acuan untuk pencetakan surat suara.

Pasangan nomor urut 02 yang diwakili oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso menunjukan surat suara Pilpres 2019.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

2 Anak Andi Arief Bikin Puisi ‘Jangan Takut Papa’

Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dilaporkan ke polisi oleh TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amian terkait hoax 7 kontainer surat suara. Elite Partai Demokrat mengunggah puisi dari dua anak Andi Arief yang isinya meminta sang ayah tidak takut.

Puisi dari kedua anak Andi Arief diunggal Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon di akun Twitter-nya, Jumat (4/1/2019). Jansen menegaskan puisi itu benar ditulis anak Andi Arief.

Kedua anak Andi Arief itu bernama Fazle Merah Maula dan Fatih Putih Fathan. Keduanya masih belasan tahun.

“Merah 13 tahun, Putih 12 tahun. Keduanya laki-laki,” sebut Jansen.

Berikut ini puisi anak Andi Arief yang berjudul ‘Jangan Takut Papa’.

Jangan Takut Papa

Papa,
Abang dan Adek
Akan menjaga Mama di rumah
Papa jangan takut

Papa,
Abang dan Adek geram
Kalau Papa membolehkan hari Senin
Abang dan Adek akan demi ke Istana Negara, seperti Demo 212

Papa tetap semangat.

(gbr/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anak Krakatau yang Terus Membangun Dirinya

Bangun tidur melihat Anak Kratakau sedang ‘batuk-batuk’ juga menjadi keseharian Waryani, 33 tahun. Rumah pedagang ikan laut ini hanya berjarak 10 meter dari bibir pantai Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandenglang. Namun, sebelum tsunami menerjang pada malam Minggu itu, erupsi Kratakau sangat lama menarik perhatiannya. “Kelihatannya erupsinya lebih besar malam itu. Saya foto-foto letusannya dari sini. Merah, menyala,” kata Waryani, 24 Desember 2018.

Andi Suwardi, Kepala Pos Pemantauan GAK di Kalianda, Lampung.
Foto : Dok. Pribadi

Gemuruh Anak Krakatau tidak hanya terdengar dai Banten, melainkan juga Lampung. Hanya saja, menurut Andi Suwardi, Kepala Pos Pemantauan GAK Kalianda, Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), suara letusan gunung tidak sekeras terdengar di Banten.

“Yang agak keras itu ke arah Banten, karena kan geografisnya tidak terlalu tinggi, cuma 30 mdpl (meter di atas permukaan laut). Kalau kita kan tinggi, jadi mungkin tidak terlalu keras,” katanya kepada detikX, Jumat, 4 Januari 2019.

Sejak 26 Desember 2018, Anak Krakatau dinaikkan levelnya ke Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di radius 5 Km dari puncak gunung, setelah sebelumnya 2 Km. “Imbauan kepada masyarakat mengikuti arahan dari PVMBG untuk tidak mendekat dalam radius 5 Km. Di antaranya tidak boleh mendekat dengan Pulau Panjang, Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan pulau lainnya yang ada di dekatnya,” ungkap Kepala Sub Bidang Mitigasi Bencana Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Kristianto kepada detikX, Kamis, 3 Januari 2019.

Hingga kini, gunung itu masih terus memuntahkan material yang ada di dalam perutnya. Berbagai material gas dan debu berwarna hitam, abu-abu dan putih membumbung ke angkasa. Air di sekitar pulau Anak Krakatau pun terlihat berwarna cokelat. Erupsi atau pelepasan material Anak Krakatau sempat terekam awak Kapal Patroli TNI Angkatan Laut yang melintas di sekitar pulau pada Kamis, 3 Januari 2019, pukul 16.30 WIB.

PD Buang Kebohongan Award PSI untuk Andi Arief ke Tong Sampah!

Jakarta – PSI menghadiahi Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief piagam Kebohongan Award terkait hoax 7 kontainer surat suara sudah tercoblos. ‘Award’ dari PSI itu langsung dibuang PD ke kotak sampah! Tak hanya itu, partai tersebut juga menimbang akan mempolisikan PSI terkait aksi ‘award’ tersebut.

“Kami taruh di tempat sampah award itu. Walau kami Partai Demokrat dalam sejarahnya bukanlah partai yang sedikit-sedikit suka melapor ke polisi, namun dalam diskusi internal, ada keinginan kami untuk melaporkan Ketua Umum dan Sekjen PSI yang menandatangani award itu,” kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/1/2019).

Buang Kebohongan Award untuk Andi Arief, PD Kaji Polisikan PSIJansen Sitindaon (Gibran Maulana/detikcom)

Jansen tak mengerti maksud PSI membuat seremoni pemberian ‘Kebohongan Award’. Soal Andi Arief, yang disebut PSI menyebarkan isu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, PD menyebut pernyataan PSI melampaui fakta hukum saat ini.

Jansen menyebut PSI tengah mem-framing Andi Arief sebagai pelaku penyebar hoax. Padahal, menurutnya, tweet Andi hanya berisi permintaan kepada KPU mengecek kebenaran isu itu. Andi dianggap tak menyebarkan hoax.

“Karena apa maksud PSI memberi award kebohongan tersebut? KPU saja tidak melaporkan Andi Arief. Pemanggilan saja belum ada terhadap Andi Arief, apalagi putusan hukum. Tindakan PSI ini sudah melakukan framing politik melebihi putusan hukum. Dan anak-anak PSI ini memang harus belajar bahasa Indonesia lagi. Suruh baca ulang tweet Andi Arief. Meminta dicek kebenaran kok dikatakan hoax,” sebutnya.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany sebelumnya mengatakan Andi Arief telah melakukan kebohongan isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Sikap PSI yang, menurut PD, langsung menuduh Andi sebagai pelaku penyebar hoax, disebut Jansen, sangat arogan.

“Apa yang dilakukan PSI ini juga menunjukkan arogansi politik kekuasaan dan kekerdilan cara berpikir mereka. Inilah kalau partai diisi para ABG (anak baru gede). Mumpung sedang ada bersama koalisi penguasa, membuat sebuah award, menuduh orang lain melakukan kebohongan, padahal terbukti secara hukum saja belum. Jadi selain sebagai partai, PSI ini perlu belajar politik, juga harus belajar hukum lagi,” tegas Jansen.

Saksikan juga video ‘Jokowi Bicara Politik Kebohongan, Fadli: Menyindir Diri Sendiri’:

[Gambas:Video 20detik]


PD Buang Kebohongan Award PSI untuk Andi Arief ke Tong Sampah!


(gbr/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Mania Polisikan Tengku Zul Soal Cuitan ‘Surat Suara Tercoblos’

Jakarta – Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) mempolisikan Ustaz Tengku Zulkarnain atas cuitannya soal ‘surat suara tercoblos‘ ke Bareskrim Polri. Zulkarnain dilaporkan atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

Relawan Jo-Man menyertakan screenshot cuitan Zulkarnain dalam akun Twitter @ustadtengkuzul sebagai barang bukti. Cuitan tersebut sudah dihapus Zulkarnain. Berikut isi cuitan Zulkarnain yang dilaporkan:

7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau.

“Artinya ketahuan sekali itu berita hoax. Ini narasi mengerikan, ini berita terbohong di republik ini. Mereka mencoba mendeligitimasi pemilu yang akan berlangsung hari ini. Ini bahaya,” ujar Ketua Jo-Man Immanuel Ebenezer kepada wartawan usai melapor di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Laporan sudah diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0019/I/2019/BARESKRIM. Zulkarnain dilaporkan atas pasal 14 ayat (1) (2), dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1945.

Zulkarnain sebelumnya sudah angkat bicara mengenai cuitannya yang sudah dihapus. Saat itu, Zulkarnain mengaku merekam pemberitaan dari salah satu stasiun TV swasta dengan telepon genggamnya mengenai kabar surat suara yang tercoblos. Zulkarnain pun menyertakan tanda tanya di cuitannya.

“Maka saya pakai tanda tanya. Masak nggak boleh tanya? Itupun 2 menit saya hapus. Kan 7 kontainer saya hapus karena murid saya bilang ‘jangan pak kiai, nanti ribut’. Saya cabut. Saya cuma upload 2 sampai 3 menit. Yang nyebar itu mereka,” kata Zulkarnain kepada wartawan.
(aik/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soal Cuitan ‘Surat Suara Tercoblos’ Tengku Zul, Ma’ruf Bicara Etika di MUI

Jakarta – Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain diserang TKN Jokowi-Ma’ruf Amin karena ikut mencuit soal isu surat suara yang tercoblos. TKN bahkan meminta polisi bertindak. Apa kata Ketum MUI yang juga cawapres Ma’ruf Amin?

“Ini kan sedang ditangani pihak polisi. Kita tunggu apa nanti yang ditetapkan oleh pihak kepolisian. Baru setelah itu kita akan tindaklanjut di MUI untuk merespons apa yang sebenarnya terjadi pada beliau, kita di MUI ada mekanismenya,” kata Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Zulkarnain memang langsung menghapus cuitannya setelah sekitar 2 menit diunggah. Namun cuitan Zulkarnain sudah kadung di-screenshot dan menjadi viral. Ma’ruf menyinggung soal etika berpolitik di MUI.

“Kemudian kita juga di dalam mengembangkan Islam kita menggunakan Islam wasathiyah dan kita di dalam masing-masing boleh tentukan pilihan tapi nggak boleh menghujat, tidak boleh membuat isu tidak baik. Di MUI ada etikanya dalam menyikapi soal politik. Karena itu kita akan melihat pernyataan itu sejauh mana menurut pihak dari kepolisian,” ujar Ma’ruf.

Zulkarnain sebelumnya menjelaskan, ia hanya bermaksud meminta klarifikasi terkait kebenaran kabar surat suara yang tercoblos. Setelah mendapatkan klarifikasi, Zulkarnain menghapus tulisannya.

“Maka saya pakai tanda tanya. Masak nggak boleh tanya? Itupun 2 menit saya hapus. Kan 7 kontainer saya hapus karena murid saya bilang ‘jangan pak kiai, nanti ribut’. Saya cabut. Saya cuma upload 2 sampai 3 menit. Yang nyebar itu mereka,” jelas Zulkarnain kepada wartawan.

Sementara itu, Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli meminta polisi menindak tegas dan menangkap Zulkarnain atas cuitannya. Menurut Romli, walau Zulkarnain sudah menghilangkan jejak digitalnya, polisi tetap harus mengusutnya.

“Polisi harus tegas, tindak pelakunya, tangkap itu Andi Arief dan Tengku Zulkarnain, dan semua yang terlibat dipanggil semua. Tiba-tiba yang nyebarin hoax kan semua twitnya dihapus. Setelah sukses bikin ramai, kemudian ada klarifikasi audio soal hoax itu. Tujuan mereka menyebarkan hoax dan menciptakan keresahan sudah sukses, terus mereka semua mau cuci tangan. Polisi harus seret semua pelakunya,” kata Romli kepada wartawan, Kamis (3/1).
(dkp/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>