Donnarumma: AC Milan Ingin Finis di Zona Liga Champions

Genoa – Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, menegaskan timnya bertekad mengamankan posisi empat besar klasemen akhir Serie A, sekaligus satu tiket berlaga di Liga Champions musim depan.

Performa I Rossoneri masih belum konsisten pada musim ini. Mereka sempat berada di papan tengah, sebelum akhirnya kembali menempati peringkat keempat klasemen Serie A.

AC Milan berhasil menembus posisi empat besar berkat dua kemenangan beruntun. Setelah sukses mengalahkan SPAL dengan skor 2-1, Milan juga mampu mendulang tiga poin ketika bersua Genoa.

Bermain di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Senin (21/1/2019), Il Diavolo Rosso menang 2-0 atas Genoa. Sepasang gol AC Milan disarangkan Fabio Borini pada menit ke-72 dan Suso menit ke-83.

Mendulang enam angka dari dua laga membuat skuat Merah-Hitam telah mengoleksi 34 poin dari 20 laga. Mereka tertinggal enam poin dari Inter Milan yang berada di atasnya, atau peringkat ketiga klasemen Serie A.

“Kekalahan di Supercoppa Italia (dari Juventus) menyakitkan, tetapi tujuan kami adalah posisi keempat dan kami berada di sana. Sekarang mari fokus pada pertandingan berikutnya, yang ini sudah kami amankan,” kata Donnarumma.

“Bukan awal yang baik, tetapi kami menderita bersama-sama dan itu adalah hal yang paling penting. Kami berjuang keras dan kualitas kami akhirnya muncul untuk memenangkan pertandingan yang sangat sulit,” paparnya.

Selanjutnya, AC Milan akan menghadapi Napoli pada pertandingan pekan ke-21 Serie A, di San Siro pada 26 Januari 2019.

Sumber: Football Italia

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

3 Pemain Bintang yang Disia-siakan Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Chelsea menjadi kuburan bagi pemain-pemain bintang yang ingin berkembang di Liga Inggris. Berstatus pemain bintang dan dibeli mahal, pemain-pemain ini malah gagal berkembang.

Salah satu yang cukup fenomenal yaitu Andriy Shevchenko. Siapa yang tak mengenal Shevchenko yang tampil gemilang bersama AC Milan dan Dynamo Kyiv.

Namun kebintangan Shevchenko langsung runtuh saat gabung dengan Chelsea. Dia sempat jadi pemain termahal saat dibeli 73 juta euro plus Hernan Crespo oleh Chelsea dari AC Milan pada 2005.

Dia hanya bertahan dua musim di Chelsea sebelum dipinjamkan kembali ke AC Milan pada 2008-2009. Sempat dibawa pulang Chelsea pada 2009-2010, Shevchenko akhirnya dipulangkan ke kyiv karena permainannya tak berkembang.

Saat ini, Chelsea sudah membuang pemain bintang seperti Cesc Fabregas. Sebentar lagi, The Blues juga akan melepas Gary Cahill. Siapa saja pemain yang pernah disia-siakan Chelsea tapi mampu bersinar di klub lain, berikut rinciannya:



2 dari 4 halaman

3. Fernando Torres

Fernando Torres atau El Nino adalah raja bagi Atletico Madrid. Klub masa kecilnya ini sudah berhasil melambungkan namanya sehingga menjadi salah satu striker yang diperhitungkan di Spanyol.

Setelah cukup lama mencuat bersama Atletico Madrid, Torres akhirnya diboyong Liverpool pada Agustus 2017. Saat itu, dia diboyong dengan transfer 20 juta pounds plus Luis Garcia hijrah ke Atletico Madrid.

Bersama Liverpool, Torres masih menunjukkan sinar yang terang. Dia berhasil mencetak 24 gol di musim pertamanya bersama Liverpool dan inilah yang membuat dia cukup dicintai fans Liverpool.

Namun keputusan mendadak datang pada 31 Januari 2011. Dia dijual ke Chelsea dengan transfer 50 juta pounds, salah satu yang terbesar di sejarah transfer Liga Inggris. Inilah petaka bagi Torres.

Gabung Chelsea, dia malah kesulitan cetak gol bahkan harus menanti 903 menit untuk gol pertamanya. Pelatih Chelsea kala itu pun enggan memberi kesempatan kepada Torres yang terus menunjukkan penurunan dalam permainan.

3 dari 4 halaman

2. Kevin de Bruyne

Kevin de Bruyne terkenal sebagai raja assist sejak mulai mencuat bersama Wolfsburg di Bundesliga. Penampilannya yang efektif saat membawa bola dan memberikan umpan membuat dia jadi buruan klub-klub besar.

Chelsea tak mampu melihat bakat istimewa ini. Dia diboyong dari Genk dengan transfer 7 juta pounds saja pada 31 Januari 2012.

Namun setelah transfer ini, Chelsea malah meminjamkan De Bruyne ke Werder Bremen. Dia baru kembali ke Chelsea pada 1 Juli 2013.

Jose Mourinho sempat menjanjikan De Bruyne posisi di tim utama. Namun cedera dan persaingan yang keras di lini tengah membuat De Bruyne tersisih. Dia pun akhirnya dijual ke Wolfsburg.

Penampilannya mencuat di Wolfsburg hingga membuat Manchester City terpesona. Dia pun diboyong pada 30 Agustus 2015 dengan transfer 55 juta pounds. Hingga kini, De Bruyne jadi andalan Manchester City.

4 dari 4 halaman

3. Mohamed Salah

Inilah boleh jadi blunder paling besar bagi Chelsea. Mohamed Salah yang memukau di Basel membuat Chelsea memboyongnya pada 23 Januari 2014 dengan transfer 11 juta pounds.

Salah yang masih muda, 22 tahun kala itu, sempat menunjukkan harapan bersama Chelsea. Namun Jose Mourinho belum memberinya banyak kesempatan di musim pertama.

Mourinho akhirnya benar-benar melepas Salah di Februari 2015. Salah dipinjamkan ke Fiorentina dan membuat La Viola jatuh cinta.

Namun Salah tak mau lama di Fiorentina dan lebih memilih dipinjamkan ke AS Roma. Disinilah dia mulai menancapkan kuku di sepak bola dunia sebelum diboyong Liverpool pada 22 Juni 2017.

Liverpool berani membayar mahal dengan transfer 42 juta euro untuk Salah. Dan, kualitas Salah terbukti memukau dan berpotensi kembali jadi pemain terbaik di Liga Inggris musim ini.

Striker Muda MU Bisa Sukses Seperti Rooney dan Ronaldo

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer menyebut Marcus Rashford punya masa depan yang cerah. Bahkan, ia menilai striker muda itu bisa sukses seperti Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo.

Rashford baru saja mencatatkan momen penting dalam kariernya bersama MU. Ketika dimainkan pada laga melawan Brighton, Sabtu (19/1/2019) lalu, Rashford mencatatkan penampilan ke-150 bersama tim utama Setan Merah.

Sebuah capaian yang sangat istimewa bagi Rashford bersama MU. Sebab, dia mencapai level tersebut saat usianya 21 tahun.

Karena itu, pujian pun berdatangan baginya, dari Solskjaer.

2 dari 3 halaman

Kagumi Kualitas Rashford

Pada laga ke-150 bersama Manchester United, Rashford juga menandainya dengan manis. Jebolan akademi United itu mampu mencetak satu gol ke gawang Brighton dan membawa timnya meraih kemenangan dengan skor 2-1.

Solskjaer pun begitu kagum dengan kualitas yang dimiliki oleh andalan timnas Inggris tersebut. Bukan hanya dari kualitasnya di atas lapangan, tapi juga dari sisi kedewasaan yang dia nilai melebihi pemain pada usianya.

“Rashford baru berusia 21 tahun, tapi kedewasaan yang dia tunjukkan seperti pemain yang berusia di atasnya. Begitu juga dengan performanya,” ucap Solskjaer dikutip dari Four Four Two.

“Jika Anda melihat statistik Rashford, saya mendapatkan informasi bahwa dia lebih muda dari Ronaldo dan Rooney untuk mencapai 150 penampilan bersama Manchester United,” sambung manajer berusia 45 tahun.

Rashford sejauh ini telah mencatatkan 150 penampilan untuk United dan mencetak 41 gol di semua kompetisi.

3 dari 3 halaman

Lewati Ronaldo dan Rooney

Melihat catatan apik Rashford tersebut, Solskjaer mengakui jika dia punya masa depan yang cerah. Bahkan, bukan tidak mungkin Rashford bisa mencapai level yang sama dengan dua seniornya yakni Rooney dan Ronaldo.

“Jelas, dia bisa berada di level top,” ucap Solskjaer.

“Semakin sering Anda mencetak gol, maka Anda akan semakin merasa percaya diri dan ingin terus berada di posisi yang sama. Cara dia bekerja dalam satu pekan terakhir sangat fantastis. Sangat senang bisa bekerja dengannya,” tutup Solskjaer.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Sikat Chelsea, Emery Puji Kualitas Striker Arsenal

Liputan6.com, London – Unai Emery menyanjung penampilan striker Arsenal, Pierre Emerick-Aubameyang. Manajer asal Spanyol itu menilai Aubameyang sebagai pemain yang serbabisa.

Aubameyang tidak mencetak gol saat Arsenal menang lawan Chelsea, Sabtu (19/1/2019). Ia justru ditempatkan sebagai gelandang serang dalam laga tersebut.

Menariknya, Aubameyang langsung menunjukkan kualitasnya meski posisi aslinya sebagai striker murni. Ia mampu mengobrak-abrik pertahanan Chelsea dengan pergerakannya.

“Aubameyang bisa bermain di kiri maupun kanan. Dan saat dia ditempatkan di berbagai posisi yang paling menonjol adalah sikap dan mentalnya,” kata Emery seperti dilansir Evening Standard.

“Dia selalu mau menjalankan apa yang saya suruh. Padahal dalam laga kemarin pun dia diturunkan sebagai gelandang serang,” kata Emery yang baru menangani Arsenal musim panas kemarin.

2 dari 2 halaman

Ganti Formasi

Saat melawan Chelsea, Aubameyang juga diturunkan bersamaan dengan Alexandre Lacazette. Padahal biasanya keduanya dipasang secara bergantian.

“Semua tergantung siapa lawannya. Saya hanya mencari komposisi terbaik dalam tim ini,” kata Emery.

“Mungkin di laga lain hanya satu striker yang dibutuhkan. Jadi tak mungkin keduanya selalu saya duetkan,” katanya menambahkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Transfer Belum Pasti, Higuain Ditepikan dari Skuat Milan

Milan – Meski sudah ramai digosipkan, transfer Gonzalo Higuain ke Chelsea belum juga terjadi. Sang striker kini malah ditepikan dari skuat Rossoneri.

“Belum ada keputusan, jadi Anda harus bertanya pada Leonardo (direktur AC Milan),” ucap Gattuso saat ditanya soal transfer Higuain dalam sesi konferensi pers.

Sudah sekitar dua pekan Higuain santer dikabarkan akan gabung Chelsea. Meski gosip sudah berembus kencang kalau dia akan bergabung lagi dengan Maurizio Sarri, faktanya sampai kini Higuain masih berada di Kota Milan.

Rumor kepindahan dan ketidakpastian transfer pada akhirnya memengaruhi mental pesepakbola 31 tahun itu. Gattuso terpaksa tak memasukkan mantan pemain depan Napoli dan Juventus itu dalam skuat untuk laga dengan Genoa.

“Saya akan jujur dengan Anda, saya melihat salah satu sesi latihan terburuk sejak saya datang ke sini. Semua pembicaraan (transfer) ini tidak bagus untuknya. Saya sudah berbicara dengan Higuain, tepat kami mengambil keputusan ini.”

“Saya ingin melihat orang yang secara mental siap untuk bertempur dan Higuain pada saat ini tidak siap. Saya tidak kecewa padanya, saya pernah jadi pemain.”

“Saya menerima keputusannya (pindah ke Chelsea), sebagaimana Leonardo Bonucci (kembali ke Juventus) di musim panas. Masih ada rasa hormat, mungkin dia bisa lebih baik lagi, sementara kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik juga. Tim ini butuh ketenangan, fokus, dan antusiasme. Elemen-elemen yang kurang dari tim ini dalam beberapa waktu terakhir,” papar Gattuso dikutip dari Football Italia.

(din/raw)

Piala Asia 2019: Gagal Jaga Keunggulan, Thailand Disingkirkan China

Al Ain – Timnas Thailand takluk dengan skor tipis 1-2 dari China pada 16 besar Piala Asia 2019, di Hazza Bin Zayed Stadium, Al Ain, Minggu (20/1/2019). Hasil ini membuat Thailand gagal mengikuti Vietnam lolos ke perempat final.

Thailand sebenarnya unggul lebih dulu atas China di laga ini. War Elephants membuka keunggulan melalui gol yang dicetak Supachai Jaided pada menit ke-31.

Striker berusia 20 tahun itu membobol gawang China lewat tembakan dari dalam kotak penalti. Tendangan kerasnya berhasil menggetarkan gawang Yan Junling.

Namun, keadaan berbalik di babak kedua. China yang diarsiteki Marcelo Lippi berhasil membalikkan keadaan atas Thailand.

Pada menit ke-67, Xiao Zhi membuat skor menjadi imbang 1-1. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu membobol gawang Thailand setelah meneruskan bola muntah hasil sundulannya yang ditepis Sivarak Tedsungnoen.

China berbalik unggul hanya empat menit setelah gol tersebut. Kesalahan Chalermpong Kerdkaew yang menjatuhkan Gao Lin berujung penalti untuk tim dari Negeri Tirai Bambu.

Gao Lin yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Tedsungnoen lewat tembakan dari titik 12 pas. Setelah itu tidak ada gol tambahan yang tercipta dan Thailand harus menerima kenyataan terhenti di 16 besar Piala Asia 2019.

2 dari 2 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Thailand (3-4-1-2): 23-Sivarak Tedsungnoen; 16-Mika Chunuonsee, 4-Kerdkaew Chalermpong, 6-Pansa Hemviboon; 19-Tristan Do, 8-Thitipan Puangchan, 17-Tanaboon Kesarat (21-Pokkhao Anan 81′), 3-Theerathon Bunmatan; 18-Chanathip Songkrasin; 22-Supachai Jaided (12-Chayanan Pombuppha 63′), 10-Teerasil Dangda

Pelatih: Sirisak Yodyadthai (Thailand)

China (4-3-3): 1-Yan Junling; 5-Zhang Linpeng, 6-Feng Xiaoting, 4-Shimizu Keiki, 19-Liu Yang (16-Jin Jingdao 64′); 11-Hao Junmin, 10-Zheng Zhi, 15-Wu Xi (8-Zhao Xuri 82′); 22-Yu Dabao (9-Xiao Zhi 64′), 7-Wu Lei, 18-Gao Lin

Pelatih: Marcelo Lippi (Italia)

Wasit: Mohammed Abdulla Mohammed (UEA)

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Bukan Morata, Barcelona Segera Boyong Eks Striker Arsenal

Liputan6.com, Jakarta Barcelona sedang sibik mencari penyerang di bursa transfer Januari 2019 ini. Blaugrana ingin mendatangkan pemain depan pelapis untuk mesin gol Luis Suarez.

Pada awal Januari ini, Barcelona baru saja melepas penyerang Munir El Haddadi. Kepergian Munir membuat El Barca praktis tak memiliki striker murni lain selain Suarez. 

Dengan masih main di tiga kompetisi sekaligus, Barcelona merasa perlu adanya tambahan penyerang murni, untuk mengantisipasi jika Suarez cedera atau kelelahan.

Ada beberapa pemain yang dikaitkan dengan Barcelona untuk menjadi pengganti Munir. Mulai dari bomber Chelsea Alvaro Morata hingga mesin gol Girona Cristhian Stuani.

Media Spanyol Sport melaporkan bila Morata dan Stuani kemungkinan batal direkrut. Barcelona akan mendatangkan pemain Meksiko Carlos Vela. Kepindahan Vela ke Nou Camp tinggal selangkah lagi.

Barcelona konon sudah mencapai kesepakatan dengan klub Vela saat ini, Los Angeles FC. Pelatih Ernesto Valverde juga sudah memberi lampu hijau untuk merekrut eks pemain Real Sociedad itu.

2 dari 2 halaman

Dipinjam

Vela hanya akan dipinjam Barcelona selama semusim saja. Blaugrana baru akan mempermanenkannya jika eks pemain Arsenal itu bermain bagus selama masa peminjaman.

Sosok Vela cocok dengan karakter yang dibutuhkan Barcelona. Dia sudah mengenal La Liga dengan baik karena pernah bermain untuk Salamander, Osasuna dan Sociedad.

Vela juga takkan mengeluh jika dijadikan pelapis Suarez. Akan sangat berbahaya bila Barca merekrut pemain dengan nama besar. Sang pemain bakal sering mengeluh jika lebih banyak dicadangkan.

Solskjaer Desak MU Rekrut Winger Belanda

Liputan6.com, Jakarta – Ole Gunnar Solskjaer sukses besar di awal kariernya sebagai caretaker Manchester United (MU). Solskjaer selalu menang dalam enam laga pertamanya bersama Setan Merah.

Para pemain MU juga sangat senang dilatih Solskjaer. Beberapa pemain yang meredup sewaktu ditangani Jose Mourinho kini tampil cemerlang lagi ebrsama MU. 

Walau melakukan start sempurna, Solskjaer masih belum puas dengan skuat MU saat ini. Tuttomercatoweb mengklaim, selain lini belakang, Solskjaer ingin ada tambahan pemain baru di sektor penyerangan.

Pemain yang sangat diinginkan Solskjaer adalah winger PSV Eindhoven Steven Bergwijn. Pemuda 21 tahun itu membuat Solskjaer takjub dengan perkembangannya di Liga Belanda.

Pemain asli jebolan PSV itu menjadi kunci sukses klubnya sejak promosi ke tim utama. Bergwijn sudah membuat 19 gol dari 91 penampilan bersama PSV di berbagai ajang.

2 dari 2 halaman

Pengganti Alexis?

Bergwijn merupakan pemain sayap. Dia bisa beroperasi di kedua sisi sayap. Bergwijn masih terikat kontrak dengan PSV sampai 2022. Harganya cukup mahal diata 40 juta euro.

Solskjaer sudah merekomendasi Bergwijn kepada petinggi MU. Bergwijn bisa menjadi pengganti Alexis Sanchez yang dikabarkan ingin cabut di Januari 2019 ini.

Girona Takkan Lepas Stuani ke Barcelona

Liputan6.com, Jakarta Barcelona dikabarkan ingin memboyong striker Girona Cristhian Stuani. Namun, rencana Barcelona ini dibantah Presiden Girona Delfi Geli.

Pemain berusia 32 tahun itu saat ini merupakan pencetak gol terbanyak ketiga di La Liga. Stuani mampu mencetak 12 gol dan hanya kalah tajam dari dua bintang Barcelona Lionel Messi dan Luis Suarez.

Penampilan mengesankan Stuani itu membuat Barcelona terpikat. Barcelona dikabarkan ingin mendatangkan sang pemain pada bursa transfer Januari ini.

Stuani punya klausul pelepasan yang mencapai 15 juta euro di Estadi Montilivi. Media Spanyol semuanya mengabarkan bahwa Barca ingin mengaktifkan klausul tersebut.

2 dari 3 halaman

Bantahan Sang Presiden

Akan tetapi, kabar mengenai kepindahan Stuani menuju Barcelona dibantah oleh Delfi Geli. Menurutnya, sang pemain tidak akan meninggalkan klub.

“Tidak ada yang perlu dikatakan tentang ini,” kata Geli kepada Cadena Ser.

“Stuani adalah pemain kami, dia sangat senang di sini dan kami sangat senang memilikinya di sini, tidak ada hal baru lainnya.

“Sebenarnya kisah ini tidak memiliki dasar fakta. Saya tidak bisa mengatakan hal lainnya.”

3 dari 3 halaman

Butuh Striker

Barcelona sendiri saat ini memang sedang membutuhkan striker baru untuk menjadi pelapis Luis Suarez. Pasalnya, mereka baru saja melepas Munir El Haddadi.

Munir dilepas ke Sevilla dengan biaya sebesar 1 juta euro pekan lalu. Hal itu membuat Barcelona hanya punya Luis Suarez sebagai striker senior di klub.

Barca dikabarkan sudah menolak kesempatan untuk merekrut striker Chelsea Alvaro Morata. Sementara itu, Fernando Llorente sekarang sepertinya akan bertahan di Tottenham.

Sumber: bola.net

Rooney Dukung MU Kejar Pochettino

Liputan6.com, Jakarta – Mantan striker Manchester United, Wayne Rooney meminta Setan Merah untuk terus berusaha mendapatkan Mauricio Pochettino sebagai pelatih baru mereka. Dimata Rooney, Pochettino adalah sosok yang sangat tepat dengan filosofi MU.

Setan Merah saat ini memang tengah melaju positif bersama pelatih interim mereka, Ole Gunnar Solskjaer. Sebagai pengganti Jose Mourinho, Solskjaer terbukti cukup manjur, dia sukses meraih enam kemenangan beruntun. 

Rooney sendiri juga mengaku kagum dengan kualitas Solskjaer. Dia yakin MU memang sudah berkembang sejak ditangani Solskjaer, tapi di sisi lain dia masih ragu Solskjaer cocok untuk melatih MU dalam jangka panjang.

Alhasil, Rooney yakin Pochettino merupakan kandidat yang paling tepat untuk tim seperti MU.

Menurut Rooney, Pochettino punya satu kelebihan yang tak dimiliki banyak pelatih lain, yakni pembangunan jangka panjang. MU selalu dikenal sebagai klub yang mau mengandalkan pemain-pemain muda, dan Pochettino sangat cocok untuk mengemban tugas itu.

“Pertama-tama, anda harus memberi kesempatan pada Ole [Solskjaer] dan itu adalah diskusi yang harus dilakukan dengan Glazers. Namun, jika saya punya kesempatan untuk menunjuk seseorang, saya akan melakukan semuanya untuk mengejar Pochettino,” ungkap Rooney pada ESPN FC.

“Saya pikir Manchester United – jelas dalam 20, 10 tahun terakhir di era Sir Alex Ferguson – telah melandaskan klub mereka pada pemain-pemain muda, mengorbitkan pemain. Saya kira Pochettino mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemainnya ketika mereka masih muda.”

2 dari 2 halaman

Rekam Jejak

Rekam jejak Pochettino selama menangani Southampton dan kini Tottenham memang membuktikan hal itu. Poch banyak mengenalkan pemain-pemain muda yang kini jadi andalan timnas Inggris.

“Anda bisa mengamati beberapa pemain muda yang dia orbitkan di Tottenham, di Southampton, yang telah bermain untuk tim nasional, jadi saya pikir dia memenuhi semua syarat dalam hal kualitas sebagai pelatih sekaligus kemauan untuk memberi kesempatan pada pemain muda,” tandas Rooney.

Bagaimanapun, MU jelas tengah menghadapi pilihan yang sangat sulit. Jika salah memilih, bukan tidak mungkin mereka akan kembali ke lubang kesalahan yang sama dan kian terpuruk.

Sumber Bola.net