Bawaslu Periksa 15 Camat di Makassar yang Dukung Jokowi

Makassar

Sebanyak 15 camat di Makassar, Sulawesi Selatan, diperiksa Bawaslu terkait laporan video dukungan terhadap capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Bawaslu akan mengkaji keterangan para camat itu untuk memutuskan ada-tidaknya unsur pelanggaran untuk ditindaklanjuti.

“Saat ini kami sedang melakukan registrasi, ada 15 pihak yang kami undang, (tapi) tidak secara bersamaan, (melainkan) berangsur-angsur karena tim klarifikasi kami tentunya terbatas,” ujar Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, Jumat (22/2/2019).

Bawaslu, ditegaskan Azry, menerima tiga laporan terkait video dukungan camat terhadap Jokowi-Amin. Bawaslu, berdasarkan ketentuan, wajib menindaklanjuti laporan tersebut.

Azry menyebut Bawaslu punya waktu 14 hari melakukan penanganan laporan. Keterangan para terperiksa juga akan diplenokan.

“Berkaitan dengan rekomendasi kami ke KemenPAN-RB dan Komisi Aparatur Sipil Negara, itu sudah menjadi standar bagi kami untuk meneruskan itu terkait dengan pelanggaran hukum lainnya. Kami akan melakukan kajian dan kami akan menentukan seperti apa faktanya dan seperti apa rekomendasi,” ujar Azry.

Sebelumnya, beredar video yang berisi deklarasi dukungan kepada calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Video berdurasi 1 menit itu diawali perkenalan diri seseorang bernama Syahrul Yasin Limpo. Dia adalah mantan Gubernur Sulsel.

“Saya, Syahrul Yasim Limpo, beserta seluruh camat se-Kota Makassar,” kata Syahrul di awal video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/2). Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Dalam video itu, Syahrul menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin satu periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor…,” kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.


(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Alasan Real Madrid Sulit Juara Liga Spanyol Musim Ini

Madrid – Real Madrid ternyat tidak memiliki catatan yang bagus di Liga Spanyol dalam satu dekade terakhir. Los Blancos hanya meraih juara dua kali dalam rentang 10 tahun itu.

Hampir setiap tahun, Los Blancos terlihat kacau dalam tahap penting dan tidak mampu mengejar rival berat mereka Barcelona. Mereka sepertinya juga mengalami hal yang sama pada musim ini.

Real Madrid sempat tampil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir dan membuka peluang dalam perburuan gelar La Liga. Setelah mengalahkan sang tetangga Atletico Madrid 3-1 di Wanda Metropolitano, sepertinya Madrid akan bisa mengejar Barcelona.

Namun, mereka justru terpeleset ketika menjamu Girona di Santiago Bernabeu. Tim asuhan Santiago Solari itu secara mengejutkan kalah 2-1 di depan pendukungnya sendiri.

Setelah kekalahan itu, Real Madrid turun ke posisi ketiga di klasemen dan saat ini berjarak 9 poin dari posisi puncak. Sepertinya impian mereka untuk meraih gelar liga pada musim ini sudah berakhir.

Berikut adalah alasan utama kegagalan mereka tersebut seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 4 halaman

Pertahanan yang Bermasalah

Real Madrid membeli kiper peraih Golden Glove Piala Dunia Thibaut Courtois dan mencoret kiper utama mereka Keylor Navas. Tetapi transfer ini masih belum berjalan sesuai rencana.

Courtois adalah kiper yang bagus tetapi ia melakukan banyak kesalahan dan belum mampu mengemas banyak clean sheet. Mantan kiper Chelsea itu sudah kebobolan 29 gol di liga dan sangat buruk di belakang. Penampilannya di El Clasico juga sangat memalukan dan Madrid kalah 5-1.

Pertahanan Madrid musim ini sangat rapuh karena pemain bintang seperti Marcelo dan Raphael Varane tampil sangat buruk. Sergio Ramos merupakan pemimpin di lini belakang, tetapi bek Spanyol itu sangt tidak mungkin untuk mengendalikan pertahanan sendirian.

Cedera juga menjadi momok bagi tim asuhan Santiago Solari itu karena Dani Carvajal, Varane dan Marcelo sudah absen dalam banyak pertandingan.

3 dari 4 halaman

Faktor Piala Dunia

Pemenang Ballon D’or Luka Modric selalu menjadi salah satu pemain paling penting bagi Real Madrid. Dia selalu konsisten dan tim yang bermarkas di Bernabeu itu sudah memenangkan banyak pertandingan karena kecemerlangannya.

Lini tengah Madrid sudah menjadi salah satu yang terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir dan Modric menjadi pemain penting di sana bersama dengan bintang Jerman Toni Kroos. Tapi musim ini, karena Piala Dunia, penampilannya sangat berbeda jauh dan tidak terlihat istimewa. Ini sangat merugikan Madrid karena mereka tidak bisa mengontrol permainan. Baik Kroos dan Modric tidak tampil bagus dan mengecewakan sepanjang musim.

Hal yang sama terjadi dengan peraih Golden Glove Thibaut Courtois dan juara Piala Dunia Raphael Varane. Mereka berdua kembali ke Madrid setelah Piala Dunia yang panjang dan tidak mendapat waktu istirahat yang panjang. Mereka terlihat kelelahan dalam banyak pertandingan dan itu sangat memperngaruhi performa mereka.

4 dari 4 halaman

Lini Depan Mandul

Setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus, Real Madrid tidak membeli pengganti yang sepadan pada musim panas. Satu-satunya striker yang mereka beli adalah Mariano Diaz yang belum bisa menggantikan posisi Ronaldo. Kepergian Ronaldo adalah salah satu alasan utama mengapa Madrid belum bisa memenangkan pertandingan.

Jumlah gol yang dicetak Madrid menurun secara signifikan dan tidak ada yang mampu mencetak banyak gol seperti yang dilakukan oleh Ronaldo. Setelah Gareth Bale dan Marco Asensio bermain di bawah standar dan Isco terus menerus dicampakkan oleh oleh Solari, penyerang yang sering diturunkan Madrid adalah Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Lucas Vazquez. Mereka pun belum cukup konsisten untuk selalu mencetak gol di setiap pertandingan.

Sumber: Bola.net

Pemerintah Gelar Seleksi Kompetensi PPPK Tahap I pada Sabtu-Minggu

Liputan6.com, Jakarta – Seleksi kompetensi bagi para pelamar aparatur sipil negara (ASN) atau PNS dari jalur Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I akan dilaksanakan pada 23-24 Februari 2019.

Pelamar rekrutmen PPPK yang bisa mengikuti seleksi kompetensi adalah mereka yang lulus pada seleksi administrasi.

“Pengumuman seleksi administrasi tersebut dapat diketahui melalui kanal informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat atau via website resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) http://sscan.bkn.go.id,” ujar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (22/2/2019).

Ia menuturkan, seleksi kompetensi terdiri dari tes kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer.

Masing-masing peserta, ia menuturkan, diberikan waktu 100 menit untuk menyelesaikan tes kompetensi yang terbagi menjadi tiga sub tes yaitu 40 soal kompetensi teknis, 40 soal kompetensi manajerial dan 10 soal kompetensi sosio cultural.

Sedangkan wawancara berbasis komputer peserta diberikan waktu 20 menit untuk menyelesaikan 10 soal.

Ia mengemukakan, melalui tes itu, setiap peserta berpeluang mendapatkan nilai maksimum pada masing-masing subtes yaitu kompetensi teknis sebanyak 120 dengan perolehan nilai 3 jika jawaban benar dan 0 jika salah atau kosong.


2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kompetensi manajerial sebanyak 40 soal dengan jawaban benar bernilai 1 dan 0 jika salah dan kosong. Kompetensi sosio cultural sebanyak 20 soal dengan nilai dua jika benar dan 0 jika jawaban salah atau kosong.

Sementara itu, untuk wawancara berbasis komputer sebanyak 30 soal dengan nilai tiga atau dua atau satu untuk jawaban yang diberikan dan jika kosong atau tidak menjawab mendapat nilai 0.

Ridwan menuturkan, rangkaian seleksi tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian masing-masing kompetensi yang dimiliki peserta dengan standar kompetensi jabatan. Seleksi kompetensi juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Selain itu, sesuai Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 disebutkan bahwa panitia seleksi Instansi pengadaan P3K dapat melakukan uji persyaratan fisik, psikologis, dan/atau kesehatan jiwa dalam pelaksanaan seleksi kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan pada Instansi Pemerintah yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN).



Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jaga Sektor Maritim, Menko Luhut Ingin Alutsista RI Baru dan Buatan Dalam Negeri

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menjaga kawasan laut Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat. Salah satunya meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berkualitas.

“Perlu peningkatan kuantitas dan kualitas alutsista (kita) enggak mau bekas, maunya baru dan bahkan kalau bisa dibuat di dalam negeri cukup dari dalam negeri saja,” kata dia dalam seri kuliah Diplomasi Maritim Indonesia, di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Selain peningkatan alutsista, kualitas sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan. Jadi bonus demografi yang akan datang dapat berdampak baik pada penguatan pertahanan dan ekonomi Indonesia. 

“Kualitas sumber daya manusia itu juga jadi hal yang sangat penting,” kata dia.

Sementara itu, terkait dengan pesawat berteknologi tinggi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan negara luar.  Misalkan pembuatan pesawat jet misalnya, Indonesia masih menggandeng Korea Selatan.

“Pesawat Jet itu sedang kerja sama dengan Korea Selatan, itu sedang dikembangkan sehingga nanti ke depan kita bisa bikin sendiri. Kalau kapal laut, saya kira kita sudah bisa buat, waktu itu saya lihat di Surabaya ada yang buat,” kata dia.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tambah Anggaran Alutsista Jadi Rp 75 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah berjanji akan memperkuat sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu caranya dengan menambah anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini terbilang rendah.

Ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis  25 Oktober 2018.

“Anggaran alutsista tahun 2015 ada Rp 40 triliun, tahun 2019 akan jadi Rp 75 triliun,” kata Wiranto.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Hanura ini, penambahan anggaran untuk penguatan alutsista sangat penting. Sebab, alutsista merupakan alat pertahanan kedaulatan negara dari serangan luar.

Apalagi, lanjut dia, belakangan ini ancaman dari luar mulai terjadi.

“Ini penting, bargaining position. Kalau gertak-gertakan, kita jangan kalah gertak,” ujar dia.

Selain menambah anggaran alutsista, pemerintah berencana menambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Saat ini, tercatat baru ada 7 PLBN di sejumlah titik di Tanah Air.

“Tahun depan ditambah 11 PLBN. Ini perkuat pertahanan,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2015 anggaran yang dialokasikan untuk TNI sebesar Rp 106 triliun. Namun, hanya Rp 40 triliun saja yang dianggarkan untuk pengadaan alutsista.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

TNI AD Beli Kendaraan Taktis dan Amunisi Roket ke Brasil

Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang sudah bertolak ke Brasil untuk memastikan seluruh belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) berjalan baik. Kerja sama pengadaan alutsista dengan Negeri Samba itu dilakukan lewat perusahaan bernama Avibras.

“Meliputi rantis (kendaraan taktis) khusus armed AV-RMD dan AV-FCU serta amunisi roket Astros dengan beberapa varian,” terang Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya kemarin, Kamis, 20 Februari 2019.

Candra menyampaikan, AV-RMD (Armoured Vehicle-Remuniciadora) adalah kendaraan taktis penyuplai amunisi berlapis baja.

Sementara itu, AV-FCU alias Armoured Vehicle- Fire Control Unit merupakan kendaraan taktis yang biasa dipakai untuk mengontrol roket. “Dan melakukan tracking roket,” kata dia.

Tentu saja semua alutsista itu tidak sembarangan didatangkan TNI AD. Mereka sudah melakukan kajian sebelum meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli alutsista tersebut. Selain itu, alutsista buatan Avibras tersebut sudah masuk minimum essential force (MEF) Angkatan Darat Indonesia.

Apabila berjalan sesuai dengan rencana, satu per satu alutsista dari Brasil sudah berdatangan ke Indonesia mulai pertengahan tahun ini. Tepatnya, lanjut Candra, alutsista tersebut diperkirakan sudah berada di tanah air mulai Agustus. Dia pun menyampaikan bahwa semua alutsista itu akan disebar ke satuan artileri medan (armed).


Simak berita lainnya di Jawapos.

2 dari 3 halaman

Produk Alutsista Buatan Indonesia

Sementara, alutsista buatan Indonesia justru semakin banyak dipesan negara lain. Jika promosi produk strategis tersebut diperluas ke pasar Afrika termasuk Mesir, diprediksi alutsista Tanah Air akan makin banyak dilirik negara-negara di kawasan tersebut.

“Kualitas produk alutsista kita sudah dipakai di banyak negara serta memiliki harga yang kompetitif sehingga akan mampu bersaing dengan produsen senjata lain,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi di Jakarta, Minggu (10/2/2019), melalui pernyataan tertulisnya.

Dubes Helmy menjelaskan pihak Mabes TNI sudah melakukan penjajakan kerja sama pertahanan Indonesia-Mesir. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranata Kusuma ke Mesir pada 6-8 Februari lalu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gempa Magnitudo 5,5 di Hokkaido Jepang, Layanan Kereta Shinkansen Ditangguhkan

Liputan6.com, Sapporo – Gempa bermagnitudo 5,5 mengguncang Pulau Hokkaido Jepang, pada Kamis 21 Februari 2019 pukul 22.22 waktu setempat.

Pusat gempa (episentrum) terletak di daerah tenggara kota Sapporo, 55 kilometer dari pusat kota.

Adapun pusat gempa berada pada kedalaman 41 kilometer (25 mil) di bawah permukaan tanah, sebagaimana disampaikan oleh US Geological Survey dikutip dari Channel New Asia pada Kamis (21/2/2019).

Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Cuplikan video dari stasiun penyiaran publik Jepang NHK, memperlihatkan lampu yang berkedip-kedip di sebuah kota dekat pusat gempa, saat terjadinya goncangan.

Tidak terdapat peringatan gempa sebelumnya, dan sejauh ini tiada laporan korban jiwa maupun kerusakan terkait lindu.

Hal itu dikonfirmasi oleh Yoshihide Suga, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang.

“Pemerintah melakukan yang terbaik untuk menghadapi situasi, tetapi sejauh ini belum ada laporan kerusakan besar,” ujar Suga.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah siap untuk melakukan operasi penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. 


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Pelayanan Kereta Shinkansen Ditangguhkan

Meskipun tidak terdapat korban jiwa maupun materil, pemerintah Jepang tetap berusaha keras menjauhi risiko.

Akibat gempa yang mendadak ini, pelayanan kereta Shinkansen di Hokkaido terpaksa ditangguhkan untuk sementara waktu. Meskipun demikian, tidak terjadi pemadaman listrik besar-besar.

Adapun gempa dinyatakan tidak memengaruhi aktivits pembangkit nuklir di wilayah tersebut.

Kejadian ini bukanlah pertama kalinya terjadi di Hokkaido. Pada September 2018 lalu, gempa bermagnitudo 6,6 skala Richter juga mengguncang pulau ini.

Akibat dari gempa tahun lalu, tanah di beberapa titik longsor dan merobohkan rumah-rumah. Setidaknya 40 orang tewas dalam insiden nahas tersebut.

Jepang memang negara yang rawan terhadap gempa bumi. Hal itu dikarenakan berada di persimpangan empat lempeng tektonik.

Meskipun berada di zona rawan, pemerintah Jepang telah memanajemen bencana dengan rapi, termasuk memberlakukan standar bangunan dan pemberlakuan hukum kebencanaan yang ketat. Dengan demikian, meskipun guncangan relatif kuat, sering kali gempa tidak menelan banyak korban.

Baru Sebulan, Irigasi Senilai Rp 32 M di Luwu Timur Rusak

Liputan6.com, Luwu Timur – Proyek rehabilitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel rusak usai dibangun.

Proyek yang menelan anggaran senilai Rp Rp 31.867.911.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2018 itu diketahui sebagai salah satu proyek yang mendapatkan pengawalan Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel).

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Utta Siddik mengatakan pengerjaan proyek yang diproyeksi dapat mengairi persawahan petani di enam Kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) seluas 18.100 Hektar itu, baru saja rampung dikerjakan pada bulan Januari 2019.

“Tapi sudah retak-retak dan rusak. Bahkan ada bagian dinding waduk yang jebol ,” kata Utta.

Bagian dinding waduk yang retak-retak dan rusak diantaranya terdapat di titik lokasi Desa Pancakarsa, Margolimbo dan di Desa Sindo Agung.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Abdul Kadir. Kata dia, dari data yang didapatkan ACC Sulawesi di lapangan, pengerjaan proyek yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan- Jeneberang itu terdapat beberapa kerusakan yang terbilang cukup parah. Selain dinding yang retak-retak juga ada yang sudah jebol. Meski pengerjaannya baru sebulan dinyatakan rampung.

“Kami menduga kuat pengerjaannya menyalahi bestek sehingga terjadi pengurangan mutu kualitas. Aroma dugaan korupsi sangat kental,” tutur Kadir via telepon, Kamis (21/2/2019).

Seharusnya, kata Kadir, hal ini tak terjadi. Karena sejak awal dinyatakan proyek irigasi ini masuk dalam pengawalan TP4D Kejati Sulsel.

“Tapi kenyataannya tidak demikian. Kami yakin pengerjaannya tak diawasi dengan ketat. Kalau dia melakukan pengawasan, secara melekat maka tidak mungkin terjadi kerusakan pada proyek tersebut,” jelas Kadir.

Ia yakin sejak awal TP4D gagal karena tidak menjalankan fungsinya secara maksimal yakni memonitoring dan mengevaluasi pekerjaan. Sehingga pengerjaan proyek irigasi yang dikerjakan oleh rekanan dari PT. Herba Sari dan Konsultan Supervisi, PT. Bintang Tirta Pratama itu berujung buruk.

“Kami mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga segera mengaudit hasil pengerjaan pembangunan irigasi di Kabupaten Luwu Timur yang telah menelan anggaran puluhan miliar tersebut,” ujar Kadir.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Tanggapan TP4D Kejati Sulsel

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) Salahuddin mengatakan dari masalah yang terjadi dalam pengerjaan rehabilitasi irigasi Kalaena di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) itu, dimana TP4D telah melakukan kajian lapangan dan klarifikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Fakta yang ditemukan yakni jadwal tanam pada daerah irigasi dilakukan secara serempak oleh masyarakat sehingga petani pada bagian hilir saluran induk Kalaena menuntut pembukaan pintu yang lebih besar agar air cepat sampai ke persawahan.

Akibatnya, daya tampung saluran air mengalami perubahan. Diantaranya perlambatan pengaliran dan keterbatasan daya tampung pada siphon sehingga terjadi bag water dan permukaan air di hulu mengalami over kapasitas.

“Akibat over kapasitas itulah yang menyebabkan tanggul tergerus dan pasangan amblas. Bagian tanah pada tanggul saluran kurang stabil dan berpasir sehingga mudah bergerak jika pengairan melebihi top pasangan,” kata Salahuddin saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu 20 Februari 2019.

Kejadian yang ada, lanjut Salahuddin, tentunya merupakan tanggung jawab pihak rekanan untuk segera diperbaiki. Karena kata dia, proyek irigasi tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.

“Saya belum tahu pasti sampai kapan batas waktunya. Tapi tadi tim TP4D-nya menggaransi kalau ini masih dalam masa pemeliharaan. Jadi, untuk sementara belum bisa dipastikan bahwa apakah itu persoalan kualitas pekerjaan atau bukan, tapi dari analisa teknis dan kajian dilapangan hasilnya itu untuk sementara,” jelas Salahuddin yang juga merupakan bagian dari TP4D Kejati Sulsel.

Namun hingga saat ini, perbaikan terhadap kerusakan yang ada, belum bisa terlaksana, karena debit air yang ada disana masih cukup tinggi.

“Berbeda ketika masa kontrak habis dan ditemukan fakta baru bahwa kualitas pada proyek tersebut tidak sesuai standar yang dipersyaratkan maka wajib hukumnya dilakukan kegiatan pro justitia (penegakan hukum),” jelas Salahuddin.

Ia menjelaskan bahwa dalam posisi pengawalan proyek, TP4D hanya berfungsi memberikan pengawalan terhadap kajian hukumnya bukan kajian teknisnya.

Sehingga jika terjadi hal seperti yang dimkasud yakni dugaan penyimpangan, maka akan ada langkah sikap secara hukum.

“Di situlah kita dalami bagaimana teknis dari pada pekerjaan itu. Tapi karena ini masih dalam pemeliharaan maka kita harus tunduk pada kontrak yang berlaku, karena itu diikat dalam aturan hukum perdata,” Salahuddin menandaskan.

Fakta-fakta Mandalika, Tuan Rumah MotoGP 2021 di Indonesia

Jakarta – Nama Mandalika di Lombok langsung bikin geger menyusul konfirmasi Indonesia akan menggelar MotoGP tahun 2021 dan sirkuitnya di sana. Ini yang mesti kamu tahu soal Mandalika.

Pernah liburan ke Pantai Tanjung Aan atau Bukit Merese di Lombok? Nah, itulah kawasan Mandalika yang mendadak jadi buah bibir sejak berita konfirmasi kalau Indonesia akan menggelar MotoGP mulai 2021.

Kawasan Mandalika adalah destinasi wisata terpadu di Lombok. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) adalah pihak yang membangun Mandalika secara bertahap.

Informasi yang dihimpun detikTravel dari ITDC, Kamis (21/2/2019), inilah aneka fakta menarik soal Mandalika:

Aneka Fakta Soal Mandalika yang Akan Punya Sirkuit MotoGPFoto: Andhika Akbaransyah

1. Destinasi kelas dunia

Mandalika dengan luas 1.175 hektar akan dijadikan destinasi ekowisata kelas dunia yang ramah lingkungan dengan bantuan tenaga surya, reverse osmosis dan 51 persen ruang hijau.

Fasilitas utamanya adalah lebih dari 10 ribu kamar hotel, 1.500 hunian, 340 ribu m2 area komersil. Ada fasilitas MICE untuk 5.000-7.000 orang. Untuk hiburan akan ada taman rekreasi di sebelah timur seluas 30 hektar, eco park di sisi timur Gerupuk seluas total 70 hektar, water park seluas 3,8 hektar di pintu masuk, marina, lapangan golf, sirkuit MotoGP dan hutan mangrove.

2. Aneka hotel top akan tersedia

Selain Novotel Resort, aneka hotel-hotel top akan tersedia di Mandalika. Pullman Hotel & Resorts, Royal Tulip Luxury Hotels, Club Med, Westin, X2 Hotel, Paramount Hotel & Resorts, sedang dibangun di sana.

Yang juga sedang dibangun adalah Shaza Hotel & Mysk By Shaza dan SKY 6 Resort. Total kamar hotel untuk tahap ini sekitar 10.533 kamar.

3. Punya Masjid Agung Nurul Bilad yang keren

Sebagai bagian dari proyek CSR, ITDC membangun Masjid Agung Nurul Bilad di area seluas 20 hektar dan akses langsung ke Pantai Kuta Lombok. Masjid ini memiliki plaza, area parkir, gedung multi guna, area komersil dan UKM.

Arsitektur masjid ini juga keren, seperti piramid dari kejauhan. Namun, sebenarnya masjid ini mengadopsi arsitektur masjid tradisional Lombok. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Jokowi, 20 Oktober 2017 silam.

4. Ada lapangan golf dan sirkuit balap

Di bagian tengah Mandalika, rencananya akan dibangun lapangan golf 27 hole dan hotel bintang 5 dengan luas 160,3 hektare. Total investasinya USD 700 juta.

Ada juga kawasan hiburan dan olahraga seluas 120 hektar dengan investasi USD 680 juta. Hal ini termasuk sirkuit balap Mandalika sepanjang 4,32 km dengan standar MotoGP. Nah, hal inilah yang sudah mendapat kepastian hari ini.

Untuk pembangunan sirkuit, ITDC bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Vinci Construction Grands Projects (VCGP) untuk pemanfaatan dan pembangunan lahan seluas 131 ha di KEK Pariwisata Mandalika.

VCGP adalah anak usaha Vinci, sebuah perusahaan berskala global asal Prancis yang bergerak di bidang desain, pembiayaan, pembangunan dan operasional proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas besar di seluruh dunia.

5. Ada tujuh destinasi wisata utama

Di kawasan Mandalika akan ada 7 destinasi wisata utama. Destinasi itu adalah Pantai Kuta, Pantai Seger, Pantai Serenting, Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Batu Payung dan Pantai Gerupuk.

Wisatawan punya banyak pilihan spot mana yang mau didatangi. Mau berjemur di Pantai Tanjung Aan, belajar surfing di Pantai Gerupuk, main air di Pantai Kuta atau hiking ke atas Bukit Merese.

Bayangkan, betapa serunya nanti para wisatawan dunia liburan ke Lombok di tahun 2021. Sambil nonton MotoGP, bisa menikmati pantai-pantai indah juga di Mandalika. (fay/rdy)

Mentan Lepas Ekspor Manggis dan Beri Bantuan untuk 10 Ribu Petani Milenial

Liputan6.com, Sukabumi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan dalam acara Apresiasi Kementerian Pertanian Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2/2019).

Amran menjelaskan, Indonesia merupakan negara eksportir manggis dan menempati peringkat ke-lima dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara, seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sementara itu, nilai ekspor 2018 mencapai Rp 474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu poin pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value dinikmati petani,” ucap Amran, saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton yang nilainya mencapai Rp 2,76 miliar.

Menilik data BPS, imbuhnya, hasil kerja keras Kementan dalam mengurus ekspor komoditas pertanian secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sedangkan pada 2018 angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.

“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor, yakni kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 adalah Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian, terjadi kenaikan PDB sektor pertanian yang sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” ujar Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan bahwa pada 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah itu, ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar.

“Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam acara sama, Anggota DPR RI, Dewi Asmara mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.

“Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada sejahtera,” kata dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mengaku optimis terhadap ekspor hortikultura, khususnya manggis. Sesuai arahan Amran untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan adalah mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten untuk meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 ada sekitar 211 ribu batang.

“Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house, sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Suwandi melanjutkan, pengurusan dokumen ekspor benih hortikultura sudah cepat.

“Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Amran juga menyalurkan bantuan kepada petani dan santri milenial berupa bantuan domba untuk 40 kelompok ternak, masing-masing 25 ekor. Juga 4.00 ekor bibit ayam berikut pakan 8 ton, obat-obatan dan vitamin untuk Kelompok Usaha Bersama santri milenial Pondok Pesantren Nurul Huda. Selanjutnya, bibit ayam 567.950 ekor untuk 11.359 rumah tangga miskin (RTM), bantuan berupa mangga, durian dan manggis 500 pohon, aneka benih sayuran dan 150 unit pengemasan untuk pengembangan kawasan fasilitasi pasca panen dan pengolahan, serta benih pala dan kelapa. Diberikan pula bantuan berupa traktor roda dua, cultivator, dan pompa air.

Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, serta lebih dari 10.000 petani dan santri tani milenial.



(*)


Sebut Semua Bintang K-Pop Serupa, Pemerintah Korea Selatan Dihujani Kritik

Liputan6.com, Seoul – Sebuah pedoman pemerintah Korea Selatan, yang ditujukan untuk mempromosikan lebih banyak keanekaragaman pada K-pop, resmi ditarik setelah para kritikus menudingnya sebagai penyensoran negara atas industri yang sedang booming.

Pedoman yang dikeluarkan pekan lalu oleh kementerian kesetaraan gender dan keluarga, mengeluhkan bintang-bintang K-pop tampak terlalu mirip satu sama lain, dan mengatakan bahwa “keseragaman di antara penyanyi adalah masalah serius”.

Dikutip dari The Guardian pada Rabu (20/2/2019), kementerian itu juga menyebut bahwa sebagian besar bintang K-Pop bertubuh kurus, mengenakan tata rias identik, dan pakaian minim yang mengekspos lekuk tubuh.

Namun, paragraf yang paling banyak menuai kritik adalah tentang rencana pembatasan jumlah penyanyi K-Pop yang muncul di televisi Korea Selatan, karena khawatir penampilan serupa dapat mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis.

“Apakah penyanyi di acara TV menunjukkan musik yang serupa? Mereka serius terlihat identik. Sebagian besar adalah anggota grup idola,” kata pedoman itu, sebagaimana dikutip oleh Korea Times.

“Kebanyakan dari mereka bertubuh kurus dan memiliki gaya rambut, tata rias serupa, dan pakaian yang memperlihatkan terlalu banyak anggota tubuh mereka,” lanjutnya mengkritik.

Di lain pihak, sebuah petisi diajukan kepada pemerintah Korea Selatan, yang menyerukan penghapusan kementerian terkait, dengan alasan bahwa mereka berusaha menyensor “bagaimana bintang pop wanita terlihat”, lapor situs Korea Joonang Daily.

Petisi mengatakan kementerian tersebut sedang “membangunkan masa (diktator) Chun Doo-hwan, dimulai dengan sensor internet dan sekarang melakukan penyensoran”.

Perbandingan dengan diktator tersebut, yang memerintah Korea Selatan pada periode 1980-1988, juga digaungkan oleh politikus oposisi, termasuk Ha Tae-keung dari partai oposisi kecil Bareunmirae, lapor Korea Times.

“Kementerian jender mengatakan idola K-pop tidak boleh tam[il bersama di televisi, karena mereka semua kurus dan cantik dengan kulit pucat,” tulisnya di Facebook.

“Apa perbedaan antara ini dan tindakan keras pada rambut panjang dan aturan rok selama kediktatoran militer Chun Doo-hwan?” lanjutnya mengkritik.


Simak video pilihan berikut: 


2 dari 2 halaman

Bertujuan Membatasi Dampak Negatif

Pemerintah Korea Selatan mengatakan pedoman terkait bersifat tidak wajib, tetapi ditujukan untuk mengatasi dampak negatif dari standar kecantikan yang tidak realistis.

Namun setelah kritik meluas, kementerian jender mengatakan pada hari Selasa, bahwa pihaknya akan menarik pedoman itu, karena “menyebabkan kebingungan yang tidak perlu”.

Kementerian itu mengklaim tidak memiliki niat atau wewenang untuk mengontrol produksi televisi, melainkan hanya mencoba untuk “mencegah pengaruh buruh media, yang diakses oleh dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari”.

Korea Selatan terkenal dengan industri bedah kosmetiknya, di mana sebanyak sepertiga wanita muda di negara itu, diyakini telah menjalani prosedur itu.

Meski begitu, sejak tahun lalu, beberapa kelompok wanita di sana memuai gerakan media sosial yang bereaksi terhadap buaya kecantikan yang berkembang sangat pesat, dan menyarankan kaum Hawa lepas dari kertegantungan kosmetik hingga operasi bedah plastik.

Gerakan itu, yang disebut Escape the Corset, mengajak para wanita Korea unuk mengunggah swafoto tanpa tata rias, sebagai pemberontakan melawan norma kecantikan.