Stadion Penuh, Bonek Saksikan Persib Vs Persebaya di Tepi Lapangan

Soreang – Laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat full house. Alhasil, bonek sampai harus menonton di pinggir lapangan.

Pantauan detikSport, Kamis (7/3/2019) para Bonek itu masuk di pintu tribun Utara. Sebelum pertandingan berlangsung, para Bonek itu berusaha masuk melalui Pintu Tribune Barat 1, namun usahanya gagal karena dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Karena tribun Utara tak dapat menampung para pendukung Bajul Ijo ini, akhirnya para Bonek itu meloncat ke pinggir lapangan dan menyaksikan pertandingan Persib melawan Persebaya di sana.

Kehadiran para Bonek itu dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Mereka dijaga ketat agar tidak berbuat anarkis dan menganggu saat pertandingan berlangsung.

Stadion Penuh, Bonek Saksikan Persib Vs Persebaya di Tepi LapanganFoto: Wisma Putra/detikSport

Meski berdiam diri di pinggir lapangan dekat tribun Utara. para Bonek bisa dikendalikan oleh pihak keamanan. Mereka berbaur dengan oendukung lainnya dan bersama-sama menyanyikan lagu serta yel-yel mendukung tim kesayangannya.

Usai pertandingan dimenangi Persebaya dengan skor 3-2 tersebut, Bonek itu bernyanyi bersama sebelum keluar stadion. Dua lagu dilantunkan dan mereka keluar stadion dengan tertib serta tetap menjaga kemanan.

Meski sudah dikawal ketat oleh pihak kepolisian, masih ada Bonek yang berulah dengan menaiki salah satu menara stadion yang ada di tribun barat. Para Bonek itu menyaksikan pertandingan di atas menara.

Stadion Penuh, Bonek Saksikan Persib Vs Persebaya di Tepi LapanganFoto: Wisma Putra/detikSport

(mrp/ran)

Kolev Pusing Hadapi Jadwal Padat Persija

Jakarta – Ivan Kolev mengakui Persija punya masalah pelik jelang Piala Presiden 2019. Ia mencari solusi agar para pemainnya tetap fit mengikuti turnamen itu dan juga Piala AFC 2019.

Saat ini Persija Jakarta masih melakukan persiapan menghadapi Borneo FC, pada pertandingan pertama Grup D Piala Presiden 2019. Mereka berlatih di Lapangan Sutasoma Halim Perdanakusuma. Namun, Ivan Kolev harus berpikir keras bagaimana menjaga kebugaran pemain dengan jadwal padat sampai 15 Maret mendatang.

“Jadwal bermain dua sampai tiga hari sekali, dan itu sulit sekali menjaga kebugaran. Kami harus mencoba memaksimalkan semua pemain. Sebenarnya kami beruntung karena memiliki skuat yang bagus,” ujar Ivan Kolev.

Persija menjalani dua laga Grup D Piala Presiden 2019 dalam sepekan ke depan, yakni menghadapi Borneo FC pada Selasa (5/3/2019) dan Madura United, Jumat (8/3/2019). Setelah itu, Persija akan bertandang ke Myanmar untuk menghadapi Shan United pada laga kedua Grup G Piala AFC 2019, Selasa (12/3/2019).

Setelah itu, Persija masih melakoni laga terakhir Grup D Piala Presiden 2019 menghadapi PSS Sleman, Jumat (15/3/2019). Namun, Kolev ingin para pemainnya fokus menghadapi satu per satu laga yang harus dihadapi. “Kami terus menjalani program yang sudah kami buat. Kami berlatih setiap hari,  tentu dengan menyesuaikan persiapan kami dengan pertandingan-pertandingan yang akan datang,” ujar Kolev.

Persija akan menghadapi Borneo FC dalam laga pertama mereka di Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa (5/3/2019).

Sumber: Bola.com

Saksikan video pilihan di bawah ini

Kontestan Grup A Piala Presiden 2019 Siap Bersaing Jadi yang Terbaik

Liputan6.com, Bandung Kontestan Grup A Piala Presiden 2019 berjanji memamerkan permainan terbaik dan tampil dengan kekuatan penuh saat mengarungi turnamen yang ditayangkan Indosiar ini. Pasalnya, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Tira-Persikabo dan Perseru Serui ingin merebut tiket ke babak berikutnya.

Pertandingan antara Persib dan Tira-Persikabo di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, akan jadi laga pembuka Piala Presiden pada Sabtu (2/3/2019). 

“Kita sudah siap main. Kemarin kita selesaikan empat pertandingan di Piala Indonesia. Untuk sekarang Piala Presiden, semua pemain siap kerja keras setiap hari dan kita siap untuk laga pertama besok,” tegas pelatih Persib, Miljan Radovic dalam sesi jumpa pers di Hotel Mercure, Kota Bandung, Jumat (1/3/2019).

Bejo Sugiantoro, asisten pelatih Persebaya Surabaya, ikut buka suara. Pada partai awal turnamen pramusim kali ini, Bajul Ijo dijadwalkan melawan Perseru. Pada laga perdana, Ruben Sanadi dan kawan-kawan ingin meraih hasil maksimal.

“Kami harus respek pada semua lawan. Apalagi Perseru tim Liga 1, semua pemain kami minta untuk tetap waspada,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Lupakan Piala Indonesia

Asisten pelatih Tira-Persikabo, Miftahudin Mukson menyebut timnya siap bersaing di Grup A. Miftah mengatakan, para pemainnya sudah melupakan hasil di Piala Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menyiapkan semua pemain sehingga kami bisa menunjukkan persiapan yang sudah dilakukan di Bogor untuk diaplikasikan di turnamen ini. Kemarin gagal di Piala Indonesia, tapi pelatih kepala sudah menyiapkan program di preseason ini,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Perseru Siap Bersaing

Pelatih Perseru Serui, I Putu Gede, turut melontarkan hal serupa. Menurutnya, Cendrawasih Jingga sudah cukup siap menghadapi turnamen pramusim kali ini.

“Untuk Piala Presiden kami sudah datang ke Bandung. Persiapan sebenarnya minim ya, tapi sebagai tim kita siap untuk pertandingan besok,” kata I Putu Gede.

Dapat Kenaikan Pangkat, Sani Rizki Tak Lupakan Rekan di Timnas U-22

Liputan6.com, Jakarta Anggota Brimob Polda Metro Jaya dan Anggota Timnas U-22 Indonesia, Sani Rizki Fauzi mendapatkan kenaikan pangkat. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Polda Metro Jaya dengan prestasi Sani Rizki yang membawa Timnas U-22 juara di Piala AFF 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Metro, Argo Yuwono menyampaikan pihaknya dan para pimpinan Polri bangga akan keberhasilan Sani bersama Timnas U-22.Berkat prestasinya, Sani pun akan mendapatkan kenaikan pangkat.

“Informasi dari manajer akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Argo di Mako Brimob Kwitang, Jakarta, Jum’at (1/3/2019).

Mendengar hal tersebut, Sani yang juga hadir di Mako Brimob Kwitang sempat meneteskan air matanya karena terharu. Ia mengatakan, kemenangan ini juga berkat kerjasama dari seluruh temannya di Timnas U-22.

“Kami selalu bertekad satu sama lain, untuk selalu memotivasi rekan-rekan satu tim semua agar bisa memberikan hasil yang maksimal, dan alhamdulilah di pertandingan final kemarin kami berjuang keras dan hasilnya pun maksimal,” ujar Sani.

Ayah Sani, Edi Riyadi (49) yang ikut menemani Sani pun menyampaikan rasa syukurnya akan kenaikan pangkat yang akan diterima anaknya itu.

“Ya mudah-mudahan saya harapkan dari anak saya ada rizki lebih saya bisa punya rumah sendiri, itu cita-cita saya. Dan mudah-mudahan anak saya dikasih rizki yang banyak, umur yang panjang, dan mudah-mudahan tambah lagi semangat di bidang olahraganya, apalagi dalam masa tugasnya itu,”ujarnya.

2 dari 3 halaman

Pilihan Tepat

Manajer Timnas U-22, Sumardji menambahkan, sejak awal ia memang ingin mengorbitkan bintang sepakbola berlatarbelakang Polri. Ia menanggap, dirinya tidak salah pilih untuk melatih Sani.

“Alhamdullilah saya berikan kepercayaan penuh kepada Sani ketika dia berlatih dengan disiplin, terlebih ketika dia secara khusus bersama-sama dengan ofisial saya berikan tanggung jawab penuh kepada Sani untuk debut pertamanya ketika lawan Kamboja,” ucap Sumardji.

Sani Rizki menyumbang satu gol saat Timnas U-22 menang 2-1 atas Thailand di final Piala AFF. Sedangkan satu gol kemenangan Timnas U-22 lainnya dicetak oleh Osvaldo Haay.

3 dari 3 halaman

Seleksi 2016

Pemain Bhayangkara FC itu mengikuti seleksi kepolisian pada 2016 saat Polri dan TNI memberikan kesempatan kepada pemuda berprestasi yang memiliki talenta di berbagai bidang, salah satunya olahraga untuk bergabung di institusinya.

“Jadi bukan hanya Sani saja. Ada banyak (anggota Polri berprestasi) di bidang sepakbola, bola voli, judo, sepak takraw, dan di cabor lain juga diberikan peluang besar, ini bentuk reward dari Polri kepada pemuda-pemudi yang berprestasi di bidang olahraga, maupun di bidang lainnya,” ucap Dedi.

Sani Rizki menjadi salah satu pemain kunci pada laga final Piala AFF U-22 yang digelar di Olympic Stadion, Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam lalu. Dia menjadi pencetak gol pertama untuk tim Garuda Muda U-22.

Gol Sani pun membawa Timnas Indonesia U-22 mengimbangi Timnas Thailand yang unggul lebih dulu di babak kedua. Timnas Indonesia membalikkan keunggulan lewat gol sundulan Osvaldo Haay di menit 63. Skor 2-1 bertahan hingga menit akhir sekaligus memastikan kemenangan untuk tim Garuda Muda Indonesia.

Final Copa del Rey: Valencia Tantang Barcelona

Liputan6.com, Valencia- Valencia akhirnya menjadi lawan yang akan dihadapi Barcelona pada final Copa del Rey. Valencia memastikan tempat ke final usai menang 1-0 atas Real Betis pada leg kedua semifinal Copa del Rey.

Dengan kemenangan itu, Valencia lolos ke final dengan agregat 3-2. Ini menjadi kali keempat Valencia jumpa dengan Barcelona di final Copa del Rey.

Dari tiga pertemuan sebelumnya, Barcelona sukses menang dua kali yaitu pada 1952 dan 1971. Sedangkan Valencia menang lawan Barcelona pada 1954.

Selain kepastian final, Valencia dan Barcelona juga dipastikan bakal tampil di Piala Super Spanyol. Piala di awal tahun ini akan menggunakan format anyar dimana finalis Copa del Rey bakal jumpa dengan dua tim teratas di klasemen La Liga akhir musim.


2 dari 3 halaman

Sejarah Final

Dilihat dari final Copa del Rey antara Valencia melawan Barcelona berdasarkan sejarah, menarik untuk disimak. Pertemuan pertama terjadi pada 1952 saat final digelar di Estadio Chamartin.

Valencia sempat unggul dua gol terlebih dahulu,tapi Barcelona mampu bangkit dan memaksa perpanjangan waktu. Barcelona akhirnya menang 4-2.

Dua tahun kemudian atau 1954, Valencia membalas kekalahan. Tak tanggung-tanggung, Valencia menang 3-0 atas Barcelona dan mengangkat trofi Copa del Rey ketiga. Sebelumnya, Valencia juara di 1941 dan 1949.

3 dari 3 halaman

Pertemuan Terakhir

Kedua tim jumpa di final Copa del Rey untuk terakhir kali pada 1971. Duel final ini berlangsung seru karena Barcelona kembali tertingga dua gol.

Barcelona sukses memaksakan laga hingga perpanjangan waktu dan akhirnya menang 4-3. Keberhasilan di final copa del Rey di stadion Bernabeu ini juga menjadi gelar ganda buat Barcelona yang pastikan gelar La Liga.

AC Milan Terima Kabar Baik Jelang Hadapi Sassuolo

Liputan6.com, Turin – AC Milan mendapat kabar gembira terkait kondisi Franck Kessie. Cedera gelandang asal Pantai Gading tersebut tidak terlalu serius.

Kessie gagal menyelesaikan pertandingan saat AC Milan ditahan Lazio pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Selasa (26/2/2019).

Pemain berusia 22 tahun itu mengalami nyeri di lutut. Partisipasinya pada duel melawan Sassuolo di Serie A, Sabtu (2/3/2019), pun diragukan.

“Dia tidak bisa berlari dan minta diganti,” kata pelatih AC Milan Gennaro Gattuso, dilansir situs resmi AC Milan.

Namun, perkembangan lain menunjukkan kondisi Kessie tidak serius. Dia diganti pada pertandingan versus Lazio sebagai langkah pencegahan.

2 dari 3 halaman

Siap Tampil

Lutut Kessie dilaporkan hanya bengkak dan tidak mengalami masalah otot. Mantan pemain Atalanta tersebut siap membantu I Rossoneri mengalahkan Sassuolo.

Kontribusinya dibutuhkan karena AC Milan tengah berusaha mengamankan posisi di zona Liga Champions. Saat ini mereka menempati peringkat empat klasemen dengan perolehan 45 poin, unggul satu nilai atas pesaing terdekat AS Roma.

3 dari 3 halaman

Peran Kessie

Kessie merupakan pilihan pertama Gattuso pada musim ini. Dia tampil di 23 laga Serie A dan hanya melewatkan dua pertandingan akibat sanksi disiplin.

Valencia Tantang Barcelona di Final Copa del Rey

JakartaValencia memastikan diri melangkah ke final Copa del Rey usai menyingkirkan Real Betis. Los Ches pun akan menantang Barcelona di laga puncak.

Valencia merebut tiket final tersisa setelah mengalahkan Betis 1-0, dalam laga leg kedua semifinal Copa del Rey di Mestalla, Jumat (1/3/2019) dinihari WIB. Satu-satunya gol ini dicetak oleh Rodrigo di menit ke-56.

Kemenangan tipis itu sudah lebih dari cukup untuk meloloskan Valencia ke final. Sebab sebelumnya pada leg pertama yang berlangsung di markas Betis, mereka mendapatkan dua gol tandang dalam hasil imbang 2-2.

Valencia pun menang agregat 3-2. Tim besutan Marcelino ini selanjutnya akan memperebutkan trofi dengan Barcelona pada laga final yang berlangsung di Stadion Benito Villamarin, 25 Mei mendatang.

Bagi Valencia, ini merupakan final Copa del Rey ke-17 dalam sejarah mereka. Dari 16 final sebelumnya, Los Murcielagos tujuh kali jadi juara dan sembilan kali menjadi runner-up.

Terakhir kali Valencia memenangi final adalah pada 2008 silam. Itu juga jadi penampilan terakhir mereka di partai puncak Copa del Rey, sebelum akhirnya kembali di musim ini.

Sementara Barcelona secara keseluruhan sudah 40 kali merasakan laga final turnamen ini. Blaugrana juara di 30 kesempatan, yang teranyar adalah tahun lalu.
(raw/rin)