3 Pelatih yang Doyan Bongkar Pasang Skuat, Jose Mourinho Salah Satunya

Jakarta – Jose Mourinho dikenal sosok pelatih dan manajer yang gemar memborong pemain bintang dan membongkar pasang tim. Pria asal Portugal itu kerap meminta dibelikan pemain baru di tim yang dilatihnya termasuk saat di Manchester United.

Selama 2,5 musim di Old Trafford, Jose Mourinho telah menghabiskan 455 juta euro atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk membeli pemain baru. Mereka antara lain Paul Pogba, Nemanja Matic, Alexis Sanchez, dan Romelu Lukaku.

Namun selama karier kepelatihannya, Jose Mourinho juga gemar menjual pemain. Sudah puluhan pemain yang dijual mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu.

Yang bikin fans MU jengkel, tingkah boros Mourinho itu ternyata tak mampu mendatangkan prestasi, sehingga akhirnya dia dipecat dan digantikan Ole Gunnar Solksjaer.

Berikut 3 pelatih yang ahli menjual pemain, termasuk Jose Mourinho:

2 dari 4 halaman

Jose Mourinho (510,59 Juta Pound)

Jose Mourinho kini berstatus bebas. Pria asal Portugal itu belum kembali melatih klub setelah dipecat Manchester United pada Desember 2018.

Sepanjang karier kepelatihannya, mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu telah menjual total 64 pemain. Nilainya 510,59 juta pound atau sekitar Rp 9,2 triliun.

Sejumlah pemain yang pernah dijual Mourinho antara lain Mohamed Salah, Romelu Lukaku, serta Kevin De Bruyne. Mereja jadi pemain hebat di klub lain.

3 dari 4 halaman

Massimiliano Allegri (595,59 Juta Pound)

Massimiliano Allegri berpeluang memenangkan Scudetto Liga Italia kelima bersama Juventus. Selain itu, perekrutan Cristiano Ronaldo pada 2018 membuat Juventus diunggulkan meraih trofi Liga Champions musim ini.

Selama karier kepelatihannya, Allegri telah menjual 100 pemain. Jumlahnya mencapai 595,59 juta pound atau sekitar Rp 10,8 triliun.

4 dari 4 halaman

Leonardo Jardim (785,66 Juta Pound)

AS Monaco kembali menunjuk Leonardo Jardim, kurang dari empat bulan setelah digantikan legenda Arsenal Thierry Henry. Pelatih berusia 44 tahun itu sebelumnya sukses membawa Monaco juara Ligue 1 2016/17.

Namun, terpuruknya prestasi Monaco di musim ini diakibatkan kesalahan klub. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, klub telah menjual sejumlah pemain terbaik.

Mereka di antaranya Kylian Mbappe (PSG), Bakayoko (Chelsea), Benjamin Mendy (Manchester City), Bernando Silva (Manchester City), Fabinho (Liverpool), dan Thomas Lemar (Atletico Madrid).

Secara total, Jardim telah menjual 52 pemain di lima klub yang telah dilatihnya sejauh ini. Nilai seluruh pemain itu mencapai 785,66 juta pound.

Sumber: Bola.net

Tiga Nama Masuk Bidikan MU di Bursa Transfer Musim Panas

Liputan6.com, Manchester – Performa Manchester United (MU ) terus menjulang bersama manajer Ole Gunnar Solksjaer. Saat ini, di Liga Inggris, mereka belum terkalahkan di 11 laga: sembilan kali menang dan dua kali imbang.

Namun begitu, mereka tampaknya sudah mulai merancang skuat untuk musim depan. Termasuk mendatangkan sejumlah pemain baru.

Belakangan, dikabarkan ada tiga nama baru dalam bidikan MU di bursa transfer musim panas. Ini merupakan kabar baru lantaran di bursa transfer Januari lalu, tak satu pemain pun mereka datangkan.

TalkSPORT merilis, setidaknya ada tiga nama yang kini dalam pantauan MU di bursa transfer musim depan. Mereka adalah Aaron Wan-Bissaka (Crystal Palace), Kalidou Koulibaly (Napoli), dan Ivan Rakitic (Barcelona).

Untuk mendatangkan ketiga pemain ini, manajemen MU dikabarkan telah menyiapkan dana yang tak sedikit. Diperkirakan mereka siap menggelontorkan uang lebih dari 170 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,1 triliun!

2 dari 3 halaman

Wan-Bissaka Bisa Gantikan Valencia dan Young

Wan-Bissaka adalah bek kanan mudah Palace berusia 21 tahun. Kehadirannya di MU tentu akan sangat berguna.

Setidaknya, dia bisa jadi pelapis, atau bahkan pengganti Antonio Valencia atau Ashley Young, yang sudah berusia 33 tahun.Tak heran, harganya lumayan mahal, mencapai 40 juta pound.

Sedangkan Koulibaly merupakan seorang bek tengah yang tangguh. MU bahkan digosipkan sempat menawarkan uang tak kurang dari 95 juta pound kepada Lazio, sebelum memecat Jose Mourinho.

3 dari 3 halaman

Rakitic Ideal

Rakitic juga bisa menjadi pemain yang berguna bagi MU, jika jadi didatangkan. Kemampuannya dalam mengatur permainan tak perlu diragukan lagi.

Peluang MU pun relatif besar mengingat ada kabar Barcelona juga ingin melepas pemain asal Kroasia ini. Hanya memangm harganya pun lumayan mahal, sekitar 39 juta pound.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Arsenal Berperan di Balik Membaiknya Pertahanan MU

Liputan6.com, Jakarta – Luke Shaw tampil sebagai man of the match saat Manchester United (MU) bermain imbang dengan Liverpool, Minggu lalu. Dalam duel ini, MU berhasil menahan The Reds tanpa gol. Ini merupakan clean sheet keempat beruntun yang mampu diraih Setan Merah di liga domestik.

Penampilan barisan pertahanan MU semenjak ditangani oleh Ole Gunnar Solksjaer memang terus membaik. Sejak ditunjuk menggantikan Jose Mourinho, Desember lalu, Setan Merah hanya kemasukan 9 gol dalam 14 pertandingan dan berhasil mencatat 7 clean sheet.  


Ini jauh berbeda dengan situasi yang dialami MU saat masih ditangani Mourinho. Musim lalu, MU sempat kebobolan satu gol lebih sedikit dari 29 gol yang dicetak dalam 17 pertandingan. Sejak ditangani Solkjaer, agregat gol MU berubah dari nol di era Mourinho menjadi +17. 

Peningkatan ini tidak lepas dari kejelian Solskjaer dalam menempatkan pemainnya. Di lini belakang MU yang menggunakan empat bek, pelatih asal Norwegia itu menempatkan duet Ashley Young dan Luke Shaw sebagai bek sayap. Dia juga mempertahankan Victor Lindelof yang tampil memukau di era Mourinho. Sementara Phil Jones diplot sebagai patner utama Lindelof dan keduanya telah tampil sebagai starter dalam delapan pertandingan. 

Sedangkan Eric Baily dipercaya tampil dalam 4 laga dan Chris Smalling tiga pertandingan.  

Smalling sebenarnya baru saja pulih dari cedera yang membuatnya sempat absen dua bulan. Namun di bawah Solskjaer, Smalling mampu membantu MU mencetak 3 cleen sheet

Sejak bermain imbang 2-2 melawan Burnley (29/1), MU belum sekalipun kebobolan Menurut Solskjaer, kebangkitan barisan pertahanan MU ternyata tidak lepas dari pengalaman saat mengalahkan Spurs 1-0 (13/1) dan kemenangan 3-1 atas Arsenal di Piala FA (26/1). 

“Kami menghabiskan banyak waktu membangun struktur dan bentuk,” kata Solskjaer seperti dilansir Manchestereveningnews. “Bagaimana kami bertahan, sebab pada laga-laga awal kami tidak mendapat banyak kesempatan untuk menguji hal tersebut,” kata Solskjaer. 

“Tapi ketika kami ke markas Arsenal dan Anda bisa melihat bagaiman kami pontang-panting di lini tengah dan empat bek kami tampak menyedihkan seperti domba babak belur.” 


2 dari 3 halaman

Benahi Lini Tengah

Setelah pertandingan tersebut, Solskjaer tidak hanya meperbaiki barisan belakang pasukannya. Dia juga berusaha membenahi komposisi lini tengah Setan Merah.  

“Bentu lini tengah meningkat pesat, yang akhirnya membantu empat bek untuk bermain sebagai empat bek dan tidak tersebar di semua tempat,” kata Solskjaer. 

“Itu prinsipil. Prinsip saya adalah jangan pernah mengikuti dia; saya selalu bermain dan melatih dengan sistem zona. Saya bukan fans sistem man to man marking.”

Ketangguhan barisan pertahanan MU kembali akan diuji Kamis (28/2/2019). Dalam duel ini, Setan Merah akan bertandang ke markas Crystal Palace dalam lanjutan Premier League. 

3 dari 3 halaman

Jadwal Pertandingan Liga Inggris

Jadwal Liga Inggris

Kamis (28/2/2019)

02:45 WIB, Arsenal vs Bournemouth

02:45 WIB, Southampton vs Fulham

03:00 WIB, Crystal Palace vs Manchester United

03:00 WIB, Chelsea vs Tottenham Hotspur

03:00 WIB, Liverpool vs Watford

03:00 WIB, Manchester City vs West Ham United

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Chelsea vs MU: Tanpa Martial dan Lingard, Solksjaer Tetap Yakin Menang

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer menyebut pasukannya sudah siap untuk tandang ke markas Chelsea di Stadion Stamford Bridge, dini hari nanti. Solskjaer menyatakan tim asuhannya masih berpeluang menang meski tidak dalam kekuatan penuh.

Ya dini hari nanti WIB, MU memang akan beraksi di Stamford Bridge. Mereka akan menghadapi Chelsea di pertandingan babak ke lima FA Cup.

Namun Setan Merah tidak berada dalam kondisi yang optimal jelang laga ini. Pasalnya dua penyerang andalan mereka, Anthony Martial dan Jesse Lingard harus absen karena mengalami cedera otot.

Meski dua pemain ini absen, Solskjaer optimistis timnya bisa tetap memenangkan laga tersebut. “Kami harus mengubah pendekatan kami jika ada pemain kami yang cedera,” ujar Solskjaer seperti yang dikutip situs resmi MU.

2 dari 3 halaman

Tak Banyak Berubah

Solskjaer sendiri menegaskan bahwa absennya Martial dan Lingard tentu berdampak pada taktik yang harus ia siapkan menghadapi Chelsea.

Namun Solskjaer mengindikasikan bahwa ia tidak akan melakukan perubahan yang besar dalam gaya bermainnya di laga ini.

“Kami harus melakukan penyesuaian atas satu dan dua hal, namun saya rasa kami tidak akan melakukan perubahan yang besar seperti yang saya bayangkan.”

3 dari 3 halaman

Berpengalaman

Solskjaer juga menegaskan bahwa ia optimis timnya bisa mengalahkan Chelsea tanpa kehadiran Lingard dan Martial.

Ia menyebut timnya sudah berpengalaman untuk menang tanpa tim terkuat mereka, seperti saat melawan Arsenal di babak sebelumnya.

“Di babak sebelumnya kami berhasil mengalahkan Arsenal tanpa Anthony dan Rashy [Rashford]. Sekarang kami tidak bisa bermain melawan Anthony dan Jesse dan saya yakin kami bisa memecahkan situasi ini.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Chelsea vs MU: Saatnya Pembuktian Romelu Lukaku

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solksjaer, tampak masih mempercayai kapasitas penyerang Romelu Lukaku. Buktinya, Solksjaer mengaku yakin, penyerang asal Belgia itu bisa jadi pembeda saat MU duel lawan Chelsea dini hari WIB nanti.

MU memang akan bertandang ke Stamford Bridge, markas The Blues. Mereka akan menantang sang tuan rumah, Chelsea di pertandingan babak ke lima FA Cup musim ini.

Pada laga ini, Solskjaer diprediksi akan membuat sejumlah pergantian di lini serangnya menyusul cedera yang dialami Jesse Lingard dan Anthony Martial. Marcus Rashford kemungkinan besar akan digeser ke sisi kiri serangan MU, sementara Lukaku, yang juga mantan pemain Chelsea, akan dipercaya menjadi ujung tombak Setan Merah.

Solskjaer meyakini bahwa Lukaku bisa menjadi pembeda bagi timnya pada laga dini hari nanti. “Rom memberikan kualitas yang berbeda daripada Jesse dan Anthony, jadi kalian tidak perlu khawatir,” ujar Solskjaer kepada situs resmi MU.

2 dari 3 halaman

Penyerang Hebat 

Solskjaer sendiri menegaskan bahwa Lukaku merupakan pemain yang bisa dipercaya untuk menjadi pembeda bagi Manchester United.

Untuk itu Solskjaer optimis bahwa sang striker akan bersinar di Stamford Bridge pada dini hari nanti.

“Rom sudah pernah memberikan dampak yang besar bagi kami sebelumnya. Dia bermain dengan sangat baik di FA Cup pada pertandingan sebelumnya, jadi kita lihat nanti apa yang bisa ia berikan kepada kami.”

3 dari 3 halaman

Libatkan Pemain Muda 

Pada kesempatan ini, Solskjaer juga membeberkan bahwa ia kemungkinan besar akan melibatkan sejumlah pemain muda pada laga ini.

“Para pemain muda biasanya akan memberikan anda kejutan terutama ketika mereka bermain di pertandingan besar.”

“Namun saya rasa mungkin pertandingan nanti [vs Chelsea] satu langkah terlalu cepat bagi mereka, namun kita akan lihat bagaimana nanti.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

MU Tumbang, Lindelof Malas Bicara dengan Istrinya

Liputan6.com, Manchester – Bek Manchester United (MU), Victor Lindelof, sangat benci dengan kekalahan. Bahkan, dia menyebut kekalahan sebagai salah satu yang paling buruk dalam hidupnya.

Lindelof bergabung dengan MU pada musim 2017/18 lalu. Pada musim ini, pemain asal Swedia mulai sering menjadi pilihan utama di lini belakang United. Sudah 27 laga dia mainkan bersama dengan Setan Merah.

Dari laga yang sudah dimainkan, Lindelof mengalami beberapa momen buruk. Salah satunya yakni ketika MU kalah dari PSG pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions di Old Trafford tengah pekan ini.

Kekalahan United atas PSG memang jadi momen yang buruk. Selain karena terjadi di Old Trafford, kekalahan itu juga terjadi setelah United tidak pernah kalah dalam 11 pertandingan pada era Ole Gunnar Solksjaer sebagai manajer.

Lindelof tentu saja sangat marah dengan kekalahan tersebut, seperti yang terjadi pada kekalahan di laga-laga lainnya. Bahkan, dia sampai tak bicara dengan istrinya.

“Saya benci kekalahan, itu adalah hal terburuk yang saya tahu. Saya selalu ingin menang. Jadi, setelah kalah, saya bisa sangat marah untuk sesaat dan istri saya sudah tahu hal itu,” ucap Lindelof di situs resmi klub.

“Istri saya tidak akan bicara dengan saya sedikit pun ketika saya pulang [sambil tertawa]. Tidak masalah marah, untuk beberapa jam, lalu move on dan saya pandai melakukan itu,” sambungnya.

2 dari 2 halaman

Segera Move On

Kekalahan memang menjadi momen pelik bagi setiap pemain sepak bola. Begitu juga dengan Lindelof. Tapi, dengan jadwal yang begitu padat, pemain 24 tahun menyadari bahwa dia harus segera siap untuk laga selanjutnya.

“Saya akan katakan, ‘Oke, sekarang itu sudah terjadi, mari kita segera move on dan memastikan itu tidak terjadi lagi’. Saya menyukai kemenangan.”

“Tapi, situasinya juga hampir sama. Anda senang akan kemenangan, tetap sehari berselang, Anda sudah harus melihat ke depan dan bekerja keras untuk bersiap ke pertandingan selanjutnya,” tandas eks pemain Benfica tersebut.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Legenda MU Sebut Alexis Sanchez Tak Pantas Dibayar Mahal

Liputan6.com, Manchester – Performa Alexis Sanchez belum juga membaik di Manchester United (MU). Terakhir, penyerang asal Chile ini juga bermain mengecewakan saat dipasang sebagai pemain pengganti saat MU kalah 0-2 dari Paris Saint Germain di Liga Champions, Selasa (12/2).

Ketika itu, manajer MU, Ole Gunnar Solksjaer, memasukkan Sanchez di akhir babak pertama menggantikan Jesse Lingard, saat kedudukan masih 0-0. Tapi, dia tak bisa berbuat banyak, MU pun akhirnya kalah.

Legenda MU, Paul Ince, mengaku sangat kecewa, bahkan marah melihat performa Sanchez malam itu. Apalagi, di Tim Setan Merah, Sanchez digaji cukup mahal, 505 ribu pound sterling atau sekitar Rp 9,1 miliar.

“Penampilan Alexis Sanchez saat ini benar-benar memalukan,” ujar Ince, yang membela MU pada periode 1989-1995, seperti dikutip Fox Sports. “Dengan gaji yang dia terima, penampilan dia seperti candaan saja.”

Sepanjang musim ini, Sanchez memang tak bisa berbuat banyak untuk MU. Dia hanya tampil di enam pertandingan dan mencetak satu gol.

Musim lalu, sejak bergabung pada pertengahan musim, kontribusi Sanchez pun tak terlihat. Dia hanya tampil di 12 laga dan mencetak dua gol.

Ince, yang pernah dua kali membawa MU juara Liga Inggris, menyebut, dengan penampilan seperti itu, Sanchez tak layak mendapat gaji besar di MU. “Saya tidak akan mengungkit-ungkit soal gajinya, jika penampilannya bagus. Tapi, saat Anda dibayar mahal, orang-orang berharap banyak kepada Anda,” ujar Ince, 51 tahun.

2 dari 3 halaman

Rugikan Fans

Ince menyebut, suporter MU pantas mendapat penampilan lebih baik dari Sanchez. Begitu juga dengan klub yang telah membayarnya mahal. Bahkan, kata Ince, Solksjaer dan rekan-rekan setimnya pun pantas mendapat penampilan Sanchez yang lebih baik.

“Mungkin dia kesulitan berkembang karena dia tak masuk starting line up. Tapi, justru itu yang membuat saya terkejut,” ujar Ince, lagi. “Sanchez seperti sudah tak punya harapan.”

3 dari 3 halaman

Tak Ada Kontribusi

Ince pun menyarankan agar manajemen MU segera mempertimbangkan keberadaan Sanchez. Sebab, sejauh ini, kehadiran mantan pemain Barcelona dan Udinese itu sama sekali tak berkontribusi.

“Harus ada keputusan tentang masa depan dia di Old Trafford (markas MU). Sebab, kehadirannya tidak berguna,” ujar Ince.

Gary Neville Ungkap Alasan Solskjaer Sukses di MU

Liputan6.com, Manchester – Gary Neville menyebut kegagalan Ole Gunnar Solskjaer bersama Cardiff City menjadi alasan mengapa dirinya mencapai kesuksesan di Manchester United (MU).

Menurut Neville, pengalaman buruk tersebut membuat Solskjaer lebih kuat menghadapi tantangan berikutnya.

“Kegagalannya di Cardiff merupakan tamparan di wajah. Dia pun tambah siap di MU dan berkesempatan mendapat pekerjaan manajer permanen,” kata Neville, dilansir Manchester Evening News.

Solskjaer saat ini mengemban status manajer interim menggantikan Jose Mourinho pada Desember lalu. Posisi itu berlaku hingga akhir musim ini.

MU lalu berencana menunjuk sosok lain untuk mengisi kursi manajer permanen, dengan Mauricio Pochettino menjadi favorit. Namun, Solskjaer kini lebih diunggulkan karena performa positif The Red Devils.

2 dari 3 halaman

Solskjaer Layak Sukses

Neville juga membandingkan dirinya dengan Solksjaer terkait pengalaman menjadi manajer. Dia tidak menimba ilmu melatih begitu gantung sepatu. Neville langsung menjadi komentator dan analis televisi. Sementara Solskjaer bekerja di bawah arahan Sir Alex Ferguson ketika pensiun pada 2007 dan menangani tim cadangan setahun kemudian.

Alhasil, Neville terpuruk ketika mendapat kepercayaan memimpin Valencia. Di sisi lain, Solskjaer berkembang menjadi manajer mumpuni.

“Saya tidak pantas mendapat kesuksesan sebagai manajer karena hal itu. Inilah faktanya. Berbeda dengan Solskjaer,” ungkap Neville.

3 dari 3 halaman

Rekor Positif

Solskjaer berusaha mempertahankan rekor positif ketika MU menghadapi Leicester City, Minggu (3/2/2019). Sebelumnya dia meraih delapan kemenangan beruntun dan tidak tumbang di sembilan pertandingan.

Gagal di Cardiff Jadi Modal Kesuksesan Solskjaer Bersama MU

Liputan6.com, Manchester – Mantan kapten Manchester United (MU), Gary Neville memiliki sebuah analisis terkait kesuksesan Ole Gunnar Solskjaer di Old Trafford. Neville menyebut mantan rekannya itu belajar dari kegagalannya di Cardiff City.

Solskjaer sendiri sudah satu bulan ini bertugas sebagai manajer interim MU. Ia menggantikan Jose Mourinho untuk menjadi pelatih MU hingga akhir musim nanti.

Sebelumnya ada banyak yang meragukan kapasitas Solskjaer untuk melatih Setan Merah. Pasalnya ia sempat melatih Cardiff City di tahun 2014 silam, namun sayang The Blue Birds pada saat itu harus terdegradasi ke Championship.

Neville menilai bahwa Solskjaer sudah belajar banyak dari kegagalannya melatih Cardiff sehingga ia bisa membesut United dengan baik. “Dia mengalami kegagalan di Cardiff,” buka Neville kepada Telegraph.

Neville sendiri menilai kegagalan yang diraih Solskjaer di Cardiff itu tidak selamanya berdampak buruk bagi Solskjaer.

Neville percaya dengan gagal di Wales, Solskjaer diberikan tamparan untuk kembali memperkaya wawasan kepelatihannya,

“Kegagalan itu terkadang merupakan hal yang baik. Itu membuatnya kembali rendah hati dan memberikan tamparan keras baginya. Kegagalan itu membuatnya mengerti di mana posisinya berada.”

2 dari 2 halaman

Jadi Lebih Kuat

Neville juga menilai kegagalan Soslkjaer di Cardiff itu memberikannya banyak pelajaran sehingga ia bisa menjadi lebih kuat saat membesut MU Saat ini.

“Jadi kegagalan Ole di Cardiff membuatnya menjadi manajer yang lebih kuat di Manchester United, dan ia tahu bahwa ia punya peluang saat ini.”

“Dia sudah pernah melatih Cardiff, Molde dan sekarang United, sehingga ia sudah menjalani perjalanan yang seharusnya ditempuh oleh seorang pelatih muda.” tandasnya.

Manchester United sudah melakoni 10 laga tanpa kekalahan di bawah asuhan Solksjaer.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-25: Laga Panas, Manchester City vs Arsenal

Liputan6.com, Jakarta – Jadwal Liga Inggris 2018/19 telah memasuki pekan ke-25. Sabtu (2/2) duel Tottenham Hotspur vs Newcastle United akan jadi laga pembukanya.

Sementara tim London lainnya, Chelsea akan berhadapan dengan tim penghuni dasar klasemen Huddersfield Town.

Manchester United akan bertandang ke markas Leicester City. MU berambisi menjaga tren positif dibawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer dengan rentetan kemenangan dan membaiknya performa permainan.

Duel seru baru di jadwal Liga Inggris pekan ke-25 ini, akan terjadi pada Minggu (3/2/2019). Manchester City akan kedatangan tamu dari London Utara, Arsenal.

Laga melawan Arsenal minggu nanti akan kembali jadi ujian bagi skuat asuhan Pep Guardiola. Pasalnya, mereka baru saja dikalahkan Newcastle United 1-2.

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan-25, selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-25

Sabtu, 2 Februari 2019

19.30 WIB Tottenham Hotspur vs Newcastle United 

22.00 WIB Brighton & Hove Albion vs Waltford 

22.00 WIB Burnley vs Southampton

22.00 WIB Chelsea vs Huddersfield

22.00 WIB Crystal Palace vs Fulham

22.00 WIB Everton vs Wolverhampton

3 dari 3 halaman

Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-25

Minggu, 3 Februari 2019

00.30 WIB Cardiff City vs Bounermouth

21.05 WIB Leicester City vs MU

23.30 WIB Manchester City vs Arsenal