HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

Manchester United Tekuk Tottenham Hotspur di Wembley

Jakarta Manchester United mengalahkan Tottenham Hotspur, 1-0, pada lanjutan pekan ke-22 Premier League 2018-2019, di Stadion Wembley, London, Minggu (13/1/2019). David de Gea tampil luar biasa dengan menyelamatkan 11 kesempatan emas tuan rumah.

Kedua tim turun dengan skuad terbaik. Hal itu membuat laga langsung berjalan ketat pada awal pertandingan.

Tottenham Hotspur mendominasi bola. Akan tetapi, tuan rumah jarang mendapat peluang berarti karena rapatnya pertahanan Manchester United.

Sementara itu, Manchester United lebih sabar menunggu giliran menyerang. The Red Devils mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan Tottenham Hotspur.

Pada menit ke-31, Tottenham Hotspur sebenarnya bisa mengoyak jala Manchester United. Akan tetapi, gol Harry Kane dianulir wasit karena lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Satu menit jelang babak pertama berakhir, Manchester United membuka keunggulan. Umpan jarak jauh Paul Pogba, mampu dimanfaatkan Marcus Rashford melalui tembakan yang menggetarkan jala Tottenham Hotspur. Skor babak pertama 1-0 untuk keunggulan Manchester United.

Tertinggal 0-1 membuat Tottenham Hotspur meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Baru lima menit laga berjalan, The Spurs memiliki tiga peluang emas, namun gagal karena aksi De Gea.

Laju serangan Tottenham Hotspur semakin deras. The Spurs beberapa kali merepotkan barisan belakang Manchester United.

Namun, De Gea menjadi tembok kukuh pertahanan The Red Devils. Peluang-peluang berbahaya tuan rumah mampu dimentahkan kiper asal Spanyol itu.

Hingga laga berakhir, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Manchester United. Ini menjadi kemenangan keenam Manchester United secara beruntun, termasuk satu laga di Piala FA.

Hasil ini membawa Manchester United yang berada di posisi keenam menyamai poin Arsenal, yakni 41 poin. Adapun Tottenham Hotspur tetap berada di urutan ketiga dengan raihan 48 poin.

Susunan pemain

Tottenham Hotspur: 1-Hugo Lloris; 2-Kieran Trippier, 4-Toby Alderweireld, 5-Jan Vertonghen, 33-Ben Davies; 17-Moussa Sissoko (11-Erik Lamela 43), 8-Harry Winks (18-Fernando Llorente 81), 23-Christian Eriksen; 20-Dele Alli; 7-Son Heung-min, 10-Harry Kane

Manajer: Mauricio Pochettino

Manchester United: 1-David de Gea; 18-Ashley Young, 2-Victor Lindelof, 4-Phil Jones, 23-Luke Shaw; 21-Ander Herrera, 31-Nemanja Matic; 14-Jesse Lingard (20-Diogo Dalot 83), 6-Paul Pogba (39-Scott McTominay 90+2), 11-Anthony Martial (9-Romelu Lukaku 73); 10-Marcus Rashford

Manajer: Ole Gunnar Solskajer

Wasit: Michael Dean

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Laga Sengit Tottenham Vs MU

Liputan6.com, London – Laga sengit bakal terhampar di jadwal Liga Inggris pekan ke-22 akhir pekan ini. Di Wembley Stadium, markas Tottenham Hotspurs, The Lilywhites akan menjamu Manchester United (MU).

Spurs, yang baru saja mendapatkan hasil positif, usai menekuk Chelsea 1-0 di semifinal Carabao Cup, langsung dihadapkan dengan pasukan Setan Merah yang sedang dalam performa apik di bawah asuhan Ole Gunar Solksjaer. Spurs tidak mau kehilangan poin demi memelihara peluang juara Liga Inggris musim ini.

MU selalu menang di lima laga terakhir di semua ajang. Lawan Tottenham, mereka tentu saja ingin meneruskan tren positif dengan membawa tiga poin dari markas Spurs.

Sejak dilatih Solksjaer, MU memang berubah menjadi tim yang kembali diperhitungkan. Sebelumnya, di bawah asuhan Jose Mourinho, Mou kurang memanfaatkan pemain-pemain yang ambisius seperti Paul Pogba.

Partai Liga Inggris ini menjadi menarik karena Tottenham juga tidak mau tertinggal jauh dari Liverpool, yang kemarin mampu menambah tiga poin di kandang Brighton and Hove Albion. Pasukan Mauricio Pochettino menargetkan tiga poin saat menjamu Setan Merah.

2 dari 3 halaman

Partai Lain

Sementara itu sebelum pertandingan Tottenham kontra MU, Everton akan lebih dulu bertanding melawan Bournemouth. Partai ini juga tidak kalah menarik, mengingat progres Everton dan Bournemouth sama-sama bagus sejauh ini.

Ada pun laga antara Manchester City melawan Wolverhampton bakal berlangsung Selasa (15/1/2019) dini hari WIB di Etihad Stadium. The Citizens pantang tersandung dalam laga itu.

3 dari 3 halaman

Jadwal Liga Inggris Malam Ini

Berikut jadwal Liga Inggris malam ini

21.15 WIB, Everton vs Bournemouth

23.30 WIB, Tottenham vs MU

Saksikan video menarik di bawah ini

Tottenham vs MU: Solskjaer Siapkan Skema Menyerang

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) siap mengadapi laga lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Minggu (13/1/2019). Meski akan tampil di kandang lawan, Stadion Wembley, London, pasukan Setan Merah sama sekali tak gentar.

Caretaker manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui ini akan jadi laga yang sulit. Namun, dia optimistis, Romelu Lukaku bisa membawa pulang hasil positif.

“Jelas, mereka merupakan salah satu tim terbaik di Liga Inggris. Kami harus benar-benar waspada,” ujar Solskjaer, dikutip The Guardian. “Kami harus bermain sebagai tim yang menyerang. Itulah kekuatan kami.”

Solksjaer memang tak sungkan menyebut, pihaknya akan memainkan skema menyerang walaupun main tandang. “Kami akan bermain seperti yang biasa kami lakukan, menyerang,” ujar mantan penyerang MU ini.

Sejauh ini, di bawah asuhan Solskjaer, MU memang tampil selalu tampil dengan skema menyerang dahsyat. Tak heran, dari lima laga bersama Solskjaer, Setan Merah sudah mencetak total 16 gol.

Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, dan Reading adalah klub-klub yang sudah merasakan ketajaman lini depan MU di bawah asuhan Solskjaer.

Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-22: London Membara

Liputan6.com, Jakarta – Liga Inggris pekan ke-22 akan menyajikan Big Match, Sabtu (12/1). Salah satunya laga bertajuk Derby London yang mempertemukan West Ham United melawan Arsenal di London Stadium.

Kedua tim yang tengah berada di performa terbaik tentunya, tidak ingin ingin kehilangan poin. Terutama bagi Arsenal yang berambisi menggeser Chelsea di peringkat ke-4 dengan hanya berselisih dua poin.

Selain West Ham vs Arsenal, di jadwal Liga Inggris pekan ke-22 juga terampr duel sengit di berlangsung di Wembley Stadium markas Tottenham. Tim asal London Utara ini akan menjamu Manchester United pada lanjutan pekan ke-22 Liga Inggris.

Laga ini dipastikan tak mudah bagi Tottenham. Pasalnya, Manchester United tengah berada di performa terbaiknya di bawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer.

The Red Devils belum menelan kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. Pertandingan ini menjadi ujian bagi tim asuhan Mauricio Pochettino untuk menjaga timnya tetap berada dalam posisi tiga besar.

Berikut jadwal Liga Inggris pekan ke-22:

Gelandang MU: Solskjaer Telah Kembalikan Paul Pogba

Liputan6.com, Manchester – Gelandang Manchester United (MU), Jesse Lingard memuji peran manajer interim MU, Ole Gunnar Solskjaer. Lingard menilai, Solskjaer telah mengembalikan Paul Pogba ke performa terbaiknya.

“Saya bisa melihat dengan sangat jelas Pogba yang saya tahu. Saya telah melihatnya bermain sejak lama dan dia telah kembali ke pemain yang kita tahu,” kata Lingard seperti dilansir Four Four Two.

Solskjaer masuk ke MU pada pekan kedua Desember setelah manajemen memecat Jose Mourinho. Pemecatan itu sendiri dilakukan lantaran Mourinho telah kehilangan kendali di ruang ganti.

Manajer asal Portugal itu berseteru dengan Pogba perihal taktik yang digunakan. Pogba mengkritik Mourinho karena memeragakan permainan defensif.

Tak terima, Mourinho pun mencopot Pogba dari jabatan wakil kapten. Perseteruan keduanya berdampak negatif ke pemain lain.

“Solskjaer telah membantunya 100 persen. Solksjaer telah memberikannya kepercayaan diri dan izin untuk bebas, untuk memainkan permainannya dan melakukan apa yang dia bisa,” ujar Lingard.

Berita video statistik Manchester United vs Bournemouth pada laga pekan ke-20 Premier League 2018-2019.

Cetak Sejarah, Caretaker MU Bidik Hattrick Kemenangan

Liputan6.com, Manchester – Ole Gunnar Solskjaer mencatat sejarah dengan mempersembahkan kemenangan pada dua laga awal sebagai manajer Manchester United (MU). Sosok berkebangsaan Norwegia tersebut bisa memperkuat posisi

Solksjaer menjadi sosok kelima yang meraih hasil positif di dua partai pembuka. Di tangannya MU menghajar Cardiff City 5-1 dan Huddersfield Town 3-1.

The Sun mencatat, capaian tersebut menempatkan Solskjaer sebagai sosok kelima mengikuti jejak TJ Wallworth (1912), Sir Matt Busby (1946), Dave Sexton (1977), dan Jose Mourinho (2016).

Solskjaer pun sudah lebih baik dari pelatih legendaris MU Sir Alex Ferguson. Meski mempersembahkan 38 gelar bagi The Red Devils, Ferguson menderita kekalahan dan hasil imbang di dua pertandingan awal.

Kini Solskjaer mengincar kemenangan ketiga atas Bournemouth di Old Trafford, Minggu (30/12/2018).

Kekurangan Manchester United Menurut Solskjaer

Demi Lini Depan MU Tajam, Rashford Dapat Saran dari Solskjaer

Jakarta Pelatih interim Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, punya tips khusus untuk sang striker Marcus Rashford. Dia meminta Rashford lebih tenang dalam penyelesaian akhir supaya menjadi striker tajam di Setan Merah. 

“Saya akan berkerja memperbaiki penyelesaian akhirnya (Rashford). Dia hanya perlu sedikit lebih tenang,” kata Solskjaer kepada televisi Norwegia, TV2, seperti dilansir Manchester Evening News, Jumat (28/12/2018). 

Rashford sudah menyumbangkan satu gol sejak Solskjaer ditunjuk menggantikan Jose Mourinho. Pemain berusia 21 tahun itu mengukir gol saat MU menang telak 5-1 atas Cardiff City, yang menjadi laga perdana Solskjaer. 

Namun, Rashford gagal kembali mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan 3-1 atas Huddersfield di Old Trafford. 

“Apa yang bisa kami lakukan adalah lebih sering memainkannya. Jika Anda melihat dia, banyaknya dia berlari dan pergerakan bagusnya pada babak kedua ketika kami unggul 2-0 dan 3-0 (kontra Huddersfield),” urai Solksjaer. 

“Kecepatan adalah kekuatannya. Dia hanya perlu lebih tenang. Dia telah menciptakan gol dari luar kotak penalti dan di dalam kotak dia hanya perlu tenang dan kalem saat melewati penjaga gawang,” imbuh pria asal Norwegia tersebut. 

Ole Gunnar Solskjaer punya modal meyakinkan untuk memberi saran kepada Marcus Rashford. Dia merupakan striker mematikan saat masih memperkuat MU. Solskjaer total menyumbangkan 126 gol untuk Setan Merah, termasuk satu gol bersejarah pada final Liga Champions 1999 kontra Bayern Munchen. 

Berita video Manajer Jose Mourinho mengungkapkan rahasia Marcus Rashford bisa mencetak dua gol ke gawang Liverpool.

Debut Kepelatihan Solskjaer di MU Lebih Baik dari Ferguson

Liputan6.com, Manchester – Ole Gunnar Solskjaer melakoni debutnya sebagai manajer Manchester United (MU) dengan manis. Di bawah arahan Solskjaer, MU menggilas Cardiff City dengan skor 5-1, Minggu (24/12/2018) WIB.

Empat gol langsung tercipta di babak pertama pertandingan yang berlangsung di Cardiff City Stadium tersebut. Tiga gol untuk MU masing-masing lewat Marcus Rashford (3′), Ander Herrera (29′), dan Anthony Martial (41′).

Sementara, satu gol Cardiff dicetak lewat penalti Victor Camarasa di menit 38. Di babak kedua, MU menambah dua gol lewat aksi Jesse Lingard di menit 57, dan 38.

Tambahan tiga poin membuat MU mengoleksi 29 poin. Setan Merah memang masih tertahan di peringkat ke-6.

Namun kemenangan besar ini membuat fans mereka optimistis. Solskjaer bisa membuat MU finis di tabel klasemen dengan meyakinkan.

“Ini awal yang bagus, kami akan menikmati beberapa hari ke depan,” kata Solksjaer seperti dilansir BBC.

Berita video statistik pertandingan Manchester United menang telak 5-1 atas Cardiff City pada pekan ke-18 Premier League, di Cardiff City Stadium, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB