Saat Khofifah Jawab Tudingan Rommy soal Rekomendasi Pejabat Kemenag

Jakarta – Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, ‘bernyanyi’ dan menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Khofifah pun lantang menepis tudingan Rommy.

Nama Khofifah disebut-sebut Rommy saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Awalnya, sedikit demi sedikit Rommy mulai membuka kasusnya. Dia menegaskan tidak menerima uang apa pun seperti yang dituduhkan KPK, hanya meneruskan aspirasi rekomendasi nama-nama pejabat di Kemenag.
Rommy disangka KPK menerima suap dari Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi. Haris merupakan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, sedangkan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik. Belakangan, keduanya diberhentikan oleh Kemenag dari jabatannya.

Aspirasi yang disebut Rommy itu diklaim berasal dari tokoh-tokoh tertentu. Rommy menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Contoh Haris, memang dari awal menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, ‘Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.’ Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov akan lebih baik,” tutur Rommy.

Menanggapi tuduhan Rommy, Khofifah angkat bicara. Dia menepis memberikan rekomendasi terkait kasus jual beli jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin. “Rek wajahku iki lo rek mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak?” tanya Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Khofifah mengaku kaget saat namanya dicatut Rommy. “Sama sekali tidak benar. Silahkan tanya mas Rommy karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman bisa mengonfirmasi kepada mas Rommy,” pinta Khofifah.

Khofifah juga mengaku terakhir ketemu Rommy saat pelantikannya di Istana Negara pada 13 Februari lalu. Saat itu, Rommy hanya mengucapkan selamat kepadanya.

Tentang Haris, Khofifah mengaku tidak mengenal Haris secara personal meski Haris merupakan menantu Ketua Timsesnya M Roziqi. “Secara personal tidak, tetapi bahwa beliau pernah (menjadi) kepala kanwil Kemenag Surabaya. Beliau sempat plt, saya sempat ketemu di pengajian sekali,” kata Khofifah.

Pertemuan Khofifah dengan Haris pun tak hanya sekali. Khofifah menyebut dia pernah juga bertemu saat sedang audiensi dan beberapa pertemuan lainnya. “Kemudian saya sempat ketemu lagi di raker pim setelah mejadi gubernur. Saya ketemu lagi ketika beliau audiensi di sini. Jadi saya mengajak mediskusikan data yang diserve oleh UIN Syarif Hidayatullah, saya minta kita sama-sama melakukan pemeteaan dan itu pak Haris datang dengan tim dan saya juga menerima dengan tim,” papar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan meski Haris merupakan menantu Kiai Roziqi, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada pelelangan jabatan. Terlebih, jika tak memenuhi kualifikasi, tak akan bisa mendapat jabatan tersebut.

“Iya saya tahu juga belakangan bahwa Pak Haris adalah menantu dari Pak Roziqi, tapi teman-teman, yang namanya open bidding ya open bidding. Anak ya anak, mantu ya mantu, itu bersifat personal. Kalau tidak memenuhi kualifikasi kan nggak bisa ikut open bidding,” ucapnya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan jika dirinya siap untuk dipanggil KPK guna mengklarifikasi kabar yang beredar.
“Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah juga berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang bersih. “Komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih, komitmen kita menjaga, bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi,” tegasnya.
(aan/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Investigasi Laporan soal Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo

Jakarta – Bawaslu akan menginvestigasi lebih lanjut soal laporan mobil dinas pelat TNI yang mengangkut logistik di acara kampanye relawan capres Prabowo Subianto. Bawaslu akan menyampaikan keputusan soal laporan itu ke publik.

“Jadi kita melakukan investigasi nanti. Dan kami kan punya waktu untuk bisa melakukan investigasi, pengumpulan dan nanti akan membuat kajian apakah ini masuk memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Tentu nanti apapun keputusan kita akan sampaikan kepada publik,” kata Ketua Bawaslu Abhan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).

Abhan belum bisa memberitahukan apakah pihak kubu Prabowo-Sandi akan diundang untuk dimintai keterangan. Dia juga masih merahasiakan siapa pemilik mobil yang dimaksud.

“Kita nanti dulu, kita belum bisa menyampaikan kesimpulan itu (pemilik mobil). Itu kalau itu sudah kesimpulan,” ujarnya.

TNI sebelumnya menyelidiki mobil berpelat dinas TNI yang mengangkut logistik acara relawan Prabowo-Sandiaga itu. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pemilik mobil tersebut merupakan purnawirawan TNI.

“Setelah melakukan penyelidikan awal di lingkungan internal TNI, POM TNI mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini,” kata Kabidpenum Puspen TNI Letkol Inf Abidin Tobba dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (23/3).

Abidin menjelaskan pemilik mobil berpelat dinas TNI itu berinisial RAT. Saat pensiun, RAT tidak mengembalikan pelat mobil dinas TNI yang digunakannya semasa aktif.

“Diketahui bahwa pemilik mobil Pajero berpelat nomor dinas TNI 3005-00 adalah seorang Purnawirawan TNI, pensiun tahun 2001, berinisial RAT,” jelas Abidin.

“Pada saat pensiun, yang bersangkutan mengembalikan mobil dinas, namun pelat nomor dinasnya tetap dipegang yang bersangkutan,” imbuhnya.
(azr/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hal-hal Penting Soal Pengumuman SNMPTN

Jakarta – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan nilai rapor dan potensi akademik. Sebanyak 92.331 peserta dari 478.608 yang mendaftar, dinyatakan lolos SNMPTN 2019.

Ada 18.206 sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN 2019. Pengumuman peserta yang lolos disampaikan Kemenristekdikti pada 23 Maret 2019.

“Dibandingkan 2018, jumlah yang diterima ada peningkatan,” kata M Nasir di gedung D Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).


Bagi para lulusan SMA/SMK sederajat yang lolos SNMPTN rupanya tak akan bisa mengikuti SBMPTN atau tes masuk dengan sistem ujian tulis. Hal tersebut lantaran Kemenristekdikti mulai memberlakukan sistem ‘kunci’.

Sebab, menurut pengalamannya, calon mahasiswa yang kembali mendaftar jalur SMBPTN membuat adanya kursi kosong pada kuota SNMPTN.

“Yang perlu kita kunci kembali banyak. Yang daftar di SNMPTIN kemudian diterima, setelah diterima dia mendaftar di SMBPTN, akhirnya kursinya kosong. Akhirnya kami kunci yang sudah diterima di SNMTPN, tidak bisa mendaftar SMBPTN,” tutur M Nasir.

Peserta yang lolos SNMPTN akan dinyatakan diterima di PTN tujuan dengan syarat lolos verifikasi data akademik dan persyaratan lain yang akan dilaksanakan oleh PTN tempat peserta diterima.

“Rapor dan portofolio asli, serta menunjukan ijazah atau Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL) asli,” ujar Ketua Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi.

Sementara peserta yang lulus SNMPTN melalui jalur Bidikmisi harus lolos verifikasi data akademik serta data ekonomi keluarga.

Bagi mereka yang lolos, diingatkan lagi jangan sampai lupa untuk melakukan daftar ulang di PTN tujuan. Caranya, bisa dilihat di website kampus masing-masing.
(rna/fdu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kiai Asep akan Klarifikasi KPK Soal Rekomendasi Kakanwil Kemenag Jatim

Surabaya – Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Kiai Asep Saifuddin Chalim mengaku akan berangkat ke Jakarta malam ini. Tujuannya untuk mengklarifikasi ‘nyanyian’ mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang menyeret namanya dan Khofifah soal rekomendasi Kepala Kemenag Jatim.
“Saya akan berangkat ke Jakarta (klarifikasi ke KPK),” katanya singkat saat ditemui detikcom di Ponpes Amanatul Ummah Siwalankerto, Surabaya, Jumat (22/3/2019) malam.

Ditanya apakah ingin melaporkan Rommy, Kiai Asep mengaku tidak akan melaporkan pernyataan Rommy yang telah menyeret namanya dalam kasusnya.

“Ndak, saya ndak akan melaporkan. Saya hanya klarifikasi saja,” ujarnya singkat.
Lalu seberapa dekat hubungannya dengan Rommy, Kiai Asep mengaku mengenalnya karena satu sama-sama dari PPP. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru saja masuk di partai berlambang kakbah itu.

“Lho, saya ini kan baru saja di PPP dan itu pilihan saya satu-satunya partai Islam yang rahmatan lil alamin yang,” terang Kiai Asep.

“Kalau di PPP ada sebutan di pundak kanan disebutkan sebagai pejuang di jalan Allah dan di pundak kiri pejuang bangsa Indonesia. Maka saya berada di situ,” tandasnya.

Eks Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy), menyeret nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan seorang kiai. Kedua orang itu diklaim Rommy menyampaikan kompetensi Haris Hasanuddin, yang mengikuti seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim.

“Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Contoh Haris, memang dari awal menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, ‘Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.’ Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pempov akan lebih baik,” papar Rommy kepada wartawan saat jeda pemeriksaan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).
(bdh/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kiai Asep Bantah Rommy Soal Rekomendasi Kakanwil Kemenag Jatim

SurabayaKiai Asep Saifuddin Chalim akhirnya buka suara terkait ‘nyanyian’ mantan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) yang menyebutkan dirinya dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa merekomendasi Haris Hasanudin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah itu membantah dengan tegas.

“Beliau (Haris Hasanuddin) pernah ngaji sama saya. Kitab yang dia pelajari adalah kitab nahwu, hadist dan kita fiqih selama 3 tahun. Dalam hadist kan keterangan-keterangan sudah jelas Arrosyi wal-murtasyi kilaahumaa fin-naar penyuap dan penerima suap kedua-duanya di dalam neraka,” kata Kiai Asep kepada detikcom, Jumat (22/3/2019).

“Dan selama tiga tahun beliau ngaji sama saya. Masak kemudian ditanyai (soal rekomendasi) gitu saja tidak menjawab,” lanjut Kiai Asep.
Untuk itu, ia membantah dengan tegas tuduhan Rommy bahwa ia dan Khofifah merekomendasi Haris Hasanuddin untuk menjadi Kepala Kemenag Jatim. Namun ia hanya mengatakan bahwa Haris merupakan mantan santrinya.

“Nggak, menjawab keterangan tentang beliau ngaji di tempat saya 3 tahun, santri saya. Jadi ndak ada rekomendasi-rekomendasi tertulis itu nggak ada. Cari, nggak ada rekomendasi saya. (Khofifah) Ya nggak (merekomendasi),” terangnya.

BACA JUGA: Kakanwil Kemenag Jatim Diduga Ikut Diamankan KPK, Keluarga Putus Kontak

Anggota DPR yang juga eks Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy), menyeret nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan seorang kiai. Kedua orang itu diklaim Rommy menyampaikan kompetensi Haris Hasanuddin, yang mengikuti seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim.

“Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Contoh Haris, memang dari awal menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, ‘Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.’ Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pempov akan lebih baik,” papar Rommy kepada wartawan saat jeda pemeriksaan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).
(bdh/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ramai Soal SBMPTN, Ini 15 Universitas Paling Sulit Ditembus di Dunia

Tingkat Penerimaan: 7,1 persen

Rata-rata yang Diterima: 1.460 – 1.590

Massachusetts Institute of Technology adalah institusi riset swasta dan universitas yang terletak di kota Cambridge, Massachusetts tepat di seberang Sungai Charles dari distrik Back Bay di Boston, Amerika Serikat.

Didirikan tahun 1861 sebagai respon atas kemajuan teknologi dan industri di Amerika pada saat itu, universitas ini mengadopsi universitas riset ala Eropa. MIT sekarang berdiri di atas tanah seluas 168 are yang dibuka  pada 1916. Dalam kurun waktu 60 tahun belakangan ini, MIT telah mengembangkan cabang lain seperti manajemen, ekonomi, ilmu politik, dan biologi.

Proses penerimaan cukup ketat dilakukan oleh pihak MIT dengan cara melihat nilai ujian masuk dari peserta. Pendiri Khan Academy, Salman Khan, PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Sekjen PBB, Kofi Annan adalah lulusan dari MIT.

Said Aqil soal Rekomendasi ‘Jangan Sebut Kafir ke Non-muslim’: Untuk Orang NU

JakartaKetua Umum PBNU Said Aqil Siradj bicara soal polemik rekomendasi NU soal larangan penyebutan kafir untuk non-muslim. Dia menyebut rekomendasi itu dari NU untuk warga Nahdliyin.

“Alhamdulillah Munas Ulama NU di Banjar baru dilakukan memutuskan memanggil non-muslim tidak dengan boleh disebut dengan kata kafir. Itu keputusan ulama-ulama, untuk orang NU, ngapain orang luar komentar. Itu keputusane dewe, mau dijalankan kita dewe, kok orang luar komentar,” kata Said Aqil di kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jl Kramat VI, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Hal itu disampaikan Said Aqil saat memberi sambutan di Deklarasi Pemilu Damai Ormas Keagamaan se-Indonesia. Deklarasi itu dihadiri oleh sejumlah perwakilan ormas dan pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu.
Said Aqil kemudian bicara soal keputusan Al Azhar Asy-Syarif, Universitas Al Azhar, Mesir. Ia menyebut keputusan itu juga memberikan hak yang sama bagi penganut agama Islam dan Kristen di Mesir.

“Bahkan keputusan Al Azhar as Syarif, Universitas Al Azhar, Mesir memutuskan bahwa bangsa Mesir antara Islam dan Kristen sama dalam hak dan kewajiban sama dalam warga negara Mesir. Itu sudah lama itu puluh-puluh tahun yang lalu,” ujar dia.

Said Aqil juga mencontohkan pemakaian istilah non-muslim untuk penganut agama selain Islam. Salah satunya, penunjuk arah sebelum masuk Kota Mekah, Arab Saudi.

“Sekarang kalau kita masuk ke Mekah dari Jeddah masuk ke Mekah itu ada tulisan yang lurus itu ditulis ‘lil muslimin faqat’ untuk orang Islam saja, nanti yang ke kanan ‘ghoirul muslimin’ non muslim belok kanan jangan masuk Mekah. Kok nggak Lil kafirin, nggak bilangnya non-muslim bukan kafir yang non-muslim silakan belok kanan,” sebut Said Aqil.

Ia kemudian kembali menegaskan rekomendasi larangan penyebutan kafir bagi non-muslim itu dari ulama NU untuk warga Nahdliyin. “Keputusan ulama NU, untuk orang NU, ngapain orang luar komentar,” ucapnya.

Sebelumnya dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3) lalu ditetapkan 5 rekomendasi.

Salah satunya, soal istilah kafir. Istilah kafir menurut Said Aqil Siradj tidak dikenal dalam sistem kewarganegaraan pada suatu negara dan bangsa. Maka setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata konstitusi. Maka yang ada adalah non-muslim bukan kafir.

Said Aqil, mengisahkan istilah kafir berlaku ketika Nabi Muhammad SAW di Mekah untuk menyebut orang yang menyembah berhala, tidak memiliki kitab suci dan agama yang benar.

“Tapi ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Tidak ada istilah kafir bagi warga Madinah. Ada tiga suku non-muslim di Madinah, di sana disebut non-muslim tidak disebut kafir,” kata Said Aqil.
(ibh/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Pertanyakan Klaim Sandi Soal OK OCE Sumbang Rp 359 M ke DKI

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mempertanyakan klaim cawapres Sandiaga Uno soal OK OCE yang sudah menyumbang Rp 359 miliar ke DKI. Sebab, OK OCE dinilai belum terlihat keberhasilannya.

“Menurut kami klaim Sandiaga yang mengatakan OKE OCE telah menyumbang perekonomian Jakarta patut dipertanyakan,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (21/3) malam.

Sejauh ini kata dia, dirinya belum melihat adanya keberhasilan dari program tersebut. Bahkan, menurutnya, Program OK OCE di kecamatan-kecamatan di Jakarta juga tidak tampak.

“Maka, wajar bila kami mempertanyakan mengenai hal ini,” kata Johnny.

Sandiaga, menurut Plate, tidak memberikan data kongkret yang mendukung klaim keuntungan OKE OCE sebesar Rp 359 miliar tersebut. Dia mempertanyakan validitas program OK OCE yang telah menyumbang perekonomian ratusan miliar tersebut.

Sebelumnya, Sandiaga memamerkan prestasi OK OCE yang sudah terbentuk di DKI Jakarta. Sandi mengatakan warga DKI yang tergabung dalam OK OCE sudah 90 ribu orang. Menurutnya, OK OCE sudah membuka 29.346 lapangan kerja.

“Sudah buka berapa lapangan kerja? 29.346 tenaga kerja dibuka oleh OK OCE. Berapa izin usaha mikro-kecil yang diterbitkan? 16.734 UMKM, mau bikin nasi uduk, fashion muslim, ekonomi kreatif, semua sudah dinaungkan,” jelas Sandiaga di Jakarta, Kamis (21/3).

Sandi juga menyebut OK OCE berperan aktif bagi peningkatan ekonomi di DKI. Dia mengatakan program itu sudah menyumbang Rp 359 miliar di DKI.

“Dan sekarang tumbuh total investasi dari program OK OCE berapa tebak? Rp 359 miliar OK OCE sudah menyumbang pada ekonomi DKI. Alhamdulillah,” katanya.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Canda Prabowo-Sandi ke Pengusaha soal Sumbangan

Jakarta – Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melontarkan candaan di depan Aliansi Pengusaha Nasional. Mereka berkelakar soal sumbangan.

Adalah Sandiaga yang memulai candaan soal sumbangan dari pengusaha. Dia mengaku sebelum naik ke panggung acara Aliansi Pengusaha Nasional, ada seorang guru yang memberikannya sumbangan.

“Tadi mau naik ada seorang guru nyerahin sumbangan di bawah. Kalau guru aja nyumbang, masa pengusahanya nggak nyumbang,” kata Sandiaga di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019).


“Saudara Wakil Presiden, itu tugasmu pertama,” timpal Prabowo membuat peserta acara terbahak-bahak.

Prabowo lantas mengungkit pujiannya kepada Sandi sebagai calon wakil presidennya. Dia mengaku ada pujian yang kurang.

“Tadi, tadi, tadi, tadi, tadi saya kurang menggarisbawahi. Tadi kan ganteng, ini, ini, ini, terakhir kan mapan. Tidak mapan saja, kreatif mencari duit. Coba sekarang, sekarang diakui nggak bahwa aku agak pandai memilih tim? Lo setuju bilang gue kan?” ucap Prabowo yang lagi-lagi disambut tawa peserta acara.

Prabowo sejatinya hendak menghentikan pidatonya. Namun, para peserta minta lebih. Prabowo kembali bercanda.

“Eh, lu jangan nantang gue ya, mana kopi? Aku bisa, aku bisa ceramah 3 jam. Nanti saya dilempar sepatu, nanti suamimu ngejar saya lagi kan,” sebut Prabowo.

Lagi-lagi Prabowo bercanda soal sumbangan. “Nanti di pintu belakang itu ada kotak-kotak, itu guyon. Boleh guyon dong? Presiden boleh guyon?” sebut Prabowo.

Suasana acara kemudian riuh lantaran candaan itu. Kali ini, Prabowo mencandai pengusaha.

“Nggak, gini aja. Anda tahu ya pengusaha itu, pengusaha ini sebetulnya kalau punya duit, dia selalu pura-pura nggak punya duit. Bener kan?” sebut Prabowo.

Prabowo lalu berbicara soal ejekan terhadapnya tentang ekonomi. Menurutnya, banyak pihak mengejeknya ketika dia berbicara ekonomi dengan mengungkit latar belakang.

“Jadi saya kebetulan orang tua saya profesor ekonomi. Jadi memang banyak yang ejek Prabowo, ‘itu nggak punya gelar ekonomi kok sok bicara ekonomi?’. Aku, ikut seminar ekonomi paling lama di dunia. 30 tahun di meja makan itu kuliah,” kata Prabowo.

“Bagaimana kalau yang beri kuliah itu orang tuamu sendiri? Bagaimana you mau minta izin berdiri pergi? Nggak bisa kan. ‘Ya ekonomi, ini, ini’,” tutur Prabowo.

Terakhir, Prabowo menegaskan dirinya cukup paham ekonomi. Di akhir sambutannya, Prabowo kembali menyinggung soal sumbangan.

“Ini, ini, ini, apa itu, eh eh, eh…, kalian punya sumbangan belum jelas. Kalau antum punya amplop tebel, gue bicara lebih,” sebut Prabowo disambut tawa peserta.
(gbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saat Prabowo Ralat Ucapan soal ‘Pemimpin Bodoh’

Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan soal calon wakil presiden (cawapres) idamannya. Kriteria cawapres ideal Prabowo adalah yang lebih muda dan pintar darinya.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional yang digelar di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019). Prabowo awalnya mengatakan dia ingin calon wakil yang muda.

“Saya dari awal ingin calon wakil saya harus anak muda. Lo, kalau saya 68 tahun, pengganti saya harus lebih muda dari saya. Dan dan dia harus fit, harus kuat, harus sehat, dia harus pinter. Betul?” kata Prabowo diamini peserta acara.
Prabowo menegaskan calon wakilnya harus lebih pintar darinya. Menurutnya, begitulah cara seorang panglima bekerja.
“Dan dia harus lebih pintar dari saya. Anda tahu? Itu adalah ilmu seorang panglima. Panglima harus pilih orang-orang yang paling pintar supaya dia tidak terlalu capek berpikir. Betul?” sebut Prabowo.

Prabowo lalu berbicara soal pemimpin. Dia sempat meralat pernyataannya saat bicara ‘pemimpin bodoh’.

“Kalau pemimpin kita bodoh, apa, aaa… apa, apalah itu…. Gini, gini, ralat! Kalau orang sekitar kita bodoh-bodoh, kita yang capek,” sebut Prabowo.
(gbr/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>