Hasil Liga Spanyol: Griezmann Bawa Atletico Atasi Rayo Vallecano 1-0

MadridAtletico Madrid menundukkan Rayo Vallecano di jornada ke-24 Liga Spanyol. Gol tunggal Antoine Griezmann menangkan Los Colchoneros dengan skor 1-0.

Bertanding di Estadio de Vallecas, Sabtu (16/2/2019) waktu setempat, Atletico langsung menekan sejak awal. Di menit kedua, Saul Niguez punya kans merobek gawang Vallecano, namun sundulannya yang memanfaatkan tendangan bebas, melayang ke atas gawang.

Pada menit ke-25, Vallecano menebar ancaman. Adri Embarba bisa melepaskan tendangan on target, namun peluangnya masih bisa digagalkan Jan Oblak.

Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol tercipta. Skor masih 0-0 untuk Vallecano vs Atletico.

Di babak kedua, Vallecano banyak menekan. Di menit ke-51, Raul De Tomas melepaskan tembakan ke gawang Atletico, namun bolanya masih mengarah ke samping kanan.

Di menit ke-67, dua peluang sekaligus didapat Vallecano. Pertama tembakan jarak dekat Raul De Tomas, dan yang kedua lewat sepakan Bebe dari samping. Dua-duanya bisa diredam Oblak.

Pada menit ke-73, Atletico akhirnya memecah kebuntuan. Griezmann yang membawa tim tamu unggul 1-0.

Berawal dari crossing ke kotak penalti, Morata yang menguasai bola, mengoper ke Griezmann. Dengan sekali kontrol, ia melepaskan sepakan jarak dekat yang terdefleksi bek Vallecano dan membuat Stole Dimitrievski tak mampu menghalau bola saat masuk ke gawangnya.

Pada menit ke-82, peluang didapat Atletico. Griezmann menyodorkan bola ke kotak penalti, bisa didapat Morata, namun bolanya bisa direbut Dimitrievski saat hendak digocek.

Memasuki menit-menit akhir, Rayo Vallecano kembali mengancam. Abdoulaye Ba melakukan sundulan mengarah ke gawang Atletico, tapi Oblak membuat penyelamatan gemilang. Hingga laga tuntas, kemenangan 1-0 Atletico tetap bertahan.

Kemenangan ini membuat Atletico sementara kembali ke peringkat dua dengan 47 poin dari 24 laga, menggeser Real Madrid turun ke peringkat tiga yang mengoleksi 45 poin. Los Blancos baru akan bermain menghadapi Girona pada Minggu (17/2). Sementara Rayo Vallecano belum beranjak dari zona merah di peringkat 18 dengan 23 poin dari 24 laga.

Susunan Pemain

Rayo Vallecano: Dimitrievski, Tito, Galvez (Garcia 76′), Ba, Amat, Moreno, Embarba (Pozo 57′), Comesana, Mario, Trejo (Bebe 57′), De Tomas

Atletico Madrid: Oblak, Felipe Luis, Gimenez, Godin, Arias, Correa (Lemar 60′), Saul, Rodri (Savic 75′), Vitolo (Diego Costa 60′), Griezmann, Morata
(yna/cas)


Membongkar Pertahanan Mafia Bola Lewat Joko Driyono

Liputan6.com, Jakarta – Satgas Antimafia Bola telah menetapkan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan dokumen.

Sebelum Joko, polisi sudah lebih dulu menangkap tiga pelaku pencurian dan perusakan barang bukti terkait skandal pengaturan skor di Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Jakarta Selatan.

Ketiga tersangka atas nama M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Mereka memiliki peran berbeda dalam kasus tersebut.

“Ketiganya terkait kasus perusakan. Kemudian pencurian barang bukti di lokasi yang jadi lokasi sasaran penggeledahan Satgas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Usai memeriksa ketiga tersangka, Satgas Antimafia Bola menemukan tersangka baru lagi yang diduga berperan sebagai aktor intelektual perusakan dokumen, yaitu Joko Driyono.

Dedi mengungkapkan Joko diduga berperan menyuruh dan memerintahkan ketiga tersangka merusak sejumlah dokumen.

“Sebagai aktor intelektual untuk menyuruh tiga orang tersebut melakukan pencurian, perusakan police line, masuk tanpa izin. Mengambil laptop, ambil dokumen-dokumen yang terkait masalah barang bukti yang akan digunakan oleh satgas untuk membongkar ‘match fixing’ yang ada di beberapa liga,” papar dia.

Tak berhenti sampai di situ, Satgas Antimafia Bola kini tengah mendalami apakah Joko Driyono terlibat dalam kasus pengaturan skor.

“Dalam rangka membongkar peristiwa pidana match fixing atau pengaturan skor di beberapa pertandingan yang sudah dilaksanakan di Indonesia,” ungkap Dedi.

Oleh sebab itu, Dedi mengatakan Satgas telah melayangkan surat panggilan terhadap Joko untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin 18 Februari 2019 mendatang.

“Senin dimintai keterangan di posko Satgas Antimafia Bola di Polda Metro, pemanggilan pukul 10.00 WIB. Surat sudah dilayangkan ke saudara J,” kata Dedi.

2 dari 4 halaman

Geledah Apartemen

Usai ditetapkan tersangka, Satgas Antimafia Bola langsung bergerak ke apartemen Joko Driyono di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis 15 Februari 2019.

“Satgas lakukan geledah, ditemukan 75 item. Barang bukti memiliki keterkaitan dengan tindak pidananya sebelumnya,” ucap Dedi.

Dedi menyatakan penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel Nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya.

“Penggeledahan disaksikan langsung oleh saudara Joko Driyono dan sekuriti apartemen,” tuturnya.

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah buah laptop merek Apple warna silver beserta charger, sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Berikut ini barang-barang pribadi di kediaman Joko Driyono yang disita Satgas Antimafia Bola, yaitu 4 buah bukti transfer (struk), 3 buah handphone warna hitam, 6 buah handphone, 1 bandel dokumen PSSI, 1 buku catatan warna hitam, 1 buku note kecil warna hitam, 2 buah flash disk, 1 bandel surat, 2 lembar cek kwitansi, 1 bandel dokumen dan 1 buah tablet merek Sony warna hitam.

3 dari 4 halaman

Sita Rp 300 Juta

Selain menyita dokumen, Tim Satgas Antimafia Bola juga merampas uang sebesar Rp 300 juta dari tangan Joko Driyono.

“Total Rp300 juta,” kata Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Uang ratusan juta rupiah itu didapat dari penggeledahan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola di kediaman Joko di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Terkait kemungkinan adanya tersangka lain, Satgas Antimafia Bola akan mempelajarinya terlebih dahulu. Sejumlah barang bukti akan dijadikan petunjuk polisi untuk mengungkap kasus ini.

“Tentunya apakah ada kemungkinan tersangka yang lain, banyak dokumen-dokumen yang sedang kami pelajari. Baik itu adanya aliran dana, bukti-bukti digital yang tentunya perkembangan berikutnya nanti akan disampaikan,” tuturnya.

4 dari 4 halaman

Peran Bandar Judi

Sementara Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti, menyebut adanya keterlibatan bandar judi terkait pengaturan skor yang terjadi pada pertandingan sepak bola di Indonesia.

Khrisna mengatakan informasi tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan Vigit Waluyo pemeran utama dalam kasus pengaturan skor di Liga 2 dan salah satu orang penting di PS Mojokerto Putra (PSMP).

“Satu tersangka yang kami periksa menyatakan itu ada dari luar, main. Satu tersangka yang kami periksa menjelaskan detil soal itu saudara VW (Vigit Waluyo),” kata Krishna seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/2/2019) .

Dia menjelaskan keterlibatan bandar judi tidak hanya berlangsung di luar negeri saja, melainkan juga di dalam negeri. Menurut Krishna, di beberapa negara, judi merupakan hal yang biasa di sepak bola.

“Di sepak bola, toto (judi) itu biasa, seluruh dunia. Di Inggris itu ada judi, di luar negeri sah. Di Indonesia tidak ada perjudian itu, yang jadi problem, dia pasang pertandingan yang sudah terlihat statistiknya kemudian berkeinginan taruhannya menang. Itu yang dilakukan pemain judi,” ucapnya.

Polisi Lacak Asal-usul Uang dari Penggeledahan Joko Driyono

Jakarta – Polri menelusuri sumber uang tunai yang ditemukan dari penggeledahan terkait Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan bukti terkait pengaturan skor.

“Masih didalami. Sejumlah uang, iPad, laptop, buku tabungan, 9 HP, dokumen, dan lain-lain,” ujar Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat dimintai konfirmasi, Sabtu (16/2/2019).

Polri menyebut Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Sebelum Joko Driyono, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor.

“Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri,” tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Penelusuran otak di balik perusakan bukti kasus pengaturan skor berdasarkan keterangan tiga orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur, memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Polisi menjadwalkan pemeriksaan Joko Driyono sebagai tersangka pada Senin (18/2). Pemeriksaan dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Lawan Atletico, Allegri Ingin Juventus Cetak Gol Tandang

Liputan6.com, Turin – Juventus akan menantang tuan rumah Atletico Madrid dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pelatih Bianconeri, Massimiliano Allegri menginginkan anak buahnya mencuri gol tandang dalam pertandingan tersebut.

Juventus baru saja meraih kemenangan di pentas Serie A. Mereka berhasil mengalahkan Frosinone dengan skor 3-0 pada Sabtu (16/2) dini hari WIB.

Gol kemenangan Juventus dipersembahkan oleh Paulo Dybala, Leonardo Bonucci dan Cristiano Ronaldo. Hasil itu membuat Bianconeri unggul 14 angka di puncak klasemen Serie A.

Kemenangan itu tentu saja akan menjadi modal berhaga Juventus sebelum menantang Atletico. Apalagi pertandingan tersebut akan digelar di markas lawan, Wanda Metropolitano.

Allegri sangat menginginkan Juventus meraih hasil positif di ibukota Spanyol. Namun, dia juga waspada terhadap Atletico, yang sudah mencapai setidaknya perempat final Liga Champions dalam empat dari lima musim terakhir.

“Tim dalam kondisi bagus. Ini adalah tantangan dua leg melawan tim yang sangat mengandalkan fisik,” kata Allegri seperti dilansir Fox Sports Asia.

“Atletico memainkan sepakbola yang sangat agresif saat bermain di kandang. Ini adalah tim yang meraih hasil luar biasa di tahun-tahun sebelumnya di Eropa.”

2 dari 2 halaman

Cetak Gol Tandang

Allegri juga mengatakan bahwa pertandingan melawan Atletico akan berjalan terbuka. Namun, dia menginginkan timnya bisa mencetak gol di markas lawan untuk memperbesar peluang mereka lolos ke babak selanjutnya.

“Ini pertandingan terbuka, kami memiliki banyak kesempatan untuk lolos seperti mereka,” lanjutnya.

“Hal pertama yang harus kami lakukan adalah mencetak gol di Madrid. Mencetak gol di Madrid akan menentukan untuk kelolosan kami.”

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Juventus Bungkam Frosinone, Gol Bonucci untuk Istri dan Anak

Liputan6.com, Turin – Leonardo Bonucci ikut mencetak gol saat Juventus mengalahkan Frosinone. Gol itu ia persembahkan untuk istri serta putrinya.

Juventus masih terus meraih kemenangan dalam ajang Serie A. Kali ini Frosinone dibuat bertekuk lutut dengan skor 3-0 pada Sabtu (16/2) dini hari WIB.

Bonucci mencetak gol kedua Juventus dalam pertandingan tersebut, setelah Paulo Dybala membuka skor terlebih dulu. Cristiano Ronaldo kemudian mempersembahkan gol ketiga untuk membawa Juventus unggul 14 angka di puncak klasemen.

Bonucci yang mencetak gol pada menit ke-17. Ia mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan kemelut di depan gawang Frosinone.

Selepas menjebol gawang lawan, bek berusia 31 tahun itu melakukan selebrasi dengan membentuk inisial “LM” dengan jari-jari tangannya. Selebrasi tersebut ternyata ditujukan untuk istri serta putrinya yang baru lahir sepekan kemarin.

“Beberapa hari terakhir sangatlah indah, Matilda tiba dan memberi sinar cahaya bagi keluarga kami,” kata Bonucci kepada Sky Sport Italia.

“Saya mendedikasikan gol tersebut untuknya, keluarga dan istri, juga kepada semua yang telah dekat dengan saya selama beberapa tahun terakhir yang agak intens.”

2 dari 3 halaman

Momentum Bagus

Kemenangan atas Frosinone akan menjadi momentum yang bagus bagi Juventus menjelang pertandingan Liga Champions. Bianconeri akan menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar.

“Kami dalam bentuk yang bagus, laga ini membantu kami agar siap untuk hari Rabu esok,” lanjutnya.

“Kami pergi ke Madrid dengan kesadaran penuh menghadapi tim yang akan berjuang maksimal hingga akhir, tapi Atleti juga akan menghadapi tim hebat yang tak akan lengah sedikit pun di atas lapangan.”

3 dari 3 halaman

Kasih Sayang

Bonucci dibenci para pendukung Juventus setelah membelot ke AC Milan pada musim kemarin. Namun, ia mendapat standin ovation dalam pertandingan tersebut.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Saya pulang ke rumah, kasih sayang dari mereka penting, tetapi saya juga tahu apa yang bisa saya berikan dan kami semua bekerja keras untuk mencapai tujuan kami,” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Tunjukkan Barang Bukti dari Kediaman Joko Driyono, Satgas Bawa Rp 300 Juta

JakartaSatgas Anti Mafia Bola telah menetapkan Plt Ketua umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka. Satgas menemukan uang sebesar Rp 300 juta dari penggeledahan yang dilakukan di kediaman Jokdri.

Dalam sesi konferensi pers di Mabes Polri pada Sabtu (16/2), Satgas menunjukkan barang bukti yang diangkut dari apartemen Joko di Rasuna, Kuningan pada Kamis (14/2/2019) malam. Di antaranya, bukti transfer dan uang tunai sebesar Rp 300 juta.

“Banyak sekali. Ada yg sampai Rp 500 juta bukti transfer, Rp 300 juta uang cash, saat ini belum bisa dijelaskan karena saat ini masih dipelajari Kombes Royke Kasub Satgas Gakum,” kata Hendro Pandowo Ketua Satgas Anti Mafia Bola.

Hendro juga menjelaskan penetapan Joko sebagai tersangka masih berkaitan dengan laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani. Pria asal Ngawi itu berupaya menghancurkan data-data yang dibutuhkan Satgas.
“Ada kaitannya, semua bukti yang dihancurkan itu adalah data-data yang dibutuhkan oleh penyidik Satgas Anti Mafia untuk mengungkapkan membongkar terjadinya pengaturan skor yang didalami saat ini. Kami awalnya laporan dari laporan polisi bu Lasmi,” kata Hendro.

Hendro menambahkan dari penemuan bukti-bukti tersebut tak menutup kemungkinan muncul tersangka baru.

“Iya kami saat ini sedang pelajari aliran dana yang saat ini sudah ada di tangan penyidik, bisa muncul tersangka baru, bisa muncul laporan polisi baru,” katanya.

Joko terancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum. Hal itu berdasarkan pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan dan empat tahun.

(ads/fem)

Selain Joko Driyono, 2 Ketua Umum PSSI Ini Sempat Bermasalah dengan Hukum

Jakarta Sejak mendeklarasikan diri sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air pada 19 April 1930, tercatat 17 figur bercokol sebagai Ketua Umum PSSI. Mulai dari Soeratin Sosrosoegondo hingga yang terkini Joko Driyono yang berstatus caretaker menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada saat kongres tahunan awal 2019 ini.

Sejak pertama kali berdiri PSSI sering mencuatkan banyak kontroversial. Mulai dari keberanian PSSI melakukan perlawanan ke penjajah Belanda dan Jepang, kasus-kasus yang melibatkan Timnas di pentas internasional, hingga kisruh internal organisasi yang tak berkesudahan sejak 2011 silam.

Sebagai organisasi yang memayungi sepak bola, olahraga paling populer di Indonesia, merupakan sesuatu hal yang wajar jika PSSI seringkali mendapat sorotan dari banyak pihak. Di sepanjang sejarahnya mencuat sejumlah figur kontroversial yang duduk di singgasana kepemimpinan PSSI.

Joko Driyono yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri bukan orang pertama yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya ada dua orang lainnya Ketua Umum PSSI yang juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka bahkan sempat merasakan derita ada di balik jeruji besi.

2 dari 3 halaman

La Nyalla Mattalitti

Selama lima tahun terakhir, nama La Nyalla Mahmud Mattalitti begitu nyaring terdengar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi figur sentral kasus dualisme federasi serta kompetisi dan kini pembekuan PSSI. Daftar sikap kontroversialnya banyak semenjak aktif sebagai pengurus teras di PSSI pada tahun 2011 silam.

Figur pria asal Makassar ini sebetulnya bukan orang baru di dunia sepak bola. Tercatat, ia adalah salah satu pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) yang saat ini lebih dikenal dengan Bonek YSS. Bersama enam tokoh suporter lainnya, La Nyalla membidani lahirnya kelompok suporter militan asal Surabaya ini pada 3 November 1994 lalu.

Setelah kelahiran YSS, nama La Nyalla seperti hilang ditelan bumi. Ini tak lepas dari kesibukannya mengurusi bisnis kontraktor yang ia geluti. Karena itu, ia memilih berada di belakang layar dan mempercayakan jalannya yayasan ke mendiang Wastomi Suheri.

Setelah tujuh tahun sejak berdirinya YSS, pada 2011 La Nyalla justru muncul lagi di dunia olahraga sebagai wakil ketua KONI Jatim era kepemimpinan Saifullah Yusuf. Dari sinilah cikal bakal La Nyalla menggeluti organisasi sepak bola.

Ada pun konflik Persebaya dengan PSSI era Nurdin Halid yang membuat La Nyalla terpanggil. Ia bersama pelaku sepak bola di Jawa Timur serta mayoritas klub di provinsi paling timur pulau Jawa itulah yang mendorong La Nyalla melakukan perlawanan terhadap PSSI kala itu. Ia mendirikan PSSI tandingan dengan basis di Surabaya.

Tampaknya, perlawanan yang dilakukan La Nyalla ini mengundang simpati klub-klub di Jawa Timur. Tak heran, di awal 2011 La Nyalla didorong maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Provinsi (sekarang Asosiasi Provinsi) PSSI Jatim. Ia pun terpilih sebagai Ketua Pengprov PSSI Jatim.


Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husin (kiri) berbincang dengan La Nyalla Mattalitti saat Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya, (18/4/2015). Kongres menetapkan La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Perlawanan yang ia lakukan semakin getol. Bersama mayoritas voters, La Nyalla pun terus berupaya melengserkan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid. Arus besar yang menghendaki pergantian Ketua Umum PSSI inilah yang kemudian membuat FIFA turun tangan dan membentuk Komite Normalisasi yang bertugas menggelar Kongres PSSI.

Melalui Kongres PSSI pada 9 Juli 2011 La Nyalla terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Namun, tak lama setelah ia menjabat sebagai anggota Exco PSSI bidang hukum, La Nyalla bersama ketiga anggota Exco lainnya, Toni Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan didepak oleh Komite Etik PSSI karena dianggap melanggar kode etik.

La Nyalla pun melawan, ia bersama Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol pada 18 Maret 2012. Di forum itu, La Nyalla terpilih sebagai ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada 2013, melalui perjanjian antara KPSI dan PSSI yang dimediasi oleh AFC, pria yang menjabat sebagai ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim kembali masuk ke PSSI. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla pun terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Setelah masa kepengurusan Djohar selesai, La Nyalla maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Ia pun terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Kongres PSSI pada 17 Maret 2015 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Namun, hanya saat setelah ia terpilih, Menpora Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif terhadap kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla. Kegaduhan pun terjadi, roda organisasi yang ia pimpin lumpuh akibat hukuman tersebut.

Selain oleh Kemenpora, status PSSI juga dibekukan sejak bulan Mei 2015 oleh FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menjatuhkan sanksi ke PSSI karena intervensi pemerintah (Kemenpora). Hal yang dinilai tabu oleh FIFA.

Selama setahun ia terpilih sebagai nakhoda PSSI, kepemimpinan La Nyalla tak berhenti digoyang prahara. Ditekan Kemenpora ia sama sekali tak takut. Hingga saat ini klub-klub anggota belum ada yang berani menggoyang kepengurusannya. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Suara-suara yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mencari pemimpin baru mulai bermunculan.

Gara-gara huru hara antara pemerintah dengan La Nyalla, FIFA sempat menjatuhkan vonis pembekuan keanggotaan selama setahun lebih. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menilai pemerintah Indonesia terlalu ikut campur dalam urusan sepak bola.

La Nyalla Mattalitti, tetap keras hati menolak mundur sekalipun jadi tersangka.  Ia minta publik menghormati proses pengadilan hingga memiliki kekuatan hukum tetap. Ia secara kontroversial menuding Menpora, Imam Nahrawi, menjadi dalang penetapan status tersangka di kasus uang hibah Kadin Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

Dalam persidangan pada 17 Desember 2016, La Nyalla diputus bebas. Walau divonis tak bersalah, kursi kekuasaannya di PSSI hilang.

3 dari 3 halaman

Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar, Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003. Ia dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik terali besi penjara.

Pada 16 Juli 2004, pria asal Makassar tersebut ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam  distribusi minyak goreng.

Pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Hanya saja putusan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007. MA memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Selanjutnya ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum.

Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional.

Nurdin Halid (Liputan6.com/Johan Tallo)

Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Agum Gumelar (Ketua KONI), dan juga FIFA bersuara kritis ke NH.

FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Namun, Nurdin tetap bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Kekuasaannya tidak goyah sekalipun ia mengendalikan organisasi dari penjara.

Kontroversi muncul saat ia merubah statuta PSSI, berkaitan dengan status ketua umum. Statuta yang sebelum berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (They…, must not have been previously found guilty of a criminal offense) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (have been previously).

 Arti harafiah dari pasal tersebut menjadi “harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal” (must not found guilty of a criminal offense). Para anggota PSSI menyetujui perubahan tersebut. Posisi Nurdin aman sebagai Ketua Umum PSSI.

Sepanjang masa kepemimpinanya sejumlah kasus mencuat. Mulai dari penghilangan status degradasi kompetisi kasta tertinggi, pelanggaran disiplin di pentas kompetisi, hingga kasus-kasus dugaan pengaturan skor.

Nurdin jadi public enemy pencinta sepak bola Indonesia, karena di saat bersamaan prestasi Timnas Indonesia di berbagai event internasional terpuruk. 

Desakan meminta Nurdin lengser dari PSSI seusai Piala AFF 2010. Pengusaha minyak, Arifin Panigoro, terlibat aktif menggoyang kepengurusan PSSI. Ia menggelontorkan dana besar untuk membiayai pelaksanaan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia.

Walau begitu pria kelahiran 17 November 1958 tetap percaya diri memimpin PSSI. Ia pun bersama Nirwan Dermawan Bakrie kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2011. Ia menjegal duet George Toisutta-Arifin Panigoro untuk ikut bersaing. Suporter dari berbagai penjuru Tanah Air turun ke jalan mendemo PSSI.

Untuk mengamankan jabatannya ia menggelar kongres di Kepulauan Riau. Sayangnya kongres berakhir ricuh. FIFA kemudian mengambil keputusan tegas melarang Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, ikut serta dalam pemilihan pemimpin di PSSI. Di sisi lain Menpora, Andi Mallarangeng, juga membekukan status kepengurusan PSSI.

Nurdin secara menyakitkan lengser dari PSSI digantikan oleh Djohar Arifin. Sang mantan manajer klub PSM Makassar dan Pelita Jaya tersebut mengaku trauma. Ia kini memilih tak mau lagi jadi pengurus bola untuk kemudian fokus di Partai Golkar.

Sebelum Jadi Tersangka, Joko Driyono Diduga Rusak Barang Bukti

Jakarta Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola. Apa yang membuatnya terseret kasus pengaturan skor sepak bola nasional?

Joko Driyono dinilai punya peran kasus perusakan barang bukti pengaturan skor. Pria asal Ngawi itu menjadi tersangka ke 12 yang ditetapkan oleh Satgas Antimafia Bola.

“Perusakan barang bukti,” ujar Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/2/2019).

Sayang tak disebutkan secara spesifik perusakan barang bukti apa dalam kasus apa yang disangkakan ke Joko Driyono.

Sebelumnya pada awal Februari, Satgas Anti Mafia Bola menemukan dokumen yang sengaja dirusak saat penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia.

Kantor tersebut dipakai tim marketing Persija Jakarta melakukan aktivitas sehari-hari. Dokumen tersebut diduga milik Tim Macan Kemayoran.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, ketika itu mengatakan dokumen tersebut merupakan dokumen keuangan. Tiga orang saksi membenarkan dokumen itu milik Persija.

Joko Driyono dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

2 dari 2 halaman

Tindak Lanjut

Penetapan status tersangka ini merupakan tindak lanjut dari penggeledahan yang dilakukan di apartemen Joko Driyono dan kantor PSSI pada Kamis (14/2/2019) dini hari  hingga Jumat (15/2/2019) pagi.

Belum diketahui status yang bersangkutan sebagai Plt. Ketua Umum PSSI bagaimana setelah ia terjerat kasus hukum match fixing yang belakangan menghebohkan publik sepak bola Tanah Air.

Polisi Periksa Plt Ketum PSSI Joko Driyono Senin Pekan Depan

Jakarta – Polisi menjadwalkan pemeriksaan Plt Ketum PSSI Joko Driyono pada Senin (18/2) pekan depan. Joko Driyono dipanggil sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor.

“Dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan, selanjutnya pada hari Jumat kemarin dari Satgas Anti-Mafia Bola melayangkan surat panggilan pada saudara J untuk dimintai keterangan dengan status sebagai tersangka hari Senin besok,” ujar Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus dugaan pengaturan skor di sejumlah pertandingan seperti Liga 3 dan Liga 2.

“Seluruhnya sudah ada 14 tersangka,” sebut Dedi.

Polisi menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka berdasarkan sejumlah alat bukti. Pertama, Satgas Anti-Mafia Bola mendapat keterangan dari tiga tersangka berinisial NM, M dan AG. Ketiga orang ini mengaku merusak barang bukti berdasarkan perintah dari orang lain.

“Berangkat dari pemeriksaan tiga tersangka tersebut, kemudian dari Satgas Anti-mafia menemukan ada tersangka baru lagi, karena 3 ini adalah sebagai pelaku. Tentu 3 pelaku itu memiliki aktor intelektual itul ah yang dalam proses pemeriksaan satgas menemukan saudara J, atau Jokdri (dan) ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara,” papar Dedi.

Satgas Anti Mafia Bola kemdian menggeledah unit apartemen yang dihuni Joko Driyono Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2) malam.

“Ada 75 item barbuk (barang bukti) yang berhasil di sita oleh satgas, dari 75 item itu dilakukan audit tambah menguatkan bukti-bukti pendukung dalam rangka menetapkan J sebagai tersangka,” ujar Dedi.

Selain itu, Satgas Antimafia Bola juga mengirimkan surat permintaan cegah untuk Plt Ketum PSSI Joko Driyono dalam masa 20 hari.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Presiden Persija Yakin Joko Driyono Tidak Terlibat Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus memberikan pandangannya mengenai sosok Joko Driyono. Ferry menilai Jokdri [panggilan Joko Driyono] sebagai sosok yang paham dengan sepak bola Indonesia dan ia menganggap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI itu merupakan gurunya.

Baru-baru ini ada berita tidak sedap beredar mengenai Joko Driyono. Satgas Anti Mafia Sepakbola baru-baru ini melakukan penggeledahan di apartemen miliknya sebagai penelusuran atas pengaturan skor yang tengah diusut oleh aparat yang berwajib.

Setelah itu, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Namun, PSSI membantah bahwa penetapan Joko Driyono sebagai tersangka karena kasus pengaturan skor.

Ferry sendiri percaya bahwa Joko Driyono tidak ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut. Sebab, ia mengaku mengenal dengan baik sosok mantan CEO PT Liga tersebut.

“Dia (Jokdri) guru saya. Dia termasuk orang yang expert dengan sepak bola,” ujar Ferry di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (15/2/2019).

“Sejauh ini kalau menurut saya sih beliau adalah sosok yang bisa dibilang sangat pintar dalam urusan sepak bola. Aset Indonesia menurut saya, yang juga harus dipikirkan untuk dilindungi,” katanya menambahkan.

2 dari 2 halaman

Kurang Pas

Tidak Tahu PenggeledahanTerkait kasus penggeledahan apartemen Jokdri di Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (14/2) malam WIB, Ferry mengaku tidak tahu-menahu. Pria asal Manado, Sulawesi Utara itu enggan angkat bicara karena ia tidak mengetahui situasi dan kondisi kejadian tersebut.

“Belum tahu belum bisa komentar. Kalau belum tahu, rasanya kurang pas juga kalau berkomentar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola memeriksa apartemen Jokdri. Adapun, barang-barang yang disita di antaranya laptop, bukti transfer, dan dokumen.

Saksikan video pilihan di bawah ini