20 Subaru Sitaan Siap Dilelang Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp130 Juta

Liputan6.com, Denpasar – Subaru Indonesia terbukti menunggak bea masuk dan pajak terhadap beberapa unit mobilnya. Dalam persidangan menghadapi Ditjen Pajak, Subaru Indonesia pun dinyatakan kalah. 

Atas dasar itulah, maka sebanyak 243 unit mobil Subaru tersebut disita oleh ditjen pajak. Seiring berjalannya waktu, kini beredar sebuah surat yang menyatakan bahwa Ditjen Pajak akan melelang sebanyak 20 unit Subaru.

Dari 20 mobil yang dilelang tersebut, terdapat beragam jenis Subaru, seperti Subaru XV, Subaru Forester, Subaru Legacy, dan Subaru Impreza. Mobil-mobil tersebut merupakan produksi tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014.

Subaru XV dibuka dengan harga awal di angka Rp 151 juta dengan uang jaminan sebesar Rp 45 juta. Untuk Subaru Forester, dibuka mulai harga Rp 135 juta dengan uang jaminan sebesar Rp 40 juta.

Sementara Subaru Legacy dibuka dengan harga mulai Rp 144 juta dengan uang jaminan sebesar Rp 43 juta. Sedangkan, untuk Subaru Impreza dibuka dengan harga Rp 130 juta untuk tipe 2.0i S, dan Rp 336 juta untuk tipe 2.5 STI.

Sayangnya dari 20 mobil itu, terdapat 15 mobil yang belum dilengkapi oleh STNK dan BPKB, dan hanya 5 mobil yang sudah dilengkapi oleh STNK dan BPKB. Dalam sesi lelang kali ini rencananya akan diperantarai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar.

Joko Driyono Tersangka, Ini 11 Barang Sitaan Satgas Antimafia Bola dari Apartemennya

Jakarta Satgas Antimafia Bola menggeledah apartemen milik Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018) malam. Penggeledahan tersebut terkait pengusutan kasus skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia yang ditangani polisi.

“Betul, penggeledahan di apartemen saudara Joko Driyono dilakukan tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB sampai selesai,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya. “Penggeledahan disaksikan langsung oleh saudara Joko Driyono dan sekuriti apartemen,” tuturnya.

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah buah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger; dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Berikut ini barang-barang pribadi di kediaman Joko Driyono yang disita Satgas Antimafia Bola:

2 dari 2 halaman

Barang Sitaan

  • 4 buah bukti transfer (struk)
  • 3 buah handphone warna hitam
  • 6 buah handphone
  • 1 bandel dokumen PSSI
  • 1 buku catatan warna hitam
  • 1 buku note kecil warna hitam
  • 2 buah flash disk
  • 1 bandel surat
  • 2 lembar cek kwitansi
  • 1 bandel dokumen
  • 1 buah tablet merek Sony warna hitam.

Sumber: Merdeka

KLHK Sita 11 Kontainer Kayu Ilegal Senilai Rp 3,5 M di NTB

Lombok Timur – 11 Kontainer berisi 177 meter kubik kayu olahan ilegal disita petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai kayu sitaan tersebut mencapai Rp 3,5 miliar.

“Penanganan kasus pembalakan liar ini merupakan hasil kerja bersama antara penyidik penegakan hukum LHK dan Dinas LHK Propinsi NTB. Kolaborasi penyidikan ini perlu dijadikan contoh dan direplikasi ke daerah lain, karena terbukti mampu menjadikan proses penegakan hukum dapat dilakukan secara efektif,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, dalam siaran pers KLHK, Jumat (15/2/2019).

Kayu-kayu tersebut disita di di Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) gabungan juga mengamankan 3 tersangka.
“Selain kayu, barang bukti yang disita adalah satu set dokumen palsu ‘Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan (SKSHHKO)’ dan satu unit Kapal Layar Motor ‘Bunga Yuliana’ dengan berat 102 gross ton,”jelas Yazid.
Dia menerangkan kayu tersebut berasal dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Buton Utara, Kabupaten Buton Utara. Yazid menjelaskan ketiga tersangka dijerat Pasal 83 ayat (1) huruf b juncto Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 88 ayat (1) huruf b juncto Pasal 14 huruf a dan b dan/atau Pasal 94 ayat (1) huruf d, juncto Pasal 19 huruf f Undang-undang Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Pasal alternatif yang dijeratkan kepada ketiga pelaku adalah Pasal 78 ayat (5) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf e Undang-undang Nomor 41/1999 tentang Kehutanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Tersangka diancam dengan pidana penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling sedikit sepuluh miliar rupiah dan paling banyak seratus miliar rupiah.

“Barang bukti yang telah disita berupa kayu dan kapal layar motor akan dirampas untuk negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ucap Yazid.

Sementara itu, ada dugaan keterlibatan 5 orang dalam praktik penebangan liar pohon di Buton Utara. PPNS akan segera berkoordinasi dengan penyidik diproses penegakan hukumnya di Buton Utara, Sulawesi Tenggara.
(aud/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penampakan Senjata Sitaan Polisi dari Para Pelaku Bentrok di Solo

Semarang – Polisi menetapkan 10 orang tersangka terkait keributan sekelompok orang yang melawan polisi di Solo. Belasan barang termasuk senjata tajam disita polisi dari para tersangka.

Untuk diketahui, dalam bentrok yang terjadi sekitar pukul 19.00 itu 2 orang dari kelompok tersebut luka tembak sedangkan seorang polisi terkena sabetan senjata tajam.

“Saat diamankan ada 2 orang dari kelompok tersebut luka tembak di bagian kaki kiri, dan pinggang atas sebelah kiri. Kemudian dibawa ke Poliklinik Polresta Surakarta, untuk dilakukan tindakan perawatan. Anggota Resmob Polda Jateng terkena sabetan pedang sebelah bahu kanan,” terang Agus.

Ini Senjata Sitaan Polisi usai Bentrok dengan Pelaku Sweeping(Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Sementara itu barang bukti yang diamankan adalah:
1. Busur 3 buah
2. Anak panah 8 buah
3. Tongkat T 1 buah
4. Soft gun 1 buah
5. Tongkat kayu 13 buah
6. Palu 1 buah
7. Sabit 1 buah
8. Belati 2 buah
9. Parang 3 buah
10. Katana 1 buah
11. Batako 1 buah
12. Tembak panah 1 buah
13. Ponsel android 4 buah
14. Ponsel kecil 1 buah.

Ini Senjata Sitaan Polisi usai Bentrok dengan Pelaku Sweeping(Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 orang ditangkap polisi karena melawan saat akan diamankan ketika melakukan sweeping. 2 dua orang anggota kelompok yang terlibat bentrok dengan polisi di Solo mengalami luka tembak. Seorang anggota Resmob Polda Jateng juga mengalami luka sabetan benda tajam.

Ini Senjata Sitaan Polisi usai Bentrok dengan Pelaku Sweeping(Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

(mbr/mbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>