Siswa Keroyok Cleaning Service, KPAI Soroti Pola Asuh Orang Tua

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti pola asuh orang tua terhadap murid yang mengeroyok cleaning service di Sulawesi Selatan. KPAI menyebut kekerasan dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor penyebab anak menjadi kasar.

“Ada banyak faktor, jadi tidak tiba-tiba kemudian dia menjadi seperti itu, misalnya anak ini saat tumbuh kembangnya banyak melihat kekerasan atau main game kekerasan yang itu menjadi sebuah culture di dalam dirinya. Bisa jadi dia juga mendapatkan kekerasan ketika di rumah,” kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Rita berpendapat, peran sentral dalam mencegah anak menjadi pelaku kekerasan ada di tangan orang tua. Menurutnya, saat ini banyak orang tua yang mendidik anak dengan pola yang mereka terima saat masih kecil tanpa mengikuti perkembangan budaya dan teknologi.

“Jadi (orang tua) tidak banyak skill zaman now, dulu kan distrupsi itu tidak banyak tapi sekarang distrupsi itu dari game, dari pertemanan, bahkan misalnya anak remaja lebih percaya temannya daripada orangtuanya, berarti ada gab di situ,” ujarnya.

Selain itu, karakter anak juga dibentuk lewat jenjang pendidikan yang mereka tempuh. Rita menilai di setiap sekolah, para pendidik tak bisa menyamaratakan perlakuan terhadap para murid karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda.

“Guru-guru juga harus melihat, kalau ada keluarga rentan, sejak awal anak masuk ya diperhatikanlah, anak ini mungkin keluarganya tidak utuh, itu bagian dari pencegahan. Ketika ada anak sekolah melakukan hal tidak tepat handling-nya juga pas, bukan hal yang mengada-ada,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang petugas cleaning service SMP Negeri 2 Takalar, Faisal Daeng Pole (38), dikeroyok oleh siswa sekolah itu dan orang tuanya. Pria ini juga sempat dimaki dengan panggilan binatang oleh para siswa.

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada 9 Januari lalu di sekitar lingkungan sekolah. Faat itu Faisal tengah membersihkan sampah di luar kelas. Tiba-tiba datang lima siswa yang mengejek Faisal.

Karena diumpat, Faisal kesal dan menampar salah satu siswa sebanyak satu kali. Siswa yang ditampar berinisial I ini kemudian pulang dan mengadukan peristiwa penamparan itu kepada ayahnya hingga berujung pengeroyokan terhadap Faisal.

“Kemudian para siswa tersebut secara bersama-sama memukul korban dengan menggunakan sapu ijuk yang bergagang besi yang mengenai kepala sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek pada kepala sebelah kiri,” kata Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/2).
(abw/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *