Kampanye di Tangerang, Sandiaga Uno Disawer Ribuan Simpatisan

Liputan6.com, Tangerang – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno disawer ribuan simpatisan saat menghadiri kampanye akbar terakhir di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (13/4/2019).

Sandiaga menuturkan, saat masuk ke Alun-alun Ahmad Yani untuk kampanye, ada seorang warga yang menyisipkan selembar uang di dalam saku celana sebelah kirinya. Lalu, saat sampai di atas panggung, Sandi membuka lembaran uang tersebut ternyata Rp 5.000.

“Saya sedih, ada masyarakat menyelipkan uang ini, Rp 5000, terima kasih kepada masyarakat. Ini saya tidak nilai nominalnya, tapi ini semangat masyarakat untuk Indonesia berubah,” tutur Sandiaga.

Cerita Sandiaga tersebut membuat ribuan simpatisan yang berada di bawah panggung kampanye secara spontan menggulungkan lembaran uang tunai, dan langsung melemparkannya ke atas panggung.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pun langsung memungutnya lembar demi lembar, sebelum akhirnya dibantu tim di atas panggung, yang kemudian memasukannya ke dalam kantong plastik berukuran besar.

“Terima kasih atas semangat perubahannya, terima kasih,” kata Sandiaga.

PDIP Minta Simpatisan Door to Door Kenalkan Kartu Sakti Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – DPD PDI Perjuangan (PDIP) menggelar kampanye akbar di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Pada kesempatan itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto meminta agar kader menyosialisasikan tiga kartu yang akan dicanangkan capres Joko Widodo atau Jokowi.

“Pak Jokowi menitipkan pesan, katakan ketika kampanye jangan lupa agar seluruh anggota, simpatisan, kader partai, dan juga relawan Jokowi jangan lupa sosialisasikan kartu sembako agar para ibu tidak galau,” ujar Hasto, dalam kampanye PDIP di Parkir Timur Senayan, GBK, Minggu (31/3/2019).

Dia menjelaskan, kartu sakti Jokowi terdiri dari Kartu Pra Kerja, KIP Kuliah, dan Kartu Sembako Murah. Menurut dia, sosialisasi kartu sakti Jokowi penting untuk mewujudkan program Jokowi.

“Tidak hanya kartu KIP, Pak Jokowi juga mengeluarkan kartu yang namanya pra kerja karena kita tahu kerja, kerja, kerja itu perjuangan Pak Jokowi. Kita door to door, kita blusukan, sanggup?” kata Hasto.

Dia juga meminta para kader dan simptisan Jokowi tidak golput. Kader PDIP, lanjut Hasto, justru harus blusukan secara door to door mengajak masyarakat ke TPS.

“Mari kita bersama-sama kita gunakan kewajiban kita sebagai warga negara berbondong-bondong ke TPS. Ajak rakyat buka dapur umum sebagaimana tradisi kita. Kita bergerak dengan keyakinan kita dan semoga Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, meridhoi perjuangan kita dan saudara sekalian,” tandas Hasto.

Kampanye di Banyuwangi, Jokowi Disambut Koor Simpatisan dan Relawan

Banyuwangi – Calon Presiden nomer urut 01 Joko Widodo menggelar kampanye di Banyuwangi. Tiba di Banyuwangi, Jokowi langsung menggelar pertemuan dengan simpatisan dan kader partai pendukung dan pengusung di Banyuwangi.

Jokowi tiba di Taman Blambangan Banyuwangi sekira pukul 10.20 WIB, Senin (25/3/2019). Relawan dan simpatisan Capres nomer urut 01 ini kemudian di sambut oleh ratusan penari gandrung. Tak hanya itu, Jokowi langsung diberikan ikat kepala khas Banyuwangi (Udeng) oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Jokowi kemudian diserbu oleh masyarakat yang ingin mengabadikan momen bersama Jokowi.
“Jokowi.. Jokowi..,” koor para simpatisan partai juga relawan saat Jokowi masuk ke area RTH Taman Blambangan Banyuwangi.
Jokowi kemudian bergabung dengan kegiatan komunitas Relawan Pengusaha Muda Nasional Untuk Jokowi Maruf Amin (Repnas) dalam acara Ngopi Jokowi, Ngobrol Inspiratif Bareng Ir. Joko Widodo dalam tema “Kisah Inspiratif Jokowi dalam Bisnis Mebel sampai memajukan negeri”.
(iwd/iwd) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Cicipi Sate Balibul Tuwel di Tegal: Ini Lebih dari Maknyus

Tegal – Setiap singgah di satu daerah, Cawapres Sandiaga Uno tampaknya tak pernah melewatkan kuliner khas daerah tersebut. Sebelum memulai kampanye di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sandiaga menyempatkan diri mencicipi kuliner sate kambing muda Balibul (bawah lima bulan).

Acara kuliner ini dilakukan Sandi usai berolahraga lari di kawasan Guci Tegal, Jumat (1/3/2019) Sandiaga Salahuddin Uno mampir di Warung Sate Kambing Balibul Tuwel. Rumah makan sate kambing khas Tegal ini berada di pinggir jalan raya, sebelum masuk ke wilayah wisata Guci Tegal.

Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto ini, memesan sate kambing, sop, gulai dan teh poci. Sandi tampak lahap menikmati menu kambing muda ini hingga tusuk terakhir.

“Dagingnya lembut sekali. Lumer di lidah. Ini cita rasa yang mungkin hanya bisa didapatkan di Tuwel. Ini lebih dari maknyuss,” kata Sandi.
Sementara pemilik Balibul Tuwel, Hj Istikharoh tersenyum semringah mendengar pujian yang dilontarkan oleh cawapres ini.

Sate kambing itu disajikan dengan cara ditusuk bumbu dan dibakar dengan arang membara. Untuk sambalnya disajikan terpisah, yaitu bawang merah mentah, tomat dan kecap juga tumbukan cabai rawit. Bumbu ini disiram dengan kecap manis.

Sandi menyatakan akan mengembangkan usaha kuliner seperti Balibul Tuwel. Karena ini merupakan salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang penuh cita rasa dengan bumbu khas Indonesia.

Kuliner di sepanjang jalan menuju Guci banyak ditemui di pinggir jalan. Menurut Sandi, banyaknya usaha kuliner akan lebih baik jika diintegrasikan dengan destinasi wisata alam Guci. Sehingga menggerakkan ekonomi dan menyerap lapangan kerja lebih banyak lagi

“Kalau lewat jalan ini, mampir ke warung Balibul Tuwel. Bukan cuma sedap dan nikmat, tapi juga rasakan daging kambing yang lembut dengan penuh cita rasa,” canda Sandi yang dikerumuni relawan, simpatisan dan masyarakat sekitar yang ingin berfoto.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Tepergok Mesum di Masjid, ABG di Aceh Kenyang Cacian

Liputan6.com, Aceh – Top 3 berita hari ini, perbuatan tak senonoh dilakukan sepasang muda mudi di Aceh saat azan magrib akan berkumandang. Keduanya tertangkap basah lewat video amatir yang mengabadikan adegan mesum tersebut di atas bangunan sebuah masjid.

Oleh warga setempat keduanya diketahui berinisial M (16), warga Kecamatan Pulo, dan D (17), warga Kecamatan Padang Tiji. Aksi ABG ini sempat viral di media sosial. Bahkan tak sedikit warganet yang mencaci maki keduanya lantaran melakukannya di tempat ibadah.

Sementara itu, grup musik gambus Sabyan mampu menyihir warga Garut dengan lantunan suara Nissa sang vokalis di tengah-tengah para simpatisan pendukung paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Menurut Edhi Prabowo, salah satu anggota tim pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, kunjungan artis Nissa Sibyan merupakan upaya untuk menarik simpati masyarakat Garut terutama dari kalangan generasi milenial. 

Di Kediri, seorang siswi SMP disetubuhi oleh pria yang baru sehari dikenalnya di kamar kosn pelaku, Sebelum melakukan aksi bejatnya, tersangka mencekoki remaja berusia 15 tahun itu dengan minuman keras. 

Atas perbuatannya, pelaku GW (23) dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. ABG di Aceh Tepergok Mesum di Atap Masjid

Foto: Istimewa/ Rino Abonita

Pasangan muda-mudi ini berbuat mesum di Masjid Baitul Muttaqin, Kampung Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu, 24 Februari 2019. Warga yang telah mengendus gerak-gerik mereka menangkap basah keduanya tengah melakukan adegan ranjang di atas atap masjid.

Kedua pelaku awalnya tidak menyadari seseorang tengah merekam aksi mereka. Yang perempuan terperanjat menyusul pasangannya bersegera membetulkan ritsleting celana ketika mereka sadar ada yang merekam.

Warga yang geram sempat memberi bogem mentah ke pasangan laki-laki yang rupanya masih belum cukup umur. Sementara pasangannya, satu tahun lebih tua darinya.

Selengkapnya…

2. Lantunan Nissa Sabyan di Pangggung Kampanye Garut

Penyanyi Nissa Sibyan dalam konferensi pers di depan media di Garut (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Lantunan nada penyanyi syair arab, Nissa Sabyan mampu menyejukan telinga masyarakat Garut, Jawa Barat. Meskipun dalam kampanye capres nomor urut 02, tetapi lagu yang dinyanyikan grup musik gambus Sabyan ini mampu mendamaikan suasana pilpres.

Selama ini, menurut tim pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, sumbangsih dukungan suara masyarakat Garut terhadap Prabowo cukup besar. Dibuktikan dalam pemilihan Presiden 2014 lalu, Prabowo mampu mengungguli raihan suara Jokowi hingga 70 persen.

Dengan kondisi itu, tim relawan pemenangan Prabowo masyarakat Garut, menargetkan raihan suara hingga 80 persen di Pilpres 2019 untuk pasangan nomor urut dua tersebut. 

Selengkapnya…

3. Baru Kenal Sehari, Siswi SMP Dicekoki Miras dan Disetubuhi hingga Hamil

Ilustrasi: Pencabulan | via: kaskus.co.id

Seorang siswi SMP di Kota Kediri Jawa Timur yang baru berusia 15 tahun dicekoki minuman keras (miras), lalu disetubuhi seorang pria yang baru sehari dikenalnya.

Usai menyetubuhi korban, pelaku GW (23) yang juga penghuni kos di Kelurahan Setono Pande Kota Kediri tersebut melarikan diri.

GW harus mengakhiri pelarianya, saat petugas berhasil menangkapnya saat turun dari bus di Terminal Baru Kelurahan Tamanan Kota Kediri. Selanjutnya pelaku digelandang ke kantor polisi.

“Karena ulah pelaku saat itu, korban akhirnya hamil,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo. 

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dibalik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat Untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrah.

“Surat curhatan mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrah kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003.Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Di Balik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrach.

“Surat curhatan Mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu Mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrach kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada Mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan Mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003. Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menyelidiki Motif Kampanye Hitam 3 Emak-Emak di Karawang

Liputan6.com, Jakarta – Kampanye hitam yang melibatkan tiga orang ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat menghebohkan media sosial.

Tiga emak-emak, yang diketahui berinisial ES (49), IP (45), CW (44) ini diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka melakukan kampanye hitam dengan membuat isu Jokowi akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Polisi pun bergerak cepat usai video yang menampilkan tiga emak-emak itu viral di media sosial.

Polda Jabar menetapkan ES (49), IP (45), CW (44) sebagai tersangka setelah diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tepatnya sejak tanggal 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

Trunoyudo mengatakan Dalam video yang beredar, ketiganya memiliki peran masing-masing. “Ya dua orang (ES dan IP) yang dimaksud dalam konten video. Satu lagi (CW) yang memvideokan dan menambah caption (di twitter),” dia. 

Dalam video juga nampak dua ibu-ibu yang sedang berbicang dengan seorang pria paruh baya. Pria tersebut berdiri di depan pintu rumahnya. Dua ibu-ibu mengajak untuk tidak memilih Jokowi dengan menggunakan bahasa sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)” kata salah satu ibu yang tidak diketahui namanya.

Setelah ditetapkan tersangka, ketiganya kini dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya kini ketiga tersangka berada di Polres Karawang.

“Kita lakukan penahanan dari penyidik. Karena ancaman hukuman 6 tahun. Karena memang di sana fokus terjadinya dan dasar adanya laporan dari pihak korban. Dalam hal ini adalah tim sukses pasangan calon yang disudutkan,” ungkap dia. 

Sementara itu, motif ketiga ibu melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf kini terus didalami oleh Bawaslu Jawa Barat.

Rencananya Bawaslu Jabar bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan memeriksa motif terduga pelaku.

Nantinya setelah dilakukan pendalaman, pihaknya bersama Gakkumdu akan menilai apakah ketiga perempuan tersebut melakukan pelanggaran terkait pemilu atau tidak.

“Dari Bawaslu kami lagi mengumpulkan informasi dan keterangan dulu. Nanti bersama Gakkumdu untuk pendalamannya,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah.

Menurut Abdullah, Bawaslu akan mendalami hal-hal terkait soal pemilu saja. Pasal 280 ayat 1 huruf C Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu memuat larangan dalam kampanye. Pasal itu berbunyi: Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain.

Soal dugaan kampanye hitam itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta kepolisian mengusut tuntas kampanye hitam yang dilakukan ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat.

Dia berharap aktor intelektual kampanye hitam ‘Jokowi terpilih tidak ada azan dan LGBT diizinkan’ juga ditangkap.

“Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya di mana,” kata Ma’ruf di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Supaya, kata Ma’ruf, sumber hoaks tersebut dihentikan. Menurut Ma’ruf, kampanye hitam yang demikian sangat berbahaya.

“Sebab kalau tidak ini (ditangkap) bakal ada lagi keluar lagi jadi sumber hoaks. Itu harus diketahui dan harus diproses. ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini isu seperti itu menimbulkan konflik,” jelas dia.

2 dari 3 halaman

Ada Peran Tokoh Intelektual ?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko menduga tiga orang emak-emak yang melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Joko Widodo atau Jokowi atas perintah pihak tertentu.

“Terstrukturlah pasti. Enggak mungkin menjalankan kalau enggak ada perintah,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Moeldoko menyebut publik tak kesulitan untuk mengidentifikasi siapa saja di balik kampanye hitam tersebut. Dilihat dari bahasa yang digunakan tiga emak-emak tersebut, terlihat jelas aktor utama kampanye yang menjatuhkan Jokowi-Amin.

Mengenai pernyataan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno yang membantah memberikan perintah apa pun pada tiga emak-emak itu, Moeldoko menanggapi santai.

“Bisa saja menyangkal. Kan bisa dilihat, diikuti. Pelakunya siapa? Aktornya siapa? Emak-emak. Ikuti saja. Pendidikan dia apa? Substansi isunya apa? Bisa enggak ya dia membuat struktur isu seperti itu? Kan gitu. Kan gampang. Mana bisa emak-emak bikin isu begitu kalau enggak ada seniornya,” ujar dia.

Belajar dari kampanye hitam itu, Moeldoko mengimbau kepada pihak-pihak yang tengah berkontestasi di Pemilu 2019 untuk tak membodohi rakyat. Dia berharap ajang pesta demokrasi kali ini diisi dengan adu gagasan dan program.

“Enggak usahlah pakai membodoh-bodohi rakyat. Yang saya sedih itu, berpakaian Muslim, tapi memfitnah orang kayak begitu. Itu kan keterlaluan. Jadi Muslim-nya mana? Saya yang enggak sukanya begitu. Kita sama-sama Muslim jadi enggak enak. Masak ajaran kita begitu sih? Jadi jangan cara-cara pembodohan yang berlebihan,” ucap dia.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan meminta Polda Jabar tidak berhenti melakukan penyelidikan setelah mengamankan tiga perempuan tersebut. Terlebih, ia menduga ketiga ibu rumah tangga itu tidak memahami pesan yang disampaikan.

“Kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual di balik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucapnya di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

Selebihnya, pihak kepolisian pun diminta untuk menelusuri lebih jauh peran ketiga perempuan yang saat ini berada di Polda Jabar. Apakah ketiganya simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 Prabowo- Sandiaga Uno yang saat ini bersaing dengan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah telah melakukan kampanye hitam pada Pilpres 2019. Hal ini sekaligus menanggapi tiga ibu-ibu di Karawang yang ditangkap oleh polisi karena telah melakukan kampanye hitam.

“Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoaks,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019.

“Kami harus verifikasi ulang, enggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya tetapi ingin melakukan landasan dari BPN bahwa kami meminta siapapun relawan dari BPN Prabowo-Sandi untuk tetap tidak menyebarkan hoaks kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum,” tegas dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) ini mengungkapkan, BPN tetap meminta keadilan harus ditegakkan secara adil terhadap penyebar hoaks baik dari pendukung Prabowo-Sandi maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil. Para pendukung 01 yang melakukan menyampaikan hoaks dan black campaign pada 02 diproses secara hukum,” pungkas dia.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

3 dari 3 halaman

Hindari Hoaks

Menjelang Pilpres 2019, fenomena haters dan hoax dipastikan bakal bermunculan. Begitu pun saling menyerang antarpendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau masyarakat tidak menanggapi dengan serius berbagai postingan di media sosial (medsos).

“Jangan gampang baperan. Dari pada buang-buang pulsa mending delete saja” ujar Rudiantara, usai kuliah umum di IPB Dramaga, Bogor.

Rudiantara menegaskan tidak akan segan-segan untuk menghapus akun media sosial atau website yang melakukan black campaign maupun menyebar informasi bohong (hoax) selama masa kampanye.

“Seperti Pilkada kemarin, Bawaslu meminta kami meng-take down beberapa akun, pasti kami lakukan,” kata dia.

Selama Pemilu 2019, Menkominfo bersama Bawaslu akan selalu mengawasi proses kampanye baik di medsos maupun area yang menjadi tanggungjawabnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan media sosial sebagai tempat saling menyerang. Alangkah baiknya diisi dengan adu program maupun gagasan untuk kebaikan Indonesia.

“Ini kan pesta demokrasi, namanya pesta harus happy, jangan jelek-jelekan, gontok-gontokan, gebuk-gebukan. Harusnya sampaikan yang baik-baik seperti program atau visi-misi saja,” tutupnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Emruscorner, Emrus Sihombing, mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap yang memanfaatkan momentum Pilpres dan bergerak di media sosial. Dia mencontohkan isu-isu bangkitnya PKI atau yang lainnya.

“Saya mau katakan bahwa tidak hanya Pilpres, dalam dinamika politik penumpang gelap itu adalah sesuatu yang tak tertolak dan tak ternafikkan,” ucap Emrus di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dia menuturkan, seharusnya, jika terjadi serangan dalam bentuk hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya melalui berbagai saluran komunikasi, terutama sosial media, kepada salah satu peserta atau paslon, kompetitor lain yang merasa diuntungkan harus membantu.

“Sejatinya kompetitornya yang boleh jadi diuntungkan dengan isu tersebut maju ke depan menjelaskan. Bila perlu membelanya dengan narasi yang menyejukkan,” tutur Emrus.

Dia mencontohkan, jika paslon Z diserang isu yang merugikannya, sejatinya paslon X yang membelanya sembari mejelaskan bahwa mereka tidak mau menang di tengah hiruk-pikuk penyebaran hoax, ujaran kebencian, ekploitasi SARA dengan berbagai bentuk.

“Jadi, tidak boleh ada pembiaran sekalipun paslon yang bersangkutan diuntungkan,” ungkap Emrus.

Sementara itu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga Politisi PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawi, menegaskan, pihaknya mewaspadapi potensi munculnya penumpang gelap yang bakal menggerus suara mereka di Pilpres 2019 mendatang.

“Penumpang gelap biasannya muncul dengan memproduksi isu negatif dan berita bohong. Dengan fokus pada isu ekonomi dan pembangunan, maka isu negatif yang dimainkan penumpang gelap bisa diredam,” jelas Zuhairy.

TKN: Harus Diungkap Apakah Ibu-ibu ‘Kampanye Hitam’ Bagian Kampanye 02

Bandung – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meminta polisi mengusut tuntas kasus ibu-ibu di Karawang melakukan dugaan kampanye hitam. TKN menduga ada aktor intelektual dibalik aksi tiga ibu rumah tangga tersebut.
Ketiganya yakni ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang. Mereka diamankan kemarin, Minggu (24/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Terhadap ketiga ibu itu kami juga komunikasi ke penyidik seharusnya tidak berhenti di ibu itu, karena kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual dibalik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucap Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Ade Irfan mengatakan dorongan untuk mengusut lebih dalam kasus ini juga sekaligus untuk mencari tahu apakah ketiganya merupakan relawan dari capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

“Nah ini makanya yang perlu ditelusuri pihak penyidik. Apakah dari simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 atau memang mereka disuruh melakukan kampanye negatif. Saya menduga ketiga ibu ini tidak paham tentang kalimat atau materi yang mereka ucapkan dan tidak paham dampak hukum yang bisa muncul ke mereka. Ini harus ditelusuri supaya terang benderang, karena ini sesat menyesatkan, ini peristiwa murni ujaran kebencian ke Pak Jokowi,” tutur Ade.

“Kami meminta ke penyidik tetap proses, tidak berhenti dalam proses ke ibu ini, harus tuntas di balik ini apakah diduga dari bagian kampanye 02 atau kepentingan kelompok lain yang mendompleng masalah pemilu ini. Ini yang harus diungkap,” ucapnya menambahkan.

TKN melalui Tim Kampanye Daerah (TKD) Karawang telah melaporkan adanya video itu ke Polres Karawang. Kedatangan Ade ke Polda Jabar untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait kasus yang kini ditangani penyidik Polda Jabar itu.

Kembali ke soal video, Ade menilai konten dari video tersebut sudah jelas merupakan fitnah kepada Jokowi. Menurutnya, ucapan-ucapan yang dilontarkan ibu kepada seorang kakek yang berdiri di pintu tak mencerminkan sikap Jokowi.

“Ini tidak masuk akal dan fitnah keji. Kita tahu bersama, Pak Jokowi memanggil wakilnya seorang ulama, dari mana akal sehatnya sampai mengatakan Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin bila terpilih suara azan tidak diperdengarkan. Pergunakanlah akal sehat untuk melakukan kampanye ke masyarakat jangan gunakan orang-orang tertentu untuk kepentingan tertentu yang mengakibatkan timbulnya gadu,” ujar Ade.
(dir/bbn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gabung Militer Suriah Tanpa Izin, Seorang Tentara Swiss Diadili

Liputan6.com, Bern – Johan Cosar (37), salah seorang anggota tentara Swiss tengah menghadapi pengadilan pidana militer di negaranya.

Ia dituduh melakukan pelanggaran berupa bergabung dengan pasukan asing tanpa komando dari otoritas militer ataupun izin dari pemerintah Swiss.

Dalam pengadilan bulan ini, Cosar dibela oleh keluarga dan para simpatisan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “memerangi Negara Islam (ISIS) bukanlah kejahatan,” sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (22/2/2019).

Cosar dituduh bergabung dengan pasukan militer Suriah, dalam penyerangan melawan ISIS. Ia merasa berbagi penderitaan dengan kelompok militer di Suriah, mengingat kakek dan neneknya berasal dari anggota komunitas Kristen Suriah.

Cosar berangkat ke Suriah beberapa waktu lalu sebagai jurnalis lepas, meskipun sebelumnya telah mendapatkan pengalaman di institusi militer Swiss.

Sesampainya di Damaskus, ia melihat kelompok Suriah Islam menekan komunitas Kristen. Cosar merasa tidak memiliki pilihan lain kecuali membantu mereka.

Ia kemudian berperan mendirikan Dewan Militer di Suriah. Dalam institusi itu ia melatih para prajurit dengan keterampilan yang ia dapatkan selama menjadi tentara di Swiss. Ia juga mendirikan pos pemeriksaan, serta klimaksnya menjadi pemimpin bagi 500 personel untuk sebuah pertempuran.

Karena tindakan tersebut, Cosar merasa bahwa dirinya layak mendapatkan “medali” penghargaan alih-alih disidang. Ia mengklaim dirinya telah ambil bagian dalam aksi memerangi terorisme.

Menanggapi pernyataan Cosar dan pengacaranya, hakim mengatakan bahwa vonis terhadap Cosar akan diberikan paling cepat pada Jumat 22 Februari 2019.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Hukum Pidana Militer Swiss

Cosar ditangkap di Swiss baru-baru ini, karena dianggap melanggar hukum pidana militer.

Perlu diketahui bahwa hukum pidana militer Swiss sangat berbeda dari negara yang lain, mengingat terdapat unsur historis di dalamnya.

Hukum pidana militer melarang warga negara Swiss untuk berjuang bagi negara asing tanpa perintah atau izin pemerintah.

Hal itu mengingat dalam sejarahnya, banyak rakyat menyanggupi bekerja untuk militer Spanyol, Belanda, Inggris, bahkan Napoleon. Kontribusi warga negara dalam perang tidaklah bersifat nasionalistis melainkan untuk kepentingan tertentu, tak terkecuali komersil.

Hukum tersebut diberlakukan sejak Swiss mendeklarasikan diri sebagai negara netral. Saat ini, satu-satunya pasukan Swiss yang sah di luar negeri adalah Garda Papal Swiss di Roma.