Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Cara Membuat Lampion dari Kertas, Mudah dan Bisa Dipraktikkan di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian orang, hiasan rumah adalah hal yang sangat dibutuhkan. Adanya hiasan rumah membuat rumah menjadi tampak lebih indah dan menarik untuk dipandang. Hiasan yang senada dengan bentuk rumah dan terlihat unik, membuat penghuni rumah akan lebih betah. 

Hiasan rumah yang menarik dan unik tidak harus memiliki harga yang mahal. Hiasan rumah sederhana juga bisa mempercantik sudut ruangan di rumah atau di kamar. Hiasan-hiasan sederhana dapat kamu buat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah kamu dapatkan.

Salah satu hiasan dengan budget yang murah dan mudah didapatkan adalah lampion. Kamu pasti sudah tak asing dengan kata lampion. Lampion yang memiliki jenis hampir seperti lampu, biasanya terbuat dari kertas dan lilin yang di dalamnya sebagai sumber penerangan.

2 dari 4 halaman

Lampion simbol harapan

Lampion dipercaya sebagai simbol kebahagiaan dan harapan. Secara umum, lampion berbentuk bulat dengan kerangka bambu. Lampion-lampion yang indah bisa kamu jadikan hiasan untuk di rumah atau bisa kamu letakkan sebagai hiasan di kamarmu.

Tak perlu khawatir jika kamu tak ingin mengeluarkan banyak uang untuk membeli sebuah lampion. Kamu bisa menemukan cara membuat lampion dari kertas dengan mudah yang bisa kamu tiru.

Dilansir Liputan6.com, Rabu (27/2/2019) yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber ada cara membuat lampion dari kertas yang bisa kamu praktikkan sendiri di rumah. Tentunya dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

3 dari 4 halaman

Cara Membuat Lampion dari Kertas yang Dilukis

Lampion bisa kamu jadikan hiasan yang memperindah ruangan atau memberikan nuansa yang berbeda di dalam ruangan. Untuk membuat lampion sendiri, bahan-bahan yang kamu perlukan cukup mudah dan sederhana.

Bahan yang perlu kamu siapkan yaitu,

1. Kertas kosong

2. Kertas karton

3. Lem

4. Selotip bening

5. Gunting

6. Spidol warna-warni

7. Tali atau benang untuk menggantung lampion

8. Lilin elektronik yang berukuran kecil

Setelah kamu menyiapkan bahan-bahan tersebut, berikut cara membuat lampion dari kertas.

1. Hal pertama adalah kamu buat gambar-gambar pada kertas kosong yang telah disiapkan. Gambar sesuai dengan keinginanmu menggunakan spidol warna-warni agar lebih menarik. Usahakan gunakan kertas putih polos agar cahaya lilin dapat menyala dengan terang.

2. Setelah itu, lipat kertas yang telah kamu gambar dengan pola seperti kamu membuat kipas. Lipat secara vertikal dengan posisi awal berada diatas kemudian lipatan selanjutnya berada dibawahnya.

3. Satukan ujung-ujung kertas sehingga membentuk tabung. Lalu tempelkan kertas karton yang telah digunting berbentuk lingkaran. Tempel kertas karton pada sisi dasar kertas polos yang membentuk tabung tadi. Pastikan jika lemnya kuat. Kamu bisa gunakan lem kertas dengan ditambah selotip bolak-balik.

4. Setelah itu, buat lubang kecil pada bagian badan lampion untuk mengaitkan tali sebagai penggantungnya. Kamu perlu teliti agar 2 lubang yang berada di badan lampion sejajar. Sehingga saat digantung, lampion tidak miring.

5. Ikatkan tali pada lubang yang telah kamu buat tadi. Tali ini berfungsi sebagai gantungan lampionmu.

6. Lalu tutup lampionmu dengan kertas karton yang sudah kamu gunting berbentuk lingkaran sesuai dengan diameter lampionmu. Pada tutup lampion, beri lubang pada tengahnya agar tali bisa menembusnya sehingga bisa digantung. Kamu bisa beri lem pada tutup lampion agar tak mudah lepas namun jangan terlalu rapat agar lilin tetap menyala.

7. Kemudian masukkan lilin elektronik kedalam lampion.

8. Selesai.

Lampion kertas buatanmu sendiri sudah berhasil kamu buat. Usahakan selalu berhati-hati jika kamu mengganti lilin dengan lilin biasa.

4 dari 4 halaman

Cara Membuat Lampion dari Kertas Minyak

Cara membuat lampion dari kertas selanjutnya adalah dengan kertas minyak. Kertas minyak sangat mudah kamu dapatkan. Bahan-bahan yang perlu kamu siapkan terlebih dahulu antara lain:

1. Kertas minyak

2. Kapas

3. Kawat

4. Lem

5. Gunting

6. Etanol atau minyak tanah

7. Tang

8. Cutter

9. Bambu

Setelah kamu siapkan bahan dan laat diatas, berikut langkah-langkahnya.

1. Potong bambu dengan lebar sekitar 1 cm denan menggunakan cutter. Kemudian satukan sisinya sehingga membentuk lingkaran. Buat 2 buah

2. Ikat kawat pada bagian bambu yang berbentuk lingkaran tadi sehingga membentuk tabung

3. Bentuk kertas minyak menjadi persegi panjang menggunakan gunting dengan ukuran yang panjangnya sesuai dengan kerangka bambu dan kawat tadi

4. Buat tutup sebagai alas tutup lampion

5. Tempel kertas dengan menggunakan lem sebagai badan lampion

6. Tuang etanol pada kapas

7. Kapas yang ada etanol tersebut letakkan pada bagian dalam lampion kertas

8.  Selesai.

Pada cara membuat lampion dari kertas satu ini kamu tak perlu membuat penutup untuk bagian atas lampion. Hal ini karena menggunakan etanol atau minyak tanah yang dinyalakan sehingga sumber cahaya berasal dari api.

Lampion ini biasanya digunakan untuk lampion terbang. Jadi kamu bisa terbangkan lampion ini saat cuaca sedang cerah.

Demikian cara membuat lampion dari kertas yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber. Semoga cara membuat lampion dari kertas diatas dapat memberikanmu inspriasi dan ide kreatif untuk mempercantik ruangan atau untuk hiasan dalam sebuah acara. 

Tekel Berbuah Kartu Merah, Bek Timnas Indonesia U-22 Terlalu Bersemangat

Liputan6.com, Phnom Penh – Bek Timnas Indonesia U-22, Bagas Adi Nugroho, meminta maaf seusai diusir wasit dalam laga final Piala AFF U-22 2019 melawan Thailand, di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019).

Bagas Adi menerima kartu merah pada menit ke-89, di mana Garuda Muda sudah unggul 2-1. Bagas Adi dinilai melakukan tekel berbahaya kepada pemain Thailand.

Meski demikian, Timnas Indonesia U-22 mampu menang 2-1 atas Thailand. Pasukan Indra Sjafri pun dinobatkan sebagai juara Piala AFF U-22 2019.

“Saya sangat meminta maaf atas kejadian tadi, soalnya semangat saya terlalu berlebihan,” kata Bagas, seperti dilansir Antara.

Pemain Arema FC ini berharap ke depannya bisa memperbaiki diri lagi dalam setiap kesempatan bersama Timnas Indonesia U-22. Bagas Adi mengaku ingin terus membela simbol Garuda di dada selama karier sepakbolanya.

2 dari 3 halaman

Sangat Bersyukur

“Tapi bisa menjuarai AFF U-22 ini saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya juga berterima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia yang selalu mendoakan dan mendukung kami,” tutur Bagas Adi.

Bagas mengaku bahwa ia sempat khawatir kondisi ketimpangan jumlah pemain akan merugikan timnya. Namun, Timnas Indonesia U-22 mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.

3 dari 3 halaman

Berdiam di Lorong

Dia tidak segera memasuki ruang ganti ketika meninggalkan lapangan saat diusir wasit. Bagas berdiam di lorong di mana ia masih bisa menyaksikan perjuangan rekan-rekannya mempertahankan kemenangan.

Ketika akhirnya peluit tanda laga usai berbunyi Bagas mengaku lega karena kemenangan tidak tergelincir akibat perbuatannya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Presenter Cantik Balas Salam Lima Jari Ronaldo

Liputan6.com, Jakarta Salam Lima Jari yang ditampilkan Cristiano Ronaldo pada pertandingan Atletico Madrid vs Juentus tidak hanya mengusik suporter tuan rumah. Aksi tersebut ternyata membuat berang presenter asal Spanyol, Cristina Pedroche dan balas menyindir pemain berjuluk CR7 itu. 

Salam Lima Jari yang diperagakan Ronaldo sebagai balasan cacian para pendukung Atletico terhadapnya sepanjang pertandingan. Gerakan itu merupakan simbol kalau dia telah memenangkan 5 gealar Liga Champions, sementara Atletico sama sekali belum pernah. 

Penjelasan itu secara gamblang disampaikan Ronaldo saat hendak meninggalkan ruang ganti usai pertandingan. “Saya sudah meraih 5 gelar Liga Champions, dan orang-orang ini belum sekalipun,” kata mantan pemain Real Madrid itu  saat berjalan menuju bus pemain. 

Pedroche sebenarnya suporter setia Rayo Vallecano. Namun dia juga terusik dengan ulah Ronaldo. Menurutnya, gestur tersebut tidak pantas dilakukan di hadapan suporter. Dalam program terkenal di Spanyol, Zapeando, Pedroche bahkan berbalik menyindir Ronaldo. 

“Benar, dia telah meraih lima gelar Liga Champions dan Atletoco nol. Dan dia punya lima bola emas, sepatu emas, dan 200 ribu trofi lainnya. Meski demikian, tidak penting seberapa besar lemari trofi Anda, hanya satu yang tidak akan pernah muat di sana, yakni egomu,” katanya saat  berbincang dengan pemandu acara lainnya, Anna Simon seperti dilansir AS. 






2 dari 2 halaman

Salam 19 Jari

Pedroche kemudian mengangkat kedua tangan dan kakinya untuk menyindir Ronaldo. Dia menunjukkan angka 19 untuk 19 juta pound sterling uang yang harus dibayar Cristiano Ronaldo kepada pemerintah Spanyol menyusul skandal pajak yang telah menimpanya. 

“Tidak enak bukan,” ujar Pedroche saat mengawali aksinya. “Tapi dia juga sepertinya bisa menggunakan kakinya untuk gestur yang lain,” beber Pedroche sembari mengangkat kakinya ke atas meja dan menunjukkan sembilan dari 10 jarinya ke hadapan kamera. 


“Ada 10 tambah 5 dan 4 atau sama dengan 19 yang merupakan jumlah uang yang harus dibayar kepada Departemen Keuangan Spanyol untuk masalah pajak yang menimpanya.”

Ronaldo bertandang ke markas Atletico untuk menjalani leg 1 babak 16 besar Liga Champions 2018/19. Dalam duel ini, Juventus harus menyerah dengan skor 0-2. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Relawan Jokowi di Mojokerto Sambut Kedatangan Prabowo

Mojokerto – Puluhan Relawan Jokowi menyambut kedatangan Capres Prabowo Subianto di Kota Mojokerto. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan permintaan maaf kepada Prabowo.

Acara penyambutan Prabowo itu digelar di Simpang Empat Sekarsari dan Simpang Tiga di Jalan Gajah Mada. Tidak hanya pria, emak-emak juga terlibat dalam acara penyambutan tersebut. Mereka terdiri dari unsur Pro Jokowi (Projo), Bela Jokowi (Bejo), La Nyalla Academia dan Partai Solidaritas Islam (PSI).

Puluhan relawan itu membentangkan sejumlah spanduk yang isinya menyambut Prabowo. Seperti ‘Selamat Datang Prabowo Subianto Salam Hangat dari Kami Relawan Jokowi’ dan ‘Welcome Prabowo Jika Anda Pesimis Kami Pendukung Jokowi Optimis Indonesia Maju’. Kemudian satu spanduk yang paling menarik perhatian yakni ‘Selamat Datang H Prabowo Subianto di Kota Mojokerto Tapi Maaf Pilihan Kami Tetap Jokowi-Ma’ruf Amin”.

“Kami menyambut Capres nomor dua untuk menunjukkan masyarakat Mojokerto masih mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Sekretaris Projo Kota Mojokerto Muhammad Mustofa kepada detikcom di lokasi, Minggu (24/2/2019).

Terkait kata Maaf di salah satu spanduk, menurut Mustofa itu menjadi simbol dari adat ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun. “Maaf itu bentuk kesopanan kami kepada Pak Prabowo. Karena kami tetap setia mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, ada tujuan yang lebih besar di acara penyambutan Prabowo di Kota Mojokerto, yaitu pihaknya ingin Pilpres 2019 berlangsung damai. Sehingga siapa pun Capres yang datang tetap mendapat sambutan hangat dari warga Kota Onde-onde.

Selain membentangkan spanduk, massa juga meneriakkan yel-yel dan lagu ‘Jokowi Wae’. Aksi penyambutan Prabowo tersebut mendapat pengawalan dari petugas kepolisian setempat. “Kami tidak ingin menunjukkan perpecahan. Siapa pun yang datang kami sambut, tapi kami setia mendukung Jokowi,” tandasnya.

Agenda kampanye Prabowo di Kota Mojokerto akan difokuskan di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada. Di tempat tersebut, Capres nomor urut 02 akan berdialog dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dikira Anjing, Serigala Buas Diselamatkan dari Sungai Beku Estonia

Jakarta

Sejumlah pekerja baik hati di Estonia bergegas menyelamatkan seekor anjing yang terjebak di sebuah sungai beku. Namun para penyelamat itu tak sadar bahwa mereka sebenarnya tengah memasukkan serigala liar ke mobil mereka.

Pekerja proyek Bendungan Sindi di Sungai Parnu itu tengah bekerja, Rabu (20/02), tatkala mereka melihat binatang terjebak di perairan yang beku.

Setelah membersihkan jalur menuju es, mereka mengangkat dan melarikan anjing bertaring itu ke klinik untuk perawatan medis darurat.

Belakangan, mereka diberitahu bahwa binatang yang mereka gendong adalah seekor serigala.

Perkumpulan untuk Penyelamatan Binatang Estonia (EUPA) menyebut tekanan darah serigala itu sangat rendah ketika tiba di kantor dokter hewan. Fakta itu menjelaskan mengapa serigala tersebut jinak saat diangkut ke mobil.

Salah satu kelompok penyelamat, Rando Kartsepp, berkata ia dan rekan-rekannya harus menggendong serigala itu menuruni lereng.

“Binatang itu sangat berat. Dia tenang dan tidur di kaki saya. Ketika saya hendak merenggangkan tubuhnya, dia sempat mendongakkan kepalanya,” kata Kartsepp.

Sejumlah dokter hewan curiga pada tabiat alamiah ‘anjing’ itu. Tapi binatang itu adalah hewan pemburu, akrab dengan gerombolan serigala di kawasan tersebut.

Dan akhirnya informasi itu terkonfirmasi: binatang yang diselamatkan itu adalah serigala jantan berusia sekitar satu tahun.

Sejak saat itu, staf klinik memutuskan untuk menempatkan serigala tersebut di kandang usai penanganan medis. Mereka mengantisipasi jika serigala itu mendadak buas setelah pulih.

EUPA mengklaim membayar seluruh tindakan medis yang diberikan pada serigala itu. Mereka lega karena proses penyelamatan berlangsung lancar.

Beberapa hari setelah penyelamatan, serigala itu selamat setelah bergelut melawan kematian. Tim ilmuwan dari Badan Lingkungan Nasional Estonia menempelkan sistem pemosisi global (GPS) ke tubuh binatang itu, lalu membebasliarkannya.

“Kami bahagia dengan akhir cerita ini dan berterima kasih pada setiap pihak, terutama orang-orang yang menyelamatkannya dari sungai dan para dokter di klinik yang tak takut menghadapi sifat buas alamiahnya,” kata EUPA dalam keterangan mereka.

Estonia adalah rumah bagi ribuan serigala dan hanya sedikit dari mereka yang dijaring dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kerap menghindari perjumpaan dengan manusia.

Kelompok pegiat lingkungan tahun 2018 menetapkan serigala sebagai binatang sekaligus simbol Estonia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kaisar Jepang Turun, Putra Mahkota Akan Naik Takhta 1 Mei 2019

Liputan6.com, Tokyo – Putra Mahkota Naruhito direncanakan naik takhta menjadi Kaisar Jepang pada 1 Mei 2019 mendatang. Jabatan ini akan ia emban, menggantikan sang ayah Kaisar Akihito.

Dikutip dari laman Straitstimes.com, Sabtu (23/2/2019), Putra Mahkota Naruhito mengatakan dalam konferensi pers (21/2) siap dan sungguh-sungguh dalam memenuhi mandat tersebut.

“Saya siap jalani tugas saya sebagai simbol (negara) dengan selalu berada di samping warga Jepang, dan berbagi suka dan duka dengan warga,” ujar Naruhito.

Untuk saat ini jabatan masih dipegang sang ayah yang telah menjadi kaisar sejak tahun 1989.

Turunnya Akihito pada April mendatang akan menjadi momen turun takhta kaisar untuk pertama kalinya dalam kurun waktu dua abad terakhir.

Pernyataan Perpisahan Kaisar Akihito

Suasana haru mewarnai pidato Tahun Baru terakhir Kaisar Jepang Akihito sebelum turun takhta pada (3/1). Dalam pidatonya dihadapan ribuan orang, Akihito mendoakan dunia ini damai.

Pihak Istana Kekaisaran Jepang mengatakan, lebih dari 114.600 orang mendatangi kediaman resmi kaisar.

Jumlah itu masih bertambah karena warga masih berdatangan untuk melihat Kaisar berusia 85 tahun itu untuk memberikan tradisi pidato tahunan.

“Selamat Tahun Baru. Saya dengan tulus merasa senang merayakan tahun baru bersama Anda di bawah langit yang cerah,” kata Akihito kepada kerumunan massa yang melambaikan bendera Jepang dan meneriakkan “Banzai” yang artinya panjang umur.

“Saya berharap tahun ini akan menjadi tahun yang baik bagi banyak orang,” kata Akihito yang bertutur kata lembut.

Akihito, yang mengenakan setelan jas warna gelap, didampingi oleh Permaisuri Michiko dan anggota keluarga kekaisaran Jepang lainnya.

“Saya berdoa untuk perdamaian dan kebahagian warga kita dan dunia,” katanya menambahkan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Respons Warga

Orang-orang yang datang meneriakkan “Terima kasih banyak,” saat Kaisar melambaikan tangan dan lainnya menyanyikan lagu kebangsaan. Bahkan, seorang perempuan yang berada di barisan depan tampak meneteskan air mata saat dia melihat ke arah balkon, di mana kaisar dan keluarganya berdiri.

“Saya datang kemari bersama ibu saya untuk melihat kemunculan terakhirnya (Akihito) sebagai Kaisar Jepang dalam ingatan kami,” kata Yume Nishimura, seorang mahasiswi, saat dia mengantre untuk masuk ke istana.

“Saya ingin menyampaikan kepadanya bahwa kami menghargai kerja kerasnya untuk negara,” imbuh Nishimura kepada AFP.

Kazuo Iwasaki, seorang pensiunan berusia 68 tahun mengatakan: “Saya berharap dia bisa menghabiskan tahun-tahun setelah pensiun dalam kondisi sehat dan santai bersama Permaisuri Michiko.”

Putra Mahkota Naruhito akan naik Takhta Bunga Seruni sehari setelah ayahnya turun takhta dan melanjutkan kekuasaan keluarga kerajaan tertua di dunia.

Status Kaisar adalah menjadi isu sensitif di Jepang karena sejarah perang pada abad 20 yang dikobarkan oleh ayah Akihito, Hirohito. Hirohito meninggal pada 1989.

Kisah Ilmuwan India Temukan Matematika Ratusan Tahun Sebelum Eropa

New DelhiAn explosion of coloursIndia menghasilkan penemuan matematika menakjubkan beberapa abad sebelum ilmuwan negara Barat. (Getty Images)

Seperti Cina, sejak lama India telah mendapatkan manfaat besar dari desimal atau sistem bilangan yang menggunakan basis sepuluh.

India mulai menerapkan sistem desimal setidaknya pada abad ketiga.

Desimal masih terus kita gunakan hingga saat ini. Dalam sistem ini, posisi angka menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya.

Kita tak tahu bagaimana India menemukan sistem desimal. Tapi mereka tentu menyempurnakan dan meletakkan dasar angka satu hingga sembilan yang digunakan di seluruh dunia.

Lebih dari itu, India bahkan menciptakan angka baru: nol.

Tak lebih dari ruang kosong

Penggunaan desimal pertama di India diketahui muncul pada abad ke-9, meski banyak pihak yang yakin masyarakat India telah gunakan desimal ratusan tahun sebelumnya.

Angka desimal itu ditemukan di sebuah tembok di candi kecil di dalam kawasan Benteng Gwailor, India bagian tengah.

Tempat itu merupakan pemujaan terhadap matematika karena menyimpan angka nol.

Gwalior FortressSebuah candi kecil di benteng India diketahui sebagai tempat pertama penggunaan angka nol. (Getty Images)

Yang mengejutkan, sebelum India menemukan angka itu, nol tidak pernah ada dalam ilmu pengetahuan.

Peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia, dan Cina memang mengenal simbol nol, tapi bukan sebagai angka, melainkan sebuah ruang kosong.

Adalah orang-orang India yang mengubah nol menjadi angka secara tetap. Konsep itu lantas merevolusi matematika.

Sejak saat itu hingga sekarang, angka nol memungkinkan kita membuat angka dalam jumlah besar dalam cara yang sangat efisien.

The zero in GwailorAngka nol tertua ditemukan di tembok sebuah candi di India. (BBC)

Bagaimana mereka menemukan nol?

Kita tidak akan pernah tahu secara persis.

Tapi sepertinya ide dan simbol nol berasal dari hitung-hitungan bermedium batu di atas tanah.

Ketika batu-batu itu diambil, sebuah lekukan tetap tertinggal di tempatnya. Ini dianggap merepresentasikan perubahan dari ada menjadi tiada.

Namun mungkin juga ada alasan kultural di balik penemuan angka nol ini.

Hole on the groundKalkulasi yang dibuat di atas tanah meninggalkan lubang bulat setelah pengurangan. (BBC)

Konsep ketiadaan dan keabadian adalah bagian dari sistem kepercayaan India kuno.

Baik agama Buddha maupun Hindu meyakini konsep ketiadaan dalam ajaran mereka.

Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa sebuah budaya yang antusias terhadap ketiadaan dapat mengakomodasi gagasan angka nol.

Masyarakat India bahkan menggunakan terminologi shunya yang merepresentasikan ide filosofis tentang kekosongan sebagai istilah baru ilmu matematika.

Shunya mudra
Ini adalah shunya mudra, sebuah gestur yang dikultuskan dalam ajaran Buddha dan Hindu. Dalam bahasa sansekerta, shunya berarti kekosongan, pembukaan, atau ruang. (Getty Images)

Dari nol hingga jumlah tak terbatas

Pakar matematika termashyur India, Brahmagupta, menunjukkan sejumlah penggunaan dasar angka nol pada abad ke-7.

Aturan dasar tersebut masih terus diajarkan di sekolah di berbagai penjuru dunia hingga sekarang.

1 + 0 = 1

1 – 0 = 1

1 x 0 = 0

Indian numbers of the 9th centuryPenciptaan angka nol memungkinkan temuan-temuan lain dalam matematika (BBC)

Namun Brahmagupta kesulitan tatkala berusaha membagi angka satu dengan nol.

Pernyataannya, angka apa yang jika dikalikan nol maka hasilnya sama dengan satu?

Solusinya membutuhkan konsep matematis baru: ketidakterbatasan.

The infinity symbolKonsep ketidakterbatasan memecahkan teka-teki pembagian angka nol. (Getty Images)

Hanya ketidakterbatasan yang masuk akal dalam pembagian angka nol.

Dan pembaruan ilmu itu juga disumbangkan ahli matematika asal India lainnya, yaitu Bhaskara, pada abad ke-12.

Bagaimana logika hitung-hitungan itu?

Jika Anda mengambil satu buah dan membaginya menjadi dua, maka Anda mendapatkan dua buah.

Jika Anda memotongnya menjadi tiga, Anda akan memegang tiga buah.

Pembagian lebih lanjut akan menghasilkan pecahan-pecahan yang lebih kecil, tapi dengan jumlah yang lebih banyak.

Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan jumlah buah yang tak terbatas.

Bhaskara lalu sampai pada pemikiran bahwa angka satu dibagi nol sama dengan tak terbatas.

Sliced avocado used as an example of fractioningAkhirnya, angka pecahan menghasilkan angka tak terbatas. (Getty Images)

Namun kalkulasi menggunakan angka nol berkembang lebih dari itu.

Meski disepakati bahwa tiga dikurangi tiga sama dengan nol, lantas apa hasil dari tiga dibagi empat?

Sepertinya jawaban Anda atas soal itu adalah ‘tidak ada’. Namun orang-orang India menemukan bentuk baru dari ketiadaan: angka negatif.

Masyarakat India mengenal angka negatif dan nol karena mereka meyakini nominal itu sebagai entitas abstrak.

Numbers floatingMasyarakat India yakin angka adalah entitas yang abstrak. (Getty Images)

Angka-angka bukan sekedar untuk menghitung atau mengukur, tapi juga memiliki nyawa, mengambang tanpa seutas tali di dunia nyata.

Pemikiran itu menghasilkan ledakan ide matematis.

X dan Y

Pendekatan abstrak orang India terhadap matematika mengungkap cara baru menyelesaikan persamaan kuadrat.

Pemahaman Brahmagupta soal angka negatif memungkinkannya melihat bahwa persamaan kuadrat akan selalu memiliki dua solusi. Salah satu dari jawaban itu dapat berupa angka negatif.

Brahmagupta bahkan mampu memecahkan persamaan kuadrat dengan dua variabel (X dan Y).

Perkembangan itu baru terjadi di dunia belahan barat tahun 1657.

Ketika itu, pakar matematika asal Prancis, Pierre de Fermat, mempresentasikan hal yang sama, tanpa sadar itu telah ditemukan di India ratusan tahun sebelumnya.

Pierre de FermatPierre de Fermat ‘memecahkan’ persamaan kuadrat tahun 1657. (Getty Images)

Brahmagupta juga mengembangkan bahasa baru untuk mengekspresikan solusi atas persamaan itu.

Saat bereksperimen, ia menggunakan inisial dua warna untuk menunjukkan variabel.

Itulah yang memunculkan penggunaan X dan Y, dua inisial yang masih kita gunakan hingga sekarang.

Tak berhenti di situ

Para ahli matematika di India juga bertanggung jawab atas penemuan baru dalam ilmu trigonometri.

The Earth, the Moon and the Sun in a right triangleAhli astronomi India mampu menghitung perkiraan jarak antara bumi, bulan, dan matahari dengan pendekatan trigonometri. (BBC)

Benar bahwa orang-orang Yunani adalah yang pertama kali mengembangkan ‘kamus’ yang menerjemahkan geometeri ke angka dan sebaliknya.

Namun ahli matematika membawa pengetahuan itu tahap yang lebih jauh.

Mereka menggunakan trigonometri untuk mempelajari dunia di sekitar mereka, termasuk navigasi laut dan menghitung jarak antar galaksi.

Para pakar matematika India itu mengkalkulasi jarak antara bumi dan bulan serta rentang antara bumi dan matahari.

PiKonsep Pi yang sulit dipahami. (Getty Images)

Mereka juga memecahkan misteri salah satu angka paling penting dalam matematika: Pi.

Pi adalah rasio numerik antara keliling dan diameter lingkaran. Angka ini muncul dalam setiap kalkulasi dan sangat berguna bagi para arsitek, karena perhitungan lingkaran selalu membutuhkan Pi.

Selama berabad-abad, ahli matematika mencari nilai pasti Pi, tapi baru pada abad ke-6, seorang pakar asal India bernama Aryabhata menemukan perkiraan yang tepat: 3,1416.

Aryabhata saat itu juga menggunakan nilai Pi untuk menghitung keliling bumi. Ia menemukan angka 39.968 kilometer, tak beda jauh dengan yang kita yakini benar saat ini, yakni 40.075 kilometer.

A Pi formed of sticks and stonesFormula nilai Pi masih dianggap sebagai penemuan bangsa Eropa. (Getty Images)

Madhava menyadari bahwa dengan menambah dan mengurangi pecahan berbeda, perhitungan formula Pi yang tepat dapat ditemukan.

Formula itu kini masih terus diajarkan di banyak universitas di seluruh dunia, seolah-olah itu ditemukan pakar matematika asal Jerman bernama Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Munajat 212 Diduga Langgar Kampanye, Kubu Prabowo Serahkan ke Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani mempersilahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan pelanggaran kampanye di acara Munajat 212, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurut Muzani, Bawaslu punya wewenang Bawaslu untuk menilai adanya pelanggaran atau tidak. 

“Kalau ada selisih paham dua belah pihak selalu merujuknya ke Bawaslu, karena Bawaslu itu adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah ini salah jalur atau tepat jalur,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.

Terkait pengacungan simbol dua jari yang dilakukan para petinggi BPN seperti Fadli Zon dan Zulkifli Hasan Muzani juga menanggapi santai. Menurut dia, itu adalah ekspresi spontanitas saja. 

“Kalau kemudian di situ kemudian ada yng memberi isyarat dua jari begini, itu saya kira lebih merupakan ekspresi atau spontanitas dari para pengunjung hadirin,” ungkap dia. 

Muzani justru membandingkan kejadian pengacungan dua jari itu dengan aksi penyorakan Ridwan Kamil saat di stadion sepak bola. Kala itu, Ridwan Kamil datang dengan disambut sorakan nama ‘Prabowo’.

“Cuma bedanya di Jalak harupat yang datang adalah Ridwan Kamil, yang deklarasi yang mengatakan pendukung 01, yang di Munajat 212, yang datang adalah Zulkifli Hasan, yang artinya mendukung 02,” ujar dia. 

“Dua-duanya sama, rakyatnya pendukungnya, yang hadir  ekspresinya yang di Jalak Harupat berteriak teriak Prabowo, yang di sini ada begini,” ucap dia. 

Sebelumnya, Bawaslu telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2). Laporan tersebut kini tengah dibahas oleh Bawaslu DKI.

“Kita masih lihat Bawaslu DKI masih membahasnya,” kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/2).

 

 

2 dari 2 halaman

Kumpulkan Bukti

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan tengah mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212

Irfan menduga acara tersebut bermuatan politis dan sarat dengan dukungan kepada pasangan calon tertentu. Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti guna dijadikan dasar melaporkan Bawaslu. 

“Kami lagi menghimpun data secara detail agar kami bisa melaporkan ini kepada pihak Bawaslu,” kata Irfan Pulungan saat jumpa pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Irfan mengimbau Bawaslu supaya mengumpulkan fakta-fakta di lapangan sebagai temuan dugaan pelanggaran di acara Munajat 212. Apalagi, TKN mengantongi informasi bahwa personel Bawaslu dikerahkan ke lokasi acara untuk memantau.

“Saya juga minta dan mengimbau kepada pihak Bawaslu kalau mereka memang berada di tempat tersebut, yang katanya mereka kan berada dalam acara tersebut ingin memantau acara pelaksanaan ini, ini menjadi temuan dari pihak Bawaslu setelah diproses,” imbuh dia.   

 

Reporter: Sania Mashabi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:   

2 Jari Terangkat dan Permainan Gimik Fadli di Malam Munajat

Jakarta – Malam munajat di pelataran Monas berujung pada balas-berbalas politikus yang kutub politiknya berbeda. Tudingan politisasi munajat menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ditepis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyindir karena sirik.

Tak dipungkiri, malam munajat 212 itu didatangi para tokoh politik yang erat kaitannya dengan Prabowo. Juru bicara BPN Sodik Mudjahid pun mengamininya tapi menegaskan bila hal itu tidak melanggar aturan apapun.

“Apakah salah menurut UU dan demokrasi jika dalam acara Munajat 212, peserta dan pengelolanya ada terlibat pendukung relawan 02 dan ada teriakan paslon 02? Tunjukkan di mana salahnya?” ujar Sodik.

Tak ketinggalan, dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, tampak hadir di antara para tokoh yang datang pada Kamis malam, 21 Februari 2019 itu. Keduanya bahkan semobil Toyota Crown ketika memasuki area Monas dari pintu di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kehadiran Fadli dan Fahri tidak diam-diam. Para peserta munajat yang mengetahui langsung memanggil nama mereka, terutama Fadli.

“Pak Fadli…. Pak Fadli!” teriak sejumlah ibu menyapa.

Dari sisi kiri mobil Fadli menurunkan jendela mobilnya. Dia juga sempat menunjukkan salam dua jari. Mobil yang mengantar keduanya kemudian melaju.

Di pagi harinya yaitu Jumat, 22 Februari 2019, juru bicara TKN Abdul Kadir Karding meminta gestur Fadli diselisik. “Terkait ada pose 2 jari, saya kira Bawaslu atau Panwaslu harus melakukan penyelidikan,” ucap Karding.

Namun kolega Fadli yang turut hadir dalam acara itu, Fahri, tidak sependapat bila apa yang dilakukan Fadli dinilai sebagai pelanggaran terkait Pemilu. “Setahu saya, yang nggak boleh itu ajakan lalu menyebut nama calon,” ucap Fahri.

“Kalau menyebut nomor apa, nggak (melanggar aturan). Permainan simbolik ya. Semalam itu, misalnya, Pak Kiai bilang, ‘Tes… tes… 01 atau 02,’ dua orang teriak kan,” imbuhnya.

Selama tidak ada ajakan untuk memilih salah satu kandidat, menurut Fahri, tidak ada masalah menunjukkan simbol-simbol. Dia menyebut apa yang terjadi di Munajat 212 tidak dapat dikategorikan pelanggaran dalam pemilu.

“Itu kan permainan gimik. Sebenarnya dalam skala itu dibilang permainan yang halus,” ucap Fahri.

“Yang bermasalah itu misalnya ada ajakan seperti marilah kita coblos pasangan nomor 01, Bapak Jokowi-Ma’ruf, atau marilah kita coblos Prabowo-Sandi. Itu adalah kalau di forum nonkampanye itu nggak bagus,” imbuhnya.

Fahri menilai permainan simbol saat tahun politik seperti ini tidak bisa dihindari. Dia menyebut aturan yang harus ditegakkan adalah kampanye-kampanye yang vulgar.

“Yang perlu diatur adalah yang tidak simbolik, yang kasar yang vulgar, karena konotasi kampanye itu ya harus vulgar, kalau samar ya bukan kampanye namanya,” ujarnya.

Terlepas dari pembelaan Fahri, Fadli sejauh ini belum memberikan respons terkait tudingan-tudingan dari kubu Jokowi. Fadli sendiri diketahui aktif di kubu Prabowo sebagai anggota Dewan Pengarah BPN.

Acara munajat itu diselenggarakan oleh MUI DKI Jakarta. Dalam pernyataannya, MUI DKI menyatakan acara dengan tajuk ‘Senandung Selawat dan Zikir’ ini digelar pada tanggal ‘212’ untuk mencegah ada pihak yang memanfaatkan momentum tertentu berkaitan dengan tanggal acara. MUI DKI juga menyatakan acara ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(dhn/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>