Fakta-Fakta Unik Gerai Starbucks Terbesar se-Asia Tenggara yang Baru Buka di Bali

Liputan6.com, Jakarta – Menghadirkan pengalaman tak semata minum kopi, Starbucks membuka gerai terbaru Starbucks Reserve Dewata secara resmi pada Sabtu, 12 Januari 2019. Store di Jl.Sunset Road no. 77 Badung, Bali ini diklaim sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara.

Berdiri di lahan seluas 1.850 kaki persegi, gerai ini terdiri dari dua lantai dengan area duduk outdoor, baik di atas maupun di bawah. Tak hanya soal ukuran, terdapat deretan fakta menarik lain seputar Starbucks Reserve Dewata. Berikut beberapa di antaranya yang telah dirangkum Liputan6.com.

Memungkinkan Anda tahu perjalanan kopi

Tak semata datang dan memesan kopi, di sini Anda bisa tahu bagaimana proses awal kopi ditanam hingga terhidang di cangkir Anda dengan mengikuti coffee journey. Anda akan diajak berkeliling gerai, mulai dari mampir di kebun kopi berukuran 10×10 meter di dekat pintu masuk, sampai melihat pertumbuhan tanaman kopi di tiap usia.

Interior hasil kolaborasi Starbucks dengan seniman asal Jawa dan Bali

Tak semata bangunan simetris dengan kesan modern seperti kebanyakan gerai Starbucks, sentuhan karya seniman lokal bakal Anda dapati di Starbucks Reserve Dewata. Tersebar di beberapa titik, Anda bisa melihat gambaran ombak Bali di muka gerai dan karya yang tergantung di atas reserve bar.

Mural kayu setinggi sembilan meter yang merupakan penggambaran enam daerah penghasil kopi pun bisa dilihat di dekat tangga. Bahkan, tata letak gerai ini menggambarkan rumah tinggal di Bali yang dikenal luas dan antar-ruangannya terhubung.

Logonya berbeda dari kebanyakan gerai Starbucks

Walau logo Starbucks sudah sangat familiar, namun Starbucks Reserve Dewata tak memakainya sebagai identitas. Sebagai ganti, store yang masuk dalam 185 gerai terbaik Starbucks di seluruh dunia ini memakai bunga lotus yang merupakan simbol Dewi Laksmi sebagai sumber kemakmuran, kesuburan, dan keindahan.

Punya menu khusus

Terdapat dua menu khusus yang hanya bisa Anda jumpai di Starbucks Reserve Dewata. Mereka adalah lavender latte dan cool berry tea. Sementara lavender latte memberi rasa unik dengan aroma lavender yang kendara, cool berry tea siap memberi kesegaran sejak tegukan pertama.

Gerai yang mengurangi penggunaan plastik

Sebagai bentuk nyata komitmen Starbucks untuk maju selaras dengan alam, Anthony Cottan, Director Starbucks Indonesia menyebut, penggunaan plastik, khususnya sedotan, akan dikurangi di gerai Starbucks Reserve Dewata.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tokoh Gereja Israel: ‘McJesus’ Hina Simbol Kristen, Harus Dicopot

Tokoh Gereja Israel: McJesus Hina Simbol Kristen, Harus Dicopot Karya seni bernama ‘McJesus’ yang diprotes umat Kristen di Israel (Courtesy of Jani Leinonen and Zetterberg Gallery via New Straits Times)

Tel Aviv – Karya seni kontroversial ‘McJesus’ yang dipamerkan di Israel dianggap menghina simbol keagamaan. Para pemimpin Kristen di Israel bersikeras menuntut karya seni itu dicopot dari pameran.

‘McJesus’ yang dibuat seniman Kristen asal Finlandia, Jani Leinonen, menampilkan maskot restoran cepat saji, Ronald McDonald, disalib seperti Yesus. ‘McJesus’ dipamerkan bersama sebuah karya seni lainnya yang menunjukkan boneka Ken sedang tersenyum dan disalib yang juga dimaksudkan menggambarkan Yesus.

Kedua karya seni itu memicu aksi protes saat dipamerkan di Haifa Museum of Art yang ada di Israel, sebagai bagian dari pameran ‘Sacred Goods‘ yang bertemakan agama dan keyakinan dalam budaya konsumerisme. Pameran digelar di Israel sejak Agustus 2018. Juru bicara museum menyebut karya seni itu telah banyak dipajang ‘di banyak museum Eropa’ dan ‘menyinggung soal penggunaan simbol-simbol agama secara sinis oleh korporasi-korporasi besar’.


Seperti dilansir AFP dan TIME, Selasa (15/1/2019), penasihat para pemimpin gereja di Israel, Wadie Abunassar, menyebut karya seni semacam itu sama saja dengan penistaan agama bagi warga di Timur Tengah.

“Kita bukan di Eropa, kita di Israel,” sebut Abunassar. “Bagi kami, sebagai warga Arab dan penganut Kristen, ini merupakan penghinaan bagi simbol kami dan kami menuntut pencopotannya,” tegasnya.

Pihak museum menolak untuk mencopot karya seni yang diprotes itu. Mereka berargumen bahwa pencopotan karya seni karena tekanan pihak luar, jelas merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi. Direktur museum tersebut, Nissim Tal, mengaku kaget saat mengetahui karya seni itu menuai protes. Terlebih, karya seni itu sebenarnya telah dipamerkan selama beberapa bulan terakhir. Karya seni itu juga dipamerkan di beberapa negara tanpa insiden.

Aksi protes tampaknya muncul setelah para pengunjung banyak membagikan foto ‘McJesus’ via media sosial. Foto-foto karya seni itu mulai beredar di media sosial sejak pekan lalu dan memancing kemarahan publik, khususnya kalangan minoritas Kristen Arab. Bahkan pada Jumat (11/1) waktu setempat, unjuk rasa digelar di luar museum tempat ‘McJesus’ dipamerkan. Tiga polisi setempat mengalami luka-luka akibat dilempari batu saat mengamankan unjuk rasa.

Menyusul aksi protes, pihak museum menggelar pertemuan dengan para pemimpin komunitas Kristen. Hasilnya, pihak museum sepakat memasang papan peringatan berbunyi ‘konten ofensif’ di pintu masuk pameran. Peringatan itu juga menyebut bahwa karya seni yang dipamerkan tidak bermaksud menghina.

“Ini hal paling maksimal yang bisa kami lakukan. Jika kami mencopot karya seni itu, keesokan harinya kami akan mendapati para politikus menuntut kami mencopot karya seni yang lain dan kami akan berakhir dengan hanya foto-foto bunga warna-warni di museum,” ucap Nisim Tal.

Solusi itu tidak memuaskan para pemimpin komunitas Kristen setempat. Mereka mengajukan petisi ke pengadilan distrik Haifa yang meminta agar pihak museum dan otoritas setempat mencopot ‘McJesus’ dan ‘Ken Jesus Christ’.

“Kita perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi diinterpretasikan dengan cara berbeda dalam masyarakat berbeda,” ujar Abunassar. “Jika karya ini ditujukan pada non-Kristen, dunia akan berguncang,” imbuhnya.

Namun ditegaskan Tal bahwa museum tidak akan tunduk pada tekanan religius maupun tekanan politik. “Kami akan membela kebebasan berbicara, kebebasan seni dan kebebasan budaya dan tidak akan mencopotnya (karya seni-red),” tegasnya.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Karya Seni ‘McJesus’ Picu Kemarahan Umat Kristen di Israel

Karya Seni McJesus Picu Kemarahan Umat Kristen di Israel Karya seni bernama ‘McJesus’ yang diprotes umat Kristen di Israel (Courtesy of Jani Leinonen and Zetterberg Gallery via New Straits Times)

Tel Aviv – Karya seni kontroversial yang menampilkan maskot restoran cepat saji, Ronald McDonald, disalib seperti Yesus Kristus memicu kemarahan kalangan minoritas Kristen Arab di Israel. Mereka meminta karya seni itu dicopot dari sebuah pameran di museum Israel.

Seperti dilansir AFP dan Time, Selasa (15/1/2019), karya seni bernama ‘McJesus’ yang dibuat oleh seniman Kristen asal Finlandia, Jani Leinonen, itu memicu reaksi negatif saat dipamerkan Haifa Museum of Art yang ada di Israel. ‘McJesus’ itu dipamerkan bersama sebuah karya seni lainnya yang menunjukkan boneka Ken sedang tersenyum dan disalib yang juga dimaksudkan untuk menggambarkan Yesus.

Juru bicara museum setempat menyebut dua karya seni itu merupakan bagian dari pameran ‘Sacred Goods‘ yang bertemakan agama dan keyakinan dalam budaya konsumerisme. Pameran berlangsung di Israel sejak Agustus 2018, namun aksi protes baru digelar beberapa hari terakhir.

Foto-foto karya seni itu mulai beredar di media sosial sejak pekan lalu dan memancing kemarahan publik, khususnya kalangan minoritas Kristen Arab.
Pada Jumat (11/1) waktu setempat, unjuk rasa digelar di luar museum tempat ‘McJesus’ dipamerkan. Satu demonstran nekat menginap di luar museum sambil membawa poster bertuliskan ‘hormati agama’. Tiga polisi setempat mengalami luka-luka akibat dilempari batu saat mengamankan unjuk rasa. Kepolisian setempat mengatakan bahwa dua bom molotov dilemparkan ke museum tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Setelah menggelar serangkaian pertemuan dengan para pemimpin komunitas Kristen, pihak museum menyatakan akan memasang papan peringatan berbunyi ‘konten ofensif’ di pintu masuk pameran tersebut. Namun solusi itu tidak memuaskan para pemimpin komunitas Kristen setempat.

Mereka mengajukan petisi kepada pengadilan distrik Haifa agar memerintahkan kepada pihak museum dan otoritas setempat untuk mencopot ‘McJesus’ dan ‘Ken Jesus Christ’.

“Ini sangat ofensif dan saya tidak menganggap ini sebagai seni. Kami akan terus melakukan aksi damai dan aksi penyalaan lilin… Kami tidak akan diam hingga kami mencapai solusi,” tegas seorang seniman lokal Haifa dan penganut Kristen taat, Amir Ballan.

Juru bicara museum menyebut karya seni itu telah banyak dipajang ‘di banyak museum Eropa’ dan ‘menyinggung soal penggunaan simbol-simbol agama secara sinis oleh korporasi-korporasi besar’.

Menurut juru bicara museum tersebut, karya seni ‘McJesus’ menunjukkan bagaimana maskot Ronald McDonald ‘telah menjadi simbol budaya populer, telah mencapai level penyembahan religius’.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

Jakarta – PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan kepada semua orang.

“Hukum kita ini sudah komprehensif mengatur perlindungan kepada semua orang. Nggak boleh cuma kelompok tertentu. Perlindungan hukum itu harus diperjelas,” kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019) malam.

Dia mengatakan hukum yang ada di Indonesia prinsipnya sudah melindungi manusia. Dan setiap orang punya posisi yang sama di depan hukum.

“Prinsip hukum itu kan instrumen untuk melindungi warga negara. Jadi siapa pun dia kita ini ada di posisi yang disebut sama di depan hukum, tidak ada pembedaan. Sepanjang dia melanggar hukum siapa pun dia harus ditindak. Tidak peduli dia pejabat, tokoh agama atau apa pun ya tidak peduli,” ujar Karding.
Karding mengatakan rencana tersebut sebagai upaya framming dari PKS.

“Saya kira itu framming saja untuk memperjelas bahwa mereka membela ulama, kita mengkriminalisasi ulama. Itu sih cara-cara PKS aja lah,” katanya.

Karding menegaskan tak ada seorang pun yang kebal hukum. Dia lalu menyinggung nama Habib Bahar bin Smith yang tengah dihadapkan pada kasus dugaan penganiayaan.

“Misalnya gini, taruhlah saya sebut namanya Habib Smith. Dia mempersekusi sama melukai anak-anak. Pertanyaannya kalau UU perlindungan hukum kepada tokoh agama itu ada, apakah orang-orang seperti itu dilindungi? Pasti rasa keadilan semua rakyat akan tersakiti. Pasti itu,” ujar dia.

“Nggak ada satu pun warga negara yang kebal hukum sepanjang dia terbukti melakukan itu. Jadi itu menurut saya hanya ide saja untuk mem-framming bahwa Jokowi ini kriminalisasi, (kemudian mengatakan) kami lah yang membela ulama. Padahal yang sebenarnya kan nggak ada seperti itu,” sambung Karding.

Sebelumnya, PKS mengatakan ingin menghadirkan perlindungan bagi para pendakwah agama RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Muzammil memandang RUU tersebut penting untuk melindungi simbol-simbol semua agama yang ada di Indonesia dan melindungi aktivitas para pemuka semua agama atau pendakwah di Tanah Air.

“Jadi saya kira perlindungan terhadap pendakwah agama dan simbol-simbol agama itu penting. Kita belajar dari kasus pembakaran bendera tauhid,” kata Wakil ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Al Muzzamil Yusuf, seperti dilansir Antara, Minggu (13/1).

“Para pendakwah agama membawa misi UUD 1945 yang mengamanatkan pendidikan nasional untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia,” ucapnya.
(jbr/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pegadaian Bidik Untung Rp 3 Triliun di 2019

Liputan6.com, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menargetkan kenaikan laba setelah pajak sebesar 10,8 persen menjadi Rp 3,018 triliun sepanjang 2019. Untuk mencapainya, perseroan mengembangkan produk-produk yang inovatif.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pengesahaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019, Pegadaian telah menyusun strategic inisiative dalam mengembangkan usaha gadai dan non gadai, dengan mengembangkan produk-produk yang inovatif.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, langkah ini dilakukan agar perusahaan plat merah yang di bawahinya tidak kalah saing dengan gadai-gadai swasta yang semakin berkembang dan tengah menambah sisi layanan bagi nasabah.

“Inovasi produk yang kami akan lakukan antara lain Gadai Efek, Gold Card, Digital Lending, Pegadaian E-Wallet & Pegadaian Remittance, Amanah Korporasi, Rahn Umroh, Express Loan dan Rahn Surat Berharga. Kami ingin nasabah Pegadaian merasa nyaman dengan layanan produk yang makin variatif,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/1/2019).

Dia menambahkan, untuk proyeksi keuangan dan bisnis, perseroan pada 2019 ini akan terus tumbuh. Pendapatan usaha diproyeksikan sebesar Rp 13,981 triliun atau tumbuh menjadi 21,3 persen, biaya usaha sebesar Rp 9,741 triliun atau 24,0 persen, laba usaha sebesar Rp 4.062 triliun atau 10,8 persen, dan laba setelah pajak sebesar Rp 3,018 triliun atau 10,8 persen.

Dari sisi operasional (bisnis), Pegadaian memproyeksikan Outstanding Loan posisi Rp 46,476 triliun atau 15,2 persen, dan omzet sebesar Rp 148,723 triliun atau 15,2 persen.

Sementara untuk rasio keuangan dan WACOF gross profit margin 2019 diproyeksikan menjadi 29 persen dari prognosa 2018 yang tercatat 32,11 persen. OSL Pegawai RKAP 2019 sebesar Rp 3,34 juta per orang dari prognosa 2018 sebesar Rp 3,08 juta per orang.

Menurut Kuswiyoto yang menjadi pemimpin baru Pegadaian, proyeksi Non Perfoming Loan sebesar 2,5 persen dari yang prognosa tahun sebelumnya yakni 1,8 persen, sedangkan WACOF RKAP 2019 sebesar 8,66 persen dari prognosa 2018 sebesar 7,6 persen.

“Kami optimis target RKAP 2019 dapat tercapai karena dukungan SDM yang berpengalaman di industri multifinance,” ujar Dirut Pegadaian

2 dari 2 halaman

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Bakal Lanjutkan Transformasi

Menteri BUMN selalu pemegang saham menetapkan Kuswiyoto, mantan Direktur Corporate Banking BRI menjadi Direktur Utama PT Pegadaian.

Ia menggantikan Sunarso yang kembali menjabat sebagai wakil direktur utama (Wadirut) BRI. Hal itu ditetapkan pada Jumat, 4 Januari 2019, di Kantor Kementerian BUMN. Penyerahan surat keputusan tersebut dipimpin Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Gatot Trihargo.

Dalam pengarahannya, Gatot menuturkan, persaingan bisnis dalam jasa keuangan termasuk bisnis gadai semakin ketat. Jadi direktur utama baru diminta terus membawa Pegadaian semakin maju dan berkembang. 

“Saya mengucapkan selamat atas pengangkatan Kuswiyoto untuk mengemban tugas sebagai Dirut Pegadaian. Saya optimis, di bawah kepemimpinan Kuswiyoto Pegadaian semakin maju dan berkembang serta terus menjadi market leader di bisnis gadai dan fidusia,” ujar Gatot, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat pekan ini.

Gatot mengapresiasi kepada Direktur Utama Pegadaian Sunarso yang telah menjalankan tugas dengan baik dan melakukan transformasi di BUMN tersebut.

Selain itu juga membuat gebrakan simbol branding The Gade Coffee and Gold, serta mengeksekusi transformasi di RKAP 2019.

Selanjutnya ia berharap direktur utama baru segera berkonsolidasi dan koordinasi dengan jajaran pimpinan Pegadaian lainnya.

Gerakan Diam-Diam Dukung Orang Baik di Pilpres Dideklarasikan, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta Sebuah gerakan yang menamakan dirinya Gerakan Diam-Diam Mendukung Orang Baik di Pilpres 2019 dideklarasikan sejumlah orang.

Juru Bicara Gerakan Diam-Diam Muchtar Sigit menyatakan,  banyak masyarakat yang enggan ikut dalam eforia pilpres 2019. Mereka memilih diam, tidak muncul baik dikehidupan lingkungan maupun di sosial media. Namun, bukan berarti mereka apatis atau golput. Mereka punya pilihan untuk pasangan capres yang sudah memiliki rekam jejak dan kinerja yang sudah terbukti.

“Hari ini kita diam-diam mendeklarasikan Gerakan Diam-diam mendukung orang baik di Pilpres 2019,” Kata Muchtar di Kopi Politik Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Muchtar mengatakan, realita masyarakat saat ini kebanyakan takut jika berbicara soal pilpres. Alasannya beragam karena adanya ucapan kebencian jika mendukung capres A atau capres B.

“Ada masyarakat yang datang ikut kajian agama, mereka ditakut-takuti jika memilih capres tertentu dicap kafir. Banyak pertemanan, persahabatan antar alumni sekolah terpecah karena saling mencaci hanya karena beda pilihan. Akhirnya mereka diam karena takut, inilah realita di lapangan,” Tegasnya.

Fenomena inilah yang membuat dirinya bersama dengan puluhan masyarakat lain keluar memberikan suara bahwa masyarakat yang diam-diam banyak. Dan mereka sepakat akan diam-diam memberikan suaranya untuk capres yang sudah terbukti kerjanya.

“Diam-diam kami muncul dan diam-diam suara kami berikan untuk orang baik yang sudah jelas baik kerjanya dan terlihat hasilnya, juga pasangannya yang sudah jelas pemahaman Islamnya luar dalam. Diam-diam kita tahu dan jelas memberikan suara kami untuk orang yang sudah jelas kerjanya untuk memajukan kebaikan bangsa dan negara,” ujarnya.

Dijelaskan terkait dengan pemakian topeng, Muchtar mengatakan ini adalah bentuk untuk melindungi orang-orang yang mendukung capres tapi tidak dibully oleh teman, keluarga, rekan kerja ataupun tetangganya.

“Topeng ini adalah simbol bahwa mungkin kami tidak terlihat tapi kami ada di antara kita. Diam-diam memilih orang baik di bilik suara. Kami ada untuk orang baik demi membangun bangsa yang kami cintai,” Ujarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dua pasang Capres Cawapres akan berlomba mengadu visi dan misi masing-masing dalam Pilpres 2019. Apa visi misi kedua pasangan ini?

Wali Kota Bogor Diperiksa Bawaslu Terkait Pose Satu Jari

Liputan6.com, Jakarta – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto diduga melanggar kampanye terkait pose satu jari saat mendampingi calon wakil presiden nomor urut 2 KH Ma’ruf Amin Pondok Pesantren Al Gazali Bogor pada 5 Januari 2019.

Buntut pose tersebut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini dipanggil Bawaslu Bogor, Jumat (11/1/2019). Bima hadir sekitar pukul 15.00 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan secara tertutup sekitar pukul 16.15 WIB.

“Saya memenuhi undangan Bawaslu untuk dimintai keterangan terkait viral pemberitaan simbolisasi angka 1,” ucap Bima Arya usai pemeriksaan di Bawaslu Kota Bogor.

Bima mengaku mendapat 15 pertanyaan dari penyidik Bawaslu terkait pose satu jari saat menemani wakil presiden nomor urut 2 Ma’ruf Amin Pondok Pesantren Al Gazali Bogor.

Dia menuturkan, saat itu dirinya datang untuk memenuhi undangan dari pengurus ponpes terkait kunjungan wakil presiden nomor urut 2 Ma’ruf Amin.

Ketika tiba di Ponpes Al Gazali, ia kemudian diminta duduk di depan KH Ma’ruf bersamaan dengan berlangsungnya jumpa pers. Secara spontan awak media kemudian menanyakan maksud kedatanganya.

“Tadi saya jelaskan ke Bawaslu. Ketika ditanya (wartawan), saya jawab secara reflek maksudnya (kedatangan) cuma satu. Ketika saya menyebut satu itu disertai penekanan (simbol 1). Jadi kalau bicara 2, saya kasih simbol 2 atau kepalkan tangan,” kilah Bima Arya.

Simbolisasi satu jari itu kemudian ditafsirkan bahwa dirinya mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tapi saya jelaskan kepada rekan-rekan Bawaslu, hari itu libur. Saya datang juga bukan untuk kampanye, tapi memenuhi undangan. Simbolisasi itu maknanya memuliakan tamu,” terang Bima.

Izin Bersikap Netral

Sebelumnya, dia juga sudah meminta izin kepada partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk netral, tidak berpihak kepada pasangan capres manapun. Sikap itu diputuskan agar dia dapat fokus bekerja sebagai wali kota.

“Rasanya tidak elok kalau wali kota sibuk berkampanye,” ujar Bima Arya.

Namun demikian, apabila jika dipanggil kembali oleh Bawaslu, Bima mengaku siap untuk datang.

“Saya sampaikan kalau ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, saya siap,” ujar dia.

Bawaslu Bogor Hentikan Laporan soal Kasus Pose Dua Jari Anies

JakartaBawaslu Bogor menghentikan laporan kasus pose dua jari yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penanganan laporan dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

“Laporan yang dilaporkan yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor itu tidak memenuhi unsur, sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Irvan mengatakan Anies dianggap tidak terbukti melanggar Undang-undang 7 Tahun 2017 pasal 282 tentang Pemilu. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tindakan Anies menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

“Ya pertimbangannya kan unsur pasalnya yang disangkakan 282 jo 547. Pasal 282 itu kan pejabat negara dilarang membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon tertentu selama masa kampanye,” ujar Irvan.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, baik keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa terlapor ini telah membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan, jadi unsurnya tidak memenuhi,” sambugnya.

Selain itu, Irvan juga mengatakan Anies telah memberikan surat pemberitahuan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk menghadiri acara tersebut. Iravan juga menyatakan acara yang dihadiri Anies bukan sebuah kampanye.

“Berdasarkan keterangan Pak Anies itu bahwa sudah menyampaikan pemberitahuan akan menghadiri acar tersebut ke Kemendagri. Untuk cuti itu kan ketika menghadiri kampanye, nah sementara kegiatan itu adalah rapat internal partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies dilaporkan kepada Bawaslu oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). GNR menilai gestur dua jari itu merupakan simbol kampanye karena dilakukan dalam acara Konferensi Nasional Gerindra.

Anies dilaporkan karena berpose salam dua jari saat mendapat kesempatan berdiri di podium Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).
(dwia/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ridwan Kamil Jelaskan Pose 1 Jari dan Alasan Tak Diperiksa Bawaslu

Jakarta – Video Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengacungkan 1 jari bersama para petinggi PKB viral di media sosial. Pria yang akrab disapa Emil ini lalu memberi penjelasan.

Dalam video yang viral itu, Emil tampak sedang bersama Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri yang merupakan politisi PKB. Ada pula Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Mereka kompak mengacungkan 1 jari. Hanif Dhakiri mengatakan ‘satu untuk Indonesia’ sementara Emil mengucapkan ‘satu satu satu’.

Di Twitter, Emil meretweet sebuah tweet netizen dan memberi penjelasan. Dia menegaskan peristiwa di video itu terjadi bukan di hari kerja. Simbol 1 itu juga disebutnya bukan terkait Pilpres 2019 melainkan nomor urut PKB.

“Saya & Pak Hanif melakukan ini TIDAK DI HARI KERJA. Aturan KPU: Kalo di hari kerja pejabat HARUS CUTI. Jika dilakukan di akhir pekan TIDAK perlu cuti. Itu yg di video dilakukan di akhir pekan, dan simbol 1 itu bukan utk pilpres, itu utk Harlah PKB yg kebetulan no urut partainya 1,” tulis Emil.

Pada Minggu (2/12/2018) lalu, Emil memang sempat menghadiri Festival PKB Jabar Festival for 2019 di Gor Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Pada Pilgub 2017 lalu, Emil diusung oleh PKB.

Kembali ke penjelasan Emil, dia mengaku datang ke acara PKB itu dengan mobil pribadi. Menurutnya, karena bukan hari kerja, dia bebas bergaya apa saja.

“Jika di akhir pekan, itu tidak perlu cuti, mau bergaya apa saja silakan. Plus saya pun datang dengan mobil pribadi, karena tau aturan. Kalo anda keukeuh, silakan laporkan sesuai prosedur ke Bawaslu. Nuhun,” ungkap Emil menjawab tweet netizen.

Di Instagram, Emil juga membuat penjelasan. Dia menegaskan bahwa aktivitas terkait kampanye itu di akhir pekan, bukan hari kerja. Karena di akhir pekan, dia juga tidak perlu mengajukan cuti.

“KENAPA PAK RIDWAN KAMIL TIDAK DIPERIKSA BAWASLU? kan mengacungkan jari ini itu segala rupa. JAWAB: Saya melakukan aktivitas terkait kampanye/politik pilpres 2019 dll itu di akhir pekan sesuai aturan atau ambil cuti jika terpaksa di hari kerja,” papar Ridwan Kamil.

Dia mengunggah tangkapan layar berita yang mengutip PKPU 23/2018 pasal 62. Berikut isinya:

Pasal 62

(1) Menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota sebagai anggota Tim Kampanye dan/atau Pelaksana Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (3) huruf b dan huruf c dapat diberikan cuti di luar tanggungan negara.

(2) Cuti menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Presiden.

(3) Cuti gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan dalam negeri.

(4) Cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat diberikan 1 (satu) hari kerja dalam setiap minggu selama masa Kampanye.

(5) Menteri, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota yang melakukan Kampanye pada hari libur tidak memerlukan cuti.

(6) Cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(7) Surat cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) disampaikan kepada KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota sesuai tingkatannya paling lambat 3 (tiga) Hari sebelum pelaksanaan Kampanye.

Di kolom komentar, Emil juga menjawab pertanyaan netizen soal pose satu jari Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani saat acara IMF di Bali. Dia mengatakan keduanya sudah dipanggil Bawaslu.

“Saya gubernur, bukan pejabat KPU dan Bawaslu. Jangan tanya ke saya. Kalau baca berita, kalau tidak salah kan sudah dipanggil juga oleh Bawaslu,” tulis Emil.

Merujuk pemberitaan sebelumnya, Luhut dan Sri Mulyani sudah diperiksa Bawaslu pada 2 November 2018. Pada akhirnya, Bawaslu menyatakan laporan pose satu jari Luhut-Sri Mulyani tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi unsur ketentuan pelanggaran sebagaimana Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
(imk/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Berapa Biaya Bagasi Lion Air dan Wings Air yang Harus Dibayar Penumpang?

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang biaya bagasi Lion Air dan Wings Air, zodiak, dan sop iga. Lion Air Group menerapkan kebijakan baru tentang biaya bagasi yang mulai berlaku pada hari ini, Selasa (8/1/2019).

Kebijakan baru ini sudah disampaikan manajemen masing-masing perusahaan ke seluruh agen travel. Dalam surat tersebut dinyatakan kebijakan penghapusan free baggage 10 kg berlaku untuk seluruh penerbangan domestik.

Zodiak masih menarik atensi pembaca. Kali ini tentang zodiak yang kemungkinan tak malu bertengkar di depan banyak orang. Dari beberapa zodiak, salah satunya Aries.

Jadi simbol matahari, Aries notabene selalu ingin jadi pemimpin di setiap situasi. Ego ini membuat mereka sering kali kurang sabar dan mudah cemburu. Alhasil, Aries tak ragu berkelahi dan tentu tak ingin kalah walau sudah ditonton banyak orang, apalagi kalau mereka merasa tidak salah.

Soal makanan menarik pembaca, salah satunya sop iga. Dilansir Antara, satu porsi sop iga Warteg Nabila terdiri dari semangkuk sop dan seporsi nasi bertabur bawang goreng yang diletakkan terpisah. Berkuah bening, di dalam mangkuk terdapat tiga potong iga sapi berukuran lumayan besar yang berpadu dengan irisan daun bawang dan bawang goreng.

Seperti apa berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini? Kita simak saja rangkuman selengkapnya berikut ini.

Berapa Biaya Bagasi Lion Air dan Wings Air yang Harus Dibayar Penumpang?

Bagi Anda yang ingin bepergian menggunakan maskapai Lion Air dan Wings Air harus mengeluarkan biaya tambahan. Mulai 8 Januari 2019, Grup Lion Air mengeluarkan kebijakan penghapusan kebijakan free bagasi.

Penumpang hanya digratiskan membawa 7 kilogram bagasi. Jika bagasi melebihi berat tersebut, penumpang harus membayar biaya bagasi.

Selanjutnya…

3 Zodiak yang Tidak Malu Bertengkar dengan Pasangan di Depan Banyak Orang

Namanya juga menjalin hubungan dengan orang lain, jalan yang dilalui pasti tidak selalu mulus. Di beberapa keadaan, pertengkaran antara Anda dan pasangan karena satu-dua hal tak lagi bisa dihindari.

Merupakan sisi yang kurang menyenangkan, Anda mungkin ingin membuat momen ini tak diketahui orang lain. Namun, keadaan itu bisa jadi berubah kalau pasangan Anda adalah para pemilik zodiak berikut. Dilansir dari elitedaily.com, Senin, 7 Januari 2019, zodiak-zodiak ini kemungkinan tak malu bertengkar di depan banyak orang.

Selanjutnya...

Rasa Nikmat Sederhana Sop Iga Khas Warteg Nabila yang Laris Manis di Jakarta Utara

Makan makanan berkuah, seperti sop iga, rasanya nikmat saat siang menjelang. Salah satunya tersaji di Warteg Nabila yang berlokasi di sekitar Jalan Ende, Jakarta Utara.

Tempat ini bisa ditempuh 10 menit dengan berjalan kaki dari Stasiun Tanjung Priok. Tepatnya di seberang Masjid Al Husna dan berada di belakang kantor PTT. Pembelinya umumnya didominasi para pekerja pelabuhan.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini: