Sikundo yang Tersisih Mulai Dilirik Pemerintah Aceh

Kepala Desa Sikundo, Ahmad Juhari, berharap wacana tersebut segera terealisasi. Menurut dia, warga Desa Sikundo sangat membutuhkan rumah yang dijanjikan tersebut.

“Selain itu kita juga meminta pemerintah Aceh untuk membantu bidang perekonomian masyarakat seperti pertanian, dan juga transportasi,” harap dia.

Sebagai catatan, Desa Sikundo memiliki luas wilayah 12 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 138 orang dari 39 kepala keluarga (KK). Masyarakat setempat rata-rata tercatat sebagai warga miskin dengan mata pencarian bertani, kopi, nilam, jengkol, dan kacang tanah.

Terlepas dari wacana di atas, saat ini, akses antardusun Durian dan Sara Saree, Desa Sikundo masih dua utas tali baja atau jembatan sling. Kondisi ini masih sama persis seperti pemberitaan di media massa, termasuk Liputan6.com, yang pernah menyingkap potret buram di desa yang namanya ditabal Cut Nyak Dien.

Namun, Pemprov Aceh berjanji akan membangun jembatan penghubung antardusun tersebut tahun ini. Itu kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudiri.

“Jembatan ini akan dibangun oleh Pemerintah Aceh tahun ini,” katanya.

Sebagai catatan, berita jembatan tali baja atau sling di Desa Sikundo viral sejak fotografer salah satu media asing meliput ke desa itu pada 2 Februari 2019. Fotografer menjepret sejumlah ibu-ibu dan seorang bocah sedang menyeberang sungai melalui dua utas kabel yang di bawahnya terdapat sungai berarus deras.

Beberapa hari kemudian, sejumlah wartawan lokal dan nasional ramai-ramai meliput ulang. Sejak saat itu, Desa Sikundo menjadi sorotan nasional.

Kabar tersebut sampai ke telinga Plt Gubernur Aceh. Melalui akun twitter, Kamis, 7 Februari 2019, Nova menyebut berita jembatan kabel di Desa Sikundo tidak update, tetapi belakangan, Nova menghapus cuitan tersebut karena disentil warganet.

Pemerintah Aceh bahkan menduga gambar yang diambil wartawan saat meliput kondisi desa paling ujung Kabupaten Aceh Barat itu tidak menyeluruh. Ini menyebabkan visual yang ditayangkan tak mewakili kondisi sebenarnya di lapangan, padahal, katanya, pemerintah sudah membangun jembatan gantung untuk menggantikan jembatan tali baja atau sling pada tahun 2018.

Jembatan gantung yang dimaksud  sejatinya jembatan penghubung antardesa Sikundo-Jambak bukan penghubung antardusun. Pun demikian, kendati digadang-gadang jembatan antardesa Sikundo-Jambak kelar dibangun tahun 2018, fakta di lapangan, pembangunannya masih dikebut hingga awal 2019.

Simak video pilihan berikut ini:

Kereta gantung ini berada di dekat Jembatan Suramadu dan akan diresmikan pada Mei 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *