KTM Kecam Keputusan Honda Depak Pedrosa

Liputan6.com, Wina – CEO KTM, Stefan Pierer tak habis pikir dengan sikap Repsol Honda yang mendepak Dani Pedrosa dari jajaran pembalap di MotoGP 2019. Kini, KTM menampung Pedrosa sebagai pembalap penguji.

Repsol Honda lebih memilih untuk merekrut Jorge Lorenzo sebagai tandang Marc Marquez. Pierer sangat mengecam keputusan Honda yang tidak menghargai loyalitas Pedrosa selama 14 tahun.

“Tidak seperti orang Jepang, kami menganggap (gagasan) keluarga secara harfiah. Kami berdiri di sisi orang-orang kami pada masa yang baik dan buruk. Ketika seorang pembalap cedera, Anda berdiri di sampingnya,” ujar Pierer seperti dikutip Motorsports.

“Anda harus membayangkan Dani Pedrosa didepak semalam setelah 14 tahun dengan Honda. Betapa piciknya Anda? Dia adalah pahlawan! Dia adalah duta besar!”

Dia mengatakan Pedrosa memilih pindah ke KTM karena kebersamaan di tim ini. “Apa yang orang lain lakukan dengan uang, saya berusaha untuk mencapainya dengan keluarga,” ujar Pierer.

“Banyak pembalap saya sekarang dalam manajemen. Lihatlah (juara dunia motocross, sekarang KTM Motorsports Director) Pit Beirer. Itulah yang membuat kami istimewa.”


2 dari 3 halaman

Absen Tiga Bulan

Menjalani operasi bahu, Pedrosa harus absen tes pramusim Sepang. Bahkan ia juga dihadapkan proses pemulihan yang kemungkinan memakan waktu hingga tiga bulan.

Meski begitu, Manajer Tim KTM, Mike Leitner gembira atas masukan The Little Samurai pada RC16 usai uji coba privat di Jerez tahun lalu.

“Saya rasa dia akan benar-benar fit pada akhir April atau awal Mei, jika semuanya berjalan seperti yang dikatakan para dokter,” ucap mantan kepala mekanik Pedrosa itu.

“Dia telah memenangi Grand Prix yang tak terhitung jumlahnya dan telah berada di MotoGP selama bertahun-tahun. Dia dapat membantu kami di mana-mana.”

3 dari 3 halaman

Perspektif Lain

Leitner menambahkan, memiliki perspektif dari sang mantan pembalap Honda akan berguna. Apalagi jika melihat Pol Espargaro, Johann Zarco dan Hafizh Syahrin yang semuanya berasal dari pabrikan garpu tala.

“Itu tidak direncanakan, tetapi banyak pembalap kami datang dari Yamaha. Itu sebabnya sangat menyegarkan untuk mendapatkan pembalap dari pabrikan lain, karena dia melihat dan menjelaskan berbagai hal secara berbeda,” terangnya.

Mengenai fisik Pedrosa yang kelewat mungil, Leitner menyangkal hal tersebut bakal membuatnya tak cocok dalam menjalankan peran penguji.

Opera Sabun Mauro Icardi

Liputan6.com, Milan – “Di belakang setiap pria hebat, pasti ada wanita hebat,” mungkin inilah peribahasa yang ada di benak Wanda Nara. Namun, banyak fans Inter Milan mungkin tak setuju dengan hal tersebut. Bagi mereka, Wanda adalah racun dalam karier suaminya, Mauro Icardi.

Semua berawal dari masalah kontrak baru. Mauro Icardi masih terikat kontrak di Inter sampai 2021, tapi terus dikejar tim-tim besar. La Beneamata merasa harus bergerak cepat untuk memagari Icardi.

Negosiasi pun dilakukan, namun berlangsung alot. Selama negosiasi, komentar Wanda sering berubah-ubah.

Dia pernah berkata Mauro Icardi sudah pasti menandatangani kontrak baru, lalu mengubah komentar itu sepekan kemudian. Dia juga mengatakan situasi Icardi masih tidak jelas.

(AFP/Miguel Medina)

Komentar-komentar Wanda inilah yang jadi awal permasalahan. Pihak klub tidak terima, tetapi Wanda ngotot. Terjadilah perang kecil di antara keduanya dan yang jadi korban adalah Icardi.

Inter mencopot ban kapten pemain asal Argentina itu dan memberikannya kepada kiper Samir Handanović. Hal ini sangat memalukan bagi Icardi.

AFP/Miguel Medina)

“Ada perang kecil antara manajemen dengan Wanda Nara, yang sering muncul di media dalam beberapa pekan terakhir. Icardi telah membuktikan diri sebagai kapten luar biasa di lapangan, tapi dalam situasi seperti ini dia selalu memihak istrinya,” kata Jatin Dietl, Area Manager Transfermarkt.

“Itulah yang menyebabkan permasalahan dalam tim,” imbuh dia.

2 dari 2 halaman

Marotta Marah Besar

Beppe Marotta (GABRIEL BOUYS / AFP)

Hal yang sama juga dibocorkan oleh Mario Sconcerti, jurnalis kawakan yang sudah lama bekerja di sekitar Inter. Dia menyebut masalah ini dimulai dari sikap Wanda, yang membuat Direktur Inter, Giuseppe Marotta marah besar.

“Situasi Icardi di Inter semakin tidak bisa dikendalikan. Telah terjadi perpecahan dalam beberapa pekan terakhir, dan Wanda terus memancing masalah, situasi ini nyaris berada di titik jenuh,” kata Sconcerti.

“Marotta terpaksa turun tangan dan harus melakukannya dengan cara yang jelas dan resmi. Wanda telah memecah belah Inter,” imbuh dia.

“Saya sudah melihat situasi yang serupa, ketika para pemain tetap memihak istrinya dengan setia. Tapi kisah Icardi telah berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa Anda terima. Dia telah menyerang fondasi klub,” ucapnya.

Gara-gara masalah ini, Inter mulai mempertimbangkan opsi melepas Icardi. Adalah Juventus yang mulai melakukan negosiasi tahap awal dengan La Beneamata.

Mungkinkah Icardi pindah ke Juventus yang notabene rival abadi Inter? Kita tunggu saja.

(AFP Photo/Josep Lago)

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Selain Joko Driyono, 2 Ketua Umum PSSI Ini Sempat Bermasalah dengan Hukum

Jakarta Sejak mendeklarasikan diri sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air pada 19 April 1930, tercatat 17 figur bercokol sebagai Ketua Umum PSSI. Mulai dari Soeratin Sosrosoegondo hingga yang terkini Joko Driyono yang berstatus caretaker menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada saat kongres tahunan awal 2019 ini.

Sejak pertama kali berdiri PSSI sering mencuatkan banyak kontroversial. Mulai dari keberanian PSSI melakukan perlawanan ke penjajah Belanda dan Jepang, kasus-kasus yang melibatkan Timnas di pentas internasional, hingga kisruh internal organisasi yang tak berkesudahan sejak 2011 silam.

Sebagai organisasi yang memayungi sepak bola, olahraga paling populer di Indonesia, merupakan sesuatu hal yang wajar jika PSSI seringkali mendapat sorotan dari banyak pihak. Di sepanjang sejarahnya mencuat sejumlah figur kontroversial yang duduk di singgasana kepemimpinan PSSI.

Joko Driyono yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri bukan orang pertama yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya ada dua orang lainnya Ketua Umum PSSI yang juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka bahkan sempat merasakan derita ada di balik jeruji besi.

2 dari 3 halaman

La Nyalla Mattalitti

Selama lima tahun terakhir, nama La Nyalla Mahmud Mattalitti begitu nyaring terdengar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi figur sentral kasus dualisme federasi serta kompetisi dan kini pembekuan PSSI. Daftar sikap kontroversialnya banyak semenjak aktif sebagai pengurus teras di PSSI pada tahun 2011 silam.

Figur pria asal Makassar ini sebetulnya bukan orang baru di dunia sepak bola. Tercatat, ia adalah salah satu pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) yang saat ini lebih dikenal dengan Bonek YSS. Bersama enam tokoh suporter lainnya, La Nyalla membidani lahirnya kelompok suporter militan asal Surabaya ini pada 3 November 1994 lalu.

Setelah kelahiran YSS, nama La Nyalla seperti hilang ditelan bumi. Ini tak lepas dari kesibukannya mengurusi bisnis kontraktor yang ia geluti. Karena itu, ia memilih berada di belakang layar dan mempercayakan jalannya yayasan ke mendiang Wastomi Suheri.

Setelah tujuh tahun sejak berdirinya YSS, pada 2011 La Nyalla justru muncul lagi di dunia olahraga sebagai wakil ketua KONI Jatim era kepemimpinan Saifullah Yusuf. Dari sinilah cikal bakal La Nyalla menggeluti organisasi sepak bola.

Ada pun konflik Persebaya dengan PSSI era Nurdin Halid yang membuat La Nyalla terpanggil. Ia bersama pelaku sepak bola di Jawa Timur serta mayoritas klub di provinsi paling timur pulau Jawa itulah yang mendorong La Nyalla melakukan perlawanan terhadap PSSI kala itu. Ia mendirikan PSSI tandingan dengan basis di Surabaya.

Tampaknya, perlawanan yang dilakukan La Nyalla ini mengundang simpati klub-klub di Jawa Timur. Tak heran, di awal 2011 La Nyalla didorong maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Provinsi (sekarang Asosiasi Provinsi) PSSI Jatim. Ia pun terpilih sebagai Ketua Pengprov PSSI Jatim.


Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husin (kiri) berbincang dengan La Nyalla Mattalitti saat Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya, (18/4/2015). Kongres menetapkan La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Perlawanan yang ia lakukan semakin getol. Bersama mayoritas voters, La Nyalla pun terus berupaya melengserkan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid. Arus besar yang menghendaki pergantian Ketua Umum PSSI inilah yang kemudian membuat FIFA turun tangan dan membentuk Komite Normalisasi yang bertugas menggelar Kongres PSSI.

Melalui Kongres PSSI pada 9 Juli 2011 La Nyalla terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Namun, tak lama setelah ia menjabat sebagai anggota Exco PSSI bidang hukum, La Nyalla bersama ketiga anggota Exco lainnya, Toni Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan didepak oleh Komite Etik PSSI karena dianggap melanggar kode etik.

La Nyalla pun melawan, ia bersama Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol pada 18 Maret 2012. Di forum itu, La Nyalla terpilih sebagai ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada 2013, melalui perjanjian antara KPSI dan PSSI yang dimediasi oleh AFC, pria yang menjabat sebagai ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim kembali masuk ke PSSI. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla pun terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Setelah masa kepengurusan Djohar selesai, La Nyalla maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Ia pun terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Kongres PSSI pada 17 Maret 2015 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Namun, hanya saat setelah ia terpilih, Menpora Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif terhadap kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla. Kegaduhan pun terjadi, roda organisasi yang ia pimpin lumpuh akibat hukuman tersebut.

Selain oleh Kemenpora, status PSSI juga dibekukan sejak bulan Mei 2015 oleh FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menjatuhkan sanksi ke PSSI karena intervensi pemerintah (Kemenpora). Hal yang dinilai tabu oleh FIFA.

Selama setahun ia terpilih sebagai nakhoda PSSI, kepemimpinan La Nyalla tak berhenti digoyang prahara. Ditekan Kemenpora ia sama sekali tak takut. Hingga saat ini klub-klub anggota belum ada yang berani menggoyang kepengurusannya. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Suara-suara yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mencari pemimpin baru mulai bermunculan.

Gara-gara huru hara antara pemerintah dengan La Nyalla, FIFA sempat menjatuhkan vonis pembekuan keanggotaan selama setahun lebih. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menilai pemerintah Indonesia terlalu ikut campur dalam urusan sepak bola.

La Nyalla Mattalitti, tetap keras hati menolak mundur sekalipun jadi tersangka.  Ia minta publik menghormati proses pengadilan hingga memiliki kekuatan hukum tetap. Ia secara kontroversial menuding Menpora, Imam Nahrawi, menjadi dalang penetapan status tersangka di kasus uang hibah Kadin Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

Dalam persidangan pada 17 Desember 2016, La Nyalla diputus bebas. Walau divonis tak bersalah, kursi kekuasaannya di PSSI hilang.

3 dari 3 halaman

Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar, Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003. Ia dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik terali besi penjara.

Pada 16 Juli 2004, pria asal Makassar tersebut ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam  distribusi minyak goreng.

Pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Hanya saja putusan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007. MA memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Selanjutnya ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum.

Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional.

Nurdin Halid (Liputan6.com/Johan Tallo)

Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Agum Gumelar (Ketua KONI), dan juga FIFA bersuara kritis ke NH.

FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Namun, Nurdin tetap bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Kekuasaannya tidak goyah sekalipun ia mengendalikan organisasi dari penjara.

Kontroversi muncul saat ia merubah statuta PSSI, berkaitan dengan status ketua umum. Statuta yang sebelum berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (They…, must not have been previously found guilty of a criminal offense) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (have been previously).

 Arti harafiah dari pasal tersebut menjadi “harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal” (must not found guilty of a criminal offense). Para anggota PSSI menyetujui perubahan tersebut. Posisi Nurdin aman sebagai Ketua Umum PSSI.

Sepanjang masa kepemimpinanya sejumlah kasus mencuat. Mulai dari penghilangan status degradasi kompetisi kasta tertinggi, pelanggaran disiplin di pentas kompetisi, hingga kasus-kasus dugaan pengaturan skor.

Nurdin jadi public enemy pencinta sepak bola Indonesia, karena di saat bersamaan prestasi Timnas Indonesia di berbagai event internasional terpuruk. 

Desakan meminta Nurdin lengser dari PSSI seusai Piala AFF 2010. Pengusaha minyak, Arifin Panigoro, terlibat aktif menggoyang kepengurusan PSSI. Ia menggelontorkan dana besar untuk membiayai pelaksanaan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia.

Walau begitu pria kelahiran 17 November 1958 tetap percaya diri memimpin PSSI. Ia pun bersama Nirwan Dermawan Bakrie kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2011. Ia menjegal duet George Toisutta-Arifin Panigoro untuk ikut bersaing. Suporter dari berbagai penjuru Tanah Air turun ke jalan mendemo PSSI.

Untuk mengamankan jabatannya ia menggelar kongres di Kepulauan Riau. Sayangnya kongres berakhir ricuh. FIFA kemudian mengambil keputusan tegas melarang Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, ikut serta dalam pemilihan pemimpin di PSSI. Di sisi lain Menpora, Andi Mallarangeng, juga membekukan status kepengurusan PSSI.

Nurdin secara menyakitkan lengser dari PSSI digantikan oleh Djohar Arifin. Sang mantan manajer klub PSM Makassar dan Pelita Jaya tersebut mengaku trauma. Ia kini memilih tak mau lagi jadi pengurus bola untuk kemudian fokus di Partai Golkar.

Lopetegui: Saya Tak Mau Menjelek-jelekan Real Madrid

Liputan6.com, Madrid – Julen Lopetegui ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid beberapa saat setelah musim 2017/18 berakhir. Namun, kariernya bersama Los Blancos cuma seumur jagung.

Pada awalnya, Lopetegui masih punya kontak sebagai pelatih timnas Spanyol saat dia sepakat untuk jadi pelatih Real Madrid. Dia kemudian dipecat oleh pihak RFEF [Federasi Sepak Bola Spanyol].

Lopetegui menjalani awal karirnya dengan kekalahan dari Atletico Madrid di Piala Super Eropa. Setelah itu, Real Madrid sempat tampil bagus sebelum akhirnya menurun dan Lopetegui pun kehilangan jabatannya sebagai pelatih.

Tugas Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid memang tidak mudah. Sebab, dia menggantikan Zinedine Zidane yang telah memberikan tiga gelar Liga Champions beruntun. Madrid juga ditinggal oleh Cristiano Ronaldo.

Lopetegui mengeluh bahwa dia tidak mendapat waktu yang cukup untuk bisa mengubah situasi. Dia pecat pada bulan Oktober, ketika Real Madrid baru memainkan sepuluh pertandingan di ajang La Liga.

“Saya tidak punya waktu, itu adalah cara terbaik saya untuk menjelaskan situasi,” ucap Lopetegui kepada BBC.

“Kami punya awal yang bagus, tim bermain dengan baik tapi kemudian datang tiga pekan yang buruk. Anda bisa berharap punya waktu untuk menemukan solusi karena butuh keseimbangan selama satu musim,” sambungnya.

Hanya saja, waktu yang dia inginkan tidak dikehendaki oleh pihak Real Madrid. Lopetegui kehilangan jabatan setelah Madrid kalah dengan skor 5-1 dari Barcelona. “Kami sebenarnya yakin bahwa situasi ini akan berlalu,” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Tak Salahkan Real Madrid

Julen Lopetegui tidak sakit hati meski dipecat oleh Real Madrid. Lopetegui juga tidak ingin mengatakan hal buruk ihwal mantan klubnya itu. Mantan pelatih FC Porto juga masih punya rasa hormat dengan para pemain Madrid.

“Saya sangat menghormati pelatih baru [Santiago Solari] dan juga staf baru yang dia bawa. Begitu juga para pemain, saya mencintai mereka. Mereka punya sikap yang fantastis bersama saya.”

“Saya tidak akan pernah mengatakan hal yang jelek kepada Madrid. Melatih klub adalah pemain pengalaman yang fantastis, terlepas dari apa yang terjadi. Saya harap punya waktu lebih, tapi saya fokus melihat ke depan,” tutup Lopetegui.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 Hal Ini Dinilai Bisa Jadi Penghambat Jokowi di Debat Kedua Capres

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres jilid dua akan kembali digelar 17 Februari 2019 mendatang. Baik capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokow, dan nomor urut 02 Prabowo Subianto, sudah menyiapkan amunisi yang ada, khususnya untuk urusan energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Pegiat Lingkungan Hidup yang juga mantan komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, mengatakan sudah banyak yang dilakukan Pemerintahan Jokowi. Namun ada dua kasus, yang bisa mengganjalnya di debat capres nanti.

Menurutnya, yang pertama adalah kasus petani Kendeng, terkait operasional pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Di mana, para petani yang sudah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung terkait pembatalan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia sejak 2016 sampai sekarang masih menunggu janji.

Untuk kasus yang kedua, yaitu persoalan reklamasi Teluk Benoa, Bali. Yang sampai saat ini belum berkesudahan dan masih bergejolak.

Hal tersebut dipicu izin lokasi reklamasi yang awalnya dianggap sudah kadaluarsa pada 25 Agustus 2018 lalu, kemudian diterbitkan lagi izin lokasi baru 29 November 2018 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, kepada pengembang yang sama.

“Saya kira jika itu dipertanyakan, ini bisa menjadi masalah,” ucap Ridha dalam diskusi dengan tema Pengelolaan SDA sesuai konsitusi dan Pancasila di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Namun, dia menegaskan dan yakin, Jokowi akan mempunyai jawabannya di debat nanti.

2 dari 2 halaman

Punya Jawaban

“Tapi saya kira Pak Jokowi sudah mempunyai jawaban soal ini. Karena posisi Jokowi masih Presiden,” ungkapnya.

Dia menilai, sikap Jokowi sudah jelas soal Kendeng. Dimana agar dibuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di wilayah sana.

“Untuk itu Pak Jokowi meminta KLHS itu. Meskipun saya tak memonitor sejauh mana itu. Dan ini tetap mendengarkan aspirasi disana, dan pemerintah memberikan respon yang strategis,” jelasnya.



Saksikan video pilihan berikut ini:

Melihat Masa Muda Ani Yudhoyono, Ditemani Caktor hingga Menolak Asmara

Liputan6.com, Jakarta – Ani Yudhoyono yang lahir dari keluarga Sarwo Edhie Wibowo sudah terbiasa hidup dengan latar belakang TNI. Sebelum menikah dengan SBY, Ani juga pernah tinggal di Komplek RPKAD.

Kuatnya pengaruh gaya hidup sederhana dari kedua orangtua membuatnya tidak ada keinginan menjadi seperti anak gaul Jakarta. Dirinya hanya mendekam saja sebagai anak-anak RPKAD Cijantung yang bergaul hanya di sekitar kompleks. Fase masa mudanya sangat mempengaruhi pembentukan mental Ani keepan.

“Maka sesulit apa pun, berjuanglah untuk terus berada di bidang putih. Jika kita berdiri di atas titik yang benar, kita bisa membawa cahaya kepada semua warna. Yang putih tetap terang. Yang hitam terpanggil menuju terang. Dan yang abu-abu menjadi mantap memilih jati diri yang baik, yang memutihkan dirinya. Inilah kalimat Papi mengenai kepemimpinan yang kelak sangat berguna membentuk mentalku.”

Demikian kata Ani Yudhoyono dikutip dari buku Kepak Sayap Putri Prajurit, Karya Alberthiene Endah, Jumat (15/2/2019).

Peristiwa G30S PKI merupakan pembelajaran pertama bagi dirinya. Dalam situasi saat itu, Ani dan anak-anak kompleks RPKAD menjadi lebih dewasa. Sebab semua menyadari keluarga RPKAD sedang berada dalam situasi yang berbahaya karena isu yang beredar.

Sang ayah yang diberi tugas untuk menumpas PKI, kerap bepergian. Sekali pergi bisa berbulan-bulan demi mencari sisa-sisa pengikut PKI.

Hal itu sering membuat Ani Yudhoyono bertanya pada dirinya sendiri, “Apa ibu tidak gelisah ditinggal suami yang entah bagaimana nasibnya.” Tetapi ia tahu bahwa ibunya adalah sosok yang tangguh dan seorang istri tentara sejati.

Saat G30S PKI sudah mereda dan menuju era Orde baru, sang ayah membawa kabar mengejutkan. “Papi akan pindah ke Medan,” kata Ani. Saat itu situasinya ia akan melakukan ujian SMP.

Akhirnya dibuatlah keputusan agar sang ayah dan ibu berangkat terlebih dulu. Kemudian disusul anak-anak setelah urusan sekolah mereka beres.

2 dari 3 halaman

Tidur Ditemani Caktor

Tinggal di Medan berbeda dengan situasi saat di Cijantung. Rumah mereka terletak di pinggir jalan. Saat itu sedang populer kendaraan bernama caktor, alias becak motor. Kendaraan ini beroperasi tanpa kenal waktu dan mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Hal itu yang menyebabkan mereka sulit tidur di malam hari.

Seiring berjalannya waktu sang Ayah dipindah ke Irian Jaya menjadi Pangdam XVII Cendrawasih. Keluarga harus pindah kembali. Tapi situasi Irian Jaya saat itu masih belum memungkinkan. Terutama untuk pendidikan, khususnya bagi Wiwiek yang harus berkuliah. Akhirnya empat anak terbesar kembali tinggal di Cijantung.

Setelah kembalinya Ani dan saudara ke Cijantung, dirinya kembali melanjutkan sekolah di SMA Slamet Riyadi, Cijantung sebelum mendapatkan kembali sekolah negeri. Tahun 1968 Ani dan saudarinya mendaftar di SMA 24. Inilah masa SMA seorang Ani Yudhoyono.

Sekolah di SMA 24 berbeda dengan sekolah di Medan yang murid-muridnya sangat patuh. “Pada hari pertama aku masuk, ada pelajaran menggambar. Gurunya sering terkantuk-kantuk. Pada saat itulah aku menyaksikan ragam perilaku yang mencengangkan. Murid cowok asyik mengepulkan asap rokok dan yang cewek dengan santai menarik sesuatu dari kolong meja, mangkuk bakso! Astaga!” kata Ani Yudhoyono.

Mulai dari situ, Ani memahami karakter kawannya. Hari-hari awal bersekolah memang butuh adaptasi. Kemudian Ani semakin dekat dengan sejumlah siswa.

Teman-teman di SMAnya merasa kaget, “Anak jenderal kok sekolah di sini?”. Tapi Ani menjelaskan bahwa keluarganya memang hidup sederhana saja.

Masa SMA Ani sama seperti anak SMA pada umumnya. Diisi dengan belajar, olahraga, main, makan di kantin, bahkan diwarnai dengan perkelahian dan candaan masa remaja.

3 dari 3 halaman

Menolak Asmara

Walau rajin belajar, Ani tidak menutup diri dari pergaulan. Pergi ke pusat perbelanjaan, berenang, atau hanya berkumpul di rumah bersama kawan sering dilakukan.

Asmara remaja bukan hal yang asing bagi anak SMA. Laki-laki yang naksir Ani juga ada. Tapi Ani memang tidak berani menanggapi. Sebab Ani hanya tinggal bersama Saudarinya, tanpa orangtua. Ibunya sudah mewanti-wanti agar semua anak bisa menjaga sikap sebagai remaja putri.

Tanpa nasihat dari Ibu sebenarnya Ani juga enggan berpacaran. Selain itu, para pria di kompleks Cijantung juga menjaga perempuan di kompleksnya. Seakan tak rela jika wanita dikompleks tersebut dipacari oleh lelaki luar.

Itulah masa muda Ani sebelum akhirnya bertemu sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono.

Selepas SMA, Ani mengambil kuliah kedokteran. Hingga saat dirinya memasuki tahun ketiga kuliah, Ani bertemu SBY saat masih menjadi taruna. Hingga akhirnya saat SBY diwisuda menjadi AKABRI terbaik, orangtuanya bertemu Ayah dan ibu untuk melamar Ani. Kini usia pernikahan mereka telah menginjak 42 tahun.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Cerita Theti Numan Agau, Perempuan Penjaga Gambut dari Kalteng

Liputan6.com, Jakarta – Dari sekian banyak, peran serta perempuan di berbagai aspek kehidupan juga hadir dalam usaha melawan perubahan iklim. Satu di antaranya adalah Theti Numan Agau, perempuan Dayak yang tinggal di Desa Mantangi Hilir, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Provinsi ini jadi salah satu wilayah yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan yang parah sejak 2015 lalu. Beragam dampak timbul dari kondisi ini, mulai dari sulit bernapas, hingga terbatasnya gerak aktivitas sehari-hari.

Pembakaran lahan gambut tak jarang dilakukan petani dengan tujuan menyuburkan tanah. Melihat hal tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) mulai melakukan pendekatan ke beberapa tokoh petani dan beberapa dari mereka mulai sadar akan bahaya dari pembakaran lahan.

Kelompok petani turut dibentuk untuk mewadahi berbagai kegiatan. Edukasi juga dilakukan untuk pertanian yang ramah lingkungan dan Theti adalah salah satu petani yang ada dalam program inisiasi BRG. Sebelum bergabung, ia mengelola lahan kecil tempat menanam padi dengan memanen hingga 30 karung beras. Hasil tersebut diakui hanya cukup untuk makan saja selama setahun.

“BRG membuat Pelatihan Sekolah Lapang selama 10 hari. Di sana kami diajarkan metode pertanian ramah lingkungan untuk menyuburkan lahan. Kami tidak lagi membakar lahan dan diajarkan untuk membuat pupuk alami,” ungkap Theti melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.combaru-baru ini.

Lewat Sekolah Lapang yang dibangun Mini Demplot Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dikelola para kader. Mereka membentuk kelompok pengelola demplot.

“Dalam satu kelompok ada 10 petani. Tadinya jumlah ini terbagi rata, yaitu lima pria dan lima perempuan. Namun, usaha ini kurang mendapat sambutan dari petani pria. Saya mengubah komposisi kelompok menjadi 10 perempuan dan semua berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Theti dan kelompok menanam cabai, tomat, juga kacang panjang di lahan demplot. Ia mengatakan hasil yang diakui mengalami kenaikan.

“Hasilnya bisa dipakai untuk makan dan kelebihannya bisa dipakai untuk menabung. Kalau dulu hanya cukup untuk makan, sekarang kami bisa menjual hasil pertanian. Menjualnya pun tidak susah karena hasil pertanian ini lebih sehat. Kami memakai metode bertani yang ramah lingkungan. Sampai saat ini, kami telah panen sebanyak empat kali,” jelas Theti.

Sementara, BRG menyadari pentingnya peran perempuan dalam menjaga gambut. Hingga kini, telah ada 773 anggota kelompok perempuan yang didampingi BRG. Diharapkan, jumlahnya terus bertambah.

Tak hanya bertani, kelompok ini juga dibekali keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual pada produk kerajinan anyaman dari rumput atau tanaman tumbuh di lahan gambut. Mereka telah mampu membuat anyaman menjadi topi, tas, keranjang, dan lainnya.

“BRG menyadari pentingnya peran para perempuan dalam menjaga ekosistem gambut. Kami percaya bahwa jika perempuan diberdayakan, maka akan dapat mendorong perubahan besar dalam sikap dan perilaku melindungi,” kata Myrna A. Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG.

“Kita tidak dapat bicara tentang ketahanan pangan, tentang generasi emas jika soal pemenuhan nutrisi di tingkat keluarga diabaikan. Perempuan-perempuan kader sekolah lapang di lahan gambut menunjukkan bagaimana mereka berjuang untuk itu,” tambah Myrna.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Betah di AC Milan, Franck Kessie Menolak Dijual

Liputan6.com, Milan – Gelandang AC Milan Franck Kessie menegaskan dirinya akan tetap bertahan di klub rival sekota Inter Milan itu. Ia angkat bicara mengenai banyaknya isu yang mengatakan dirinya akan meninggalkan I Rossoneri.

Media Italia Correire Dello Sport mengatakan AC Milan sedang mempertimbangkan untuk menjual Kessie guna mendapat dana segar. Mereka butuh suntikan dana untuk mempermanenkan striker pinjaman dari Chelsea, Tiemoue Bakayoko.

Namun, Kessie menolaknya. Pemain asal Pantai Gading itu menunjukan sikap profesionalisme dengan menegaskan bahwa dirinya masih memiliki kontrak berdurasi lima tahun bersama Milan.

“Saya memiliki lima tahun tersisa pada kontrak saya, dan saya akan bertahan di sini,” ucap pemain 22 tahun tersebut seperti yang dikutip Sport Mediaset.

Sempat juga dikabarkan bahwa dua tim asal Inggris meminati jasa pemain 22 tahun tersebut. Dua tim asal London, Tottenham dan Chelsea menjadi yang terdepan untuk mendpatakan jasa pemain ini. Namun sang pemain menegaskan untuk bertahan di Milan.

Saat ini Kessie masih menjadi pemain penting dalam komposisi pelatih Gennaro Gatuso. Dia menjadi pemain top AC Milan untuk Musim ini. Ia telah mencatatkan 23 penampilan di Serie A dengan koleksi tiga gol.


2 dari 3 halaman

Lawan Atalanta

Jelang laga melawan Atalanta, Kessie mangaku senang melawan mantan timnya dulu. Ditambah pada pertandingan ini, kedua tim akan memperebutkan posisi empat. Tentu ini akan menjadi laga yang tidak mudah bagi kedua tim.

“Saya sangat senang kembali ke Bergamo. Namun, saya pergi kesana sebagai lawan, tapi masih terasa indah. Dengan suasana stadion dan penggemar fantatis mereka,” ujar pemain asal pantai gading tersebut.

3 dari 3 halaman

Berebut Posisi Keempat

AC Milan akan bertandang ke stadion Atleti Azzurri D’Italia pada lanjutan laga pekan ke-24 Serie A LIga Italia pada, Minggu (17/2). Kedua tim akan memperebutkan posisi empat klasemen sementara.

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Rapid Wina vs Inter Milan: Handanovic Semringah Jadi Kapten

Liputan6.com, Milan – Samir Handanovic baru saja ditahbiskan sebagai kapten baru Inter Milan. Dengan jabatan barunya, kiper berusia 34 tahun ini membantu Inter Milan menang tipis 1-0 atas tuan rumah Rapid Wien dalam lanjutan Liga Europa, Jumat (15/2/2019) dinihari WIB.

“Setiap pemain bangga menjadi kapten dari klub besar, tetapi kita sedang membicarakan Inter Milan, bukan personal,” kata Handanovic seperti dilansir Football Italia.

Seperti diketahui, Inter Milan baru saja mencopot jabatan kapten dari Mauro Icardi. Tidak jelas apa alasan di balik keputusan tersebut.

Namun publik menduga, ini ada kaitannya dengan Icardi yang belum juga memperpanjang kontrak. Di saat yang sama, striker asal Argentina ini terus dikaitkan dengan sejumlah klub besar lain seperti Real Madrid.

Inter Milan pun mengambil sikap dengan mencopot ban kapten dari lengan Icardi. Nerrazuri -julukan Inter Milan- akhirnya memilih Handanovic sebagai kapten baru.

2 dari 3 halaman

Hasil Bagus

Terkait pertandingan, Handanovic menilai hasil 1-0 yang dicetak lewat penalti Lautaro Martinez sudah bagus. Pasalnya, Rapid Wien juga memiliki kesempatan untuk membobol gawang Inter Milan.

Namun Inter beruntung memiliki Handanovic yang berhasil mematahkan beberapa peluang. “Untuk itulah saya di sini. Jelas, saya tak ingin membuat banyak penyelamatan, tetapi jika saya di butuhkan saya selalu ada,” kata Handanovic.

“Saya kira, menang 1-0 sudah merupakan hasil bagus, karena pertahanan dimulai dari penyerangan. Jadi setiap pemain berusaha. Sangat penting untuk tidak kebobolan lagi,” ujar Handanovic mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Kemenangan Kedua

Di sisi lain, kemenangan atas Rapid Wien merupakan yang kedua bagi Inter Milan dalam lima laga terakhir. Ya, performa pasukan Luciano Spalletti belakangan kurang bagus.

Inter Milan sempat kalah tiga kali beruntun sebelum menang 1-0 atas Parma pada pekan lalu. Tiga kekalahan itu terjadi masing-masing atas Torino (0-1), Lazio (adu penalti), Bologna (0-1).