Zidane: Siapa Sih yang Tak Ingin Melatih Mbappe?

MadridZinedine Zidane memuji kualitas Kylian Mbappe. Bagi Zidane, dia dan pelatih manapun di dunia ini akan senang bisa memiliki Mbappe dalam timnya.

Zidane baru saja kembali melatih Madrid setelah 10 bulan meninggalkan klub tersebut. Zidane ditunjuk lagi setelah Madrid hancur lebur sepanjang musim ini bersama Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

Dengan adanya Zidane, Madrid berharap mental pemain bisa kembali pulih di akhir musim ini. Hal itu tentu akan membantu persiapan Madrid di musim panas nanti untuk kembali menggebrak musim depan.

Madrid pun berencana akan merombak timnya dengan menyediakan dana besar bagi Zidane untuk belanja pemain bintang. Salah satu incaran El Real adalah Mbappe yang diproyeksikan menggantikan Cristiano Ronaldo di lini depan.

Semenjak Ronaldo pergi, Madrid kehilangan taring dan Karim Benzema serta Gareth Bale tidak mampu mengisi kekosongan itu sehingga tim kesulitan musim ini. Mbappe yang sudah mencetak lebih dari 50 gol di usianya yang baru 20 tahun tentu bakal jadi aset jangka panjang Madrid.

Dengan kekayaan klub saat ini, Zidane tentu takkan kesulitan untuk merekrut Mbappe melalui kedekatan sebagai sesama orang Prancis. Apalagi Zidane seperti halnya pelatih lain sangat ingin melatih pemain seperti Mbappe.

“Seperti pemain top lainnya, saya tentu ingin melatih (Mbappe),” ujar Zidane seperti dikutip ESPN.

“Tidak, saya sama sekali tidak (meminta Perez mendatangkan Mbappe). Ini bukan saat yang tepat membicarakan hal itu,” sambungnya.

Jadi tertarik beli Mbappe atau tidak, Zidane?

(mrp/cas)

Moeldoko soal Ancaman Habib Bahar ke Jokowi: Bagaimana Sih?

Pangkalpinang – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mengintervensi persoalan hukum siapa pun.

“Bahwa semua persoalan hukum itu ada yang menangani. Presiden sama sekali tidak pernah intervensi atas persoalan-persoalan hukum,” kata Moeldoko di Pangkalpinang sebagaimana dilansir Antara, Kamis (14/3/2019).

Penegasan ini disampaikan Moeldoko terkait pernyataan Habib Bahar bin Smith soal ketidakadilian hukum dari Jokowi. Menurut Moeldoko, Bahar bin Smith salah memahami tata penegakan hukum di Indonesia.

“Semua hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hukum tentunya. Jadi presiden dalam konteks ini sama sekali tidak intervensi, tidak ikut campur dan seterusnya atas proses hukum yang dijalani oleh saudara Smith,” tegas mantan panglima TNI itu.

Moeldoko menilai, penegakan hukum belakangan kerap disalahartikan dan dikaitkan dengan kepemimpinan Jokowi. Dia menyebut ada maksud dari fenomena tudingan itu yakni penggiringan opini masyarakat untuk kepentingan politik praktis.

“Ini bagaimana sih, ada anomali berpikir itu. Ini perlu diluruskan (di) negara ini, agar masyarakat tidak seenaknya mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi khususnya,” jelas Moeldoko.

Sebelumnya Bahar bin Smith usai menjalani sidang pada Rabu (14/3) melontarkan pernyataan yang ditujukan untuk Jokowi.

“Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar!” ucap Bahar.

Bahar sempat terdiam sejenak sambil berjalan dikawal aparat kepolisian. Mulutnya kembali berucap dan mengucapkan kalimat berupa ancaman kepada Jokowi.

“Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan,” ujar Bahar.

“Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya,” imbuh Bahar.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mourinho: Saya Sih Nggak Masalah Balik ke Madrid

DohaJose Mourinho bicara soal kemungkinan kembali melatih Real Madrid. Pria asal Portugal itu akan senang jika bisa kembali ke Madrid.

Mourinho pernah melatih Madrid pada 2010-2013. Ia mempersembahkan gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

Belakangan ini, Mourinho yang tengah menganggur usai dipecat Manchester United kembali dikaitkan dengan Madrid. Suporter Madrid di Santiago Bernabeu meneriakkan nama Mourinho usai timnya dikalahkan Barcelona akhir pekan kemarin.

Mourinho merasa tersanjung namanya kembali dikaitkan dengan Madrid. Mantan pelatih Inter Milan itu pun tak keberatan jika diminta kembali menangani Madrid.

“Salah satu perasaan terhebat dalam sepakbola bagi saya adalah ketika saya kembali ke Chelsea,” ujar Mourinhho kepada beIN Sports.

“Ketika fans meneriakkan nama Anda untuk kali kedua, itu menunjukkan kalau mereka mengapresiasi Anda. Itu benar-benar perasaan yang luar biasa.”

“Karena itu, saya tidak akan masalah sama sekali kalau kembali ke Real Madrid, klub yang struktur dan ambisinya masih sama.”

“Sangat bangga mengetahui kalau klub yang sudah pernah Anda tangani ingin Anda kembali. Saya suka Spanyol, tapi saya tidak memilih klub murni berdasarkan suasana negaranya.”

“Mereka adalah klub terbesar di dunia, mereka punya 13 gelar Liga Champions,” katanya.

Saksikan juga video ‘Mourinho Nganggur, Solari Khawatirkan Kursi Pelatih Madrid?’:

[Gambas:Video 20detik]

(nds/raw)

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Tak Percaya Mistis, Cinta Laura Ketagihan Syuting Film Horor

Liputan6.com, Jakarta – Cinta Laura membintangi film Mati Anak yang disutradarai Derby Romero. Ini pengalaman pertama Cinta bermain dalam film bergenre horor. Selama ini Cinta Laura sudah cukup sering wara-wiri membintangi film drama. Cinta Laura pun harus rela untuk mondar-mandir Amerika dan Indonesia selama menjalani proses syuting pada 2018 silam. Ia harus menjalani adegan terakhir pada Desember lalu, dan setelahnya kembali ke Amerika, mengingat kesibukannya yang cukup padat.

“Aku terakhir ke Indonesia Desember karena sampai Desember syuting Mati Anak ini. Premiere-nya akhir Maret, jadi baru dua bulan aku enggak di Indonesia,” ujar gadis berusia 25 tahun itu ketika ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Cinta Laura mengaku dirinya bukanlah tipe yang percaya pada hal-hal mistis. Namun bukan berarti syuting film horor jadi membosankan baginya. Malah sebaliknya, Ia mendapatkan sebuah tantangan baru di film ini.

“Sejujurnya aku kurang percaya sama yang mistik-mistik. Tapi ternyata asyik banget syuting horor. Yang aku suka dari film ini hantunya enggak kuntilanak saja, ada figur mistik yang jarang kita lihat di horor lain. Bisa dibilang ada anak kecil yang creepy. Bisa dibilang yang main di film ini anak-anak dan mereka enggak rese dan talented. Jadi aku merasa beruntung karena enggak mengurusi anak-anak yang rese. Mereka nice dan profesional,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Sifat Berbeda

Dalam film Mati Anak, Cinta mendapatkan peran sebagai gadis bernama Ina. Pelantun “Guardian Angel” ini menyebut tokoh yang diperankannya memiliki sifat yang jauh berbeda dari sosok aslinya di dunia nyata. Dan tentunya hal itu jadi sebuah tantangan tersendiri bagi Cinta.

3 dari 3 halaman

Kerja dengan Derby

“Mungkin waktu aku ngerjain film ini bisa dibilang karakter aku yang namanya Ina sedikit jadi challenge buat aku, karena aku aslinya kan orangnya sangat penuh opini, straight power dan sangat berani. Tapi karakter aku di film ini sedikit pemalu, sedikit naif dan juga apa ya, pokoknya innocent,” tuturnya.

“Jadi aku harus belajar benar pura-pura jadi orang yang naif dan enggak terlalu mengerti soal dunia ini. Mungkin karena Derby yang jadi sutradaranya jadi lebih gampang untuk dalami karakter aku, karena dia orangnya easy going banget and he is so pleasant to work with. Enggak susah sih, enggak susah saja,” ia menandaskan. (Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com)

Kenalkan! Eha Penjual Kopi Starling di Cilegon Nekat Jadi Caleg

Cilegon – Caleg DPRD Kota Cilegon dapil 1 Cibeber-Cilegon dari PPP, Eha Soleha (44) sehari-hari menjadi pedagang starling alias Starbuck Keliling alias kopi keliling. Namun, hal itu tidak mengurungkannya maju ke panggung demokrasi.

Eha tinggal di kontrakan petak sekitar 500 meter dari Pasar Induk Kranggot. Ia tinggal bersama kedua orang tua dan anaknya yang masih berumur kira-kira 12 tahun.

Tak ada kursi di ruangan. Televisi tabung seadanya disimpan di lantai. Di beberapa tempat, terlihat pakaian dan mukena bergelantungan.

Setiap hari, ia berjualan di pasar mulai pukul 01.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi. Dari kediamannya, ia bawa 3 termos dan keranjang berisi kopi saset.
Tengah malam jelang fajar adalah waktu paling efektif jualan kopi di pasar karena banyak pelanggan. Pekerjaan ini, sudah dilakukan hampir tiga tahun dengan penghasilan Rp 75 ribu perhari.

Pada pertengahan tahun lalu, Eha bercerita ada pelanggannya tiba-tiba menawarinya menjadi caleg di PPP. Pelanggan tukang sayur itu kebetulan pengurus PAC Kecamatan Cibeber yang sedang mencari sosok caleg perempuan. Meski sempat ragu, ia malah tertarik ikut.

“Saya ditawari teman, saya bilang nggak punya uang. Katanya udah nggak apa-apa, saya diminta beberapa kali, ditelponin, ya udah saya hormati (terima),” kata Eha saat ditemui detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Rencana pencalegan ini rupanya sempat ditentang oleh keluarga. Eha diminta mundur karena tak punya modal. Tapi terlanjur mendaftar dan lolos daftar calon tetap (DCT), ia memutuskan untuk terus maju.

“Yah mau gimana lagi, kalau orang tua mah ngedoain aja,” kata orang tua Eha menimpali.

Sejak resmi jadi caleg itulah Eha mengaku semangat melakukan kampanye di pasar. Waktu berjualan ia manfaatkan untuk memperkenalkan diri sebagai caleg dari PPP nomor urut 6. Respons pelanggan menurutnya rata-rata terkejut, bahkan ada yang tidak percaya.

“Walah caleg kopi. Eh ada uangnya nggak. Emangnya punya uang nyaleg,” kata Eha menirukan suara pelanggannya.

“Doain saya sih, kata saya. Terus saya jalan lagi” ujarnya.

Kampanye di pasar itu ia juga sering bagi-bagi stiker dan kartu nama. Ia mengaku dimodali partai untuk dua barang ini. Ia mengaku memang tidak punya modal selain dari jualan kopi keliling.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fokus City Bukan ke Liverpool, tapi Lawan Berikutnya

JakartaManchester City memilih tak mengarahkan pandangan ke Liverpool yang jadi rival utama dalam persaingan gelar Premier League. City fokus selangkah demi selangkah.

Tak seperti musim lalu di mana City dominan hingga menjuarai Premier League, kali ini mereka jadi tim pengejar. The Citizens sementara ada di belakang Liverpool yang memimpin.

City mengoleksi 68 poin dari 28 laga di posisi dua. Mereka satu poin dari Liverpool, yang begitu sulit ditaklukkan musim ini.

Liverpool sejauh ini baru menelan satu kekalahan, kendati sudah enam kali ditahan imbang. Sementara City menelan empat kekalahan dan dua kali berimbang.

Sementara keduanya bersaing ketat, tim-tim lain kesulitan mengikuti laju. Tottenham Hotspur di posisi tiga kini sudah tertinggal delapan poin dari City.

Dengan persaingan yang semakin mengerucut, City memilih tak fokus ke Liverpool sebagai rival terbesar. Winger City Raheem Sterling menyebut tim cuma melihat ke lawan di laga berikutnya, demi tiga poin yang berharga.

“Kami percaya diri dengan diri kami. Kami punya keyakinan dan karakter, serta etos kerja yang dibutuhkan,” ujarnya dikutip Sky Sports.

“Kami sepenuhnya fokus ke tugas dan bukan ke siapa rival kami dalam persaingan gelar, tapi siapa yang kami hadapi berikutnya. Itu sih yang penting,” imbuhnya.

(raw/rin)

Apa Masukan Rahasia Anies untuk Sandiaga?

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta masukan debat ketiga. Sayangnya, keduanya merahasiakan apa masukan soal sistem pendidikan yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu digelar Rabu (27/2) kemarin. Adalah Sandiaga yang membocorkan pertemuannya dengan Anies itu. Sandiaga mengaku meminta banyak masukan dari pakar pendidikan, yakni Anies, Sri Edi Swasono dan Meutia Hatta.

Seperti diketahui, tema debat ketiga adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya. Sandiaga merasa, Anies berkompeten untuk memberi gagasan soal pendidikan sebelum unjuk gigi di panggung debat.

“Pak Anies menyampaikan pokok-pokok pikirannya karena waktu kita di DKI sama-sama berjuang, beliau juga (mantan) menteri pendidikan, hal yang paling utama yang ingin kita perbaiki adalah sistem pendidikan dan sektor pendidikan yang ada di DKI. Ini yang sudah mulai pelan-pelan diperbaiki di DKI, alhamdulillah mulai dari pendidikan anak usia dini sampai ke mahasiswa, kita punya terobosan di DKI,” kata Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Sandiaga mengakui sistem pendidikan yang pernah digagas di Ibu Kota tak bisa disamakan dengan pola pendidikan dalam skala nasional. Untuk itu, dia perlu masukan kebijakan program pendidikan yang bisa mencakupi seluruh wilayah Indonesia.

“Tapi di DKI tidak bisa disamakan dengan daerah yang lain karena DKI relatif kecil tempatnya masyarakat lebih terdidik dan terekspose, ya namanya juga ibu kota. Tapi bagaimana program-program di DKI ini bisa digunakan sebagai batu pijakan kita untuk mendesain secara nasional yang lebih baik lagi,” lanjut Sandiaga.

Saat dikonfirmasi mengenai pertemuan itu, Anies enggan memberi bocoran secara garis besar masukan apa saja yang sudah diberikan ke Sandiaga. Anies hanya mengatakan, sarannya untuk Sandiaga terkait kebijakan pendidikan.

“Mengobrol saja, ya pendidikanlah, dia mau debat, dia tanya soal kebijakan-kebijakan pendidikan, apa yang perlu menjadi perhatian,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Anies tak merinci saran apa yang disampaikan untuk mematangkan penampilan Sandiaga di panggung debat berhadapan dengan rivanya Ma’ruf Amin. Menurutnya, isi perbincangan dengan Sandiaga yang minta saran soal debat tak perlu dibocorkan.

“Masa diomongin di sini, bagaimana itu,” kata Anies.

Lantas, apa sih masukan rahasia Anies untuk Sandiaga?
(idn/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menteri Rini Kumpulkan 154 BUMN, untuk Apa?

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar rapat koordinasi (rakor) BUMN di Jakarta Convention Centre (JCC). Rapat koordinasi ini dihadiri 154 BUMN.

Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, tujuan rakor BUMN untuk mengevaluasi performa BUMN selama 4 tahun. Seluruh BUMN juga membahas sinergi yang perlu dilakukan ke depan.

“Kompetisi lebih berat, sinergi harus lebih ditingkatkan. Holding juga harus jalan, supaya efisiensi keuangan dan operasional bisa berjalan baik,” ujar dia di JCC, Kamis (28/2/2019).

Dia menjelaskan, para BUMN harus dapat mendukung pembangunan dalam negeri melalui infrastruktur. Itu salah satunya seperti perwujudan holding BUMN yang kini dibentuk Kementerian BUMN.

“Saya juga menekankan, kenapa sih, kita melakukan ini? BUMN harus bisa mendorong pembangunan infrastruktur di jalan dan bandara atau pelabuhan dan telekomunikasi dan listrik yang sampai 99 persen, karena kita menyiapkan yang lebih baik. Ini bisa tercapai kalau semua infrastruktur tersiapkan. Tidak akan jalan kalau listrik enggak siap, jalan enggak siap,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembentukan holding BUMN di berbagai sektor harus lebih efektif dari sisi operasional maupun keuangan.

“Ada perbaikan stasiun kereta api, pertambahan bandara, penambahan landing strip sehingga seperti bandara 2015 150 juta penumpang sekarang 232 juta. Jadi kenaikannya besar, pelabuhanya juga bagus. Dulu dwelling time 8 hari, sekarang 3 hari. Masih harus diperbaiki, tapi saya tekankan untuk terus kerja dan lebih baik lagi,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Menteri Rini: Gaji Karyawan BUMN Telat, Saya Ganti Direksinya

Menteri BUMN Rini Soemarno mengumpulkan seluruh Direksi dan Komisaris BUMN di Jakarta Convention Centre (JCC) dalam agenda Rapat Koordinasi BUMN 2019 pada Kamis (28/2/2019).

Dalam acara ini, ada beberapa pesan yang disampaikan Rini kepada para pimpinan BUMN. Satu hal yang Rini tegaskan soal kesejahteraan karyawan BUMN.

“Saya hanya tekankan sebagai pemimpin bukan hanya untuk bagaimana mencetak keuntungan tapi juga harus punya empati. Tidak hanya masyarakat luar tapi paling utama karyawan di dalam,” tegas Rini di JCC, Kamis pekan ini.

Bahkan Rini mengancam kepada para direksi BUMN untuk jangan pernah ada karyawan BUMN yang gajinya terlambat.

“Saya tidak mau dengar ada laporan pegawai BUMN yang gajinya bayarnya mundur. Awas, kalau sampai ada itu, Direksinya langsung saya ganti,” tegas Rini.

Dalam rakor ini, Rini juga mengungkapkan beberapa prestasi yang dicapai oleh BUMN. Salah satunya prestasi PT Pertamina (Persero) yang berhasil menjalankan program BBM Satu Harga.

Program ini dinilai sukses mengingat sejumlah penduduk di daerah terpencil kini bisa mendapatkan harga BBM yang sama dengan harga BBM di Pulau Jawa.

“Ini adalah komitmen BUMN bahwa tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, tapi kita juga punya tanggung jawab dalam mensejahterakan masyarakat juga,” Rini mengatakan.