Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

8 Pikiran Negatif yang Harus Anda Singkirkan

Liputan6.com, Jakarta Pikiran negatif yang terlintas jika dibiarkan mengendap bisa menghalangi Anda untuk bahagia. Bahkan, pikiran negatif bisa menjadi salah satu faktor munculnya penyakit jantung.

Tak jarang, kita sering tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah pikiran negatif. Berikut, paling tidak delapan pikiran negatif yang sebaiknya dihempaskan jauh-jauh seperti dilansir Huffington Post, Jumat (22/2/2019):

1. “Nanti aja deh dikerjainnya”

Seringkali Anda lebih mementingkan hiburan dibanding melakukan kewajiban yang harus dilakukan. Namun, menunda sesuatu malah bisa mengakibatkan stres lho.

Lucas D. Saiter, seorang psikoterapis di New York, mengatakan bahwa untuk melakukan suatu kewajiban, Anda harus memotivasi diri Anda agar segera menyelesaikan pekerjaan tersebut. 

2. “Hidupnya lebih menyenangkan daripada hidupku”

“Apa yang kamu lihat hanyalah kulit luar dari apa yang mungkin terjadi di dalam. Dengan kata lain, orang-orang mengeluarkan apa yang mereka ingin orang lain lihat,” ujar psikolog Ree Langham.

Jadi, tak perlu membanding-bandingkan kehidupan Anda dengan orang lain terus menerus. Anda memiliki kebahagiaan sendiri, begitu pun dengannya.

3. “Saya akan senang apabila…”

Menentukan target akan menikah di umur 30 atau akan turun berat badan dalam 5 bulan itu sangat dianjurkan. Namun tidak baik jika menganggap bahwa Anda akan lebih bahagia saat itu terjadi daripada hidup yang sekarang.

Nicole Issa, psikolog dari New York merekomendasikan untuk mengubah pola pikir seperti ini. Lebih baik, ingatkan diri Anda bahwa saat ini pun bahagia. 


Saksikan juga video menarik berikut

2 dari 3 halaman

4. “Hal semacam ini selalu terjadi pada saya”

Toni Coleman, seorang psikoterapis di McLean, Virginia mengatakan jenis pemikiran seperti ini harus dibuang karena melukiskan bahwa Anda sebagai korban dari perlakuan/keadaan tidak adil. Hal ini hanya memperkuat sikap negatif tentang bagaimana dunia memperlakukan Anda. 

5. “Saya berharap saya seperti dia”

Sudah menjadi sifat manusia untuk peduli pada penampilan fisik. Meski Anda sudah cantik dan sempurna, pikiran Anda tetap tidak puas dan menginginkan yang lebih lagi. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, adalah untuk belajar mencintai diri sendiri.

Seorang terapis di California, Abby Thompson, menyarankan juga untuk mengakui kepada diri sendiri dan mulai mengubah pola pikir.

3 dari 3 halaman

6. “Saya benar-benar bodoh”

Karen Donzaldson, pakar komunikasi dan bahasa tubuh di Toronto mengungkapkan bahwa pikiran mencela diri sendiri dapat menghancurkan harga diri dan percaya diri Anda. Donaldson menyarankan untuk mencoba mengganti pemikiran tersebut dengan sesuatu yang mendukung.

7. “Saya akan mencoba”

Melissa Wolak, seorang pelatih pola pikir holistik dan transformatif di Boulder, Colorado menyatakan jika Anda menggunakan kata “coba”, itu artinya Anda memberi celah/menerima untuk gagal, jika tidak berhasil. Wolak menyarankan untuk mengganti kata “coba” dengan “Saya akan melakukannya”, “Saya akan melakukan yang terbaik” atau “Saya bisa melakukannya”.

8. “Saya takut gagal”

Suatu hal dapat dilakukan jika Anda memilih untuk belajar melakukannya. Seperti seorang bayi dalam belajar berjalan, pasti ada jatuhnya. Sumayya Essack, seorang pelatih pola pikir dan kehidupan di Boston menyarankan untuk mengatakan, “Saya akan mencari tahu langkah selanjutnya dan melakukannya” kepada diri sendiri.



Penulis: Dara Elizabeth

Sebut Tukang Bohong Calon Ahli Neraka, Ma’ruf: Terkait Maraknya Hoax

Makassar – Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin menyebut seorang yang tukang bohong ialah calon penghuni neraka. Lantas siapa yang disindir oleh Ma’ruf Amin?

“Itu dikaitkan dengan maraknya hoax ini kan sikap orang-orang yang ingin memperjuangkan pahamnya, keinginannya tanpa dia itu, apa namanya itu, menggunakan cara-cara yang benar, cara yang demokratis, konstitusional, cara yang santun yang tidak menimbulkan kegaduhan,” kata Ma’ruf Amin di sela-sela kunjungannya di Makassar, Sulsel, Rabu (20/2/2109).

Tanpa menyebut secara jelas siapa pihak yang dimaksud pembohong itu, Ma’ruf Amin lantas mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan berita-berita hoaks yang marak beredar di masyarakat.
“Nah karena itu perlu dicegah hoax-hoax ini dengan adanya gerakan antihoax dan menurut agama kebohongan itu membawa kepada perbuatan menyimpang,” kata dia.

“Dan perbuatan menyimpang itu membawa orang masuk neraka, berarti kebohongan itu adalah menyeret orang masuk neraka. Karena itu jangan ada menggunakan hoax sebab orang yang membuat hoax itu calon ahli neraka,” sambungnya.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin menyebut para pembohong adalah calon ahli neraka. “Kebohongan membawa ke neraka dan tukang bohong calon ahli neraka,” kata Ma’ruf Amin dalam sambutannya di acara Dialog Kebangsaan di Makassar.

Ma’ruf juga menyebut bahwa salah satu sifat yang tercela adalah menyebarkan hoax dan fitnah ke masyarakat. Bahkan, meski seseorang memiliki niat yang baik tetapi jalan yang ditempuh salah maka hal itu juga tidak boleh.

“Tidak boleh dengan cara berbohong. Tidak boleh,” tegas dia.

Dikatakannya, penyebaran hoax dan fitnah akan berefek pada rusaknya watak masyarakat. Padahal saat ini, kata dia, pemerintah terus berupaya membangun karakter bangsa dengan baik dan hal itu tertuang dalam program Presiden Jokowi, yaitu revolusi mental.

“Kita berjuang dengan santun dan jujur dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar dia.
(fiq/gbr)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kutip Hadist, Ma’ruf Ingatkan Ganjaran Bagi Para Penebar Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan menyebar atau membuat hoaks akan sangat berbahaya bila telah menjadi sebuah kebiasaan. Menurut Ma’ruf, hal itu akan sangat berdampak buruk bagi masa depan bangsa bila telah menjadi budaya. 

“Hoaks ini dan fitnah ini, kalau sudah jadi watak bangsa ini bahaya sekali. Mengembalikannya tidak mudah,” ucap Ma’ruf Amin saat menghadiri acara dialog nasional keagamaan dan kebangsaan,  di Makassar,  Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019).

Dia mengingatkan hoaks atau kebohongan itu akan melahirkan sebuah tindakan yang membahayakan. Ma’ruf pun mengutip sebuah hadist yang menyebut ganjaran berat bagi para pelaku penyebar atau pembuat hoaks. 

“Ada hadist berkata, hati-hati kamu jangan berbohong. Karena berbohong itu akan membawa kepada penyelewengan. Dan penyelewengan itu akan membawa kepada neraka. Jadi, bohong itu adalah merupakan calon ahli neraka,” ucap cawapres nomor urut 01 itu. 

 

2 dari 2 halaman

Dijauhi Hoaks

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, mengingatkan agar seluruh umat dijauhi dari perbuatan tercela. Termasuk menjauhi dari hoaks.

“Kita harus membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Salah satu sifat tercela ini, hoaks ini. Kan sudah jelas itu. Bohong membawa kita ke neraka, tukang bohong calon ahli neraka,” tukasnya.

Dia juga berpesan dengan menjauhi hoaks itu maka membuat bangsa menjadi lebih baik. Jangan sampai dibiarkan.

“Kalau dibiarkan itu, membangun bangsa rusak yang tidak berkarakter,” pungkasnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Brasil Tolak Dubes RI Usai Warganya Dihukum Mati 3 Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta – Undangan nota diplomatik dilayangkan Departemen Luar Negeri Brasil kepada Toto Riyanto, 19 Februari 2015 lalu. Dalam surat itu, Toto diminta mengikuti acara penyerahan surat kepercayaan (credential letter) yang dibawa dari Jakarta bersama 15 dubes dari negara lain.

Dalam Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, mencatat, acara penyerahan surat kepercayaan berlangsung pada Jumat 20 Februari 2015 di istana Presiden Brasil, pukul 09.00 waktu setempat. Ajang ini menjadi momen istimewa bagi Toto lantaran secara resmi diangkat sebagai dubes RI untuk Brasil.

Tepat hari H-nya, semua perencanaan sudah dilakukan. Toto didatangi protokal Istana untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan saat acara.

“Pukul 08.15 pagi (waktu setempat), protokol Kepresidenan Brasil datang menjemput dengan membawa kendaraan dari pemerintah Brasil. Yaitu mobil yang dilengkapi bendera Indonesia dan bendera Brasil untuk mengantar ke istana Presiden Brasil,” ucap Toto seperti dikutip setkab.go.id.

Sesuai petunjuk dari protokol, Toto masuk ke Istana melewati jajar kehormatan. Kemudian, di sana ia dibriefing tentang pelaksanaan (penyerahan surat kepercayaan) nanti.

Menurut rencana semula, yang akan diberikan credential letter adalah Toto Riyanto selaku Dubes RI untuk Brasil. Tetapi saat momen itu berlangsung, Toto tiba-tiba dipanggil Menlu Brasil dan dibawa ke dalam suatu ruangan.

“Menlu Brasil mengatakan bahwa penyerahan surat kepercayaan itu ditunda,” ungkap Toto.

Dubes RI untuk Brasil itu langsung menanyakan alasan di balik penolakan sementara surat kepercayaan yang akan diberikannya itu. Namun tidak ada keterangan yang jelas dari Pemerintah Brasil melalui menlunya.

“Dia hanya menyampaikan bahwa penyerahan credential saya ditunda, dan saya tidak tahu sampai kapan penundaan itu berlangsung,” papar Toto.

Namun, Toto menyakini penolakan itu berkaitan dengan dengan rencana hukuman mati warga Brasil yang kedua. Walaupun demikian, Toto mengingatkan, yang menjadi persoalan adalah pada saat itu, ia datang bukan atas nama pribadi, melainkan membawa surat kepercayaan atas nama Presiden RI dan seluruh rakyat Indonesia.

“Itulah sebabnya saya merasa bahwa (tindakan pemerintah Brasil) itu sebagai sesuatu yang tidak wajar dilakukan suatu negara,” terang Toto.

Atas perlakuan tidak wajar yag diterimanya itu, Toto Riyanto langsung melaporkannya ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu), lalu diputuskan dengan cepat oleh Kemlu bahwa ia harus kembali ke Jakarta untuk melakukan konsultasi.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Tata Krama

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sangat menyesalkan tindakan Pemerintah Brasil yang menunda secara mendadak penyerahan surat kepercayaan kepada Toto. Cara itu dinilai suatu tindakan yang tidak dapat diterima Indonesia.

Bahkan Presiden Jokowi menilai, tindakan Presiden Brasil Dilma Rousseff sebagai sikap tak lazim dilakukan kepala negara. Tindakan itu dianggap sebagai sifat yang jauh dari tata krama.

“Ya kalau hal-hal seperti itu menurut saya sebuah tata krama yang tidak lazim,” kata Presiden Jokowi di Banten, Senin 23 Februari 2015.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku Presiden Joko Widodo langsung meneleponnya selama satu jam setelah Presiden Rousseff menolak surat kepercayaan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto. Saat itu juga, menurut Kalla, Presiden Jokowi langsung minta Dubes Toto ditarik kembali.

“Saya langsung berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri (Retno Lestari P. Marsudi) untuk langsung menarik Dubes. Kejadian itu Jumat, 20 Februari 2015, jam 09.00 waktu Brasil atau jam 21.00 WIB. Pada jam 22.00 WIB, kami sudah putuskan tarik,” kata JK di kantornya, Senin, 23 Februari 2015.

Menurut JK, hubungan RI dengan Brasil menjadi dingin. Indonesia juga mempertimbangkan penundaan pembelian alat utama sistem pertahanan dari Brasil.

Kejadian ini muncul di tengah rencana Indonesia mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba. Marco Archer Cardoso Moreira, warga Brasil, dihukum mati pada 17 Januari 2015 setelah permohonan grasinya ditolak Presiden Jokowi.

3 dari 3 halaman

Protes Hukuman Mati

Presiden Brasil Dilma Rousseff mengaitkan sikapnya itu dengan keputusan Pemerintah RI yang mengeksekusi terpidana mati narkoba, termasuk seorang warga Brasil di Indonesia, Marco Archer.

Dia mengaku kaget dan menilai hukuman itu kejam. Rousseff bahkan menarik dubesnya pulang untuk konsultasi.

“Hubungan antara kedua negara akan terpengaruh,” kata presiden Rousseff seperti diberitakan BBC.

Rousseff mengatakan dia telah mengajukan permohonan pengampunan (grasi) pada Jumat, tetapi ditolak Presiden Joko Widodo.

Kepada Jokowi, dia mengungkapkan, pihaknya menghormati kedaulatan dan sistem hukum di Indonesia. Namun sebagai seorang ibu dan kepala negara dia mengajukan permohonan itu dengan alasan kemanusiaan.

Brasil mengatakan Jokowi memahami kepedulian presiden Brasil tetapi dia tidak dapat mengubah hukuman karena seluruh proses hukum telah dijalani.

Sesuai hukum di Indonesia, proses pelaksanaan hukuman mati adalah sah. Sikap tegas Jokowi dan langkah cepat Kejaksaan melakukan eksekusi dianggap sudah tepat.

Namun begitu, Rousseff berharap pemerintah Indonesia dapat mengubah peraturan tersebut. Ini agar hubungannya dengan Indonesia tetap baik.

Rousseff menjelaskan, yang dilakukannya adalah sedikit memperlambat penerimaan surat kepercayaan. “Tidak lebih dari itu,” tegasnya.

Pada Minggu 18 Januari 2015, Indonesia telah menghukuman mati terhadap 6 terpidana kasus narkoba. Mereka adalah Namaona Denis (48) WN Malawi, Marco Archer Cardoso Moreira (52), WN Brasil.

Selain itu, Daniel Enemuo (38) WN Nigeria, Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (62), WNI, Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam), dan Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), WNI.

Selanjutnya eksekusi hukuman mati selanjutnya dilangsungkan pada Selasa 28 April 2015 atau Rabu 29 April 2015 dini hari. Ada sembilan terpidana mati kasus narkoba, termasuk warga negara Brasil, Rodrigo Gularte, yang berhadapan dengan juru tembak.

Setelah sempat panas dingin, hubungan Indonesia dan Brasil akhirnya hangat kembali. Dalam seremoni pada 5 November 2015 Rabu siang waktu setempat di Ibu Kota Brasilia, Dubes Toto lancar menyerahkan surat tugas itu bersama 21 dubes negara lain.

Kementerian Luar Negeri lega karena Brasil akhirnya bersedia menormalisasi hubungan dengan RI.

“Ini merupakan langkah positif untuk membangun hubungan bilateral yang baik,” kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Potong Cakar Singa, Kebun Binatang Ini Tuai Kecaman

Liputan6.com, Jakarta Sebuah kebun binatang di Gaza, Palestina, baru-baru ini tuai kecaman. Hal lantaran adanya sebuah video yang memperlihatkan staf kebun binatang tersebut memotong cakar dari seekor singa betina yang masih berumur 14 bulan.

Seorang dokter hewan bernama Fayyaz al-Haddad dilaporkan ke pihak berwajib karena memotong cakar anak singa. Dalam video yang beredar sang singa betina muda itu tampak ditenangkan dan juga dibaringkan di atas meja operasi.

Sang dokter hewan tersebut pun menjahit luka pada telapak kaki singa betina tersebut. Luka tersebut diakibatkan karena cakar pada singa dipotong dengan pemotong kawat dan juga gunting.

Namun beberapa hari setelah sang dokter melakukan perawatan pada luka tersebut, ia justru memotong cakar singa lebih dalam lagi. Hal ini dilakukan agar para pengunjung dapat bermain dengan sang singa yang ada di Kebun Binatang Rafah.

Dilansir Liputan6.com dari Worldofbuzz, Senin (18/2/2019), pemilik kebun binatang, Mohammed Jumaa, menjelaskan mengapa para bayi singa dipotong cakarnya.

“Saya mencoba mengurangi agresi singa betina, sehingga dapat bersahabat dengan pengunjung.” Kata Jumaa yang dikutip dari worldofbuzz.

Sementara itu, dokter hewan yang melakukan prosedur operasi pun mengatakan bahwa ia ingin membawa senyum dan juga kebahagiaan kepada anak-anak. Selain itu ia pun ingin meningkatkan jumlah pengunjung ke kebun binatang tersebut. Menurutnya sang singa betina tidak kehilangan sifat bawaannya hanya karena dipotong cakarnya.

2 dari 2 halaman

Tuai kecaman dari beberapa lembaga

Menurut American Society for Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), mengatakan bahwa mengamputasi tulang tulang akhir pada seekor kucing termasuk kuku dan cakar dapat mencegah cakar tumbuh kembali. Namun sang dokter yang melakukan operasi tersebut, membantah hal itu. Ia mengklaim bahwa kuku cakar bisa tumbuh kembali dalam 6 bulan.

Cakar kucing sendiri adalah bagian yang vital karena cakar adalah salah satu senjata mereka untuk pertahanan diri. Ras kucing menggunakan cakar untuk menangkap mangsa dan juga menyelesaikan perselisihan atau melarikan diri dari hewan lain atau ancaman.

Sebagian dari kelompok kucing besar juga sering memberi tanda wilayah kekuasan dengan cakar yang di goreskan pada pohon.

Sekelompok relawan hewan yang bernama Four Paws juga menyatakan bahwa menghilangkan cakar pada kucing besar seperti singa sangat menyakitkan bagi hewan liar. Banyak dari para relawan yang menganggap bahwa tindakan yang diambil oleh kebun binatang tersebut sangat tak manusiawi.

Karena prosedur yang dilakukan oleh kebun binatang sendiri sama seperti mengamputasi jari manusia. Para relawan berharap singa tersebut dapat dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Selain itu mereka juga berharap tak a a lagi perlakuan buruk terhadap binatang di kebun binatang.

8 Tipe Anak Kos, Kamu yang Mana?

Liputan6.com, Jakarta – Apakah kamu salah satu dari sekian banyak anak kos? Bagaimana menurutmu hidup menjadi anak kos? Apakah menyenangkan?

Tentu saja, tinggal bersama orangtua sepertinya jauh lebih menyenangkan ketimbang tinggal sendiri dan menjadi anak kos. Sebab, hidupmu kini diatur oleh dirimu sendiri. Kamu harus jadi lebih mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri sendiri.

Berbicara tentang anak kos, ada satu fakta unik yaitu tentang tipe anak kos zaman sekarang. Tipe anak kos ini sangat beranekaragam. Ada yang baik, ramah, jahat, sinis, kaya, sederhana, malas, dan rajin.

Dalam menjalin hubungan pertemanan sesama anak kos, sudah pasti kamu akan menemukan tipe di atas. Namun, ada tipe anak kos yang sudah pasti kamu temukan di mana pun berada.

Lalu, kamu tipe yang mana? Berikut tipe-tipe anak kos, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Anak Kos yang Malas

Sifat malas memang seolah hinggap di semua orang. Terasa sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Ketika jadi anak kos, pasti ada saja anak yang malas. Meskipun pembagian jadwal bersih kos-kosan sudah ada, namun dia tetap tidak mau membantu karena kemalasannya.

Bahkan ada juga yang malas untuk membersihkan peralatan makannya sendiri. Wah, kalau sudah begini, memang sudah keterlaluan. Tak heran bila kamarnya berantakan dan banyak barang-barang kotor.

2 dari 8 halaman

2. Anak Kos yang Tidak Suka Kotor

Tipe yang satu ini merupakan kebalikan dari tipe di atas. Tipe lumayan sering dijumpai, khususnya untuk anak kos wanita.

Namun jangan salah, ada kok pria yang tidak suka dengan yang kotor-kotor. Anak kos dengan tipe ini patut diacungi jempol.

Sebab, semua peralatan di kamarnya pasti tertata rapi sesuai dengan tempatnya. Ketika ia melihat lantai kamarnya kotor, sudah pasti ia langsung membersihkannya.

3 dari 8 halaman

3. Tipe yang Suka Ngatur

Tipe ini juga sangat sering dijumpai. Baik pria maupun wanita, keduanya sama saja. Sifat mengatur ini timbul karena mungkin dirinya dianggap sebagai tangan kanan pemilik kos. Sehingga, ia bertingkah sesuka hati dan suka mengatur teman kosnya yang lain. Sifat ini tentu saja tidak baik.

Mengapa? Kamu bisa bayangkan dong bagaimana rasanya diatur untuk ini dan itu. Pasti akan terasa menyebalkan, bukan?

Tapi jika itu untuk kebaikan bersama, seperti agar kebersihan tempat kos terjaga, lalu kerukunan antar penghuni kos terjamin, maka sah-sah saja dan itu merupakan hal positif.

4 dari 8 halaman

4. Tipe yang Pendiam

Karakter manusia ada dua, yaitu introvert dan extrovert. Keduanya sangat berbanding terbalik. Dimana introvert sangatlah pendiam, sedangkan extrovert sangat aktif.

Sifat pendiam ini juga banyak ditemui. Ada saja anak kos yang sulit bergabung dengan anak kos yang lainnya. Satu rumah saja sulit sekali sapa-menyapa, bagaimana kalau di lingkungan kampus, ya?

5 dari 8 halaman

5. Anak Kos yang Kocak

Memiliki teman kos yang kocak alias lucu tentu saja sangat menyenangkan. Sebab, kehadiran orang tersebut dapat mencairkan suasana.

Lingkungan di rumah kos juga akan terasa aman, tenteram, dan damai karena kehadiran dirinya. Tipe anak kos yang satu ini sangatlah disenangi oleh banyak orang.

Maka tak heran jika anak kos tipe ini memiliki teman yang banyak. Sayangnya, terkadang keramaiannya membuat suasana bising dan menyebalkan jika kita sedang ini ketenangan.

6 dari 8 halaman

6. Tipe Pemarah

Sama seperti tipe yang suka mengatur, tipe pemarah ini juga sangat menyebalkan. Tipe ini pastinya sangat tidak disukai oleh teman-temannya.

Bagaimana tidak, tipe ini tidak bisa diajak bercanda. Apa saja yang dilakukan dibawa serius, hingga akhirnya membuat dirinya cepat marah. Padahal tujuan utamanya untuk bercanda, tiba-tiba jadi menegangkan karena sifat pemarahnya.

7 dari 8 halaman

7. Anak Kos yang Dijadikan Teman Curhat

Setiap manusia membutuhkan teman untuk saling berbagi cerita. Dalam menjalani kehidupan sebagai anak kos, tipe ini juga sering ditemukan. Entah bagaimana caranya, kamu pasti akan menemukan seseorang yang pas denganmu.

Teman yang dapat mendengarkan segala keluh-kesahmu setiap hari. Tipe yang seperti ini haruslah penyabar, lembut, bijaksana, dan mau menjadi pendengar yang baik.

8 dari 8 halaman

8. Tipe yang Pelitnya Kebangetan

Hidup menjadi anak kos memang menuntutmu harus mampu mengatur keuangan dengan baik. Namun, bukan berarti harus menonjolkan sifat pelit.

Ada saja anak kos yang sangat sulit untuk meminjamkan uang kepada temannya. Parahnya, ia juga sangat pelit terhadap dirinya sendiri. Benar-benar kebangetan, ya?

Jadilah Diri Sendiri yang Tidak Merugikan Orang Lain

Itulah tipe anak kos yang pasti sering ditemui di mana pun berada. Dari delapan tipe di atas, manakah yang termasuk sifatmu? Silahkan jawab sendiri dalam hati. Namun dari semua itu, yang terpenting adalah menjadi diri sendiri dan merugikan orang lain.

BPN Samakan Tol Jokowi dengan Pembunuh Bayaran, Inas Sasar Prabowo

Jakarta – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menyamakan jalan tol yang dibangun di era Presiden Joko Widodo dengan pembunuh bayaran. Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, lantas menyasar Prabowo.

“Anggota salah satu BPN ini mengatakan bahwa jalan tol pembunuh bayaran, padahal jalan tol adalah benda mati, mana mungkin menjadi pembunuh bayaran? Ini adalah logical fallacy atau sesat logika yang sering juga dipertontonkan oleh Prabowo Subianto dan rupanya menular kepada tim suksesnya,” kata Inas kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Inas menuding Prabowo kerap berpikir sesat dalam menyampaikan argumen. Sifat Prabowo itu, katanya, menular kepada Dian Fatwa selaku salah satu tim sukses.

“Kebiasaan Prabowo Subianto di dalam berargumen dengan logika yang sesat, diturunkan kepada full kepada Dian Fatwa, di mana argumen untuk mendukung pernyataan mereka berdua sama, yakni selalu didasarkan pada kepercayaan dan keyakinan sesuka hatinya Prabowo/Dian sendiri sehingga pernyataannya menjadi lebih sering subjektif yang cenderung hoax,” tuding Inas.

Politikus Partai Hanura itu meminta Dian memberikan data soal penyebab kecelakaan di jalan tol yang dibangun Jokowi. Dia ragu Dian bisa memenuhi tantangannya.

“Coba tanya kepada Dian Fatwa, apakah dia memiliki data, fakta dan analisa penyebab kecelakaan di jalan tol? Saya yakin Dian Fatwa tidak mampu menghadirkan data, fakta dan analisa tersebut, dan hal ini juga yang sering dipertontonkan oleh Prabowo subianto yakni tidak punya data, fakta dan miskin analisa,” sebut Inas.

Sebelumnya diberitakan, Dian Fatwa menyebut tol yang dibangun oleh pemerintahan Jokowi sebagai tol pembunuh bayaran. Pernyataan itu disampaikan Dian saat membahas pembangunan infrastruktur yang tepat guna. Menurutnya ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati. Kalau ini mengabaikan keselamatan manusia dari jalan tol itu saja, saya lupa jalan tol mana karena baru 4 bulan di Indonesia, ada 65 kecelakaan yang terjadi di tol yang dibangun oleh Presiden Jokowi,” ungkap Dian dalam diskusi ‘Perspektif Indonesia’ di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).


(gbr/ibh) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>