Jelang Debat, BNPT Beri Jokowi Masukan Soal Penanganan Terorisme

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan telah memberikan masukan kepada Joko Widodo atau Jokowi soal penanganan terorisme untuk materi debat capres cawapres perdana pada Kamis (17/1/2019).

“Kita sudah beri masukan apa yang kita kerjakan selama ini,” kata Suhardi di sela-sela Rapat Kerja dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja BNPT seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, salah satu masukan yang diberikan adalah upaya penanggulangan terorisme melalui soft approach atau pendekatan secara halus. Metode pendekatan ini, kata Suhardi, diapresiasi dunia internasional.

“Bahkan kita menjadi role model, Indonesia menjadi role model pasca Presiden Jokowi menjadi pembicara di Riyadh di Arab Islamic American Summit tahun 2017. Penanganan terorisme tidak hanya pendekatan tunggal, yakni hard approach, tapi juga soft power approach,” terang dia.

Pendekatan secara halus ini, kata Suhardi, meliputi deradikalisasi dan sosialisasi melalui pendidikan. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan dengan BNPT semata, melainkan harus merangkul kementerian dan lembaga terkait.

“Kita mengidentifikasi hulu masalah, jangan bermain di hilir terus. Apa yang menyebabkan terorisme itu yang kita garap, kita sinergikan dengan kementerian dan badan terkait,” ucap Suhardi.

Suhardi meyakini, Jokowi mampu menguasai sejumlah materi tentang penanggulangan terorisme yang selama ini telah dilakukan pemerintah.

“Memang kami yang siapkan, tapi betul-betul speech beliau kebijakan yang sudah dikembangkan selama ini program deradikalisasi, termasuk kontranya,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Sinergitas Tangkal Terorisme

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemanan Wiranto membenarkan pentingnya sinergitas antara lembaga terkait dalam menanggulangi terorisme. Dengan ditekannya peredaran terorisme di masyarakat dapat berpengaruh dengan kemanan dan sistem politik negara.

“Kita sekarang harus mempertahankan stabilitas politik dan keamanan. Karena ada korelasinya keamanan nggak beres, maka politik nggak beres,” kata Wiranto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Glass, Misteri dan Ketegangan di Sebuah Film Superhero

Liputan6.com, Jakarta – Pernah menonton film Unbreakable (2000) atau Split (2016)? Tahun ini, deretan karakter dari dua film tersebut dipertemukan oleh sang sutradara, M. Night Shyamalan dalam film terbarunya, Glass.

Glass kembali menghadirkan nuansa misteri dan ketegangan layaknya Unbreakable dan Split. Tema superhero yang disuguhkan dalam Unbreakable, dibawa kembali dalam film ini melalui narasi dari karakter Mr. Glass.

Menyusul dua film tersebut, Glass melengkapi trilogi bertema Eastrail 177 Trilogy karya M. Night Shyamalan. Selain karakter, alur ceritanya pun menjadi pengembangan dari Unbreakable dan Split.

Alur cerita dalam Glass terjadi bertahun-tahun setelah Unbreakable, dan beberapa waktu usai Split. Dikisahkan, tiga karakter utamanya, David Dunn (Bruce Willis), Kevin Wendell Crumb (James McAvoy), dan Elijah Price alias Mr. Glass (Samuel L. Jackson), ditangkap lalu dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Ketiganya dihadapkan pada Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson) yang berusaha meyakinkan bahwa kekuatan mereka hanyalah ilusi dari keterbelakangan mental masing-masing. Namun, beberapa dari mereka memiliki rencana untuk kabur dari rumah sakit sambil membuktikan kepada dunia bahwa kekuatan superhero itu ada.

2 dari 4 halaman

Masuk Akal

Menyaksikan Glass secara keseluruhan, M. Night Shyamalan nampaknya mulai unjuk kebolehan dalam membangun sebuah waralaba superhero versinya. Hasilnya pun patut diacungi jempol.

Alur cerita yang ditampilkan hampir 20 tahun lalu dalam Unbreakable, terasa masuk akal ketika dimasukkan untuk film Glass. Pengembangan karakter utama Split yang memiliki banyak kepribadian, termasuk si monster mengerikan, dimainkan lagi secara apik oleh James McAvoy.

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah dilibatkannya aktor Spencer Treat Clark sebagai Joseph Dunn, putra dari David Dunn. Dalam Unbreakable, sang aktor kala itu masih anak-anak.

Kembalinya aktris Charlayne Woodard sebagai ibu dari Elijah serta Anya Taylor-Joy sebagai Casey Cooke juga semakin membuat kisah film ini dramatis.

Urusan misteri dan plot twist (kejutan cerita), M. Night Shyamalan lagi-lagi memasukkan unsur-unsur tersebut secara apik dan rapi. Bila kita menonton dua film sebelumnya, maka beberapa kejutan akan mencengangkan kita. Akhir ceritanya pun sukar ditebak, membuat film ini layak diberi tepuk tangan.

3 dari 4 halaman

Bukan Film Marvel atau DC

Dari segala kelebihan tersebut, Glass masih memiliki beberapa hal yang dirasa kurang memuaskan. Salah satunya adalah adegan perkelahian antar manusia super.

Glass memang bukan film Marvel atau DC yang sarat dengan pertempuran dan pertarungan mega dahsyat. Film ini bisa dianggap memiliki adegan perkelahian yang membumi sampai-sampai terlalu masuk akal.

Sayangnya, beberapa adegan laga selalu digambarkan secara lambat dalam waktu singkat.

Pada intinya, Glass bukanlah film superhero yang sarat dengan bumbu laga. Film ini lebih menekankan pada kondisi psikologis orang-orang yang memiliki kekuatan super.

4 dari 4 halaman

Kekecewaan

Banyaknya dialog yang menginterupsi momen perkelahian, dirasa bakal menimbulkan kekecewaan bagi para pecinta adegan laga yang menonton film ini.

Motif beberapa karakter untuk mencapai tujuannya ini bisa dianggap masuk akal. Meskipun, cara M. Night Shyamalan dalam menyibak misteri yang dihadirkan terkesan agak memaksakan. Misalnya saja dengan memasukkan cerita buku komik ke dalam salah satu motifnya.

Glass bisa menjadi satu hiburan menarik bagi para pecinta film berjenis ketegangan. Film ini juga menjadi penutup yang pas bagi Unbreakable dan Split.

Namun seperti yang sudah disampaikan, ini bukanlah film superhero yang sarat adegan laga. Jadi, siapkan ruang di dalam otak sebelum menontonnya agar bisa menerka-nerka berbagai misteri dalam film ini.

Asa Terakhir untuk OSO

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan tetap tidak meloloskan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dalam pencalonan anggota legislatif DPD. Namun KPU memberikan waktu untuk OSO hingga 22 Januari 2019 untuk mundur dari pengurus parpol jika ingin lolos caleg DPD.

KPU menegaskan, OSO tidak diloloskan sebagai calon legislatif DPD karena menghormati konstitusi.

“Kita juga masih menghormati putusan konstitusi. Karena buat kami konstitusi di beberapa koran kemarin kata Pak Wahyu (Komisioner KPU), konstitusi adalah perjalanan kita menjalani tahapan pemilu,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra, di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

KPU tak memasukkan nama OSO ke Daftar Calon Tetap (DCT) karena, berdasarkan putusan MK, calon anggota DPD tidak boleh mengurus partai politik. Beda lagi dengan putusan Bawaslu yang meminta KPU memasukkan nama OSO ke DCT dan, jika terpilih, OSO harus mengundurkan diri.

Namun KPU berpegang teguh pada ketentuan MK. KPU juga sudah mengirimkan surat tanggapan terhadap putusan Bawaslu ke Bawaslu dan pihak OSO.

“Surat ke Bawaslu. Ya kita menjawab surat tanggapan ke Bawaslu,” kata Ilham.

Bawaslu sempat menyatakan ada akibat hukum yang ditimbulkan jika tak menjalankan putusan, salah satunya tak ada lagi calon anggota DPD karena SK penetapan DCT sudah dibatalkan putusan PTUN. Namun KPU menyiapkan antisipasi.

“Kita kan akan siapkan, nggak begitu keadaannya. Kita akan siapkan. Bahwa SK DCT-nya sudah disiapkan, artinya sudah kita putuskan. Artinya, orang-orang yang jadi calon-calon yang dipilih oleh partai. Itu kan sudah acc surat suaranya. Nggak masalah,” kata Ilham.

Protes karena OSO tidak dimasukkan ke DCT, massa pendukung OSO menggeruduk kantor KPU pada Rabu (16/1) siang kemarin. Mereka meminta KPU menetapkan nama OSO dimasukkan ke Daftar Calon Tetap anggota DPD.

“Kami menuntut KPU agar menetapkan OSO. Hari ini kami tunjukkan semangat muda kami kami genangi KPU dengan lautan manusia. Sudah kami katakan berulang kali, bila kata-kata kami tidak diindahkan, pemerintah dalam hal ini KPU, maka di depan jalanan akan kami genangi lautan manusia. Gedung ini akan kami runtuhkan,” kata sang orator di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

Massa sempat terlibat saling dorong dengan anggota kepolisian yang menjaga kantor KPU. Massa bergerak saat orator memberi komando.

OSO pun terus berjuang agar dapat diloloskan menjadi calon legislatif DPD RI. Pengacara OSO, Dodi Abdul Kadir, menyiapkan langkah hukum selanjutnya.

Dodi mengungkapkan, dalam pertemuan antara KPU, PTUN, dan pihak OSO, PTUN menanyakan KPU soal pelaksanaan dari putusan PTUN yang meminta KPU memasukkan OSO ke DCT calon anggota legislatif.

“Tadi (saat pertemuan) secara gamblang KPU mengatakan belum menjalankan putusan PTUN, maka berdasarkan Pasal 116, PTUN akan membuat surat perintah kepada KPU untuk melaksanakan putusan PTUN, yang di dalamnya ada perintah kepada KPU untuk memuat Oesman Sapta sebagai calon anggota DPD pada Pemilu 2019,” kata Dodi saat dihubungi, Rabu (16/1).

Menurut Dodi, karena KPU belum menjalani putusan tersebut, PTUN akan mengirim surat yang meminta KPU mengeksekusi putusan yang meminta agar OSO dimasukkan ke DCT caleg DPD. Namun, jika surat sudah diterima dan KPU belum memasukkan OSO ke DCT caleg, tim hukum akan menempuh jalur hukum berikutnya.

“Apabila KPU tetap tak melaksanakan putusan PTUN dan putusan Bawaslu, maka tentunya kami akan melakukan tindakan hukum. Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan Pasal 116 UU Tata Usaha Negara dan tentunya kami juga akan mempertimbangkan tindakan hukum lainnya, berupa baik tindakan hukum pidana dan perdata. Termasuk melaporkan KPU ke DKPP” kata Dodi.

Dodi menambahkan, jika KPU belum menjalankan putusan PTUN, pihak pengadilan bisa memerintahkan DPR hingga presiden agar KPU menjalankan putusan itu.

“Kalau juga KPU tak melaksanakan putusan pengadilan, maka pengadilan akan memerintahkan atasan KPU untuk memerintahkan KPU melaksanakan putusan pengadilan. Dalam hal ini kan atasannya itu kan DPR dan presiden,” ujar Dodi.

Menurut Dodi, alasan KPU berpegang teguh pada putusan Mahkamah Konstitusi dalam pencalonan DPD mengada-ada. Sebab, menurutnya, subjek dan objek hukum putusan MK dengan putusan PTUN berbeda.

“Perlu juga diketahui alasan yang dilakukan KPU bahwa ada putusan MK, itu adalah alasan yang mengada-ada. Putusan MK adalah subjek hukum dan objek hukum yang berbeda. Subjek hukumnya adalah pemerintah dan DPR, sedangkan objek hukumnya adalah undang-undang. Sedangkan putusan PTUN adalah objek hukumnya putusan tata usaha negara, sedangkan subjek hukumnya adalah pejabat tata usaha negara. Jadi beda putusan tata usaha dan UU,” jelasnya.

OSO masih memiliki kesempatan jika ingin lolos sebagai calon anggota legislatif. Namun syaratnya OSO harus mundur dari pengurus partai politik hingga batas waktu 22 Januari 2019.

“Kita memberikan kesempatan kepada Pak OSO untuk menyerahkan surat pengunduran diri sampai dengan tanggal 22 Januari,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Bawaslu sendiri sudah meminta KPU segera menjalankan perintah putusan mengenai pencalonan OSO, yang memutuskan agar meloloskan OSO sebagai calon anggota DPD.

“Kami menyampaikan bahwa sampai sore hari ini kami Bawaslu belum mendengar apa sikap dari KPU sampai hari ini. Karena kami belum menerima surat pemberitahuan secara resmi atas putusan Bawaslu tersebut,” kata Ketua Bawaslu Abhan di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

(nvl/mae) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Kubu Jokowi dan Prabowo Siapkan Amunisi, Debat Capres Bakal Panas?

Liputan6.com, Jakarta – Panggung ‘perang’ debat capres cawapres sudah berdiri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Simulasi pun sudah dilakukan pasangan capres dan cawapres.

Dua kubu peserta Pilpres 2019 juga sibuk mempersiapkan amunisi untuk menciptakan kejutan-kejutan pada Kamis 17 Januari 2019 malam sejak beberapa hari lalu. Mulai dari rapat antara tim sukses dengan para calon, meminta wejangan politikus senior, hingga berlatih retorika, sudah dilakukan.

Semua demi meraih hati pemilih pemula dan swing voters di pemilu nanti. 

Pembina Klub English Debate Society Universitas Indonesia, Anna Amalyah Agus mengatakan, debat capres cawapres menjadi penting untuk mengubah persepsi publik.

“Debat menjadi penting mengingat saat ini publik sudah mengalami “framing” dari media massa/media sosial (baik petahana maupun penantang) yang belum menggali kontenstan secara menyeluruh,” ujar Anna, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Terlebih, Dosen Fakultas Ekonomi UI ini mengatakan, debat dapat menggali pribadi seseorang secara mendalam. Baik dari sisi intelektualitas maupun kepribadian.

“Aktivitas debat dapat menggali seseorang secara mendalam dari sisi intelektualitas (kemampuan menganalisis, kemampuan berpikir cepat dan kemampuan mempresentasikan ide secara menarik) maupun dari sisi kepribadian (kesantunan pilihan kata, mengikuti ketentuan/peraturan yang berlaku dan pengelolaan emosi),” kata Anna.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Sri Budi Eko Wardani menilai, debat menjadi penting untuk membuat kampanye menjadi lebih dialogis. Debat capres cawapres menjadi ajang penyediaan informasi bagi warga agar bisa memilih dengan lebih rasional.

“Rasional dengan tanda kutip ya, tidak hanya didorong semata-mata karena emosional. Walau ada juga sedikit-sedikit, setidaknya bisa lebih kritis dalam menentukan pilihannya. Lebih tahu dengan risiko-risikonya ketika memilih pasangan A atau B,” ujar Sri Budi kepada Liputan6.com.

Sementara, baik kubu Jokowi-Maruf Amin maupun penantangnya, Prabowo-Sandiaga menyatakan siap tempur dengan amunisi penuh.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan nomor satu ingin membuat debat bukan sekedar retorika. Jokowi-Ma’ruf juga akan memanfaatkan debat capres cawapres ini sebagai sarana untuk menampilkan karakter dasar mereka.

“Langkah-langkah persiapan sudah dilaksanakan dengan baik. Dan debat bukan sekedar retorika, debat itu justru mencerminkan kemurnian jiwa dari pemimpin itu dan karakter dasar dari pemimpin itu,” ucap Hasto di Posko Cemara, Rabu 16 Januari 2019.

Mereka juga sudah mengunci peluru debat capres cawapres untuk menyerang kubu lawan. Salah satunya, peluru yang berasal dari pidato kebangsaan Prabowo.

Kubu Prabowo-Sandiaga Uno pun sama. “Siap lahir batin, aman. Beliau dua hari ini, kemarin dan hari ini mematangkan di Hambalang bersama tim yang dipimpin Sudirman Said sebagai direktur konten dan debat, juga Pak Ferry Mursyidan Baldan, dan karena besok temanya hukum, korupsi, HAM, terorisme, juga dibantu sama Direktorat Hukum BPN Sufmi Dasco,” kata Juru Bicara BPN, Andre Rosiade, kepada Liputan6.com.

Ahli hukum tata negara dan pengamat politik Refli Harun memprediksi debat kali ini tidak akan sepanas yang dibayangkan masyarakat. Meski ada hal-hal yang akan menarik perhatian.

“Saya kira begini, tidaklah sefrontal itu. Tetap saja ada titik-titik yang barangkali akan cukup menarik terutama tentu yang kita nantikan serangan kubu Prabwo terhadap Jokowi karena kan biasa namanya penentang menyerang incumbent,” kata Refli saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 16 Januari 2019.

Namun, akankah pertanyaan yang disiapkan baik oleh panelis maupun dua kubu, setajam yang dijanjikan?

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, sekecil apapun kejutan di debat capres cawapres, ada kemungkinan dapat menimbulkan antusiasme masyarakat. Terutama untuk swing voters.

“Sekecil apapun debat capres-cawapres menarik dan tak menutup kemungkinan akan menimbulkan simpati dam antusiasme masyarakat. Apalagi untuk swing voters yang posisinya wait and see. Presentasi secara utuh paslon dengan menunjukkan mimik, gestur, gerakan tubuh, pernyataan-pernyataan dan atau argumen-argumennya akan dilihat dan diamati secara seksama,” ujar Siti Zuhro kepada Liputan6.com, Rabu 16 Januari 2019.

Oleh karena itu, kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditanyakan pada debat capres cawapres malam ini. Terutama isu penegakan hukum dan HAM.

Menurut dia, dua isu ini sangat krusial bagi Indonesia. Dia sendiri menyoroti dua hal di kedua isu tersebut.

Pertama, hukum yang dianggap masih runcing ke bawah dan tumpul ke atas. “Harus dibenahi serius Lemahnya hukum membuat penegakan keadilan sulit diwujudkan. Bahkan perlakuan tebang pilih acapkali terjadi karena kentalnya praktik politik hukum yang ada,” tutur Siti Zuhro.

Sementara, pada isu HAM, dia menyoroti kasus persekusi dan penganiayaan. Terlebih, lanjut dia, kasus HAM sering disepelekan.

“Masalah HAM acapkali disepelekan sehingga tak sedikit, baik individu maupun komunitas dan masyarakat merasa dirugikan oleh tak tegaknya HAM di Indonesia. Masalah persekusi dan penganiayaan merupakan pengabaian terhadap HAM,” Siti Zuhro menjelaskan.


Saksikan video terkait debat capres dan cawapres ini:

2 dari 3 halaman

Ubah Format Agar Hadirkan Lebih Banyak Kejutan

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Sri Budi Eko Wardani pesimistis, debat capres cawapres efektif untuk merebut hati swing voters. Ketika, sambung dia, format debat masih seperti saat ini.

Menurut dia, debat itu seharusnya lebih menyasar ke segmen-segmen masyarakat. Misalnya, untuk buruh, pedagang, atau perempuan. 

“Dalam lima kali debat yang diselenggarakan, tidak ada debat yang bentuknya lebih menyasar buruh misalkan atau segmen perempuan. Pertanyaan-pertanyaan juga sudah ditentukan, ada kisi-kisi. Jadinya cuma formalitas dan show saja yang dibumbui dengan infografis-infografis, meme, dan polling yang sifatnya entertain dari media,” ujar Sri Budi kepada Liputan6.com.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar debat capres cawapres selanjutnya digelar di tempat yang lebih merakyat dan tidak terfokus di Jakarta. KPU juga harus mengundang kelompok-kelompok masyarakat yang bukan bayaran atau berasal dari pendukung dua kubu, seperti asosiasi pedagang pasar.

Debat juga akan efektif ketika moderator atau panelis menyuguhkan pertanyaan dengan contoh kasus nyata sehingga lebih spesifik.

“Misalkan soal HAM, terkait isu minoritas dan mayoritas. Bagaimana cara mengatasi agar kasus seperti pemotongan salib pada makam di Yogyakarta tidak terulang? Jangan bertanya bagaimana penegakan hukum terkait HAM nantinya. Pertanyaan harus menjurus, lebih spesifik,” kata Sri Budi.

Menurut dia, memungkinkan bagi KPU untuk mengubah format untuk debat selanjutnya. Terlebih, sambung dia, tidak ada aturan yang menyebut secara spesifik bentuk debat.

“Jadi debat bakal lebih hidup, ada solusi, dan lebih banyak kejutan. Jika tidak, jadinya cuma packaging saja yang diperhatikan, cara bicaranya, cara berpakaian, cara berbicara dan bumbu-bumbunya, bahasa tubuh. Jadinya show saja substansinya yang lebih banyak karena debat ini formatnya seperti ini,” ucap Sri Budi.

3 dari 3 halaman

Mengintip Peluru Kedua Kubu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan ada empat isu yang diangkat pada debat capres cawapres perdana, Kamis (17/1/2019). Keempat tema itu yakni hukum, HAM, terorisme, dan korupsi. Tema ini diputuskan berdasarkan hasil finalisasi rapat internal.

Nah, kedua kubu telah menyusun sejumlah pertanyaan yang akan diajukan ke lawan pada debat malam ini. Berikut ini amunisi yang disiapkan kedua kubu dalam catatan Liputan6.com:

1. Isu HAM

Koordinator tim debat pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya telah menyiapkan senjata terkait isu HAM. 

Karding menyebut, kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan terhadap pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bakal dibawa Jokowi-Ma’ruf Amin dalam debat.

Selama ini, nama Prabowo kerap diseret dalam dugaan penculikan aktivis saat menjadi Danjen Kopassus.

“Yang pertama soal kasus pelanggaran HAM dan penghilangan orang yang diduga dilakukan Pak Prabowo,” ujar Karding melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Sementara, kasus penyelesaian HAM masa lalu, dipandang bisa menjadi senjata oleh Prabowo-Sandiaga. Menurut juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil, ini merupakan bahan materi debat yang akan disampaikan.

“Bagaimana menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Kemudian kasus-kasus terkait orang hilang,” kata Nasir saat dihubungi Merdeka.

Menurut dia, sampai sekarang sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung dari Komnas HAM, di mana belum ditindaklanjuti. Ini yang menjadi konsen pihak Prabowo-Sandiaga.

“Sekarang kan sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung diberikan kepada komnas HAM. Tapi kan belum ditindak lanjuti,” kata Nasir.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan salah satu referensi Prabowo-Sandi menyelesaikan HAM kedepan yaitu lewat pengadilan HAM Ad Hoc.

“Ya kita lihat nanti apakah kemudian ada pengadilan pengadilan Ad hoc HAM soal ini,” ucapnya.

2. Penegakan Hukum

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menawarkan lima program penegakan hukum kepada masyarakat apabila kembali dipercaya memimpin Indonesia pada periode 2019-2024.

“Dalam misi kami tawarkan adalah penegakan sistem hukum bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya,” kata Direktur Hukum TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irvan Pulungan seperti dilansir Antara, Minggu, 13 Januari 2019.

Program pertama, kata dia, adalah melanjutkan penataan regulasi. Menurut Irvan regulasi soal penegakan hukum masih tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah.

Irvan kemudian melanjutkan program yang kedua adalah melanjutkan reformasi sistem penegakan hukum.

“Itu perlu proses waktu dan kebersamaan serta itikad baik agar penegakan hukum efektif,” ujarnya.

Program ketiga, sambung dia, adalah meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ade mengatakan, Jokowi selama memimpin pemerintahan tidak pernah melindungi apabila ada menterinya yang terjerat kasus korupsi. Sehingga mempersilahkan diproses secara hukum.

“Program keempat penghormatan dan pemenuhan HAM karena ini menjadi sorotan nasional dan internasional. Namun ini tidak bisa dilihat kasus per kasus atau di saat pemerintahan saat ini saja karena ada kaitannya dengan yang lalu,” katanya.

Program kelima menurut Ade, akan digalakkan budaya sadar hukum. Salah satu contohnya adalah telah melakukan tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan perbaikan regulasi.

“Kami tawarkan lima program itu kepada pemilih agar fokus menciptakan penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya,” ujarnya.

Dia mengakui selama empat tahun pemerintahan Jokowi, masih banyak masalah hukum yang belum terselesaikan. Sehingga menjadi salah satu prioritas untuk diselesaikan ketika Jokowi terpilih kembali.

“Komitmen itu dituangkan dalam Nawacita Jilid II sehingga diharapkan penegakan hukum bisa berjalan lebih efektif,” ucap Irvan.

Untuk masalah hukum, Politikus PKS Nasir Djamil menyebut pihaknya, akan lebih menekankan dalam soal transparansi dan akuntabilitas para penegak hukum. Ini menjadi fokus pihaknya.

Menurut dia, penegakan hukum yang adil juga ditentukan dari sikap pemimpin negara. Pasalnya, jika penguasanya tegas, maka hukum akan adil.

“Kalau penguasa punya sikap yang tegas, ya insyaallah (hukum akan adil),” tegasnya.

Juga soal kasus dugaan penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Sandiaga Uno pun mengungkapkan peluang mengangkat kasus tersebut, terbuka lebar. Karena menurutnya, ini berkaitan dengan masalah korupsi yang sudah akut.

“Ada kemungkinan (bahas kasus Novel Baswedan) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut ada di stadium 4 kalau kanker, kalau penyakit sudah sangat kronis,” kata Sandiaga di Jakarta.

Dia menuturkan, dengan mengangkat kasus-kasus yang sedang berjalan, justru akan lebih mudah. Karena akan langsung bersinggungan dengan rakyat.

“Secara kontekstual pasti akan lebih mudah untuk mengangkat topik-topik atau kasus-kasus yang sedang berjalan dan dirasakan oleh masyarakat. Mana yang sudah adil, mana yang belum dirasakan keadilannya nah ini yang menjadi tugas kita bersama-sama tim menyiapkan,” ucap Sandiaga.

3. Korupsi

Koordinator tim debat pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, akan mengangkat soal kasus yang sempat menyeret nama sang cawapres Sandiaga Uno. Nama bekas Wagub DKI Jakarta itu pernah disebutkan sebagai pemilik PT Duta Graha Indah (DGI) oleh mantan Bendum Partai Demokrat Nazaruddin.

“Kedua tentu, kita melihat bahwa KPK telah bekerja menggunakan kewenangannya untuk mengusut kejahatan atau korupsi korporasi. Saya kira salah satu yang mesti menjadi pertanyaan publik selama ini adalah kasus yang menimpa PT DGI di mana semua orang tahu komisarisnya adalah pasangan paslon 02,” kata Karding, tim debat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

KPK masih mengusut kasus kejahatan korupsi korporasi PT DGI. KPK menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Proyek tersebut diduga memakan kerugian negara hingga Rp 25 miliar. Diduga ada enam proyek yang terlibat.

Perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terdakwa korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.

Karding menilai momentum debat itu menjadi tempat Prabowo dan Sandiaga untuk menjelaskan dua hal tersebut ke publik.

“Jadi ini tentu ruang dan hal strategis untuk kita minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo,” tandasnya.

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan masalah korupsi yang melibatkan pejabat negara bakal diangkat dalam debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019.

Apalagi, imbuh dia, kasus korupsi di Indonesia semakin banyak pada era reformasi ini.

“Dulu yang korupsi cuma di level pimpinan pusat di atas. Sekarang sampai ke pemerintah daerah. Bahkan sampai ke kepala desa,” ucap Riza kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Riza mengacu pada tindak operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah yang marak di pemerintahan Jokowi.

4. Terorisme

Selain itu, untuk teroris, Prabowo-Sandiaga akan melihat paham radikalisme dalam membangun teroris. Hal ini diungkapkan oleh Mantan Ketua KPK Busyro Muqqodas, yang diminta masukannya.

Dia mengungkapkan, Prabowo meminta masukannya dalam bidang korupsi, terorisme dan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik).

“Itu bidang bidang yang selama ini ada kaitannya juga, terorisme itu kan tidak lepas dari radikalisme, radikalisme bisa muncul dari ketidakadilan sosial maupun kesenjangan ekonomi akibat dari tata kelola pemerintahan,” paparnya.

Busyro menekankan, dirinya sekadar akademisi dan bukan timses Prabowo-Sandi bidang materi debat.

“Yang penting saya beri masukan dipakai atau enggak saya kan enggak ikut berperan lagi (sebagai pejabat). Tidak termasuk dalam timses atau struktural, jadi lebih saya sebagai akademisi dan praktisi,” ucapnya.

Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf menitikberatkan pada penindakan hukum untuk mengatasi terorisme. Selain itu, dalam visi-misi yang dikumpulkan ke KPU, mereka juga berjanji akan mengurangi radikalisme.

Berikut kutipan visi-misi Jokowi-Ma’ruf terkait penanggulangan terorisme:

“Meningkatkan upaya terpadu untuk menanggulangi terorisme, mulai dari peningkatan pemahaman ideologi negara untuk mengurangi radikalisme, pengembangan sistem pendidikan, hingga penguatan sistem penegakan hukum untuk mengatasi tindakan terorisme.”

Yusril: Jokowi-Ma’ruf Siapkan Jawaban Jika Ditanya Kasus Novel Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Tim pakar debat bidang hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan jawaban jika kubu Prabowo-Sandiaga menanyakan soal kasus Novel Baswedan, dalam debat perdana Pilpres 2019.

“Soal Novel itu jawaban Pak Jokowi singkat saja. Teruskan penyidikan kasus itu. Dan beliau ingin disegerakan penuntasan terhadap kasus yang menimpa Pak Novel Baswedan itu,” ucap Yusril di Jakarta Theater, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dia menegaskan, Jokowi juga sudah menyetujui rekomendasi Komnas HAM untuk dibentuknya tim kasus Novel Baswedan.

“Dan Pak Jokowi juga menegaskan, pemerintahan beliau setuju dan menerima rekomendasi dari Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta untuk mengungkapkan kasus Novel Baswedan,” ungkap Yusril.

Dia memandang, untuk kasus Novel Baswedan sudah jelas dijawab nanti oleh Jokowi-Ma’ruf, bahwa prinsipnya semua kejahatan itu melanggar HAM.

“Tapi tidak semua pelanggaran HAM itu terkategorikan pelanggaran HAM yang berat. Jadi kasus Pak Novel Baswedan itu adalah kasus murni hukum, pelanggaran HAM dalam artian pelanggaran hukum, bukan pelanggaran HAM berat,” jelas Yusril.

Dia menegaskan, jawaban mengenai kasus Novel Baswedan sudah diskusikan, meskipun Jokowi-Ma’ruf sudah menyiapkan jawaban yang lain.

“Pak Jokowi-Ma’ruf sudah menyiapkan jawabannya. Cuma jawabannya itu diberikan masukan lagi supaya lebih matang. Pendalaman,” pungkas Yusril.

2 dari 3 halaman

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat 11 Januari 2019.

Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

“Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” jelas Iqbal.

Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

14 Kata-kata Bijak Singkat Penuh Makna, Bisa untuk Motto Hidup

Liputan6.com, Jakarta Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai kemauan. Saat sudah membuat rencana A, ada saja masalah yang membuat pindah rencana B. Semua masalah yang mengganggu terkadang membuat kamu menganggap Tuhan tidak adil. Rasanya kamu ingin mengulang waktu dan memperbaiki keputusan yang kamu ambil sebelumnya.

Terkadang, kamu juga menganggap bahwa hidup orang lain terlihat lebih baik ketimbang hidupmu sendiri. Hal itulah yang membuat kepercayaan dirimu menyublim seperti kapur barus yang lama kelamaan habis. Meskipun demikian, merasa down ataupun kurang motivasi adalah hal yang wajar dialami manusia tanpa memperhatikan gender, karena hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.

Oleh karena itu, jalani saja apa yang di hadapanmu karena badai tidak berlangsung selamanya. Ingat ya, Tuhan tidak memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya. Untuk menambah motivasi, terkadang kita butuh masukan dari kata-kata bijak singkat penuh makna agar bisikan-bisikan negatif enggan mampir ke hidupmu.

Nah, agar bisa menghadapi hari-harimu dengan optimis, berikut Liputan6.com siapkan deretan kata-kata bijak singkat penuh makna yang dapat kamu gunakan untuk motto hidup, atau kamu bagikan untuk keluarga, sahabat, teman, atau pacar, Rabu (16/1/2019).

2 dari 3 halaman

Kata-kata Bijak Singkat Penuh Makna

1. “Don’t use the past as an excuse to miss out on your future.” (Alan Cohen Ogress)

Kata-kata bijak singkat yang pertama ini cocok untuk kamu yang masih terpaku dengan masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu jangan sampai membuatmu enggan untuk bangkit menghadapi masa depan. Gunakan masa lalu sebagai pembelajaran di masa depan agar dapat menjalani hidup lebih baik lagi.

2. “Jika hati kamu adalah gunung berapi, bagaimana mungkin kamu mengharapkan bunga untuk tumbuh mekar.” (Anonim)

Agar kamu bisa memiliki hari yang menyenangkan, mulailah dari rajin menyirami dirimu sendiri agar bisa menumbuhkan bunga. Karena gunung berapi yang panas serta gersang tidak akan mampu menuntunmu untuk berjalan di kebun berbunga.

3. “No sweet without sweat.” (Anonim)

Kata sweet dan sweat adalah dua hal yang berbeda tapi bisa mendukung satu sama lain. Intinya, jangan berharap kamu akan meraih hal-hal manis jika kamu tidak mau berkeringat untuk berlari mengejar impian manismu itu.

4. “Sebelum menjadi kupu-kupu yang indah, betapa banyak waktu yang harus dilaluinya dalam kepompong.” (Aiman Bagea)

Bahkan kupu-kupu yang indah pun punya masa lalu yang suram. Ketika ia dihalangi oleh kepompong, berubah menjadi ulat dengan bentuk yang aneh, kemudian bisa terbang dengan sayapnya yang indah yang memukau hati yang melihatnya.

5. “Sunsets are proof that endings can be beautiful.” (Buddha)

Setelah menyinari bumi dengan sinarnya yang benderang, saat hendak terbenam pun matahari tetap menunjukkan keindahannya kepada para pengisi bumi. Sehari tanpa sinar matahari pun, manusia pasti segera merindukan terangnya yang ia bagikan.

6. “Sehari selembar benang, lama-lama jadilah selembar kain” (Anonim)

Kata-kata berikut hampir sama dengan pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Kain yang kamu pakai itu bukanlah apa-apa tanpa penjahitnya. Awalnya, dia hanyalah seuntai benang yang kurus, lemah tak berdaya. Namun dengan kasih sayang sang penjahit, kreasi untaian benang itu bisa kamu pakai untuk menghangatkan tubuhmu.

7. “Bila anda belum siap untuk bisa menerima kritikan, maka anda belum siap untuk dipuji.” (Anonim)

Setiap insan harus menerima kritikan yang dilontarkan seseorang, karenanya itu adalah tanda perhatian yang didapatkan agar potensi diri bisa berkembang.

3 dari 3 halaman

Kata-kata Bijak Singkat Penuh Makna

8. “Be loyal to yourself first.” (Kevin Gates)

Nggak usah lirik-lirik orang lain karena yang utama adalah mengembangkan kualitas dirimu sendiri. Dengan menghargai dirimu sendiri, kamu akan bisa menghargai orang lain.

9. “Kamu tahu? Skill terhebat dalam hidup adalah pantang menyerah.” (Bryant McGill)

Seperti lirik lagu “Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan tanpa pengorbanan”, saat rasanya sulit untuk bangkit, ingat bahwa kamu punya dua kaki yang menopang satu sama lain.

10. “Just because you’re correct does not mean that you’re right.” (Anonim)

Berkata sesuai kenyataan bukan berarti kamu sudah benar. Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama. Maka, selalu koreksi diri, jangan mudah merasa puas, karena di atas langit masih ada langit.

11. “Kebencian adalah penyakit yang akan mematikan kebaikan.” (Anonim)

Jangan sirami hidupmu dengan kebencian karena itu adalah penyakit yang mematikan kebaikan. Obatilah dengan merasa cukup dan menerima keadaan, namun tetap mencoba berusaha yang terbaik agar tidak menyesal nantinya.

12. “Sebagian orang memimpikan sukses, sementara yang lainnya bangun dan kerja keras untuk sukses.” (Anonim)

Saat punya keinginan, jangan biarkan hasrat itu hanya mengendap dalam mimpi. Tapi bangun dan kejarlah agar tidak berakhir menjadi mimpi buruk.

13. “Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai.” (Anonim)

Jangan berharap pekerjaanmu akan selesai dengan sendirinya karena kamu bukanlah tumbuhan yang bisa menciptakan makanan sendiri. Maka segera selesaikan pekerjaanmu tanpa harus menunda-nunda.

14. “Failure is a bruise. Not a tattoo.” (Jon Sinclair)

Kegagalan bukanlah tato yang tidak bisa hilang. Kegagalan hanyalah sebuah luka memar yang akan sembuh bahkan bekasnya akan hilang jika diobati dengan usaha.


Reporter: Yunisda Dwi Saputri

Tujuan Laporan Keuangan Menurut Para Ahli dan Tips Membuatnya Selalu Rapi

Liputan6.com, Jakarta Saat mengelola perusahaan, laporan keuangan adalah hal yang penting dilakukan di akhir bulan maupun akhir tahun guna menilik kembali kondisi suatu perusahaan, apakah memperoleh laba atau malah merugi. Selain itu, laporan keuangan juga berfungsi sebagai laporan kondisi keuangan perusahaan untuk dijadikan dokumentasi.

Pengertian laporan keuangan secara umum adalah hasil dari proses akuntansi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang disajikan dengan tujuan dapat membantu dalam pengambilan keputusan atau kebijakan.

Laporan keuangan juga merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada stakeholder. Setiap perusahaan, baik perusahaan besar, menengah maupun kecil wajib membuat laporan keuangan pada setiap periode.

2 dari 4 halaman

Jenis Laporan Keuangan

Dalam akuntansi, terdapat empat jenis laporan keuangan yang biasa dibuat oleh perusahaan. Empat jenis laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Laporan Laba Rugi

Melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil dan laba (rugi)  perusahaan selama suatu periode tertentu. Di dalam laporan ini terdapat informasi ringkas mengenai jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional suatu perusahaan serta laba yang didapatkan selama perusahaan tersebut beroperasi.

b. Laporan Perubahan Ekuitas

Merupakan laporan yang timbul atas transaksi dengan pemilik yang juga merupakan termasuk jumlah investasi, perhitungan deviden dan distribusi lain ke pemilik ekuitas selama suatu periode.

c. Neraca

Neraca adalah bagian keuangan yang menampilkan informasi bagaimana posisi keuangan dari perusahaan atau entitas pada suatu periode, biasanya dalam satu tahun.

d. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah yang menggambarkan perputaran kas perusahaan, mengenai jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu.

3 dari 4 halaman

Tujuan Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Berdasarkan jenis-jenis laporan keuangan di atas, kemudian terdapat tujuan utama laporan keuangan. Menurut para ahli, tujuan laporan keuangan dapat beragam sesuai pendapat masing-masing. Berikut Liputan6.com ulas tujuan laporan keuangan menurut para ahli yang dapat dipahami sehingga membantu mempelajari lebih lanjut terkait laporan keuangan, Rabu (16/1/2019).

Standar Akuntasi Keuangan

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia 2002:4) tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, seta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian di masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggunggjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Ikatan Akuntan Indonesia

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Irham Fahmi

Irham Fahmi dalam bukunya yang berjudul Analisa Laporan Keuangan (2011) menyampaikan tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang mencakup perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan di samping pihak manajemen perusahaan.

4 dari 4 halaman

Tips Membuat Laporan Keuangan Selalu Rapi

Setelah memahami tujuan laporan keuangan, ada kalanya laporan keuangan perlu disusun dengan rapih agar tidak menyusahkan saat dianalisa ataupun agar datanya tidak tercecer.Berikut adalah tips membuat laporan keuangan anda selalu rapih sehingga memperkecil kemungkinan bisnis Anda timbul kekacauan finansial karena kelalaian saat menginput informasi.

Selalu Periksa Kas Perusahaan Setiap Hari

Sebelum melakukan pekerjaan, awali dengan memeriksa keadaan keuangan kas perusahaan. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dana yang dimiliki bisnis hari itu, pastikan juga bahwa dana cukup untuk mengoperasikan usaha hari itu juga.

Periksa dan Catat Setiap Transaksi yang Ada

Anda juga harus membiasakan diri memeriksa dan mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam bisnis Anda. Ini bisa Anda lakukan setiap kali mengakhiri aktifitas kerja setiap harinya. Siapkan buku tersendiri untuk mencatat setiap transaksi agar memudahkan dalam pemeriksaan. Pastikan setiap nota, faktur, cek, atau apapun catatan kecil yang penting tersusun rapi dalam satu tempat.

Periksa Ulang Setiap Transaksi Setiap Satu Minggu

Ini bisa Anda lakukan setiap minggunya. Setelah roda bisnis berjalan satu minggu, saatnya Anda memeriksa kembali setiap transaksi yang sudah dilakukan dalam periode satu minggu. Periksa utang-piutang usaha, lebih diutamakan untuk memeriksa yang sudah jatuh tempo dalam minggu tersebut.

Segera Selesaikan Transaksi yang Belum Rampung

Ketika memasuki kalender kerja satu bulan, Anda dianjurkan memeriksa lebih detail setiap transaki yang ada. Lebih difokuskan kepada transaksi-transaksi yang belum diselesaikan, jika ada, maka segera selesaikan. Baik terkait utang maupun piutang, transaksi yang selesai tepat sesuai dengan jadwal akan memudahkan dan memperjelas laporan keuangan yang akan Anda buat.


Reporter: Yunisda Dwi Saputri

KPU Tetap Coret OSO, Pengacara Siapkan Langkah Hukum

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan tetap mencoret Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dari dari pencalonan anggota legislatif. Pengacara OSO Dodi Abdul Kadir menyiapkan langkah hukum selanjutnya.

KPU, PTUN, dan pihak OSO sudah melakukan pertemuan pada pagi tadi dalam rangka sidang pengawasan pelaksanaan putusan tata usaha negara. Di sindang itu PTUN menanyakan KPU soal pelaksanaan dari putusan PTUN yang meminta KPU memasukkan OSO ke daftar calon tetap (DCT) anggota legislatif.

“Tadi secara gamblang KPU mengatakan belum menjalankan putusan PTUN, maka berdasarkan Pasal 116, PTUN akan membuat surat perintah kepada KPU untuk melaksanakan putusan PTUN, yang di dalamnya ada perintah kepada KPU untuk memuat Oesman Sapta sebagai calon anggota DPD pada Pemilu 2019,” kata Dodi, saat dihubungi, Rabu (16/1/2019).

Menurut Dodi, karena KPU belum menjalani putusan tersebut maka PTUN akan mengirim surat yang meminta KPU untuk mengeksekusi putusan yang meminta agar OSO dimasukkan ke DCT caleg DPD. Namun jika surat sudah diterima dan KPU belum memasukkan OSO ke DCT caleg, maka tim hukum menempuh jalur hukum berikutnya.

“Apabila KPU tetap tak melaksanakan putusan PTUN dan putusan Bawaslu maka tentunya, kami akan melakukan tindakan hukum. Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan pasal 116 UU Tata Usaha Negara dan tentunya kami juga akan mempertimbangkan tindakan hukum lainnya, berupa baik tindakan hukum pidana dan perdata. Termasuk melaporkan KPU ke DKPP” kata Dodi.

Dodi menambahkan, jika KPU belum menjalankan putusan PTUN, pihak pengadilan bisa memerintahkan DPR hingga Presiden agar KPU menjalani putusan itu.

“Kalau juga KPU tak melaksanakan putusan pengadilan. Maka pengadilan akan memerintahkan atasan KPU untuk memerintahkan KPU melaksanakan putusan pengadilan. Dalam hal ini kan atasannya itu kan DPR dan Presiden,” ujar Dodi.

Menurut Dodi alasan KPU berpegang teguh pada putusan Mahkamah Konstitusi dalam pencalonan DPD mengada-ngada. Karena menurutnya subjek dan objek hukum putusan MK degan putusan PTUN berbeda.

“Perlu juga diketahui alasan yang dilakukan KPU bahwa ada putusan MK, itu adalah alasan yang mengada-ada. Putusan MK adalah subjek hukum dan objek hukum yang berbeda. Subjek hukumnya adalah pemerintah dan DPR, sedangkan objek hukumnya adalah undang-undang. Sedangkan Putusan PTUN adalah objek hukummya Putusan Tata Usaha Negara, sedangkan subjek hukumnya adalah pejabat tata usaha negara. Jadi beda putusan tata usaha dan UU,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan tetap tidak meloloskan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dalam pencalonan anggota legislatif DPD. KPU menegaskan menghormati konstitusi.

“Kita juga masih menghormati putusan konstitusi. Karena buat kami konstitusi di beberapa koran kemarin kata Pak Wahyu (Komisioner KPU), konstitusi adalah perjalanan kita menjalani tahapan pemilu,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra, di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).
(yld/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tanpa Mandzukic, Pelatih Juventus Siapkan 4 Pemain Ini Lawan AC Milan

Liputan6.com, Jeddah – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri sudah menyiapkan formasi terbaik saat menghadapi AC Milan pada Piala Super Italia tau Supercoppa Italia. Ada beberapa pemain yang harus absen di laga ini.

Allegri menyiapkan beberapa nama yang akan tampil pada laga melawan AC Milan. Allegri menyebut Juventus tidak akan tampil dengan seorang penyerang murni.

Juventus akan menjadi lawan Milan pada laga final Supercoppa Italiana 2018. Laga seru tersebut akan digelar di Stadion King Abdullah, Arab Saudi pada Kamis (17/1) dini hari WIB.

Juve dipastikan bakal tampil dengan formasi menyerang di laga melawan Milan. Sebab, Allegri sudah membocorkan jika dia akan memainkan empat pemain dengan naluri menyerang tinggi sejak menit awal. Dia siap dengan komposisi terbaik di lini depan.

Siapa saja empat pemain yang akan dimainkan Allegri saat Juventus menghadapi AC Milan?


2 dari 3 halaman

Tanpa Mario Mandzukic

Allegri membocorkan susunan pemain yang akan dia turunkan di laga melawan Milan, khususnya komposisi pemain di lini depan. Pelatih berusia 51 tahun tersebut akan mengandalkan seorang Cristiano Ronaldo sebagai penyerang utama untuk menggempur Milan.

“Baik Douglas Costa atau Federico Bernardeschi akan ambil bagian [bermain], bersama dengan Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo,” ucap Allegri dikutip dari Football Italia.

Sementara, satu pemain andalan Allegri di lini depan dipastikan tidak akan bermain lawan Milan. Pemain itu adalah Mario Mandzukic. Penyerang asal Kroasia masih dalam kondisi cedera dan belum siap untuk dimainkan.

“Tentu saja, tanpa Mandzukic berarti kami tidak punya seorang penyerang tengah murni yang menjadi referensi untuk serangan. Namun, kami masih akan tetap mengisi area kotak penalti dengan pemain lain,” katanya.

3 dari 3 halaman

Misteri Supercoppa Italia

Allegri terhitung sukses bersama dengan Juventus jika menilik gelar scudetto dan Coppa Italia yang sudah dia raih. Tapi, masih ada sebuah gelar misterius yang harus dia raih yang Supercoppa Italiana. Dua laga final terakhir, Juventus selalu kalah.

“Sulit untuk mencari tahu alasan mengapa itu terjadi karena kami kalah adu penalti dari Milan dan Napoli. Saya harap ada cerita berbeda,” ucap Allegri.

“Sebanyak 22 poin yang memisahkan kedua tim di Serie A, tapi itu tidak penting di sini dan ini akan menjadi ujian penting bagi kami. Kita harus belajar bahwa bermain dalam situasi satu laga berbeda dengan di Serie A,” tandas Allegri.

Sumber: Bola.net