Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Timses Prabowo Masih Pertimbangkan Najwa Shihab Jadi Moderator Debat

Liputan6.com, Jakarta – Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menjelaskan, pihaknya belum memutuskan akan menerima atau menolak jurnalis senior Najwa Shihab sebagai moderator di Debat Pilpres 2019 yang kedua. Dia mengatakan, BPN belum punya sikap resmi soal pilihan moderator.

“Pemberitaan mengenai ada seorang teman yang menyampaikan bahwa BPN 02 menolak Najwa Shihab, saya ingin menyampaikan sebagai Wakil Ketua BPN saya menegaskan sampai hari ini kami belum menyikapi terhadap calon moderator,” kata Priyo di Prabowo-Sandi Media Center Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Dia menambahkan, KPU belum menyampaikan resmi kepada masing-masing timses paslon siapa kandidat moderator pada debat kedua. Namun, lanjut dia, nama yang beredar antara lain Najwa Shihab, Tommy Tjokro, Latif Siregar dan Retno Pinasti.

“Nama-nama itu rencananya berdasarkan kesepakatan dengan Ketua KPU dalam rapat kemarin yang saya juga hadir, akan dibahas pada Kamis atau Jumat pekan ini. BPN belum menyampaikan sikap untuk menolak kepada seseorang, apalagi sekelas Najwa Shihab,” tutur Priyo.

Sekjen Partai Berkarya ini menyebut, Najwa Shihab merupakan presenter ternama dengan karir yang moncer. Pihaknya pun menghormati reputasi Najwa.

“Jadi ini yang harus saya sampaikan. Mungkin saja Pak Andre atau beberapa teman menyampaikan itu sebagai usulan pandangan yang bersifat personal, dan kami mempersilakan untuk itu, tetapi resminya nanti akan kami sampaikan,” ucap Priyo.

2 dari 3 halaman

Bakal Dibahas Kembali

Dia melanjutkan, keputusan moderator akan kembali dibahas oleh tim 01 dan 02 serta KPU pada pekan ini. BPN ingin moderator debat capres yang hebat dan tidak terafiliasi kekuatan politik.

“Dan kami masih meykini empat nama dan nama nama lainnya yang nanti akan muncul tetep kita apresiasi sebagai calon-calon moderator yang hebat,” kata Priyo.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pro Kontra Pencalonan Najwa Shihab Jadi Moderator Debat

JakartaNajwa Shihab menjadi salah satu nama calon moderator yang muncul untuk memandu debat kedua Pilpres 2019. Meski belum resmi diputuskan KPU, munculnya nama Najwa Shihab menuai pro dan kontra.

Soal Najwa Shihab menjadi salah satu alternatif moderator di debat pada 17 Februari nanti dibenarkan oleh Arief Budiman. Selain Najwa, nama Tommy Tjokro juga menjadi salah satu kandidat moderator debat kedua pilpres.

“Ya diusulkan oleh TV (Tommy Tjokro dan Najwa Shihab),” ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Terkait jumlah moderator, Arief mengatakan masih membahas bersama jajarannya. Namun, secara pribadi, Arief mengusulkan hanya ada satu moderator dalam debat kedua.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Munculnya nama Najwa menuai penolakan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Timses pasangan nomor urut 02 itu menilai Najwa tidak netral dan meminta KPU mencari figur presenter lainnya.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pun memberikan pembelaan untuk Najwa. Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, Najwa merupakan presenter yang teruji kapasitasnya dalam memandu debat-debat politik di media televisi.

“Kami percaya dengan Mbak Nana bahwa beliau akan profesional dalam memandu debat. Lihat saja dalam acara-acara talkshow di televisi, Mata Najwa, sangat proporsional dalam memberikan kesempatan kepada kedua kubu,” kata Ace.

Mendapat penolakan dari BPN Prabowo-Sandiaga, Najwa Shihab akhirnya buka suara. Ia menegaskan dirinya menjunjung independensi sebagai jurnalis. Ia kemudian mengingatkan soal penampilannya dalam program debat cagub Pilgub DKI 2017, yang diadakan talkshow-nya dulu, Mata Najwa.

“Sebagai host memang kritis pada semua tokoh, tetapi selalu menjaga independensi. Kalau teman-teman semua masih ingat, saat Pilgub DKI, yang dikatakan juga bahwa saya tidak netral, kedua paslon di putaran ke-2 selalu datang kalau kami undang,” tegas Najwa.

Menurutnya, cagub DKI di putaran kedua, Anies Baswedan dan Basuki T Purnama (Ahok), juga bersedia melakukan debat yang berbeda dengan yang diadakan KPU. Format debat yang dimaksud Najwa adalah dialog interaktif dan dinamis.

“Mereka berdua merasakan bahwa sepanjang debat kita menjunjung tinggi objektivitas. Silakan cek ulang saja soal ini,” ucapnya.

Pro Kontra Pencalonan Najwa Shihab Jadi Moderator DebatFoto: Ira Koesno jadi salah satu moderator dalam debat perdana. (Rengga Sancaya/detikcom).

Najwa juga mengingatkan soal tokoh-tokoh di kubu Prabowo-Sandiaga yang juga bersedia datang ke acaranya. Seperti ketika Anies dan Sandiaga saat terpilih sebagai Gubernur-Wagub DKI.

“Saat Mas Anies dan Mas Sandi sudah terpilih, keduanya tampil pertama di acara saya. Setelah itu pun, beberapa kali keduanya kerap hadir di Mata Najwa. Begitu pula dengan Pak Djarot (eks Gubernur DKI) ketika baru berhenti jadi gubernur, bersedia diundang datang ke Catatan Najwa,” sebut Najwa.

“Kepada semua pihak, saya akan terus menjunjung tinggi independensi,” lanjutnya.

Anies ikut angkat bicara soal profesionalitas Najwa. Menurut dia, Najwa tetap menunjukkan netralitasnya saat memandu acara.

“Kalau dari sisi format, yang dikerjakan di Mata Najwa itu format yang paling baik. Secara interaktif, paling interaktif, ya. Setiap kali ada jawaban, ada kesempatan untuk mengelaborasi bisa ditanya lagi, bisa dipertanyakan lebih jauh,” kata Anies.

“Kalau independensi, kalau pengalaman kemarin di pilkada sih netral-netral aja. Ya memang Mata Najwa itu memang selalu tajam kalau tanya. Artinya siapapun yang jadi tamu di situ merasakan (netral). Tapi itu kalau ketika talkshow,” sambungnya.

Belakangan, BPN Prabowo-Sandiaga meluruskan isu mengenai penolakan kepada Najwa. Menurut Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso pihaknya belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak Najwa sebagai moderator debat pilpres.

“Harus sedikit perlu diluruskan bahwa BPN Prabowo-Sandi belum dalam posisi menolak siapa pun moderator, termasuk Najwa Shihab karena Najwa memang termasuk salah satu host TV yang sangat moncer dan sampai hari ini, KPU belum secara resmi mengajukan nama-nama,” ungkap Priyo.

Sementara itu Ma’ruf Amin menyatakan persetujuannya apabila debat kedua dipandu oleh Najwa.

“Kalau kita sih setuju saja (Najwa Shihab). Kan yang penting itu, ya artinya lurus, tidak berpihak, netral, jadi siapa saja bukan masalah buat kami,” sebut Ma’ruf.

KPU lalu menegaskan, nama Najwa belum resmi diputuskan menjadi moderator debat. Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, nama Najwa muncul baru sebagai usulan dari tv penyelenggara debat kedua nanti.

“Yang menominasikan Mbak Nana (Najwa Shihab) bukan KPU, tapi TV penyelenggara,” jelas Wahyu.

Selain Najwa, ada nama Tommy Tjokro, yang juga ditolak Prabowo-Sandiaga. Stasiun TV penyelenggara debat kedua memang sudah ditentukan KPU, yaitu RCTI, GTV, MNC TV, dan iNews TV. Setelah mendapat usulan itu, Wahyu mengaku menawarkannya kepada kedua kubu.

Wahyu pun menyebut KPU masih memiliki daftar calon moderator lain. Nama-nama itu disebut Wahyu berasal dari berbagai media.

“Tapi kita udah punya daftar soal calon-calon moderator, yang semuanya kelima debat dari insan media,” tuturnya.
(elz/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Teka-teki Lucu dan Jawabannya Ini Memang Receh Tapi Bisa Buat Hiburan Saat Jenuh

Liputan6.com, Jakarta Kamu pasti pernah merasakan momen saat berkumpul dengan teman-temanmu tapi mereka asyik dengan gadget masing-masing? Kualitas kebersamaanmu akan berkurang seiring dengan teman-temanmu yang memiliki dunia sendiri di gadgetnya.

Namun ada berbagai cara untuk memecah momen tak mengenakkan seperti ini. Salah satunya melalui teka-teki lucu. Memang melontarkan humor teka-teki lucu akan terkesan receh dan garing, namun cara ini dapat menghibur orang-orang di sekitarmu. Teka-teki lucu dan jawabannya ini juga dapat memancing perhatian mereka agar tidak terus berkutat pada gadgetnya. Banyak teka-teki lucu yang dibuat untuk menghibur dan mengasah kreativitas seseorang.

Teka-teki lucu yang receh seperti ini kadang membuat kita senyum-senyum sendiri saat membacanya. Nah kamu pasti tidak mau terlihat senyum-senyum sendiri kan? Maka dari itu kamu bisa berbagi teka-teki lucu dan jawabannya ini pada teman-temanmu saat berkumpul.

Dengan teka-teki lucu tersebut kamu bisa menghibur teman-temanmu saat berkumpul. Teman-temanmu juga mungkin punya teka-teki lucu lain sehingga kalian dapat berbagi teka-teki lucu lainnya. Dengan itu perhatian mereka pada gadget akan teralihkan dan waktu berkumpulmu akan makin berkualitas.

Berikut kumpulan teka-teki lucu dan jawabannya yang berhasil liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (22/1/2019).

2 dari 5 halaman

Hewan yang berbahaya

Kentut Ade Ray

Ade ray kalau kentut bunyinya gimana?

Brotot, brotot, brottott

Sandal Terenak

Sandal apa yang paling enak di dunia?

Sandal terasi.

Aksi Demo

Apa perbedaan aksi dengan demo?

Kalo aksi rodanya empat kalo demo rodanya tiga.

Pintu yang tak bisa dibuka

Pintu apa yang didorong nggak bakalan pernah bisa terbuka?

Pintu yang ada tulisannya geser

Belut Berbahaya

Belut apa yg paling bahaya?

belut-ang banyak ental bangklut

Kebo yang Bikin Lelah

Kebo apa yg bikin kita lelah?

kebogor jalan kaki

Payung dan Hujan

Ada 5 orang yang berjalan dibawah 1 payung kecil tapi anehnya tidak seorang pun yang kehujanan, kenapa?

Karena tidak hujan

Bebek yang muter kekiri

Bebek apa yang jalannya muter ke kiri terus?

Bebek dikunci stang

Kaki Seribu

Kaki seribu kalo belok kiri kakinya berapa?

Tetep 1000, karena belok kiri jalan terus

3 dari 5 halaman

Baju superman dan sarung kotak-kotak

Pohon Kelapa

Kenapa pohon kelapa di depan rumah harus ditebang?

Soalnya kalau dicabut berat

Burung Terbang

Mengapa burung terbang ke selatan saat musim dingin?

Karena jika harus berjalan terlalu jauh.

Rambut yang tidak pernah basah

Orang apa yang berenang tapi rambutnya tak pernah basah?

Orang botak

Tamunya didalam, pemiliknya diluar

Tamunya sudah masuk, malah yang punya diluar, apa?

Tukang becak.

Sepatu dan Jengkol

Apa bedanya sepatu sama jengkol ?

Kalo sepatu disemir, kalo jengkol disemur

Ayam yang bertelur dimanapun

Ayam apa yang bisa bertelur di gunung, di lembah, di kandang macan, pokoknya di semua sempat?

Ayam betina

Rambut Hijau

Rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, kalo rambut hijau namanya apa? Rambutan belum mateng

Baju Superman

Kenapa Superman bajunya pake huruf S?

Karena kalau pake M atau XL kegedean

Sarung dan Kotak

Apa bedanya sarung dan kotak?

Kalau sarung itu bisa kotak-kotak kalau kotak tidak bisa sarung-sarung

4 dari 5 halaman

Cara membuka pintu

Minta jeruk

Saya ada jeruk lima kamu minta minta satu, sisanya berapa?

Ya tetap lima soalnya kamu nggak dikasih

Sopir truk

Polisi melihat sopir truk di Rambu larangan tetapi tidak menangkapnya.

Kenapa? Karena sopir truk itu sedang berjalan kaki!

Adzan Maghrib

Siapa yang biasanya adzan di tv?

Saat. (ingat tulisan saat adzan maghrib untuk daerah jakarta dan sekitarnya)

Membuka Pintu

Kapankah waktu yang tepat untuk membuka pintu?

Saat pintu masih tertutup

Minyak Favorit laki-laki

Minyak, minyak apa yang disukai laki-laki?

Minyaksikan Pertandingan Sepakbola

Kayu yang Dimakan

Kayu, kayu apa yang bisa di makan?

Kayupuk

Cemilan

Cemilan itu apa?

Cebelum cepuluh, cecudah celapan

Hewan yang paling panjang

Hewan apa yang paling panjang?

Ular ngantri beras

Ayam yang Paling Besar

Ayam, ayam apa yang paling besar?

Ayam Semesta

Sepatu untuk masak

Sepatu, sepatu apa yang bisa di pakai masak?

Sepatula

Buah untuk Perang

Buah apa yang dulu di pake perang?

Jambu runcing

5 dari 5 halaman

Cara membayar taksi

Kacang panjang dan celana panjang

Apa bedanya kacang panjang dengan celana panjang?

Kalo kacang panjang dipotong namanya tetap kacang panjang sedangkan celana panjang di potong namanya jadi celana pendek.

Harimau selalu makan daging mentah

Kenapa harimau selalu makan daging mentah?

Karena harimau tidak bisa masak.

Nyamuk menghisap darah

Mengapa nyamuk menghisap darah?

Karena tidak punya uang untuk menghisap rokok.

Bayar saat naik taksi

Kenapa orang naik taksi tidak bayar uang dahulu?

Karena uang dahulu sudah tidak laku

Lampu yang mengeluarkan orang

Lampu apa yang bisa ngeluarin orang?

Lampu tetangga yang kamu pecahkan, yang punya akan keluar minta ganti rugi padamu.

Nah, itu tadi teka-teki lucu dan jawabannya. Semoga bisa dijadikan hiburan di tengah padatnya rutinitas harian.

Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Sandiaga Bakal Berperan Jadi Jokowi Saat Prabowo Latihan Debat Kedua

Bekasi – Cawapres Sandiaga Uno menyatakan bakal mendampingi capres Prabowo Subianto berlatih debat pilpres kedua. Sandiaga mengatakan bakal berperan sebagai capres Joko Widodo (Jokowi) saat latihan itu.

“Mungkin saya bisa untuk memerankan jadi Pak Jokowi-nya nanti, karena kita mungkin perlu simulasi yang lebih dalam dan kalau lihat siapa yang paling cocok perankan Pak Jokowi mungkin saya yang paling cocok. Pertanyaan tajam ala Pak Jokowi tapi dengan kata-kata tenang mungkin akan saya latih Pak Prabowo,” kata Sandiaga di Desa Pidangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Dia menyatakan latihan debat bakal dilakukan 2 atau 3 hari sebelum debat kedua yang hanya mempertemukan para capres. Tema debat kedua nantinya ialah ‘Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Infrastruktur’.
“Rencananya kita akan simulasi 2-3 hari sebelum acara dan walaupun saya nggak turun karena ini untuk capres saja,” ujarnya.

Sandiaga juga bicara soal rencana KPU menambah durasi pemaparan saat debat. Dia menyatakan menyerahkan keputusan itu kepada KPU.

“Saya serahkan keputusannya kepada KPU. Tapi kemarin saya rasa sudah cukup panjang, tapi yang perlu dihadirkan memang pendalaman dari masing-masing topik itu. Kalau ditambah waktu juga akan sangat membantu,” tuturnya.

Menurut Sandi, durasi debat juga harus dipertimbangkan dari sisi stamina para kandidat. Namun, dia kembali menyerahkan keputusan pada KPU.

“Tapi kemarin aja sudah 2,5 jam lebih. Ini yang perlu dilihat setelah 2,5 jam yang perlu diperhatikan staminanya jadi saya serahkan ke tim KPU. Yang penting debat berikut lebih baik dari debat pertama insyaallah bisa memperdalam topik utama yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Sandiaga.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 Miliar, Pramono Anung: Itu Dana Tim Kampanye

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbelanja sabun cuci piring dan baju senilai Rp 2 miliar saat berada di Garut, Jawa Barat. Dana yang dipakai untuk membeli sabun dipertanyakan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, dana yang dipakai capres petahana itu berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun. (Harga) per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” jelas Pramono di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Pramono yang merupakan Anggota Dewan Pengarah TKN itu menjelaskan, Jokowi memborong sabun tersebut dengan tujuan untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut dia, sabun cuci itu nantinya akan dikelola oleh TKN untuk dibagikan.

“Pertanyaannya adalah kenapa Pak Jokowi sebagai Presiden kemudian membeli (sabun cuci) itu? Karena beliau memang berkeinginan mengangkat UMKM. Nah sabun tadi tentunya setelah dibeli menjadi otoritas dari TKN,” kata dia.

“Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN. Nanti akan dimasukkan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” sambung Pramono.

Sementara, itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kritikan yang kerap dialamatkan kepada Jokowi sebagai calon presiden petahana hal wajar. Sebab, kontestasi demokrasi memang selalu diwarnai adu kritik.

“Pemilu itu hidup dengan kritik. Kalau kampanye tidak ada kritik, itu bukan masa pemilu. Ya kritik-kritik, dijawab-dijawab,” kata JK.

2 dari 3 halaman

Beli Sabun

Presiden Jokowi berbelanja sabun cuci senilai Rp 2 miliar. Hal tersebut menjadi berkah bagi Kelompok Usaha Bersama Padawangi Binaan Program Keluarga Harapan atau KUBE PKH di Banjarwangi, Garut, Jawa Barat.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV,  Minggu 20 Januari 2019, penjual sabun cuci Elia Liawati kaget saat dagangannya diborong Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Jokowi membeli 100 ribu botol sabun yang bisa digunakan untuk mencuci piring dan baju. Total uang yang dibayarkan Presiden Jokowi mencapai Rp 2 miliar.  

Awalnya Presiden Jokowi hanya bertanya berapa harga satu botol sabun cuci dalam kemasan berisi satu liter. Eli menjawab harganya Rp 20 ribu per botol.  

Ia sama sekali tak menyangka, Presiden Jokowi lantas memborongnya. Uang panjer sebesar Rp 10 juta diberikan sebagai tanda jadi. Eli pun menyanggupi pesanan Presiden Jokowi rampung di akhir Februari 2019.  

Uang Rp 2 miliar hasil penjualan sabun rencananya akan digunakan Eli untuk mengembangkan usaha dan anggota KUBE PKH lainnya. Eli juga akan mewujudkan ungkapan syukur dengan memberangkatkan kedua orangtuanya umrah ke Tanah Suci.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 M, Ngabalin: Pasti Pakai Dana Pribadi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan dana yang dipakai Presiden Joko Widodo untuk membeli sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin yakin dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi Jokowi.

“Insyaallah saya pastikan dana sebesar itu pasti Presiden memiliki dana pribadi,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Ngabalin pun yakin, Jokowi memiliki anggaran dari kantong pribadi senilai miliaran rupiah. “Bilang sama siapa saja yang ngomong deh, masa sih Presiden nggak punya uang sampai Rp 2 miliar?” katanya.


Soal pembelian sabun cuci piring itu, Ngabalin mengatakan hal itu ditujukan untuk memberi dorongan kepada pegiat UMKM di Kabupaten Garut. Untuk diketahui, Jokowi membeli sabun cuci piring sebanyak Rp 2 miliar itu dari salah satu ibu pegiat UMKM Kabupaten Garut yang juga tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

“Kalau toh nanti dari 100 ribu botol sabun cuci yang dipesan oleh Presiden kepada ibu Ely, itu dimaksudkan agar bisa memberikan dorongan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam keluarga harapan yang ada di Kemensos. Karena ibu itu ternyata mendapat cara membuat sabun itu dari hasil browsing. Paten kan? Masa sih dengan cara begitu Presiden memberikan motivasi jualan kok ujungnya nyerang pribadi,” jelas Ngabalin.
“Nggak banyak itu Rp 2 miliar. Orang gue aja lebih dari itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengapresiasi aksi Jokowi yang memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat. Namun BPN mempertanyakan, apakah dana yang dipakai Jokowi menggunakan kocek pribadi atau anggaran negara.

“Tapi tentu kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi? Krn aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Senin (21/1).
(jor/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 M, Ngabalin: Presiden Pasti Punya Dana Pribadi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan dana yang dipakai Presiden Joko Widodo untuk membeli sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin yakin dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi Jokowi.

“Insyaallah saya pastikan dana sebesar itu pasti Presiden memiliki dana pribadi,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Ngabalin pun yakin, Jokowi memiliki anggaran dari kantong pribadi senilai miliaran rupiah. “Bilang sama siapa saja yang ngomong deh, masa sih Presiden nggak punya uang sampai Rp 2 miliar?” katanya.


Soal pembelian sabun cuci piring itu, Ngabalin mengatakan hal itu ditujukan untuk memberi dorongan kepada pegiat UMKM di Kabupaten Garut. Untuk diketahui, Jokowi membeli sabun cuci piring sebanyak Rp 2 miliar itu dari salah satu ibu pegiat UMKM Kabupaten Garut yang juga tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

“Kalau toh nanti dari 100 ribu botol sabun cuci yang dipesan oleh Presiden kepada ibu Ely, itu dimaksudkan agar bisa memberikan dorongan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam keluarga harapan yang ada di Kemensos. Karena ibu itu ternyata mendapat cara membuat sabun itu dari hasil browsing. Paten kan? Masa sih dengan cara begitu Presiden memberikan motivasi jualan kok ujungnya nyerang pribadi,” jelas Ngabalin.
“Nggak banyak itu Rp 2 miliar. Orang gue aja lebih dari itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengapresiasi aksi Jokowi yang memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat. Namun BPN mempertanyakan, apakah dana yang dipakai Jokowi menggunakan kocek pribadi atau anggaran negara.

“Tapi tentu kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi? Krn aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Senin (21/1).
(jor/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga soal Hoax ‘Luhut Siap Cium Kaki Prabowo’: Sudahlah

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno bicara tentang kabar bohong alias hoax soal Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang siap cium kaki capres Prabowo Subianto. Dia meminta semua pihak berhenti produksi hoax karena selama ini rakyat tak pernah menanyakan kabar seperti itu.

“Ini sudah titik ke 1.060 saya. Di titik ke 1.060 itu nggak pernah ada yang nanya gimana Pak Luhut nyium kakinya Prabowo. Nggak pernah. Masyarakat maunya apa, ini ada diskoneksi apa yang masyarakat inginkan, dan elite gunjingkan,” di Desa Kedung Jaya, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Dia menyatakan saat ini elite sibuk saling serang dengan pabrik hoax yang tak diketahuinya siapa. Sandiaga kemudian mengajak para elite untuk turun ke masyarakat dan mendengarkan apa yang diinginkan rakyat.


“Ayolah elite belajar untuk mendengar masyarakat, turun ke bawah sambangi masyarakat, tangkap aspriasi, jangan bicarakan isu yang tak penting itu,” ujarnya.

“Elite ini sibuk serang menyerang dengan pabrik hoax dan kami tidak mau menuduh siapa yang di belakang situ dan kami sudah lah bahwa kita gunakan untuk tingkatkan fokus kita,” tambah Sandiaga.

Sandiaga menyatakan pihaknya telah mendeklarasikan antihoax, kampanye damai dan anti-politik uang. Atas dasar itu, dia tak ingin menanggapi hoax yang bermunculan.

“Saya nyatakan kita sudah mendeklarasikan kampanye antihoax, kampanye damai, anti politik uang juga. Jadi sama sama kita berpikir dengan akal sehat kita tak terlalu tanggapi hoax tersebut,” jelas Sandi.

Sebelumnya, Luhut membuat klarifikasi di Facebook soal tulisan berjudul ‘Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!’. Tulisan itu dimuat di situs https://operain.blogspot.com.

Luhut menegaskan tidak pernah mengatakan hal itu. Dia mendesak pembuat hoax untuk minta maaf sesegera mungkin. Jika tidak, Luhut terpaksa mengambil langkah hukum.

“Ya itu nanti kita siap nuntut. Karena saya nggak pernah bilang begitu, ya,” kata Luhut ditemui di kantor Kemenko Kemaritiman.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Depan Ma’ruf Amin, Kiai NU Jatim Ingatkan Bahaya Hoaks

Liputan6.com, Trenggalek – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Anwar Iskandar menyebut, saat ini banyak angin jahat berembus dan mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Angin dimaksud kiai kondang ini adalah penyebaran hoaks lewat media sosial.

Hal ini disampaikan Kiai Anwar saat mendampingi cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin dalam acara Istigosah Kubro di Stadion Minak Sompal, Trenggalek, Jawa Timur.

“Saat ini banyak angin lewat barang ini (menunjuk ke ponsel) tapi anginnya besar, hampir setiap hari kita lihat angin enggak enak, membuat kita dipengaruhi untuk tidak percaya dengan siapa saja, temasuk pemerintah dan ulama,” kata Kiai Anwar, Selasa (22/1/2019).

Oleh karenanya, Kiai Anwar ini meminta semua pihak untuk tidak termakan isu-isu hoaks yang dapat memecah belah bangsa. 

“Kalau tidak hati-hati dapat menjerumuskan bangsa ke dalam disintergrasi, angin seperti ini kita mesti cekelan (pegangan) ajaran Allah secara total, lewat ajaran kiai, ulama, jangan ikutan arus yang disembur oleh orang yang ingin Indonesia tak bersatu,” tegas Kiai Anwar.

Terakhir, Kiai Anwar berpesan, agar tahun politik dapat dimaknai sebagai pesta demokrasi yang sesungguhnya. Jangan sampai perbedaan pilihan malah memecah persatuan.

“Kita ramu baik-baik dengan damai, menuju baldatun toyibatun warabun gafur, tapi jangan sampai korbankan tata krama dengan wong sepuh demi ambisi perbedaan,” tutup Kiai Anwar.




2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: