Siapa 15 WN Saudi yang Datang ke Turki Sebelum Khashoggi Dibunuh?

Riyadh – Sedikitnya 18 orang ditahan otoritas Arab Saudi terkait penyelidikan kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki. Sebanyak 15 orang di antaranya diduga turun langsung dalam operasi yang menewaskan Khashoggi. Siapa saja mereka?

Selain menahan 18 tersangka, otoritas Saudi juga memecat lima pejabat senior pemerintahan mereka. Penahanan dan pemecatan ini merupakan bagian dari penyelidikan internal Saudi atas kematian Khashoggi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/10/2018), sebagian besar dari 15 tersangka yang terjun langsung ke Istanbul diketahui merupakan personel militer Saudi atau dinas keamanan dan intelijen Saudi. Beberapa di antaranya juga diketahui bekerja di lingkungan Kerajaan Saudi. Hal itu diungkapkan sejumlah pejabat Saudi dan Turki juga beberapa sumber yang dekat dengan Kerajaan Saudi.

Tiga orang lainnya yang ditahan di Saudi disebut sebagai tiga tersangka lokal. Media ternama AS, CNN, menyebut ketiga orang itu sebagai tiga staf Konsulat Saudi di Istanbul. Identitas ketiganya belum diketahui.

Otoritas Saudi maupun Turki belum secara resmi merilis ke publik identitas belasan orang yang terlibat kasus Khashoggi ini. Namun media-media lokal Turki, termasuk surat kabar pro-pemerintah, Sabah, telah merilis identitas dan foto-foto 15 orang yang disebut sebagai tim intelijen Saudi itu.

Identitas dan foto-foto itu diambil dari rekaman CCTV di Bandara Ataturk, juga di hotel-hotel tempat mereka menginap dan di sekitar Konsulat serta kediaman resmi Konsul Jenderal (Konjen) Saudi di Istanbul. Seorang pejabat senior Saudi mengonfirmasi kepada Reuters bahwa 15 orang yang identitasnya dirilis media Turki itu, termasuk dalam 18 orang yang kini ditahan Saudi.

Reuters merilis identitas beberapa orang di antaranya, dengan mendasarkan pada foto, laporan media Saudi dan informasi dari para pejabat serta sumber-sumber Saudi. Berikut daftarnya:

Saud Al-Qahtani

Al-Qahtani (40) yang dipandang sebagai ‘tangan kanan’ putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), ini telah dicopot dari jabatannya sebagai penasihat Kerajaan Saudi. Al-Qahtani menjadi sosok dengan posisi tertinggi yang terlibat kasus Khashoggi.

Al-Qahtani mulai bekerja di Kerajaan Saudi sejak kepemimpinan mendiang Raja Abdullah. Dia kemudian naik menjadi orang kepercayaan dalam ‘inner-circle’ rahasia MBS. Sumber-sumber Kerajaan Saudi menyebut Al-Qahtani biasa memberi pernyataan mewakili MBS dan pernah memberikan perintah langsung kepada para pejabat senior Saudi, termasuk lingkup aparat keamanan.

Ditugaskan untuk menangkal pengaruh Qatar di media sosial, Al-Qahtani diketahui kerap menggunakan Twitter untuk menyerang kritikan-kritikan bagi Kerajaan Saudi dan MBS. Dia juga menggunakan Twitter untuk menyerang para pengkritik Saudi dan mengelola sebuah kelompok WhatsApp yang berisi para editor surat kabar lokal Saudi, untuk mendikte arahan Kerajaan Saudi.

Menurut orang-orang yang dekat dengan Khashoggi dan otoritas Saudi, Al-Qahtani pernah berupaya membujuk Khashoggi pulang ke Saudi, setelah dia pindah ke Washington, Amerika Serikat (AS), setahun lalu.

Pada Agustus 2017, melalui sebuah thread via Twitter, Al-Qahtani meminta 1,35 juta followernya untuk melaporkan sejumlah akun agar di-blacklist. Saat itu dia menulis: “Anda pikir saya mengambil keputusan tanpa petunjuk? Saya seorang pegawai dan pelaksana perintah yang setia dari Tuan Raja dan Tuan Putra Mahkota.”

Seorang pejabat senior Saudi menyebut Al-Qahtani memerintahkan satu anak buahnya, Maher Mutreb, untuk melakukan hal yang disebut sebagai negosiasi untuk memulangkan Khashoggi ke Saudi. Al-Qahtani juga memberikan informasi-informasi khusus kepada Mutreb, berdasarkan percakapan dirinya dengan Khashoggi sebelumnya.

Al-Qahtani tidak menjawab pertanyaan Reuters. Mutreb juga belum bisa dimintai komentarnya.
<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *