Wolverhampton Vs MU: Setan Merah Waspada Si Pembunuh Raksasa

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) akan menghadapi Wolverhampton di Stadion Molineux, pada perempat final Piala FA, Sabtu (16/3/2019) atau Minggu dini hari WIB. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit untuk Setan Merah, julukan MU.

Sebab, tim Big Six Liga Inggris sudah merasakan bagaimana sulitnya melawan Wolverhampton. Chelsea dua kali tidak bisa menang. Tottenham mereka kalahkan di Wembley. Manchester City dan Arsenal mereka tahan imbang. Bahkan, perjalanan mereka hingga perempat final Piala FA dimulai dengan mengalahkan Liverpool.

MU juga sudah pernah merasakan betap sulitnya melawan Wolverhampton, yang kini dikenal dengan sebutan Si Pembunuh Raksasa. Pada pekan keenam Liga Inggris pertengahan September lalu, Joao Moutinho membuyarkan keunggulan United pada babak pertama.

Bahkan selama 90 menit, Setan Merah lebih banyak berada dalam tekanan dan begitu sulit menembus lini belakang Wolves. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1.

“Mereka adalah tim yang hebat dan memiliki pemain yang sangat bagus. Kami menyadari kalau pertandingan akhir pekan nanti tidak akan berjalan mudah.”

“Jadi kami harus siap untuk itu. Kami tetap mengejar kemenangan meski lawan yang kami hadapi adalah lawan yang sulit,” kata Fred, gelandang MU yang mencetak gol di laga tersebut, dikutip dari situs resmi klub.

Arsenal vs MU: Pilar-Pilar Utama Kembali Perkuat Setan Merah

Liputan6.com, London – Kabar baik menghampiri skuat Manchester united (MU). Jelang laga Big Match di kandang Arsenal, Stadion Emirates, malam ini, beberapa pemain utama Setan Merah sudah kembali berlatih hari Jumat kemarin.

Anthony Marthial, Nemanja Matic, Ander Herrera dan Jese Lingard sudah bergabung dengan tim. Mereka sudah terlihat kembali berlatih sejak Jumat kemarin. Namun unutk Lingard masih diragukan akan tampil pada laga melawan Arsenal nanti.

Beberapa pemain itu sebelumnya dibekap cedera saat pertandingan melawan Liverpool, bulan lalu. Mereka juga melewatkan laga MU melawan leg kedua Liga Champions melawan PSG tengah pekan kemarin.

Meski tanpa pemain intinya, pelatih MU, Ole Gunnar Solksjaer berhasil memberikan mimpi buruk kepada tuan rumah. Mereka berhasil mengalahkan PSG dengan skor 1-3, alhasil mereka pun lolos kebabak perempat final usai unggul efektivitas gol.

Dengan modal tersebut, MU percaya diri menjelang bertandang ke markas Arsenal. Ditambah pemain inti mereka sudah kembali pulih.

Prediksi MU Vs Southampton: Setan Merah Terus Melaju

Manchester – Manchester United (MU) bakal menjamu Southampton di Old Trafford di pekan ke-29 Liga Inggris 2018-2019, Sabtu (02/3/2019). MU memang tak bisa tampil dengan kekuatan penuh, tapi itu sepertinya bukan masalah buat mereka.

Di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer dua bulan belakangan Setan Merah jadi kekuatan paling menakutkan di pentas Liga Inggris.

Tengah pekan kemarin, United mengalahkan tuan rumah Crystal Palace 3-1. Hasil itu terbilang impresif, karena MU sejatinya kehilangan sembilan pemain inti akibat cedera.

Romelu Lukaku memborong dua gol kontra Palace, sedangkan Ashley Young menyumbang satu gol untuk United. Sementara itu, Luke Shaw, Victor Lindelof dan Paul Pogba masing-masing memberi kontribusi satu assist.

Bersama caretaker Ole Gunnar Solskjaer, MU belum terkalahkan di Liga Inggris. Mereka menang sembilan kali dalam 11 laga, juga mencetak 26 gol dan hanya kebobolan tujuh kali.

Tengah pekan kemarin, Southampton juga menang, yakni dengan skor 2-0 menjamu Fulham. Gol-gol Oriol Romeu dan James Ward-Prowse sukses memberi pasukan Ralph Hasenhuttl kemenangan pertama dalam lima laga.

2 dari 3 halaman

Imbang di Duel Pertama

Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini, United dan Southampton bermain imbang 2-2. Tertinggal oleh gol-gol Stuart Armstrong menit 14 dan Cedric Soares menit 20, United menyamakan kedudukan lewat Romelu Lukaku menit 33 dan Ander Herrera menit 39.

Waktu itu, United masih dilatih Jose Mourinho dan Southampton masih ditangani Mark Hughes.

Kali ini, Manchester United lebih difavoritkan menang. Terlebih lagi, United pasti tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk memangkas jarak dengan Tottenham atau menyalip Arsenal yang akan saling berhadapan di Derby London Utara.

3 dari 3 halaman

Prakiraan Susunan Pemain

Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Shaw, Lindelof, Smalling, Young; Pereira, McTominay; Rashford, Pogba, Dalot; Lukaku.

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer

Southampton (3-5-1-1): Gunn; Vestergaard, Yoshida, Bednarek; Bertrand, Hojbjegr, Romeu, Ward-Prowse, Valery; Armstrong; Redmond.

Manajer: Ralph Hasenhuttl

Sumber: Bola.net

Solskjaer Akan Kembali Mainkan Wonderkid MU

Jakarta Manajer interim Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengisyaratkan bakal kembali memainkan wonderkid James Garner. Sebab, Setan Merah sedang mengalami krisis gelandang. 

Garner menjadi debut sebagai pemain profesional saat MU menang 3-1 atas Crystal Palace, Rabu (27/2/2019). Pemain berusia 17 tahun itu masuk menggantikan Fred pada menit ke-89.

“Kami telah menantikan kesempatan memainkan Garner. Tentu saja, cedera Nemanja Matic dan Ander Herrera membuat peluang Garner bermain lebih besar,” kata Solskjaer.

“Akan tetapi, dia berpotensi menjadi gelandang tengah hebat. Kita akan melihatnya kembali bermain. Kami mungkin akan memainkannya saat melawan Southampton pada akhir pekan ini,” lanjut Solskjaer.

Sejak ditangani Solskjaer, MU telah memberikan debut profesional kepada dua pemain. Selain Garner, sebelumnya Tahith Chong juga menjalani debut ketika melawan Reading di Piala FA, awal Januari 2019.

“Kami adalah Manchester United. Kami memiliki skuad berkualitas dan akan terus memunculkan pemain. Setiap tim di liga pasti akan menghadapi masalah cedera pada periode krusial seperti sekarang,” ujar Solskjaer.

Sumber: manutd.com

Tinggalkan MU, Rossi Jalani Trial di LA Galaxy

Liputan6.com, Manchester – Giuseppe Rossi akhirnya meninggalkan MU setelah sempat berlatih bersama beberapa waktu terakhir. Amerika Serikat menjadi tujuan baru eks pemain Setan Merah tersebut.

Rossi sempat digadang-gadang sebagai salah satu pemain dengan segudang talenta pada usia mudanya. Manchester United (MU), yang kala itu diasuh Sir Alex Ferguson, lalu membajaknya dari skuat muda Parma pada tahun 2004.

Sayangnya, ia gagal menembus skuat utama. Bersama The Red Devils, ia hanya mampu mengantongi lima penampilan saja di Premier League. Alhasil, ia harus bergonta-ganti klub guna mendapatkan kesempatan bermain yang lebih.

Rossi sempat menemukan performa terbaiknya bersama Villarreal. Tapi, cedera parah yang dialaminya membuatnya harus tersingkir dari klub asal Spanyol itu pada tahun 2013. Setelah mondar-mandir di tim lain, ia akhirnya berakhir tanpa klub di tahun 2018 lalu.

Pada Januari 2019, ia sempat turut serta dalam sesi latihan MU yang diasuh oleh Ole Gunnar Solskjaer. Kehadirannya di tempat latihan memantik rumor soal dirinya bergabung dengan The Red Devils untuk sisa musim ini.

Namun tak lama berselang, kabar tersebut ditampik langsung oleh Solskjaer. Alhasil, Rossi pun kembali terluntang-lantung mencari klub baru untuk melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola.

2 dari 2 halaman

Ke LA Galaxy

Lama tak terdengar kabar soal dirinya, hingga rumor soal masa depannya kembali muncul baru-baru ini. Rossi disebut sedang melakoni masa percobaan dengan klub yang berbasis di kota Los Angeles, Amerika Serikat.

Menyusul unggahan di Instagram yang menunjukkan dirinya sedang terbang ke Amerika, La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa Rossi akan segera bergabung dengan LA Galaxy. Di klub tersebut, ia bisa dipasangkan dengan mantan penyerang MU, Zlatan Ibrahimovic.

Namun media lainnya, The Athletic, menebar laporan yang berbeda. Disebutkan bahwa pria berumur 32 tahun tersebut akan melakoni sesi percobaan bersama rival sekota LA Galaxy, yakni Los Angeles FC.

Klub yang bermarkas di Banc of California Stadium itu tak memiliki nama-nama mentereng. Meskipun demikian, mereka tetap mampu mencatatkan torehan apik dengan finis di peringkat tiga klasemen Grup B Major League Soccer dengan koleksi 57 poin.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Romelu Lukaku Siap Bermain di Posisi Apa Pun demi MU

Liputan6.com, Manchester – Romelo Lukaku makin cinta kepada Manchester United (MU) . Penyerang asal Belgia itu bahkan mengaku siap dimainkan di posisi manapun yang dibutuhkan Setan Merah.

Dalam dua bulan terakhir, Lukaku memang jarang dimainkan sebagai penyerang tengah oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer. Ia kalah bersaing dengan sosok Marcus Rashford, sehingga ia kebanyakan bermain di sisi kanan serangan MU dalam satu bulan terakhir.

Dini hari tadi, Solskjaer memasang Lukaku sebagai penyerang tengah sebagai pengganti Rashford yang mengalami cedera. Sang striker menuntaskan tugasnya dengan baik, di mana ia membuat dua gol ke gawang tuan rumah sehingga MU menang dengan skor 3-1 di Selhurst Park.

Lukaku juga menyebut bahwa ia senang akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai ujung tombak MU. “Saya hanya berharap saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah,” buka Lukaku kepada MUTV.

2 dari 3 halaman

Siap Berikan Segalanya 

Meski lebih senang bermain sebagai penyerang tengah, Lukaku menegaskan bahwa dirinya selalu siap untuk bermain di posisi manapun yang diinginkan sang pelatih.

“Hari ini pelatih memberikan saya kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah dan saya senang bisa membantu tim ini memenangkan pertandingan.”

“Saya tidak terlalu mempedulikan saya bermain di sisi kiri, kanan atau di tengah. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim ini. Selama tim ini menang dan saya bisa memberikan kontribusi atas kemenangan ini, maka saya akan bahagia.”

3 dari 3 halaman

Rekor Apik 

Kemenangan di Selhurst Park tadi menjadi milestone baru bagi MU. Pasalnya ini pertama kalinya Setan Merah meraih delapan kemenangan tandang beruntun sejak tim ini didirikan lebih dari satu abad yang lalu.

Lukaku sendiri merasa senang timnya bisa mencatatkan rekor yang sangat baik itu kali ini.

“Itu [delapan kali menang tandang beruntun] merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus terlebih jika anda melihat tim mana yang harus kami hadapi. Semua orang terus meragukan kami namun kami merespon keraguan itu dengan cara Manchester United, yaitu menang dan mendominasi pertandingan.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

MU Tekuk Palace, Solskjaer Temukan Penerus Carrick

Liputan6.com, Jakarta – Kemenangan Manchester United (MU) atas Crystal Palace, Kamis dini hari WIB (28/2/2019) jadi panggung bagi James Garner. Tampil untuk pertama kali bersama Setan Merah, pemain berusia 17 tahun tersebut berhasil mencuri perhatian sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Debut Garner bersama MU tidak berlangsung lama. Dia baru masuk pada menit ke-89 saat Setan Merah sudah unggul 3-1 pada pertandingan yang berlangsung di Selhurst Park itu. 

Garner masuk menggantikan posisi Fred. Meski hanya beberapa menit di lapangan, Garner ternyata mampu membuat Solskjaer terkesima. Pelatih asal Norwegia itu bahkan tidak ragu membandingkannya dengan salah satu gelandang terbaik Setan Merah di era modern. 

“Saya percaya dia punya kesempatan untuk masa depan yang hebat,” kata Solskjaer dilansir Dailymail.co.uk. “Tentu kami masih terus bekerja, dia tahu kami percaya kepadanya.”

“Kami yakin dia bakal jadi penerus Michael Carrick. Saya tahu dia masih muda, dan saya tahu tidak adil membandingkan anak-anak dengan pemain hebat seperti Michael, tapi dia punya watak yang sama,” beber mantan penyerang MU tersebut menambahkan. 

2 dari 3 halaman

Bermain Simpel

Garner bukan wajah yang familiar di skuat MU. Dia baru menandantangani kontrak profesional bersama MU pada 23 Mei 2018. Sebelum menjalani debutnya melawan Palace, Garner sebernarnya sudah dua kali dipanggil ke skuat utama, yakni melawan Reading dan Valencia di awal musim ini. Namun saat itu, Garner hanya berada bangku cadangan. 

Garner kembali dipanggil setelah MU diterpa badai cedera. Pria kelahiran Birkenhead itu masuk skuat inti bersama beberapa pemain muda lainnya, Tahith Chong dan Angel Gomes. 

Ada beberapa yang menurut Solskjaer membuat Garner mirip Carrick yang kini menjadi bagian dari staf pelatih Setan Merah. “Dia bisa melihat permainan, dia bermain simpel, dia bermain menyusuri garis, di mana saya pikir Scott McTominay juga tampil baik hari ini.”

“Beberapa umpan menyusur garis kepada Paul (Pogba) sangat luar biasa,” bebernya. 

3 dari 3 halaman

Berpekuang Tampil Lawan Southampton

Penampilan gemilang melawan Palace bukan tidak mungkin bakal membuka peluang Garner kembali ke skuat inti MU saat menjamu Southampton di Old Trafford, Sabtu (2/3/2019). 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Crystal Palace vs MU: Diogo Dalot Kunci Kemenangan Setan Merah

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Soslkjaer menyebut nama Diogo Dalot sebagai salah satu kunci kemenangan atas Crystal Palace. MU menang atas tuan rumah Crystal Palace 3-1 dalam lanjutan Liga Inggris, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB.

Seperti dilansir Manchester Evening News, Solskjaer mengaku sebetulnya memilih Dalot karena terpaksa. Maklum, MU dihantam badai cedera dengan absenya Juan Mata, Ander Herrera, dan Marcus Rashford.

Namun keputusan memainkan Dalot ternyata tepat. Pasalnya, pemain asal Portugal itu turut membantu pertahanan MU.

“Anda bisa lihat dia punya kemampuan untuk maju ke depan. Tetapi tentu saj adia membantu (pertahanan, red). Zaha dan Van Aanholt bagus di sisi kiri untuk Palace,” kata Solskjaer.

Pertandingan Palace vs MU sendiri berlangsung di Selhurst Park, Romelu Lukaku menciptakan dua gol awal MU masing-masing pada menit 33 dan 52.

Palace sempat membalas berkat aksi Joel Ward di menit 66. Namun harapan Palace untuk menyamakan kedudukan pupus setelah Ashley Young menciptakan gol ketiga di menit 83.

2 dari 3 halaman

Membantu Ashley Young

Dalam pertandingan ini, Dalot dimainkan Solskjaer di sisi kanan untuk membantu Ashley Young. Keberadaan Dalot membuat Young tidak kerepotan menahan serangan sayap Palace yang dikenal berbahaya lewat Wilfried Zaha dan Andros Townsend.

“Mereka para pemain yang bagus, secara individu mereka mencoba masuk ke dalam dan melawan Anda satu lawan satu,” kata Solskjaer.

3 dari 3 halaman

Delapan Kemenangan

Hasil positif ini membuat MU menorehkan sejarah. Untuk pertama kalinya, MU menang dalam delapan laga tandang beruntun.

Kemenangan tandang pertama MU diraih saat melibas Cardiff City 5-1. Laga itu juga menjadi debut Solskjaer sebagai manajer sementara MU.

Hasil Liga Inggris: Lukaku 2 Gol, MU Atasi Palace 3-1

London – Angka penuh berhasil dibawa pulang Manchester United dari lawatannya ke markas Crystal Palace. Romelu Lukaku mencetak dua gol untuk memenangkan MU 3-1.

Pada lanjutan Liga Inggris, Palace menjamu MU di Selhurst Park, Kamis (28/2/2019) dinihari WIB. The Red Devils mengungguli Palace di babak pertama berkat gol Lukaku.

Tiga gol tercipta di babak kedua. Lukaku memperbesar skor MU sebelum Palace menghidupkan asa dengan gol James Ward. Namun demikian, Ashley Young memastikan kemenangan MU dengan golnya pada 10 menit terakhir.

Kemenangan MU memanaskan persaingan finis empat besar di akhir musim. Dengan tiga angka tambahan, Setan Merah tetap di peringkat lima usai mengumpulkan 55 poin hasil 28 laga. MU berjarak satu poin dari Arsenal di atasnya dan unggul tiga poin dari Chelsea di bawahnya.

Sementara itu, Palace menempati peringkat 14 dengan 30 poin. The Eagles belum aman karena cuma unggul lima angka dari Cardiff City yang berada di zona degradasi.

Jalannya Pertandingan

Peluang berarti pertama diciptakan MU di menit kedelapan. Dari sepak pojok, Luke Shaw mengirim bola ke kotak penalti yang diterima Romelu Lukaku. Namun meski lepas dari kawalan pemain lawan, sepakan voli Lukaku masih melambung di atas mistar gawang.

Hanya berselang tiga menit, giliran Palace menciptakan peluang emas. James McArthur melewati Scott McTominay untuk melepaskan crossing kepada Andros Townsend di dekat tiang gawang. Dari sudut sempit sontekan Townsend juga masih melambung.

Kebuntuan akhirnya terpecah di menit ke-33. MU mengungguli Palace 1-0 berkat gol Lukaku.

Shaw meliuk-liuk di sayap kiri untuk menembus pertahanan Palace sebelum mengirim operan pendek kepada Lukaku. Striker Belgia itu menuntaskan dengan sepakan mendatar terarah yang bersarang di sudut bawah gawang.

Palace hampir langsung mencetak gol balasan. Di menit ke-34, sundulan Jeffrey Schlupp melebar tipis setelah menerima crossing akurat Townsend di dalam kotak penalti.

Alexis Sanchez memperlihatkan manuver menjanjikan. Namun, sebelum bisa merangsek ke kotak penalti Palace, Martin Kelly sukses mengintersepsi untuk mencegah Sanchez melakukan tembakan dari posisi bagus.

Babak pertama berakhir. MU sementara unggul 1-0 atas Palace.

MU melewatkan peluang emas usai restart. Crossing Diogo Dalot menemui Paul Pogba, tapi sundulannya dari jarak dekat justru melambung.

Akhirnya MU memperoleh gol keduanya di menit ke-52. Diawali dari sepak pojok yang gagal diredam Palace, bola menemui Victor Lindelof untuk diteruskan kepada Lukaku di tiang jauh. Pemain yang disebut terakhir melesakkan tendangan kaki kiri guna menyarangkan bola ke sudut atas gawang. Kedudukan berubah menjadi 2-0.

David de Gea membuat penyelamatan untuk pertama kalinya di pertandingan ini. Wilfried Zaha mengalahkan Ashley Young kemudian mengirim bola silang kepada rekan setimnya di dekat tiang gawang MU. De Gea jatuh untuk menepis bola ke luar garis gawang.

Buruknya pertahanan MU mendapat hukuman. Di menit ke-66 Palace menciptakan gol balasan untuk menipiskan skor menjadi 1-2.

Kerjasama dengan Towsend diakhiri Schlupp dengan umpan silang ke arah tiang jauh yang dengan mudah disontek James Ward untuk menaklukkan penjagaan De Gea.

Setelah mencetak gol Palace menjadi lebih percaya diri untuk menyerang. Palace kemudian mendapatkan tendangan bebas dari posisi yang berbahaya. Meski begitu, sepakan Luka Milivojevic tak cukup melengkung sehingga bola gagal mengarah ke sasaran.

Giliran MU dihadiahi tendangan bebas. Pogba maju sebagai eksekutor tapi tembakannya bisa diselamatkan Guaita di sudut kiri bawah gawang.

MU akhirnya membunuh pertandingan di 10 menit terakhir. Bekerja sama dengan Lukaku di luar kotak penalti, Pogba mengirim bola terobosan kepada Ashley Young yang melakukan overlapping. Dari dalam kotak penalti, Young menceploskan sepakan mendatar ke gawang Palace.

Susunan Pemain

CRYSTAL PALACE: Guaita, Tomkins, Kelly, Ward, Van Aanholt (Kouyate 83′), Schlupp, McArthur (Meyer 61′), Townsend, Milivojevic, Zaha, Batshuayi (Benteke 78′)

MANCHESTER UNITED: De Gea, Young, Smalling, Lindelof, Shaw, Dalot (Bailly 77′), Pogba, Fred (Garner 90′), McTominay, Sanchez (Rashford 77′), Lukaku
(rin/raw)

Arsenal Berperan di Balik Membaiknya Pertahanan MU

Liputan6.com, Jakarta – Luke Shaw tampil sebagai man of the match saat Manchester United (MU) bermain imbang dengan Liverpool, Minggu lalu. Dalam duel ini, MU berhasil menahan The Reds tanpa gol. Ini merupakan clean sheet keempat beruntun yang mampu diraih Setan Merah di liga domestik.

Penampilan barisan pertahanan MU semenjak ditangani oleh Ole Gunnar Solksjaer memang terus membaik. Sejak ditunjuk menggantikan Jose Mourinho, Desember lalu, Setan Merah hanya kemasukan 9 gol dalam 14 pertandingan dan berhasil mencatat 7 clean sheet.  


Ini jauh berbeda dengan situasi yang dialami MU saat masih ditangani Mourinho. Musim lalu, MU sempat kebobolan satu gol lebih sedikit dari 29 gol yang dicetak dalam 17 pertandingan. Sejak ditangani Solkjaer, agregat gol MU berubah dari nol di era Mourinho menjadi +17. 

Peningkatan ini tidak lepas dari kejelian Solskjaer dalam menempatkan pemainnya. Di lini belakang MU yang menggunakan empat bek, pelatih asal Norwegia itu menempatkan duet Ashley Young dan Luke Shaw sebagai bek sayap. Dia juga mempertahankan Victor Lindelof yang tampil memukau di era Mourinho. Sementara Phil Jones diplot sebagai patner utama Lindelof dan keduanya telah tampil sebagai starter dalam delapan pertandingan. 

Sedangkan Eric Baily dipercaya tampil dalam 4 laga dan Chris Smalling tiga pertandingan.  

Smalling sebenarnya baru saja pulih dari cedera yang membuatnya sempat absen dua bulan. Namun di bawah Solskjaer, Smalling mampu membantu MU mencetak 3 cleen sheet

Sejak bermain imbang 2-2 melawan Burnley (29/1), MU belum sekalipun kebobolan Menurut Solskjaer, kebangkitan barisan pertahanan MU ternyata tidak lepas dari pengalaman saat mengalahkan Spurs 1-0 (13/1) dan kemenangan 3-1 atas Arsenal di Piala FA (26/1). 

“Kami menghabiskan banyak waktu membangun struktur dan bentuk,” kata Solskjaer seperti dilansir Manchestereveningnews. “Bagaimana kami bertahan, sebab pada laga-laga awal kami tidak mendapat banyak kesempatan untuk menguji hal tersebut,” kata Solskjaer. 

“Tapi ketika kami ke markas Arsenal dan Anda bisa melihat bagaiman kami pontang-panting di lini tengah dan empat bek kami tampak menyedihkan seperti domba babak belur.” 


2 dari 3 halaman

Benahi Lini Tengah

Setelah pertandingan tersebut, Solskjaer tidak hanya meperbaiki barisan belakang pasukannya. Dia juga berusaha membenahi komposisi lini tengah Setan Merah.  

“Bentu lini tengah meningkat pesat, yang akhirnya membantu empat bek untuk bermain sebagai empat bek dan tidak tersebar di semua tempat,” kata Solskjaer. 

“Itu prinsipil. Prinsip saya adalah jangan pernah mengikuti dia; saya selalu bermain dan melatih dengan sistem zona. Saya bukan fans sistem man to man marking.”

Ketangguhan barisan pertahanan MU kembali akan diuji Kamis (28/2/2019). Dalam duel ini, Setan Merah akan bertandang ke markas Crystal Palace dalam lanjutan Premier League. 

3 dari 3 halaman

Jadwal Pertandingan Liga Inggris

Jadwal Liga Inggris

Kamis (28/2/2019)

02:45 WIB, Arsenal vs Bournemouth

02:45 WIB, Southampton vs Fulham

03:00 WIB, Crystal Palace vs Manchester United

03:00 WIB, Chelsea vs Tottenham Hotspur

03:00 WIB, Liverpool vs Watford

03:00 WIB, Manchester City vs West Ham United

Saksikan juga video menarik di bawah ini: