detikcom Laporkan Dugaan Penganiayaan Jurnalisnya di Munajar 212 ke Polisi

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan dugaan persekusi terhadap wartawan detikcom, Satria Kusuma. 

Satria melaporkan kejadian tersebut pada Jumat (22/2/2019) pukul 00.15. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/ Resto Jakpus tanggal 22 Februari 2019.

“Iya sudah ada laporan masuk hari ini. Perkara yang dilaporkan adalah bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi, saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Purwadi mengatakan, saat ini pihak terlapor atau pelaku persekusi terhadap Satria masih dalam penyelidikan.

“Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan resmi tertulis, detikcom mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawannya. Langkah hukum dilakukan agar ke depan kejadian serupa menimpa para jurnalis.

“Detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar Undang-undang Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. Detik.com adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers,” pernyataan detikcom dalam keterangannya.

Terpisah, Pemimpin Redaksi detikcom sekaligus Direktur Konten, Alfito Deannova Ginting, melalui pesan singkat mengatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut semalam.

2 dari 2 halaman

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

“Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.”

Reporter: Ronald

Detikcom Beber Kronologi Dugaan Persekusi Wartawannya di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Acara Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 menyisakan cerita. Sejumlah wartawan dikabarkan mengalami persekusi.

Persekusi diduga dilakukan sejumlah massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis malam tersebut. Wartawan dari CNN Indonesia TV dan Detikcom diduga menjadi korban persekusi.

Detikcom memberikan konfirmasi terkait kebenaran karyawannya bernama Satria Kusuma yang mengalami persekusi.

Melalui laman resminya, Detikcom menjelaskan kejadian bermula saat Satria mengabadikan momen saat ada copet yang tertangkap.

Satria yang juga bersama wartawan lain, diminta untuk menghapus rekaman video yang diambilnya. Karena massa banyak, Satria menghapus video tersebut.

Namun kejadian tak berhenti sampai di situ. Satria justru digiring dibawa ke tenda VIP mereka. Di dalam tenda VIP tersebutlah diduga persekusi terhadap Satria semakin menjadi.

Ia sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang menggunanakan pakaian serba putih itu tahu jika Satria adalah wartawan detikcom, sehingga tindakan intimidatif dalam bentuk verbal pun terjadi.

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.

2 dari 3 halaman

Wartawan CNN Indonesia TV

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) Koordinator Liputan (Korlip) CNN Indonesia TV Joni Aswira yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP dekat panggung acara. Mereka menunggu sejumlah narasumber untuk melakukan wawancara.

Namun pada pukul 21.00 WIB, terjadi keributan di tengah suara selawatan. Diduga ada pencopet yang ditangkap oleh sejumlah massa. Mendadak sontak kejadian itu memancing para jurnalis mendekati lokasi kejadian, termasuk pewarta foto CNN Indonesia TV.

Menurut pengakuan Joni, kamera jurnalis cukup mencolok, sehingga menjadi bahan buruan beberapa orang. Mereka mengintervensi wartawan foto tersebut untuk segera menghapus gambar kericuhan yang sempat tertangkap.

“Kalian dari media mana? Dibayar berapa? Kalau rekam yang bagus-bagus saja, yang jelek enggak usah,” ucap Joni menirukan oknum massa, Jumat (22/02/2019).

Joni melanjutkan, nasib serupa dialami wartawan Detikcom saat sedang merekam kericuhan. Massa menyuruhnya menghapus gambar, tapi wartawan itu tak mau memberikan ponselnya.

“Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang,” ucap dia.

Jurnalis CNNIndonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Koordinaror Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menampik adanya penganiayaan terhadap wartawan. Namun, dia membenarkan ada pencopet yang diamankan oleh massa.

“Enggak ada. Namanya kan ada copet, jadi laskar (massa) tuh ngamanin semuanya, semuanya diamanin. Kan, kita enggak tahu mana beneran wartawan mana bukan, takutnya kan cuma ngaku aja. Makanya diamanin,” katanya.

Novel juga menjelaskan, pada saat kejadian, tak terlihat tanda pengenal yang diduga wartawan tersebut. Namun, setelah diketahui kalau itu wartawan, pihaknya langsung melepasnya.

“Nah, itu enggak ada. Enggak dipakai. Pas diamanin, terus ditanya-tanya ya kita lepas pas tahu itu wartawan,” ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Taiwan Jadi Negara Pertama yang Ajukan RUU Pernikahan Sesama Jenis di Asia

Liputan6.com, Taipei – Pemerintah Taiwan pada hari Kamis, mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) untuk mengizinkan pernikahan sesama jenis, di mana hal itu menjadi yang pertama dalam jenisnya di Asia.

Tetapi, RUU tersebut dikritik oleh aktivis hak asasi dan kelompok konservatif di tengah perdebatan sengit tentang kesetaraan pernikahan, demikian sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (21/2/2019).

Dalam sebuah referendum yang digelar akhir tahun lalu, banyak pemilih Taiwan menentang kesetaraan pernikahan, meski suara yang tidak kalah besar menuntut gagasan tersebut dilanjutkan.

RUU yang diumumkan oleh kabinet setempat itu berencana memberi perlindungan hukum setara bagi pernikahan pasangan sesama jenis, seperti hak tinggal satu atap dan memiliki kartu keluarga.

Namun, secara perdata, pernikahan tetap didefinisikan sebagai antara pria dan wanita, sehingga pasangan sesama sejenis tidak memiliki hak hukum terhadap isu-isu sensitif dalam rumah tangga, seperti adopsi anak misalnya.

Jennifer Lu, koordinator Koalisi Kesetaraan Pernikahan Taiwan, mengatakan RUU tersebut tidak memberikan perlindungan hukum yang lengkap kepada pasangan sesama jenis.

Dia mengakui bahwa pemerintah menerima tekanan dari berbagai pihak, tetapi mengatakan para aktivis akan terus memperjuangkan persamaan hak.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Keputusan Final pada Akhir Mei

Parlemen Taiwan diperkirakan akan memberikan suara final pada rancangan RUU pada akhir Mei nanti.

Itu adalah batas waktu untuk undang-undang yang ditetapkan oleh pengadilan konstitusi pada Mei 2017, ketika memutuskan bahwa pasangan sesama jenis memiliki hak untuk menikah secara sah.

Perpecahan telah menjadi tantangan bagi Presiden Tsai Ing-wen, yang partainya mengalami kekalahan besar dalam pemilihan lokal pada November lalu, di tengah kritik atas agenda reformasinya, termasuk kesetaraan pernikahan.

Kelompok konservatif yang menentang pernikahan sesama jenis mengatakan mereka akan tetap menentang RUU tersebut, “bagaimanapun caranya”

Inovasi Baru dalam Berdonasi dan Filantropi Digital

Liputan6.com, Jakarta – Go-Pay berkolaborasi dengan Filantropi Indonesia mengembangkan inovasi donasi dan filantropi digital. Terdapat tiga komponen dalam kolaborasi ini yaitu memfasilitasi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam pemanfaatan Go-Pay dalam donasi digital, capacity building, dan kampanye terkait donasi digital.

Aldi Haryopratomo, CEO Go-Pay melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com menyebut bahwa dulu ia memulai karier saat membantu rehabilitasi setelah tsunami Aceh. Ia melihat gerakan-gerakan sosial seperti Gojek peduli anak yatim dan lainnya.

“Inisiatif yang dilakukan oleh mitra-mitra Gojek dalam mengumpulkan bantuan untuk korban bencana di penjuru Indonesia. Saya menyadari orang Indonesia memiliki semangat membantu sesama yang luar biasa,” tambahnya.

Aldi menambahkan pihaknya ingin terus mendorong luasnya pemanfaatan kemudahan pembayaran nontunai, termasuk membantu sesama lewat donasi. Ia melihat donasi digital memiliki potensi membantu Indonesia lebih sejahtera.

Program yang dijalankan ini memberi kemudahan bagi para pengguna Go-Pay untuk donasi ke ratusan organisasi dan rumah ibadah. Caranya dengan scan kode QR atau memilih Go-Pay sebagai metode pembayaran.

Pemanfaatan teknologi pembayaran nontunai ini diharapkan membuat pengumpulan donasi untuk masyarakat kian mudah, aman, dan juga transparan. Selain itu, Erna Witoelar selaku Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia menyambut baik kolaborasi ini. 

“Kami percaya dengan jumlah pengguna dan jangkauan GO-Pay yang luas, rekan-rekan lembaga dan yayasan bisa menjangkau lebih banyak donatur, dan transparansinya lebih terjaga sehingga masyarakat donatur akan menjadi lebih nyaman dalam berdonasi,” jelas Erna.

Sementara, dalam program Go-Pay for Good, Go-Pay berperan sebagai medium transaksi, di mana uang yang didonasikan akan masuk ke rekening organisasi yang dituju. Sebanyak 182 yayasan dan rumah ibadah di Indonesia telah bekerja sama, salah satunya Filantropi Indonesia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

[Cek Fakta] Viral Penularan Difteri dari Cabai Kering Bercampur Air Seni Tikus, Faktanya?

Liputan6.com, Jakarta – Penyakit difteri dikabarkan kembali merebak di Jakarta. Kabar ini viral di Facebook sejak beberapa hari lalu.

Misalnya saja seperti yang diunggah oleh akun facebook Fitra Hidayati Akhmad pada 16 Februari 2019 lalu. Dalam unggahannya, Fitra Hidayati menuliskan narasi bahwa ada 600 anak-anak yang terserang penyakit difteri.

Selain itu, ia juga mengunggah video. Dalam video itu terlihat tumpukan cabai kering yang diserbu tikus. Fitra Hidayati mengaitkan video tersebut dengan penularan penyakit difteri yang disebabkan oleh air seni tikus.

Dki Jakarta, Jabar. Ada 600 yang kena. RS penuh dg kondisi anak2 Difteri. 38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian luarbiasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd 11 Des. Usia 1 sd 19 tahun

Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, Jgn jajan pk cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri…

*PERHATIAN*Utk kita2 yg keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dg menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt… cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, monggo dievaluasi kembali. Knp? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan sarang tikus. Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan. Mari kita jaga keluarga kita.*Gejala Difteri*Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.• Demam dan menggigil.• Sakit tenggorokan dan suara serak.• Sulit bernapas atau napas yang cepat.• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.• Lemas dan lelah.• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.Penularan melalui droplet spt dari ludah , batuk, dll kaya penularan TBC. Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa barat dan sekitarnya. Info : Dinkes DKI Jakarta,” tulis Fitra Hidayati.



2 dari 3 halaman

Fakta

Dari hasil penelusuran, kabar tentang merebaknya penyakit difteri di Jakarta ternyata tidak benar.

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dan bukan berasal dari air seni tikus. Adapun, penyakit dari air seni tikus disebut leptospirosis. Hal ini sebagaimana diberitakan Liputan6.com dengan judul berita ‘Gejala Difteri Mirip Penyakit Flu, Lalu Apa Bedanya?‘.

Liputan6.com, Jakarta-Difteri, sempat menggegerkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, beberapa wilayah di Indonesia mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri. Kementerian Kesehatan RI mencatat difteri telah menelan 44 korban jiwa dari beberapa Kab/Kota di Indonesia.

Daerah yang paling banyak terkena difteri adalah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Namun demikian, apa sebenarnya penyakit difteri itu? Bagaimana penyakit itu bisa muncul dan apa bahayanya?

Dilansir Healthline, Senin (15/1/2018), Difteri atau diptheria merupakan infeksi bakteri yang menyerang membran mukus pada tenggorokan dan hidung. Penyakit menular ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphthetiae, di mana penyebarannya melalui cairan yang keluar melalui hidung dan mulut.

Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati ketika berbagi gelas dengan orang lain dan sebaiknya hindari penggunaan tisu yang telah dipakai.

Gejala yang akan muncul ketika Anda mulai terserang penyakit Difteri adalah demam, sakit tenggorokan, dan batuk kering. Gejalanya memang mirip seperti penyakit flu. Akan tetapi, yang menjadi pembeda dengan penyakit flu adalah tampaknya kelenjar keabu-abuan di pangkal tenggorokan.

Anda juga akan mengalami sesak nafas dan detak jantung yang menjadi semakin cepat. Gejala inilah yang dapat berujung pada kematian.

Oleh sebab itu, jangan anggap remeh gejala penyakit yang mungkin kerap Anda rasakan. Bisa jadi, penyakit yang kerap Anda rasakan tersebut ternyata memiliki dampak yang berbahaya. Berhati-hatilah terhadap penyakit Difteri.

Sementara narasi yang menyebut sudah ada 600 orang terkena penyakit difteri di Jakarta ternyata juga tidak benar. Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa informasi adanya 600 orang terjangkit difteri dan 38 di antaranya telah meninggal dunia merupakan peristiwa pada Desember 2017.

Hal ini bisa dilihat dari pemberitaan Liputan6.com dengan judul berita ‘Difteri Meluas ke 28 Provinsi, Inikah KLB Terbesar di Dunia?‘.

Liputan6.com, Jakarta-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan kasus difteri terus meluas sampai ke 28 provinsi di Indonesia serta terjadi di 142 kabupaten dan kota.

Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) di Jakarta, Senin, menjelaskan laporan 40 anak yang terinfeksi difteri meninggal dunia dan lebih dari 600 pasien dirawat di rumah sakit karena terjangkit difteri.

Aman menerangkan jumlah ini adalah data IDI dan organisasi profesi di bawahnya, khususnya IDAI, yang didapat dari laporan organisasi profesi berdasarkan kasus kejadian yang ditemukan oleh setiap profesi.

“Kita meminta sesama profesi, jadi kalau ada kasus, setiap profesi melapor, kita sudah hitung, sama datanya,” kata Aman, seperti dilansir dari AntaraNews, Senin (18/12/2017).

Dia mengatakan bahwa kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri ini adalah yang paling besar terjadi di dunia, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan negara-negara yang pernah terjadi KLB difteri sebelumnya.

“Sebelumnya di Rusia, tapi tidak sebesar ini. Di India hanya satu dua provinsi, di Brasil hanya beberapa provinsi, dan Afrika Selatan juga hanya beberapa provinsi,” jelas Aman.

Aman menilai KLB difteri harus ditanggapi serius oleh seluruh kalangan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, bukan hanya kalangan medis.

Dia berharap seluruh kalangan mendukung program penanggulangan KLB difteri dengan imunisasi ulang atau “Outbreak Response Immunization” (ORI) agar tidak lagi menimbulkan kerugian bagi negara.

Selain itu, video yang ditampilkan dalam konten tersebut ternyata tidak terkait dengan penularan penyakit difteri. Video itu telah lama diunggah, tepatnya pada 6 Desember 2017 silam oleh akun youtube INDIAN ACTION SERVICE.

OMG : Hundreds of rats are eating red chilli. You will not believe your eyes. Hundreds of rats are eating red chilli. Watch it,” tulis INDIAN ACTION SERVICE.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang penyakit difteri yang kembali merebak dan disebabkan oleh air seni tikus tidaklah benar.

Selain itu, video cabai kering yang tengah dikerubungi tikus bukan terjadi di Indonesia. Video itu berasal dari India dan tidak terkait dengan penyebaran difteri. 

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Sandiaga Usul Tak Ada Penelis Saat Debat, KPU: Yang Bikin Pertanyaan Siapa?

Liputan6.com, Jakarta – Ketua KPU RI Arief Budiman menegaskan tidak mungkin debat capres terlaksana tanpa kehadiran panelis. Justru dia merasa heran, darimana pertanyaan tercipta bila tidak ada tim panelis.

“Yang bikin pertanyaan siapa? Maksud saya yang merancang pertanyaannya siapa? Maksudnya semua segmen ntar saling bertanya gitu?” heran Arief di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Menurut Arief, model pertanyaan bebas sudah diterapkan di debat capres kedua. Pada segmen ke lima yakni pertanyaan eksploratif diketahui sesama kandidat boleh saling bertanya tanpa terikat panelis.

“Jadi kan kemarin sudah kita kasih kesempatan di segmen lima, saling bertanya. Mereka lebih eksploratif tidak lagi diatur ketat siapa harus menjawab dan menanggapi, itu sebetulnya eksplorasi bebas,” jelas Arief.

Sebelumnya, usulan pertanyaan tanpa panelis dicetuskan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno. Menurutnya, pertanyaan dalam debat dapat dibuat tim visi misi kedua kubu agar lebih real.

“Jadi untuk masing-masing topik misalnya kesehatan, pendidikan apa yang menjadi visi misi Indonesia Menang Prabowo-Sandi dan silahkan dipertanyakan atau dikritisi,” ujar Sandiaga di Media Center pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

8 Tipe Anak Kos, Kamu yang Mana?

Liputan6.com, Jakarta – Apakah kamu salah satu dari sekian banyak anak kos? Bagaimana menurutmu hidup menjadi anak kos? Apakah menyenangkan?

Tentu saja, tinggal bersama orangtua sepertinya jauh lebih menyenangkan ketimbang tinggal sendiri dan menjadi anak kos. Sebab, hidupmu kini diatur oleh dirimu sendiri. Kamu harus jadi lebih mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri sendiri.

Berbicara tentang anak kos, ada satu fakta unik yaitu tentang tipe anak kos zaman sekarang. Tipe anak kos ini sangat beranekaragam. Ada yang baik, ramah, jahat, sinis, kaya, sederhana, malas, dan rajin.

Dalam menjalin hubungan pertemanan sesama anak kos, sudah pasti kamu akan menemukan tipe di atas. Namun, ada tipe anak kos yang sudah pasti kamu temukan di mana pun berada.

Lalu, kamu tipe yang mana? Berikut tipe-tipe anak kos, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Anak Kos yang Malas

Sifat malas memang seolah hinggap di semua orang. Terasa sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Ketika jadi anak kos, pasti ada saja anak yang malas. Meskipun pembagian jadwal bersih kos-kosan sudah ada, namun dia tetap tidak mau membantu karena kemalasannya.

Bahkan ada juga yang malas untuk membersihkan peralatan makannya sendiri. Wah, kalau sudah begini, memang sudah keterlaluan. Tak heran bila kamarnya berantakan dan banyak barang-barang kotor.

2 dari 8 halaman

2. Anak Kos yang Tidak Suka Kotor

Tipe yang satu ini merupakan kebalikan dari tipe di atas. Tipe lumayan sering dijumpai, khususnya untuk anak kos wanita.

Namun jangan salah, ada kok pria yang tidak suka dengan yang kotor-kotor. Anak kos dengan tipe ini patut diacungi jempol.

Sebab, semua peralatan di kamarnya pasti tertata rapi sesuai dengan tempatnya. Ketika ia melihat lantai kamarnya kotor, sudah pasti ia langsung membersihkannya.

3 dari 8 halaman

3. Tipe yang Suka Ngatur

Tipe ini juga sangat sering dijumpai. Baik pria maupun wanita, keduanya sama saja. Sifat mengatur ini timbul karena mungkin dirinya dianggap sebagai tangan kanan pemilik kos. Sehingga, ia bertingkah sesuka hati dan suka mengatur teman kosnya yang lain. Sifat ini tentu saja tidak baik.

Mengapa? Kamu bisa bayangkan dong bagaimana rasanya diatur untuk ini dan itu. Pasti akan terasa menyebalkan, bukan?

Tapi jika itu untuk kebaikan bersama, seperti agar kebersihan tempat kos terjaga, lalu kerukunan antar penghuni kos terjamin, maka sah-sah saja dan itu merupakan hal positif.

4 dari 8 halaman

4. Tipe yang Pendiam

Karakter manusia ada dua, yaitu introvert dan extrovert. Keduanya sangat berbanding terbalik. Dimana introvert sangatlah pendiam, sedangkan extrovert sangat aktif.

Sifat pendiam ini juga banyak ditemui. Ada saja anak kos yang sulit bergabung dengan anak kos yang lainnya. Satu rumah saja sulit sekali sapa-menyapa, bagaimana kalau di lingkungan kampus, ya?

5 dari 8 halaman

5. Anak Kos yang Kocak

Memiliki teman kos yang kocak alias lucu tentu saja sangat menyenangkan. Sebab, kehadiran orang tersebut dapat mencairkan suasana.

Lingkungan di rumah kos juga akan terasa aman, tenteram, dan damai karena kehadiran dirinya. Tipe anak kos yang satu ini sangatlah disenangi oleh banyak orang.

Maka tak heran jika anak kos tipe ini memiliki teman yang banyak. Sayangnya, terkadang keramaiannya membuat suasana bising dan menyebalkan jika kita sedang ini ketenangan.

6 dari 8 halaman

6. Tipe Pemarah

Sama seperti tipe yang suka mengatur, tipe pemarah ini juga sangat menyebalkan. Tipe ini pastinya sangat tidak disukai oleh teman-temannya.

Bagaimana tidak, tipe ini tidak bisa diajak bercanda. Apa saja yang dilakukan dibawa serius, hingga akhirnya membuat dirinya cepat marah. Padahal tujuan utamanya untuk bercanda, tiba-tiba jadi menegangkan karena sifat pemarahnya.

7 dari 8 halaman

7. Anak Kos yang Dijadikan Teman Curhat

Setiap manusia membutuhkan teman untuk saling berbagi cerita. Dalam menjalani kehidupan sebagai anak kos, tipe ini juga sering ditemukan. Entah bagaimana caranya, kamu pasti akan menemukan seseorang yang pas denganmu.

Teman yang dapat mendengarkan segala keluh-kesahmu setiap hari. Tipe yang seperti ini haruslah penyabar, lembut, bijaksana, dan mau menjadi pendengar yang baik.

8 dari 8 halaman

8. Tipe yang Pelitnya Kebangetan

Hidup menjadi anak kos memang menuntutmu harus mampu mengatur keuangan dengan baik. Namun, bukan berarti harus menonjolkan sifat pelit.

Ada saja anak kos yang sangat sulit untuk meminjamkan uang kepada temannya. Parahnya, ia juga sangat pelit terhadap dirinya sendiri. Benar-benar kebangetan, ya?

Jadilah Diri Sendiri yang Tidak Merugikan Orang Lain

Itulah tipe anak kos yang pasti sering ditemui di mana pun berada. Dari delapan tipe di atas, manakah yang termasuk sifatmu? Silahkan jawab sendiri dalam hati. Namun dari semua itu, yang terpenting adalah menjadi diri sendiri dan merugikan orang lain.

Saat Petugas Berhadapan dengan Truk-Truk Penghancur Jalan di Riau

Liputan6.com, Pekanbaru- Empat truk pengangkut kayu hutan tanaman industri ditangkap Balai Pengawas Transportasi Darat (BPTD) Riau-Kepulauan Riau di Kecamatan Perawang, Kabupaten Siak. Masing-masing truk bermuatan hingga 45 ton lebih dan diduga melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Selain muatan tidak sesuai aturan, truk bertonase tinggi itu disebut sebagai penghancur jalan sehingga berakibat fatal bagi pengguna kendaraan lainnya. Jalanan rusak memicu kecelakaan tunggal atau tabrakan sesama pengendara lain.

Menurut Kepala BPTD Adji Panatagama, empat truk itu sudah dibawa ke terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Penyidikan dilakukan, dan pemilik truk sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sementara pemilik bengkel yang memodifikasi belum, kemudian sopirnya tidak kena, tidak menutup kemungkinan pemilik barang di mobil jadi tersangka,” kata Adji di Pekanbaru, Sabtu 16 Februari 2019.

Adji menjelaskan, truk itu ditangkap karena berkategori over dimensi dan over loading (ODOL). Berdasarkan UU LLAJ, setiap truk hanya boleh berkapasitas 21 hingga 30 ton, sementara truk yang ditangkap berbobot 45 ton dan barang di atasnya.

Secara normal, panjang truk pengangkut barang tidak lebih dari 12 meter. Namun pemilik truk sudah menarik sumbu truk serta memodifikasi bak belakang hingga mencapai 16 meter.

“Tonasenya sudah 100 persen melanggar, tidak boleh karena ini mempercepat kerusakan jalan di Riau,” ucapnya.

Adji menjelaskan, operasi truk ODOL akan dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Riau, kecuali Kepulauan Meranti karena tidak ada jalur darat di sana. Selain empat truk itu, sudah ditangkap pula beberapa truk lainnya.

“Sebelum di Perawang, kemarin ada juga truk di Kampar. Operasi ini juga melibatkan dinas perhubungan setempat, POM TNI, Lantas dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau,” kata Adji.

Kegiatan Zero ODOL yang dicanangkan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Angkutan Darat dalam rangka Save Jalan hingga tahun 2021 ini juga sudah menormalisasi 200 unit kendaraan serupa di Riau. Hal ini bekerjasama sama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia.

2 dari 2 halaman

Jual Murah

Adji menyebutkan, saat ini di Riau terdata 30 ribu truk yang melanggar rancang bangun. Sebanyak 70 persen kendaraan berasal dari Riau dan ini menjadi target untuk ditertibkan atau dikembalikan ke rancang awal pabrikan.

“Tujuannya jelas untuk mencegah kerusakan parah jalanan di Riau,” tegasnya mengulang.

Selama penindakan, sudah ada beberapa pemilik yang terseret hingga ke pengadilan karena tidak mau menormalisasi kendaraan dengan alasan biaya. Biasanya mencapai Rp 80 juta untuk mengembalikan ke bentuk awal.

Hal ini membuat banyak pengusaha truk di Riau yang menjual kendaraannya dengan harga murah. Masyarakat diminta Adji untuk tidak membeli karena nantinya rugi sendiri dengan penegakan hukum oleh BPTD-nya.

“Akan banyak pemilik kendaraan yang menjual murah, masyarakat agar tidak tergiur karena bisa saja ODOL,” terang Adji.

Dan kepada perusahaan yang biasa memerlukan pengangkut kayu ataupun hasil minyak sawit berupa CPO, Adjie menghimbau agar tidak mengikat kontrak dengan penyedia jasa angkutan yang truknya ODOL.

“Biasanya truk CPO atau kayu, kemarin sudah ada yang deklarasi untuk tidak menggunakan lagi, perusahaan lain agar menyusul,” imbau Adji.

Saksikan video pilihan berikut ini:

4 Politikus Dunia Korban Edit Foto Gagal, Hasilnya Bikin Tepok Jidat

Liputan6.com, Jakarta – Bukan hanya orang biasa atau selebriti yang kerap melakukan proses edit foto untuk diunggah di dunia maya, sejumlah politikus dunia ternyata juga tak luput dalam aktivitas satu ini. Hasilnya, bikin geleng-geleng kepala dan bahkan ada yang terlihat kocak karena terlihat janggal atau aneh.

Siapa saja politikus dunia yang pernah jadi korban edit foto gagal dan justru di bully warganet? Berikut di antaranya yang Liputan6.com rangkum dari cracked.com, Minggu (17/2/2019):

4. Foto Pejabat China dan Seorang Wanita Tua

Di tengah banyaknya kasus korupsi dan skandal memalukan yang terkuak ke publik, sejumlah politukus China berupaya membangun citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Mungkin dengan tujuan itu juga pihak Pemerintah Ningguo di China Timur merilis foto 4 politikus ‘turun ke bawah’, termasuk Wakil Wali kota Wang Jun, menyambangi rumah seorang nenek sepuh berusia 103 tahun, dilengkapi keterangan gambar: “Cinta dan pengertian pada orang tua adalah tradisi China yang dihargai. Mereka juga harus merasakan kehangatan partai dan pemerintah.”

Namun, aksi publisitas media demi mendongkrak cita itu justru jadi bumerang. Gara-gara foto yang ditampilkan. Saking amatirnya hasil editan photoshop, bisa bikin orang tepok jidat. Heran!

Foto empat politikus China yang terlihat diedit, namun hasilnya mengherankan. (Ningguo Civil Affairs Department)

Foto tersebut kemudian dihina ramai-ramai oleh para komentator dunia maya.

Bagaimana tidak, dalam gambar, empat pria menyeringai di atas perempuan 103 tahun, Cheng Yanchun — yang tampil dalam proporsi yang sama sekali tak seimbang. Sang nenek jadi mirip boneka mengerikan. Sementara, badan seorang politikus melayang mirip hantu. Bagian torso ke bawah hilang.

Gambar tersebut sama sekali tak membuat para pengguna situs mikroblog mirip Twitter, Weibo, terkesan.

“Staf propaganda yang tak punya otak itu mungkin dipecat bersama dengan para pejabat dalam foto,” kata salah satu pengguna, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 31 Oktober 2013.

“Foto ini nyatanya menunjukkan jarak menganga antara para pemimpin dan rakyatnya di mata rata-rata pegawai pemerintahan. Menyedihkan,” kata pengguna lainnya.

Bahkan kantor berita milik pemerintah ikut memberitakannya. “Pejabat itu terlihat seperti melayang di udara. Ditambah lagi proporsi wanita tidak cocok dengan para pejabat. Bukti bahwa foto itu direkayasa,” demikian diberitakan Xinhua.

Sementara, para pejabat setempat kepada The Hong Kong Standard mengaku, mereka memang mengunjungi orang-orang tua selama festival China. Namun, pegawai mereka secara sembrono menggabungkan 2 foto dalam 1 frame. Dengan alasan, karena tata letak ruangan, fotografer tak bisa mengabadikan semua pejabat dan nenek Cheng dalam 1 jepretan.

“Nenek Cheng duduk di sebuah kursi di balkon, di bawah sinar matahari. Balkon tersebut sangat sempit sehingga lensa kamera tidak bisa mengabadikan semua orang di sana… Saat pegawai pemerintahan setempat menggunggah foto ke situs resmi, itu adalah gabungan 2 foto berbeda,” demikian penjelasan Pemerintah Ningguo.

“Kami menyatakan penyesalan mendalam bagi pengguna internet untuk pengaruh negatif yang diakibatkan foto tersebut… Kami akan belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan kualitas kerja,” jelas pihak pemerintah.

Bukan kali pertamanya foto rekayasa bikin geger. Sebelumnya juga pernah dipublikasikan gambar 3 pejabat yang berdiri di atas ruas jalan baru yang mulus. Tapi, mereka tampak melayang, tidak menjejak tanah.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 4 halaman

3. Senator Kenya Bersama Nelson Mandela

Foto buram Nelson Mandela bersama senator dari Kenya, Mike Sonko. (Facebook/Mike Sonko)

Pada 5 Desember 2013 lalu, tokoh anti-apartheid Nelson Mandela meninggal dunia. Seluruh dunia berduka atas kepergiannya. Hampir semua politikus dunia berkabung untuknya dan mengenang jasa-jasanya.

Termasuk salah satunya seorang senator dari Kenya, Mike Sonko. Dalam momen duka tersebut, ia pun mencoba memberitahu khalayak bahwa betapa dekatnya dia dengan Nelson Mandela.

Namun cara yang dipilihnya bikin orang geleng-geleng kepala, dengan merilis foto bersama Mandela yang terlihat sekali hasil editannya.

 “Sungguh tragis, mungkin Anda akan mengatakan hal itu. Mandela menjadi orang yang begitu buram menjelang akhir hayatnya. Untungnya, jejak JPEG (format untuk mengompresi file gambar) bukan gejala penyakit Mandela, begitupun dengan “kepala besar” yang merupakan gejala kegilaan Mike Sonko,” komentar salah satu netizen.

Belakangan diketahui foto Mike Sonko adalah hasil edit dari potret asli Nelson Mandela bersama Muhammad Ali.

Setelah ulahnya diketahui warganet, bagaimana kira-kira langkah selanjutnya Mike Sonko untuk mengesankan para pemilihnya?

3 dari 4 halaman

2. Foto Rival Bersalaman dengan Obama

Foto yang diedit dan menuai hujatan netizen. (The Wire Screngrab)

Foto asli Barack Obama yang jadi korban edit. (Daily Dot).

Foto lain hasil edit yang bikin geleng-geleng kepala mengungkap anggota Kongres Texas Steve Stockman, yang saat ini tengah kampanye politik melawan sesama senator Republik John Cornyn. Ia merilis foto Cornyn dengan gembira berdiri di samping Presiden Barack Obama.

Jika diperhatikan lebih seksama, barulah disadari ada yang aneh dengen bagian kepala. Gambar aslinya bukan Obama dengan Cornyn, tetapi gubernur Florida Charlie Crist.

Gambar itu dengan cepat dihapus setelah Stockman dipanggil (meskipun tidak ada permintaan maaf setelahnya). Padahal banyak bukti yang mengarah pada aksi edit foto tersebut.

4 dari 4 halaman

1. Foto Skandal Seks Pejabat Tiongkok 

 Foto skandal seks pejabat China. (The Shanghaiist)

Tuduhan skandal seks sempat diajukan pejabat China bernama Du Weijun, yang mengklaim bahwa direktur Biro Budaya Kota Zhaoging menggelapkan dana negara untuk membantu membiayai kebiasaan judi dan membiayai sang kekasih.

Tuduhan itu disertai bukti foto yang kemudian bocor ke pers. Mungkin karena pencahayaannya, mungkin memang begitulah penampilan pria itu, tak butuh waktu lama bagi publikasi Tiongkok untuk memperhatikan bahwa kepala pria dalam foto terlihat terpotong. Sementara yang lain terlihat gradasi warna yang berbeda.

Persija: Semoga Kasus Simic Bisa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

JakartaMarko Simic tersandung kasus hukum di Australia. Manajamen Persija Jakarta berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Simic masih berada di Australia setelah paspornya ditahan oleh yang berwenang. Dia diduga kasus melakukan pelecehan terhadap wanita di dalam pesawat menuju Sydney, Australia beberapa hari lalu. Simic terancam berada di negeri Kangguru hingga 9 April atau tepatnya setelah sidang digelar.

Tanpa Simic, lini depan Persija akan berlubang cukup besar. Apalagi, Macan Kemayoran ditunggu Piala AFC dan Piala Presiden 2019.


Persija tak tinggal diam. Manajemen telah mengutus Gusti Randa dengan restu PSSI sebagai pengacara yang ditemani oleh kuasa hukum Simic dari Kroasia, Robert Haralovic.

CEO Persija, Ferry Paulus, tengah berupaya menyelesaikan masalah tersebut. Pengacara sedang mencari tahu identitas korban untuk melobi agar kasus tersebut bisa dituntaskan secara baik-baik.

“Komunikasi sesama pengacara lokal (Gusti Randa) dengan yang asing (Robert Haralovic) lumayan kondusif dan sudah ketemu clue-nya memang ada upaya yang harus juga dikomunikasikan ke korban,” ujar Ferry Paulus kepada detikSport di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

“Komunikasi ke korban menjadi upaya yang paling bagus untuk dapatkan solusi terbaik bagi Persija Jakarta. Ada clue bahwa korban ini adalah warga negara Indonesia tapi punya kerjaan humas di sana. Namun identitas nama pastinya belum ketemu,” kata Ferry.

Saat ini, Persija menunggu perkembangan lebih lanjut kasus itu. Gusti Randa terbang ke Australia pada pekan depan.

“Kebetulan Pak Gusti Randa pernah tinggal lama di sana, jadi rasanya tidak terlalu sulit untuk beradaptasi dan mencari tau korban yang menetap di sana. Inti permasalahannya kan kalau bisa diselesaikan kekeluargaan kenapa harus jadi rese,” kata dia.

Dalam penuturan Simic, Ferry menyebut pemain 31 tahun itu membantah jika telah melakukan pelecehan. Untuk itu, Persija akan berusaha keras agar cepat menyelesaikan masalah itu.

“Detailnya saya tidak tahu. Pokoknya dia merasa dia tidak bersalah. Yang bisa buktikan kan ya pengadilan. Tapi saya tidak mau jauh-jauh sampai arah pengadilan bagaimana caranya kami cari jalan tengah supaya ini selesai,” katanya.

(ads/iah)