Tips Usaha Kuliner Ini Cocok Untuk Kamu yang Baru Merintis Bisnis

Liputan6.com, Jakarta Kamu tertarik untuk membuka usaha kuliner? Cabang usaha ini memang menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Keuntungan dapat dengan mudah kamu raih karena makanan sejatinya merupakan kebutuhan pokok manusia. Tentunya makanan tidak dapat dipisahkan dari manusia.

Banyak macam usaha kuliner yang bisa dicoba untuk kamu para pemula. Saat ini sudah banyak usaha kuliner dengan label kekinian. Peminatnya pun tak sedikit, membuat bisnis ini terus berkembang.

Namun sebelum kamu memutuskan untuk membuka usaha kuliner, seperti yang dirangkum Liputan6.com, Senin (21/1/2019) 8 hal ini perlu kamu perhatikan dalam membuka usaha kuliner.

2 dari 3 halaman

8 Hal ini perlu kamu perhatikan dalam membuka usaha kuliner

1. Modal Awal Usaha

Yang paling utama dalam memulai usaha kuliner kamu adalah perlunya menyediakan modal. Jika kamu tidak mempunyai modal yang cukup, ada banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.

2. Lokasi Usaha

Tentukanlah tempat usaha yang banyak dikunjungi atau dilewati banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha kamu juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan.

3. Menu Andalan

Sebelum memulai usaha, sebaiknya kamu melakukan penelitian terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Kemudian, pilihlah menu yang belum banyak dijual agar mengurangi tingkat persaingan. Namun, pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.

4. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan untuk kelancaran proses produksi.

Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, kamu pun bisa menjadi orang kepercayaan jika berada dalam keadaan sulit atau terjepit modal.

Selain itu, kamu juga bisa diprioritaskan jika suatu saat bahan baku yang dibutuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

5. Sumber Daya Manusia (SDM)

Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Namun, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaanmu itu saja sudah cukup.

Jangan lupa untuk memerhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

6. Target Pemasaran

Menyesuaikan jenis usaha kuliner dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun kamu menawarkan harga murah meriah sekalipun, jika tidak sesuai dengan selera konsumen, ini bisa menjadi kendala.

7. Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha kamu ke banyak orang. Ini berhasil jika kamu bisa memuaskan konsumen dan nantinya mereka pun bisa menjadi pelanggan setia.

Selain itu saat ini juga sudah banyak media promosi lain yang juga efektif, contohnya media sosial.

8. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan kamu sudah mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usahamu, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usahamu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Setelah kamu memahami apa saja yang perlu kamu perhatikan saat memulai usaha kuliner, maka kamu dapat memilih jenis usaha kuliner apa yang akan kamu ambil.

Tak perlu langsung memilih usaha kuliner berskala besar. Kamu bisa mulai dengan usaha kuliner kecil seperti membuka stand makanan atau minuman. Namun jika kamu punya cukup modal dan berani mengambil resiko yang ada maka kamu dapat menyewa tempat untuk membuka restoran atau toko.

Berikut beberapa usaha kuliner yang liputan6 rangkum dan bisa jadi pilihanmu dalam membuka usaha:

3 dari 3 halaman

Beberapa pilihan usaha kuliner

1. Usaha makanan ringan

Makanan ringan atau snack merupakan makanan yang digemari semua orang dari berbagai usia. Makanan ringan ini dapat berupa aneka gorengan, keripik, atau kue. Bahan yang dapat kamu gunakan juga tergolong sederhana seperti pisang, singkong, kentang, ubi dan masih banyak lagi.

2. Makanan berat

Semua orang pasti butuh makanan berat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat mereka. Kamu bisa membuka warung makan sederhana atau restoran. Untuk menu kamu dapat memilihnya sendiri sesuai dengan riset yang telah dibuat mengenai menu yang digemari orang saat ini.

Banyak pilihan menu makanan berat yang dapat kamu tawarkan. Kamu bisa fokus pada satu jenis menu atau dengan berbagai jenis menu.

3. Usaha minuman segar

Tak hanya makanan, minuman juga merupakan kebutuhan masyarakat. Usaha minuman cocok kamu pilih untuk membuka usaha. Usaha minuman ini misalnya jus buah, susu, kopi, coklat, dan masih banyak lagi. Kedai kopi misalnya, saat ini mulai digandrungi anak muda.


Reporter: Anugerah Ayu Sendari

WNI di Taiwan Luncurkan Ma’ruf Amin Lovers International

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 250 Warga Negara Indonesia (WNI)  di Taiwan meluncurkan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) Lovers International, Minggu 20 Januari 2019.

Para WNI yang terdiri atas Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Persatuan Umat Islam di Taiwan, pelajar, mahasiswa, dan generasi milenial itu berkumpul di Ballroom Caesar Park Hotel, Taipei, Zhongxiiao West Road, ZhongZheng District.

“Ma’ruf Amin punya jasa besar di Taiwan, khususnya untuk kami para TKI,” kata Agus Susanto, tokoh keagamaan Indonesia di Taiwan yang juga Rois Syuriah PCI NU Taiwan seperti dilansir Antara.

Menurut Agus, jasa Ma’ruf Amin antara lain menyarankan kepada pemerintah Taiwan agar jenazah muslim yang meninggal diurus secara syariat dan dilakukan di PCI NU Taiwan. Begitu juga untuk setiap permasalahan TKI dan juga kesehatan.

“Bahkan beliau menggagas sertifikasi makanan halal untuk para muslim di sini. Jasanya sangat besar dan tak akan pernah terlupakan,” kata Agus.

Ketua KMA Lovers International Nurhidayat, mengatakan Ma’ruf Amin merupakan tokoh yang sangat perhatian dalam membangun solidaritas dan kesatuan umat.

Menurut dia, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan perpaduan umaro dan ulama akan mengantarkan Indonesia maju.

“Kami yang tergabung dalam KMA Lovers Internasional bukan cuma sebatas pengagum KH Ma’ruf Amin, tapi juga bertekad memenangkannya dalam Pilpres 2019,” kata Nur Hidayat.

2 dari 3 halaman

275 Pemilih

Total ada 275 ribu pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Taiwan yang akan menggunakan hak pilihnya pada 14 April 2019 atau lebih cepat tiga hari dari pencoblosan di Indonesia yang akan berlangsung serentak pada 17 April 2019.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 97 persen suara.

“Target kami di Taiwan pada Pilpres 2019 adalah meraih kemenangan mutlak 100 persen. Kami akan mengawalnya secara saksama,” kata Nur Hidayat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Impor Minyak Mentah Jadi Penyebab Utama Defisit Neraca Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar USD 8,57 miliar. Angka defisit tersebut terbesar sejak tahun 1975.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas Andang Bachtiar mengatakan, defisit neraca perdagangan Indonesia kali ini disebabkan oleh tingginya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan BBM dalam negeri dan semakin turunnya produksi minyak mentah.

“Nilai impor minyak Indonesia meningkat dari USD 24,3 miliar pada 2017 menjadi USD 29,8 miliar pada 2018. Meningkatnya impor minyak mentah dan BBM menjadi penyebab utama defisit neraca perdagangan yang terburuk sepanjang berdirinya republik,” kata Andang dalam diskusi publik Outlook Energi dan Pertambangan Indonesia 2019, di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pemerintah perlu dengan serius mengatasi defisit neraca perdagangan, terutama menekan laju impor. Sebab dia menilai, impor minyak Indonesia pada 2025 diproyeksikan dapat meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat ini.

“Jadi ini pekerjaan rumah besar karena impor minyak kita 2025 dalam rencana energi nasional tiga kali lipat dari yang sekarang impor kita,” imbuhnya.

Dia berharap dengan berbagai kebijakan pemerintah saat ini, termasuk impementasi penerapan biodisel atau B20 dapat menekan impor. “Tapi harus terus menerus kita kawal kita teriakkan ini bagian yang mencederai dari makro ekonomi kita,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Transaksi Nonmigas Anjlok Jadi Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengatakan, penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari lonjakan bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi. Meski tercatat defisit minyak (minyak mentah dan BBM) melonjak 37 persen dari USD 14,6 miliar pada 2017 menjadi USD 20,0 miliar di 2018, namun itu bukan faktor penyebab utama defisit.

Sementara, jika meliputi gas, bahkan lonjakan defisit migas lebih tinggi lagi yaitu sebesar 44,2 persen. Dari USD 8,6 miliar tahun 2017 menjadi USD 12,4 miliar di 2018. 


“Tak kurang, Kepala Badan Pusat Statistik (Suhariyanto) pun mengatakan penyebab defisit perdagangan 2018 adalah defisit migas,” kata Faisal Basri dikutip dari halaman resminya, Rabu (16/1/2019).

Faisal menekankan, penyebab utama defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari defisit migas. Menurutnya, jika ditelusuri lebih seksama, penyebab utama lonjakan defisit tersebut karena kemerosotan tajam pada transaksi perdagangan nonmigas.

Bahkan tak tanggung-tanggung, surplus perdagangan nonmigas, kata dia anjok sebesar 81,4 persen. Dari USD 20,4 miliar tahun 2017 menjadi hanya USD 3,8 miliar tahun 2018.

“Surplus perdagangan nonmigas yang terpangkas sangat dalam bukan disebabkan oleh penurunan ekspor superit terjadi tahun 2013. Pada tahun 2018, ekspor justru masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” sebut Faisal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pesawat N219 Buatan Bandung Diproduksi Massal Akhir 2019

Jakarta – Pesawat N219 yang dikembangkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) bersama LAPAN masih melakukan serangkaian uji terbang. Pesawat yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus melakukan uji terbang sebelum mendapatkan sertifikat (certification flight test).

Perlu diketahui, sertifikasi adalah proses verifikasi untuk memastikan pesawat aman untuk digunakan masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi tidak hanya dengan menerbangkan pesawatnya 300 jam saja, tapi juga melakukan development flight test untuk mengetahui apakah performa pesawat sesuai rancangannya.

Kemudian certification flight test sebagai verifikasi akhir dari otoritas dalam hal ini Kementerian Perhubungan terhadap keamanan pesawat.

Pesawat ini juga rencananya diproduksi massal akhir tahun ini setelah mendapatkan sertifikat. Produksi dilakukan bertahap oleh PTDI.

Berikut selengkapnya yang dirangkum detikFinance, Kamis (17/1/2019).

(ara/ang)

Sri Mulyani: Tarif PPh Naik, Impor Barang Produksi Turun

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pihaknya mencatat penurunan impor pasca diberlakukannya kenaikan tarif PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 22 untuk 1.147 jenis barang konsumsi impor.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, penurunan terjadi pada impor barang produksi dan impor barang mewah.

“Kalau dari sisi yang 1.147 komoditas yang mendapat PPh impor yang kita lakukan kategori impor barang produksi menurun. Terutama barang-barang mewah,” kata dia, saat ditemui, di kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Berdasarkan data yang dimiliki terjadi penurunan rata-rata impor harian dari 1.147 jenis barang tersebut. Impor barang bahan jadi tercatat menurun 12,9 persen. 

“Impor barang mewah (menurun) 15,4 persen,” ujar dia. 

Meskipun demikian, kata dia terjadi kenaikan impor barang konsumsi sebesar 0,5 persen.

“Namun barang konsumsi justru mengalami sedikit kenaikan 0,5 persen jadi stagnan saja,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Mendag Enggartiasto: RI Jangan Sampai Dikuasai Produk Impor

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan bahwa produk kreatif Indonesia harus didukung agar bisa menjadi raja di dalam negeri. Oleh karena itu, ia meminta komitmen agar pemerintah pusat dan daerah terus mendukung produk Indonesia menjadi raja di negeri sendiri.

“Diharapkan produk-produk inovatif dapat mengisi kebutuhan pasar domestik. Pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar dapat dijual di ritel-ritel modern,” tegas Enggar dalam keterangan tertulis, Jumat 28 Desember 2018.

Menurut Enggartiasto, produk-produk kreatif dapat mengisi kebutuhan pasar domestik yang selama ini diisi oleh produk barang jadi impor dengan harga yang lebih mahal.

Tentunya, ia melanjutkan, di satu sisi impor tidak bisa dihentikan lantaran Indonesia belum bisa memproduksi sendiri beberapa barang yang harus diimpor tersebut, terutama jika bahan baku yang diperlukan adalah produk impor.

“Saya mengharapkan ada lebih banyak produk yang memiliki kekayaan local content, sehingga biaya produksinya juga lebih murah,” ujar Enggartiasto.

Dia yakin bahwa dengan harga yang kompetitif, berbagai produk kreatif bisa semakin sukses di pasar domestik. Hal lain yang harus diperhatikan yakni peningkatan kapasitas mesin produksi agar volume produksi meningkat.

Selain itu, promosi produk juga menjadi hal yang krusial sehingga masyarakat dapat yakin dan setia menggunakan suatu produk tertentu. Penguatan promosi dapat dilakukan dengan berbagai sertifikasi penjamin kualitas.

Lebih lanjut, Enggar juga mengimbau agar masyarakat terus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Pelaku usaha dalam negeri juga harus dapat menciptakan posisi pasar sehingga memiliki signifikansi sebagai satu-satunya produk yang diingat konsumen,” pungkas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Neraca Perdagangan Defisit karena Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tetap solid meskipun neraca perdagangan mengalami defisit. Menurutnya ,defisit itu terjadi karena ekonomi Indonesia terus berjalan.

“(Pertumbuhan ekonominya masih solid walaupun defisit terjadi?) Oh iya. Jadi ini ekonomi kita itu defisitnya di neraca perdagangan besar itu, justru karena ekonominya jalan,” kata Darmin di Kantornya Jakarta, seperti ditulis Rabu (16/1/2019).

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen. Angka ini diperkirakan masih akan tumbuh sekitar 5,2 persen pada kuartal IV-2018 mendatang.

Darmin melanjutkan, dengan pertumbuhan ekonomi berada di atas lima persen secara otomatis membuat laju impor tinggi. Sebab, ada beberpa kemoditas bahan baku yang memang belum bisa dihasilkan di dalam negeri, Sehingga mau tidak mau memaksa untuk memilih impor.

“Ekonomi kita itu tumbuh dengan baik tidak seperti tahun-tahun lalu sehingga mau tidak mau impornya tetap tumbuh dengan cepat, karena kita perlu barang-barang impor, karena kita tidak menghasilkan itu selama ini, atau memilih komoditi mana yang meningkat,” sebutnya.

2 dari 3 halaman

Neraca Perdagangan

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar USD 1,10 miliar pada Desember 2018. Dengan demikian sepanjang 2018 Indonesia defisit sebesar USD 8,57 miliar.

Defisit neraca perdagangan pada Desember 2018 disumbang oleh impor sebesar USD USD 15,28 miliar. Angka ini turun sekitar 9,60 persen jika dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya.

“Impor Desember 2018 sebesar USD 15,28 miliar, kalau dibandingkan dengan nilai impor November 2018 itu turun sebesar 9,60 persen. Ini disebabkan impor migas turun tajam 31,45 persen sementara impor nonmigas turun 5,14 persen,” kata Kepala BPS Suhariyato.

Selain impor, defisit neraca perdagangan juga dipengaruhi oleh nilai ekspor Indonesia pada Desember 2018. Di mana ekspor bulan Desember mengalami penurunan cukup besar sebesar 4,89 persen menjadi USD 14,18 miliar jika dibandingkan dengan November 2018.

“Ekspor pada Desember 2018, sebesar 14,18 miliar turun 4,89 persen dibandingkan November 2018,” pungkas Suhariyanto.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Harga Emas Stabil di Tengah Penguatan Bursa Saham

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas hanya sedikit berubah pada perdagangan Selasa setelah kesepakatan Brexit yang diusulkan oleh Perdana Menteri Theresa May ditolak parlemen. Kenaikan bursa saham dan juga penguatan nilai tukar dolar AS membuat daya tarik logam layu.

Mengutip Reuters, Rabu (16/1/2019), harga emas di pasar spot tidak berubah atau tetap di USD 1.289,35 per ounce pada pukul 5.02 sore Waktu New York. Sementara harga emas berjangka AS ditutup turun 0,2 persen menjadi USD 1.288,40 per ounce.

Anggota parlemen Inggris tidak sepakat akan rencana penyelesaiaan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang diusulkan oleh Perdana Menteri Theresa May. Sebanyak 230 sura menyatakan ketidaksetujuan.

Hal tersebut memicu pergolakan politik yang dapat menyebabkan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa menjadi tidak teratur atau bahkan pembalikan keputusan yang telah dilakukan pada 2016.

“Sebenarnya masalah Brexit ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik, tetapi fakta bahwa dolar AS naik dan bursa saham menguat telah meredam setiap rencana pembelian emas,” kata Bob Haberkorn, analis senior di RJO Futures.

Pasar saham utama dunia naik pada perdagangan Selasa, didukung oleh rencana China untuk memperkenalkan kebijakan untuk menstabilkan ekonomi yang melambat.

2 dari 3 halaman

Perdagangan Sebelumnya

Harga emas menguat pada awal pekan ini didorong bursa saham global dan dolar Amerika Serikat (AS) yang tertekan. Akan tetapi, harga emas di posisi USD 1.300 per ounce belum dapat diraih.

“Jelas perhatian ekonomi global pada awal pekan ini tertuju pada China. Untuk pertama kali secara bulanan ekspor China turun dalam dua tahun ini. Ketidakpastian data ekonomi di Eropa dan kekhawatiran Brexit juga menambah sentimen di pasar,” ujar Analis Zaner Precious Metals dalam laporannya, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (15/1/2019).

Harga emas untuk pengiriman Februari naik USD 1,8 atau 0,1 persen ke posisi USD 1.291,30 per ounce. Pada Jumat pekan lalu, harga emas menguat 0,3 persen secara mingguan. 


Pada perdagangan harian, harga emas sentuh level tertinggi USD 1.296,60. Namun, gagal raih posisi psikologis USD 1.300. Posisi level tersebut yang dapat mendorong momentum kenaikan harga emas.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret bertambah tiga sen atau 0,2 persen ke posisi USD 15.686 per ounce. Selama sepekan, harga perak merosot 0,8 persen.

Indeks dolar AS turun tipis 0,1 persen ke posisi 95,55. Pada pekan lalu, indeks dolar AS merosot 0,6 persen. Pelemahan dolar AS dapat menarik minat untuk aset berdenominasi dolar AS seperti emas bagi pemegang mata uang lainnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Layanan Operasional Sriwijaya Air Kini Diambil Alih Anak Usaha Garuda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan di tahun-tahun mendatang, maskapai penerbangan Sriwijaya Air menjalin kerjasama dengan lima mitra strategis yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia.

Kerjasama ini secara resmi ditandatangani pada Senin, 14 Januari 2019 di auditorium kantor pusat Garuda Indonesia yang berada di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan, kerjasama ini menjadi langkah strategis yang diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga sebagai upaya peningkatan efisiensi dan optimalisasi perusahaan.

“Dengan didukung oleh lima unit usaha Garuda Indonesia Group sekaligus, kami optimis tahun 2019 ini Sriwijaya Air dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Sejalan dengan itu, maka kami optimis dapat meraih hasil yang positif dari sisi bisnis maupun kontribusi kami dalam pengembangan dunia penerbangan Indonesia,” ucap Joseph Saul.

Setelah berjalan efektif, maka ke depan beberapa kegiatan operasional penerbangan Sriwijaya Air akan dikelola oleh para mitranya.

Terkait Ground Handling Service, ke depan Sriwijaya Air akan memberikan kepercayaan kepada PT Gapura Angkasa.

Dan untuk sisi pelayanan konsumsi penumpang serta penjualan souvenir selama penerbangan, Sriwijaya Air menunjuk PT Aerofood Indonesia atau lebih dikenal dengan Aero Catering Service (ACS) sebagai pengelolanya.

Disisi lain, PT Aerotrans Service Indonesia akan mengelola seluruh transportasi pilot beserta awak kabin Sriwijaya Air. PT Aero Globe Indonesia atau dikenal dengan Aerotravel akan menjadi distribution channel Sriwijaya Air dalam travel dan leisure.

Dan untuk yang terakhir yakni penanganan kargo, Sriwijaya Air akan mempercayakan operasionalnya kepada PT Aerojasa Cargo atau Aero Express.

Melalui kerjasama ini, ke depan Sriwijaya Air juga berharap dapat mengikuti langkah Garuda Indonesia yang memperoleh predikat Skytrax dalam hal layanan serta sertifikasi IOSA dalam hal safety.

2 dari 2 halaman

Garuda Pertimbangkan Ambil Alih Pengelolaan Operasional AirAsia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengaku mendapatkan tawaran dari AirAsia Indonesia untuk Kerjasama Operasi (KSO). Hanya saja, saat ini manajemen Garuda Indonesia masih mempertimbangkan hal itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, pertimbangan yang tengah dilakukan adalah benefit apa yang diperoleh Garuda Indonesia jika kerjasama dengan AirAsia Indonesia.

“Ya mereka minta KSO dengan kita, tapi saya belum bicarakan detail. Kita akan kihat opportunity nya, kalarena AirAsia ini kuat di internasional, jadi kita support juga ke Citilink. Jadi kita terbuka,” kata Ari Askhara di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Jika KSO ini terwujud, nantinya akan menjadi kerjasama dengan maskapai untuk ke sekian kalinya bagi Garuda Indonesia setelah sebelumnya dengan Sriwijaya Air.

Grup Garuda Indonesia, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, mengambil langkah strategis dengan mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Langkah strategis ini direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia (Citilink) dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada 9 November 2018. Nantinya keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut.

“Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen – komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara di Jakarta (14/11/2018).

Ari menambahkan bagi grup Garuda Indonesia, kerja sama joint operation ini, dapat memberikan dampak yang positif di antaranyaCitilink Indonesia dapat mensinergikan dan memperluas segmen pasar, jaringan, kapasitas dan kapabilitasnya, serta mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban grup Sriwijaya pada salah satu anak Perusahaan Garuda Indonesia.

Layanan Bank BNI Kini Berstandar Dunia

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus meningkatkan standarisasi layanan yang mengacu pada International Organization for Standardization (ISO) ke dalam portofolio korporasi. Kali ini, perseroan menerima sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.

Sertifikasi itu diterima oleh BNI untuk layanan pemrosesan transaksi RTGS, Remitansi, dan penerbitan Garansi Bank dari PT. SGS Indonesia selaku lembaga sertifikasi ISO. Pemberian Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut semakin meneguhkan kualitas layanan transaksi RTGS, Remitansi, dan penerbitan Garansi Bank dari BNI, serta sudah terstandarisasi Internasional.

BNI dinilai layak menerima sertifikat ISO 9001:2015 tersebut karena memenuhi tuntutan 7 (tujuh) prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang dikenal dengan CLPEIER (Customer Focus, Leadership, Process Approach, Engagement of People, Improvement, Evidence-Based Decision Making, dan Relationship Management).

“Dengan telah diterapkannya 7 prinsip SMM ISO 9001:2015 tersebut, kami meyakini bahwa transaksi Remitansi, RTGS, dan Garansi Bank yang diproses telah memenuhi harapan seluruh nasabah secara konsisten. Ini sejalan dengan dinobatkannnya BNI sebagai peserta Sistem BI RTGS dan BI SSSS terbaik secara berturut turut pada Tahun 2017 dan 2018 oleh Bank Indonesia,” ujar Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi.

“Dengan bertambahnya implementasi SMM ISO 9001:2015, besar harapan kami akan terus meningkatkan kepercayaan nasabah kepada BNI yang selaras dengan Visi Perseroan yaitu menjadi Lembaga Keuangan yang Unggul dalam layanan dan kinerja,” ujarnya.

Memperhatikan transaksi per Desember 2018 volume transaksi RTGS mencapai Rp 10,711 triliun. Adapun volume transaksi Remitansi mencapai USD 85,3 milliar, sedangkan volume penerbitan Garansi Bank mencapai Rp 34,5 triliun.

BNI Divisi Operasional BNI Divisi Operasional adalah salah satu functional unit di BNI yang memiliki fungsi sebagai mitra Bisnis Unit dalam memproses transaksi operasional perbankan diantaranya yaitu RTGS, Kliring, Transaksi Keuangan Negara, Custodian, Wali Amanat, Penyelesaian Transaksi Tresuri, Transaksi Remitansi, Produksi dan Distribusi Kartu Debit dan Tapcash, Penerbitan Garansi Bank, Pengelolaan Kas Rupiah & Valuta Asing, serta Rekonsiliasi,dan Settlement Bill Payment.

2 dari 2 halaman

BNI Jadi Pionir Go Live Swift GPI di Indonesia

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi sebesar USD 85,3 miliar per Desember 2018. Volume tersebut tumbuh sebesar 14,2 persen secara year on year (yoy). 

Untuk lebih meningkatkan volume transaksi dan juga kualitas layanan remitansinya pada 2019, BNI melakukan lompatan dengan bergabung menjadi member eksklusif Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication – Global Payment Innovation (SWIFT GPI). BNI menjadi pionir atau bank pertama yang Go Live SWIFT GPI di Indonesia sejak 8 Januari 2019.

Sebagai anggota SWIFT GPI, BNI dapat melayani transaksi keuangan antar negara secara lebih cepat, lebih transparan, dan jauh lebih mudah melacak posisi transaksi pembayaran yang dilakukan. 

Itu dimungkinkan karena SWIFT GPI menerapkan kode referensi UETR (Unique End to End Transaction Reference) yang dapat dimonitor, sehingga keberadaan transaksi dapat terlacak keberadaannya secara real time. 

SWIFT GPI merupakan sebuah standar baru dalam pembayaran global lintas negara, yang terdapat penyempurnaan atas proses dan transparansi pembayaran yang sebelumnya diterapkan melalui SWIFT.

Standar SWIFT GPI diterbitkan oleh sebuah perusahaan penyedia layanan kiriman uang ke seluruh dunia yang saat ini memiliki 10.400 member di 200 negara, baik bank maupun nonbank. 

MUI Kritisi Pemprov DKI Wajibkan Nikah Punya Sertifikat Layak Kawin

Jakarta – Pemprov DKI mewajibkan calon pengantin memiliki ‘Sertifikat Layak Kawin’ yang tujuannya untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kebijakan tersebut harus dikaji lagi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Menanggapi berkenaan dengan sertifikasi, ide awalnya bagus tetapi harus lebih jeli. Pertama, setiap orang menikah itu punya anak dan syarat sahnya menikah itu juga tak harus mampu untuk melahirkan. Syarat sahnya nikah, laki-perempuan mampu menjalankan hubungan sebagai suami istri,” kata Ketua Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, saat dihubungi, Sabtu (12/1/2019).

Sertifikat Layak Kawin itu didapat calon pengantin setelah melakukan serangkaian pemeriksaan medis sebelum sah menjadi suami istri. Kebijakan itu tertulis dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Nomor 185 Tahun 2017 Tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin.

Peraturan itu dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan sejak akhir 2017 dan diterapkan mulai awal tahun 2018. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah Any mengatakan program ini sangat baik dijalankan karena setiap anak yang dilahirkan bisa menjadi generasi penerus yang sehat dengan berawal dari kedua orang tuanya.

Menanggapi hal itu, Cholil melihatnya kebijakan tersebut tak perlu dikaitkan ke kondisi anak. Sebab menurutnya, pernikahan yang sah juga tak mewajibkan untuk memiliki anak.

“Soal punya anak dan tidak punya anak itu bukan kewajiban atau syarat dalam pernikahan. Kalau dia punya penyakit lalu khawatir menularkan tidak dilarang menikahnya, tapi dilarang untuk hamil, umpanya karena dikhawatirkan menurut dokter akan berbahaya. Tapi menikahnya ketika menemukan orang yang sama-sama penderita penyakit yang sama, lalu dia melakukan pernikahan kan tidak harus punya anak, oleh karena itu perlu disempurnakan sertifikat menikah itu,” paparnya.

Cholil menyarankan kebijakan tersebut untuk dilihat kembali efektifitasnya ke masyarakat. Sebab apabila tidak mengikat dengan masyarakat, peraturan yang dikeluarkan Anies hanya sia-sia.

“Kedua adalah konsistensinya bagaimana aturan itu efektif, sekiranya aturan tidak bisa efeketif, tidak bisa dijalankan masyarakat, tak mengikat pada masyarakat, maka peraturan itu hanya sia sia. Ketiga peraturan harus berdasarkan kebutuhan publik, mengatur demi kesempurnaan,” paparnya.

“Oleh karena itu dalam perkawinan tidak lepas dari hukum Islam, Islam tak pernah melarang orang menikah karena punya penyakit selama ia mampu menjalankan kehidupan berkeluarga dalam suami istri. Yang kedua tidak setiap menikah itu wajib punya anak, sehingga tak menjadi alasan tdak boleh menikah karena takut punya anak yang lemah,” lanjut Cholil.

(idn/hri) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>