Tendang Alexis, MU Serius Kejar Winger Meksiko

Liputan6.com, Manchester – MU tak main-main untuk merekrut Hirving Lozano. Setan Merah bahkan meminta bantuan agen kenamaan, Mino Raiola.

MU dirumorkan tengah mencari winger baru di musim panas nanti. Mereka kabarnya ingin mencari pengganti Alexis Sanchez yang dirumorkan akan ditendang usai tampil kurang apik dalam satu tahun terakhir.

Salah satu nama yang dirumorkan diminati oleh United adalah Hirving Lozano. Setan Merah disebut terpikat dengan aksi sang winger usai tampil apik bersama Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018 kemarin.

Dilansir Gazzetta Dello Sport, United tidak ingin gagal mendatangkan Lozano di musim panas nanti. Untuk itu mereka sudah mulai meminta bantuan Mino Raiola untuk memuluskan transfer sang winger.

MU sendiri dikabarkan mendapatkan kesulitan untuk mendatangkan Lozano. Pasalnya klub asal Serie A, Napoli bergerak agresif untuk mendapatkan pemain 23 tahun itu.

Lozano dikabarkan menjadi salah satu pemain yang diidamkan oleh Carlo Ancelotti. Untuk itu eks pelatih Real Madrid itu sudah meminta manajemen Napoli untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan tanda tangan sang winger.

Manajemen Napoli disebut sudah bergerak agresif untuk mendatangkan Lozano. Mereka juga disebut hampir sukses meyakinkan sang winger untuk pindah ke Naples musim depan.

Pogba Serius Ingin Bermain di Madrid

ParisManchester United bisa saja kehilangan Paul Pogba di musim depan. Agen Pogba, Mino Raiola, mulai membuat pergerakan untuk mewujudkan transfer ke Real Madrid.

Gelandang Prancis itu menciptakan spekulasi seputar masa depannya setelah memuji Los Blancos dan pelatihnya, Zinedine Zidane. Ketika itu Pogba mengungkapkan bahwa Madrid adalah klub impian semua orang.

Menurut Marca, Raiola kini sedang mencari jalan untuk mengeluarkan Pogba dari MU. Namun, masalahnya — andai Pogba dijual — Setan Merah tidak akan mau melepas dengan harga murah setelah menebus seharga 114 juta euro dari Juventus pada 2016.


Belum bisa diketahui berapa harga yang mesti dibayar Madrid apabila ingin mendaratkan Pogba ke Santiago Bernabeu. Namun, di kontrak Pogba tidak disematkan klausul rilis.
Zidane menjanjikan perubahan setelah kembali menduduki kursi pelatih. Meski begitu, ada keraguan Madrid tidak akan memprioritaskan transfer Pogba. Madrid lebih membutuhkan gelandang untuk menggantikan Luka Modric secara bertahap.

Pogba menemukan kilapnya kembali usai Ole Gunnar Solskjaer menjadi manajer interim MU, menggantikan Jose Mourinho. Di dalam 17 penampilan di seluruh kompetisi, pesepakbola berusia 26 tahun itu telah mengemas sembilan gol dan tujuh assist.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Pogba adalah salah satu pemain terbaik di generasinya. Sementara itu Barcelona membayar 75 juta euro yang bisa naik mencapai 86 juta euro untuk menggaet Frenkie de Jong dari Ajax Amsterdam. Padahal De Jong belum selevel dengan Pogba. (rin/raw)


Wijin Akui Serius Menjalani Hubungan dengan Gisella Anastasia

Menurut Wijin, hubungan keduanya baru-baru ini saja dimulai. Pria bernama asli Wijaya Saputra itu mengungkap bahwa dialah yang pertama kali mendekati Gisel.

“Saya yang nyamperin. Dia kebetulan udah selesai kerja, dia lagi jalan-jalan di situ (mall) ya sudah aku samperin. Memang sebelum ini kan saya suka makan bareng, kadang berdua, kadang sama teman-teman,” ujarnya.

MU Mulai Serius Dekati Striker Juventus

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) dilaporkan tengah mendekati Juventus. Klub raksasa Liga Inggris ini, ingin merekrut Paulo Dybala musim panas ini.

The Sun melaporkan, Rabu (6/3/2019), pemandu bakat MU sudah lama terkesan dengan penampilan Dybala. Tapi, Juventus dilaporkan ‘enggan menjual pemain depannya.

Namun, Juventus baru bersedia membiarkan Dybala pergi dengan harga 120 juta pounds. Opsi lain adalah dengan pertukaran pemain.

Dybala kemungkina bisa ditukar dengan Romelu Lukaku. Tapi, terakhir striker Belgia ini juga dicari Inter Milan, dan akan ditukar dengan Mauro Icardi.

Namun, masih harus dilihat apakah MU mau menjual Lukaku. Pasalnya, penampilan striker MU ini tengah meningkat.

2 dari 3 halaman

Pindah Klub

Sebelumnya, mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, menyebut sudah waktunya bagi Dybala untuk pindah klub. Ia bahkan menyarankan wacana barter antara Dybala dengan bek Napoli, Kalidou Koulibaly.

Menurut Cobolli Gigli, Dybala sudah jenuh berada di Juventus dan butuh petualangan baru.

3 dari 3 halaman

Menurun

Nama Dybala kembali mencuat setelah penampilannya menurun musim ini. Ia baru menciptakan empat gol dalam 22 laga Serie A. Hal ini menurun drastis dibanding musim sebelumnya, di mana Dybala berhasil menyumbangkan 22 gol dalam 33 laga Serie A.

BPN Serius Usulkan Surat Suara Disimpan di Koramil Usai Pencoblosan

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi serius mengusulkan kotak suara disimpan di markas Koramil setelah masyarakat melakukan pencoblosan Pemilu Serentak pada 17 April nanti. BPN tak percaya jika suara diamankan polisi maupun camat.

“Itu usulan serius karena kami melihat ada kecenderungan. Semua tim dan relawan cenderung tak percaya pada aparatur hukum, seperti kepolisian termasuk camat,” kata Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Maka dari itu, BPN memilih institusi TNI untuk menyimpan kotak suara pencoblosan di kantor Koramil. Menurutnya, institusi yang paling dipercaya BPN dalam pemilu kali ini adalah TNI.

“Untuk antisipasi ada baiknya kami melihat yang netral adalah TNI, idealnya di Koramil aja untuk mencegah kecurigaan yang berlebihan di grassroot. Sementara ini, kami masih melihat TNI masih sangat netral terkait pemilu kali ini,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi usulan kotak suara disimpan di kantor Komando Rayon Militer (Koramil) setempat usai pencoblosan 17 April. Menurut dia, penyimpanan kotak suara seharusnya sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi sesuai aturan itu saya yakin juga tetap aman. Kalau di Koramil belum tentu mereka punya tempat atau macam-macam. Apalagi ini kan dibuat dari karton. Bahan yang bukan aluminium. Jadi peka kepada air dan segala macam kalau ada masalah. Perhitungannya juga akan selesai cepat,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara,Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

JK menilai kotak suara itu tidak perlu disimpan di Koramil. Sebab beberapa Koramil tidak akan menampung seluruh kota suara. “Kalau hanya simpan Koramil, misal ada 100 kotak, bagaimana caranya Koramil itu simpannya. Dijaga bersama lah, dijaga oleh polisi,” ungkap JK.

Dia juga menilai KPU akan tetap netral. JK juga mengatakan pihak KPU tidak terlihat bahwa memihak salah satu pihak. Selama ini kata JK, pihak pelaksana pemilu tegas menghadapi laporan-laporan.

“Bahwa kemudian ada yang menuduh, itu ya kalau memang dia bisa dibuktikan tidak netral, dikemukakan ke Bawaslu atau badan kehormatan aja (DKPP),” kata JK.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Jumat 1 Maret 2019: Aulia Makin Dekat dengan Reyhan

Liputan6.com, Jakarta Cinta Buta makin bikin baper. Dokter kasih tahu Rama cuma menderita luka luar. mungkin pingsan karena benturan saja. Fathin terharu banget dan peluk. Fathin berterima kasih pada rama.. rama lega karena fathin nggak papa. Fathin makin baper.

Saat itu Angga yang baru selesai parkir mobil. Angga mikir jangan-jangan fathin mau bilang ke rama untuk cek apakah dia anak rama? Ini bisa gawat.., rama bisa benar benar curiga fathin anaknya… 

Sementara di episode Cinta Buta yang sama. Reyhan berterima kasih sekali pada Aulia yang mau datang dan mengakrabkan diri dengan orangtuanya.. Aulia senyum dan genggam tangan Reyhan dan bilang, kan dia mau buktiin ke Reyhan dia serius mau menjalin hubungan dengannya.

Aslan pulang dengan galau. Diia kaget lihat Melly ada di rumahnya. Didi ternyata yang mengundang. Didi perlakukan Melly kayak calon mantu. Aslan bawa banyak barang kebutuhan buat rumah.

Dan, apa yang terjadi di Cinta Buta selanjutnya…



2 dari 2 halaman

Jangan Ganggu

Melly bicara sama didi.  minta didi jangan larang aslan… ini kan impiannya aslan.. aslan selama ini susah dapet project. Sampe harus jadi taksi online… sekarang kesempatan itu datang… masa dilarang??

Di jalan angga berusaha ajak fathin bicara. Tapi fathin sibuk dengan pikirannya soal rama dan gimana harapannya sebagai anak rama makin besar… angga terus ajak bicara. Fathin malah jadi kurang ajar dan suruh angga jangan ganggu dia lagi mikir.

Tiga Pekerja Fasilitas Nuklir Australia Terkena Tumpahan Bahan Kimia

Sydney

Tiga orang pekerja pada fasilitas nuklir Lucas Heights di Sydney, Australia, terpapar bahan kimia berbahaya dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses dekontaminasi.

Juru bicara Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO) menjelaskan para pekerja tersebut terpapar natrium hidroksida ketika penutup salah satu pipa di pabrik pengobatan nuklir itu terlepas.

Menurut keterangan petugas ambulans setempat, bahan kimia ini terciprat ke bagian lengan dan wajah dua pekerja pria dan seorang pekerja wanita.

Bahan kimia Sodium hydroxide diketahui sangat beracun dan dapat menyebabkan luka bakar yang akut.

Juru bicara ANSTO menambahkan, gedung tempat insiden terjadi tidak terkait dengan fasilitas reaktor nuklir.

“Sebelum jam 8 pagi ini, penutup salah satu pipa terlepas dan menumpahkan sekitar 250ml natrium hidroksida,” katanya.

“Tiga pekerja terkena dampaknya. Petugas layanan darurat datang ke ANSTO dan tiga pekerja tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan,” jelasnya.

“Insiden itu terjadi di bangunan pabrik pengobatan nuklir yang tak terkait dengan reaktor nuklir OPAL,” tambah juru bicara ANSTO.

Fasilitas nuklir Lucas Heights, terletak 40 kilometer ke arah selatan pusat Kota Sydney, sebelumnya telah beberapa kali mengalami kontaminasi.

Pada Agustus 2017, seorang pekerja menderita lecet di bagian tangannya setelah menjatuhkan botol berisi bahan radioaktif. Dia terkontaminasi bahan tersebut melalui sarung tangannya.

Kejadian itu dianggap yang paling serius pada fasilitas nuklir di seluruh dunia pada 2017, seperti dilaporkan Skala Kejadian Nuklir Internasional.

ANSTO menyatakan permintaan maaf kepada pekerja yang terpapar radioaktif tersebut dan menghasilkan langsung membuat rencana aksi.

Pemeriksaan independen terhadap fasilitas ini dilakukan pada Oktober 2018. Ditemukan bahwa fasilitas ini tidak memenuhi standar keselamatan nuklir modern dan harus diganti.

Pada minggu yang sama ANSTO mengkonfirmasi lima orang pekerja terpapar radiasi di fasilitas itu, namun kadarnya kurang dari radiasi rontgen.

Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AC Milan Terima Kabar Baik Jelang Hadapi Sassuolo

Liputan6.com, Turin – AC Milan mendapat kabar gembira terkait kondisi Franck Kessie. Cedera gelandang asal Pantai Gading tersebut tidak terlalu serius.

Kessie gagal menyelesaikan pertandingan saat AC Milan ditahan Lazio pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Selasa (26/2/2019).

Pemain berusia 22 tahun itu mengalami nyeri di lutut. Partisipasinya pada duel melawan Sassuolo di Serie A, Sabtu (2/3/2019), pun diragukan.

“Dia tidak bisa berlari dan minta diganti,” kata pelatih AC Milan Gennaro Gattuso, dilansir situs resmi AC Milan.

Namun, perkembangan lain menunjukkan kondisi Kessie tidak serius. Dia diganti pada pertandingan versus Lazio sebagai langkah pencegahan.

2 dari 3 halaman

Siap Tampil

Lutut Kessie dilaporkan hanya bengkak dan tidak mengalami masalah otot. Mantan pemain Atalanta tersebut siap membantu I Rossoneri mengalahkan Sassuolo.

Kontribusinya dibutuhkan karena AC Milan tengah berusaha mengamankan posisi di zona Liga Champions. Saat ini mereka menempati peringkat empat klasemen dengan perolehan 45 poin, unggul satu nilai atas pesaing terdekat AS Roma.

3 dari 3 halaman

Peran Kessie

Kessie merupakan pilihan pertama Gattuso pada musim ini. Dia tampil di 23 laga Serie A dan hanya melewatkan dua pertandingan akibat sanksi disiplin.

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Soal Potensi Tsunami Terjang Jakarta, BMKG: Hanya Riak-riak

JakartaBMKG sudah membuat model tentang gempa di Selat Sunda yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. BMKG menyatakan sumber gempa tersebut jaraknya mencapai ratusan kilometer dari Jakarta.

“Berkaitan dengan amankah Jakarta, tentunya kami sudah membuat modelling karena para pakar, di megathrust, Selat Sunda katanya ada kekuatan 8,7, di Selat Sunda. Tapi sumber gempa yang berdampak di Jakarta itu agak jauh, di selatan Sukabumi, kurang-lebih jaraknya 200 kilometer, lalu Selat Sunda,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Hall Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019).

Hal itu disampaikan Rahmat saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Amankah Jakarta dari Tsunami?’. Rahmat memastikan tsunami yang mungkin timbul akibat gempa di Selat Sunda itu tidak berdampak signifikan untuk Jakarta.

“Kami sudah coba memodelkan. Tentunya yang berdampak serius adalah Selat Sunda. Kalau di utara Jakarta, ya mungkin hanya riak-riak ya. Kita sudah modelkan, tidak begitu signifikan,” terang Rahmat.

Terkait keamanan Ibu Kota dari tsunami, Perencana Ahli Utama Kedeputian Pengembangan Regional Bappenas Suprayoga Hadi lebih menyoroti soal tata ruang. Dia menitikberatkan terhadap upaya antisipasi.

“Contohnya, apakah Jakarta aman terhadap tsunami? Itu semua sangat mungkin untuk direncanakan. Rencana itu bermacam-macam. Contohnya rencana tata ruang. Pantai Ancol ini sesuai tata ruang DKI nggak?” ujar Suprayoga.

“Jadi regulatory itu masuk dalam konteks planning yang benar. Kalau kita mau mewujudkan daerah kita sebagai daerah yang aman, kita harus taat peraturan dalam hal ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan soal potensi terjadinya tsunami di kawasan Selat Sunda. BMKG mengidentifikasi tiga sumbernya, yakni Gunung Anak Krakatau, Zona Graben, dan Zona Megathrust.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>