Sering Blunder, Mengapa Jokowi dan Prabowo Tak Manfaatkan Juru Bicara?

Liputan6.com, Jakarta – Pakar komunikasi Hendri Satrio mengatakan dua pasang calon presiden yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak memanfaatkan peran juru bicara (jubir) dalam kampanye mereka.

Padahal menurutnya, para capres terutama Jokowi dapat mengurangi blunder dengan adanya jubir. “Harusnya Jokowi menggunakan jubir bicara, jadi kalau kalau salah bisa dicounter. Tapi enggak Pak Jokowi senang ngomong sendiri,” kata Satrio di diskusi Setnas Prabowo-Sandiaga, Menteng, Selasa (4/12/2018).

Menurut Satrio, apabila para capres menanggapi suatu peristiwa di akhir sedangkan para jubir menanggapi di awal, dengan demikian maka akan mengurangi kesalahan.

“Lebih baik fungsi jubir digunakan, jadi kalau ada salah bisa diperbaiki,” ujarnya.

Satrio menilai, capres harus lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapat. “Sekarang harus hati-hati nanti blunder lagi. Sekarang Pak Prabowo tone jadi lebih tenang, jadi gimana tim medianya,” ucapnya.

“Sementaa Pak Jokowi, enggak harus semua pertangaan wartawan dijawab, kalau belum ada jawabannya enggak dijawab enggak apa-apa,” tambah Satrio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *