Sri Lanka Lacak Jaringan Internasional Terkait Serangan Bom Paskah

Colombo – Otoritas Sri Lanka meyakini ada keterlibatan jaringan internasional dalam serangkaian serangan bom saat Paskah yang menewaskan 290 orang. Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, pun akan meminta bantuan asing untuk melacak jaringan internasional tersebut.

“Laporan-laporan intelijen (mengindikasikan) bahwa organisasi teroris asing ada di balik teroris-teroris lokal. Oleh karena itu, presiden akan mencari bantuan negara-negara asing,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Sri Lanka seperti dilansir Reuters, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya, juru bicara kabinet Sri Lanka, Rajitha Senaratne, menyatakan ada jaringan internasional yang terlibat dalam rentetan ledakan bom yang mengguncang delapan lokasi berbeda pada Minggu (21/4) waktu setempat. Namun Senaratne tidak menjelaskan lebih lanjut soal jaringan internasional tersebut.

“Kami tidak meyakini serangan-serangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang terbatas di negara ini,” sebut Senaratne dalam pernyataannya.

“Ada sebuah jaringan internasional yang tanpa mereka, serangan-serangan ini tidak akan berhasil,” tegasnya.

Hingga saat ini belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serentetan ledakan bom itu. Namun sekitar 24 orang yang semuanya warga negara Sri Lanka, telah ditangkap polisi terkait serentetan ledakan bom tersebut.

Para penyidik Sri Lanka juga meyakini keterlibatan tujuh pengebom bunuh diri dalam serangan bom di delapan lokasi berbeda itu. Dua pengebom bunuh diri diyakini beraksi di hotel mewah Shangri La di Colombo. Lima pengebom bunuh diri lainnya beraksi di tiga gereja dan dua hotel lainnya. Modus serangan di satu hotel lainnya dan sebuah rumah di pinggiran Colombo belum diketahui pasti. Penyelidikan dinyatakan masih terus berlangsung.

Pada Minggu (21/4) malam waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, mengakui bahwa pemerintahannya sebenarnya telah memiliki informasi soal potensi serangan bom terhadap gereja-gereja setempat yang melibatkan kelompok militan lokal yang tidak begitu dikenal.

Laporan intelijen domestik tertanggal 11 April itu — sekitar 10 hari sebelum serangan bom, yang telah dilihat Reuters itu menyatakan bahwa sebuah badan intelijen asing telah memperingatkan otoritas Sri Lanka soal potensi serangan yang mungkin terjadi.

PM Wickremesinghe telah memerintahkan dilakukannya penyelidikan untuk mencari tahu mengapa dinas intelijen Sri Lanka gagal mengambil tindakan atas informasi tersebut. “Kita harus mencari tahu mengapa langkah-langkah pencegahan tidak ditempuh. Baik saya maupun para menteri tidak diinformasikan,” ujarnya.

Secara terpisah, dilaporkan juga bahwa Presiden Sirisena juga akan menetapkan keadaan darurat nasional yang akan mulai berlaku pada Senin (22/4) tengah malam waktu setempat. Langkah ini berarti memberikan wewenang lebih luas kepada polisi dan militer untuk menahan dan menginterogasi tanpa perintah resmi dari pengadilan. Keadaan darurat nasional sebelumnya diberlakukan beberapa kali di Sri Lanka saat masih terjadi perang sipil dengan separatis Tamil.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rilis Imbauan Perjalanan, AS: Teroris Masih Rencanakan Serangan di Sri Lanka

Washington DC – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan imbauan perjalanan terbaru untuk Sri Lanka usai rentetan ledakan bom saat Paskah menewaskan 290 orang. Otoritas AS menyebut ada kemungkinan kelompok-kelompok teroris masih merencanakan serangan lainnya.

“Tingkatkan kewaspadaan di Sri Lanka karena terorisme,” demikian bunyi imbauan perjalanan yang dirilis Deplu AS, seperti dilansir CNN, Senin (22/4/2019).

Imbauan perjalanan atau travel advisory untuk Sri Lanka ini diperbarui AS pada 21 April, setelah serentetan ledakan bom mengguncang delapan lokasi yang terdiri dari tiga gereja, empat hotel mewah dan sebuah rumah yang digerebek polisi. Imbauan perjalanan AS untuk Sri Lanka saat ini ada di level 2 yakni ‘Exercise Increased Caution‘.
“Kelompok-kelompok teroris terus merencanakan potensi-potensi serangan di Sri Lanka,” tegas imbauan perjalanan AS tersebut.

“Teroris bisa saja menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan,” imbuh imbauan perjalanan tersebut.

Otoritas AS juga memperingatkan soal tempat-tempat yang bisa menjadi target serangan seperti lokasi-lokasi tujuan wisata, pusat transportasi, pasar atau pusat perbelanjaan, kantor pemerintah lokal, hotel, kelab-kelab malam, restoran, tempat ibadah, taman, peristiwa olahraga dan budaya, institusi pendidikan, bandara dan area-area publik lainnya.

Setiap warga AS yang terpaksa tetap bepergian ke Sri Lanka diimbau untuk mewaspadai situasi sekitar dan mematuhi instruksi pemerintah setempat, juga terus memantau perkembangan situasi di media massa.

Serentetan ledakan bom di Sri Lanka pada Minggu (21/4) waktu setempat menewaskan sedikitnya 290 orang tewas dan melukai 500 orang lainnya. Otoritas setempat melaporkan bahwa sedikitnya 32 warga negara asing (WNA) turut menjadi korban tewas. Diketahui bahwa terdapat dua warga negara AS, yang juga memegang status kewarganegaraan ganda Inggris, di antara korban tewas.

Hingga kini belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab. Sekitar 24 orang, yang semuanya warga negara Sri Lanka, ditangkap polisi setempat terkait rentetan ledakan bom ini.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detik-detik Serangan Bom Paskah di Sri Lanka yang Tewaskan 207 Orang

Colombo – Rentetan ledakan bom di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 207 orang, terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/4/2019), empat ledakan bom pertama diketahui terjadi pada waktu bersamaan. Kepolisian Sri Lanka menyebut sebagian besar ledakan bom itu dilakukan oleh pengebom bunuh diri.

Menurut Reuters, serentetan ledakan bom mematikan pada Minggu (21/4) waktu setempat ini tercatat sebagai yang paling mematikan di negara tersebut dalam satu dekade terakhir sejak berakhirnya perang sipil yang menewaskan 100 ribu orang. Tragedi ini juga membangkitkan kenangan buruk kebanyakan warga Sri Lanka.

Berikut kronologi rentetan serangan bom mematikan pada Minggu (21/4) waktu setempat:

Pukul 08.45 waktu setempat
Ledakan terjadi secara bersamaan di dua hotel dan dua gereja. Ledakan di dua gereja itu terjadi saat digelarnya kebaktian Paskah yang dihadiri banyak jemaat.

Ledakan awalnya terjadi di Hotel Shangri La yang ada di Colombo. Ledakan juga terjadi di Gereja St Anthony di Kochikade, Kotahena, Colombo. Ledakan juga mengguncang Gereja St Sebastian di Negombo, yang berjarak 35 kilometer sebelah utara Colombo. Ledakan mengguncang Hotel Kingsbury yang juga ada di Colombo.

Pukul 08.50 waktu setempat
Ledakan terjadi di Hotel Cinnamon Grand di Colombo.

Pukul 09.05 waktu setempat
Ledakan terjadi di Gereja Katolik Roma Zion di Batticaloa, yang berjarak 315 kilometer dari Colombo.

Pukul 11.30 waktu setempat
Perdana Menteri (PM) Sri Lanja, Ranil Rickremesinghe menggelar rapat Dewan Keamanan Darurat membahas situasi terkini.

Pukul 11.40 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka mengumumkan penutupan seluruh sekolah di negara tersebut selama dua hari ke depan.

Pukul 12.15 waktu setempat
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang.

Pukul 13.45 waktu setempat
Ledakan kembali terjadi di Hotel New Tropical Inn di Dehiwela, dekat kebun binatang nasional. Ledakan ini merupakan ledakan ketujuh yang terjadi sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat.

Pukul 14.15 waktu setempat
Ledakan terjadi di sebuah rumah di wilayah Dematagoda, Colombo saat dilakukan penggerebekan oleh Kepolisian Sri Lanka. Ledakan yang diyakini bom bunuh diri ini merupakan ledakan kedelapan. Dilaporkan sedikitnya tiga polisi tewas dalam ledakan tersebut.

Pukul 14.20 waktu setempat
Otoritas Sri Lanka menutup kebun binatang nasional di Dehiwala.

Pukul 14.30 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka memblokir jaringan media sosial dan layanan chat, seperti Facebook dan WhatsApp di negara tersebut.

Pukul 14.45 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka menetapkan pemberlakuan jam malam secara nasional, hingga waktu yang belum ditentukan.

Pukul 16.00 waktu setempat
Seluruh layanan transportasi di Sri Lanka dihentikan sementara.

Pukul 16.30 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka mengumumkan penutupan seluruh universitas nasional untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Pukul 17.00 waktu setempat
Rapat khusus kabinet Sri Lanka digelar, dengan dipimpin PM Wickremesinghe.

Pukul 17.20 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mengumumkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 207 orang dan korban luka mencapai 450 orang.

Pukul 19.00 waktu setempat
Polisi menemukan sebuah van yang digunakan para pelaku serangan untuk membawa peledak.

Pukul 19.15 waktu setempat
Kepala Dinas Pariwisata setempat menyebut sedikitnya 32 warga negara asing (WNA) turut menjadi korban tewas dan sekitar 30 WNA lainnya menjadi korban luka. Laporan kepolisian setempat menyebut ada 35 WNA yang tewas.

Pukul 20.50 waktu setempat
PM Wickremesinghe memerintahkan penyelidikan untuk mencari tahu mengapa dinas intelijen Sri Lanka gagal mengambil tindakan atas peringatan yang muncul soal rencana serangan bom bunuh diri di negara tersebut. Peringatan itu dilaporkan telah diterima polisi sekitar 10 hari sebelumnya dan disebarkan kepada para otoritas terkait di Sri Lanka.

Pukul 21.30 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap 13 orang terkait serentetan ledakan bom tersebut. Semua tersangka yang ditangkap dilaporkan berkewarganegaraan Sri Lanka.

Pukul 22.30 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mendapat laporan soal serangan bom molotov ke sebuah masjid setempat dan aksi pembakaran terhadap dua toko milik warga muslim setempat. Serangan itu terjadi di dua wilayah berbeda di Sri Lanka.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detik-detik Serangan Bom Paskah di Sri Lanka yang Tewaskan 290 Orang

Colombo – Rentetan ledakan bom di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 290 orang, terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/4/2019), empat ledakan bom pertama diketahui terjadi pada waktu bersamaan. Kepolisian Sri Lanka menyebut sebagian besar ledakan bom itu dilakukan oleh pengebom bunuh diri.

Menurut Reuters, serentetan ledakan bom mematikan pada Minggu (21/4) waktu setempat ini tercatat sebagai yang paling mematikan di negara tersebut dalam satu dekade terakhir sejak berakhirnya perang sipil yang menewaskan 100 ribu orang. Tragedi ini juga membangkitkan kenangan buruk kebanyakan warga Sri Lanka.

Berikut kronologi rentetan serangan bom mematikan pada Minggu (21/4) waktu setempat:

Pukul 08.45 waktu setempat
Ledakan terjadi secara bersamaan di dua hotel dan dua gereja. Ledakan di dua gereja itu terjadi saat digelarnya kebaktian Paskah yang dihadiri banyak jemaat.

Ledakan awalnya terjadi di Hotel Shangri La yang ada di Colombo. Ledakan juga terjadi di Gereja St Anthony di Kochikade, Kotahena, Colombo. Ledakan juga mengguncang Gereja St Sebastian di Negombo, yang berjarak 35 kilometer sebelah utara Colombo. Ledakan mengguncang Hotel Kingsbury yang juga ada di Colombo.

Pukul 08.50 waktu setempat
Ledakan terjadi di Hotel Cinnamon Grand di Colombo.

Pukul 09.05 waktu setempat
Ledakan terjadi di Gereja Katolik Roma Zion di Batticaloa, yang berjarak 315 kilometer dari Colombo.

Pukul 11.30 waktu setempat
Perdana Menteri (PM) Sri Lanja, Ranil Rickremesinghe menggelar rapat Dewan Keamanan Darurat membahas situasi terkini.

Pukul 11.40 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka mengumumkan penutupan seluruh sekolah di negara tersebut selama dua hari ke depan.

Pukul 12.15 waktu setempat
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang.

Pukul 13.45 waktu setempat
Ledakan kembali terjadi di Hotel New Tropical Inn di Dehiwela, dekat kebun binatang nasional. Ledakan ini merupakan ledakan ketujuh yang terjadi sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat.

Pukul 14.15 waktu setempat
Ledakan terjadi di sebuah rumah di wilayah Dematagoda, Colombo saat dilakukan penggerebekan oleh Kepolisian Sri Lanka. Ledakan yang diyakini bom bunuh diri ini merupakan ledakan kedelapan. Dilaporkan sedikitnya tiga polisi tewas dalam ledakan tersebut.

Pukul 14.20 waktu setempat
Otoritas Sri Lanka menutup kebun binatang nasional di Dehiwala.

Pukul 14.30 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka memblokir jaringan media sosial dan layanan chat, seperti Facebook dan WhatsApp di negara tersebut.

Pukul 14.45 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka menetapkan pemberlakuan jam malam secara nasional, hingga waktu yang belum ditentukan.

Pukul 16.00 waktu setempat
Seluruh layanan transportasi di Sri Lanka dihentikan sementara.

Pukul 16.30 waktu setempat
Pemerintah Sri Lanka mengumumkan penutupan seluruh universitas nasional untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Pukul 17.00 waktu setempat
Rapat khusus kabinet Sri Lanka digelar, dengan dipimpin PM Wickremesinghe.

Pukul 17.20 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mengumumkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 207 orang dan korban luka mencapai 450 orang.

Pukul 19.00 waktu setempat
Polisi menemukan sebuah van yang digunakan para pelaku serangan untuk membawa peledak.

Pukul 19.15 waktu setempat
Kepala Dinas Pariwisata setempat menyebut sedikitnya 32 warga negara asing (WNA) turut menjadi korban tewas dan sekitar 30 WNA lainnya menjadi korban luka. Laporan kepolisian setempat menyebut ada 35 WNA yang tewas.

Pukul 20.50 waktu setempat
PM Wickremesinghe memerintahkan penyelidikan untuk mencari tahu mengapa dinas intelijen Sri Lanka gagal mengambil tindakan atas peringatan yang muncul soal rencana serangan bom bunuh diri di negara tersebut. Peringatan itu dilaporkan telah diterima polisi sekitar 10 hari sebelumnya dan disebarkan kepada para otoritas terkait di Sri Lanka.

Pukul 21.30 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap 13 orang terkait serentetan ledakan bom tersebut. Semua tersangka yang ditangkap dilaporkan berkewarganegaraan Sri Lanka.

Pukul 22.30 waktu setempat
Kepolisian Sri Lanka mendapat laporan soal serangan bom molotov ke sebuah masjid setempat dan aksi pembakaran terhadap dua toko milik warga muslim setempat. Serangan itu terjadi di dua wilayah berbeda di Sri Lanka.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aparat Sri Lanka Sudah Dapat Info Serangan 10 Hari Sebelum Bom Paskah

Colombo – Perdana Menteri SriLanka,RanilWickremesinghe, mengatakan aparat keamanan telah “mengetahui informasi” adanya kemungkinan rangkaian serangan.

Perkataan tersebut dikemukakan dalam jumpa pers Minggu (21/04), menanggapi rumor bahwa aparat memiliki informasi intelijen mengenai rencana serangan.

“Kita harus mencari tahu mengapa langkah-langkah pencegahan tidak ditempuh. Baik saya maupun para menteri tidak diinformasikan,” ujarnya.

“Saat ini prioritasnya adalah menahan para penyerang,” tambahnya.

Kabar bahwa aparat punya informasi bahwa terdapat potensi serangan dikuatkan Menteri Telekomunikasi Harin Fernando.

Dia mengunggah beberapa foto yang tampak seperti surat berisi laporan intelijen bertanggal 11 April, atau 10 hari sebelum kejadian.

https://twitter.com/fernandoharin/status/1119999431909228544

Sejauh ini belum diketahui pihak mana yang berada di balik serangan, namun kepolisian Sri Lanka telah menahan 13 orang.

Pemerintah meyakini serangan bom bunuh diri digunakan dalam serangan ke sejumlah gereja dan hotel.

Pada Minggu (21/4), Angkatan Udara menyebut bom rakitan telah ditemukan di dekat bandara Kolombo.

“Pipa PVC sepanjang 1,8 meter berisi peledak telah ditemukan,” sebut juru bicara AU Sri Lanka, Gihan Seneviratne, kepada media setempat.

Map showing locations of attacks
BBC

Pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh negeri hingga waktu yang tidak ditentukan menyusul serangan terkoordinasi di sejumlah gereja dan hotel pada Minggu (21/04).

Hingga kini sedikitnya 207 orang meninggal dunia dan 450 lainnya mengalami luka dalam serangan bertepatan dengan perayaan Paskah itu.

Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardane mengatakan larangan keluar pada malam hari diberlakukan “hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

“Kami akan menempuh segala tindakan yang diperlukan untuk melawan kelompok ekstrem yang beroperasi di negara kami,” tegasnya.

Selain memberlakukan jam malam, pihak berwenang juga memblokir sementara akses ke media sosial sebagai langkah mencegah berbagai spekulasi atau informasi menyesatkan terkait serangan tersebut.

‘Tidak ada informasi WNI yang menjadi korban’

Di antara 207 orang yang meninggal terdapat 27 warga negara asing. Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan seorang warga negaranya meninggal dunia. Adapun kantor berita Turki Anadolu melaporkan dua warga negara Turki juga turut menjadi korban meninggal dunia.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataannya pada Minggu (21/04) mengatakan, “Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.”

Menurut Kemenlu RI, terdapat sekitar 374 WNI di Sri Lanka, termasuk sekitar 140 orang di antaranya berada di Kolombo.

Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, Kemenlu menyarankan agar mereka menghubungi nomor hotline KBRI Kolombo +94772773127, akan tetapi sambungan telepon gagal masuk ketika BBC News Indonesia mencoba menghubungi nomor tersebut beberapa kali.

Kecaman dunia

Masih dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia, disebutkan bahwa Indonesia mengecam keras aksi pengeboman di berbagai lokasi di Sri Lanka.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.”

Delapan ledakan dilaporkan terjadi, termasuk di tiga gereja di Negombo, Batticaloa dan Kochchikade di Kolombo ketika dilangsungkan perayaan Paskah.

Serangan bom juga menyasar empat hotel, termasuk tiga hotel mewah di ibu kota: Shangri-La, Kingsbury dan Cinnamon Grand.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengunggah pernyataan lewat Twitter dengan mengatakan “aksi kekerasan di gereja-gereja dan hotel-hotel di Sri Lanka benar-benar mengerikan”.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan “duka cita mendalam” atas “serangan teroris yang mengerikan”.

Paus Fransiskus mengecam serangan sebagai “kekerasan yang begitu kejam” dengan sasaran umat Kristen yang sedang merayakan Paskah.

Kardinal Kolombo, Malcolm Ranjith, mengatakan kepada BBC: “Situasi ini sangat sulit dan sangat menyedihkan bagi kami semua karena kami tidak pernah memperkirakan hal ini akan terjadi dan khususnya di Hari Paskah.”

Di jajaran pemerintahan, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe juga mengutuk serangan.

“Saya mengutuk keras serangan pengecut terhadap rakyat kami hari ini. Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Sri Lanka untuk tetap bersatu dan kuat dalam situasi tragis ini.”

Agama di Sri Lanka

Buddha Theravada tercatat sebagai agama terbesar di Sri Lanka. Berdasarkan sensus terbaru, sekitar 70,2% penduduk negara itu memeluk agama Buddha.

Agama itu dianut oleh etnik Sinhala yang merupakan etnik mayoritas. Buddha mendapat tempat utama dalam hukum di Sri Lanka dan bahkan secara khusus dicantumkan dalam konstitusi.

Selain Buddha, terdapat pula penganut Hindu sekitar 12,6% dan Muslim sekitar 9,7% dari total penduduk.

Berdasar sensus tahun 2012, sekitar 1,5 juta penduduk Sri Lanka beragama Kristen, sebagian besar adalah Katolik Roma.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Presiden Jokowi: Indonesia Kecam Keras Serangan Bom di Sri Lanka

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam ledakan teror bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka. Jokowi mendoakan seluruh korban teror tersebut dapat segera pulih.

“Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini. Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban. Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih,” cuit Jokowi melalui akun Twitternya, Minggu (21/4/2019).

Teror bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat perayaan Paskah. Hingga saat ini, sekitar 207 orang dilaporkan tewas dan 400 orang terluka akibat ledakan tersebut.

Dilansir Reuters, Minggu (21/4/2019), serangan terjadi di Gereja St Sebastian di Katuwapitiya, Kolombo Utara, Gereja di Batticaloa, Provinsi Timur. Kemudian di tiga hotel yakni Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel dan Cinnamon Grand Colombo.
Sebelumnya, Paus Fransiskus juga mengutuk serangan bom di gereja dan hotel saat perayaan Paskah di Sri Lanka. Paus Fransiskus menyebut teror bom itu sebagai ‘kekerasan kejam’.

“Saya belajar dengan kesedihan dan kepedihan berita tentang serangan besar-besaran, yang terjadi hari ini, saat Paskah, membawa duka dan rasa sakit ke gereja-gereja dan tempat-tempat lain di mana orang berkumpul di Sri Lanka,” ujar Paus Fransiskus saat menyampaikan ‘Urbi et Orbi’ di hadapan puluhan ribu umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dikutip dari Reuters.

“Saya berharap bisa mengekspresikan afeksi kedekatan dengan komunitas Kristiani, diserang saat sedang berdoa bersama, dan untuk semua korban dalam kekerasan yang kejam itu,” sambungnya.

(fdu/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Serangan Hacker pada Server KPU Ramai di Media Sosial, Ahli IT: Itu Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, di media sosial maupun aplikasi chatting tersebar video yang diklaim sebagai serangan hacker terhadap server Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata hoaks atau kabar palsu.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu ahli keamanan IT, Zul Amri, melalui akun LinkedIn-nya. Lewat unggahan tersebut, video yang disebarkan itu merupakan simulasi serangan dari situs ThreatCloud.

Sekadar informasi, situs itu memang menampilkan simulasi serangan siber global secara realtime.

Well, saya katakan yang tersebar di medsos itu hoax, video atau gambar yang diambil dan tersebar di Facebook itu adalah simluasi dari situs ThreatCloud,” tulisnya.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha juga mengatakan hal serupa. Saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/4/2019), Pratama menyebut bahwa ilustrasi itu merupakan dashboard perusahaan penyedia antivirus atau router.

“Itu bukan ilustrasi dari serangan ke KPU. Banyak yang menyediakan layanan ini (dashboard). Mau ada Pilpres atau enggak pattern-nya yang gitu-gitu saja,” tuturnya menjelaskan. Selain ThreatCloud, ada beberap situs lain seperti dari FireEye atau Kaspersky.

Lebih lanjut Pratama menuturkan bahwa serangan yang paling memungkinkan adalah Distributed Denial-of-Service (DDos). Adapun DDoS baru berhasil jika memang bandwith serangan lebih besar dari yang dapat ditahan sistem KPU.

Kendati demikian, sistem DDoS sendiri sebenarnya tidak berakibat banyak. Zul Amri menuliskan bahwa serangan DDoS hanya akan membuat lumpuh jaringan, sehingga tidak akan berdampak pada hasil perhitungan.

“Lagipula sistem KPU apanya yang mau diserang sih? Wong sistemnya mirip cara kerja papan tulis atau billboard. Data aslinya tetap berasal dari data offline yang dimasukkan ke ‘papan tulis’ tersebut,” tulis Zul Amri.

Terakhir, Pratama juga menuturkan bahwa upaya untuk menyerang server KPU tentu tidak ingin terdeteksi oleh sistem pengaman yang terpasang. Karenanya, membutuhkan waktu yang cukup lama dan memang sulit untuk melakukan peretasan.

Moeldoko Sebut Kekalahan Jokowi di Jabar dan Aceh karena Serangan Isu Agama

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko, mengakui perolehan suara pasangan calon 01 di wilayah basis pemilih Islam masih kalah jauh dari lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Moeldoko menyebut Jokowi mendapat sedikit suara di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibandingkan Prabowo.

Dia menduga, kekalahan Jokowi tersebut lantaran masyarakat di sana sudah terpengaruh isu agama yang dihembuskan sejak lama.

“Kenapa begitu mudah terpengaruh? Karena hembusan isu yang diwaspadai dari awal itu, itu memang luar biasa. Semburannya luar biasa,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Moeldoko mengaku mendapat penjelasan dari rekan-rekannya bahwa masyarakat Aceh sangat teguh pendirian apabila telah menyangkut masalah agama. Sehingga, mereka sulit untuk mengubah pilihan politiknya ke Jokowi.

“Aku dibilangin teman-teman di Aceh, mau ngomongin program sampai mampus juga enggak didengerin. Karena urusannya sudah agama,” ujar Moeldoko.

750 Polisi di Nganjuk Dikerahkan untuk Cegah Serangan Fajar

Nganjuk – Mencegah adanya serangan fajar menjelang coblosan Pemilu 17 April, Polres Nganjuk ikut membantu Bawaslu menciptkan suasana kondusif. Salah satunya mengerahkan 750 anggota untuk mencegah adanya serangan fajar.

“Untuk mencegah terjadinya pelanggaran money politic atau serangan fajar sudah dilakukan oleh Polres Nganjuk. Yakni dengan mengadakan patroli wilayah termasuk menjaga TPS. Kita libatkan 750 personel,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/4/2019) sore.

Dari 750 personel itu kata Dewa, telah melakukan peningkatan pengamanan ke seluruh wilayah yang memungkinkan adanya serangan fajar. Polisi lanjut Dewa juga menggelar razia dan pengawalan ketat pendistribusian logistik.

“Kita dalam patroli juga menggelar razia, dalam antisipasi money politic,” katanya.

Diungkapkan Dewa saat ini pihaknya telah mewaspadai adanya kemungkinan pengiriman logistik money politic. Polisi akan menindak tegas jika ada temuan warga atau tim sukses caleg ataupun capres yang membagikan uang.

“Kita waspadai 24 jam kemungkinan pengiriman-pengiriman logistik yang digunakan untuk money politic. Kita sisir semua wilayah agar tidak ada yang bisa membagikan uang ke warga untuk meminta mencoblos salah satu caleg,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun detikcom, jumlah TPS yang ada di Kabupaten Nganjuk sebanyak 3.658. Selain polisi, dalam pengamanan Pemilu 17 April juga melibatkan anggota TNI 376 personel, Linmas 4.316 personel dan Satpol PP 50 personel serta Dishub 30 personel.

Dalam kesiapan personel Polres Nganjuk telah melaksanaan Serpas TNI-Polri dalam rangka Pengamanan TPS Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019 tadi pagi. Dalam upacara Serpas Kapolres Nganjuk didampingi Dandim 0810 Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo.

“Yang perlu diwaspadai adalah kelompok yang akan konfoi untuk menyambut pemenangan, apa lagi belum diumumkan secara resmi oleh KPU,” pungkas Dewa.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

UAS dan tvOne Tangkis Serangan Akun Said Didu Bajakan

Jakarta – Dalam kisaran waktu kurang dari 24 jam terakhir, media sosial dihebohkan dengan serangan-serangan yang dibuat oleh pembajak akun Twitter milik mantan Sesmen kementerian ESDM, Said Didu. Ustaz Abdul Somad dan tvOne yang menjadi sasaran tembak si pembajak akun pun sampai harus memberikan klarifikasi.

Cerita bermula pada Sabtu (13/4/2019) hampir tengah malam. Akun Said Didu mencuit beberapa hal yang menyerang ustaz Somad secara personal. Tak hanya Somad, tvOne juga kena tuduh terlibat dalam proses pemberian dukungan Somad kepada pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Serangan terhadap Somad dan tvOne itu ‘bermodalkan’ sebuah foto pertemuan antara internal tvOne dengan Somad.

Dimintai konfirmasi pada Minggu (14/4) dinihari, Said Didu memastikan bahwa kicauan-kicauan yang menyudutkan Somad itu berasal dari ulah si pembajak akun Twitter miliknya.

Said mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.

“Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek,” kata Said Didu.

Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.

Sepanjang malam, Said dibantu teman-temannya berupaya untuk kembali mendapatkan akses terhadap akun miliknya. Namun upaya itu gagal.

Pada Minggu pagi, Somad angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan liar yang dibuat si pembajak akun Said Didu kepada dirinya. Memastikan bahwa tuduhan itu hoax, Somad juga berbicara mengenai orang-orang yang marah lalu menebar fitnah hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI dengan kelapangan hati. #SaveUAS,” demikian kutipan di dalam foto pertama itu.