Serang Pasukan Keamanan Saudi, Empat Militan Tewas

Riyadh – Empat militan tewas usai menyerang pangkalan keamanan di sebuah kota di utara Riyadh, Arab Saudi. Tiga polisi juga terluka akibat serangan dari militan tersebut.

“Sekelompok teroris meluncurkan serangan nekat yang dipukul mundur,” tulis Saudi Press Agency (SPA) seperti dikutip AFP, Senin (22/4/2019).

Serangan tersebut menargetkan pasukan keamanan yang berada di kotaZulfi. Militan tersebut telah menabrakkan kendaraan ke pagar penghalang keamanan di sekitar pangkalan.

Dua militan keluar dari mobil sambil menembakkan senjata yang bisa dilumpuhkan petugas. Sementara itu, satu militan tewas saat akan melarikan diri. Lainnya dilumpuhkan saat akan melepas sabuk peledak.

Tidak ada korban jiwa dari pihak keamanan Arab Saudi. Sebelumnya, dua orang bersenjata bom juga dilumpuhkan pada Minggu (7/4). Dua lainnya ditangkap saat menyerang pusat keamanan di wilayah Syiah di bagian timur Saudi.

(fdu/dnu)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Microsoft Ungkap Ada Peretas Serang Akun Outlook.com

Liputan6.com, Jakarta – Microsoft dilaporkan telah memberikan peringatan keamanan pada para pengguna akun Outlook.com. Alasannya, sejumlah akun Outlook diketahui berhasil diakses oleh peretas.

Dikutip dari The Verge, Selasa (16/4/2019), peristiwa ini diketahui Microsoft setelah perusahaan menemukan kredensial untuk layanan email telah berhasil ditembus, sehingga memungkinkan terjadi akses dari pihak ketiga atau peretas.

Menurut Microsoft, aksi ini terjadi di sejumlah akun Outlook.com mulai dari 1 Januari hingga 28 Maret 2019. Lebih lanjut disebut, para peretas dapat melihat alamat email akun, nama folder, hingga subjek.

Kendati demikian, Microsoft menyebut para peretas tidak dapat melihat isi konten pesan yang dikirim atau lampiran yang disertakan.

“Data kami mengindikasikan informasi akun ini (bukan konten) telah dilihat secara ilegal, tapi Microsoft tidak mengetahui alasan informasi itu dilihat atau digunakan untuk apa,” tutur Microsoft dalam notifikasi untuk para pengguna.

Hingga saat ini, Microsoft belum mengungkap jumlah pengguna yang menjadi korban, termasuk pihak yang dianggap bertanggung jawab meretas Outlook.com.

Meski belum diketahui, Microsoft sudah mengingatkan pengguna terdampak untuk mengganti password yang digunakan.

“Kami menganggap proteksi data sangat serius dan bekerja sama dengan keamanan internal melakukan investigasi hingga menemukan solusi terhadap masalah ini, sekaligus memperkuat sistem dan mencegah hal serupa terjadi,” tutur Microsoft.

Wasekjen Demokrat: Sebenarnya Prabowo Debat dengan Siapa, Kok Serang SBY?

Liputan6.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto saat debat capres, Sabtu, (13/4/2019). Rachland menilai saat debat Prabowo menyinggung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?,” tulis Rachland dalam akun twitternya yang diunggah saat debat berlangsung.

Saat debat, Prabowo memang menyinggung soal kinerja Presiden sebelum Jokowi. Prabowo menyampaikan, deindustrialisasi bangsa Indonesia perlu dilakukan segera demi menutupi kesalahan para pemimpin sebelum masa pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

“Belajar baik dan berani merencanakan pembangunan deindustrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani dan nelayan kita. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak (Jokowi), kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” tutur Prabowo dalam debat pilpres 2019 di hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Prabowo menyatakan, dia tidak menyalahkan Jokowi dalam upayanya melakukan perbaikan demi kesejahteraan rakyat. Hanya saja, Jokowi harus berkaca bahwa ada cara yang salah saat menjalankan program pilihannya.

“Jadi kembali lagi saya terus terang saja tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berlangsung belasan, puluhan tahun, tapi harus berani mengoreksi diri. Kita salah jalan,” jelas dia.

TKN Jokowi Serang Survei UKRI yang Menangkan Prabowo 63%

Jakarta – Lapitek UKRI merilis survei elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 yang memenangkan Prabowo-Sandi 63 persen dan Jokowi-Ma’ruf 37 persen. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf merasa heran dengan selisih angka sebesar 26 persen.

“Itu menyenangkan hati Pak Prabowo, good luck on them. Kenapa tidak sekalian buat hasil yang sempurna?” kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Johnny menilai survei tersebut merupakan bagian dari kepanikan kubu Prabowo-Sandi. Dia meyakini yang sebenarnya terjadi elektabilitas Prabowo-Sandi stagnan.

“Survei seperti ini biasanya dibuat untuk dan sebagai jawaban serta wujud dari kepanikan sebagai akibat dari elektabilitas yang konstan stagnan atau tidak naik-naik,” ucapnya.

Sementara itu, anggota TKN Inas Nasrullah juga meragukan kredibilitas alasan akademis yang disampaikan rektor UKRI. Dia menilai survei tersebut sangant tendensius.

“Survei tersebut sangat tendensius untuk mengkerek opini masyarakat bahwa elektabilitas Prabowo Sandi lebih tinggi dari Jokowi Amin. Di mana pertanyaannya hanya satu, yakni siapa yang diharapkan menjadi pimpinan nasional pada 2019-2024. Sehingga jawaban responden pun mudah diarahkan, atau malahan respondennya mereka-mereka sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, Lembaga Afiliasi Penelitian dan Teknologi (Lapitek) UKRI merilis survei terkait elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Hasilnya elektabilitas pasangan 02 unggul dari pasangan 01 dengan selisih mencapai 26 persen.

Survei yang dilakukan lembaga internal dari UKRI dilakukan pada periode 1-9 April 2019, dengan menggunakan metode random sampling. Jumlah responden dalam survei tersebut sebanyak 10.252 orang yang tersebar di sejumlah daerah.

Untuk margin of error dalam survei yang dirilis itu sebesar 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95,5 persen. Hasilnya memperlihatkan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dengan tingkat elektabilitas 63 persen. Sementara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 37 persen.

Di situs resminya, tercantum Prabowo Subianto adalah Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia. Di situsnya juga tertulis: ‘Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, dibangun dari sebuah cita-cita luhur keluarga besar Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik’.
(fdu/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Djanur: Bonek Boleh Kecewa, tapi Jangan Serang Pemain

Jakarta – Hasil imbang yang dipetik Persebaya Surabaya melawan Arema FC digugat suporter. Sejumlah pemain disoroti, di antaranya Amildo Balde dan Miswar Saputra.

Leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo antara Persebaya vs Arema FC, Selasa (9/4/2019) berakhir imbang 2-2. Hasil ini jadi kerugian besar untuk Persebaya selaku tuan rumah, karena laga penentuan digelar di markas Arema FC.

Usai pertandingan, suporter Persebaya meluapkan kekecewaan dengan melempari pemain. Sejumlah pemain dikritik suporter dengan Amildo dan Miswar jadi dua nama paling disoroti, karena dinilai bermain mengecewakan.

Amildo misalnya, dibandingkan dengan penyerang Persebaya sebelumnya yakni David da Silva. Da Silva musim lalu mencetak 20 gol di Liga 1 untuk Persebaya, menjadi pencetak gol terbanyak kedua di kompetisi.

Tapi musim ini Da Silva dilepas Persebaya. Ia kini bermain untuk Pohang Steelers di Liga Korea Selatan.

“Jadi saya mengimbau kepada suporter, dukunglah pemain, jangan membanding-bandingkan dengan David da Silva yang sudah pergi, untunglah Amildo Balde tidak bermain medsos,” ungkap Pelatih Persebaya Djajang Nurjaman usai pertandingan.

“Dia (Da Silva) sudah pergi, dia tidak bisa dibeli karena dia pemain mahal. Jadi tolonglah jangan dibanding-bandingkan. Hari ini Amildo bermain bagus, jadi tidak ada alasan untuk menggantinya,” imbuh pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Miswar juga tak luput dari sorotan suporter. Djanur menyatakan bahwa pemain bagus pun terkadang bisa mengalami momen kurang maksimal.

Dia berharap suporter terus memberi dukungan agar kepercayaan diri pemain terjaga. Lagipula, masih ada leg kedua sekalipun akan berat karena digelar di Malang.

“Mungkin bonek kecewa dengan apa yang terjadi di lapangan, mungkin Miswar dianggap melakukan kesalahan, sehingga mereka bisa menyamakan kedudukan,” sambung Djanur.

“Tapi saya mengimbau kepada Bonek, kalau bisa dukunglah pemain, karena pemain tidak selamanya bisa tampil bagus, kadang fluktuatif, kadang ada penurunan. Di situlah saya mengimbau untuk tetap memberi support kepada pemain agar pemain tetap confident.”

“Dan untuk pertandingan berikutnya bisa lebih baik lagi. Kalau memang kecewa, kita juga kecewa dengan hasil ini. Ekspektasi bonek sama dengan ekspektasi tim, ingin menang pada pertandingan hari ini. Namun apa boleh buat kami tidak bisa memenuhi harapan kita semua,” lanjut Djajang. (raw/mrp)


Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di Kendari

Kendari – Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Nenek yang tengah tertidur pulas bersama 8 cucunya itu seketika terbangun karena rumahnya diobrak-abrik oleh puluhan anggota Brimob yang datang.

“Pas dengar ada ribut-ribut dalam rumah, saya langsung bangunkan cucuku delapan orang. Hantam kiri kanan, lemari ditusuk, rak piring dibanting. Mereka juga berteriak ‘keluarko, keluarko’,” kata Yudahusna saat menceritakan penyerangan yang dialaminya, di Kendari, Minggu (7/4/2019).

Rumah Yudahusna terletak di Jl Mayjend Katamso, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Yudahusna kembali mengungkapkan, saat puluhan personel Brimob itu menyerang bagian tengah rumah, dia bersama cucunya berusaha bersembunyi dan menahan pintu kamar. Namun para personel Brimob tetap membabi buta dan berusaha mendobrak kamarnya dengan menusuk pintu kamar menggunakan parang.

“Daun pintuku ditusuk-tusuk, mungkin pake parang atau benda tajam, kalau saya tidak menghindar saya kena tusukan. Satu per satu cucu saya keluar lewat jendela,” ungkapnya.

Namun, saat cucu Yudahusna keluar dari kamar melalui jendela mereka kaget melihat personel Brimob lainnya yang lengkap dengan senjata laras panjang tengah berjaga di sekeliling rumah. Yudahusna pun sempat beberapa kali berteriak minta tolong agar para Brimob berhenti merusak rumahnya. Sayangnya permintaan itu tidak digubris.

“Tidak terima rumah saya diobrak-abrik, saya merasa seperti teroris saja. Padahal saya tidak punya salah apa-apa,” ujarnya.

Pada Minggu (7/4) sekitar pukul 03.12 Wita, Yudahusna ditemani anaknya mendatangi Mapolda Sultra untuk melaporkan kejadian yang dialaminya dengan nomor laporan polisi: LP/188/IV/2019/SPKT Polda Sultra 7 April 2019. Dia melaporkan 40 orang diduga anggota Brimob yang telah melakukan pengurusakan secara bersama-sama.

Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di KendariFoto: Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Siti Harlina-detikcom)

Yuyun (41) anak korban yang datang saat aksi pengrusakan sempat mempertanyakan aksi pengrusakan tersebut kepada anggota Polsek Baruga, Provost Brimob.

“Kenapa rumah orang tua saya dirusak. Namun, ia mengaku, pertanyaan itu dijawab anggota Polsek Baruga dengan ucapan tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka anggota brimob,” katanya.

Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di KendariFoto: Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Siti Harlina-detikcom)

Sementara itu, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Joni Afriza saat dikonfirmasi mengatakan, aksi pengrusakan tersebut tidak disengaja. Aksi tersebut merupakan buntut dari aksi preman yang membacok anggotanya.

“Jadi ada anggota kami yang dibacok preman, saat kejadian kelompok preman itu masuk ke dalam rumah untuk melarikan diri dan anggota kami berusaha mencari dan menangkap pelaku sama sekali tidak berniat untuk merusak,” katanya kepada detikcom.

Terkait kerusakan yang sudah terjadi tersebut, ia berjanji akan mengganti seluruh total kerusakan atas barang-barang yang telah dirusak. Saat ini ia fokus melakukan pengejaran terhadap preman tersebut.
(nvl/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Buru Anggota Geng Motor yang Serang Perumahan Guru di Medan

Medan – Kelompok geng motor Ezto melakukan penyerangan di Perumahan Guru Lama, Jalan Pembangunan V, Kecamatan Medan Helvetia. Polisi memastikan akan terus memburu 30 anggota geng yang melakukan penyerangan itu.

“Kami sudah keluarkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pelaku lainnya yang belum tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, yang dilansir Antara, Jumat (5/4/2019).

Sejauh ini sudah ada 3 pelaku yang ditangkap yaitu DMN (25), AFM (22) dan GAK (29). Dia menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menindak para pelaku.

“Kami akan menindak tegas terhadap kelompok geng motor yang berbuat onar dan anarkis,” kata Yudha, di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Kamis.

“Jadi, geng motor yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan berhadapan dengan hukum,” imbuh Yudha lagi.

Perbuatan gerombolan geng motor itu dinilai beringas dan telah meresahkan warga masyarakat setempat. Personel Polrestabes Medan yang mendapat laporan keributan itu, langsung turun melakukan penyelidikan dan memeriksa kamera CCTV di TKP, sehingga berhasil mengidentifikasi para pelaku.

“Tiga orang pelaku telah diamankan dan puluhan lainnya sudah diidentifikasi serta terus dilakukan pengejaran,” ungkapnya.

(rvk/HSF)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Tangkap Geng Motor Ezto yang Serang Perumahan Guru di Medan

Medan – Tim Pegasus Polrestabes Medan menangkap tiga orang anggota geng motor Ezto yang melakukan penyerangan di Perumahan Guru Lama Jalan Pembangunan V, Tanjung Gusta, Medan. Kejadian itu mengakibatkan seorang remaja Rico Lumbanraja (15) terluka parah.

“Kami akan menindak tegas terhadap kelompok geng motor yang berbuat onar dan anarkis,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, seperti dilansir Antara, Jumat (5/4/2019).

Anggota geng motor Ezto yang melakukan penyerangan itu berjumlah 30 orang. Ketiga orang anggota yang ditangkap yakni DMN (25), GAK (29) dan AFM (22). Polisi kini memburu pihak lain yang terlibat dalam penyerangan itu.

“Kami sudah keluarkan dafar pencarian orang (DPO) terhadap pelaku lainnya yang belum tertangkap,” ujar Yudha.

Penyerangan itu juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Yudha menegaskan pihaknya tak akan segan-segan untuk menindak tegas para pelaku.

“Penyerangan yang dilakukan kelompok geng motor tersebut, juga mengakibatkan kerusakan rumah warga Bin Fri Uno Purba (50) karena dilempari pelaku dengan menggunakan batu,” katanya lagi.

Salah seorang pelaku GAK (29) mengatakan penyerangan tersebut dilakukan sebab anggotanya pernah diganggu di kawasan tersebut. Geng motor itu kemudian melampiaskan kekesalannya dengan menyerang dan menghajar korban secar sadis.

“Kawan kami (anggota geng motor) disakiti sekelompok pemuda di Jalan Pembangunan, makanya kami datang ke sana,” kata GAK.

(knv/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Yusril Serang Habib Rizieq Syihab dengan Chat WhatsApp

Jakarta – Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra membuat manuver ‘balasan’. Bersama dengan elite partainya, dia mengungkap chat Habib Rizieq Syihab yang meragukan Keislaman Prabowo.

Duduk perkara persoalan ini bermula pada November 2018 silam. Kala itu, ada pernyataan Yusril dalam sebuah video yang pada intinya dalam video itu Yusril mengatakan bahwa Habib Rizieq pun pernah menyatakan kepada dirinya mengenai keislaman Prabowo yang diragukan.

Kemudian, Habib Rizieq menyanggah pernyataan Yusril itu, dalam video yang ditayangkan di channel Youtube Front TV pada 1 April 2019. Menurut Habib Rizieq, apa yang disampaikan oleh Yusril itu tidak benar.

“Itu adalah bohong itu tidak benar. Jadi selama dua tahun, saya hanya pernah komunikasi dengan pak Yusril, satu kali. Itu dua tahun lalu. Dulu belum ada soal pencapresan. Belum ada koalisi,” kata Habib Rizieq.

Yusril dan PBB kemudian bergerak, menyangkal pernyataan Habib Rizieq. Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menggelar konferensi pers khusus di Hotel Cipta Pancoran.

“Di dalam video itu disebutkan bahwa Prof Yusril melakukan kebohongan perihal keislaman salah satu capres pada percakapan yang dilakukan dengan habib. Saya ingin katakan bahwa Prof Yusril mengatakan yang sebenar-benarnya,” tutur Sukmo di Hotel Cipta Pancoran, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

“Saya ingin menegaskan bahwa Prof Yusril mengatakan yang sebenar-benarnya, saya membawa alat bukti yang menyatakan terjadi percakapan dan perbincangan antara Prof Yusril dan habib yang meragukan keislaman paslon tersebut,” sambungnya.

Di dalam konferensi pers itu, Sukmo menunjukkan print out percakapan antara Yusril dengan Habib Rizieq. Pada intinya, dalam chat itu, sososk dengan nama di phone book ‘Habib Rizieq Syihab’ memang menyatakan kalimat yang meragukan Prabowo.

“Dukungan Ijtima untuk PS harus berdampingan cawapres ulama justru karena kita tahu PS lemah tentang Islam dan Lingkarannya pun masih banyak yang ‘Islamophobia’,” demikian salah satu penggalan dalam percakapan tersebut.

Tak lama setelah konferensi pers itu, Yusril mengirimkan pernyataan tertulis kepada wartawan. Dalam pernyataan itu, Yusril turut mengirimkan screenshot percakapannya yang disebut dilakukan dengan Habib Rizieq.

“Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit untuk dibantah. Pembicaraan telepon Yusril dan Rizieq tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA di atas telah cukup menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah SI RAJA BOHONG yang sesungguhnya,” tutur Yusril.

BPN Prabowo Serang Balik Yusril

BPN Prabowo mengecam yang mengungkap screenshot Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo Subianto. BPN menilai Yusril yang pro-Jokowi tengah kalap.

“Saya rasa ini bagian dari orang kalap, takut kalah, sehingga mulai menghalalkan suatu cara. Mengapa demikian? Karena bikin acara sepi, berbeda dengan Prabowo-Sandi yang dihadiri ribuan orang. Sehingga muncul kepanikan takut kalah muncul strategi, sehingga muncul screenshot Pak Yusril dengan Habib Rizieq,” ujar Jubir BPN Prabowo, Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Andre menjelaskan bahwa Prabowo pernah menyebut ‘Islam saya kurang’. Terkait screenshot tersebut, Andre menyebut persoalan Ijtimak Ulama sudah bulat mendukung Prabowo-Sandi maju Pilpres 2019.

“Saya rasa clear sudah Ijtimak Ulama clear dan Pak Prabowo mengakui bahwa islam abangan, ‘saya islam abangan, islam saya tidak baik, tapi saya tidak pernah kriminalisasi ulama’, Pak Prabowo mengakui makanya beliau mengakui nggak mau jadi imam. Nggak perlu dipaksakan seperti orang sebelah, jadi imam difoto banyak orang. Screenshot Pak Yusril bagian dari orang kalap, takut kalah, alias panik,” cetus Andre.

Mahendradatta Ragukan Chat yang Disebar Yusril

Pengacara Habib Rizieq Syihab, Mahendradatta, menyangkal bukti yang dibeberkan oleh Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan kliennya meragukan keislaman capres Prabowo Subianto. Mahendradatta memastikan Habib Rizieq tak pernah menggunakan WhatsApp.

“Kembali polemik ini sudahi saja, Habib Rizieq sudah jawab dan jangan melebarkan masalah. Pilpres ini jangan klaim orang lain. Yusril unjukin bukti percakapan WA dengan Habib Rizieq. Ini mas screnshot WA-nya? Kan kasusnya Habib Rizieq kan WhatsApp, masa dia WhatsApp sih. Ah ini yang ditunjukkan WhatsApp-nya, waduh mak, saya berani jamin Pak Habib Rizieq itu nggak pernah pegang pakai WhatsApp,” kata Mahendradatta di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019).

“Habib Rizieq itu kasusnya kan kasus WhatsApp, dia tidak akan terlalu ceroboh kalau saya bilang. Orang WhatsApp kok yang dipermasalahkan kok sekarang WhatsApp pula yang ditunjuk,” sambung Mahendradatta.

Dia menyebut akun WhatsApp bisa dibuat oleh siapa saja. Menurut Mahendradatta, cara yang digunakan untuk menyudutkan Habib Rizieq itu merupakan cara anak kecil.

“WhatsApp itu bisa dibuat. Saya bisa buat kok nomor situ saya ganti nama Habib Rizieq. Itu kan bisa. Anda kan juga bisa, keluarnya Habib Rizieq bukan. Cara-cara anak kecil, kalau menurut saya anak kecil. Ini malah saya kaget, hoh ini kok modelnya sama kayak kasus chat mesum gitu loh,” ujar dia. Untuk diketahui kasus chat mesum yang sebelumnya menjerat Habib Rizieq penyidikannya telah dihentikan.
(fjp/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dari Saudi, Habib Rizieq Kembali Serang Jokowi

Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali melemparkan serangan kepada capres incumbent Joko Widodo (Jokowi) dari Arab Saudi. Rizieq yang pernah meminta Jokowi tidak hanya pencitraan, kini mengaku mendapat kabar Menlu Retno Marsudi menggalang kemenangan Jokowi dan kabar supaya surat suara di Saudi tercoblos nama Jokowi.

Kabar tersebut disampaikan Rizieq dalam tayangan yang ditayangkan Front TV. Rizieq menyebut Retno tanpa malu-malu meminta staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia, kemudian melakukan pertemuan baik di KBRI maupun di KJRI selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, tanpa sungkan-sungkan, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01 yaitu Jokowi,” ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).


Rizieq mengaku mendapat informasi tersebut dari WNI yang bekerja di KBRI dan KJRI. Para staf KBRI dan KJRI, sebut Rizieq, merasa hak untuk memilih dalam Pilpres 2019 terancam.

“Saya mendapatkan laporan ini langsung dari kawan-kawan yang ada di KBRI maupun di KJRI yang mereka resah, mereka galau dan mereka merasa kebebasan serta kemerdekaan mereka dirampas. Karena itu kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Saudi Arabia harus bersama-sama untuk bekerja melawan segala bentuk intimidasi, tekanan ancaman dan kecurangan,” papar Rizieq.

Informasi lainnya yang didapatkan Rizieq yakni para ketua tempat pemungutan suara (TPS) di Saudi dihubungi elite parpol pengusung Jokowi. Mereka disebut diimingi uang supaya surat suara di masing-masing TPS tercoblos Jokowi-Ma’ruf.

“Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi. Tentu ini merupakan penawaran untuk penghianatan,” bebernya.

Rizieq mengimbau kepada seluruh WNI di Saudi untuk melawan kecurangan tersebut. Mereka diminta benar-benar ikut serta dalam Pemilu untuk menyuarakan pilihannya.

“Tentu ini merupakan penawaran untuk pengkhianatan. Informasi ini sudah kita terima dari beberapa sumber dan terjadi di beberapa tempat. Karena itu kita minta kepada seluruh WNI yang ada di Saudi Arabia untuk bersama-sama melawan kecurangan semacam ini. Pastikan nanti Anda betul-betul ikut serta yaitu melakukan pemilihan, ikut serta mencoblos sesuai dengan pilihan yang anda inginkan tanpa ancaman, intimidasi dari pihak manapun,” ujar Rizieq.

Kemlu dan KJRI Jeddah Bantah Habib Rizieq

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan informasi yang disampaikan Rizieq tidak benar. Kemlu mengakui, memang benar Retno saat itu sempat berada di Saudi, namun kunjungan Retno ke Jeddah saat itu dalam rangka peresmian gedung.

Menlu Retno Marsudi yang disebut Habib Rizieq galang dukungan untuk Jokowi kepada staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh.Menlu Retno Marsudi yang disebut Habib Rizieq galang dukungan untuk Jokowi kepada staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh. (Foto: Usman Hadi/detikcom)

“Kita tahu ada video yang beredar hari ini mengatakan bahwa menlu mengarahkan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memilih salah satu pasangan dalam kontestasi presiden, capres dan cawapres. Kami ingin sampaikan bahwa statement itu tidak benar karena Menlu memang berkunjung ke Jeddah pada tanggal 2 atau 3 Maret. Tapi kunjungan itu dilakukan dalam kaitan perlindungan WNI yaitu untuk meresmikan gedung pelayanan satu atap yang sudah hampir 7 tahun dicita-citakan dan Alhamdulillah baru selesai bulan Februari lalu. Dan diresmikan oleh ibu Menlu pada tanggal 3 Maret,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Begitu pula kabar adanya ketua TPS yang diminta supaya surat suara tercoblos nama Jokowi. Kemlu memastikan penyelenggara Pemilu di luar negeri, termasuk di Saudi, menjaga netralitas.

“Pesan yang beliau sampaikan adalah satu, meminta agar kepala perwakilan dan perwakilan RI memberikan perhatian bagi penyelenggara Pemilu di luar negeri dan pastikan berjalan secara aman, berjalan secara lancar. Meskipun penyelenggaraannya adalah PPLN yang itu koordinasinya langsung di bawah KPU. Tetapi perwakilan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung dan memastikan Pemilu di luar negeri aman dan lancar. Kedua, beliau mengingatkan kepada semua staf di perwakilan untuk tetap mengedepankan integritas, profesionalisme dan netralitas,” kata Iqbal.

Senada dengan Kemlu, KJRI Jeddah menjelaskan tidak benar Retno mengajak pejabat dan staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. KJRI Jeddah mengatakan bahwa Retno menyampaikan isu peningkatan pelayanan publik bagi WNI dan peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Saudi.
(dkp/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>