Terlihat Seperti Sepatu Bekas yang Kumal, Sneakers Ini Harganya Capai Belasan Juta Rupiah

Liputan6.com, Jakarta Mungkin pada zaman dulu sepatu bersih dan kinclong menjadi sebuah tren fashion, dimana dahulu banyak sekali tukang semir sepatu yang mudah ditemukan di tempat-tempat umum.

Namun, sekarang untuk menemukan tukang semir sepatu sudah sangat sulit, mungkin sudah tidak ada. Hal ini disebabkan alat semir sepatu yang semakin praktis dan tren model sepatu yang kian banyak. Menjadikan masyarakat sudah tidak membutuhkan semir sepatu.

Pada perkembangan model sepatu, kini ada sebuah sepatu dengan model “Sneakers”. Sepatu sneakers adalah jenis sepatu dengan sol fleksibel terbuat dari karet atau bahan sintetis dan bagian atas terbuat dari kulit atau kanvas. Tetapi, seiring perkembangan zaman sekarang banyak sneakers yang terbuat juga dari suede dan nylon. Awalnya sneakers adalah sepatu olahraga dan sepatu lainnya yang digunakan untuk olahraga.

Awal munculnya sneakers dahulunya tetap terlihat bersih dan kinclong, akan tetapi seiring berjalannya waktu, tren pun juga ikut berubah. Saat ini bahkan sepatu dengan tampilan kumal dan kotor justru digemari. Harganya bahkan bisa selangit dan mencapai jutaan rupiah.

Tak tanggung-tanggung, yang mengeluarkan model sepatu baru ini adalah merek mode fashion ternama Italia, Gucci. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/03/2019) potret penampakan dan keistimewaan dari sepatu yang terlihat kumal keluaran Gucci tersebut.

Sandiaga Klaim Rasakan Aura Kemenangan Seperti di Pilgub DKI 2017

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno kampanye ke sejumlah kawasan di Jakarta. Sandiaga mengklaim merasakan kemenangan seperti saat menang di Pilgub DKI 2017.

“Ini mirip-mirip seperti apa yang saya rasakan di tahun 2017 di mana setiap kunjungan itu momentumnya terbangun. Sentimennya semua positif, tertawa semua, bahagia, menyongsong perubahan,” kata Sandiaga di GOR Cendrawasih, Jakarta Barat, Senin (25/3/2019).

“Suasana seperti ini artinya atmosfer gembira seperti ini atmosfer positif, menjemput perubahan yang seperti yang akan kita hadirkan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sandiaga kampanye di hadapan anggota OK OCE DKI. Cawapres nomor urut 02 itu berjanji akan menciptakan 2 juta lapangan kerja jika terpilih menjadi wakil presiden.

“Saya berharap semangat ini akan membuka satu peluang yaitu peluang mencetak pengusaha-pengusaha pemula baru yang akan membuka lapangan pekerjaan kami menargetkan OK OCE menciptakan 2 juta lapangan pekerjaan baru selama lima tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Sandiaga menyinggung soal tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di dalam negeri saat kampanye akbar di Jakarta Barat. Ia menyinggung soal TKA lewat sebuah pantun.

“Anak kucing burung gereja, makannya anggur di atas meja,” kata Sandi.

“Orang asing dikasih kerja, rakyat nganggur kok cuek aja,” lanjut dia.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

MotoGP: Lorenzo Ibaratkan Rivalitas dengan Marquez seperti Ronaldo dan Messi

Jakarta Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengatakan friksi internal bisa muncul antara dirinya dengan sang rekan setim, Marc Marquez. Namun, situasi tersebut dinilainya merupakan hal normal dalam persaingan di lintasan MotoGP

Menurut Lorenzo, kerja sama dirinya dan Marquez sebagai rekan setim di MotoGP bakal lebih banyak mendatangkan efek positif dibanding negatif . Dia bahkan mengumpakan dirinya dan Marquez bagaikan Cristiano Ronaldo dan Messi tergabung di tim yang sama. 

“Tentu saja percikan bisa muncul antara Marc dan saya. Tapi, itu bagian dari persaingan dan normal terjadi,” kata Lorenzo, seperti dilansir Speedweek, Jumat (22/3/2019). 

“Kami tak perlu harus berteman. Dia punya kru dan saya juga. Kami juga bersaing di olahraga individual. Tentu saja kami berbagai garasi dan menjadi bagian tim, serta berusaha membawa tim melangkah maju dengan berbagi informasi. Tapi, pada akhirnya ini pertarungan satu lawan satu,” imbuh Lorenzo. 

Marc Marquez membuka petualangan pada 2019 dengan finis sebagai runner up di balapan MotoGP Qatar, 10 Maret 2019. Sebaliknya, Lorenzo tercecer di posisi ke-13. Namun, Lorenzo tetap menyimpan optimisme tinggi. Dia ingin mengalahkan siapa pun yang menjadi pesaingnya dalam pacuan juara dunia. 

“Saya ingin mengalahkan semua 22 lawan yang dihadapi, termasuk rekan setim,” ujar Lorenzo. 

“Tapi, kami berada di tim yang 90 persen positif. Kami adalah dua pembalap terbaik. Gelar (juara dunia) dalam beberapa tahun terakhir menjadi milik kami. Ini seperti Ronaldo dan Messi tergabung di tim yang sama,” imbuh Jorge Lorenzo. 

Mengenal Caecilian, Hewan Amfibi Mirip Cacing yang Telurnya Seperti Kelereng

Liputan6.com, New Delhi – Sepintas, benda ini tampak mirip kelereng merah muda. Tapi kenyataannya lebih dari itu. Objek aneh tersebut adalah telur amfibi tanpa kaki, Caecilian, yang termasuk dalam famili Chikilidae.

Hewan itu dinilai sangat menarik di mata para ilmuwan. Ketika dewasa, mereka sangat mirip cacing tanah atau ular, meskipun mereka memiliki tulang belakang dan lebih dekat dengan gambaran salamander.

Caecilian memang mempunyai mata, tetapi penglihatan mereka sangat terbatas. Oleh karena itu, mereka menghabiskan sebagian besar waktu dengan tinggal di bawah tanah. Semisal di dalam lumpur.

Demikian seperti kata para peneliti dari University of Delhi, yang menerbitkan makalahnya di jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences pada tahun 2012.

Telur Caecilian. (SD Biju/frogindia.org)

Tapi telur-telur Caecilian dianggap unik, karena cangkangnya transparan, tak seperti kebanyakan telur pada umumnya. Hal tersebut membuat calon-calon bayi Caecilian bisa dilihat jelas dari luar.

Betina Caecilian mengerami telur mereka selama 2-3 bulan, dan peneliti berpikir bahwa sang induk bahkan tidak makan selama waktu yang penting ini.

Ketika Caecilian kecil akhirnya menetas, tidak ada tahap larva seperti katak yang cenderung menjadi berudu terlebih dahulu. Sebaliknya, Caecilian muncul sebagai bentuk yang sama dengan Caecilian dewasa, hanya ukurannya saja yang kecil. 

Sekilas Tentang Caecilian

Caecilian, dieja “seh-SILL-yens”, adalah hewan bertubuh panjang dan lentur. Ada hampir 200 spesies Caecilian yang dikenal dalam bidang sains, mulai dari Idiocranium russell yang panjangnya 3,5 inci dan umum ditemukan di Kamerun hingga raksasa sepanjang 5 kaki yang dikenal sebagai Caecilia th Thompsoni di Kolombia.

Caecilian cenderung memiliki mata yang sangat kecil, yang dianggap hanya mampu mendeteksi perbedaan antara terang dan gelap. Pada beberapa spesies, matanya ditutupi oleh kulit.

Sepasang tentakel mungil terdapat pada wajah Caecilian, yang kemungkinan dapat mendeteksi makanan dan membantu mereka bernavigasi.

Meski amfibi ini tidak memiliki lengan atau kaki, mereka adalah penggali yang andal, menggunakan tengkorak dan otot mereka yang kuat yang membentang sepanjang tubuh mereka untuk mengeduk tanah dan lumpur.

Ada beragam warna tubuh Caecilian, mulai dari abu-abu, hitam sampai biru cerah. Beberapa spesies memiliki dua rona, dengan bagian tubuh atas umumnya berwarna ungu dan bawah yang merah muda. Puluhan di antaranya memiliki sejumlah garis vertikal, seperti ular karang.

Kulit Caecilian bertekstur halus dan berlendir. Para peneliti mencatat bahwa menangkap satu ekor Caecilian bisa seperti menggenggam sabun batangan yang basah.

Beberapa spesies, seperti Siphonops paulensis dari Amerika Tengah dan Selatan, memiliki kelenjar di kulit mereka yang mengeluarkan racun dan dapat merusak sel darah merah pada predator yang menyentuhnya –termasuk manusia. 

Habitat

Meskipun eksistensinya di Bumi ini tergolong banyak, namun hewan satu ini jarang terlihat oleh manusia. Sebagian besar spesies menghabiskan waktunya di bawah tanah atau mengarungi perairan sungai yang dangkal.

Caecilian dapat ditemukan di daerah tropis dan neotropis di seluruh dunia, dari Amerika Tengah dan Selatan hingga Afrika Tengah dan Asia Tenggara.

Salah satu Caecilian raksasa yang pernah ditemukan di kawasan rimba di Ekuador, Caecilia pachynema, bahkan hanya diketahui muncul ke permukaan pada malam hari dan selama badai hujan lebat.

Caecilian tidak berbahaya bagi manusia, meskipun makhluk itu memiliki mulut yang penuh dengan gigi seperti jarum. Barisan taring di mulut mereka membantu mereka menangkap mangsa, seperti cacing tanah, yang kemudian ditelan utuh. Mereka juga memakan serangga dan invertebrata lainnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Fenomena unik terjadi di jalur pendakian gunung Argopuro, Jawa Timur. Ribuan cacing tanah berukuran besar berserakan di jalan.

Makin Panas! Elite Golkar Serang PSI Lagi: Seperti Anak Kecil!

Jakarta – Politikus Golkar, Andi Sinulingga, kembali menyerang PSI. Usai pernyataannya soal PSI bikin elektabilitas Jokowi turun dianggap hanya asumsi, Andi menuding politikus PSI seperti anak kecil.

“Intuisi politik anak-anak PSI itu lemah tapi keminter. Tidak tertulis di penjelasan survei bukan berarti tak ada. Kesimpulan pilpres ketat juga tidak tertulis di survei, tapi orang cukup membaca data dan menyimpulkannya,” kata Andi Sinulingga kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

“Kelemahan intuisi dan membaca fenomena itu semakin menjelaskan bahwa nalar anak-anak PSI itu dangkal. Tapi sekali lagi keminter,” sambung Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar ini.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany meminta Andi Sinulingga tidak membuat asumsi soal kaitan antara tingkat resistensi PSI dengan elektabilitas Jokowi. Hasil survei Litbang Kompas tidak menyebutkan korelasinya.

Kembali ke Andi Sinulingga, menurutnya PSI selama ini sudah identik dengan Jokowi. Oleh sebab itu, persepsi publik terhadap PSI juga berimbas ke capres nomor urut 01 tersebut.

“PSI itu sudah terasosiasi dengan Jokowi meski ‘berkah’ elektoralnya juga tidak ke mereka. Sementara buruknya persepsi publik atas PSI itu berpengaruh atas pada citra Jokowi. Itu yang mereka nggak paham-paham dan nggak bisa diberi pemahaman,” ungkapnya.

Andi mengibaratkan PSI seperti anak kecil yang baru bisa mencoba banyak hal. Menurutnya, PSI tidak mau diingatkan oleh parpol lain yang punya jam terbang lebih tinggi.

“Persis seperti anak kecil baru bisa naik sepeda, hujan-hujan pun naik sepeda, dikasih tahu bahaya pun mereka nggak terima bahkan berlagak di depan orang-orang yang jam terbang naik sepedanya jauh melampaui mereka,” pungkas Andi.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Seperti Warga Biasa, Wakil Bupati Jayapura Ini Langsung Turun Lapangan Tinjau Banjir

16 Maret 2019 yang lalu, Ratusan rumah di Perumahan Yasim Gaja Mada, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Papua  terendam banjir. Sejumlah kawasan lainnya yang juga terdampak banjir paling parah adalah wilayah Doyo, Kemisi, dan Bintang Timur. Sejumlah akses jalan penghubung ikut terputus akibat banjir yang tak kunjung surut.

Di tengah bencana yang terjadi, Wakil Bupati Giri Wijayanto dari akun twitter @jayapuraupdate terlihat sedang meninjau daerah bencana banjir.  Giri dengan bergaris putih biru dan topinya memang nampak seperti warga biasa, seperti yang akun @jayapuraupdate tuliskan

“Kalo tanpa keterangan gambar… mungkin tidak ada yg mengira beliau adalah seorang Wakil Bupati.. iya beliau adalah Wakil Bupati Kab. Jayapura yg daerahnya sedang dirundung bencana” tulis akun @jayapuraupdate

Rupanya Giri memang terkenal akan sikap yang langsung terjun ke lapangan dan memantau. Ia pun tidak segan untuk membantu cat dinding kantor saat sedang melakukan renovasi.

“Saya berani upload ini.. tanpa perlu takut di bilang pencitraan beliau, kalo orang Sentani sendiri sudah tau memang figur beliau seperti apa.. ya memang begitu susah model nya. Waktu pertama kali menjabat.. pas renovasi kantor.. beliau ikut pegang kuas cat..bantu2 cat dinding” tutur akun @jayapuraupdate

Air Laut Seperti Terbelah di Suramadu Hanya Bisa Dilihat di Ketinggian Tertentu

Surabaya – Fenomena halocline atau gradasi warna lautan di bawah jembatan Suramadu ternyata tidak pernah dilihat oleh para nelayan di sepanjang pantai Kenjeran. Padahal fenomena itu hampir sepanjang hari terjadi.

Salah satu nelayan Solihin (40) yang ditemui detikcom mengaku dirinya hampir setiap hari melaut. Tapi tidak sekalipun menemukan fenomena yang dimaksud.

“Nggak ada. Belum pernah saya ditemui seperti itu di bawah jembatan,” kata Solihin saat melihat rekaman video yang ditunjukan detikcom, Rabu (20/3/2019).

Sama dengan Solihin, nelayan lainnya Sulaiman (50) juga tidak pernah menemui fenomene halocline selama melaut. Namun jika melihat videonya, ia memastikan tempat itu berada tepat di tengah-tengah selat. Karena memang di situ kadang banyak ditemui buih panjang seperti di video.

“Kalau lihat videonya itu di jalur kapal tengah. Itu dalam di situ airnya dan kadang ada banyak buihnya,” ujar Sulaiman.

Sementara itu Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, Ady Hermanto menyebut tidak semua orang memang di posisi tertentu bisa melihat gradasi warna di sekitar Jembatan Suramadu. Sebab, untuk melihat tersebut harus di atas ketinggian tertentu.

“Kalau pas di lautnya (didatangi), pudar. Karena ada parallax namanya sudut pandang yang terlalu jauh jadi kalau melihat harus di ketinggian tertentu. Dan perahu-perahu nelayan memang tidak terlalu bisa melihat,” terang Ady.

Bila dilihat dari atas Jembatan Suramadu, fenomena halocline memang terlihat. Ketinggian antara laut dengan Jembatan Suramadu sekitar 35 meter.

Sedangkan untuk buihnya, lanjut Ady, hal itu disebabkan karena setiap pertemuan air tawar dan air laut selalu terjadi gesekan. Dari gesekan itulah kemudian membentuk buih yang panjang dan lurus.

“Buih-buihnya itu karena setiap ada pertemuan di lautan kan ada mengandung gesekan akhirnya ada buihnya. Jadi di pertemuan itu kalau misalnya di bak kamar mandi kalau ada air yang mancur itu kan ada buih-buihnya,” urainya.

“Nanti bisa ditanya ke nelayan tiap melaut ada tidak buih-buih yang panjang lurus. Pasti nemuin. Kalau ada berarti mereka sebenarnya menemukan (heloclin). Tapi memang mereka tidak bisa melihat karena terlalu rendah untuk melihat posisinya,” tandas Ady.
(iwd/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Seperti Prabowo Subianto, Simak 5 Kepribadian Pria Penyuka Kucing

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang 5 kepribadian pria penyuka kucing seperti Prabowo Subianto, istri Sandiaga Uno, dan MRT Jakarta. Berita-berita itu mendapat banyak perhatian pembaca.

Soal 5 kepribadian pria penyuka kucing, salah satunya, seperti dilansir dari Live Science adalah cerdas. Pecinta kucing biasanya punya daya inovasi yang luar biasa dan bisa mendapat skor lebih tinggi dalam uji kecerdasan dibandingkan pecinta anjing.

Istri Sandiaga Uno yang membongkar pantangan makan sang suami juga banyak menarik perhatian. Menurut Nur Asia, sang istri, sengaja menyiapkan infused water untuk suaminya agar lebih fit.

Ibu tiga anak ini juga menyampaikan trik lain, yakni mengonsumi beberapa kriteria makanan. Nur Asia dan Sandiaga Uno sama-sama kompak menjalani hidup sehat dengan menjaga pola makan.

Selain itu, tentang tata cara dan peraturan untuk naik MRT. Salah satu yang menjadi pembahasan dan perdebatan ramai warganet adalah tak menggunakan makeup secara berlebihan.

Topik ini ramai dibahas saat diunggah di akun Instagram @femaledailynetwork , Senin, 18 Maret 2019. Ada yang setuju, ada juga yang kurang setuju dengan peraturan tersebut. Lalu, benarkah peraturan itu memang ada?

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Jadi, mari kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Seperti Prabowo Subianto, Simak 5 Kepribadian Pria Penyuka Kucing

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang banyak disenangi. Tingkah lakunya yang lucu ditambah wajahnya yang menggemaskan, membuat sebagian orang memelihara kucing di rumah, termasuk Prabowo Subianto.

Calon presiden nomor urut 02 ini juga punya kucing kesayangan yang diberi nama Bobby. Kucing berwarna putih berbelang hitam ini adalah kucing jalanan yang diadopsi Prabowo. Sejumlah foto mantan Panglima Kostrad ini sedang menggendong Bobby diunggah di akun Instagram pribadinya.

Selanjutnya…

Istri Sandiaga Uno Bongkar Pantangan Makan Sang Suami, Apa Saja?

Menjalani kegiatan yang padat sepanjang hari akan lebih baik jika diimbangi dengan gaya hidup sehat. Hal ini pula yang diterapkan oleh Sandiaga Uno. Tubuh bugarnya tidak lepas dari peran penting sang istri, Nur Asia yang mempersiapkan segala hal.

Sandiaga Uno memang dikenal rutin berolahraga di sela-sela kesibukannya. Melalui deretan unggahan di Instagram pribadi, ia tampak tak jarang mengabadikan momen saat berolahraga seperti lari, renang, hingga bermain basket.

Selanjutnya…

Benarkah di MRT Jakarta Tak Boleh Menggunakan Makeup Berlebihan?

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengumumkan kalau Presiden Jokowi berencana meresmikan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada, Minggu, 24 Maret 2019.

Sebelumnya, MRT Jakarta membuka uji coba publik mulai 12-23 Maret 2019. Lintasan sepanjang 16 kilometer itu melawati sebanyak 13 stasiun. Selain itu tata cara dan peraturan untuk naik MRT juga sudah dikeluarkan.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Moeldoko: Kartu Sakti Jokowi Bukan Seperti Rencana Bangun Tidur

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko menjawab kritikan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno tentang wacana tiga kartu baru yang akan dikeluarkan Jokowi.

Ketika debat cawapres, Sandiaga menilai jika terlalu banyak kartu justru membebani masyarakat. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ingin beragam urusan publik diselesaikan dalam satu kartu, yakni e-KTP.

“Ada sesuatu yang bisa disederhanakan, ada sesuatu yang tidak harus disederhanakan,” kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Moeldoko melihat sejumlah urusan publik tidak bisa diselesaikan dengan e-KTP. Apalagi, lanjut dia, kartu sakti yang diwacanakan Jokowi sudah melalui kajian mendalam di lingkungan masyarakat.

“Jadi semua itu yang dilakukan adalah sebuah riset, sebuah kajian, yang pada akhirnya keputusan dijalankan. Jadi bukan sesuatu yang RBT gitu. Tahu enggak? Rencana Bangun Tidur,” ucap dia.

Bek MU: Ronaldo Seperti Superhero

Liputan6.com, Manchester – Bek kanan Manchester United (MU), Diogo Dalot menyebut Cristiano Ronaldo sebagai sosok superhero. Dia tak ragu menyebut bintang Juventus itu sebagai idolanya saat kecil.

“Tentu saja, ketika masih kecil, kita berbicara tentang pemain besar seperti Cristiano Ronaldo, Ronaldo (Brasil), Iniesta, Xavi Herdandez dan Lionel Messi,” kata Dalot, seperti dikutip dari situs resmi MU.

Namun di antara semua pemain top yang disebutkannya, Dalot lebih memilih rekan senegaranya, Cristiano Ronaldo sebagai superhero. Terlebih pada saat Ronaldo membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016.

Ketika di babak final, Ronaldo harus diganti di pertengahan babak pertama karena mengalami cedera betis usai dihantam gelandang Prancis, Dimitri Payet. Namun, Ronaldo dari pinggir lapangan menjadi inspirator kemenangan Portugal.

Pemain berusia 34 tahun itu memberikan motivasi kepada tim asuhan Fernando Santos. Alhasil, Portugal menang berkat gol tunggal Eder.

“Itu merupakan kemenangan besar, tetapi tidak begitu baik untuk Paul Pogba (rekan setim Dalot di MU)! Tentu saja, Pogba tidak pantas kalah, tapi saya pikir Portugal pantas menang. Itu adalah hari yang menyenangkan bagi kami.”

“Kami gugup ketika Ronaldo cedera, tetapi ketika dia kembali setelah cedera dan mulai berbicara dengan para pemain, saya pikir itu memberi lebih banyak kekuatan bagi mereka yang berada di lapangan. Saya tidak ragu bahwa Ronaldo membantu menginspirasi si pencetak gol kami, Eder,” kata bek MU yang berusia 19 tahun tersebut.

2 dari 3 halaman


Sukses di Timnas Junior

Di tahun yang sama saat Ronaldo membawa Portugal menjuarai Piala Eropa, Dalot juga sukses mempersembahkan gelar Kejuaraan Eropa U-17 di Azerbaijan untuk Portugal U-17. Ketika itu, Dalot juga mencetak dua gol dari lima pertandingan.

“Kejuaraan U-17 Eropa 2016 adalah kemenangan emosional pertama saya. Hanya beberapa hari setelah kamu menyadari kamu adalah seorang juara!”

Dengan adanya Ronaldo dan pemain hebat lainnya, Dalot optimistis Portugal menjadi kekuatan yang luar biasa di daratan Eropa.

“Saya pikir Portugal saat ini memiliki sesuatu untuk dikatakan di Eropa. Kemudian, pada musim panas lalu kami juga memenangkan Kejuaraan Eropa U-19,” ucap Dalot.

3 dari 3 halaman


Kagumi Porto

Dalot juga menyebut Porto sebagai klub impiannya saat masih kecil. Dia merasa senang ketika Porto menjuarai Liga Champions pada 2004 saat masih dinakhodai Jose Mourinho.

“Saya juga ingat Porto memenangkan Piala Eropa ketika saya berusia lima tahun. Porto memiliki beberapa pemain yang sangat bagus. Jika Anda bertanya kepada saya tentang menonton pertandingan, saya tidak ingat, tapi saya ingat merayakannya! Itu adalah momen yang hebat bagi saya sebagai penggemar dan klub.”

Dalot sendiri merupakan mantan pemain Porto pada tahun 2017 hingga 2018. Dia juga merupakan pemain jebolan akademi Porto.

Saksikan video pilihan berikut ini: