Jadi Senjata Mitsubishi, Komunitas Pengguna Xpander Makin Menjamur

Liputan6.com, Jakarta Small MPV milik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Xpander telah menjelma menjadi senjata andalan. Tidak heran, penjualan penantang Toyota Avanza ini masih cukup tinggi, sejak diluncurkan 2017.

Dengan semakin menjamurnya pengguna Mitsubishi Xpander di Indonesia, khususnya di Jakarta, bertambah pula komunitasnya, dan salah satunya Mitsubishi Xpander Indonesia (MIXI) yang baru saja mendeklarasikan Chapter Jakarta Raya.

Dilakukan di Sajian Sunda Sambara, Cipete Jakarta Selatan, deklarasi Mixi chapter Jakarta Raya ini dihadiri oleh sebagian besar anggota. Acara ini sendiri, bertujuan untuk lebih mempererat tali silahturahmi, kekeluargaan bagi para anggota khususnya yang berada di area Jakarta dan sekitarnya.

“Untuk Chapter Jakarta Raya ini sekitar 60 sampai 70 member, dan sudah memiliki unit yang tersebar di seluruh wilayah. Keuntungan sebagai anggota, karena kita bekerjasama dengan salah satu diler resmi, jadi untuk servis agak dimudahkan, begitu juga dengan pergantian sparepart ada diskonnya,” jelas Lucky, Ketua Chapter Jakarta Raya, saat deklarasi di Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (21/4/2019).

Kegiatan Mixi Jakarta Raya sendiri, antara kopdar rutin yang dilakukan dua minggu sekali. Selain itu, Mixi Jakarta Raya memiliki program kerja salah satu adalah melakukan bakti sosial.

AS Meragukan Korea Utara Telah Mengetes Senjata Taktis Baru

Liputan6.com, Washington DC – Amerika Serikat meragukan kabar soal Korea Utara yang mengklaim berhasil meluncurkan senjata baru yang beroperasi penuh.

Sebelumnya, pada Rabu 17 April 2019, Pyongyang mengklaim telah melakukan “tes penembakan senjata taktis berpemandu baru”. Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Pemimpin Kim Jong-un menginspeksi dan mengarahkan langsung tes tersebut.

Namun, menurut seorang pejabat AS anonim yang akrab dengan situasi Korea Utara, senjata itu bukan sebuah “rudal”, melainkan “komponen yang diuji Korea Utara untuk senjata anti-tank” dan ‘belum beroperasi penuh”, demikian seperti dikutip dari CNN, Jumat (19/4/2019).

Penilaian tersebut didasarkan pada tinjauan informasi yang dikumpulkan dari satelit dan pesawat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada indikasi peluncuran segala jenis senjata taktis jarak pendek atau rudal balistik, kata pejabat itu.

Menurut AS, jika Korea Utara telah meluncurkan senjata anti-tank yang berfungsi penuh, sensor mereka kemungkinan akan menangkap sinyal indikasi yang memastikan bahwa itu memang telah ditembakkan.

“Namun itu tidak terjadi,” kata pejabat tersebut kepada CNN.

Data sensor yang dapat ditinjau oleh AS mengindikasikan bahwa komponen-komponen itu tidak penting bagi kemampuan militer Korea Utara.

“AS percaya pengujian komponen kemungkinan besar dimotivasi oleh Kim Jong-un yang memutuskan untuk mengirim pesan ke AS bahwa ia masih memiliki kemampuan pengujian tanpa terlibat dalam provokasi besar,” kata pejabat itu.

Sementara pada kesempatan terpisah, Penjabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan pada Kamis 18 April menandai uji coba Korea Utara sebagai “tes penembakan senjata berpemandu taktis baru,” yang “bukan rudal balistik,” dan “tidak ada perubahan pada operasi atau postur kami terhadap mereka.”

Bukan Napas Api bak Naga, Hewan Ini Punya ‘Senjata’ yang Tak Kalah Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta – Naga adalah makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Ia biasanya dimunculkan dalam berbagai perayaan kebudayaan.

Umumnya, seekor naga digambarkan sebagai wujud dari ular besar, namun ada pula yang mendeskripsikannya sebagai kadal bersayap yang memilik beberapa kepala dan dapat mengembuskan napas api.

Tetapi meskipun literatur sejarah dan modern terkait naga amat banyak, tidak ditemukan bukti fisik yang menyimpulkan bahwa makhluk legendaris ini ada.

Selain itu, tidak ada makhluk hidup di Bumi yang bisa menyemburkan api dari mulutnya, seperti naga. Meski demikian, tahukah Anda bahwa ada beberapa hewan yang mampu memuntahkan asap, racun, dan kotoran berbahaya dari tubuh mereka?

Bahkan ada karnivor yang dapat menyebarkan api, sehingga mereka bisa mendapatkan mangsa incarannya dengan gampang.

“Tidak ada binatang yang tahan atau kebal api,” kata Rachel Keeffe, seorang mahasiswa doktoral yang mempelajari reptil dan amfibi di University of Florida, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Ada satwa yang dapat menahan suhu super tinggi seperti ventilasi hidrotermal –retakan di permukaan planet yang secara geotermal memanaskan perairan. Cacing tertentu contohnya, bisa hidup di lingkungan super panas, tetapi bukan api,” imbuhnya, sebagaimana dilansir dari Live Science, Minggu (14/4/2019).

Ambil perumpaan, ular kobra penyembur –spesies kobra yang dapat menyemburkan racun dari taring mereka ketika mempertahankan diri.

Kalajengking afrotropical dalam genus Parabuthus, juga dapat menyemprotkan bisa yang sangat mematikan.

Selain itu, ada pula tokek Strophurus yang mampu ‘menembakkan’ goo (zat lengket atau berlendir) dengan bau tidak sedap dari ekornya untuk menakuti predator.

“Itu tidak beracun atau apa pun, hanya kotoran saja,” imbuh Keeffe, yang ikut menulis dan mengilustrasikan buku The Anthropology of Dragons: A Global Perspective.

Hewan liar lain yang punya pertahanan dari bokong mereka antara lain sigung (Mephitidae) dan kumbang pengebom (Pheropsophus jessoensis), yang mengeluarkan kentut berupa bahan kimia beracun ketika terancam.

OK OCE Jadi Senjata Sandiaga Berdayakan Perempuan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah sempat angkat bicara soal partisipasi perempuan di dunia kerja. Angka yang ia sebut pun sesuai dengan pertanyaan di debat pilpres malam ini. 

“Tadi saya sebutkan labor participation untuk perempuan, itu masih jauh tertinggal hanya 54 persen dibandingkan lebih dari 83 persen untuk laki-laki,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. 

Menurutnya, kondisi ini disebabkan banyaknya kendala dihadapi perempuan sejak dari masih masa anak-anak hingga dewasa. Selain itu dalam hal akses keuangan, perempuan juga sering kesulitan mendapatkan pinjaman karena tidak memiliki jaminan.

Sementara itu, partisipasi ibu rumah tangga selama ini juga kurang diperhitungkan dalam PDB. Hal tersebut pun tengah dikaji secara global.

“Dan sekarang ini secara global, sudah ada inisiatif untuk menginput value-nya itu. Sehingga nanti secara statistik akan di-recognized sebagai suatu nilai yang sangat penting,” papar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut pun menambahkan, pemerintah juga akan bekerja sama dengan BPS untuk melihat kondisi ini secara statistik.

“Dengan adanya data statistik, biasanya akan memberikan informasi dan juga bukti sehingga isu mengenai gender itu bisa diletakkan sebagai objektif,” tandasnya.

Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Tengah Konflik Libya

Liputan6.com, Tripoli – Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan diakhirinya pertempuran yang telah berkecamuk sejak pekan lalu. Konflik yang dimaksud adalah antara pasukan Khalifa Haftar dan tentara Libya. Oposisi pemerintah itu bertujuan untuk menguasai Ibu Kota Tripoli.

“Masih ada waktu untuk menghentikannya. Masih ada waktu untuk gencatan senjata dalam rangka menghentikan permusuhan dan menghindari kemungkinan terburuk,” kata Guterres kepada wartawan pada Rabu 10 April 2019 malam waktu setempat, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia pada Kamis (11/4/2019).

Pernyataan diberikan setelah diadakannya pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara selama lebih dari dua jam.

Guterres mengatakan apabila konflik tidak dihentikan, maka dapat memungkinkan adanya pertempuran berdarah yang dramatis di Libya.

“Masih ada waktu untuk mengakui bahwa penyelesaian militer tidak boleh ada. Hanya solusi politik yang bisa diterapkan pada situasi seperti di Libya (saat ini),” katanya.

Sebagaimana diketahui, Guterres telah mengunjungi Libya pada pekan lalu. Hanya beberapa jam setelah ia meninggalkan negara itu, pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar mendesak maju dari posisi mereka di timur ke Tripoli.

Padahal Ibu Kota tengah dikendalikan oleh Dewan Presiden dan Perdana Menteri Fayez al-Serraj yang didukung PBB.

“Jelas seruan saya agar tidak adanya serangan dan agar permusuhan dihentikan tidak didengar,” kata sekjen PBB itu. “Namun saya kira jika kita melihat situasi hari ini, jelas situasinya sangat berbahaya, dan kita benar-benar harus menghentikannya.”

Pertempuran itu telah membatalkan rencana PBB untuk mengadakan konferensi nasional pada Minggu guna mempersatukan pihak-pihak yang bertikai. PBB pada Selasa mengatakan mereka telah menunda, karena kekerasan membayangi proses politik tersebut.

Adapun pada Rabu, pertempuran terjadi di Libya yang berpusat di pinggiran selatan ibu kota, dengan ribuan warga sipil melarikan diri dari rumah mereka. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan lebih dari 5.800 orang mengungsi pada putaran kekerasan terbaru ini.

Parlemen Selandia Baru Sepakat Larang Senjata Api Semi-Otomatis

Wellington

Parlemen Selandia Baru telah meloloskan sebuah draf undang-undang yang melarang semua jenis senjata api semi-otomatis dan senapan serbu menyusul penyerangan terhadap dua masjid di Christchurch.

Dari 120 anggota parlemen, hanya satu orang yang menolak draf UU reformasi senjata api itu.

Draf tersebut diperkirakan bakal resmi menjadi undang-undang dalam beberapa hari mendatang setelah mendapat persetujuan dari gubernur jenderal.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan rencana perubahan undang-undang menyusul serangan terhadap dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang.

Warga Australia, Brenton Tarrant, yang menyatakan dirinya penjunjung supremasi kulit putih, menghadapi 50 dakwaan pembunuhan dan 39 dakwaan percobaan pembunuhan.

Apa yang berubah dan kapan perubahan terjadi?

“Enam hari setelah serangan ini, kami mengumumkan larangan terhadap semua senjata semi-otomatis bergaya militer (MSSA) dan senapan serbu di Selandia Baru,” kata Ardern dalam jumpa pers, bulan lalu.

“Bagian-bagian terkait yang digunakan untuk mengubah senjata-senjata ini menjadi MSSA juga dilarang, begitu pula dengan magazin berkapasitas tinggi.”

Al Noor Mosque, Christchurch Masjid Al Noor yang menjadi salah satu lokasi penembakan. (EPA)

Amnesti diterapkan sehingga para pemilik senjata jenis itu dapat menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah.

Pemerintah, menurut Ardern, akan membeli senjata-senjata yang sudah beredar. Skema itu diperkirakan akan menghabiskan NZ$200 juta atau Rp1,9 triliun, namun “itulah harga yang harus kami bayar untuk menjamin keamanan komunitas kami”.

Ardern menyebut penyerang dua masjid Christchurch sebagai seorang teroris dan dia tidak akan menyebut namanya.

Terdakwa pelaku penyerangan menyandang beberapa senapan semi-otomatis, termasuk AR-15. Dia diyakini telah memodifikasi senjatanya dengan magazin berkapasitas tinggi sehingga dapat menampung peluru lebih banyak.

Apa yang dimaksud dengan senjata semi-otomatis dan senapan serbu?

Senjata semi-otomatis melontarkan satu peluru setiap kali jari penembak menekan pelatuk tanpa perlu mengisi peluru (kecuali ketika peluru di dalam magazin habis).

Senjata jenis ini berbeda dengan senjata otomatis yang melontarkan peluru secara terus-menerus ketika jari penembak menahan pelatuk.

Senapan serbu dapat berpindah mode, antara semi-otomatis atau otomatis.

Senjata semi-otomatis biasanya berwujud pistol, senapan, dan senapan sembur, termasuk senapan AR-15.

Senapan AR-15 dapat melontarkan 45 hingga 60 peluru per menit.

Sumber: Violence Policy Center dan assaultweapon.info


(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Sebut Pemutilasi Mayat dalam Koper Gunakan Lebih Satu Senjata

Polisi Sebut Pemutilasi Mayat dalam Koper Gunakan Lebih Satu Senjata Korban mayat dalam koper semasa hidup/Foto: Andhika Dwi

Surabaya – Dari hasil autopsi jenazah Budi Hartanto (28), mayat dalam koper, polisi menemukan fakta-fakta baru. Salah satunya pelaku tak membunuh korban hanya dengan satu senjata.

Namun, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengaku untuk lebih pastinya berapa senjata yang digunakan, pihaknya menunggu kesaksian pelaku saat tertangkap nanti.

“Itu tidak dilakukan dengan satu senjata. Satu alat pemotong. Bisa saja pisau,” kata Barung saat dikonfirmasi detikcom di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (8/4/2019).

Selain itu, ditemukan juga beberapa penangkisan di tangan kiri dan kanan korban. Sementara untuk pemotongan bagian leher, dilakukan pelaku saat korban telah meninggal dunia sebagai upaya menghilangkan jejak.

“Jadi ada dua upaya. Pertama untuk menghilangkan jejak dan yang kedua ternyata kopernya tidak muat kalau lehernya tidak dipotong. Sehingga dilakukan pemotongan,” lanjut Barung.

Polisi juga menduga kasus pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper itu sudah direncanakan oleh pelaku sebelumnya. Pasalnya, pelaku telah menyiapkan beberapa hal seperti senjata tajam, koper hingga lokasi pembuangan jenazah hingga kepala korban.

“Sebelum dia meninggal ternyata almarhum melakukan perlawanan, ada beberapa tangkisan yang dilakukan korban. Dari autopsi kita, kita mengarah pada perencanaan. Mengarah pada perencanaan, ada koper dipersiapkan, ada senjata tajam direncanakan, ada tempat pembuangannya,” pungkasnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akhir Duet Begal Sadis Berbekal Senjata Api di Banyumas dan Cilacap

“Ada di rumah saat penghuni sedang istirahat dan terbangun langsung melakukan kekerasan. Dan ada juga di jalan melakukan pembegalan di lokasi lokasi yang dianggap sepi akhirnya dia gunakan senpi yang dia miliki,” katanya, Sabtu, 6 April 2019.

Selain menangkap dua pembegal bersenpi, polisi juga menangkap seorang pencuri kendaraan bermotor lainnya, DDS (38) warga Jeruklegi Cilacap. Tersangka DDS merupakan residivis kasus yang sama.

Kepada polisi DDS mengaku memanfaatkan situasi rumah yang sepi untuk membuka pintu rumah dan mengambil kunci mobil serta STNK dan Handphone yang ada didalam rumah tersebut. Polisi menyita barang bukti berupa minibus Daihatsu Xenia beserta kunci dan STNKnya.

“Pelaku yang melakukan kejahatannya di Dusun Pengasinan, Jeruklegi,” jelasnya.

Kepolisian masih mendalami keterkaitan peristiwa pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh ketiga pelaku di tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

“Kami akan terus berusaha mengungkap kasus pencurian yang ada guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjeleng Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan 17 April nanti,” kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video Full, Maling Terekam Kamera CCTV Bobol Alfamart di Purbalingga

Aji Pengasihan Caleg, Senjata Agar Lolos ke Parlemen

Liputan6.com, Bangkalan Tak hanya mengetuk pintu rumah warga, para calon legislator juga mengetuk ‘pintu langit’. Agar nasib dan perolehan suara di Pemilu Legislatif 17 April nanti, segendang sepenarian mengantarkan mereka menuju kursi panas wakil rakyat di parlemen.

Tak terkecuali MUB, inisial salah satu caleg di dapil 2 Kabupaten Bangkalan meliputi tiga kecamatan yaitu Geger, Klampis dan Sepuluh. “Kalau calegnya aliran kanan pasti asarat, cuma caleg kiri yang gak pakai sama sekali,” kata caleg lulusan pesantren ini.

Asarat yang dimaksud MUB adalah mengetuk pintu langit. Jalurnya aneka ragam, ada yang ke dukun, hingga kiai. Bentuk ritualnya pun macam-macam mulai dari wiridan ribuan kali, sedekah sapi atau kambing, puasa mutih hingga ziarah kubur.

MUB sendiri mengaku tak sengaja bersarat. Ketika dia turba ke masyarakat, salah satu pendukungnya memperkenalkan bahwa salah satu yang hadir adalah orang pintar.

Sebagai caleg yang butuh dukungan, MUB memaksakan diri mendengar petuah dan saran si dukun. Lama-lama dia terhipnotis juga, apalagi si dukun tak meminta imbalan dan sarannya pun tak melanggar syariat Islam.

“Saya hanya diminta puasa mutih satu hari, membaca sholawat 10 ribu dan tak boleh tidur selama sehari semalam,” tutur dia.

Merasa mampu, MUB pun menjajal saran si orang pintar itu. Puasa mutih dan target bacaan sholawat berhasil dia lalui. Tinggal yang terakhir yaitu jangan sampai terlelap walau sedetik pun selama menjalani sarat itu.

“Sampai subuh, saya tahan tidak tidur, karena ngantuk berat saya coba ngaji di sofa, saya malah terlelap, di detik-detik akhir,” katanya.

Meski gagal, sebenarnya MUB boleh mengulang amalan itu sampai berhasil di hari berikutnya atau hari-hari lainnya. Namun dia ogah mencoba lagi.

“Yang penting sudah mencoba, saya lebih yakin turba lebih menghasilkan suara,” katanya sambil tertawa.

Simak video pilihan berikut:

Di DK PBB, RI Dorong Dunia Patuhi Traktat Pelarangan Penyebaran Senjata Nuklir

Liputan6.com, New York – Indonesia berkomitmen menempatkan isu perlucutan senjata nuklir sebagai salah satu agenda prioritas dan mendukung penuh pelaksanaan traktat non-proliferasi nuklir (pelarangan penyebaran senjata nuklir) atau non-proliferation treaty (NPT) secara konsisten.

Komitmen itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan ‘High Level Briefing on Supporting the Non-Proliferation Treaty ahead of the 2020 Review Conference’ di New York, Amerika Serikat, Senin (2/4) kemarin lusa, dikutip dari siaran pers Kemlu RI yang dimuat Liputan6.com, Rabu (3/4/2019).

High-level briefing diselenggarakan dalam kerangka pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang pada bulan ini tengah berlangsung di bawah Presidensi Jerman.

Briefing dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Jerman dan Menteri Luar Negeri Prancis untuk menyoroti semakin terbatasnya kemajuan negosiasi perlucutan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan High Level Briefing on Supporting the Non-Proliferation Treaty ahead of the 2020 Review Conference (kredit: Kementerian Luar Negeri RI)

Indonesia mendorong tujuan utama NPT harus terus diwujudkan melalui implementasi tiga pilarnya secara berimbang, komprehensif, dan non-diskriminatif, yaitu pilar perlucutan senjata, non-proliferasi, dan penggunaan nuklir untuk tujuan damai.

Selama ini, implementasi perjanjian NPT dinilai masih imparsial dan tidak memberikan perhatian yang cukup bagi akses negara berkembang terhadap penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Simak video pilihan berikut:

Indonesia terpilih dengan dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB.