Senangnya Warga Saumlaki Tukar Uang Lecek: Jadi Baru Lagi

Saumlaki – Terik matahari tak menghilangkan antusiasme warga Saumlaki, Pulau Jamdena, Maluku Tenggara Barat untuk menukarkan uang lamanya di layanan kas keliling Bank Indonesia (BI) siang hari ini.

BI sendiri memang menggelar kegiatan kas keliling di pulau terpencil, terluar, terluar (3T) sejak 1 November 2018 lalu. Salah satu pulau yang disambangi ialah Pulau Jamdena yang terletak di Maluku Tenggara Barat ini.

Dalam kegiatan ini, BI menggelar layanan kas keliling yang di dalamnya meliputi penukaran uang baru, sosialisasi keaslian rupiah untuk meminimalisir uang palsu, pemberian bantuan sosial, hingga pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Saat Departemen Pengelolaan Uang (DPU) BI berkunjung ke Pasar Saumlaki, warga sekitar pun sangat antusias. Mereka ramai-ramai menukarkan uang lecek yang dimiliki ke pecahan uang baru yang disediakan oleh BI. Satu per satu, warga antre di mobil penukaran uang. Salah satunya ialah Elira.
Elira yang merupakan seorang pedagang di Pasar Saumlaki sangat antusias menukarkan uangnya ke kas keliling BI. Dia bahkan menukarkan uang hingga Rp 3 jutaan pada kesempatan ini.

“Tadi tukar uang pecahan Rp 1.000 sebanyak 200 lembar, pecahan Rp 2.000 ada 800 lembar, ini untuk uang kembalian,” katanya saat berbincang dengan detikFinance di lokasi, Saumlaki, Pulau Jamdena, Maluku Tenggara Barat, Minggu (4/11/2018).

Elira mengatakan layanan kas keliling ini sangat membantu warga untuk bisa mendapatkan uang baru dengan fisik yang lebih baik. Sebab, kata dia, selama ini uang yang beredar kebanyakan uang lusuh yang sudah lecek.

“Sangat membantu masyarakat, lebih enak kita tukar uangnya, lebih gampang lebih mudah. Gratis juga, cepat layanannya,” kata dia.

Warga lainnya, Lia, juga mengaku antusias dengan layanan ini. Dia menukarkan uang sebanyak Rp 1 juta ke dalam bentuk pecahan kecil. Uang kecil itu akan dimanfaatkan Lia sebagai persediaan uang kembalian untuk ia berjualan.

“Senang, bisa disimpan uang lusuh bisa jadi uang baru lagi. Ini bisa jadi uang kembalian, jadi persediaan uang kembalian. Selama ini banyak uang lusuh, sudah dilipat-lipat, jadi banyak orang nggak mau terima uang kembalian,” jelasnya.

(fdl/zlf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *