Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Suci Episode Selasa 29 Januari 2019: Suci Sedih Tak Bisa Membantu Marcel

Liputan6.com, Jakarta Sinetron Cinta Suci, Selasa malam ini. Sandy mengajak Ririn makan di pinggir jalan dan mengaku seharian merasa ada yang kurang karena nggak ketemu Ririn. Sandy bilang, Ririn tersenyum malu. Sandy bete kenapa sih Ririn nggak inisiatif telpon dia, tanyain kabar?

Marcel sudah mau mulai bekerja, Suci bete karena kondisi tangannya yang sekarang nggak bisa bantu memakaikan Marcel dasi, Marcel bilang dia bisa pakai dasi sendiri. Suci tersenyum.

Apa lagi yang diceritakan Cinta Suci kali ini?

Ternyata Adit mengajak Bunga menemui dokter untuk melakukan pengecekan, dokter pun mengatur jadwal untuk pemeriksaan pertama untuk melakukan USG supaya mengetahui kondisi rahim Bunga.

Saat keluar dari ruangan dokter, mereka berpapasan dengan Monica yang baru selesai jenguk temannya habis lahiran yang juga pakai proses bayi tabung. Bunga pun cerita dan Monica bilang semoga semaunya lancar.

Sandy kaget karena bangun kesiangan dan langsung video call Ririn yang ternyata sudah ada di rumah sakit menunggu panggilan dari Sandy dengan bete.

Sinetron Cinta Suci selanjutnya…

2 dari 2 halaman

Klien Mereka

Sandi minta maaf bangun kesiangan, Ririn pun bete. Nathan dan Lestari memasukan koper ke taksi untuk siap-siap bulan madu, namun Nathan merogoh sakunya dan dompetnya ketinggalan. Nathan pun masuk kedalam.

Lestari bete menunggu dan kemudian stalking socmed-nya Sandy, dia kaget saat melihat photo Sandy dan Ririn. Di kantor Marcel mendapatkan laporan kalau beberapa clientnya memutuskan berhenti bekerja sama dengan perusahaannya.

Marcel tanya apa alasan mereka memutuskan kontrak kerja? Ternyata ada perusahaan baru dari luar negeri yang mencoba berkembang di Indonesia dan mereka mengambil banyak klien mereka.

7 Cara Menggabungkan File PDF Menjadi Satu, Praktis dan Mudah Banget

Liputan6.com, Jakarta Menggabungkan beberapa file PDF menjadi satu mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Paling sering penggabungan file PDF ini diminta pada saat mengumpulkan berkas lamaran atau mendaftar di perguruan tinggi.

Tujuan dari menggabungkan file PDF ini untuk memudahkan pengiriman dan pengecekan berkas. Tapi masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara menggabungkan file PDF karena dirasa rumit.

Portable Document Format atau yang biasa dikenal dengan PDF adalah berkas dalam sebuah format yang dikembangkan oleh Adobe Systems untuk keperluan pengiriman dokumen secara digital. Format PDF akan menampilkan file 2D yang sudah mencakup teks, gambar, atau grafik vektor 2D.

Dewasa ini, PDF adalah format file yang sangat umum digunakan. Berbagai ebook dan dokumen digital sudah menggunakan format ini. Bahkan berbagai dokumen resmi juga kini mulai beralih dari format Word ke format PDF. Berikut cara menggabungkan file PDF menjadi satu yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (29/1/2019).

2 dari 5 halaman

Dengan Adobe Reader dan Foxit Reader

1. Cara Menggabungkan File PDF dengan Adobe Reader

Sebagai pengembang format PDF, tentu Adobe juga menyediakan aplikasi untuk mengolah file tersebut. Adobe Reader adalah nama aplikasinya.

• Setelah selesai terinstal, klik tab Tools yang terletak di sebelah pojok kiri aplikasi

• Klik tombol Combine Files

• Klik tombol Add Files yang berwarna biru untuk menambahkan file-file PDF yang akan ingin kamu jadikan Satu

• Setelah selesai memilih file, pilih tombol Combine

• File PDF-mu telah selesai digabungkan. Sekarang kamu harus menyimpan file tersebut di folder yang kamu inginkan dengan menekan tab File > Save As

2. Cara Menggabungkan File PDF dengan Foxit Reader

Aplikasi cara menggabungkan file pdf selanjutnya adalah dengan menggunakan Foxit Reader, atau yang sekarang bernama Foxit Phantom PDF. Aplikasi ini lumayan populer dan banyak digunakan di seluruh dunia.

• Pilih File > Create > From Multiple Files

• Tunggu window baru muncul. Pada bagian bawah window tersebut, centang Merge multiple files into a single PDF file

• Untuk menambahkan file, klik Add Files hingga semua file yang ingin digabungkan telah diunggah ke Foxit Reader

• Setelah semua file berhasil di-upload, kamu bisa mengurutkan atau menghapus filemu

• Ketika selesai mengatur, klik Convert. Nanti akan muncul window baru untuk menentukan di manakah kamu akan menyimpan file tersebut

3 dari 5 halaman

Secara Online

3. Cara Menggabungkan File PDF Online

Jika kamu memiliki koneksi internet yang mumpuni, kamu bisa memanfaatkan berbagai situs yang dapat menggabungkan beberapa file untuk dijadikan satu PDF. Cara menggabungkan file PDF melalui pdfmerge.com. Kamu cukup melakukan dua langkah untuk menyatukan beberapa file menjadi satu file PDF.

• Upload file PDF-mu dengan menekan tombol Choose File. Klik More Files jika file yang ingin kamu gabungkan lebih dari empat

• Setelah selesai memilih file, tekan tombol Merge Files

4. Cara Menggabungkan File PDF Melalui combinepdf.com

Website lain yang bisa kamu manfaatkan untuk menggabungkan dokumenmu yang berformat PDF adalah combinepdf.com. Website ini sudah mendukung bahasa Indonesia. Caranya juga mudah.

• Pertama, unggah semua file yang ingin kamu gabungkan. Kamu bisa mengunggah hingga 20 file sekaligus.

• Setelah selesai upload, kamu bisa menekan tombol Gabungkan. Tunggu hingga selesai, filemu akan terunduh secara otomatis

4 dari 5 halaman

Dengan Aplikasi Android

5. Cara Menggabungkan File PDF dengan PDFelement Android

Aplikasi pertama yang bisa kamu gunakan adalah PDFelement. Setelah selesai, buka aplikasi dan ikuti langkah-langkah berikut ini:

• Upload file PDF yang ingin kamu gabungkan. Klik ikon yang terletak di pojok kanan atas untuk masuk ke edit mode.

• Pilih dua atau lebih file yang ingin kamu kombinasikan. Klik ikon combine yang ada di bagian atas

6. Cara Menggabungkan File PDF dengan Xodo Android

Aplikasi selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah Xodo. Xodo merupakan salah satu aplikasi pembaca PDF yang memiliki nilai tinggi di Play Store (4.7).

• Klik tombol + yang mengapung di sudut kanan bawah

• Klik PDF from Documents

• Pilih beberapa file yang ingin kamu satukan, lalu klik Merge

• Klik tombol merge yang terletak di sudut pojok bawah

• Beri nama file, lalu klik Merge

• Pilih lokasi folder untuk menyimpan file PDF-mu

5 dari 5 halaman

Dengan Adobe Acrobat

7. Cara Menggabungkan File PDF Adobe Acrobat

Acrobat adalah software besutan Adobe Systems yang digunakan untuk membuat hingga mengedit file PDF. Salah satu yang bisa kamu lakukan dengan program ini adalah menggabungkan beberapa file sekaligus. Berikut adalah cara menggabungkan file menggunakan Adobe Acrobat:

• Install Adobe Acrobat pada komputer kamu. Pilihlah versi Standard atau Pro, dan bukan versi trial. Beberapa komputer biasanya sudah dilengkapi dengan Adobe Acrobat. Akan tetapi, tak ada salahnya kamu menginstall versi terbaru.

• Buka software Adobe Acrobat, klik tombol Create yang ada di toolbar utama. Jika kamu tidak menemukan tombol ‘Create PDF’, buka View yang ada di toolbar, lalu pilih tombol Task dan lanjutkan dengan memilih Show All Task Buttons.

• Pilih menu Combine Files into a single PDF yang ada di dalam Create. Menu ini berfungsi untuk menggabungkan beberapa dokumen yang ada di komputer kamu menjadi satu file PDF.

• Klik Browse di window yang muncul pada layar komputer kamu. Kemudian, carilah dokumen yang akan digabungkan dalam satu file PDF. Klik OK dan dokumen yang dipilih akan tersalin ke kotak putih sebelah kanan.

• Sortir dokumen yang sudah dipilih sesuai urutan. Di sini, kamu dapat menggunakan tombol Remove, Move up, dan Move Down untuk merapikan data. Hilangkan pula tanda centang di sebelah tulisan Include all open PDF files jika kamu tidak ingin menggunakan file PDF yang pernah kamu buka sebelumnya.

• Setelah dokumen sudah diurutkan, klik Combine Files dan tekan OK.

• Proses penggabungan dokumen menjadi satu file PDF telah selesai, kini saatnya kamu menyimpan file PDF di ‘Save As..’ dengan nama yang kamu inginkan.

Dikawal Brimob Bersenjata, Ba’asyir Tinggalkan RSCM Kencana

Jakarta – Abu Bakar Ba’asyir selesai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta Pusat. Dia meninggalkan lokasi menuju Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dengan pengawalan ketat polisi.

detikcom memantau situasi di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019) sore. Di lobi rumah sakit ini tampak sejumlah polisi melakukan penjagaan ketat jelang Ba’asyir keluar. Tampak ada 3 personel Brimob bersenjata laras panjang lengkap dengan rompi dan helmnya.

Di lokasi terparkir dua unit mobil polisi dari Polsek Gunung Sindur. Selain itu ada satu ambulans MER-C yang diperkirakan akan dipakai untuk membawa Ba’asyir.

Penjagaan Ba'asyir di RSCM Kencana Jakarta PusatPenjagaan Ba’asyir di RSCM Kencana Jakarta Pusat Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Pukul 16.04 WIB ternyata Ba’asyir keluar dari RSCM Kencana lewat pintu samping dan masuk ke dalam mobil Avanza warna hitam berpelat merah nopol F 1196 G, bukan ambulans MER-C yang terparkir. Polisi yang melakukan penjagaan kemudian ikut bergerak meninggalkan lokasi dan melakukan pengawalan.
Sebelumnya, Tim Pengacara Muslim (TPM) menyebut tim dokter menyatakan Abu Bakar Ba’asyir tak layak lagi berada di sel Lapas Gunung Sindur, Bogor. Alasannya, kondisi kesehatan Ba’asyir harus mendapat penanganan khusus medis.

Mobil yang membawa Ba'asyir ke Lapas Gunung SindurMobil yang membawa Ba’asyir ke Lapas Gunung Sindur Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

“Setelah mendengar penjelasan sekilas dari dokter yang memeriksanya bahwa ustaz bagaimana pun juga sudah tidak layak lagi ditahan dan ustaz sudah masuk kriteria WHO. Kan ada 4 yang tidak boleh ditahan atau tidak boleh dapat perlakuan-perlakuan yang tidak benar, atau pun tidak manusiawi. Ini kalau kita bicara kemanusiaan,” ujar Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta di RSCM Kencana, Selasa (29/1).

Mahendradatta menyebut, tim dokter RSCM di sela pemeriksaan, menjelaskan kondisi kesehatan Ba’asyir yang terganggu. “Gangguan jantung, penyempitan pembuluh darah, pengkapuran dan lain sebagainya, itu tadi secara sekilas sudah disampaikan dokter,” sebutnya.

Merujuk pada kondisi tersebut, dengan alasan kemanusiaan, Ba’asyir menurut Mahendradatta harus dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur.

Pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir hingga saat ini belum terealisasi. Ba’asyir tetap diminta membuat pernyataan tertulis ikrar setia terhadap NKRI sebagaimana menjadi salah satu ketentuan pembebasan bersyarat napi terorisme.

“Kalau beliau sudah memenuhi syaratnya atau menandatangani persyaratan ya pasti dibebaskan. Tapi persyaratan tidak dipenuhi, kan itu persoalannya,” kata Menkum HAM Yasonna Laoly, Senin (28/1).
(hri/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Transkrip CVR Tuntas, KNKT Analisis Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP

Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah selesai mentranskrip percakapan di kokpit melalui cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. KNKT sudah mulai menganalisis percakapan di dalam kokpit untuk mengetahui penyebab kecelakaan nahas tersebut.

“Sudah (ditranskrip-red),” ujar Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (29/1/2019).

Nurcahyo mengatakan butuh waktu sekitar satu minggu hingga KNKT bisa mentranskrip percakapan tersebut. Dia menyatakan tidak bisa mengungkap seperti apa isi percakapan tersebut. Saat ini KNKT sedang menganalisis percakapannya dengan mencocokkannya dengan flight data recorder (FDR).

 Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Foto: Lisye Sri Rahayu-detikcom

“Nah sekarang kita lagi gabungkan dengan FDR habis itu nanti kita analisa kira-kira apa hal-hal penting yang mengarah ke penyebabnya. Sekarang lagi proses analisa,” ujarnya.

“Nanti ada CVR, FDR kita gabung. Oh pas peristiwa ini ada pembicaraan apa. Terus pas peristiwa ini membicarakan apa. Itu yang sedang kita lakukan. Tapi nanti akan kita lihat lagi, kenapa kok alasannya orang melakukan ini. Itu yang nanti kita lihat juga. Kalau penggabungannya sudah selesai. Analisa itu kita melihat pas ada peristiwa ini di FDR ada pembicaraan apa. Nah nanti kita lihat pembicaraan ini maknanya apa. Kenapa menerka ngomong begitu,” sambung Nurcahyo.

Nurcahyo menyatakan belum mengetahui kapan analisis CVR dan FDR ini selesai dilakukan. Menurutnya semua tergantung kompleksitasnya. Pihaknya sudah membentuk tim analisis untuk mengetahui secara pasti apa penyebab jatuhnya posawat tersebut, apakah karena masalah teknis atau human error.

“Makanya kemarin ini lagi dibagi. Tim engineering mau malakukan apa. Tim pengoperasi mau melakukan apa, tim ATC melakukan apa. Human factor melakukan apa. Ini sedang dibagi tugas,” ucapnya.

CVR Lion Air ditemukan pada Senin (14/1) di perairan Karawang, Jawa Barat. Total rekaman CVR Lion Air PK-LQP ini mencapai 124 menit.
(hri/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kilas Balik Perjalanan Hidup Rahman Tolleng, Aktivis Demokrasi yang Selalu Kritis

Liputan6.com, Jakarta Politikus senior sekaligus seorang aktivis demokrasi Rahman Tolleng meninggal dunia pada Selasa (29/1/2019) pagi tadi. Pria kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 ini menghembuskan nafas terakhir di usianya 81 tahun. Politikus senior ini juga merupakan mantan Pemred Suara Karya. 

Sejumlah tokoh mengucapkan duka cita atas meninggalnya Rahman Tolleng.  “Rahman Tolleng, aktivis Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) sejak akhir tahun 1950-an meninggal pagi ini di Jakarta. Pejuang demokrasi yang konsisten, tanpa pamrih, berkali-kali gagal — tanpa putus asa. Sahabat yang tak selamanya,” tulis Goenawan Mohamad.

Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat juga mengungkapkan bela sungkawa di akun Twitternya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun Telah meninggal dunia pagi ini pukul 05.25 WIB, A Rahman Tolleng, Mari kita doakan semoga almarhum diampuni segala kesalahannya, diterima iman Islamnya dan Husnul Khatimah… Alfatihah…. Aamiin YRA…” tulis Andi.

2 dari 4 halaman

Karier Politik

Rahman Tolleng memang dikenal di kalangan politikus, pers, hingga dunia penerbitan buku. Berikut Liputan6.com (29/1/2019) rangkum kilas balik Rahman Tolleng yang diperoleh dari berbagai sumber.

Pada 1991-2006, Rahman Tolleng menjabat sebagai direktur Penerbitan PT Pustaka Utama Grafitti. Ia juga turut membidani kelahiran Partai Serikat Rakyat Independen pada 2 Mei 2011. Namun gagal untuk menjadi peserta pemilihan umum (Pemilu) 2014.

Sebelumnya, pada awal 1990-an, bersama sejumlah intelektual aktivis, Rahman Tolleng mendeklarasikan lahirnya Forum Demokrasi (Fordem), yang selama bertahun-tahun menjadi wadah bagi sebagian aktivis prodemokrasi.

Fordem mengajukan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden alternatif menggantikan Soeharto waktu itu. Gus Dur akhirnya berhasil menjadi Presiden menggantikan BJ Habibie.

Namun, Fordem pun lambat-laun menghilang. Namun, Rahman Tolleng tak kenal menyerah. “Perjuangan politik adalah perjuangan nilai,” tandas mantan Ketua Dewan Pertimbangan Fordem ini.

3 dari 4 halaman

Mendorong Transformasi Golkar

Kemudian pada 15 Januari 1974, merupakan titik balik bagi dirinya. Rahman Tolleng dituduh terlibat dalam demonstrasi menentang kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka. Dirinya bersama sejumlah intelektual dan pemimpin mahasiswa ditahan selama 16 bulan di Rumah Tahanan Militer Boedi Oetomo, Jakarta.

Menjelang pemilu 1971, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR, 1968-1971) ini ikut mengambil bagian dalam proses transformasi Sekretariat Bersama Golongan Karya menjadi Golkar. Rahman Tolleng pun ditunjuk sebagai Wakil Pemimpin di sini.

Pada 1971-1974, dirinya juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

4 dari 4 halaman

Aktivis Mahasiswa

Pada 1955-1959, Rahman Tolleng pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jurusan Apoteker, namun tidak tamat. Pernah juga terdaftar sebagai salah seorang mahasiswa Universitas Padjajaran, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, namun juga tidak selesai.

Kemudian pada era Orde Lama, dirinya pernah menjadi buronan politik karena menentang rezim Nasakom Soekarno. Sesudah peristiwa Gerakan 30 September 1965, dirinya bergabung Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di Bandung. Mewakili Sekretariat bersama organisas-organisasi mahasiswa local, dirinya duduk sebagai salah seorang Ketua Presidium KAMI pusat.

Pada 1965-1966, Rahman Tolleng ikut menggerakkan KAMI, yang juga aktif mendorong kaum muda melakukan perubahan.

Pada pertengah  1966, bersama Riandi dan Awan Karmawan Burhan menerbitkan mingguan Mahasiswa Indonesia. Roger K Paget, salah seorang pengamat pers Indonesia ketika itu, sempat berkomentar, “berkat mutu dan sikap radikalnya, Mahasiswa Indonesia dengan cepat memiliki reputasi sebagai koran intelektual yang banyak dibaca.”.

Namun sayang,  koran Mahasiswa Indonesia diberangus Orde Baru pada tahun 1974.

Kementerian PUPR Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Lamongan

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru seluas satu juta hektare (ha) dan merehabilitasi sekitar tiga juta ha pada periode 2015-2019. 

“Banyak saluran irigasi kita yang sudah dibangun pada masa lalu hingga kini belum pernah dilakukan rehabilitasi. Saat ini tepat untuk kita lakukan perbaikan agar pelayanan irigasi tidak menurun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Selasa (29/1/2019). 

Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo merehabilitasi jaringan irigasi pada daerah irigasi Gondang di 11 lokasi bendung. 

Rehabilitasi dilakukan dengan melakukan pengerukan lumpur dan perbaikan jaringan irigasi yang rusak pada 2016-2018 dengan anggaran Rp 227 miliar.Total saluran irigasi yang direhabilitasi melayani areal irigasi seluas 10.558 ha. 

Rehabilitasi juga dilakukan pada jaringan irigasi di daerah irigasi Prijetan yang mendapat suplai air dari Waduk Prijetan yang dibangun pada 1917 saat masa penjajahan Belanda. Rehabilitasi dilakukan pada 2016 hingga 2018 dengan anggaran kontrak tahun jamak sebesar Rp 122 miliar. Luas areal sawah yang dilayani 4.513 ha. 

Proyek rehabilitasi dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya dengan lingkup pekerjaan berupa perbaikan saluran irigasi primer sepanjang 5,7 Km dan saluran sekunder sepanjang 22,8 Km.


2 dari 2 halaman

Bendung Gerak Sembayat

Selain itu juga pengerukan pada Waduk Kalen dan Senthir dengan supervisi oleh PT Yodya Karya.

Suplai air irigasi di Kabupaten Lamongan dan Gresik juga semakin bertambah dari Bendung Gerak Sembayat. Bendung yang dibangun sejak tahun 2011 dan selesai pada 2016 menjadi tampungan air Long Storage berkapasitas 10 juta m3. 

Air tersebut dimanfaatkan sebagai air baku dengan kapasitas 746 liter per detik. Dipakai untuk berbagai hal seperti untuk melayani areal irigasi seluas 1.670 hektare, penyediaan air domestik dan industri sebesar 495 liter per detik serta untuk mencegah instrusi air laut. 

Ketersediaan pasokan air dari Bendung Gerak Sembayat akan meningkatkan produktivitas lahan petani. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya dan PT Brantas Abipraya dengan nilai sebesar Rp 722 miliar.


 Saksikan video pilihan di bawah ini:

Perumnas Jadi Holding, WIKA dan PTPP Merapat

Jakarta – Holding BUMN Tambang dan BUMN Migas telah selesai dibentuk. Kini Kementerian BUMN tengah menyelesaikan pembentukan Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

Beberapa anggota holding khususnya yang sahamnya tercatat di pasar modal, sudah mulai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tujuannya untuk memberitahukan sekaligus menyetujui terkat efek dari pembentukan holding yakni lunturnya status persero.

Di Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah menggelar RUPS Luar Biasa. Pemegang saham telah menyetujui rencana tersebut.

Setelah WIKA, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk juga akan menggelar RUPS pada 30 Januari 2019. Sejalan dengan itu, pemerintah juga telah menyiapkan draft Peraturan Pemerintah (PP). (das/ang)

Timses Jokowi Sarankan Kubu Prabowo Laporkan Indonesia Barokah ke Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani tidak asal tuding terkait dalang di balik munculnya Tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Arsul menyarakankan timses Prabowo-Sandi melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika memang merasa ada oknum TKN yang menjadi dalang Tabloid Indonesia Barokah.

“Kalau bisa enggak usah main tuding-tuding, make it simple, kalau punya bukti yang kuat silakan bawa ke Bawaslu bawa ke Kepolisian RI jadi itu jangan dilempar-lempar ke twitter main sebut nama si A, si B, jadi itu enggak produktif jadinya,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Terkait tudingan Irfan Wahid atau Ipang sebagai dalang di balik tabloid tersebut, menurut Arsul juga sudah selesai. Kata dia Ipang sudah membantah tuduhan tersebut.

“Tapi soal siapa yang di belakang Indonesia Barokah itu, Pak Ipang saya kira kan sudah membantah, kalau ini dianggap sebagai black campaign ya silakan dibawa ke Bawaslu biar disidik,” ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Beda dengan Obor Rakyat

Politikus PPP ini juga menilai Tabloid Indonesia Barokah tidak memuat konten fitnah. Dia menuturkan isi pemberitaan di media itu hanya sekedar kritik saja.

“Beda sekali jadi seolah-olah jangan ini disamakan seperti Obor Rakyat. Kalau Obor Rakyat itu murni fitnah isinya karena itulah ada yang ditindak secara hukum, kalau Indoensia Barokah lebih kritis tajam terhadap salah satu paslon,” ucapnya.

Diketahui, Jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengakui sudah melakukan penyelidikan terkait siapa dalang di balik tabloid Indonesia Barokah. Dia pun menangkap jejak digital dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf, Irfan Wahid atau lebih dikenal dengan nama Ipang Wahid.

“Ipang Wahid patut diduga terlibat dalam tabloid Indonesia Barokah,” kata Andre.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PNS Korup Melawan! Ogah Dipecat Malah Menggugat

Jakarta – Upaya pemberhentian tidak dengan hormat bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhambat. KPK sampai-sampai ikut bersuara meminta agar proses pemecatan para PNS korup itu dipercepat.

Bermula dari terungkapnya data Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai ribuan PNS yang masih menerima gaji meski sudah dihukum terkait kasus korupsi karena para PNS itu tidak dipecat. Singkat cerita, KPK memfasilitasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) membahas soal itu hingga keluarlah Surat Kesepakatan Bersama (SKB) tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) bagi Aparatur Sipil Negara yang tersandung hukum.

Mereka berkomitmen pemecatan para PNS selesai pada akhir Desember 2018. Namun dari data BKN per 14 Januari 2019, hanya 393 PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat dari daftar 2.357 PNS yang telah divonis bersalah melalui putusan berkekuatan hukum tetap. Selain itu, di luar data 2.357 PNS itu, ada tambahan 498 PNS yang terbukti korupsi diberhentikan sehingga total PNS yang diberhentikan adalah 891 orang.

“KPK mengimbau agar pimpinan instansi serius menegakkan aturan terkait dengan pemberhentian tidak dengan hormat terhadap PNS yang korupsi tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Senin (28/1/2019).

Dalam perjalanannya, ada tiga permohonan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persoalan tersebut. Berikut rincian 3 permohonan uji materi itu:

1. Nomor perkara 87/PUU-XVI/2018
Pemohon atas nama Hendrik melalui kuasa hukum Nurmadjito dan Mahendra. Objek perkara yaitu pengujian Undang-Undang Nomor 5 Tahun Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 87 ayat 2 dan ayat 4 huruf b dan huruf d.

“Pemohon merasa dirugikan hak konstitusionalnya terhadap pasal a quo memuat kata ‘dapat’ dalam frasa ‘PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan’,” demikian kutipan permohonan tersebut.

2. Nomor perkara 88/PUU-XVI/2018
Pemohon atas nama Ach Fatah Yasin, Panca Setiadi, Nawawi, Nurlaila, dan Djoko Budiono dengan kuasa hukum Muhammad Sholeh dkk. Objek perkara yaitu pengujian Undang-Undang Nomor 5 Tahun Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 87 ayat 4.

“Para pemohon merasa dirugikan hak konstitusionalnya terkait pasal a quo di mana mengandung ketidakpastian hukum sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 28D ayat 1 UUD 1945 karena pasal a quo tidak berbicara hukuman berapa lama yang bisa diberhentikan dengan tidak hormat, karena frasa ‘pidana penjara atau kurungan’ bermakna luas, bisa saja ada orang dihukum setahun atau lebih, atau dihukum kurungan 1 hari,” demikian kutipan permohonan tersebut.

3. Nomor perkara 91/PUU-XVI/2018
Pemohon atas nama Novi Valentino, Fatmawati, Markus Iek, Yunius Wuruwu, dan Sakira Zandi dengan kuasa hukum Tjoetjoe S Hernanto dan Fadli Nasution dkk. Objek perkara yaitu pengujian Undang-Undang Nomor 5 Tahun Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 87 ayat 2, ayat 4 huruf b dan ayat 4 huruf d.

“Pasal-pasal a quo dapat ditafsirkan secara subjektif oleh karena antara pasal-pasal a quo tidak konsisten dan tidak adanya kepastian hukum terhadap kualifikasi pemberhentian dengan hormat dan pemberhentian tidak dengan hormat dan/atau dapat tidak diberhentikan sehingga dengan mudah ditafsirkan secara subjektif sesuai keinginan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” demikian kutipan permohonan tersebut.

Para pemohon dalam tiga uji materi yang diajukan itu sebagian besar adalah PNS yang berurusan dengan hukum yang kemudian dipecat. Proses persidangan pun masih bergulir di MK. Salah seorang kuasa hukum dalam salah satu perkara itu, Fadli Nasution, mengatakan bila uji materi itu diajukan karena para pemohon merasa dirugikan.

“Salah satunya hak konstitusional mereka merasa dirugikan dengan berlakunya Pasal 87 itu,” kata Fadli saat dihubungi detikcom.

Sedangkan untuk perkara pertama dengan kuasa hukum Nurmadjito dan Mahendra disebut Febri berkaitan dengan beredarnya surat dengan kop LKBH Korpri. Surat itu ditujukan pada para PPK baik di tingkat pusat maupun daerah yang isinya agar para PNS yang putusan hukumnya sudah inkrah tidak dipecat karena tengah menunggu hasil dari uji materi itu.

detikcom juga mendapatkan salinan surat klarifikasi yang ditandatangani Zudan Arif Fakrulloh sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional. Surat itu pada intinya menepis surat edaran dengan kop LKBH Korpri itu karena tidak adanya mandat dan koordinasi dengan Korpri maupun LKBH Korpri.

“Itu tidak mendapatkan mandat, tidak mendapatkan penugasan dari Dewan Pengurus Korpri Nasional,” ujar Zudan.

“Silakan menggugat tapi jangan menggunakan nama LKBH Korpri,” imbuh Zudan.

Sementara itu detikcom sudah berupaya menghubungi Nurmadjito dan Mahendra. Namun hingga saat ini kedua orang itu belum dapat dikontak.

Terlepas dari itu, KPK menepis alasan uji materi sebagai penundaan aturan yang sudah berlaku. KPK pun gencar meminta institusi terkait mempercepat pemecatan para PNS yang putusan hukumnya inkrah itu.

“Judicial review yang diajukan ke MK semestinya tidak jadi alasan untuk menunda aturan yang telah jelas tersebut,” ucap Febri.

“Karena sikap kompromi terhadap pelaku korupsi, selain dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, juga berisiko menambah kerugian keuangan negara karena penghasilan PNS tersebut masih harus dibayarkan negara,” imbuh Febri.

Pemecatan atau pemberhentian tidak hormat itu bermula dari terkuaknya PNS yang terbukti melakukan korupsi dan putusan hukumannya sudah inkrah itu dengan jumlah yang tidak sedikit. KPK kemudian memfasilitasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) membahas soal itu.

Hasilnya keluarlah Surat Kesepakatan Bersama (SKB) tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) bagi Aparatur Sipil Negara yang tersandung hukum. Data BKN per 14 Januari 2019 menyebutkan hanya 393 PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat dari daftar 2.357 PNS yang telah divonis bersalah melalui putusan berkekuatan hukum tetap. Selain itu, di luar data 2.357 PNS itu, ada tambahan 498 PNS yang terbukti korupsi diberhentikan sehingga total PNS yang diberhentikan adalah 891 orang.
(dhn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kaget Sang Ibu Sakit Parah, Higuain Nyaris Gantung Sepatu

Liputan6.com, London – Gonzalo Higuain mengaku nyaris gantung sepatu pada tiga tahun lalu ketika mengetahui ibunya sakit keras. Higuain berpikir untuk pensiun demi merawat ibunya.

Sang ibu, Nancy, menderita penyakit yang bisa membuatnya meninggal. Higuain masih merahasiakan penyakit sang ibu.

Pemain yang baru bergabung dengan Chelsea ini mengetahui penyakit sang ibu saat Copa America 2016. Kala itu Higuain baru meninggalkan Napoli untuk bergabung dengan Juventus.

“Saya segera memutuskan bahwa saya harus berhenti bermain sepak bola agar saya bisa menjaga ibu saya,” ujar Higuain, seperti dikutip Mirror.

“Saya curiga ada yang tidak beres di rumah selama Copa America, tetapi masih sangat mengejutkan ketika saya diberi tahu yang sebenarnya,” ungkap pemain berusia 31 tahun ini.

Mantan pemain Real Madrid ini frustrasi ketika mengetahui kondisi sang ibu. Higuain merasa bersalah karena sebelumnya tidak tahu kondisi kesehatan sang ibu.

“Saya merasa bersalah, karena saya bermain di final itu tanpa sepengetahuannya. Seluruh duniaku hancur pada saat itu,” tutur Higuain.

2 dari 3 halaman

Dilarang Ibu

“Saya tidak tertarik pada hal lain selain ibuku. Saya katakan padanya saya sudah selesai dengan sepakbola dan jika saya sudah bermain di final, saya akan berhenti bermain,” bebernya.

Namun, sang ibu melarang Higuain untuk gantung sepatu. Sebab, Nancy sadar sepak bola adalah sesuatu yang membuat hidup Higuain bahagia.

Sang ibu sekarang sudah pulih sepenuhnya. Bahkan, Nancy kemungkinan bisa menyaksikan Higuain melakukan debut di Liga Inggris bersama Chelsea.

“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan membiarkan saya melepaskan sesuatu yang saya sukai. Dia meminta saya untuk meneruskannya,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Keluarga Segalanya

“Saya tahu saya harus mengabulkan keinginan itu. Keluarga dan teman saya adalah segalanya bagi saya,” terang Higuain.

Higuain menekankan bahwa orang-orang harus mengetahui pesepak bola juga manusia biasa. Bisa saja ketika pemain sedang tampil, dia tengah memikul beban pikiran yang berat.

“Mereka melihat Anda menendang bola dan mereka tidak berpikir Anda memiliki sesuatu untuk dipikirkan di luar permainan,” paparnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini