BPKN: Pengaduan Konsumen Didominasi Sektor Perumahan

Liputan6.com, Bandung Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat, tingkat pengaduan konsumen mengalami tren yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuktikan jika konsumen Indonesia mulai peduli terhadap hak-haknya.

Komisioner BPKN, Arief Safari mengatakan, dalam kurun tiga tahun terakhir pengaduan konsumen terus mengalami peningkatan jumlah.

Pada 2016, pihaknya menerima sebanyak 46 pengaduan dari konsumen. Kemudian di 2017 meningkat menjadi 106 pengaduan, dan di 2018 kembali naik menjadi 426 pengaduan. Sedangkan di tahun ini, dalam dua bulan terakhir, BPKN telah menerima 70 pengaduan.

“Jadi perkiraan kita 2019 pun akan naik lagi,” kata Arief ditemui di sela peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) di Bandung, Selasa (19/3).

Menurut Arief, jenis pengaduan yang banyak masuk ke BPKN, sebesar 85 persennya didominasi dari sektor perumahan. Lalu berikutnya sektor kesehatan dan e-commerce.

“Kita perkirakan di 2019 itu akan ada tiga sektor prioritas sektor yang mungkin bisa meledak kalau tidak ditangani dengan baik. Yang pertama sektor perumahan, kemudian kesehatan dan e-commerce,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Arief, perlu ada beberapa perundang-undangan yang mesti harus disiapkan untuk melindungi hak-hak konsumen. Sebagai contoh, ia memaparkan pengaduan konsumen dari sektor ekonomi digital. Di mana seseorang membeli makanan dari jasa transportasi online, tiba-tiba mengalami keracunan.

“Terus jika keracunan siapa yang bertanggung jawab? Itu akan terkait masalahnya dengan BPOM kalau ada keracunan makanannya, atau kalau itu kaitannya dengan namanya transportasi Kemenhub yang bertanggung jawab, unuk transaksi perdagangan yang bertanggung jawab kemendag. Jadi tidak bisa diselesaikan satu sektoral saja,” ujarnya.

Jika berkaca pada kasus tersebut, ia berharap penyelesaian dapat dilakukan lintas sektor.

“Makanya harus dibuat satu platform yang kuat untuk menaungi kegiatan lintas sektoral maupun kewilayahan,” kata Arief.

Terkait meningkatnya tren pengaduan konsumen ini, Arief mengajak masyarakat untuk melihat secara positif. Artinya, konsumen Indonesia sudah cerdas dan kritis atas hak-haknya, terlebih jika merasa dirugikan.

Maka dari itu, kegiatan Harkonas 2019 yang menitikberatkan tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya”, diharapkan membangkitkan kesadaran konsumen akan hak dan kewajibannya yang perlu dilindungi.

“Berdaya bisa diartikan kalau konsumen kita ini harusnya memahami hak dan kewajibannya. Setelah itu dia bisa bersuara, komplain melakukan pengaduan kepada pelaku usaha yang merugikannya. Ketiga, bisa mendapatkan pemulihan haknya. Karena yang namanya konsumen berhak mendapatkan kompensasi dan ganti rugi,” ujar Arief.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan banyak bencana yang melanda Indonesia pada 2019 mendatang.

Mentan Amran Beberkan Capaian Kinerja Sektor Pertanian

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman turut hadir pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2019 di Jakarta.

Dalam kesempatan ini, dia membeberkan capaian kinerja yang diraih di sektor pertanian. Salah satunya, inflasi pangan menjadi turun. Capaian ini yang kemudian sulit dilampaui dari pemerintahan sebelumnya.

“Kami sampaikan, ini menarik ini mungkin sejarah pertama serah terima Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Pak Jokowi inflasi pangan dari 10,7 persen turun menjadi 1 persen,” kata dia saat menyampaikan sambutan, di Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Menurut dia, inflasi pangan Indonesia sebelumnya menjadi yang terburuk nomor tiga di dunia. Namun, usai kepemimpinan diambil alih Presiden Jokowi inflasi pangan Indonesia sudah bisa melampaui negara-negara besar seperti Kanada, Jepang, Belanda, dan Jerman.

“Sebentar lagi kita mengejar melampaui Amerika Serikat, Ini bukan hoax. Ini bisa dicek di Badan Pusat Statistik (BPS),” imbuhnya.

Dia menyampaikan, capaian selanjutnya yang menarik di sektor pertanian adalah mengenai peningkatan jumlah ekspor.

Pada 2013 ekspor di bidang pertanian hanya mencapai 33 juta ton kemudian meningkat di 2018 mencapai 43 juta ton. Dengan peningkatan secara total 29 persen, dan nilai ekspor mencapai sebesar Rp 1.700 triliun.

“Peningkatannya adalah 10 juta ton, itu tidak mudah meningkatkan 10 juta ton dilakukan di zaman Pemerintahan Jokowi-JK. HKTI juga berkontribusi meningkatkan produksi ini,” kata dia.

“Ekspor kita naik, tapi selalu dipertanyakan adalah impor. Jadi bisa dibayangkan yang diputar, digoreng impor 30.000 ton jagung tapi ekspor yang 10 juta tidak nampak dipermukaan,” lanjut dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Seluruh Sektor Menghijau, IHSG Dibuka Menguat ke 6.496,50

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau di awal pekan ini. Investor asing melakukan aksi beli pada awal perdagangan di Senin ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Senin (18/3/2019), IHSG naik 20,41 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.481,53. Laju IHSG terus menguat pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS. IHSG menanjak 35,32 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.496,50.

Sebanyak 148 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Selainitu 36 saham melemah dan 137 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.498,59 dan terendah 6.480,94.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 15.233 kali dengan volume perdagangan 815 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 306 miliar.

Investor asing beli saham Rp 9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.245.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham aneka industri memimpin kenaikan dengan bertambah 0,88 persen. Sementara itu, sektor saham keuangan menanjak 0,84 persen dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,65 persen.

Saham-saham cetak top gainers dan mengangkat IHSG antara lain saham KOIN naik 19,38 persen, saham PEHA menguat 14,64 persen, dan saham BBYB menguat 13,89 persen.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham MYTX turun 5,56 persen, saham WAPO merosot 5,32 persen dan saham BKDP susut 4,84 persen.

Hal yang Bikin Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo di Sektor Ekonomi

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa elektabilitas calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Wacapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ini tertuang dalam Survei nasional yang digelar SMRC, yang membahas mengenai keadaan ekonomi, mobilisasi SARA serta evaluasi publik nasional terhadap Pilpres 2019. Survei nasional ini melibatkan 2.820 responden kurun Februari hingga Maret.

“Bila pemilihan presiden ini dilakukan pada pertengahan Maret, hampir pasti Jokowi-Ma’ruf terpilih sebagai pasangan presiden-wakil presiden,” ujar Direktur SMRC, Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

SMRC menunjukkan bahwa dari survei responden yang ada, dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf mencapai 57,6 persen. Sementara dukungan untuk Prabowo Sandi hanya mencapai 31,8 persen.

Perolehan dukungan Jokowi-Ma’ruf mengalami peningkatan dari hasil survei Januari lalu dari 54,9 persen. Sebaliknya, dukungan terhadap capres dan cawapres Prabowo-Sandi mencapai 32,1 persen.

Djayadi menjelaskan bahwa dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf meningkat karena adanya optimisme masyarakat akan kondisi ekonomi, kemampuannya memimpin, penilaian terhadap debat, hingga ketidakpercayaan masyarakat terhadap berita hoax yang menerpa Jokowi-Ma’ruf.

“71 persen responden yang ada mengaku cukup bahkan sangat puas dengan kinerja Presiden Jokowi saat ini,” jelasnya.

Selain itu Djayadi pun menambahkan, ada 66 persen masyarakat Indonesia yang percaya dan optimis akan kemampuan Jokowi memimpin.

Sementara itu hanya 18 hingga 19 persen masyarakat yang menyatakan kondisi ekonomi nasional dan ekonomi lebih buruk dari tahun lalu.

Tidak hanya puas dengan kemampuan pemimpin dan membuat ekonomi Indonesia lebih stabli, survei ini juga menunjukkan bahwa kepuasan masyarkat akan kebijakan pemerintah dalam sektor-sektor sosial-ekonomi dan keamanan dari kesehatan hingga pengendalian nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Sebagian Besar Sektor Menguat, IHSG Ditutup Naik ke 6.413,26

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis ini. Penguatan IHSG itu terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (14/3/2019), IHSG menguat 35,69 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.413,26. Indeks saham LQ45 naik 0,81 persen ke posisi 1.004,18. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 221 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 179 saham melemah sehingga penguatan IHSG tertahan. Di luar itu, 139 saham diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.413,26 dan terendah 6.372,96.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 461.669 kali dengan volume perdagangan saham 14,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 233 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.267.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 0,52 persen dan sektor saham perdagangan merosot 0,11 persen.

Sektor saham industri dasar naik 2,03 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 2,02 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,91 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham STAR naik 23,47 persen ke posisi Rp 121 per saham, saham APII melonjak 21,11 persen ke posisi Rp 218 per saham, dan saham WIIM meroket 13,77 persen ke posisi Rp 314 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham INPP turun 20,11 persen ke posisi Rp 715 per saham, saham APEX merosot 10,33 persen ke posisi Rp 980 per saham, dan saham CANI tergelincir 14,04 persen ke posisi Rp 196 per saham.

Revitalisasi Pasar Jadi Upaya Jokowi Kembangkan Ekonomi di Sektor Riil

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah terus menggenjot untuk merevitalisasi ribuan pasar tradisional selama empat tahun terakhir. Pada tahun ini, emerintah berencana melakukan revitalisasi 1.037 pasar rakyat untuk melanjutkan program yang telah berjalan.

Pada 2018, sebanyak 4.211 pasar telah direvitalisasi, dengan menggunakan dana alokasi khusus dan tugas pembantuan, yang menghasilkan peningkatan omzet hingga 20 persen.

Para pedagang dan pengelola pasar pun mengapresiasi pembangunan pasar tersebut. Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, meyakini dampak besar revitalisasi ini juga mendongkrak elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf.

Kepala Pasar Probolinggo, Budi Hariyanto mengatakan, para pedagang mengapresiasi atas pemerintah atas peremajaan pasar mereka. Dia mengatakan, ada peningkatan omzet dan pengunjung sekitar 20 sampai 30 persen dari sebelum dilakukan revitalisasi.

“Kami merasakan bahwa ada peningkatan yang lumayan setelah perbaikan pasar. Karena sekarang jadi lebih bersih, lebih nyaman, dan pengunjung meningkat,” ujarnya, Rabu (13/3).

Menurut Budi, untuk pasar sayur di Pasar Probolinggo, sudah sangat nyaman jika dibandingkan sebelum revitalisasi. Namun demikian, kata Budi, masih ada beberapa pembenahan seperti tempat parkir, listrik, dan lainnya.

Sementara Kepala UPT Pasar Umum Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, Mohammad Adam Nur Fathoni mengatakan, dari 12 pasar di Karanggede dilakukan regrouping dan saat ini masih berlangsung revitalisasi.

“Untuk di Karanggede kita melakukan pembenahan 12 pasar di 7 Kecamatan, jadi ada (pedagang) yang sudah masuk di pasar yang baru, dan ada yang belum. Secara umum kami dan pedagang mengapresiasi program pasar rakyat oleh pemerintah ini,” tuturnya.

Dikatakan Adam, memang masih dibutuhkan pembenahan seperti akses jalan oleh pemerintah daerah, dan juga fasilitas lainnya. Namun pedagang sudah mengakui bahwa kenyamanan saat pembeli berbelanja memang jauh lebih baik.

Adam mengatakan, masih butuh waktu juga untuk beberapa pedagang beradaptasi dengan perubahan pasar. Dia juga belum bisa memastikan kenaikan pengunjung dan omzet para pedagang karena butuh waktu dan faktor pendukung lainnya.

“Kalau kita lihat di Boyolali itu sudah 66 persen pasar diperbaiki oleh Pemerintah, hanya tersisa pasar-pasar kecil, kegiatan ini baru ada di masa pemerintah sekarang (Presiden Jokowi),” ujarnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan program revitalisasi pasar rakyat merupakan langkah riil pemerintahan Jokowi dalam membangun perekonomian rakyat. Di mana, menjadikan pasar-pasar tradisional tersebut lebih baik dan nyaman bagi masyarakat.

“Itu bukan hanya konsistensi, tapi juga bentuk komitmen Pak Jokowi terhadap pengembangan kantong ekonomi melalui pasar,” ujar Ace.

Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat itu ujungnya adalah untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat. Bahkan, revitalisasi pasar bisa meningkatkan hubungan sosial masyarakat melalui transaksi secara langsung.

“Karena aktivitas ekonomi paling riil itu sebenarnya ada di pasar, disana pedagang, pembeli, bahkan petani bisa saling interaksi secara langsung,” katanya.

Keberhasilan pemerintah dalam melakukan revitalisasi pasar menjadi bukti kerja keras pemerintah. Diharapkan pula hal itu bisa meningkat elektabilitas Jokowi pada Pemilu mendatang. “Kami harap demikian. Karena itu sebagai bentuk kongkrit dari pengembangan ekonomi di sektor riil,” ungkap Ace.

IHSG Dibuka Menghijau, Sektor Aneka Industri Cetak Penguatan Tertinggi

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham selasa pekan ini. Sebagian besar sektor menguat kecuali sektor perdagangan yang turun tipis.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, Selasa (12/3/2019), IHSG menguat 29,44 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.395,88. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 32,30 poin atau 0,51 persen ke level 6.395,33.

Indeks saham LQ45 naik 0,72 persen ke posisi 1.002,34. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali DBX yang turun 0,36 persen.

Sebanyak 130 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 39 saham melemah dan 105 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.404,43 dan terendah 6.390,37.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 11.381 kali dengan volume perdagangan 771 juta saham. Nilai transaksi Rp 259,9 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual saham kurang lebih Rp 6 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.245.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham perdagangan yang turun tipis 0,04 persen. Sektor saham aneka industri menguat 1,74 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Sektor saham kontruksi mendaki 0,84 persen dan sektor saham manufaktur naik 0,64 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG antara lain saham SKBM naik 16,59 persen ke posisi 478 per saham, saham KOIN mendaki 12,24 persen ke posisi 330 per saham, dan saham AKSI melonjak 9,76 persen ke posisi 360 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham TCPI melemah 20 persen ke posisi 4.580 per saham, saham LPCK tergelincir 4,39 persen ke posisi 2.180 per saham, dan saham TMAS terpangkas 2,86 persen ke posisi 680 per saham.

Hal yang Jadi Sorotan Para Mantan Mendag di Sektor Perdagangan

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, mengundang sejumlah mantan Menteri Perdagangan Indonesia untuk melakukan focus group discussion (FGD) di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta.

Hadir dalam FGD, Mantan Menteri Perdagangan, seperti Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, Rahadi Ramelan, Muhammad Lutfi, Muhammad Hasan (Bob Hasan), dan Arifin M. Siregar. Turut hadir mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti.

“Kami dalam rangkaian Raker Kemendag kami awali silturahmi dan minta masukan kepada senior saya. Kecuali pejabat atau menteri perindustrian yang masih jabat, seperti Pak Luhut dan Pak JK, Bu Rini Soemarno juga,” kata Enggar, di Kantornya, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurut dia, pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta masukan dan nasehat terkait situasi perdagangan RI serta upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja perdagangan. Misalnya masukan dan Mantan Mendag, Arifin M. Siregar, agar daya saya sektor perdagangan Indonesia terus diperbaiki.

“Kemudian semua bapak ibu (Mantan) Menteri bilang jangan melihat defist dari angka saja kini tapi justru penyebab yang terjadi akibat impor tinggi akibat bahan baku dan barang modal yang artinya juga investasi dan pembangunan yang meningkat yang dinikmati beberpa tahun kemudian,” jelas dia.

“Kemudian juga diperhatikan ekspor jasa, jadi bukan hanya manfaktur dan goods, saja, salah satu bentuknya adalah mendorong pariwisata,” ujar dia.

Pertemuan tersebut juga membahas tentang kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan oleh mantan menteri perdagangan. Kemudian kebijakan yang dinilai baik akan dipelajari dan dikaji untuk diterapkan.

“Banyak hal yang kami mendapatkan masukan, catatan, baik berdasarkan pengalaman masa lalu, tapi saya mengapresiasi, menikmati karena beliau masih mengikuti berbagai perkembangan, baik perdagangan di kancah internasional maupun kepentingan dalam negeri,” tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

Sektor Saham Energi dan Kesehatan Bebani Wall Street

Liputan6.com, New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah dalam tiga sesi dengan indeks saham acuan S&P 500 mencatatkan penurunan terbesar dalam sebulan.

Wall street tertekan tersebut didorong sektor saham perawatan kesehatan dan energi yang tergelincir dan investor mencari alasan untuk beli setelah reli pasar yang kuat pada awal tahun.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis WIB), indeks saham Dow Jones susut 133,17 poin atau 0,52 persen ke posisi 25.673,46. Indeks saham S&P 500 melemah 18,2 poin atau 0,65 persen ke posisi 2.771,45. Indeks saham Nasdaq merosot 70,44 poin atau 0,93 persen ke posisi 7.505,92.

Dengan berakhirnya musim laporan keuangan perusahaan, investor mencari katalis berikutnya untuk menggerakkan pasar. Hal itu termasuk potensi perjanjian dagang antara AS-China, data ekonomi termasuk laporan ketenagakerjaan.

Optimisme atas kesepakatan perdagangan dan the Federal Reserve atau bank sentral AS menjadi kurang agresif menaikkan suku bunga membantu memicu kenaikan 10,6 persen untuk indeks saham S&P 500. Akan tetapi, reli terhenti dalam beberapa hari terakhir.

“Dengan tidak adanya katalis positif, mudah untuk mengambil keuntungan. Saya tidak berpikir harga saham hari ini adalah indikasi tren,” tutur dia, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (7/3/2019).

Sementara itu, Presiden Direktur Chase Investment Counsel, Peter Tuz menuturkan, pasar telah mengalami kemajuan besar. Oleh karena itu, tidak bisa dikatakan pasar murah lagi.

Indeks saham lainnya yaitu Russell 2000 yang memuat saham kapitalisasi kecil melemah 2 persen, dan alami penurunan terbesar dalam satu hari. Indeks saham Dow Jones Transport Average merosot 0,5 persen.

Di sisi lain, investor menilai level 2.800 dalam indeks saham S&P 500 merupakan level resistance seiring indeks saham yang bergerak lebih tinggi. Meski pun indeks saham tersebut telah memecahkan level harian dalam 200 hari.

“Kami telah mengatasi rintangan besar tetapi 2.800 terbukti lebih keras,” tutur Joy.

Volume perdagangan saham di wall street tercatat 7,3 miliar saham. Ini sesuai dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.

2 dari 2 halaman

Sektor Saham Energi dan Kesehatan Merosot

Pada perdagangan saham Rabu waktu setempat, sektor saham kesehatan S&P 500 melemah 1,5 persen dengan Pfizer Inc susut 2,4 persen dan Amgen merosot 3 persen.

Penurunan harga saham itu seiring pengunduran diri mendadak Komisaris Administrasi Makanan dan Obat-obatan Scott Gottlibe meningkatkan ketidakpastian terhadap saham bioeteknologi dan farmasi karena merupakan sektor yang berpotensi terguncang penetapan harga obat-obatan dan undang-undang (UU) kesehatan lainnya.

Selain itu, sektor saham energi turun 1,3 persen usai harga minyak mentah AS yang merosot. Saham Exxon Mobil terpangkas 1,1 persen setelah perusahaan minyak mengatakan berencana untuk meningkatkan pengeluaran selama beberapa tahun untuk memulihkan produksi minyak dan gas yang lesu.

Saham General Electric melemah 7,9 persen sehingga melanjutkan pelemahan dari sehari sebelumnya.

Dalam laporan Beige Book, the Federal Reserve menuturkan, melambatnya pertumbuhan global dan penutupan sebagian pemerintah federal selama 35 hari membebani ekonomi AS pada minggu pertama 2019. Akan tetapi, terus tumbuh di tengah pasar tenaga kerja yang masih ketat.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bank Mandiri Guyur Promo Menarik di Japan Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagai mitra resmi pendukung jalannya Japan Travel Fair 2019, persiapkan penawaran menarik bagi nasabah yang akan berlibur ke Jepang.

Hal ini dilakukan karena Jepang masih menjadi destinasi favorit bagi nasabah Bank Mandiri. Vira Widiyasari, Senior Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri mengatakan, Bank Mandiri senantiasa memberikan penawaran menarik bagi nasabah yang bermimpi jalan-jalan ke Jepang.

“Jumlah transaksi kartu Mandiri di Jepang itu capai 37 persen pada tahun 2018. Karena banyak penggunanya, kami memutuskan untuk memberikan promo dan diskon kepada nasabah yang bermimpi berlibur ke Jepang,” ungkapnya di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Ada banyak keuntungan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit Bank Mandiri di pameran Japan Travel Fair 2019, di antaranya tiket dengan harga spesial dengan cashback hingga Rp 5 juta, program #spend&get hingga Rp 2 juta dan tiket Ed Sheeran.

Selain itu, cicilan 0 persen hingga 20 bulan, diskon hingga 50 persen dengan fiestapoin, Lelang Fiestapoin dengan Tiket PP ke Jepang dan masih banyak yang lainnya.

Japan Travel Fair 2019 ini diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka dan mulai dibuka hari ini dan berakhir pada 3 Maret 2019.

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan kredit sebesar Rp 820,1 triliun sepanjang 2018. Jumlah tersebut tumbuh 12,4 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, dari capaian itu, pembiayaan produktif perseroan tercatat sebesar Rp 558,7 triliun atau 77,71 persen dari portofolio.

“Kinerja ini pun kemudian berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu,” kata Panji dalam acara paparan publik laporan keuangan, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin 28 Januari 2019.

Panji menambahkan, peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58 persen yoy menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi  yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69 persen yoy.

“Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit micro dan consumer,” ujar dia.

Dia mengungkapkan pada 2018, pembiayaan segmen korporasi Bank Mandiri mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3 persen yoy. 

“Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3 persen secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9 persen dari total komitmen Rp 285,4 triliun yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dari realisasi itu, penyaluran sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34,0 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 10,0 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun. 

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52 persen yoy menjadi Rp 246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp102,4 triliun, tumbuh 23,0 persen dari tahun sebelumnya.

“Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp 87,4 triliun, atau tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar dia.  

Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 17,58 triliun, atau mencapai 100,11 persen dari target. 

“Secara kumulatif, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,91 triliun kepada lebih dari 1,25 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih prudent baik di segmen Wholesale dan Retail,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: