Gojek Gandeng Hollaback! Edukasi Mitra Soal Kekerasan Seksual

Liputan6.com, Jakarta – Gojek bekerja sama dengan Hollaback! Jakarta untuk mengedukasi para mitranya tentang kekerasan seksual. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan terciptanya ruang publik yang bebas dari kekerasan atau pelecehan seksual.

Diungkapkan Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, kerjasama ini merupakan bentuk perhatian perusahaan terhadap isu kekerasan seksual dan mengambil langkah preventif untuk mengatasinya.

“Jadi kami menggandeng Hollaback! Jakarta untuk memberikan edukasi kepada para mitra, agar mitra kami juga punya tujuan yang sama yaitu memberikan layanan terbaik,” tutur Nila di kantor Gojek, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Keseriusan Gojek menangani tindak kekerasan seksual, diklaim perusahaan diimplementasikan pula dalam standar prosedur operasional (SOP) penanganan kasus dan laporan dengan fokus keberpihakan pada korban.

Nila mengklaim jumlah laporan soal kekerasan yang diterima Gojek hanya 0,001 persen dari total laporan yang ada di saluran pengaduan perusahaan.

Kendati jumlahnya tidak besar, Nila menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan keamanan layanannya, termasuk menjalin kerja sama dengan Hollaback! Jakarta.

“Sekarang memang masih pilot, tapi kami akan bekerja sama dengan Hollaback! secara berkala dan menjadi lebih besar. Ini sekaligus menjadi bagian investasi perusahaan di dalam teknologi, yang menjadi lebih banyak,” ujarnya.

Co-Director Hollaback! Jakarta, Anindya Restuviani, mengatakan sejauh ini edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual ini baru diadakan di Jakarta. Edukasi ni diberikan kepada koordinator komunitas-komunitas Gojek, dengan harapan mereka akan meneruskan pengetahuannya kepada anggota.

“Pelatihannya masih awal di Jakarta, diberikan kepada koordinator komunitas-komunitas Gojek. Setelah ini, kami akan memperluasnya ke berbagai daerah lain, seperti Bandung, Bali, dan Palembang,” ujarnya.

Dijelaskannya, edukasi yang diberikan Hollaback! Jakarta tidak hanya sekadar pengetahuan tentang kekerasan seksual, tapi juga tindakan preventif terkait hal tersebut. Selain itu, juga diberikan pengetahuan mengenai tindakan yang bisa dilakukan untuk membantu korban ynag ditemui di ruang publik.

“Tujuan Hollaback! Jakarta adalah mengakhiri kekerasan di tempat umum, termasuk jalanan dan transportasi umum. Kehadiran Gojek dengan mitranya yang banyak, kami harap dapat membantu merealisasikan hal tersebut, ungkap Anindya.

Sara Djojo: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Baru akan Dibahas Mei 2019

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) memastikan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) tidak mandek. Menurutnya, RUU P-KS baru masuk DPR tahun 2017 dan sudah tidak masuk dalam Prolegnas.

“Kalau kita bicara soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, tetap saya sampaikan bahwa yang pertama bahwa RUU ini baru masuk ke DPR tahun 2017, baru masuk ke Komisi VIII dan dibuat panjanya awal 2018 sehingga ada RUU yang sudah masuk Prolegnas prioritas dari tahun 2014 harus dibahas terlebih dahulu,” ujar Sara usai menghadiri laporan catatan tahunan (catahu) Komnas Perempuan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

“Jadi RUU ini bukan karena mandek atau lamban, tapi karena masih banyak UU yang masih menunggu giliran. Kedua, kalau kita bicara soal polemik saya rasa karena kekurangpahaman orang-orang terhadap draf yang disebarluaskan. Draf itu adalah draf awal, bukan draf akhir. Pembahasan pun belum dilakukan. Kemungkinan besar pembahasan baru dilakukan bulan Mei,” imbuhnya.

Sara optimis bisa memenuhi target merampungkan RUU P-KS pada bulan Agustus 2019 yang telah dibahas bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Ia pun ingin bekerja sama dengan civil society organization (CSO) untuk memastikan agar tidak ada kata-kata yang multitafsir.

“Kalau di pembahasan RUU yang lain sebenarnya bisa, yang hanya menjadi catatan kan hanya di beberapa pasal. Jadi di beberapa pasal dan ayat itu kami memerlukan bantuan CSOs untuk memastikan bahwa kata-kata yang digunakan tidak multitafsir. Itu aja. Bukan hanya definisi saja tapi soal hal lain yang harus kita pastikan saja itu tidak mengandung hal-hal kontroversial,” ucapnya.

Sara yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra ini memandang bahwa RUU P-KS adalah sesuatu yang penting. Namun, ia tak ingin berpendapat soal pandangan fraksi lain terhadap RUU ini.

“Kalau dari kami yang mendukung RUU ini yaitu Gerindra dan PDI Perjuangan, tentunya bagi kami ini penting. Kalau dari fraksi lain belum ada penyuaraan, harus ditanya ke mereka. Saya nggak mungkin mewakili suara mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sara menilai ada kesalahpahaman dari pihak yang tidak mendukung RUU ini. Soal substansi dalam RUU, Sara menegaskan jika DPR menyuarakan aspirasi dari rakyat.

“Bagi yang tidak mendukung, saya rasa karena ada kesalahpahaman. Bagi yang mendukung perlu untuk membahas soal jalan tengah. Tapi saya rasa ini cuma masalah kata-kata saja. Kalau soal mendukung, apakah ingin menghapus kekerasan seksual, pasti semua mendukung,” ujar Sara.

“Kalau soal substansi, saya tekankan lagi, DPR adalah wakil rakyat, jadi rakyat yang harus bersuara. Kita ini mewakili dan saat mewakili pasti ada yang memiliki pemahaman yang lebih konservatif dan ada yang liberal. Apakah itu salah? Saya rasa tergantung perspektif setiap orang,” pungkasnya.
(azr/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ponakan Prabowo: Film Dilan 1991 Ungkap Fakta Kekerasan Seksual

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut film ‘Dilan 1991’ mengungkapkan fakta kekerasan seksual yang sering terjadi di kehidupan nyata dan selama ini sering tidak disadari. Keponakan Prabowo Subianto itu menyoroti kekerasan seksual yang ditampilkan salah satu karakter film itu.

Rahayu Saraswati atau akrab disapa Sara mengatakan peran Dilan dan Hugo menggambarkan sosok teman laki-laki Milea yang memiliki kepribadian yang berbeda dalam memperlakukan perempuan.

“Dilan menunjukkan sikap yang cukup menghormati kehendak perempuan. Sementara tindakan yang dilakukan Hugo menunjukkan bentuk pelecehan yang seringkali terjadi pada kehidupan nyata,” ujar Sara usai mengadakan nonton bersama film ‘Dilan 199I’, Rabu (6/3/2019).


Sara mengadakan nonton bareng ‘Dilan 1991’ pada Minggu 3 Maret 2019. Dia mengajak ratusan kader muda partai Gerindra untuk ikut menonton ‘Dilan 1991’.

Sara yang juga berlatar aktris ini menyebut Dilan menghormati Milea sebagai teman perempuannya. Untuk Hugo, dia menyebut karakter itu bertolak belakang dengan Dilan. Sara memandang Hugo kerap memaksakan kehendak fisik dengan berlindung pada kebebasan berekspresi dan pengaruh budaya barat.

“Di barat, justru jika seorang laki-laki berperilaku seperti yang dilakukan Hugo terhadap Milea, dia sudah bisa dilaporkan ke polisi atas tindak kekerasan seksual,” sebut Sara.

Seniman lulusan International School of Screen Acting London, Inggris itu lantas menceritakan adegan Hugo dan Milea nonton di bioskop. Dia menyoroti tindakan fisik Hugo ke Milea.

“Di negara lain memegang pundak tanpa izin seseorang pun sudah bisa dipidana, apalagi mencium tanpa izin (against someone’s will),” kata dia.

Bagi Sara, perilaku Hugo membuat banyak aktivis perlindungan perempuan dan anak menyampaikan adanya kekosongan hukum dalam berpacaran. Pemahaman tentang apa yang dianggap boleh maupun tidak dalam memperlakukan seseorang terhadap yang lain dalam konteks pelecehan seksual pun, katanya, belum dimengerti dan disepakati semua orang.

“Apa yang dilakukan Hugo itu bentuk pelecehan seksual yang kadang banyak orang kurang memahami. Dan itu yang sedang diperjuangkan para aktivis, terkait penegakan hukumnya,” tegas caleg DPR RI Dapil 3 DKI itu.

Ketua DPP Bidang Advokasi Perempuan Partai Gerindra itu mendukung film karya anak bangsa dan karenanya dia rutin mengadakan nonton film Indonesia. Dia juga mengucapkan selamat kepada film ‘Dilan 1991’ yang berhasil mencatatkan rekor MURI, yaitu jumlah penonton hari pertama penayangan sebanyak 800.000 penonton.

“Sekali lagi selamat atas keberhasilan MURI-nya. Semoga memicu insan perfilman Indonesia untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik,” ucap Sara.
(gbr/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hakim Tunda Sidang Perdata Dugaan Kekerasan Seksual Karyawati BPJS-TK

Liputan6.com, Jakarta – Sidang gugatan perdata korban dugaan pelecehan seksual karyawati RA oleh mantan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharudin ditunda. Hal itu lantaran berkas administrasinya belum lengkap.

“Dinyatakan ditunda, karena kelengkapan dari kuasa belum sepenuhnya kami terima,” tutur Ketua Majelis Hakim, Krisnugroho saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Sidang pun ditunda hingga Rabu 13 Maret 2019 dengan agenda yang sama yakni kelengkapan surat kuasa.

“Kami berikan kesempatan untuk melengkapi,” jelas hakim.

Korban kasus dugaan pencabulan, RA, menggugat perdata tiga pimpinan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (Dewas BPJS TK). Mereka adalah terduga pelaku pelecehan seksualyakni Syafri Adnan Baharudin, anggota Dewas BPJS TK Aditya Warman, dan Ketua Dewas BPJS TK Guntur Witjaksono.

Syafri Adnan Baharudin sudah diberhentikan dari jabatannya di Dewas BPJS TK. Sementara Aditya Warman dan Guntur Witjaksono dianggap turut bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Gugatan material kemudian diajukan sebesar Rp 3,7 juta dan imaterial sebesar Rp 1 triliun.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Komnas Perempuan Minta Polda Jatim Kabulkan Penangguhan Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA. Usai menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Komnas Perempuan meminta penyidik Polda Jatim untuk mengabulkan penangguhan Penahanan terhadap artis VA.

“Yang harus menjadi pertimbangan dalam kebijakan Polda Jatim yakni bisa mengabulkan penangguhan penahanan. Karena sebagai pertimbangan pemulihan kondisi psikis korban kasus prostitusi,” tuturnya di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, dalam paripurna Komnas Perempuan, terakhir melihat bahwa perempuan yang ada di dalam kasus prostitusi merupakan korban yang dilacurkan. Sehingga apapun status hukumnya penyidik tetap memberikan haknya sebagai korban.

“Mempertimbangkan dan mengabulkan dengan melihat kapasitasnya sebagai korban yang dilacurkan,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan user atau pelanggan artis VA. Alasannya, mereka lah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi.

“Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Polda Jatim, ia sempat bertemu dengan artis VA dan bincang bincang dengan penyidik berkaitan dengan modus yang kerap dilakukan muncikari dalam menjerat korbannya kedalam pusaran prostitusi.

“Komnas Perempuan akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” ujarnya.

Komnas perempuan juga mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Polisi

Menanggapi permintaan Komnas Perempuan mengenai penangguhan penahanan artis VA, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan apa yang menjadi masukan dari Komnas perempuan.

“Kita akan maksimalkan sesuai dengan harapan Komnas maupun pemerhati, selama tidak menganggu kepentingan penyidikan,” ujar polisi pelopor E-Tilang tersebut.


Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES. “Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

Luki menyatakan akan membuat surat panggilan kepada VA terkait status barunya yang kini naik menjadi tersangka. “Kami layangkan untuk Senin. kami undang yang bersangkutan untuk hadir ke Polda Jatim,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ingin Buat Pria Klepek-Klepek, Wanita Ini Buat Parfum dengan Cairan Miss V

Liputan6.com, Jakarta Seorang perempuan menggunakan parfum istimewa yang dia klaim bisa menarik perhatian pria. Pewangi tubuh itu terbuat dari cairan vaginanya sendiri.

Dilansir dari Health pada Kamis (28/2/2019), wanita bernama Rachel Khona itu mencari tahu apakah aroma vaginanya bisa membuat pria berbondong-bondong datang padanya. Hal itu dia ungkapkan dalam tulisannya di Medium. Dia mendapatkan saran untuk menggunakan cara tersebut.

“Perempuan di abad pertengahan diketahui mengoleskan cairan vagina pada tubuh untuk menarik pelamar yang tampan,” tulis Khona dalam artikel tersebut. Selain itu, dia menambahkan bahwa dirinya menggunakan cairan vaginanya untuk dicampur dengan parfum favoritnya. Setelah itu, dia menggunakannya di pergelangan tangannya selama beberapa hari.

Pada hari keempat, Khona menceritakan bahwa dirinya melihat ruam merah di lehernya. Ketika dia mengira hal tersebut adalah efek samping dari parfum vagina itu, dia mendatangi dokter.

Ternyata, dokter mengatakan bahwa itu bukan dikarenakan parfum tersebut. Namun hal itu disebabkan oleh alergi nikel ringan dari kalung yang dia kenakan.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tidak direkomendasikan

Walaupun begitu, cara tersebut tampaknya diragukan oleh ahli. Menurut Christine Greves dari Orlando Health System, Florida, Amerika Serikat, feromon memang banyak dipelajari karena mempengaruhi daya tarik visual dan seksual, tetapi ini belum diteliti dalam cairan vagina.

“Secara keseluruhan, tidak ada banyak dukungan ilmiah untuk hal ini. Bukan sesuatu yang akan saya rekomendasikan,” kata Greves.

Tentu saja, apa yang dikatakan Greves benar. Khona sendiri tidak merekomendasikan parfum buatannya itu. Dia mengatakan, tidak ada pengaruh besar setelah dia menggunakannya.

“Jika segerombolan pria jatuh di kakiku, aku akan merasa berbeda,” kata Khona.

Selain itu, masalah kebersihan juga disoroti. Greves mengatakan, cairan vagina sama seperti cairan tubuh lainnya. Mereka mengandung kuman, sekalipun belum ada penelitian apakah itu bisa menyebar lewat parfum.

Cegah Sakit Saat Berhubungan Seks, Foreplay Kuncinya

Liputan6.com, Jakarta Banyak wanita mengeluh kesakitan saat berhubungan seks. Untuk mengatasinya, satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi perasaan tersebut sebenarnya hanyalah pemanasan atau foreplay.

Ginekolog Jen Gunter mengatakan pada New York Times bahwa ada beberapa kemungkinan penyebab aktivitas seksual terasa menyakitkan. Di sini foreplay memainkan peran dalam mengurangi rasa sakit, serta mempersiapkan tubuh untuk berhubungan seksual dan meningkatkan gairah seksnya.

“Walaupun foreplay jarang menyembuhkan seks yang menyakitkan, kebanyakan orang sesungguhnya menginginkan lebih dari yang mereka dapatkan, jadi menggandakan foreplay adalah seks yang bersih dan yang paling penting, menyenangkan,” kata Gunter.

Selama ini, orang-orang menganggap foreplay hanyalah tentang ciuman, petting, atau memainkan payudara selain penetrasi. Walaupun begitu, pakar seks Tammy Nelson menyatakan bahwa seluruh aktivitas seksual yang dilakukan sebelum “sajian utama” bisa dianggap sebagai foreplay.

Seperti dikutip dari Your Tango pada Kamis (28/2/2019), Nelson menyatakan bahwa foreplay adalah stimulasi erotis yang terjadi sebelum hubungan seksual. Sayangnya, suami seringkali tidak terlalu menganggap hal ini penting. 


Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Segala macam stimulasi erotis

“Foreplay seringkali diremehkan dan diabaikan. Biasanya, pria heteroseksual terlalu bersemangat untuk melakukan penetrasi seks karena fisiologi mereka menyebabkan tubuh jauh lebih siap untuk berhubungan seks lebih cepat daripada wanita,” tulis Nelson.

Dia menambahkan, dibutuhkan hingga 45 menit stimulasi erotis bagi tubuh wanita untuk siap menerima penetrasi. Jika tidak siap, pasangan akan merasa tidak nyaman dan sulit untuk orgasme.

“Jaringan wanita berubah selama fase bergairah untuk memungkinkan alat kelaminnya memanas dan melepaskan pelumasan alami agar dia bisa menerima penetrasi dengan baik.”

“Jika tubuhnya tidak diberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan aktivitas itu, maka rasa sakit dan terkadang, kerusakan pada jaringan vagina bisa terjadi,” tambah Nelson.

Karena itu, foreplay yang lebih panjang memungkinkan tubuh wanita mengalami transformasi yang dibutuhkan untuk menerima penetrasi yang baik. Sehingga, Nelson menyarankan Anda untuk tahu apa yang dibutuhkan pasangan agar dia bergairah.

“Namun, foreplay tidak menyembuhkan semua rasa sakit seksual, jadi pastikan terus untuk memeriksa pasangan Anda dan cari bantuan tambahan jika sakit berlanjut, bahkan jika sudah cukup foreplay,” tambah Nelson.

Munas dan Konbes NU Bahas Bahaya Sampah Plastik-RUU Kekerasan Seksual

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar 2019. Beberapa hal akan dibahas di dalamnya.

Katib Syuriyah PBNU Asrorun Ni’am dalam keterangannya, Rabu (27/2/2019), mengatakan dalam acara tersebut akan dibahas isu-isu kontemporer (bahtsul masail waqiiyyah), masalah tematik (bahtsul masail maudluiyyah), hingga masalah perundang-undangan (bahtsul masail qanuniyah).

Isu kontemporer yang dibahas pertama adalah bahaya sampah plastik. Hal ini akan dibahas dari sudut pandang fikih, sanksi pemerintah terhadap industri yang tidak mengelola sampah sesuai Pasal 15 UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah, hingga soal tanggung jawab soal pengelolaan sampah.

Isu kontemporer lain ialah soal perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menyebabkan sumur warga kering. Isu ini akan dibahas dari sudut hukum pengambilan air dalam jumlah besar oleh usaha AMDK yang mengakibatkan sumber air masyarakat mengering dan termasuk hukum pemberian izin usaha AMDK.

PBNU juga akan membahas masalah bisnis perkapalan, mulai kedudukan perusahaan kargo, asuransi barang dalam akad ekspor-impor, hingga penyelesaian jika terjadi perompakan barang hilang. Selanjutnya juga dibahas soal hukum berbisnis dengan sistem multi-level marketing (MLM).

Poin isu kontemporer lainnya yang dibahas adalah legalitas syariat oleh pemerintah. Dalam poin ini dibahas soal peran pemerintah terkait aliran kepercayaan dan agama yang ada di Indonesia.

“Apakah pemerintah mempunyai hak untuk menjatuhkan vonis sesat kepada aliran/sekte tertentu? Dalam konteks negara yang plural seperti Indonesia, apakah kewajiban hifdzu al-ddin (menjaga agama) bagi pemerintah hanya tertentu menjaga agama Islam saja ataukah menjaga seluruh agama yang ada di Indonesia?” kata Asrorun.

Sementara itu, dalam pembahasan di masalah-masalah tematik, yang akan dibahas di antaranya soal pandangan Islam terkait bentuk negara-bangsa, status nonmuslim dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, juga soal pandangan Islam tentang produk perundangan yang dihasilkan dalam proses politik modern. Dibahas juga soal konsep Islam Nusantara yang ditinjau dari definisi hingga praktik muslimin Nusantara.

Adapun di komisi masalah perundang-undangan akan dibahas Rancangan Undang-undang (RUU) Monopoli dan Persaingan Usaha hingga telaah soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Acara Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU 2019 ini digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat. Acara dibuka pada Rabu (27/2) siang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kegiatan yang digelar dengan tema Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat ini dihadiri pimpinan syuriyah NU se-Indonesia dan para pengasuh pondok pesantren.
(jbr/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rayuan Miras dan Hilangnya Keperawanan Gadis SMP di Jember

Liputan6.com, Jember – Dekadensi moral di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Usai kasus pencabulan siswi SMP hingga hamil di Kediri, kini muncul kasus serupa di Jember. Siswa putus sekolah berinisial GN (18), warga Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran merayu siswi SMP minum minuman keras lalu mencabulinya.

Kapolsek Semboro, Iptu Fathur Rohman, Rabu (27/2/2019) kepada Liputan6.com mengatakan, kasus perkosaan dan persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagai korbannya ini awalnya terungkap karena korban seharian tidak pulang. Korban berangkat sekolah Jumat pagi, 22 Februari 2019, tetapi hingga hari berganti korban belum pulang juga.

Keluarga korban yang kebingungan terus mencarinya. Kabar hilangnya korban juga sempat membuat heboh tetangga dan warga sekitar rumah. Baru pada Sabtu malam, 23 Februari 2019, korban pulang ke rumahnya.

“Saat ditanya, korban mengaku menginap di rumah salah seorang temannya. Karena curiga dengan perubahan tingkah laku anaknya, pihak keluarga mendesak supaya memberikan keterangan yang sebenarnya. Korban akhirnya mengaku sudah ditiduri pria yang baru dikenalnya,” kata Fathur.

Mendengar pengakuan itu, keesokan harinya, Minggu, 24 Februari 2019, keluarga korban langsung melaporkan kasus itu ke Mapolsek Semboro Kepolisian resort Jember. Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan. Berdasarkan minimal dua alat bukti sesuai KUHAP, polisi akhirnya menetapkan GN sebagai tersangka.

“GN selama ini dikenal tetangganya sebagai siswa putus sekolah yang gemar meminum minuman keras hingga mabuk. Tersangka GN, akhirnya kami tangkap di rumahnya pada hari Minggu sekitar jam setengah enam sore,” ucapnya.

Menurut Fathur, saat diinterogasi di Mapolsek Semboro, GN mengaku lebih dari sekali meniduri korban yang berasal dari kecamatan lain, yakni Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Pertama kali korban dipaksa menyerahkan kegadisannya, Jumat, 1 Februari 2019. Modusnya, tersangka GN menghubungi korban melalui WA, mengundang untuk datang ke rumahnya. 

Tersangka kemudian menyuguhkan miras oplosan. Selang satu jam kemudian tersangka mengajak dan menarik tangan korban untuk masuk ke kamar tidur. Tersangka membujuk korban untuk melakukan hubungan badan. Karena korban menolak, tersangka membuka paksa busana korban.

“Setelah melepas busananya dan selanjutnya saya meniduri korban. Setelah memakai baju dan celananya lagi, saya mengajak korban keluar dari kamar tidur dan duduk-duduk di ruang tamu. Saat itu masih menangis, kemudian saya antar pulang ke rumahnya. Perbuatan itu, terulang kedua kalinya, pada hari Selasa kemarin,” Fathur menjelaskan.

Fatur menambahkan, karena tersangka dan korban sama-sama masih di bawah umur, maka penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Unit perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Polisi menyita barang bukti yaitu satu buah kaus warna hitam tanpa kerah dengan motif mutiara bertuliskan pizza, milik korban. Satu buah celana panjang jenis kain jins warna biru muda, milik korban, satu buah celana dalam warna pink polos, dan bra.

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1), (2) Jungto pasal 76 D dan atau 82 ayat (1) Jungto 76 E, Undang-Undang Perlindungan anak, Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002, tentang tindak pidana setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, dan atau setiap orang dilarang melakukan tipu muslihat melakukan serangkain kebohongan atau membujuk untuk melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul.

“Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah,” ujar Fatur. 


Simak juga video pilihan berikut ini:

Mengenal Anoreksia Seksual, Kala Pasangan Tak Ada Nafsu Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Kalau mendengar kata anoreksia, tentunya kita berpikir tentang kelainan dalam makan. Namun, bagaimana dengan anoreksia seksual?

Istilah anoreksia seksual ini ternyata ada dan dipopulerkan oleh pakar seks Patrick Carnes. Menurut Carnes anoreksia seksual adalah penghindaran kompulsif terhadap aktivitas seks dan hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Dalam bukunya, Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Hatred, Carnes memasukkan anoreksia seksual sebagai bentuk kecanduan seks.

Carnes menjelaskan, anoreksia berarti tanpa nafsu makan (anoreksia berasal dari kata Yunani, orexis), jadi anoreksia seksual mengacu pada kurangnya nafsu seksual.

“Apa yang membuatnya menjadi bentuk kecanduan adalah penghindaran kompulsif dari seks,” katanya.

Lantas siapa saja yang bisa mengalaminya? Menurut Carnes, masalah soal gairah bercinta ini bisa memengaruhi pria maupun wanita.

2 dari 2 halaman

Bukan diagnosis resmi

Korban pelecehan seksual di masa lalu atau penolakan seksual paling sering terpengaruh dan seringkali tidak mengetahui alasan kesulitan mereka dalam berhubungan seks.

“Individu dengan anoreksia seksual mungkin juga memiliki masalah bersamaan dengan kecanduan lainnya, seperti kecanduan makanan, kecanduan zat, dan masalah obsesif atau didorong oleh kecemasan lainnya.”

Seseorang yang anoreksia seksual, kata Carnes, bisa melakukan hubungan seksual sesekali. Misalnya saja seorang anoreksia seksual mungkin tidak melakukan hubungan seksual kecuali ketika dia mabuk. Dalam hal ini, batas-batas kaku dalam berekspresi seksual hancur ketika hambatan diturunkan.

Terlepas dari kebencian mereka pada seks, lanjut Carnes, anoreksia seksual mungkin terlibat dalam hubungan seksual, termasuk pernikahan. Meskipun kualitas hubungan tersebut kemungkinan akan terganggu dengan menghindari seks.

Walau begitu, definisi anoreksia seksual bukan diagnosis resmi dalam American Psychiatric Association (APA)’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, terapis seks, konselor pasangan, dan psikolog sudah mengenal dengan baik kondisi penghindaran seks ini.

“Jika Anda atau pasangan mengalami kesulitan dengan perasaan Anda tentang seks atau ekspresi seksual, Anda mungkin bisa mendapatkan rujukan ke terapis seks,” pesan Carnes.



Saksikan juga video menarik berikut