Bawaslu: Guru Honorer Banten Akui Foto Pamer Stiker Prabowo di Sekolah

Jakarta – Keenam guru honorer SMA 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang telah menjalani pemeriksaan oleh Bawaslu Banten terkait pose dua jari sambil memegang stiker Prabowo-Sandiaga di sekolah. Keenam guru itu mengakui ada di foto yang kemudian viral itu.

Bawaslu Banten bersama Panwascam melakukan pemeriksaan terhadap keenam guru itu di kantor Panwascam Kronjo, pukul 16.00-20.00 WIB, Kamis (22/3). Keenam honorer itu berinisial AR, HN, KY, MK, SH, dan SA

“Sudah dipanggil semuanya hadir. Intinya sudah diperiksa dan mereka mengakui bahwa mereka ada dalam foto itu, mereka guru di sekolah tersebut,” kata Komisioner Bawaslu Banten Badrul Munir kepada detikcom di Serang, Banten, Jumat (22/3/2019).

Namun, Munir belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut bagaimana keenam guru honorer itu bisa melakukan pose dan pamer stiker Prabowo di sekolah sambil menggunakan pakaian dinas. Apalagi, foto tersebut kemudian jadi viral dan berujung pada pemecatan.

Munir menjelaskan pihaknya akan memanggil pihak lain terkait kasus tersebut. “Kami masih akan melakukan pemanggilan berikutnya terhadap pihak lain yang kita butuhkan terkait peristiwa ini,” jelasnya.

Menurut Munir, para honorer itu juga mengakui sudah diberikan sanksi oleh pimpinan mereka. Namun, sambung Munir, Bawaslu belum menentukan ada atau tidaknya sanksi tambahan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan rampung.

“Sanksi kan nanti kalau memang ada hal-hal yang mungkin layak diberikan sanksi. Walaupun memang (mereka) memberi informasi sudah diberikan sanksi oleh dinas,” pungkasnya.

Rencananya, pemeriksaan akan dilanjutkan pada beberapa pihak. Pemeriksaan akan dilakukan di Panwascam Kronjo, Tangerang.

(bri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Guru Honorer Banten yang Dipecat Pamer Stiker Prabowo-Sandi di Sekolah

Jakarta – Enam guru honorer yang pose dua jari sambil pegang stiker Prabowo-Sandi dipecat oleh Pemrov Banten. Keenamnya dipecat dari honorer guru SMA 9 Kronjo, Tangerang karena berpose sambil memajang foto Prabowo-Sandi di ruang guru.

“Foto di ruang guru. Jadi ini kan aktivitas politik praktis. Fotonya di sekolah dan kedua yang bersangkutan menggunakan atribut pemerintah termasuk gajinya dari pemerintah dari APBD,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin kepada detikcom di Serang, Banten, Kamis (21/3/2019).

“Mereka pose dan pamer gambar Prabowo-Sandi di Mana?” tanya wartawan.

“Di ruang guru,” jawab Komarudin.

Komarudin mengatakan, keenamnya langsung diperiksa oleh kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setelah foto pose dukungan politik mereka menyebar di media sosial pada Senin (18/3) lalu. Sehari setelah itu, langsung keluar surat keputusan pemberhentian sebagai guru honorer.

Sementara, keenamnya mengaku mendapatkan stiker Prabowo-Sandi dari seseorang. Karena ingin mencoba handphone baru, mereka langsung mengambil foto sambil pose dua jari dan memegang stiker.

“Alasannya katanya ada yang memberi itu posternya. Terus foto ada yang punya handphone baru, jadi tidak sengaja. Menurut penilaian kita ada unsur kesengajahaan, ada poster dan pose diatur,” tegas Komarudin.

Keenam guru honorer ini ada yang telah mengajar 2 sampai 10 tahun di SMA 9 Kronjo. Ada guru matematika sampai olah raga. Sementara, untuk mengganti kekosongan, pihak Dinas Pendidikan melalui kantor cabang di Tangerang akan mencari guru pengganti.
(bri/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bus Penuh Anak Sekolah Dibakar Sopir yang Marah di Italia

Milan – Sebuah bus berisi penuh anak-anak sekolah dibakar oleh sopirnya di pinggiran Milan, Italia, kemarin. Aksi tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tenggelamnya migran di Laut Tengah.

Semua anak-anak di dalam bus berhasil meloloskan diri tanpa ada yang cedera sebelum bus itu dilalap api. Polisi mengatakan pengemudi bus adalah seorang warga Italia keturunan Senegal.

“Dia berteriak ‘Hentikan kematian di laut. Saya akan melakukan pembunuhan massal’,” kata juru bicara kepolisian, Marco Palmieri, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/3/2019).

Bus Penuh Anak Sekolah Dibakar Sopir yang Marah di ItaliaFoto: Bus yang dibakar di Italia (Reuters)

Sebuah video yang diunggah di laman-laman berita Italia menunjukkan sopir tersebut menabrakkan bus ke mobil-mobil di satu jalan bebas hambatan provinsi sebelum kebakaran itu terjadi. Anak-anak terlihat berlarian menjauh dari kendaraan sambil menjerit dan berteriak “kabur”.

Salah seorang anak mengatakan kepada wartawan bahwa pengemudi itu telah mengancam akan menyiram bensin kepada mereka dan membakarnya. Salah seorang dari mereka berhasil menghubungi polisi, yang segera datang ke tempat kejadian dan memastikan semuanya selamat.

Palmieri mengatakan beberapa anak dibawa ke rumah sakit sebagai langkah berjaga-jaga karena mereka mengalami memar dan dalam keadaan kaget. Tapi tak seorang pun yang menderita luka parah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sebanyak 2.297 migran tenggelam atau menghilang di Laut Tengah tahun 2018 saat mereka berusaha mencapai Eropa.
(mae/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Drama Bahagia Kasus Siswa Pukul Kepala Sekolah

Liputan6.com, Pekanbaru- Siswa kelas XII SMA 2 Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, inisial ADT yang menjadi tersangka pemukulan kepala sekolahnya bisa bernafas lega. Dia terbebas dari ancaman pidana karena sang guru, Bambang Fajrianto berlapang hati memaafkannya.

Humas Polres Indragiri Hulu Ajun Inspektur Dua Misran menyebut perdamaian antara siswa dan kepala sekolah terwujud setelah dilakukan mediasi pada Senin, 18 Maret 2019. Kapolsek Kelayang Ajun Komisaris Rinaldi Parlin ikut menengahi perkara ini.

“Kepala Dinas Provinsi Riau H Rudiyanto juga ikut memediasi bersama beberapa Kabid dan kepala desa,” kata Misran, Selasa malam, 19 Maret 2019.

Selama mediasi berlangsung, baik siswa dan kepala sekolahnya, menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga berujung kekerasan. Siswa ADT rupanya sakit hati karena orang tuanya dipanggil akibat tak mampu bayar uang sekolah.

ADT bahkan diancam tidak boleh ikut ujian, meskipun saat kejadian pada 14 Maret 2019 sang ibu sudah datang ke sekolah dan membayar separuh uang sekolah. ADT marah ibunya dibuat seperti itu sehingga mengamuk di luar ruangan belajar.

ADT juga tidak terima almarhum ayahnya disebut-sebut dalam kejadian itu. Lalu dia menantang kepala sekolah berkelahi hingga terjadi pemukulan. Kepala sekolah tidak melawan dan mempolisikan siswanya itu.

“ADT mengaku salah dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” kata Misran.

Simak video pilihan berikut:

simak video pilihan berikut:

Masjid dan Sekolah di Belanda Dijaga Ketat Usai Penembakan Utrecht

Amsterdam

Polisi di Belanda menangkap seorang laki-laki yang diduga menewaskan tiga orang dalam insiden penembakan di atas trem di kota Utrecht, hari Senin (18/03).

Unit antiteror kepolisian mengepung satu gedung dan melakukan sejumlah penggerebekan sebelum menangkap laki-laki tersebut.

Sebelumnya polisi menyebar foto laki-laki berusia 37 tahun kelahiran Turki bernama Gokmen Tanis.

Jaksa mengatakan Tanis pernah berurusan dengan polisi.

Polisi Belanda Polisi Belanda terlihat mengepung satu rumah di Utrecht. (EPA)

Insiden penembakan di Utrecht, yang terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang, mendorong pihak berwenang setempat memperketat pengamanan di seluruh negeri.

Selain menewaskan tiga orang, tersangka pelaku juga menyebabkan beberapa lainnya luka-luka.

Pengamanan yang diperketat meliputi sekolah, masjid, terminal dan gedung-gedung pemerintah.

Layanan kereta dan tram di Utrecht untuk sementara dihentikan. Ancaman keamanan di Utrecht dinaikkan ke level tertinggi.

Tram Pria bersenjata menembak secara membabi buta di tram. (EPA)

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan ia sangat prihatin dan pemerintah menggelar rapat darurat untuk menangani peristiwa itu.

Pria kelahiran Turki

Para pejabat mengatakan Tanis melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai mobil.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen mengatakan peristiwa itu digolongkan sebagai serangan teror.

Jaksa mengatakan meski demikian motif yang sebenarnya belum diketahui dan ada kemungkinan insiden ini terkait dengan masalah keluarga.

Polisi Belanda Aparat keamanan menyisir kawasan di dekat lokasi kejadian. (EPA)

Universitas Utrecht menutup seluruh gedung di kampusnya dan melarang orang masuk atau keluar lingkungan.

“Seorang pria menembak secara membabi buta,” tutur seorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Seorang saksi mata lainnya mengatakan ia melihat seorang perempuan luka, tangannya berdarah yang juga mengenai pakaiannya.

“Saya membawanya ke mobil dan memberikan bantuan kepadanya,” ujarnya kepada lembaga penyiaran NOS.

Seorang pengusaha setempat kepada BBC mengatakan Tanis pernah bergabung dengan kelompok bersenjata di Chechnya.

Di kawasan ini ada beberapa kelompok radikal, beberapa di antaranya menyatakan berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

“Ia pernah ditahan polisi karena punya hubungan (dengan ISIS) tapi ia kemudian dibebaskan,” kata pengusaha tersebut.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Prabowo Menang, Pelajar Sekolah Libur Sebulan Selama Ramadan

Liputan6.com, Jakarta – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzhar Simanjutak mengatakan, Prabowo-Sandiaga akan meliburkan kegiatan belajar di sekolah selama Bulan Ramadan, bila menang di Pilpres 2019.

Menurut Dahnil, libur selama sebulan saat Ramadan merupakan tradisi baik di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang perlu dilanjutkan.

Tak hanya ditingkatan sekolah dasar hingga menengah atas, libur satu bulan juga diberlakukan bagi mahasiswa.

“Kita mengikuti tradisi, ingin melanjutkan tradisi kiai Pak Abdurrahman Wahid. Kita ingin melanjutkan tradisi Gus Dur dulu yang ketika Ramadan diliburkan penuh, seluruh siswa termasuk kampus ya,” kata Dahnil di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dahnil juga menjelaskan pentingnya meliburkan pelajar saat Ramadan. Salah satu alasannya agar para pelajar bisa fokus belajar ilmu agama. 

“Tentang akhlak selama satu bulan itu. Jadi nanti kementerian pendidikan akan buat kebijakan terkoneksi dengan masjid, pesantren, supaya anak-anak kita semuanya diarahkan pada pendidikan agama Islam,” ungkap dia. 

BPN Usul Sekolah Libur Sebulan saat Ramadan, TKN Tak Setuju

BPN Usul Sekolah Libur Sebulan saat Ramadan, TKN Tak Setuju Sekjen Perindo Ahmad Rofiq (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengaku tak sepakat dengan usulan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan meliburkan anak sekolah selama bulan Ramadan, Jika diterapkan, TKN menilai kebijakan itu tidak efektif bagi dunia pendidikan Indonesia.

“Islam itu mengajarkan produktivitas, jadi Nabi Muhammad itu juga nggak berikan pengecualian buat waktu ke waktu, hanya ada satu bulan yang memang istimewa, siapapun yang buat kebaikan akan diberikan pahala yang berlipat-lipat itu artinya bahwa kalau itu diliburkan maka produktivitas akan berkurang, sementara juga umat Islam di Indonesia kan masih dalam hal mayoritas berada ketertinggalan, kalau diliburkan nambah tertinggal lagi. Jadi saya kurang sependapat,” ujar Wakil Sekretaris TKN, Ahmad Rofiq kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).

Dia menilai seharusnya saat bulan puasa anak-anak sekolah justru dimaskimalkan belajarnya agar ada keseimbangan antara ibadah dan mencari ilmu.

Rofiq justru mengusulkan agar formasi pendidikan saat bulan Ramadan itu diubah lebih maksimal lagi. Dia meminta agar semua sekolah dan kampus membuat suatu kegiatan agar bulan Ramadan lebih bermakna dibandingkan bulan lainnya.

“Artinya bahwa nggak boleh ada satu kegiatan yang buat bulan ramdahan nggak bermakna, bulan Ramadan harus kerja keras, jangan jadikan bulan Ramadan bulan tidur, bulan yang nggak produktif bulan yang membuat kita kehilangan banyak hal,” usulnya.

Sebelumnya Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merencanakan akan meliburkan sekolah 1 bulan penuh selama puasa. Tujuan libur selama puasa itu agar para siswa bisa memanfaatkan untuk kegiatan pesantren kilat.

“Tentunya ini merupakan satu terobosan agar 1 bulan ini bisa digunakan para siswa untuk mungkin mengikuti pesantren kilat, menggunakan kesempatan ini juga, menghabiskan waktu bersama keluarga, membangun kedekatan keluarga dalam era informasi teknologi yang begitu intensitasnya tinggi,” ujar Sandiaga usai menghadiri konsolidasi juru kampanye nasional BPN Prabowo-Sandi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).
(zap/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jika Menang, Sandiaga Uno Liburkan Sekolah Sebulan Penuh Saat Ramadhan

Sandiaga melihat, di era reformasi teknologi yang tinggi banyak siswa yang lebih intens memanfaatkan waktu dengan gadget. Maka dari itu, perlu membangun kedekatan bersama keluarga saat liburan penuh satu bulan tersebut.

“Mereka banyak waktunya habis di gadget, juga kesempatan ramadhan ini untuk mendekatkan mereka ke tentunya membangun karakter yang kuat, karakter yang berakhlakul karimah, itu harapan kita,” terangnya.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut bakal memberi pemaparan terkait hal itu saat debat cawapres pada Minggu 17 Maret mendatang.

“Kalau misalnya keluar lagi di saat debat kita akan memberikan penekanan khusus,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Ada Daging Busuk Menjijikkan di Kantin Sekolah China, Publik Marah

Beijing

Salah satu sekolah menengah paling bergengsi di Cina menjadi sasaran kemarahan publik setelah tumpukan makanan berjamur yang kedaluwarsa ditemukan di dapur kantinnya.

Roti berjamur dan daging busuk ditemukan di Sekolah Menengah Chengdu No 7.

Kepada BBC, salah satu orang tua mengatakan makanan itu “bau dan menjijikkan” dan membandingkannya dengan kotoran babi.

Pihak sekolah telah meminta maaf seraya mengatakan sangat “malu” dengan kejadian tersebut.

Skandal keamanan pangan tidak jarang terjadi di Cina dan mereka sering membuat pihak berwenang berjuang untuk meredakan kemarahan publik.

Bagaimana skandal makanan busuk ini bermula?

Skandal itu pertama kali muncul pada Senin (11/3), ketika sekelompok orang tua diundang untuk menghadiri acara penanaman pohon di sekolah tersebut, yang berada di ibu kota Provinsi Sichuan.

Ketika di sekolah, sekelompok orang tua menemukan roti berjamur, daging, serta boga bahari yang busuk di dapur kantin.

Tidak jelas mengapa mereka memilih untuk mampir ke dapur, tetapi satu orang tua yang berbicara kepada wartawan BBC, Lulu Luo, merujuk sebuah insiden awal November lalu di mana banyak anak sekolah menderita sakit perut, sembelit, dan berbagai penyakit lainnya.

Apa yang tampak seperti makanan laut dan daging terlihat di kotak kardus

“[Benda-benda itu terlihat seperti] telah berada di lemari es selama bertahun-tahun, [itu] tampak seperti daging zombie,” kata seorang ayah, yang putri dan putranya yang terdaftar sebagai siswa di sekolah itu.

“Saya mencium bau daging babi, itu bau. Ada jahe, yang tampak menjijikkan juga.”

Menurut sang ayah, biaya sekolah swasta sebesar 39.000 yuan atau setara Rp82 juta per tahun – sekitar 20 kali lipat dari biaya sekolah negeri.

“Kami bahkan tidak membiarkan anak-anak menyantap sisa makanan di rumah … Saya menghabiskan puluhan ribu dolar dan anak-anak saya makan kotoran di sana,” katanya.

“Saya tidak berani memberi tahu putra bungsu saya … Saya khawatir dia mungkin tidak berani makan makanan kantin setelah itu. Putri saya mengatakan dia sakit perut. Saya [mengatakan] kepadanya bahwa dia mungkin baru saja selesai berolahraga.

“Hati saya hancur karenanya.”

Bagaimana reaksi orang tua?

Sekelompok orang tua berbagi foto di media sosial, yang segera ditemukan oleh orang tua lainnya.

Menurut orang tua yang sama, sekolah segera memindahkan makanan berjamur itu dengan dua truk.

Satu truk dicegat dan dihentikan oleh sekelompok orang tua yang berdatangan ke sekolah untuk memprotes, katanya.

Video yang muncul di media sosial pada Rabu (13/3) menunjukkan ratusan orang tua yang marah menggelar aksi protes di luar gerbang sekolah.

Polisi terlihat menggunakan kekerasan terhadap mereka. Sebuah rekaman video menunjukkan sekelompok polisi membanting seorang pria ke tanah.

Dalam video lain, orang tua terlihat memegangi mata mereka kesakitan, dengan beberapa kantor berita lokal mengatakan polisi menggunakan semprotan merica terhadap mereka.

Polisi Chengdu kemudian mengunggah pernyataan di Weibo yang mengatakan 12 orang telah ditangkap.

Dikatakan para orang tua “sangat mengganggu” lalu lintas dan menghina polisi. Mereka kemudian dibebaskan pada hari yang sama.

“Mengapa mereka harus dipercaya?”

Stephen McDonell, koresponden BBC Cina

Orang-orang di luar negeri kadang-kadang keliru berpikir bahwa tidak ada banyak protes di Cina. Sebenarnya, perbedaan pendapat cukup sering terjadi dan dapat meletus tiba-tiba.

Jika anggota keluarga terluka, terutama ketika berada di bawah perawatan sekolah atau taman kanak-kanak atau rumah sakit, maka masyarakat yang teratur dan tenang dapat berubah menjadi aksi kemarahan yang menjalar ke jalanan.

Obat-obatan yang salah, susu bubuk yang tercemar, penipuan investasi, dan anggapan pelecehan siswa di bawah pengawasan para guru semuanya memicu kemarahan publik yang ditujukan kepada para pejabat yang tugasnya menjaga keamanan masyarakat.

Jika Partai Komunis Cina tidak terlalu khawatir tentang insiden ini, mereka semua bisa menyebabkan runtuhnya kepercayaan publik terhadap sistem.

Jika pejabat lokal bahkan tidak bisa memberikan makan siang anak-anak sekolah yang tidak berjamur, mengapa mereka harus dipercaya?

Apa yang dikatakan sekolah?

Sekolah Chengdu mengeluarkan permintaan maaf, dan mengatakan akan berhenti mengambil makanan dari pemasok saat ini.

Sekolah ini adalah salah satu yang paling bergengsi di Cina dan di masa lalu dinobatkan sebagai salah satu “10 sekolah swasta terbaik di Cina”.

Pihak sekolah menyebutkan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan ditangani oleh hukum, mengaku “malu” oleh insiden itu dan bahwa itu tidak akan terjadi lagi.

Namun, orang tua yang berbicara dengan BBC mengatakan kasus itu bukan “insiden kecil”, mengingat pemasok yang sama melayani “lebih dari 100.000 siswa dari 20 sekolah”.

Pemerintah kabupaten Wenjiang – distrik di Chengdu tempat sekolah itu berada – mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu yang mengatakan delapan orang yang bertanggung jawab atas keamanan makanan di sekolah sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Dikatakan bahwa 36 siswa dari sekolah telah dirawat di rumah sakit setempat untuk pemeriksaan.

Pemerintah distrik juga mengatakan bahwa makanan mentah akan dikirim untuk pengujian, seraya menambahkan bahwa “investigasi yang komprehensif dan mendalam” akan digelar untuk masalah ini.

“[Kami akan] dengan tegas mengadopsi kebijakan tanpa toleransi. Mereka yang terlibat akan ditangani secara serius,” kata departemen pers distrik itu dalam pernyataan di Weibo.

Awal tahun lalu, sebuah sekolah internasional di Shanghai ditemukan telah menyajikan makanan kadaluwarsa kepada para siswanya.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kasus Istri Gubernur Sumbar Caleg PKS Kampanye di Sekolah Disetop

Jakarta – Bawaslu menyatakan istri Gubernur Sumatera Barat, Nevi Zuairina Irwan Prayitno, tak terbukti melakukan pelanggaran kampanye di sekolah. Namun Bawaslu menemukan dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh enam kepala sekolah dan satu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.

Hal itu tertuang dalam putusan Bawaslu bersama Gakkumdu Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam putusan bernomor 130/K.Bawaslu.SB-04/PM.05.02 itu dijelaskan bahwa, temuan dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu oleh Nevi tidak memenuhi unsur pidana Pemilu sebagaimana pasal 280 ayat 1 huruf h jo pasal 521 Undang Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Sehingga kasus tersebut tak dilanjutkan ke penyidikan.

“Namun dari hasil klarifikasi dan penyelidikan tersebut kita menemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Perundang-undangan lainnya yaitu terkait netralitas ASN dalam Pemilu 2019,” jelas Ketua Bawaslu Lima Puluh Kota, Yoriza Asra kepada detikcom, Kamis (14/3/2019).

Yoriza mengatakan, pelanggaran netralitas ASN tersebut melibatkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV yang membawahi Payakumbuh, Lima Puluh Kota dan Tanah Datar dan enam kepala sekolah. Enam kepala sekolah tersebut adalah Kepala SMK N 1 Kecamatan Guguak, Kepala SMKN 2 Kecamatan Guguak, Kepala SMKN Pangkalan Koto Baru, Kepala SMKN Pertanian dan Peternakan Padang Mengatas, Kepala SMKN 1 Kecamatan Luak dan Kepala SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh.

“Pelanggaran itu kita teruskan kepada Bawaslu provinsi untuk selanjutnya dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta,” katanya.

Nevi Zuairina merupakan Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Sumbar II. Ia dilaporkan ke Bawaslu karena dugaan melakukan kampanye di SMKN 2 Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumatera Barat itu hadir di sekolah tersebut pada 31 Januari 2019 lalu. Istri Gubernur Sumbar itu dilaporkan membagi-bagikan bahan kampanye dalam bentuk kartu nama.

Namun dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan terhadap Nevi diketahui bahwa yang membagikan bahan kampanye berupa kartu nama tersebut bukan yang bersangkutan, melainkan salah satu ASN yang hadir. ASN itulah yang kemudian membagi-bagikan kepada kepala sekolah yang hadir.

(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>