Sejumlah Rumah Makan di Cirebon Disinyalir Belum Laik Sehat

Liputan6.com, Cirebon – Maraknya tempat makan maupun restoran menjadi penunjang terhadap peningkatan wisata di Cirebon, baik yang tradisional maupun modern.

Namun, produk makanan yang disajikan di tempat makan yang ada di Kota Cirebon tersebut disinyalir tidak menjamin kelayakan kesehatan.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Cirebon Sri Laelan Erwani mengatakan, pentingnya sertifikasi laik konsumsi agar penikmat kuliner di Cirebon percaya terhadap makanan-makanan yang disajikan restoran di Cirebon.

“Sertifikat itu dikeluarkan dinkes melalui berbagai tahapan dan pendampingan sebelumnya. Biasanya, penyaji makan memasang sertifikat yang kami keluarkan di dekat pintu masuk,” kata Sri Laelan.

Laelan mengatakan terus melakukan pendekatan persuasif menyadarkan masyarakat akan pentingnya sertifikat ketika makan di tempat makan.

Dia mengaku sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada pemilik rumah makan. Namun, tidak semua pemilik rumah makan tergerak untuk membuat sertifikat laik sehat.

“Kalau sudah kejadian seperti keracunan baru ke kami mengajukan sertifikat,” sebut Laelan.

Dia menyampaikan, dalam proses mengeluarkan sertifikat tersebut, Dinkes Kota Cirebon akan melakukan pembinaan. Petugas akan datang meninjau dapur rumah makan tersebut untuk melakukan pengecekan.

Mulai dari kandungan gizi, cara mengolah makanan, menyimpan, menyajikan, hingga kondisi kebersihan di dalam dapur dan sanitasi. Jika rumah makan tersebut tidak ada sertifikat laik sehat, maka ada risiko penularan penyakit seperti tipes hingga diare hingga penyakit menular lain melalui makanan dan lingkungan yang tidak sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *