Data Soal Produksi Beras dan Jagung Dinilai Memuaskan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai telah cukup berhasil membenahi tata kelola informasi produksi pertanian dibandingkan era sebelumnya.

Demikian dikemukakan anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip, Sabtu (16/8/2019).

Urip menuturkan, penataan informasi pertanian itu terbukti dengan ketegasan Presiden Joko Widodo mengembalikan segala sumber datanya kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

“Misalnya data beras, kan tetap stoknya lebih. Perbedaannya kan cuma hitungan kuantitasnya sebelum disampaikan resmi oleh BPS,” ucap Urip.

Menurut Urip, kalaupun terjadi selisih akurasi jumlah ketersediaan beras nasional, lebih kepada aspek teknis menyangkut metodologi perhitungan di lapangan saja.

Namun untuk yang pembahasan substantif terkait ketersediaan serta hasil produksinya, secara nyata telah terbukti memuaskan dengan surplus beras di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Yang terjadi kan sudah lama sebelum pemerintahan Joko Widodo banyak data, ternasuk pertanian, tidak terungkap jelas. Justru sekarang kita semua tahu,” ujar Urip.

Oleh sebab itu, Urip menampik tudingan bahwa pada masa pemerintahan Joko Widodo terjadi kesemrawutan data pertanian subsektor beras.

“Pikiran keliru kalau mengatakan data pertanian, seperti beras, tidak akurat. Sekarang kan justru semua transparansi informasi datanya,” kata Urip.

Sedangkan Dekan Fakultas Pertanian IPB Suwardi menyoroti mengenai pembahasan impor jagung yang menjadi polemik beberapa waktu lalu.

Suwardi mengungkapkan, data produksi jagung memang menunjukkan surplus. Kendati begitu, bukan jaminan bahwa surplusnya stok jagung mampu memenuhi segala kebutuhan konsumsi nasional.

2 dari 2 halaman

Kendala Distribusi

Dia berpendapat, ada faktor distribusi yang dapat saja menjadi kendala. Sedangkan kebutuhan jagung, misalnya untuk pakan ternak, memerlukan kuota amat besar dan cepat.

“Distribusi memerlukan waktu dan juga harga mungkin lebih mahal dari pada impor. Ini kebutuhan khusus yang mungkin perlu impor. Jadi impor untuk tujuan tertentu bisa diperlukan supaya industrinya baik,” kata Suwardi.

Sementara itu, pengamat ekonomi pertanian IPB Adi Hadianto beranggapan, impor pangan strategis seperti beras dan jagung dapat saja merupakan cara harus dilakukan pemerintah untuk memenuhi permintaan ketika pasokan dalam negeri tidak cukup. 

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno mulai kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo jelang debat calon Presiden kedua tanggal 17 Februari yang membahas energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan.

Untuk sektor pertanian, Prabowo dan Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah tak mempunyai data akurat sehingga gemar impor pangan, seperti beras dan jagung yang padahal disebutkan surplus.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Hidayat Nur Wahid: Fakta Sejarah Ungkap Peran Umat Islam dalam Tegaknya NKRI

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia untuk mempelajari fakta sejarah peran umat Islam menegakkan NKRI.

Hal tersebut sangat penting sebagai pembelajaran dan tambahan pemahaman di tengah-tengah maraknya mispersepsi yang kadang sangat berlebihan tentang Islam dan umat Islam Indonesia.

Salah satunya adalah peristiwa fenomenal mosi integral yang dilakukan seorang ulama, cendikiawan Islam, politikus Islam, pejuang kemerdekaan Indonesia dan Ketua Fraksi Partai Masyumi di DPR RIS era 1950-an Mohammad Natsir.

Hal tersebut dikatakan HNW di hadapan sekitar 300 lebih Pimpinan dan anggota Lembaga Tahfidz Qur’an Jauharul Iman serta masyarakat umum peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di GOR Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Mosi Integral gagasan Natsir ini, lanjut HNW, dikemukakan Natsir pasa parlemen RIS tahun 1950. Mosi gagasannya inilah yang menyatukan kembali Indonesia dalam wadah NKRI yang sebelumnya berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS yang dibentuk tahun 1949 adalah hasil kesepakatan Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda yang disaksikan oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan negara serikat yang memisah-misahkan Indonesia dalam beberapa negara bagian yang sangat ditentang Natsir.

“Gagasan Natsir dalam Mosi Intgralnya ini kemudian diterima parlemen dan kembalilah Indonesia dalam NKRI hingga kini tetap ada dan terjaga. Inilah benang merahnya bahwa tidak mungkin Islam dan umat Islam Indonesia bertolak belakang dengan konsep dan realisasi NKRI,” ujar Hidayat.

2 dari 2 halaman

Jaga Warisan Ini

Pengetahuan dan pemahaman tersebut dikatakan HNW sangat penting, apalagi kepada generasi muda milenial bahwa seluruh elemen bangsa Indonesia termasuk Islam memiliki peran dan kiprah yang besar dalam pembentukan NKRI hingga kini.

“Umat Islam Indonesia saat ini juga harus menjaga warisan dari para pendahulunya tersebut bahkan harus lebih baik perannya, harus proaktif untuk agama dan negara. Jangan sampai masa bodoh dan terkesan ‘cuek’ dengan segala permasalahan yang menghambat kemajuan bangsa dan negara,” tandasnya.

Sosialisasi Empat Pilar hasil kerjasama MPR RI dengan Lembaga Tahfidz Qur’an Jauharul Iman ini sendiri berlangsung selama setengah hari yang sangat disambut antusias peserta sosialisasi.

Gaya pemaparan materi yang dilakukan HNW yang diselingi dengan candaan-candaan ringan dan cerdas mampu meraih perhatian peserta yang kebanyakan generasi muda dan kaum ibu.


Saksikan video pilihan berikut ini:

BPN: Prabowo akan Bawa Catatan Data di Debat Capres

JakartaCapres Prabowo Subianto disebut akan membawa catatan data-data dalam debat capres kedua. Data-data ini sebagai pegangan saat Prabowo beradu gagasan dengan capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Ya (data) statistik, detail, siapa tahu diperlukan ya. Data-data pertumbuhan ekonomi, impor beras, data-data impor BBM, data-data yang siapa pun bisa mendapatkan. Nanti yang dinilai kan bukan datanya, tapi bagaimana membawakan dan menggunakan data itu,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Prabowo ditegaskan Sudirman tak pernah ‘rewel’ soal aturan main yang ditetapkan KPU pada debat capres. Segala keputusan KPU, dihormati Prabowo dan Sandiaga.

“Kalau sontekan kan soalnya ini, jawabannya ini. Itu kan notes saja untuk jaga-jaga kalau diperlukan, dan belum tentu diperlukan,” kata Sudirman menegaskan catatan data yang akan dibawa Prabowo.

Soal debat bertema energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA), Prabowo menurutnya akan membawa konsep kebaruan. Sebab, pemerintahan saat ini disebut Sudirman tidak berhasil membawa perubahan yang lebih baik.

“Sudah diberi waktu hampir 5 tahun, dari segi energi tadi, ternyata banyak sekali ketinggalan. Tidak ada kemajuan, 6 kilang yang rencana, tidak satu pun progres. Listrik 35.000 MW, saya kira tidak sampai 30 persen selesai gitu, kemudian beberapa hal, soal Blok Masela dan segala macam,” kata Sudirman.

“Sementara bagi Prabowo sebagai penantang baru, dia menawarkan kebaruan dan harapan. Sekarang kita serahkan pada masyarakat. Kalau masyarakat percaya pada harapan ini, maka dukungan akan mengalir pada Pak Prabowo,” imbuh dia.

Debat capres kedua digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/2). Ada 6 segmen debat, salah satunya tanya jawab capres lewat film/video yang diputar terkait tema debat.
(fdn/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ruang Komersial di Sawangan Siap Booming

Liputan6.com, Jakarta – Wilayah Sawangan dan sekitarnya sejak sepuluh tahun terakhir punya perkembangan yang cukup signifikan. Harus diakui, perkembangan ini didorong oleh kebutuhan akan hunian dan segala fasilitasnya yang dinamis.

Hal ini juga dipicu karena belakangan pembangunan Kota Depok memang mengarah ke Sawangan, setelah kawasan ‘élit’ Margonda mulai jenuh. Rencana pembangunan infrastruktur dan lokasi yang strategis, membuat Sawangan memiliki potensi perkembangan yang besar.

Begitupun untuk fasilitas kawasannya seperti sarana kesehatan, pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas yang mendukung gaya hidup.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Hal ini juga, yang mendasari jaringan toko swalayan Farmers Market untuk membuka gerai ke-23 di CitraLake Sawangan, Depok. Berada di kawasan komersial CitraLake Food Festival (Ciffest) seluas 4.000m2, di mana Farmers Market menempati area seluas 1.000m2.

Meshvara Kanjaya, CEO PT Supra Boga Lestari mengatakan, dipilihnya perumahan CitraLake Sawangan lantaran kawasan tersebut merupakan area yang sedang tumbuh. Hal ini terlihat dari penduduknya yang didominasi kalangan menengah dan menengah “sedikit atas”.

“Sebelum dibuka kami sudah melakukan survei dan hasilnya cukup optimis. Bahwa pasar di sini sangat potensial. Meski dalam setahun dua tahun ke depan, kami belum mengharapkan breakeven, namun kami yakin trennya akan terus naik,” ujarnya.

Selain itu, kata Meshvara, optimisme tersebut juga karena lokasinya berada di proyek Grup Ciputra, yang dalam setiap pengembangan  proyek properti selalu sukses mengintegrasikan antara kawasan residensial dan area komersial.

(Ingin tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!)

Sementara itu Nararya Ciputra Sastrawinata selaku Director PT Ciputra Residence mengungkapkan, pembukaaan swalayan ternama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan, dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan hidup untuk penghuni.

Di samping itu, manajemen juga berharap adanya peningkatan value kawasan dan properti yang dimiliki konsumen CitraLake Sawangan. Baca juga: Panduan Lengkap Beli Hunian Pertama

“Setelah ini, ke depan menyusul pembukaan tenant-tenant unggulan. Kami berharap kerjasama seperti ini membuahkan win win solution semua pihak, terutama konsumen dalam dan luar kawasan perumahan ini,” jelasnya.

Terkait perkembangan hunian, CitraLake Sawangan kini tengah menyiapkan beberapa produk yang akan dirilis tahun ini. Salah satunya, rumah compact tipe sedang yang permintaannya cukup tinggi.

“Di awal semester dua, kami punya proyek baru yakni townhouse di jalur utama (boulevard). Produknya semi ruko alias rumah yang bisa juga difungsikan sebagai properti komersial, dengan unit sangat berbatas,” ucap Edwin Wardhana, General Manager CitraLake Sawangan.

(Simak Review Properti dari Rumah.com yang disajikan secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya) 

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Timses: Jokowi Andalkan Jatim untuk Menang di Pilpres 2019

Jember – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (Purn) Mahfud Arifin menargetkan kemenangan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin 70 persen di Jember. Target tersebut sama dengan target kemenangan Jawa Timur.

Dengan prosentase kemenangan tersebut, Mahfud berharap para tim kampanye di daerah untuk proaktif. Dan khusus Jember, dapat meraih kemenangan yang sama seperti Pilpres tahun 2014.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Deklarasi dan Raker Barisan Relawan Penggerak Desa (BRIGADE) 01 di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Jalan Nusa Indah, Kecamatan Patrang, Sabtu (16/2/2019).

“Saat saya menemui Presiden beberapa waktu lalu, beliau berpesan agar Jawa Timur harus dipertebal. Karena kekuatan itu ada di Jatim,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi wartawan usai deklarasi.

Segala titik kelemahan segera diisi oleh para relawan. Dari kampung ke kampung, desa ke desa. Sampai level paling bawah untuk terus diberi pemahaman.

“Karena untuk target sendiri, apalagi dari Jember ini cukup kuat, untuk mendukung Jember. Tinggal mempertebal (perolehan suara) apalagi dulu pada tahun 2014 (Pilpres), kita menang. Aura kemenangan terasa kuat kok,” ujar Mantan Kapolda Jatim ini.

Apalagi didukung partai, bupati dan pimpinan DPRD, lanjutnya, yang semuanya koalisi untuk memenangkan Jokowi-Amin.

“Pak Jokowi Jelas hasilnya, didukung partai yang jelas, tinggal perkuat lah. Untuk kampanye pun, boleh kok tiap Sabtu dan Minggu, bupati dan pimpinan DPRDnya,” tandasnya.

Lebih jauh terkait upaya untuk mempertebal target perolehan suara di wilayah Jawa Timur. “Yakni wilayah Mataraman, Jember beberapa titik, Bondowoso, dan Madura juga sudah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BRIGADE 01 Jember Ayub Junaidi menyampaikan, pihaknya sudah komitmen dan siap untuk mendukung Jokowi-Amin menang dalam Pilpres 17 April mendatang.

“Upaya kami, di tiap TPS ada relawan. Totalnya ada 7.666 orang dan siap untuk kemenangan Jokowi,” tandasnya.

Machfud meminta doa dan dukungan agar Jember dan Indonesia semakin maju ke depan di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf. Hal itu dilakukan aat bertemu dengan para ulama di Ponpes Raudlatul Ulum.

“Pilpres ini bukan cuma soal Pak Jokowi, bukan soal Kiai Maruf. Tapi upaya kita menghadang kelompok tertentu yang sedang membajak demokrasi untuk mengingkari NKRI dan Pancasila. Kita harus lawan. Caranya bagaimana? Coblos Jokowi,” ujarnya.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Migo Dilarang Polisi Mengaspal di Jakarta, Ini Ketentuannya

Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan sepeda listrik Migo dilarang beroperasi di jalanan Ibu Kota. Migo tidak boleh mengaspal sebelum mengantongi izin operasi.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir menjelaskan ketentuan operasional sepeda listrik diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

“Jadi, kendaraan sepeda listrik itu ada batasan kecepatannya. Ketentuannya diatur dalam Pasal 12 ayat (3) PP No 55 Tahun 2012,” kata Nasir saat dihubungi detikcom, Jumat (15/2/2019) malam.

Pasal 12 ayat (3) PP No 55 Tahun 2012 berbunyi:

“Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b sampai dengan huruf e tidak berlaku untuk Kendaraan Bermotor yang dirancang dengan kecepatan tidak melebihi 25 (dua puluh lima) kilometer per jam pada jalan datar.”

Sedangkan Pasal 12 ayat (2) berbunyi:

“Motor penggerak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
a. mempunyai daya untuk dapat mendaki pada jalan tanjakan dengan sudut kemiringan minimum 8 (delapan derajat) dengan kecepatan minimum 20 (dua puluh) kilometer per jam pada segala kondisi jalan;
b. motor penggerak dapat dihidupkan dari tempat duduk pengemudi;
c. motor penggerak Kendaraan Bermotor tanpa Kereta Gandengan atau Kereta Tempelan, selain Sepeda Motor harus memiliki perbandingan antara daya dan berat total Kendaraan berikut muatannya paling sedikit sebesar 4,50 (empat koma lima puluh) kilo Watt setiap 1.000 (seribu) kilogram dari JBB atau JBKB;
d. motor penggerak pada Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk menarik Kereta Gandengan, Kereta Tempelan, bus tempel dan bus gandeng, selain Sepeda Motor harus memiliki perbandingan antara daya dan berat total Kendaraan berikut muatannya paling sedikit sebesar 5,50 (lima koma lima puluh) kilo Watt setiap 1.000 (seribu) kilogram dari JBB atau JBKB; dan
e. perbandingan antara daya motor penggerak dan berat Kendaraan khusus atau Sepeda Motor ditetapkan sesuai dengan kebutuhan lalu lintas dan angkutan serta kelas jalan.”

Sementara sepeda listrik Migo memiliki kecepatan di atas 25 Km/Jam.

“Migo kecepatannya mencapai 45 Km/Jam, maka dia harus mendapatkan izin operasional terlebih dahulu dari Kemenhub kalau DKI Jakarta dari Dishub. Nah, dia belum punya izin itu,” paparnya.

Setelah mendapat izin operasi, Migo harus mendapatkan izin laik jalan. Setelah mendapatkan izin laik jalan, agar kendaraan tersebut bisa beroperasi di jalan raya, maka Migo harus meregistrasikannya di Samsat.

“Setelah dapat izin itu baru diregistrasikan di kepolisian, setelah diregistrasi baru diberikan identitas kendaraan dalam bentuk STNK,” katanya.

Selama aturan itu belum dipenuhi, maka Migo dilarang beroperasi di jalan umum atau jalan raya.

“Kalau di gang, area perkebunan atau area perumahan yang tidaka da rambu-rambu lalu lintas, masih boleh,” tuturnya.

Karena belum mengantongi izin tersebut, maka polisi akan menindak Migo ketika kedapatan beroperasi di jalan umum.

“Tindakannya diberhentikan dan kendaraannya dikandangkan,” ujar Nasir.

Saksikan juga video ‘Layanan Penyewaan Sepeda Listrik Kini Menyapa Jakarta’:

[Gambas:Video 20detik]

(mea/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dipolisikan, Guntur Romli Makin Curigai Subkhan Main Sandiwara

Jakarta – Politikus PSI Guntur Romli tidak masalah dipolisikan petani bawang di Brebes, Subkhan, ke Bareskrim Polri. Malahan, dia semakin curiga bila Subkhan terlibat ‘Sandiwara Uno’.

“Dengan datang ke Jakarta dan melaporkan ke Bareskrim, Subkhan makin dicurigai main sandiwara,” ucap Guntur saat dimintai tanggapan terkait laporan Subkhan, Jumat (15/2/2019).

Guntur heran lantaran Subkhan melaporkannya ke Bareskrim. Padahal, menurutnya Subkhan bisa melaporkannya ke kantor polisi di daerahnya.

“Kok sampai datang ke Jakarta dan bawa pengacara segala? Katanya dia tidak punya uang dan terjerat utang Rp 15 juta sampai menggadaikan rumah bapaknya,” kata Guntur.

“Kalau sampai datang ke Jakarta, benarkah dia tidak punya uang atau adakah pihak yang membiayai kedatangan Subkhan ke Jakarta? Saya curiga ada pihak-pihak yang menggunakan Subhan untuk mengalihkan isu Sandiwara Uno. Subkhan melaporkan adalah hak dia, namun dengan kedatangan Subkhan langsung ke Jakarta ke Bareskrim semakin menguatkan dia terlibat Sandiwara Uno,” imbuhnya.

Sebelumnya Subkhan bersama pengacaranya, Muhammad Fayyadh, mempolisikan Guntur dengan tudingan pencemaran nama baik dalam UU ITE. Guntur dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

“Yang dipermasalahkan itu mengandung pencemaran nama baik klien saya, Pak Subkhan ini. Dituduh bahwa Pak Subkhan ini mengaku-ngaku sebagai petani. Padahal beliau sebagai petani beneran,” sebut Fayyadh sebelumnya.

(dhn/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bill Gates: Internet Gantikan Buku Pelajaran yang Mahal

Liputan6.com, Jakarta – Miliarder Bill Gates menyebut buku pelajaran sudah kuno. Alasannya, kehadiran konten digital jauh lebih enak digunakan oleh anak-anak sekolah.

Ini diungkapkan Gates lewat surat tahunannya yang ditulis bersama sang istri, Melinda Gates. Bill Gates berkata, buku pelajaran adalah cara yang terbatas untuk mempelajari sesuatu.

“Andai kamu belajar aljabar SMA. Ketimbang membaca bab untuk menyelesaikan soal, kamu bisa cari di internet, menonton video yang super menarik yang mengajarkanmu cara menyelesaikan soal, dan bermain game yang memperjelas konsepnya,” jelas Bill Gates di gatesnotes.

Lantas bagaimana nasib guru? Bill Gates menyebut konten internet bukanlah pengganti guru, melainkan pelengkap. Para guru pun diajak ikut terlibat dalam konten pelajaran online agar lebih memahami progress belajar para murid.

“Segala hal ini adalah pelengkap tugas bagi guru kalian, bukan penggantinya. Guru kalian mendapat laporan berbobot yang menunjukkan apa yang kau baca dan tonton, soal mana yang kamu jawab benar dan salah, dan di area studi mana kamu butuh bantuan,” jelas Gates.

Bill Gates pun membantu lebih dari 3.000 sekolah di negaranya agar mendapatan kursus digital gratis (free digital course). Ia melakukan ini lewat program bernama Big History.

Enaknya lagi, Bill Gates menyebut pemakaian software online memberikan keringanan finansial bagi para pelajar karena tidak perlu membeli buku pelajaran lagi.

“Sejauh ini, saya belum pernah mendengar keluhan dari siapapun bahwa mereka merindukan buku-buku pelajaran yang berat dan mahal,” tutupnya.

2 dari 2 halaman

5 Buku Rekomendasi Bill Gates pada 2018

Bill Gates adalah satu dari sekian banyak miliarder yang doyan membaca buku. Pada 2018, ada lima buku yang Bill Gates rekomendasikan kepada khalayak, dan salah satunya disebut bisa melawan kecemasan pikiran.

Bill Gates menyukai karya Yuval Noah Harari yang terkenal lewat bukunya berjudul Homo Deus dan Sapiens. Namun, kali ini Gates terpincut oleh buku berjudul 21 Lessons for the 21st Century (21 Pelajaran untuk Abad ke-21). 

Berbeda dengan Homo Deus yang membahas masa lalu dan Sapiens yang membahas masa depan, buku ini menarik perhatian Gates karena membahas masalah saat ini. Menurut dia, buku itu dapat membantu pikiran yang cemas dengan cara mengajak mencemaskan terhadap hal yang tepat.

“Trik untuk mengakhiri kecemasan kita, ia (Harari) menyarankan, bukanlah dengan berhenti cemas. Yakni dengan memahami hal-hal apa yang harus dicemaskan dan seberapa besar harus mencemaskannya,” ucap Gates dalam suratnya, seperti dikutip dari gatesnotes. 

Selain buku Harari, berikut empat buku rekomendasi lain dari Bill Gates: 

1. Educated (Tara Westover). Buku memoar yang berkisah kehidupan seorang wanita yang berasal dari keluarga religius ekstrem yang abusif, tapi ia berhasil berjuang sampai menyelesaikan Ph.D di Universitas Cambridge.

2. Army of None (Paul Scharre). Membahas topik Artificial Intelligence (AI) serta pro-kontra pemakaiannya untuk militer.

3. Bad Blood (John Carreyrou). Ditulis oleh wartawan Wall Street Journal yang membongkar skandal startup Theranos. Buku akan difilmkan dan dibintangi Jennifer Lawrence sebagai Elizabeth Holmes, pendiri Theranos.

4. The Headspace Guide to Mediation and Mindfulness (Andy Puddicombe). Buku tentang meditasi, diawali perjalanan penulisnya dalam bertemu seorang biksu.

Soal Cuitan ‘Presiden Baru’ CEO Bukalapak, PKB: Maafkan, Namanya Juga Khilaf

Jakarta – Wasekjen PKB Daniel Johan meminta polemik cuitan ‘presiden baru’ CEO Bukalapak Achmad Zaky tak diperpanjang lantaran yang bersangkutan telah minta maaf. Bagi Daniel, ‘presiden baru’ di cuitan tersebut adalah capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Apa maksudnya?

“Pertama, tentu kita maafkan, namanya juga khilaf tidak perlu dibesar-besarkan dan yang bersangkutan sudah minta maaf dan mengklarifikasi. Bagi saya, ‘presiden baru’ nanti ya Pak Jokowi, baru dilantik untuk periode kedua,” kata Daniel kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Daniel menyebut pernyataan Zaky soal riset dan pengembangan di Indonesia sebaiknya dilihat jernih dan diapresiasi sebagai gagasan. Menurut dia, pernyataan Zaky merupakan aspirasi yang disampaikan sebagai masyarakat.
“Gagasan tentang pentingnya riset kita perlu apresiasi dan pemerintah harus menangkap ide tersebut sebagai bagian aspirasi masyarakat demi kemajuan iptek dalam negeri, sehingga kita bisa menjadi pemain utama dalam penemuan dan pemanfaatan hasil riset dalam negeri,” kata Daniel.

“Kemajuan suatu negara tergantung juga dari hasil risetnya yang diimplementasikan bagi kepentingan rakyat lebih luas, program-program JKW-KMA adalah mendorong dan mendukung iptek sebagai bagian penting dalam program kerja nantinya,” imbuh Daniel.

Sebelumnya diberitakan, CEO dan founder Bukalapak Achmad Zaky membuat klarifikasi resmi terkait cuitannya menyebut ‘presiden baru’ yang memicu protes sebagian netizen. Dia mengaku khilaf dan memastikan cuitan itu tidak terkait Pilpres 2019.

Mewakili Bukalapak, Achmad Zaky memohon maaf atas segala kesalahpahaman yang timbul. Dia mengaku khilaf dan menegaskan cuitan tersebut tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung calon presiden tertentu, melainkan ajakan bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

“Saya, Achmad Zaky, selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Achmad Zaky.
(gbr/hri)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>