Sederet Temuan Evakuasi Lion Air Hasil Kerja Keras SAR Gabungan

Jakarta – Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dihentikan Basarnas. Sederet temuan mulai dari korban hingga bagian-bagian pesawat diangkat dari perairan Karawang dalam 10 hari operasi evakuasi.

Keputusan ini diambil setelah Basarnas melakukan evaluasi terhadap pencarian pada masa 3 hari perpajangan. Pada hari terakhir operasi, Sabtu (11/10/2018), tim Basarnas tidak menemukan korban.

“Jadi, berdasarkan pantauan tersebut, kami dari Tim SAR Basarnas Pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini, secara terpusat, disudahi atau ditutup hari ini,” kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di Posko Evakuasi Lion Air di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Syaugi juga mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan yang bekerja cepat setelah pesawat Lion Air nomor penerbangan JT610 dipastikan jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10).

Operasi gabungan mulanya ditetapkan satu pekan. Pada Minggu (4/11), diputuskan operasi gabungan dilanjutkan 3 hari. Operasi gabungan melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, Bakamla, BPPT, KNKT dan Pertamina. Total 151 penyelam andal bersertifikasi internasional diterjunkan.

Setelahnya pada Rabu (7/11) operasi pencarian korban dilakukan Basarnas selama tiga hari hingga Sabtu (10/11) hingga akhirnya diputuskan dihentikan.

“Kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama kepada keluarga korban, apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini belum menyenangkan semua pihak. Namun kita sudah melaksanakan sekuat tenaga, dengan kata kunci tiga yang selalu sampaikan, pemerintah hadir, serius, all-out, dan bekerja memakai hati,” tutur Syaugi.

Berikut sederet temuan-temuan tim SAR gabungan termasuk KNKT:

– 196 kantong jenazah

Total 196 kantong jenazah yang berisi body part korban Lion Air. Body part ini diidentifikasi tim DVI Polri di RS Polri.

– Dua Turbin

Turbin pertama pesawat Lion Air PK-LQP ditemukan dan diangkat dari perairan pada Sabtu (3/11) dan turbin kedua ditemukan pada Selasa (6/11). Pengangkatan bagian mesin pesawat itu dilakukan dengan crane yang terdapat di kapal Baruna Jaya I.

– Dua roda pesawat

Roda pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karwang ditemukan. Satu roda yang ditemukan merupakan pendarat belakang pesawat.

– FDR Black Box Lion Air

Flight Data Recorder (FDR) black box Lion Air ditemukan pada Kamis (1/11) sekitar pukul 10.30 WIB. FDR black box ditemukan oleh penyelam gabungan TNI AL.

– 79 Korban Lion Air Teridentifikasi

Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP teridentifikasi. Total ada 79 korban yang teridentifikasi lewat sidik jari dan DNA.

“Hingga saat ini penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 79 penumpang, dengan rincian laki-laki 59 orang dan perempuan 20 orang,” ujar Wakil Kepala RS Polri Kombes Haryanto dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/11/2018).

– Temuan KNKT

Sejumlah temuan diungkap KNKT berdasarkan penyelidikan sementara. Pertama, serpihan pesawat yang ditemukan dalam bentuk kecil menandakan pesawat menyentuh air dengan kecepatan tinggi. Serpihan itu tersebar di permukaan laut dengan radius 250 meter persegi.

Temuan kedua, temuan airspeed indicator yang rusak pada empat penerbangan terakhir yakni Jakarta Pangkalpiang (29/10), Denpasar-Jakarta (28/10), Manado-Denpasar (28/10) dan Denpasar-Manado (27/10).

Temuan tersebut terkait dengan kerusakan sensor AOA (angle of attack) adalah pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan saat penerbangan sebelum JT610, yakni dari Bali ke Jakarta. Dalam penerbangan itu, AOA pesawat PK-LQP sebelah kiri berbeda 20 derajat dengan sebelah kanan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan sensor AOA sudah diganti setelah pilot melaporkan adanya kerusakan pada penunjuk kecepatan alias airspeed indicator yang merupakan satu bagian.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *