Mantan Agnez Mo Akui sedang Dekat dengan Gisella Anastasia

Saat ditanya sejauh mana kedekatannya, mantan kekasih Agnez Mo itu enggan menjawab secara spesifik. Baginya, untuk membina hubungan spesial, tak mesti dikukuhkan dengan pernyataan cinta.

“Kita lagi dekat. Zaman sekarang mana ada sih main tembak-tembakan lagi. Ayok. Kalian juga gitu kan, mana ada sih tembak tembakan. Lagi dekat, lagi dekat kita,” ia menjelaskan.

Polisi: Saat Ditangkap, Zul Zivilia Sedang Membungkus Narkoba

Liputan6.com, Jakarta – Polisi menangkap vokalis Band Zivilia, Zulkifli atau akrab disapa Zul Zivilia. Ia ditangkap bersama dengan delapan tersangka lainnya atas nama inisial MB alias Alfian alias Dimas (25), RSH (29), MRM (25), MH alias Rian (26), HR alias Andu (26), D (26) seorang perempuan, IPW (25), dan RR (25).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, sembilan orang tersebut ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda.

Zul Zivilia ditangkap bersama dengan Rian, Andu dan D di di Apartemen Gading River View City Home Kawasan MOI Tower san Fransisco Lantai 12 unit 1208, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Dia ditangkapnya itu Jumat 1 Maret 2019. Kalau yang lainnya itu ditangkap ada yang sebelum dan sesudah Zul ditangkap, hari Kamis dan Sabtu,” kata Eddy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Saat ditangkap, Zul Zivilia sedang dalam kondisi membungkus barang haram tersebut bersama dengan tiga orang tersangka lainnya.

“Zul itu pas dites urine positif (pakai narkoba),” ujarnya.

Selain Kebocoran, Prabowo Sebut Kondisi Indonesia Sedang Berdarah

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut kondisi Indonesia saat ini layaknya tubuh manusia yang tengah mengalami pendarahan. Dia menyebut salah satunya yakni akibat rekayasa faktur penjualan, seperti halnya dalam bidang sumber daya alam yang diekspor.

Prabowo menyebut hal itu berakibat pada kebocoran anggaran negara. Di mana faktur yang dilaporkan lebih rendah dibandingkan penjualan aslinya atau disebut Under Invoicing.

“Itu yang saya sebut kebocoran. Itu yang saya sebut bleeding. Indonesia sedang berdarah,” kata Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).

Prabowo Subianto menyebut dalam kebocoran itu pun ada peran beberapa pihak. Bahkan, dia menyebut negara terus melakuan hutang untuk menutupi yang ada.

Mantan Danjen Kopassus TNI itu pun mengumpamakan keadaan itu sepeti halnya transfusi darah, di mana utang yang menghidupi bangsa.

“Kita hidup dengan utang. Tidak dengan produksi kita sendiri. Tidak dengan keuntungan kita sendiri, tidak dengan tangan kita sendiri,” ujar Prabowo Subianto.

2 dari 3 halaman

Proses Kebocoran

Sebelumnya, Prabowo mencontohkan proses kebocoran itu. Kebocoran itu diketahuinya sejak menjadi pimpinan perusahaan kelapa sawit usai pensiun dari TNI pada 1998.

“Saya jadi pengusaha waktu itu, saya dipercaya memimpin perusahaan kelapa sawit. Jadi saya mengerti industri kelapa sawit, dengan segala permainan-permainannya, karena itu dapat pencerahan lagi saya, boleh saya cerita fenomena saya ini,” kata dia.

Dia menjelaskan bila seseorang ingin membangun suatu perkebunan kelapa sawit harus melakukan beberapa tahapan. Mulai dari izin ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab), lalu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan lanjut ke Pemerintah Pusat.

Saat itu ketika ke pemerintah pusat, sambung Prabowo, pengusaha tersebut harus meminta izin ke Kementrian Pertanian dan Kementrian Kehutanan. Setelah itu barulah pengusaha itu mendapatkan sertifikat hak guna usaha (HGU).

“Begitu dia dapat dengan HGU dia dapat kredit, di sini sudah mulai bocor, kenapa? Karena untuk buka lahan itu ada indeks. Saya enggak tahu sekarang, waktu saya itu indeks sekitar 3.000 dollar per hektar, 4.000 per hektar. Padahal ongkos benar-benar untuk buka hutan waktu itu enggak sampai 2.000. Zaman saya dulu, tidak tahu persis indeks sekarang,” ungkap Prabowo.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Prabowo: Indonesia Sedang ‘Bleeding’!

Jakarta – Capres Prabowo Subianto kembali bicara soal kebocoran anggaran di Indonesia. Dia mengibaratkan Indonesia seperti tubuh yang sedang berdarah.

Hal itu dia sampaikan saat berpidato di konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama eksponen Muhammadiyah. Salah satu yang diungkit Prabowo adalah soal laporan hasil tambang yang berbeda.

“Kalau yang dilaporkan hanya 15 juta padahal dia tambangnya 30 juta, itu kan 150 juta dollar tiap tahun satu tambang, Indonesia hilang uang,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

“Itu yang saya bilang kebocoran. Itu yang saya sebut bleeding, Indonesia sedang bleeding. Indonesia sedang berdarah,” sambungnya.

Prabowo membandingkan kondisi Indonesia yang ‘berdarah-darah’ dengan tubuh manusia ketika berdarah. Dia menyebut Indonesia sudah bertahun-tahun dalam kondisi ini.

“Indonesia saking kayanya, kita sudah bleeding bertahun-tahun. Tapi elite kita banyak tidak mau lihat,” ucapnya.

Menurut Prabowo, masalah ‘pendarahan’ di Indonesia ini hanya diatasi dengan solusi sementara yaitu transfusi darah. Dia menyamakan transfusi darah itu dengan hutang.

“Bleeding, transfusi darah. Bleeding, transfusi darah. Jadi kita hidup sekarang dengan produksi utang, tidak dengan hasil bumi kita sendiri, tidak dengan keuntungan kita sendiri, tidak dengan tabungan kita sendiri. Ini yang harus kita hentikan, pendarahan kekayaan Indonesia,” ungkap Prabowo.
(imk/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mobil Tanpa Sopir Harus Bisa Menepi Jika Diberhentikan Polisi

Liputan6.com, Jakarta – Kendaraan autonomus alias tanpa sopir diyakini bakal benar-benar terjadi di masa depan. Namun, masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum mobil otonom ini benar-benar menggantikan peran pengemudi manusia seperti yang ada saat ini.

Melansir Carscooops, Jumat (1/3/2019), salah satu hal yang paling sulit bagi pembuat mobil dan perusahaan teknologi, adalah memastikan kendaraan tanpa sopir dapat berinteraksi dengan lingkungan seperti yang dilakukan pengemudi manusia.

Membuat mobil tanpa sopir yang mampu berhenti saat lampu lalu lintas merah, masih cukup sederhana, begitu juga dengan mendeteksi pejalan kaki. Tapi, jika mobil tanpa sopir saat ditilang polisi bisa menepi seperti sesuatu yang tidak mungkin.

Sementara itu, berbicara soal fitur tersebut, Waymo telah bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan.

Misalnya, pada Januari lalu, sebuah kendaraan uji Waymo berhenti di lampu merah yang gelap di Tempe, Arizona tak lama setelah listrik padam.

Seorang petugas polisi sedang berdiri di persimpangan mengatur lalu lintas, dan mobil menunggu sebelum melanjutkan perjalanan setelah dilambaikan oleh petugas.

Selain itu, Waymo juga telah mengembangkan perangkat lunak yang menginstruksikan kendaraannya untuk berhenti ketika mendeteksi lampu polisi berkedip di belakangnya.

2 dari 2 halaman

Mobil Nirsopir Mulai Antar Barang Belanjaan

Mobil tanpa sopir alias nirsopir bukan hanya isapan jempol semata. Bahkan sebuah perusahaan jaringan supermarket Kroger, bersama startup Nuro, menghadirkan mobil tanpa sopir yang mampu mengantarkan barang belanjaan konsumen hingga ke depan pintu rumah.

Proyek yang masih dalam program percontohan ini mulai beroperasi 16 Agustus 2018 dengan melibatkan Fry’s Food Store milik Kroger di East McDowell Road, Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat.

Dilansir thespoon.tech, Senin (20/8/2018), Konsumen bisa saja melakukan pemensanan dengan sentuhan jari. Sebab, pemesanan bisa melalui  frysfood.com atau aplikasi Fry.

Barang yang sudah terpesan dapat diatur jadwal pengirimannya, baik hari yang sama atau hari berikutnya, dengan biaya per pengiriman US$ 5,95 atau sekitar Rp 85 ribu tanpa batasan pesanan minimum.

Untuk sementara, armada nirsopir menggunakan Toyota Prius yang dibantu seseorang di belakang kemudi. Bagian kompartemen mobil dimodfikasi sedemikian rupa hingga mampu menampung enam kantong barang.

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Suci Episode Jumat 1 Maret 2019: Sandra Panik, Monica Mau Bunuh Diri

Liputan6.com, Jakarta Sinetron Cinta Suci episode Jumat malam ini. Suci keluar dari kamar itu sebentar tapi tiba-tiba Cleo menyenggol Suci. Jelas, Suci kaget dan marah. Cleo bilang nggak sengaja. Suci nggak percaya dia yakin Cleo sengaja karena mau balas dendam sama Suci.

Sementara itu Cinta Suci juga bercerita tentang Sandra mendengar suara cermin pecah itu dari kamar Monica dia kaget banget. Jangan-jangan Monica mau bunuh diri. Sandra buru-buru cari anak kunci kamar itu tapi hilang nggak tahu kemana. Sandra panik.

Sandra langsung mencegah dan berusaha ambil pecahan kaca itu dari tangan Monica. Lalu, Monica teriak dan minta mamanya biarkan dia bunuh diri, karena dia sama sekali sudah nggak punya alasan lagi buat hidup.

Sementara itu di rumah Aditya. Bu Saras sedang menyiapkan sarapan sama Lestari. Aditya muncul dengan wajah yang murung, Lestari mencoba mencarikan suasana.

Drama Cinta Suci selanjutnya…..

2 dari 2 halaman

Cleo Menghasut Sisca

Aditya mencoba mengetuk kamar Bunga dan mengajaknya sarapan. Tak lama Bunga keluar dengan pakian rapi. Aditya tanya Bunga mau ke mana. Bunga bilang Aditya nggak usah sok perhatian ke dia.

Cleo masuk ke kamar Sisca dan membawakan Sisca banyak pakaian branded yang bagus. Sisca kaget dan tanya apa maksud Cleo. Lalu, Cleo bilang dia cuma mau kasih Sisca semacam hadiah.

Cleo keluar dari kamar SIsca dengan lega, dia yakin sebentar lagi Sisca akan masuk dalam perangkapnya. Tiba-tiba Suci muncul dan menghadang Cleo. Suci rupanya melihat semua usaha Cleo untuk menghasut Sisca.

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Anggota DPRD yang Kena OTT Pungli Gempa NTB Divonis 2 Tahun Bui

Mataram – H Muhir yang kena OTT pungli dana rehabilitasi sekolah pasca gempa NTB, divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Muhir yang ditangkap saat menjabat anggota DPRD Mataram fraksi Golkar itu terbukti menerima suap atau pungli Rp 31 juta.

“Dengan ini majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar isi dakwaan ketiga karena menerima hadiah dari saksi Sudenom berupa uang,” kata ketua majelis hakim, Isnurul Syamsul Arif, saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, yang dilansir Antara, Jumat (1/3/2019).

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Muhir terbukti bersalah melanggar Pasal 11 UU No 20/2001 tentang Tipikor. Hakim menjelaskan, uang yang diterima terdakwa Muhir dari Sudenom sebesar Rp 31 juta. Rinciannya, uang tersebut diterima terdakwa Muhir ketika bertemu dengan Sudenom di rumah makan sebesar Rp 1 juta dan di Rumah Makan di daerah Cakranegara Rp 30 juta.

“Dengan ini majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar isi dakwaan ketiga karena menerima hadiah dari saksi Sudenom berupa uang,” kata Isnurul Syamsul Arif.

Terkait dengan perbuatan yang memberatkan, majelis hakim menyatakan terdakwa Muhir melakukan tindak pidana pada saat masyarakat NTB sedang berduka akibat bencana gempa bumi. Kemudian, yang meringankannya, karena terdakwa Muhir selama ini diketahui belum pernah tersangkut masalah hukum serta menjalani hukuman pidana.

Sebelumnya, tim JPU dari Kejari Mataram menuntut terdakwa Muhir dijatuhi pidana penjara selama delapan tahun dengan denda Rp250 juta subsidair enam bulan kurungan.

Muhir terjaring OTT saat melakukan transaksi pemerasan uang sebesar Rp 30 juta terhadap H Sudenom selaku Kadis dan Catur Totok, staf PNS di Disdik Kota Mataram, yang waktu itu diposisikan sebagai calon kontraktor proyek.

OTT yang dilakukan tim dari Kejari Mataram itu dilakukan pada Jumat (14/9) siang di sebuah warung makan di Jalan Rajawali I Cakranegara, Kota Mataram.
(rvk/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akting di Cinta Buta SCTV, Ratu Rizky Nabila Jadi Selingkuhan Anjasmara

Liputan6.com, Jakarta – Penyanyi Ratu Rizky Nabila menjejak panggung hiburan ke ranah akting. Di depan kamera, meski tak sedang mengolah vokal, ia tetap mampu memberikan hiburan melalui aktingnya di layar kaca.

Ratu Rizky Nabila terlibat dalam sinetron Cinta Buta yang tayang di SCTV. Dalam sineton itu, ia berperan sebagai selingkuhan Anjasmara.

Tentunya, berhadapan langsung dengan aktor yang sudah malang melintang di layar sinetron dianggap sebagai tantangan khusus. Ratu Rizky Nabila menyadari, akting yang diperlihatkannya tak boleh biasa-biasa saja.

“Siapa yang enggak tahu akting Mas Anjas (Anjasmara-red). Buat aku kebanggaan banget bisa adu akting dengan beliau,” kata Ratu Rizky Nabila saat dihubungi di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

2 dari 3 halaman

Pendalaman Karakter

Karena tahu lawan mainnya di sinetron yang dibintangi Nikita Willy dan Rezky Aditya tak sembarangan, Ratu Rizky Nabila melakukan sejumlah persiapan sebelum proses syuting dimulai.

Salah satunya dengan mendalami karakter yang dimainkan. “Script itu enggak cuma aku hafal. Tapi aku masukin banget karakter cewek yang diselingkuhi dan terbiasa selingkuh seperti apa,” dia menjabarkan.

3 dari 3 halaman

Totalitas

Bagi Ratu Rizky Nabila, dipercaya untuk membintangi sinetron garapan SinemArt merupakan prestasi besar dalam kariernya di panggung hiburan.

“Jadi harus 100 persen totalitas. Aku orangnya berusaha menjawab profesionalitas kerja dengan kualitas. Enggak cuma ramai diomongin di media sosial, tapi sebagai entertainer kita harus tanggung jawab dengan pekerjaan dan karya yang sedang kita buat,” dia menukas.